Bahasa Pascal 1


 Pascal yaitu  bahasa pemrograman yang 

pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth, 

seorang anggota International Federation of 

Information Processing (IFIP) pada tahun 1971. 

Dengan mengambil nama dari matematikawan 

Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali 

menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus 

Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat 

bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman 

komputer. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth 

membuat Pascal juga untuk melengkapi 

kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman 

yang ada pada saat itu. 

 

Kelebihan 

Kelebihan dari bahasa pemrograman 

Pascal yaitu : 

Tipe Data Standar, tipe-tipe data 

standar yang telah tersedia pada 

kebanyakan bahasa pemrograman. Pascal 

memiliki tipe data standar: boolean, 

integer, real, char, string,  

 

Bahasa PASCAL juga merupakan bahasa 

yang dipakai  sebagai standar bahasa 

pemrograman bagi tim nasional Olimpiade 

Komputer Indonesia (TOKI). Selain itu, 

Bahasa PASCAL masih dipakai  dalam 

IOI (International Olympiad in 

Informatics). 

Program_ Hello_World;  

begin writeln('Hello world'); 

end.  

• Tipe Data menunjukkan suatu nilai yang dpat 

dipakai  oleh sutu variable yang bersangkutan. 

Tipe Data dalam Pascal : 

1. Tipe Data Sederhana, terdiri dari : 

    a. Tipe data standar : 

        - integer : merupakan tipe data berupa 

bilangan bulat 

        - real : merupakan jenis bilangan pecahan 

          - char : merupakan karakter yg ditulis 

diantara tanda petik tunggal. Ex : ‘A’, ‘a’, ‘5′ dll 

        - string : merupakan urut-urutan dari karakter 

yang terletak di antara tanda petik tunggal.  

        - boolean : merupakan tipe data logika, yang 

berisi dua kemungkinan nilai: TRUE atau FALSE . 

    b. Tipe data didefinisikan pemakai 

2. Tipe Data Terstruktur, terdiri dari : 

    a. Array 

    b. Record 

    c. File 

    d. Set 

 

• 3. Tipe Data PointerOperator 

Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal di 

kelompokkan dalam : 

1. Assignment operator (operator pengerjaan) 

memakai  simbol titik dua diikuti oleh tanda sama 

dengan (:=). Contoh –> A:=B; 

• 2. Binary operator dipakai  untuk mengoperasikan dua 

buah operand yang berbentuk konstanta ataupun variable. 

Operator ini dipakai  untuk operasi arithmatika yang 

berhubungan dgn nilai tipe data Integer dan Real. Operasi 

yang dilakukan yaitu  : Pertambahan (+), Pengurangan (-

), Perkalian (*), Pembagian Bulat (DIV), Pembagian Real 

(/) dan Modulus atau Sisa Pembagian (MOD) 

• 3. Unary operator, operator ini memakai  sebuah 

operand saja dapat berupa unary minus dan unary plus. 

Contoh : +2.5, a+(+b) dll 

• 4. Bitwise operator dipakai  untuk operasi bit per bit 

pada nilai integer. 

Operator yang dipakai  (NOT, AND, OR, XOR, Shl, Shr 

 

• Dasar Program Pascal 

• Unsur-unsur Pemrograman  

a. Mendapatkan data dengan 

membaca data dari default input 

(key board, file atau sumber data 

lainnya). 

b. Menyimpan data ke dalam memori 

dengan struktur data yang sesuai, 

c. Memproses data dengan instruksi 

yang tepat. 

d. Menyajikan atau mengirimkan 

hasil olahan data ke default output 

(monitor, file atau tujuan lainnya). 

 

• Nama yang dipergunakan du dalam program Pascal 

disebut dengan pengenal atau Identifier. Identifier 

dipakai  untuk nama: Program, Sub-program 

(procedure dan function), nama: Variable, Constant, 

Type, Label. 

Nama-nama ini dipakai  untuk pemakaian dan 

pemanggilan dalam program. Ketentuan penulisan 

identifier 

a. Nama identifier harus dimulai dengan karakter 

huruf alfabet: a sampai z, A sampai Z atau karakter 

‘_’ (underscore - garis bawah) 

b. Karakter berikutnya boleh karakter numerik (0 .. 9) 

atau kombinasi alphanumerik (huruf-numerik). 

c. Panjang nama, pada berbagai versi Pascal 

umumnya antara 32 - 63. 

d. Tidak boleh memakai  karakter istimewa: + - * 

/ | \ = < > [ ] . , ; : ( ) ^ @ { } $ # ~ ! % & ` ” ‘ dan 

? Contoh penulisan: 

Penulisan yang benar: NamaMahasiswa, 

Gaji_Karyawan, PX4, dll. 

Penulisan yang salah: 3X, A & B, C Z dll. 

• Variable yaitu  identifier yang berisi data yang 

dapat berubah-ubah nilainya di dalam program. 

Deklarasi Variable yaitu  : 

a. Memberikan nama variabel sebagai identitas 

pengenal 

b. Menentukan tipe data variabel 

Contoh deklarasi variabel: var X : integer; 

R  : real; 

C  : char; 

T  : boolean;  

Konstanta yaitu  identifier yang berisi data 

yang nilainya tidak berubah di dalam program. 

Deklarasi Konstanta yaitu : 

a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas 

pengenal 

b. Menentukan nilai konstanta 

Contoh deklarasi konstanta: conts MaxSize = 

100; {integer} 

ExitC = ‘Q’; {char} 

• Reserved Words atau kata-kata cadangan pada Pascal 

yaitu  kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal 

yang mempunyai maksdu tertentu.Suatu Unit yaitu  

kumpulan dari konstanta, tipe-tipe data, variabel, 

prosedur dan fungsi-fungsi. Unit standar pada Pascal 

yang bisa langsung dipakai  yaitu  System, Crt, 

Printer Dos dan Graph. Untuk memakai  suatu unit, 

maka kita harus meletakkan clausa atau anak kalimat 

Uses di awal blok program, diikuti oleh daftar nama unit 

yang dipakai . Pada materi ini yang akan dibahas 

yaitu  unit Crt. Unit ini dipakai  untuk memanipulasi 

layar teks (windowing, peletakan cursor di layar, Color 

pada teks, kode extended keyboard dan lain sebagainya. 

 

• Beberapa Statemen Turbo Pascal 

• Statemen yaitu  perintah untuk pengerjaan program pascal. 

Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali 

oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan 

END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;]. 

Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan 

yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai 

perintah standar Turbo Pascal. 

 

 

 

• 1. Statemen-statemen yang dipakai  untuk 

input/output. 

• # Read/Readln [prosedur]. 

• Perintah ini dipakai  untuk memasukkan 

[input] data lewat keyboard ke 

• dalam suatu variabel. 

• Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu 

diakhiri dengan titik koma [;]) 

• Keterangan : x = variabel. 

• Read = pada statemen ini posisi kursor tidak 

• pindah ke baris selanjutnya. 

• Readln = pada statemen ini posisi kursor 

akan 

• pindah ke baris selanjutnya setelah di 

• input. 

• # Write/Writeln [prosedur]. 

• dipakai  untuk menampilkan isi 

dari suatu nilai variable di 

• layar. 

• Sintaks: Write/Writeln(x); 

• Keterangan : x = variabel. 

• Write/Writeln= statement ini 

dipakai  untuk mencetak variable 

ke dalam monitor 

• 2. Statemen-statemen yang 

dipakai  untuk pengaturan letak 

layar. 

• # ClrScr [prosedur]. 

• Perintah ini dipakai  untuk 

membersihkan layar. 

• sintaks: ClrScr; 􀃆 [Clear screen] 

 

 

1. KONSEP DASAR BAHASA PASCAL 

 

Pengertian Pascal  :  Yaitu salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi. 

Pemrograman tingkat tinggi menandakan bahwa Pascal 

banyak memakai  bahasa manusia dalampenulisan 

sintaksnya. 

 

Pemrograman / programming   : yaitu  pekerjaan penulisan instruksi bagi komputer 

    untuk menyelesaikan suatu masalah. 

 

Program     : yaitu  himpunan instruksi yang diperuntukkan bagi komputer, untuk 

    menyelesaikan masalah yang diberikan.  

 

Interpreter   : Menerjemahkan perintah baris demi baris dan langsung melaksanakannya. 

  contoh : BASIC. 

 

Compiler       : Menerjemahkan dulu seluruh perintah dalam bahasa mesin. Baru kemudian 

terjemahan ini  dijalankan oleh komputer. Contoh : FORTRAN, C, 

PASCAL. 

 

2.  SEJARAH SINGKAT BAHASA PASCAL 

 

 

Bahasa PASCAL pertama kali dikembangkan pada awal tahun 70-an oleh NICLAUS 

WIRTH di Technical University, Zurich – Swiss. 

Nama PASCAL diambil dari nama seorang ahli matematika bangsa Perancis, yaitu 

BLEISE PASCAL yang telah berjasa menemukan alat hitung mekanis pertama didunia pada 

abad ke-17. 

Bahasa pemrograman ini termasuk kategori “High Level Language”. Instruksi-instruksi 

yang dipakai  dalam bahasa pemrograman ini sangat sistematis dan terstruktur. 

Pada Awalnya bahasa pemrograman ini diperkenalkan dengan tujuan untuk menjelaskan 

masalah pemrograman komputer bagi mahasiswa yang belajar pemrograman komputer. 

 

 

Ternyata dalam waktu singkat, nahasa pemrograman ini menjadi salah satu bahasa yang 

sangat populer dikalangan universitas, sehingga menjadi julukan sebagai bahasa universitas. 

Mulai dari awal perkembangannya hingga saat ini banyak sekali jenis bahasa 

pemrograman ini, masing-masing merupakan hasil pengembangannya, antara lain : 

UCSD Pascal, Microsoft Pascal, Apple Pascal, Turbo Pascal, dsb. 

Diantara versi-versi yang ada, Turbo Pascal merupakan versi yang sangat populer saat ini. 

 

3. STRUKTUR DAN KOMPONEN DASAR PROGRAM PASCAL 

 

 

 Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu blok 

program atau badan program. Blok program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu bagian 

deklarasi dan bagian pernyataan (statement). 

 

 Struktur program : 

Judul Program   PROGRAM nama-program; 

Blok Program  

Bagian deklarasi 

- deklarasi label  LABEL nama-label; 

- deklarasi konstanta  CONST…………..; 

- deklarasi tipe  TYPE …………….; 

- deklarasi variabel  VAR ……………...; 

- deklarasi prosedur  PROCEDURE nama-prosedur; 

     ……………………………….; 

- deklarasi fungsi  FUNCTION nama-fungsi; 

     ………………………….; 

Bagian Pernyataan   

Begin 

 (statement)    

 …………; 

 …………; 

end. 

 

 

Contoh :  Menghitung luas bidang berbentuk empat persegi panjang dengan panjang P  

     dan lebar L. 

PROGRAM Luas;    {Judul} 

VAR P,L,Luas : real;   {Deklarasi variabel} 

BEGIN 

 Read (P,L);    {Statemant} 

 Luas := P*L;    {Statement} 

 Write (P,L,Luas);   {Statement} 

END. 

 

 Judul program sifatnya yaitu  optional, dan bila ditulis, harus terletak pada awal dari 

program dan diakhiri dengan titik koma. 

 Bagian deklarasi dipakai  bila di dalam program dipakai  pengenal ( identifier). 

Identifier dapat berupa label, konstanta, tipe, variabel, prosedur dan fungsi. Kalau suatu 

program memakai  identifier, Pascal menuntut supaya identifier ini  diperkenalkan 

terlebih dahulu sebelum dipakai , yaitu dideklarasikan terlebih dahulu pada bagian ini. 

Beberapa aturan dalam program Pascal : 

   Akhir sebuah program Pascal ditandai dengan tanda baca titik (.) setelah END yang  

paling akhir. 

   Tanda titik koma (;) merupakan pemisah antar instruksi satu dengan lainnya. 

   Beberapa statement boleh ditulis menjadi satu baris dipisahkan dengan tanda baca titk 

koma (;) 

Contoh : simpan  :=  akhir;   akhir := simpan + awal; 

   Baris komentar diletakkan diantara tanda (* dan *) atau diantara tanda { dan } 

Contoh :  Var rerata : real;  (*nilai rata-rata*) 

   Nil1 : real;  {nilai ujian}  

 

Statement  (pernyataan) 

yaitu  instruksi atau gabungan instruksi, yang menyebabkan komputer melakukan aksi. 

 

 

Type statement dalam Pascal terdiri atas : 

1. Sederhana :  

   Menandai sebuah item data ke sebuah variabel (assigment statement) 

 Contoh : X := Y * 4.135 

   Pemanggilan procedure dan goto statement 

 

2. Terstruktur: 

   Compound Statement 

 Contoh : Begin  

   read (x) ; 

   y := x + 5; 

   write (y) 

    End. 

   Repetitive Statement 

 Contoh :  For I := 1 to 100 do  

   write (count); 

   Conditional Statement 

 Contoh :  If x > 100 then write (s) 

    else write (p) ; 

 

 Komponen Dasar Program Pascal 

 

Pola susun bahasa Pascal dibentuk dengan memakai  komponen bahasa pemrograman 

yang umum, yaitu : 

1. Simbol Dasar 

2. Reserved Word (kata pasti) 

3. Identifier (penyebut) 

 

1. Simbol Dasar. 

 

Simbol dasar terdiri atas : 

1. Simbol huruf, yaitu huruf A sampai dengan Z atau a sampai dengan z. 

 

 

(huruf besar dan kecil). 

 

2. Simbol angka atau digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. 

 

3. Simbol khusus, yaitu 

+   -   *   /   ;   :=   ,   „   =   <   >   <=   >=   <>   :   {  }   ( )   [   ] 

 

2. Reserved Word (kata pasti) 

 

Reserved Word yaitu  suatu kata yang secara mutlak tidak boleh diartikan lain dan harus 

dipakai  sebagaimana yang telah didefinisikan atau ditentukan kegunaanya oleh bahasa 

Pascal. Reserved word ini tidak boleh didefinisikan ulang oleh pemakai, sehingga tidak 

dapat dipergunakan sebagai pengenal (identifier) 

Reserved Word ini jumlahnya berbeda untuk masing-masing bahasa Pascal. 

Contoh beberapa reserved word yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal antara lain : 

 AND  ELSE   LABEL  SET 

 ARRAY END   OF   TYPE 

 BEGIN FUNCTION  OR   UNTIL 

 CASE  FOR   PROCEDURE VAR 

 CONST GOTO   PROGRAM  WHILE 

 DO  IF   RECORD  WITH 

 DOWNTO IN   REPEAT  dsb 

 

3. Identifier (sebutan/pengenal) 

 

Identifier merupakan sebuah kata yang dipakai  sebagai nama atau sebutan terhadap 

sesuatu didalam program. Pemakai dapat mendefinisikan sendiri suatu nama sebagai 

identifier. 

Identifier ini terdiri atas : 

1. Identifier Standar, yaitu identifier yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal. 

Contoh dari Identifier standar ini antara lain: 

ABS    LN 

 

 

ARCTAN  ODB 

BOOLEAN  PRED 

CHAR   ROUND 

CHR   READ 

COS   READLN 

EOF   SQR 

EOLN   SQRT 

EXP   SUCC   

 Dan masih banyak lagi. 

2. Identifier non standar; yaitu identifier yang didefinisikan oleh pemakai bahasa pascal; 

misalnya; 

3. Nama suatu program  

4. Nama suatu konstanta 

5. Nama suatu variabel 

6. Nama suatu procedure 

Identifier ini bebas, tetapi dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : 

7. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. 

Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama. 

8. Tidak boleh mengandung blank. 

9. Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah. 

10. Panjangnya bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama yang dianggap signifikan. 

Contoh : 

Identifier Keterangan 

GajiKaryawan Benar 

No_Mhs Benar 

P3K Benar 

1X Salah, karakter pertama harus huruf 

A&B Salah, tidak boleh mengandung simbol khusus 

A B Salah, tidak boleh mengandung blank 

 

 

5. JENIS – JENIS DATA 

Jenis – jenis data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain yaitu: 

1. Jenis data sederhana 

a. Jenis data yang standar; yaitu :  

   Integer 

   Real 

   Karakter 

   Boolean 

b. Jenis data yang non standar (user defined), yaitu; 

   Enumerated 

   Sub-range 

2. Jenis data berstuktur, yaitu: 

a. Array 

b. Record 

c. Set 

d. File 

 

3. Jenis Data Pointer 

 

 

 

JENIS DATA YANG STANDAR 

 

 

1. I N T E G E R 

 

Jenis data ini terdiri atas integer positif, integer negatif dan nol. Merupakan nilai bilangan 

bulat. 

Pada TURBO PASCAL jenis data ini di bagi atas beberapa bagian, yaitu : 

Tipe 

Ukuran memori 

(dalam byte) 

Jangkauan nilai 

BYTE 1 0..255 

 

 

SHORTINT 1 -128..127 

INTEGER 2 -32768..32767 

WORD 2 0..65535 

LONGINT 4 -2147483648..2147483647 

 

Operator Integer terdiri atas :  + , - , * , / , DIV dan MOD 

Contoh : 

Var 

  Jumlah : byte; 

Begin 

  Jumlah := 200; 

  WriteLn(„Nilai JUMLAH = „,Jumlah); 

End. 

Hasilnya bila dijalankan : 

  Nilai JUMLAH = 200 

 

2. R   E  A  L 

 

Penulisan untuk jenis data ini selalu memakai  titik desimal. Nilai konstanta numerik 

real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantissa yang signifikan sampai 

dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numerik real 

menempati memori sebesar 6 byte. 

Contoh : 

123.45 

12345.   salah, titik desimal tidak boleh dibelakang 

12E5 

12E+5 

-12.34 

.1234   salah, titik desimal tidak boleh dimuka 

 

 

Pada TURBO PASCAL, jenis data ini dibedakan atas : 

Tipe Ukuran memori 

(dalam byte) 

Jangkauan nilai Digit signifikan 

SINGLE 4 1.5x10E-45 .. 3.4x10E38 7-8 

DOUBLE 8 5.0x10E-324 .. 1.7x10E308 15-16 

EXTENDED 10 1.9x10E-4951 .. 1.1x10E4932 19-20 

COMP 8 -2E+63+1 .. 2E+63-1 19-20 

Operator untuk jenis data ini terdiri atas : + , - , * dan / 

 

3. K A R A K T E R 

 

Yang dimaksud dengan jenis data ini yaitu  karakter tunggal atau sebuah karakter yang 

ditulis diantara tanda petik tunggal, seperti misalnya „A‟,‟a‟,‟!‟,‟5‟ dsb. 

Dasarnya yaitu  ASCII CHARACTER SET. 

Misalnya : 032 pada tabel ASCII CHARACTER SET menunjukkan karakter. 

  Blank. 

 033    ! 

 048      0 

076     L 

 Dst 

 

4. S T R I N G 

 

Nilai data string merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik 

tunggal. Nilai data string akan menenpati memori sebesar banyaknya karakter stringnya 

ditambah dengan 1 byte. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak 

disebutkan, maka dianggap panjangnya yaitu  255 karakter. 

 

 

Contoh : 

Var 

  Kampus : string[10]; 

Begin 

  Kampus := „Gunadarma‟; 

Write(Kampus); 

End. 

 

5. B O O L E A N 

 

Jenis data ini mempunyai nilai TRUE atau FALSE. 

Operator untuk jenis data ini yaitu  : 

1. Logical Operator, yaitu : NOT, AND dan OR 

2. Relational Operator, yaitu : >, <, >=, <=, <> dan = \ 

 

JENIS DATA NON-STANDARD (USER DEFINED) 

 

 

1. ENUMERATED. 

 

Jenis data ini terdiri atas barisan identifier yang terurut dimana setiap identifier ini  

dianggap sebagai suatu individual data item (elemen data yang berdiri sendiri). 

Pada saat mendeklarasikan jenis data ini kita harus menuliskan semua elemen-elemennya. 

Bentuk umum deklarasinya yaitu  : 

TYPE nama = (data_item_1, data_item_2, ……., data_item_n); 

Contoh : 

TYPE hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming); 

TYPE warna = (red,blue,green,yellow,black,white); 

Setelah jenis data ini dideklarasikan, maka selanjutnya kita dapat mendeklarasikan suatu 

variabel yang berjenis data sama dengan jenis data ini. 

 

 

 

Misalnya : 

  TYPE nama_hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming); 

  VAR libur : nama_hari; 

Fungsi standar yang dapat dipakai  pada jenis data ini yaitu  : 

PRED, SUCC dan ORD 

Misalnya : 

 PRED (sel) = sen 

 SUCC (sen) = sel 

 ORD (sen) = 0 

 ORD (sel) = 1 

 

 

2. SUB-RANGE. 

 

Jenis data ini berupa range dari suatu kumpulan data yang mempunyai urutan.. 

Bentuk umum deklarasinya yaitu  : 

 TYPE nama = data_item_pertama .. data_item_terakhir; 

Contoh : 

1. TYPE  jam_kuliah = 1 .. 10; 

tanggal = 1 .. 31; 

abjad = „A‟ .. „Z‟; 

2. TYPE  bulan = (jan,feb,mar,apr,mei,jun,jul,agt,sep,okt,nov,des); 

hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming); 

ata = agt .. jan; 

pta = feb .. jun; 

hari_kerja = sen .. jum; 

 

 

 

 

 

TANDA OPERASI 

 

Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal dikelompokkan ke dalam 9 kategori, yaitu  : 

1. Assignment operator. 

2. Binary operator. 

3. Unary operator. 

4. Bitwise operator. 

5. Relational operator. 

6. Logical operator. 

7. Address operator. 

8. Set operator. 

9. String operator. 

 

Assignment operator 

 Assignment operator (operator pengerjaan) memakai  simbol titik dua diikuti oleh 

tanda sama dengan (:=). 

Contoh : 

  A:=B; 

 

Binary operator 

 dipakai  untuk mengoperasikan dua buah operand. Operand dapat berbentuk 

konstanta ataupun variabel. Operator ini dipakai  untuk operasi aritmatika yang 

berhubungan dengan nilai tipe data integer dan real. 

Opera

tor 

Operasi Tipe operand Tipe hasil 

* Perkalian real,real 

integer,integer 

real,integer 

real 

integer 

real 

DIV Pembagian bulat integer,integer integer 

/ Pembagian real real,real real 

 

 

integer,integer 

real,integer 

real 

real 

MOD Sisa pembagian integer,integer integer 

+ Pertambahan real,real 

integer,integer 

real,integer 

real 

integer 

real 

- pengurangan real,real 

integer,integer 

real,real 

real 

integer 

real 

Contoh : 

  15*5   hasilnya  75 

  20/3  hasilnya 6.6666666667E+00 

  20 div 3 hasilnya 6 

  20 mod 3 hasilnya 2 

 

Unary operator 

 Operator ini hanya memakai  sebuah operand saja. Dapat berupa unary minus dan 

unary plus. Unary minus dipakai  untuk menunjukkan nilai negatif, baik pada operang 

numerik real maupun integer. Unaru plus yaitu  operator untuk memberai tanda plus. 

Contoh : 

  -5 +7 

  -2.5 +2.5 

 

Bitwise operator 

 dipakai  untuk operasi bit per bit pada nilai integer. Terdiri dari operator NOT, 

AND, OR, XOR, Shl, Shr. 

 

 

Relational operator 

Relational operator dipakai  untuk  membandingkan hubungan antara dua buah operand dan 

akan didapatkan hasil tipe boolean, yaitu True atau False. Terdiri dari operator : =, <, >, <=, 

>=, <> 

 

Logical operator 

Terdapat 4 buah logical operator yaitu : NOT, AND, OR dan XOR. Operator ini bekerja 

dengan nilai-nilai logika, yaitu True dan False. 

Set operator 

dipakai  untuk operasi himpunan. 

String operator 

dipakai  untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu operator + yang 

dipakai  untuk menggabungkan dua buah nilai string. 

Contoh :   

  Nama1 := „Arief „; 

  Nama2 := „Kurniawan‟; 

Nama3 := Nama1 + Nama2; 

 

KONSTANTA, VARIABEL DAN EKSPRESI 

 

Konstanta. 

Konstanta yaitu  suatu identifier non-standar yang nilainya telah ditetapkan dalam suatu 

program dan dideklarasikan pada bagian deklarasi. 

Bagian umum deklarasinya yaitu  : 

 CONST identifier = nilai; 

Contoh : 

 CONST phi = 3.14; 

   x= 2; 

    y = „S‟; 

 

 

Variabel. 

Variabel yaitu  suatu identifier non-standar yang nilainya tidak tetap atau nilainya merupakan 

hasil dari suatu proses. 

(variabel yang dimaksudkan disini sama seperti halnya arti variabel pada aljabar). 

Bentuk umum deklarasinya yaitu  : 

1. Jika hanya 1 (satu) variabel yang dideklarasikan : 

VAR identifier : jenis data; 

2. Jika lebih dari 1 (satu) variabel dan masing-masing memiliki jenis data yang sama : 

VAR id-1, id-2, …., id-3 : jenis data; 

3. Jika beberapa variabel yang berbeda jenis datanya : 

VAR  identifier-1 : jenis data; 

  identifier-2 : jenis data; 

  identifier-n : jenis data; 

4. Jika variabel yang dideklarasikan berjenis data non-standar : 

TYPE id = (data_item_1,data_item_2,…,data_item_n); 

VAR id-v : id; 

SUB-RANGE : 

TYPE  id = data_item_pertama .. data_item_terakhir; 

VAR    id-v : id; 

Contoh : 

1. VAR  x  : integer; 

2. VAR p,q,r  : real; 

3. VAR a,b  : char; 

m,n : boolean; 

4. TYPE  warna = (merah,hitam,biru,putih,kuning); 

      VAR x1,x2 : warna; 

5. TYPE  tahun = 1900 .. 1993; 

      VAR thn-1,thn-2,thn-3 : tahun; 

 

 

 

Ekspresi. 

Sebuah ekspresi merupakan kumpulan dari  operand-operand (seperti : bilangan, konstanta, 

variabel dll) yang bersama-sama dengan operator membentuk suatu bentuk aljabar dan 

menyatakan suatu nilai. 

Ada 2 (dua) jenis ekspresi dalam bahasa Pascal, yaitu : 

1. Ekspresi numerik / aritmatika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan nilai numerik / 

aritmatika. 

2. Ekspresi Boolean atau ekspresi logika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan nilai 

boolean / logika (true/false). 

 

Contoh : 

1. (b * b – 4 * a * c) / (2*a)  / (2 * a)    ekspresi numerik, jika a,b dan c yaitu  

bilangan (variabel bernilai numerik). 

2. Upah < 1000.0    ekspresi boolean (“upah” yaitu  suatu variabel bernilai real). 

 

 

INPUT DAN OUTPUT (STANDAR I/O) 

 

Dalam bahasa Pascal untuk keperluan input (membaca input) dipakai  identifier standar 

READ atau READLN. 

Identifier standar ReadLn sedikit berbeda dengan Read. ReadLn dipakai  untuk 

memasukkan data perbaris, artinya setelah tombol Enter ditekan, maka akan ganti baris, 

sedangkan Read tidak ganti baris, masih dalam baris yang sama. 

Sedangkan untuk keperluan output (mencetak output) dipakai  identifier standar 

WRITE atau WRITLN. 

Perbedaan Write dengan WriteLn yaitu  bahwa Write menampilkan hasil tanpa ganti 

baris dan tampilan berikutnya akan disambung dalam baris yang sama. Sedang WriteLn 

dipakai  untuk menampilkan tampilan perbaris, akan ganti baris untuk tampilan berikutnya. 

 

 

 

Bentuk umum penulisannya : 

1. READ (variabel input) ; 

Atau 

READLN (variabel output); 

2. WRITE (variabel output); 

WRITELN (variabel output); 

Contoh : 

Var  nama : string{15}; 

Begin nama := „Dewi‟; 

 write(„nama : „); 

 write(nama); 

End. 

Hasilnya : 

  Nama : Dewi 

Contoh : 

Var nama : string{15}; 

Begin nama := „Dewi”; 

 WriteLn(„Nama : „); 

 WriteLn(Nama); 

End. 

Hasilnya : 

  Nama : 

  Dewi 

 

 

 

 

Mengenal Tampilan Turbo Pascal 

 

Turbo Pascal memiliki 7 buah menu utama yang terdiri dari : File, Edit, Run, 

Compile, Options, Debug, dan Break / Watch. Untuk memilih salah satu dari menu 

itu anda bisa menekan tombol Alt + F (untuk memanggil menu file), atau menekan 

Alt+[huruf pertama dari menu].  

 

Jika anda ingin kembali ke menu utama anda bisa saja menekan tombol F10, untuk 

pindah dari menu satu ke menu yang lain anda juga bisa menekan panah kanan atau 

panah kiri. Contohnya ketika anda berada di menu File maka untuk pindah ke menu 

Compile anda cukup memakai  tombol panah kanan atau panah kiri , dan anda 

juga bisa langsung menekan huruf C. Untuk menutup menu anda bisa memakai  

tombol Esc. Sebetulnya akan lebh mudah jika memanggil sebuah menu dengan 

memakai  hotkey, table dibawah ini yaitu  hotkey yang dipakai  dalam turbo 

pascal :  

 

Kunci 

 

Fungsi 

 

Ekivalen menu 

 

F1 Mengaktifkan jendela pertolongan.  File / Save  

F2 Menyimpan berkas yang ada pada editor.  File / Load  

F3  Memanggil program kedalam editor.  Run / Go to cursor  

F4  Mengeksekusi program sampai posisi kursor.  Run / Trace into  

F5  

Memperbesar atau memperkecil jendela yang 

aktif.  

Compile / Make  

F6  Mengganti jendela yang aktif. File / Pick  

F7  Melacak kedalam subrutin.  File / user screen  

F8  Melompati pemanggil subrutin.  Compile  

F9  Mengaktifkan perintah „Make‟ Run / Program reset  

F10  

Berpindah dari menu-menu ke jendela yang 

aktif.   

Alt + F1  

Memanggil jendela pertolongan yang terakhir 

dibaca.   

Alt + F3  Memilih berkas untuk dimuat. 

 

Alt + F5  Memperlihatkan hasil eksekusi.  

 

Alt + F6  Mengganti isi jendela yang aktif.  

 

 

 

Alt + F9  Mengkompilasi program.  

 

Alt + B  Mengaktifkan menu Break / Watch.  

 

Alt + C  Mengaktifkan menu compile.  

 

Alt + D  Mengaktifkan menu debug.  

 

Alt + E  Mengaktifkan editor.  

 

Alt + F  Mengakaktifkan menu file.  

 

Alt + O  Mengaktifkan menu option.  

 

Alt + R  Mengaktifkan menu run.  

 

Alt + X  

Keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke 

DOS.   

Ctrl + 

F1  

Menampilkan menu pertolongan bahasa.  

 

Ctrl + 

F2  

Menghentikan pembetulan. 

 

Ctrl + 

F3  

Menampilkan isi tumpukan. Debug / Call Stack  

Ctrl + 

F4  

Melakukan penghitungan atau mengubah 

nilai peubah.. 

Debug / Evaluate  

Ctrl + 

F7  

Menambahkan ungkapan pada jendela watch. 

B / Add Watch  

Ctrl + 

F8  

Toggles Breakpoint.. B / Toggle breakpoint  

Ctrl + 

F9  

Menjalankan program.. Run / Run  

Ctrl + 

F10  

Menampilkan versi layar monitor. 

 

 

 

Menu Turbo Pascal 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menu File 

Didalam menu File banyak submenu yang bisa dipilih misalkan saja perintah L

oad / F3yang berfungsi untuk memanggil berkas yang sudah tersimpan, dan ba

nyak lainnya. 

 

Submenu Load 

Pilihan ini dipakai  untuk memanggil program dari suatu folder atau director

y kedalam editor. Didalam submenu ini anda juga bisa memilih submenu yang 

lain denganhanya menekan tombol huruf depan dari submenu yang dituju, cont

ohnya anda mau kesubmenu New, maka anda tinggal menekan huruf N. 

 

Submenu Pick 

Pilihan  yang  satu  ini  dipakai   untuk  mengambil  salah  satu  dari beberapa

 buahprogram yang sebelumnya telah dimuat ke dalam jendela Edit. Hal ini Di 

tujukan agarkita tidak perlu repot-repot lagi mencarinya di submenu load. 

 

Submenu New 

Program yang ada di editor akan dihapus dan program yang akan anda tulis  

dianggapsebagai program yang baru dengan nama NONAME.PAS, nama ini  

bisa anda rubahketika anda mau menyimpannya. 

 

Submenu Save [F2] 

Pilihan ini dipakai  untuk menyimpan suatu program yang sudah di edit ke d

alamcakram atau folder, jika nama program itu masih NONAME.PAS maka  

Turbo Pascalakan menanyakan pada anda, nama apa yang akan anda berikan p

ada program yangakan disimpan ini . Atau anda juga bisa menekan tombo

l F2. 

 

 

 

 

Submenu Write to 

pilihan ini dipakai  untuk menggantikan program lama dengan program yan

g baru(istilah kerennya Overwrite…☺). Jika nama program anda sudah ada p

ada cakram ataufolder maka ada verifikasi dari Turbo Pascal untuk penggantia

n nama. 

 

Submenu Directory 

pilihan  ini  dipakai   untuk  menampilkan  direktori  dan  nama-

nama  file  yang  anda inginkan. Anda juga bisa memakai  pilihan Load. 

 

Submenu Change Dir 

Pilihan yang satu ini dipakai  untuk menampilkan direktori yang sedang di

gunakan dan juga bisa dipakai  untuk mengganti nama direktori yang baru. 

 

Submenu OS shell 

Perintah ini dipakai  bagi anda yang ingin ke tampilan DOS tetapi tanpa me

matikanTurbo Pascalnya, untuk kembali lagi ke Turbo Pascal, anda tinggal m

engetikan “exit”,tetapi  biasanya  ketika  anda  sedang  membuat  suatu  progr

am  atau  mengedit  suatuprogram perintah ini tidak dapat dijalankan karena k

urangnya kapasitas memory. 

 

Submenu Quit [Alt + x] 

Dari namanya sudah jelas, perintah ini dipakai  untuk keluar dari Turbo Pas

cal dan kembali ke prompt DOS. 

 

Menu Edit 

Perintah edit ini dipakai  untuk mengaktifkan editor Turbo Pascal. 

 

 

 

Menu Run [Ctrl + F9] 

Perintah ini dipakai  untuk mengeksekusi program yang sudah anda buat. 

Anda juga bisa menekan Ctrl + F9 untuk mengeksekusi program anda. 

 

Submenu Program Reset [Ctrl + F2] 

Pilihan ini dipakai  untuk memberitahukan Turbo Pascal bahwa anda seles

ai dengan pembetulan-pembetulan dan menginisialisasi debugger untuk  

operasi yang lain. Pilihanini  sekaligus  membebaskan  pengingat  yang  telah 

 dialokasikan  dan  menutup  semuaberkas, tetapi tidak merubah nilai-

nilai perubah. Pilihan ini sangat berguna jika andaingin menjalankan pilihan 

File / OS shell. 

 

Submenu  Go to Cursor [F4] 

Pilihan  ini  dipakai   untuk  memulai  /  melanjutkan  eksekusi  program   

mulai  dariposisi  saat  eksekusi  dimulai  sampai  tempat  kursor  berada.   

Jika  kursor  berada  padastatement yang bersifat executable, seperti spasi  

atau baris komentar, maka eksekusiakan dilanjutkan sampai statement yang 

 bersifat executable. 

 

Submenu Trace Into [F7] 

Perintah ini  dipakai   untuk  mengeksekusi  baris  berikutnya,  jika ada  

pemanggilan  kesuatu   subrutin,  maka   pelacakan   akan    dimulai   dari   

statement  pertama  dari  subrutinini .   Sekaligus   juga   akan   memuat   

berkas-berkas   atau   unit   Include   jika dimungkinkan. 

 

Submenu Step Over 

Step over ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Trace Into, hanya

 saja jikastatement  yaitu   sebuah  prosedur  atau  fungsi,  maka  keseluruhan

 

 

 subrutin  akan dikerjakan sekaligus dan debugger akan berhenti pada 

statement sesudah  pemanggilan ke subrutin. 

 

Submenu User screen [Alt + F5] 

Pada umumnya perintah ini dipakai  untuk melihat hasil dari program yang

 telah compile  dan  kita  run.  Pada  tampilan  ini  IDE  [Integrated   

Debugger  Environment] berpindah pindah pada saat anda menjalankan dan  

mendebug program. Perintah ini juga dipakai  oleh File / OS shell. 

 

Tampilan User Screen 

Menu Compile [Alt + F9] 

Perintah ini dipakai  untuk mengkompile program atau bisa juga kita bilang

 kalau program yang telah kita buat tadi dengan bahasa pascal di  

terjemahkan kedalam bahasa komputer agar si komputer ini mengerti apa-

apa saja perintah kita. 

 

Submenu Make 

Pilihan ini dipakai  untuk mengaktifkan perintah make, jika file yang  

primer telah diberi nama, maka file ini akan dikompilasi, jika tidak maka 

 file yang terakhir yang sedang  dimuat  di  editor  akan  dikompilasi.   

Pilihan  ini  sangat  berguna  jika  terdapat beberapa program yang secara  

fisik terpisah tetapi secara logikanya merupakan suatu kesatuan. 

 

Submenu Build 

Perintah ini mirip dengan perintah make, hanya saja perintah build ini sifatny

a bebas,sedangkan perintah make hanya akan mengkompilasi file-file selain 

 file yang dipakai . 

 

 

Submenu Destination [Memory] 

Perintah ini secara umumnya hanya berfungsi untuk memilih apakah hasil 

 Kompilasi akan disimpan dalam cakram atau folder sebagai file yang  

bertipe .EXE atau hanya di pengingat utama yang akan hilang pada saat  

anda keluar dari Turbo Pascal. 

 

Submenu Find Error 

Dari namanya anda pasti sudah tahu, yah perintah ini dipakai  untuk menen

tukan lokasi  kesalahan  pada  saat  program  dijalankan  [run  time  error].  

 Lokasi  kesalahan dinyatakan dengan format seg:off, misalnya 2BE0:FFD4.  

jika anda kembali ke IDE, turbo pascal akan menempatkan kursor pada baris  

dimana terjadi kesalahan.  Jika andaterlanjur  memindahkan  kursor   

sembarangan  maka  anda  bisa  memindahkan  kembali kursor ke tempat 

 kesalahan dengan menekan Ctrl + Q + W. 

 

Submenu Primary File 

Perintah ini dipakai  untuk menyatakan bahwa file .PAS akan dikompilasi 

pada saat make [F9] atau build [Alt + C + B] diaktifkan. 

 

Submenu Get info 

Tidak  salah  lagi,  perintah  ini  dipakai   untuk  menampilkan  jendela  info

rmasi  dari program  .PAS  yang  sedang  anda  gunakan,  termasuk  ukuran   

kode  sumber  [dalam sumber dan baris], ukuran file .EXE atau .TPU dalam  

byte dan data. 

 

Menu Options 

Pilihan  pada  menu  yang  satu  ini  berfungsi  mengkonfigurasi  untuk  meng

optimalkan penggunaan fasilitas-fasilitas pada turbo pascal. 

 

 

Submenu Compiler 

Pilihan ini didalamnya pun masih banyak perintah yang lainnya seperti penge

cekan batas, pengecekan tumpukan dll, seperti yang anda lihat pada gambar  

di atas.  Contohnya pengecekan batas [Range checking] yaitu  sama dengan 

 {$R}.  sekarang saya akan coba jelaskan satu persatu agar lebih jelas dari  

masing-masing penggunaan ini. 

 

Range checking [Off]: 

Perintah ini dipakai  untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan bat

as.Jika dihidupkan, kompiler akan membangkitkan kode yang akan  mencek  

batas index pada array dan string dan juga nilai yang dihasilkan  dalam  

suatu statement pemberian. Pilihan ini sama dengan petunjuk  kompiler {$R}. 

 

Stack checking [On]: 

dipakai  untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan kesalahan oper

asi I/O.  Jika  dihidupkan  pada  saat  terjadi  kesalahan  operasi  I/O  proses 

 akanlangsung  dihentikan.  Jika  dimatikan,  kode  kesalahan  akan  tersimpan

 dalam fungsi IO Result. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$I}. 

 

Force far calls [Off]: 

dipakai   untuk  memilih  model  pemanggilan  terhadap  prosedur  atau   

Fungsi yang telah dikompilasi. Model pemanggilan bisa secara far atau near.  

Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$F}. 

 

Allign Data [Word] : 

dipakai  untuk mengatur cara  penyimpanan  perubah  dan  konstanta   

bertipe dari byte ke word atau sebaliknya. Pilihan ini sama dengan  

penunjuk kompiler{$A}. 

 

 

Overlay Allowed [Off] : 

Mengaktifkan atau menonaktifkan pembakitan kode Overlay. Pilihan ini 

 sama dengan penunjuk kompiler {$O}. 

 

Var string checking [Strict] : 

dipakai  untuk mengendalikan cara pengecekan data string yang dipakai  

sebagai parameter berubah. Pilihan sama dengan penunjuk kompiler {$V}. 

 

Boolean Evaluation [Short Circuit] : 

dipakai  untuk memilih pembangkitan kode pada saat operasi logika [oper

asi Boolean] dijalankan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$B}. 

 

Numeric Processing [Software] : 

dipakai    untuk   memilih   pembangkitn   kode   operasi   titik   mengamba

ng [floating point] yang didukung oleh Turbo Pascal. Pilihan ini juga sama  

dengan penunjuk kompiler {$N} 

 

Emulation [On] :  

Mengaktifkan atau menonaktifkan linking dengan run–time yang 

mengemulasikan ke prosessor numeric 8087. pilihan ini sama dengan penunj

uk kompiler {$E} 

 

Debug Information [On] : 

dipakai   untuk  membangkitkan  atau  tidak  membangkitkan  informasi   

pada saat  didalam  program  terjadi  kesalahan.  Pilihan  ini  sama  dengan   

penunjuk kompiler {$D}. 

 

Local Symbol [On] : 

dipakai  untuk mengaktifkan atau menonaktifkan symbol  informasi local. 

 

 

Conditional defines: 

dipakai  untuk menyatakan penunjuk kompiler berkondisi. 

 

Memory sizes: 

dipakai  untuk  mengkonfigurasi peta  pengingat. Dengan penunjuk 

kompiler{$M}. 

 

Stack Size: 

Ukuran segmen tumpukan maksimum 64 K  dengan standart 16 K. 

 

Low Heap limit: 

Ukuran heap minimum standart yaitu  0 K. 

 

High Heap limit: 

Ukuran heap maksimum yaitu  655360 byte. 

 

 

Submenu Linker 

Pilihan ini dipakai  untuk mengatur konfigurasi built in linker. 

 

Map File [Off] : 

Menentukan  berapa  banyak  informasi  dalam  berkas  peta  map  yang  akan 

dihasilkan.   Berkas   peta   akan   ditempatkan   dalam   direktori   .EXE    

dengan akhiran .MAP 

 

Segment : 

Informasi segment [Nama, Ukuran, Awal dan Akhir segment dan kelasnya]. 

 

 

 

 

 

Public : 

Informasi   segment,   semua   nama-nama   symbol   dan   alamatnya   dan   

 titik masukkan program. 

 

Detailed : 

segement, informasi symbol dan titik masukkan program dan nomor barisnya 

dan tabel-tabel modul. 

 

Submenu Environment 

Pilihan ini dipakai  untuk memberitahukan Turbo Pascal dimana bisa ditem

ukan berkas yang akan dikompilasi, di link dengan dilengkapi dengan menu-

menu pertolongan. 

 

Config Auto Save [Off] : 

dipakai   untuk  mencegah  kehilangan  setting  komfigurasi  yang  telah  

 anda lakukan. 

 

Edit Auto Save [Off] : 

dipakai    untuk   mencegah   kehilangan   berkas   yang   disebabkanoleh 

penyimpanan otomatis pada saat anda memakai  Run / Step Over atau  

Run /Run. 

 

Backup Files [On] : 

Secara  standard,  turbo  pascal  akan  membangkitkan  berkas  backup  pada  

 saat anda menyimpan berkas. Yang biasa kita lihat dengan .BAK 

 

Tab Size  [2] : 

dipakai  untuk mengatur ukuran Tab pada editor. Ukuran yang diperboleh

kan yaitu  2 sampai 16 dengan defaultnya 8. 

 

 

Zoom Windows [Off] : 

Jika di On kan maka, Jendela Edit, Watch, dan Output akan diperluas  sampai 

satu layar penuh. 

 

Screen Size [25 line] : 

dipakai   untuk  memilih  ukuran  layar.  Dengan  standard  25 baris,  

43  baris [EGA] atau 50 baris [VGA]. Pilihan ini hanya bisa   diaktifkan 

 jika perangkat kerasnya mendukung. 

 

Submenu Directories 

Pilihan menu ini dipakai  untuk menunjukkan kepada Turbo Pascal lokasi  

setiap direktori yang diperlukan. 

 

Turbo directory : 

dipakai  untuk menemukan berkas konfigurasi [.TP] dan berkas  

pertolongan[Turbo.HLP]. 

EXE & TPU directory : 

dipakai  untuk menyimpan berkas .EXE dan .TPU. 

 

Include Directories : 

dipakai  untuk menentukan direktori yang berisi Include  File. 

 

Unit Directories : 

 dipakai  untuk memberitahu TP dimana berkas-berkas  unit  berada. 

 

Object Directories : 

dipakai  untuk menentukan direktori yang berisi berkas  [.OBJ]. 

 

 

 

 

Pick file name : 

dipakai  untuk menentukan nama dan lokasi pick file. 

 

Current pick file : 

dipakai  untuk menunjukkan nama dan lokasi pick file, jika ada. 

 

Submenu Parameters 

dipakai  untuk memberikan parameter baris perintah [Command Line para

meters] pada program-program yang akan dijalankan. 

 

Submenu Save Option 

dipakai  untuk menyimpan semua pengaturan dalam menu Compiler, Envi

ronment,dan Directories dalam berkas konfigurasi [standardnya yaitu  TUR

BO.TP] 

 

Submenu Retrieve Options 

dipakai  untuk memuat berkas konfigurasi yang sebelumnya disimpan den

gan pilihan save. 

 

Menu Debug 

Pilihan-pilihan yang ada dalam menu ini terutama dipakai  untuk melacak  

nilai-nilai perubah, mencari letak suatu fungsi atau prosedur dan lain-lain. 

 

Submenu Evaluate [Ctrl + F4] : 

Dengan pilihan ini anda akan dibawa ke suatu jendela dengan 3 kotak yang 

memungkinkan anda untuk menuliskan sembarang nama perubah / ungkapan, 

menunjukan nilai perubah / ungkapan saat itu an memungkinkan anda untuk 

memberikan nilai yang baru untuk sembarang perubah. 

 

 

Submenu Call Stack [Ctrl + F3] : 

Pada saat anda melakukan debugging, suatu jendela yang menunjukan daftar 

pemanggil prosedur dan fungsi akan terlihat. 

 

Submenu Find Procedure : 

Memungkinkan anda untuk menuliskan nama prosedur dan fungsi dan  

kemudian mencari dalam program yang sedang anda aktifkan. 

 

Submenu Integrated Debugging [On] 

Jika dipilih On, debugging dilakukan memakai  IDE. 

 

Submenu Stand Alone Debugging [Off] 

Jika diset Off, dan compile / destination dipilih ke Disk debug information 

 akanditambahkan ke dalam berkas .EXE untuk dipakai  oleh Turbo  

Debugger. 

 

Submenu Display Swapping [Smart] 

Penampilan pada layar bisa dipilih salah satu dari 3 pilihan, Smart, Always  

atau Never. 

 

 Smart  :  debugger  akan  melihat  kode  yang  sedang  dieksekusi  untuk 

melihat apakah perlu menampilkan hasilnya ke layar. 

Always : pilihan ini akan menyebabkan layar dipindah setiap kali suatu 

statement dieksekusi. 

Never   :  pilihan  ini  akan  memberitahukan  debugger  untuk  tidak 

melakukan pemindahan layar. 

Submenu Refresh Display : 

Pilihan  ini  dipakai   untuk  memanggil  kembali  layar  IDE.  Hal  ini  perlu, 

terutama jika program anda merusak tampilan yang sudah ada dalam layar. 

 

 

Menu Break / Watch 

 

Submenu Add Watch [Ctrl + F7] : 

dipakai   untuk  menambahkan  rinci  data,  perubah  atau  ungkapan   

kedalam  jendela watch. 

 

Submenu Delete Watch : 

Untuk menghapus ungkapan dalam jendela Watch pada saat jendela ini  

terlihat. 

 

Submenu Edit Watch : 

Pilihan  ini  akan  membawa  posisi  watch  ke  kotak  input  sehingga  anda  

 bisa mengubahnya. 

 

Submenu Remove All Watches : 

Menghapus semua rinci dalam jendela watch sekaligus memperkecil 

 ukurannya sampai minimum. 

 

Submenu Toggle Breakpoints [Ctrl + F8]: 

mengatur suatu baris sebagai breakpoint. Dalam editor breakpoint  ditunjukkan 

dengan highlight text. 

 

Submenu Clear All Breakpoints: 

Menghapus semua breakpoint yang telah diset. 

 

Submenu View Next Breakpoint : 

dipakai  untuk menggerakkan kursor ke posisi breakpoint berikutnya. 

 

 

 

 

 

B. HASIL PRAKTIK AKTIVASI PROGRAM PASCAL 

PADA TURBO PASCAL 

 

 

1. PROGRAM KONVERSI  SUHU 

 

D E S K R I P S I 

Mengubah suhu dari satuan Fahreinheit ke satuan Celcius. Dimana titik beku suhu derajat 

Celcius yaitu  0

dan titik didihnya 100

o

C. sedangkan Fahreinheit mempunyai titik beku 32

o

  

dan titik didihnya yaitu 180

o

F. jika diketahui  suatu suhu yaitu  100

o

F maka derajat 

Celciusnya dapat dicari dengan rumus: 

X-Xb  = Y-Yb                                                                                                                                                                                                             

Xa-Xb   Ya-Yb 

Dimana X=suhu yang tidak diketahui 

 Xa= Titik didih Suhu yang tidak diketahui 

 Xb=titik beku suhu yang tidak diketahui 

 Y= Suhu yang diketahui 

 Ya= Titik didih Suhu yang  diketahui 

 Yb= Titik didih Suhu yang  diketahui 

Dik: Y=100

0

Dit:X=….? 

Jawab:  

X-Xb  = Y-Yb                                                                                                                                                                                                             

Xa-Xb   Ya-Yb 

(X-Xb)(Ya-Yb)=(Y-Yb)(Xa-Xb) 

(X-0)(212-32)=(100-32)(100-0) 

(X)(180)=(68)(100) 

180X=6800 

X=6800:180 

 

 

   =37,777777777778 

   =37,78

o

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

2. PROGRAM MENGHITUNG JARAK 

 

D E S K R I P S I 

Jarak Dua Buah Titik 

Jarak yaitu  angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui 

suatu lintasan tertentu. Jarak dapat dituliskan sebagai 

 

yang dapat dibaca sebagai panjang lintasan yang menghubungkan titik  dan 

 memakai  kecepatan . 

 

 

 Jarak titik A Ke B= √(X2-X1)+(Y2-Y1) 

    5- B = √(3-2)+(5-4) 

    4- A = √(1+1) 

    3                       =√(2) 

    2 = 1.41 

    1 

1 2 3 4 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

3. PROGRAM  KONVERSI  WAKTU 

 

D E S K R I P S I 

Untuk Menghitung Waktu : 

Satu jam = 3600 detik, satu menit yaitu  60 detik. 

 

 

2 jam =   3600x2  =7200 

30 menit = 60x30 =1800 

40 detik  =  40 detik 

Maka hasil nya yaitu = 2 jam + 30 menit + 40 detik=9040 detik. 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

4. PROGRAM KONVERSI  WAKTU1 

 

D E S K R I P S I 

Pada Konversi waktu 1 ini, kita Hanya memakai  Rumus : 

1 Jam = 3600 detik 

1 Menit = 60 Detik 

Jika Jumlah Detik = 3500 detik 

Maka = 0 Jam Karena Kurang Dari 3600 Detik dan kita hanya bisa menghitung Menit dan 

Detik. 

Maka untuk Menghitung Menit = 3500 detik : 60 Detik = 58 Menit  Sisa  20 detik. 

 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

5. PROGRAM FAKTORIAL 

 

D E S K R I P S I 

Bilangan faktorial yaitu  perkalian antara bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama 

dengan n. Faktorial biasanya ditulis dengan n! dan biasa disebut dengan n faktorial. Misal 

terdapat 8! maka 8*7*6*5*4*3*2*1 = 40320. 

Perkalian semua bilangan asli dari 1 sampai dengan n. 

Jadi, n! = 1 . 2 . 3 . ... (n-2) . (n-1) . n     

 

 

atau, n! = n . (n-1) . (n-2) . (n-3) ... 3 . 2 . 1  

atau, n! = n . (n-1)! = n=n!/(n-1)! ,  

dan untuk 1! = 1, 0! = 1. 

 

Jika Kita Masukkan n = 3 

Maka 3! = 3. (3-1). (3-2) 

 = 3.2.1 

 = 6 

 

Jika Kita Masukkan n = 2 

Maka 2! = 2. (2-1) 

 = 2.1 

 = 2 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

6. PROGRAM  MENDETEKSI  BILANGAN PRIMA 

 

 

D E S K R I P S I 

Bilangan prima yaitu  bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan 

angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka 

lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima yaitu  2, 3, 5, 7, 11, 13, …. dan seterusnya. Banyak 

bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan 

menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang. 

Bila Kita Memasukkan Angka  71 maka 71 yaitu  bilangan Prima karena 71 tidak bisa dibagi 

oleh bilangan laen kuciali angka 1 dan dirinya sendiri. 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

 

7. PROGRAM  MENGHITUNG  SELISIH  WAKTU   

 

D E S K R I P S I 

 Untuk Menghitung Selisih Waktu Kita Cukup Mengurangkan Waktu ke-2 dikurang waktu  

ke-1. 

Jika Waktu 1 :  4 Jam, 34 Menit , 21 Detik 

Dan Waktu 2 : 6 Jam, 20 Menit, 10 Detik 

Maka Hasilnya :  6Jam  20Menit  10Detik 

  4Jam   34Menit  21Detik - 

  1Jam   45Menit  49Detik 

Untuk Pengurangan diatas, Perlu DiIngat dalam Pengurangannya Seperti : 

Keterangan : 1Jam    = 60 Menit 

  1Menit = 60 Detik 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

 

8. PROGRAM PANGKAT 

 

D E S K R I P S I 

Kuadrat merupakan perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Misalnya 3 x 3 = 9 

yaitu  kuadrat dari 3 dan biasanya ditulis dalam bentuk 3

2

= 9. 

Bila kita hafal perkalian bilangan dibawah 11, maka akan dengan mudah kita menyelesaikan 

pengkuadratan bilangan dibawah 11. sedangkan untuk bilangan diatas 11 tentulah lebih sulit 

mengerjakannya. Ada beberapa cara yang relatif lebih mudah untuk menyelesaikannya. 

Bila Kita Memasukkan angka 2 pangkat 2 maka sama dengan 2x2 hasilnya yaitu  4. 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

9. PROGRAM  MENGHITUNG  LUAS 

 

D E S K R I P S I 

Persegi panjang yaitu  bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang 

masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki empat buah 

sudut yang kesemuanya yaitu  sudut siku-siku. 

Rusuk terpanjang disebut sebagai panjang dan rusuk terpendek disebut sebagai lebar  

Persegi panjang yang keempat rusuknya sama panjang disebut sebagai persegi 

Luas 

 

Jika Panjang = 3 dan Lebar = 2 maka Luasnya yaitu : 

L =  p x l = 3 x 2 = 6 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

10. PROGRAM  MENGHITUNG  VOLUME  LUAS  PERMUKAAN  BOLA 

 

D E S K R I P S I 

Dalam geometri, bola yaitu  bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tak hingga 

lingkaran berjari-jari sama panjang dan berpusat pada satu titik yang sama. Bola hanya 

memiliki 1 sisi. 

Rumus bola 

Luas permukaan 

 

R = 4, Maka L = 4 x 22/7 x 4

2  

= 201.06

 

Volume 

 

R = 4, maka V = 4/3 x 22/7 x 4

3  

= 268.08 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

 

11. PROGRAM  PERMUTASI 

 

D E S K R I P S I 

Permutasi yaitu  penyusunan kembali suatu kumpulan objek dalam urutan yang berbeda dari urutan 

yang semula. Sebagai contoh, kata-kata dalam kalimat sebelumnya dapat disusun kembali sebagai 

"yaitu  Permutasi suatu urutan yang berbeda urutan yang kumpulan semula objek penyusunan 

kembali dalam dari." Proses mengembalikan objek-objek ini  pada urutan yang baku (sesuai 

ketentuan) disebut sorting. 

Jika urutan diperhatikan dan setiap objek yang tersedia hanya bisa dipilih atau dipakai sekali 

maka jumlah permutasi yang ada yaitu : 

  n ! 

(n-r)! 

di mana n yaitu  jumlah objek yang dapat kamu pilih, r yaitu  jumlah yang harus dipilih dan 

! yaitu  simbol faktorial. 

Umpamakan jika n = r (yang menandakan bahwa jumlah objek yang bisa dipilih sama dengan 

jumlah yang harus dipilih) maka rumusnya menjadi: 

𝑛  !

  𝑛−𝑛 !

  = 

𝑛 !

0!

= 0!   karena 0! = 1! = 1 

Jika N = 3 

Maka  

𝑛  !

  𝑛−𝑛 !

  =  

3 !

  3−3 !

  =  

3 !

  0 !

 = 3! = 3 x 2 x 1 = 6 

 

 

 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

12. PROGRAM  MENENTUKAN SEGITIGA 

 

D E S K R I P S I 

Segitiga atau segi tiga yaitu  nama suatu bentuk yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis 

lurus dan tiga sudut. 

 

 

 

Menurut panjang sisinya: 

   Segitiga sama sisi yaitu  segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Sebagai 

akibatnya semua sudutnya juga sama besar, yaitu 60

o

   Segitiga sama kaki yaitu  segitiga yang dua dari tiga sisinya sama panjang. Segitiga 

ini memiliki dua sudut yang sama besar. 

   Segitiga sembarang yaitu  segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya. Besar 

semua sudutnya juga berbeda. 

 

 

 

Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Segitiga sembarang 

 

Menurut besar sudut terbesarnya: 

   Segitiga siku-siku yaitu  segitiga yang salah satu besar sudutnya sama dengan 90

o

Sisi di depan sudut 90

o

 disebut hipotenusa atau sisi miring. 

   Segitiga lancip yaitu  segitiga yang besar semua sudut < 90

o

 

   Segitiga tumpul yaitu  segitiga yang besar salah satu sudutnya > 90

o

 

 

 

 

Segitiga siku-siku Segitiga tumpul Segitiga lancip 

 

 

 

 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

13. PROGRAM  MENGHITUNG  PANGKAT 

 

D E S K R I P S I 

Kuadrat merupakan perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Misalnya 3 x 3 = 9 

yaitu  kuadrat dari 3 dan biasanya ditulis dalam bentuk 3

2

= 9. 

Bila kita hafal perkalian bilangan dibawah 11, maka akan dengan mudah kita menyelesaikan 

pengkuadratan bilangan dibawah 11. sedangkan untuk bilangan diatas 11 tentulah lebih sulit 

mengerjakannya. Ada beberapa cara yang relatif lebih mudah untuk menyelesaikannya. 

Bila Kita Memasukkan jumlah pangkat  : 3 

Dan Bilangan yang dipangkatkan yaitu  : 2 

Maka hasilnya yaitu : 

23  = 2 x 2 x 2 = 8 

 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

14. PROGRAM  MENGHITUNG  RATA-RATA 

 

D E S K R I P S I 

Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan 

statistik karena mampu menggambarkan bahwa data ini  berada pada kisaran mean data 

ini . Hati-hati mean tidak dapat dipakai  sebagai ukuran pemusatan untuk jenis data 

nominal dan ordinal. 

Lantas, bagaimana cara menentukan mean suatu data ini . Berdasarkan definisi dari mean 

yaitu  jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data. Dengan kata lain jika kita memiliki 

 

 

N data sebagai berikut maka mean data ini  dapat kita tuliskan 

sebagai berikut 

 

atau 

 

Jika Kita Memasukkan Bilangan : 2, 10, 7, 9, 4, 12 

Maka Rata-rata ( 𝑥) = 2 + 10 + 7 + 9 + 4 +12    

 = 7.33 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

 

15. PROGRAM  TRANSPOSE  MATRIK 

 

D E S K R I P S I 

Matriks yaitu  susunan bilangan dalam suatu persegi panjang yang diatur berdasarkanbaris 

dan kolom.Ordo atau ukuran dari suatu matriks yaitu  banyak baris dan kolom dari suatu 

matriksSusunan horizontal disebut dengan barisSusunan vertical disebut dengan kolom A (m 

x n ) Baris Kolom Ket : Matriks A berordo m x n (m baris,n kolom) 

Definisi 

A 2x3 = Matriks A berodo 2 x 3 ( 2 baris, 3kolom) 

Elemen baris 1 kolom 1 = 2 

Elemen baris 1 kolom 2 = 4 

Elemen baris 2 kolom 3 = 0 

Yang dimaksud dengan Transpose dari suatu matriks yaitu  mengubah komponen-komponen 

dalam matriks, dari yang baris menjadi kolom, dan yang kolom di ubah menjadi baris. 

Contoh : 

Matriks 

B =     ditranspose menjadi B

T

 =  

Jika Jumlah baris = 3  dan Jumlah kolom =  2 

Matriks 

A =  

3  5

6   2

4    7

   ditranspose menjadi A

T

 =  

3    6    4

5     2    7 

  

Rumus-rumus operasi Transpose sebagai berikut: 

1.  

2. dan  

3. dimana k yaitu  skalar 

4.  

 

 

PSEUDO-CODE 

 

 

 

16. PROGRAM  SEGITIGA PASCAL 

 

D E S K R I P S I 

Dalam matematik, segi tiga Pascal yaitu  suatu aturan geometri pada pekali binomial dalam 

sebuah segi tiga. Ia dinamakan sempena Blaise Pascal dalam kebanyakan dunia barat, 

walaupun ahli matematik lain telah mengkajinya berabad-abad sebelum dia di India, Parsi, 

China, dan Itali. Barisan segi tiga Pascal secara kebiasaannya dihitung bermula dengan 

barisan kosong, dan nombor-nombor dalam barisan ganjil biasanya diatur supaya berkait 

dengan nombor-nombor dalam barisan genap. Pembinaan mudah pada segi tiga dilakukan 

dengan cara berikut. Di barisan sifar, hanya tulis nombor 1. Kemudian, untuk membina unsur-

unsur barisan berikutnya, tambahkan nombor di atas dan di kiri dengan nombor secara terus 

 

 

di atas dan di kanan untuk mencari nilai baru. Jikalau nombor di kanan atau kiri tidak wujud, 

gantikan suatu kosong pada tempatnya. Contohnya, nombor pertama di barisan pertama 

yaitu  0 + 1 = 1, di mana nombor 1 dan 3 dalam barisan ketiga ditambahkan untuk 

menghasilkan nombor 4 dalam barisan keempat. 

Setiap nombor dalam segi tiga yaitu  jumlah dua secara terus di atas. 

Contoh : 

Jika Jumlah Baris 7 Maka : 

         1 

        1  1 

       1  2  1 

      1  3  3  1 

     1  4  6  4  1 

    1  5 10 10  5  1 

   1  6 15 20 15  6  1 = Baris Ke - 7 

 

PSEUDO-CODE 

 

 



 

 


Lebih baru Lebih lama