Pascal yaitu bahasa pemrograman yang
pertama kali di buat oleh Profesor Niklaus Wirth,
seorang anggota International Federation of
Information Processing (IFIP) pada tahun 1971.
Dengan mengambil nama dari matematikawan
Perancis, Blaise Pascal, yang pertama kali
menciptakan mesin penghitung, Profesor Niklaus
Wirth membuat bahasa Pascal ini sebagai alat
bantu untuk mengajarkan konsep pemrograman
komputer. Selain itu, Profesor Niklaus Wirth
membuat Pascal juga untuk melengkapi
kekurangan-kekurangan bahasa pemrograman
yang ada pada saat itu.
Kelebihan
Kelebihan dari bahasa pemrograman
Pascal yaitu :
Tipe Data Standar, tipe-tipe data
standar yang telah tersedia pada
kebanyakan bahasa pemrograman. Pascal
memiliki tipe data standar: boolean,
integer, real, char, string,
Bahasa PASCAL juga merupakan bahasa
yang dipakai sebagai standar bahasa
pemrograman bagi tim nasional Olimpiade
Komputer Indonesia (TOKI). Selain itu,
Bahasa PASCAL masih dipakai dalam
IOI (International Olympiad in
Informatics).
Program_ Hello_World;
begin writeln('Hello world');
end.
• Tipe Data menunjukkan suatu nilai yang dpat
dipakai oleh sutu variable yang bersangkutan.
Tipe Data dalam Pascal :
1. Tipe Data Sederhana, terdiri dari :
a. Tipe data standar :
- integer : merupakan tipe data berupa
bilangan bulat
- real : merupakan jenis bilangan pecahan
- char : merupakan karakter yg ditulis
diantara tanda petik tunggal. Ex : ‘A’, ‘a’, ‘5′ dll
- string : merupakan urut-urutan dari karakter
yang terletak di antara tanda petik tunggal.
- boolean : merupakan tipe data logika, yang
berisi dua kemungkinan nilai: TRUE atau FALSE .
b. Tipe data didefinisikan pemakai
2. Tipe Data Terstruktur, terdiri dari :
a. Array
b. Record
c. File
d. Set
• 3. Tipe Data PointerOperator
Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal di
kelompokkan dalam :
1. Assignment operator (operator pengerjaan)
memakai simbol titik dua diikuti oleh tanda sama
dengan (:=). Contoh –> A:=B;
• 2. Binary operator dipakai untuk mengoperasikan dua
buah operand yang berbentuk konstanta ataupun variable.
Operator ini dipakai untuk operasi arithmatika yang
berhubungan dgn nilai tipe data Integer dan Real. Operasi
yang dilakukan yaitu : Pertambahan (+), Pengurangan (-
), Perkalian (*), Pembagian Bulat (DIV), Pembagian Real
(/) dan Modulus atau Sisa Pembagian (MOD)
• 3. Unary operator, operator ini memakai sebuah
operand saja dapat berupa unary minus dan unary plus.
Contoh : +2.5, a+(+b) dll
• 4. Bitwise operator dipakai untuk operasi bit per bit
pada nilai integer.
Operator yang dipakai (NOT, AND, OR, XOR, Shl, Shr
• Dasar Program Pascal
• Unsur-unsur Pemrograman
a. Mendapatkan data dengan
membaca data dari default input
(key board, file atau sumber data
lainnya).
b. Menyimpan data ke dalam memori
dengan struktur data yang sesuai,
c. Memproses data dengan instruksi
yang tepat.
d. Menyajikan atau mengirimkan
hasil olahan data ke default output
(monitor, file atau tujuan lainnya).
• Nama yang dipergunakan du dalam program Pascal
disebut dengan pengenal atau Identifier. Identifier
dipakai untuk nama: Program, Sub-program
(procedure dan function), nama: Variable, Constant,
Type, Label.
Nama-nama ini dipakai untuk pemakaian dan
pemanggilan dalam program. Ketentuan penulisan
identifier
a. Nama identifier harus dimulai dengan karakter
huruf alfabet: a sampai z, A sampai Z atau karakter
‘_’ (underscore - garis bawah)
b. Karakter berikutnya boleh karakter numerik (0 .. 9)
atau kombinasi alphanumerik (huruf-numerik).
c. Panjang nama, pada berbagai versi Pascal
umumnya antara 32 - 63.
d. Tidak boleh memakai karakter istimewa: + - *
/ | \ = < > [ ] . , ; : ( ) ^ @ { } $ # ~ ! % & ` ” ‘ dan
? Contoh penulisan:
Penulisan yang benar: NamaMahasiswa,
Gaji_Karyawan, PX4, dll.
Penulisan yang salah: 3X, A & B, C Z dll.
• Variable yaitu identifier yang berisi data yang
dapat berubah-ubah nilainya di dalam program.
Deklarasi Variable yaitu :
a. Memberikan nama variabel sebagai identitas
pengenal
b. Menentukan tipe data variabel
Contoh deklarasi variabel: var X : integer;
R : real;
C : char;
T : boolean;
Konstanta yaitu identifier yang berisi data
yang nilainya tidak berubah di dalam program.
Deklarasi Konstanta yaitu :
a. Memberikan nama konstanta sebagai identitas
pengenal
b. Menentukan nilai konstanta
Contoh deklarasi konstanta: conts MaxSize =
100; {integer}
ExitC = ‘Q’; {char}
• Reserved Words atau kata-kata cadangan pada Pascal
yaitu kata-kata yang sudah didefinisikan oleh Pascal
yang mempunyai maksdu tertentu.Suatu Unit yaitu
kumpulan dari konstanta, tipe-tipe data, variabel,
prosedur dan fungsi-fungsi. Unit standar pada Pascal
yang bisa langsung dipakai yaitu System, Crt,
Printer Dos dan Graph. Untuk memakai suatu unit,
maka kita harus meletakkan clausa atau anak kalimat
Uses di awal blok program, diikuti oleh daftar nama unit
yang dipakai . Pada materi ini yang akan dibahas
yaitu unit Crt. Unit ini dipakai untuk memanipulasi
layar teks (windowing, peletakan cursor di layar, Color
pada teks, kode extended keyboard dan lain sebagainya.
• Beberapa Statemen Turbo Pascal
• Statemen yaitu perintah untuk pengerjaan program pascal.
Statemen terletak di bagian deklarasi statemen dengan diawali
oleh kata cadangan BEGIN dan diakhiri dengan kata cadangan
END. Akhir dari setiap statemen diakhiri dengan titik koma [;].
Statemen statemen dalam bahasa Pascal terdiri dari pernyataan
yang berupa fungsi dan prosedur yang telah disediakan sebagai
perintah standar Turbo Pascal.
• 1. Statemen-statemen yang dipakai untuk
input/output.
• # Read/Readln [prosedur].
• Perintah ini dipakai untuk memasukkan
[input] data lewat keyboard ke
• dalam suatu variabel.
• Sintaks: Read/Readln(x); (ingat, selalu
diakhiri dengan titik koma [;])
• Keterangan : x = variabel.
• Read = pada statemen ini posisi kursor tidak
• pindah ke baris selanjutnya.
• Readln = pada statemen ini posisi kursor
akan
• pindah ke baris selanjutnya setelah di
• input.
• # Write/Writeln [prosedur].
• dipakai untuk menampilkan isi
dari suatu nilai variable di
• layar.
• Sintaks: Write/Writeln(x);
• Keterangan : x = variabel.
• Write/Writeln= statement ini
dipakai untuk mencetak variable
ke dalam monitor
• 2. Statemen-statemen yang
dipakai untuk pengaturan letak
layar.
• # ClrScr [prosedur].
• Perintah ini dipakai untuk
membersihkan layar.
• sintaks: ClrScr; [Clear screen]
1. KONSEP DASAR BAHASA PASCAL
Pengertian Pascal : Yaitu salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi.
Pemrograman tingkat tinggi menandakan bahwa Pascal
banyak memakai bahasa manusia dalampenulisan
sintaksnya.
Pemrograman / programming : yaitu pekerjaan penulisan instruksi bagi komputer
untuk menyelesaikan suatu masalah.
Program : yaitu himpunan instruksi yang diperuntukkan bagi komputer, untuk
menyelesaikan masalah yang diberikan.
Interpreter : Menerjemahkan perintah baris demi baris dan langsung melaksanakannya.
contoh : BASIC.
Compiler : Menerjemahkan dulu seluruh perintah dalam bahasa mesin. Baru kemudian
terjemahan ini dijalankan oleh komputer. Contoh : FORTRAN, C,
PASCAL.
2. SEJARAH SINGKAT BAHASA PASCAL
Bahasa PASCAL pertama kali dikembangkan pada awal tahun 70-an oleh NICLAUS
WIRTH di Technical University, Zurich – Swiss.
Nama PASCAL diambil dari nama seorang ahli matematika bangsa Perancis, yaitu
BLEISE PASCAL yang telah berjasa menemukan alat hitung mekanis pertama didunia pada
abad ke-17.
Bahasa pemrograman ini termasuk kategori “High Level Language”. Instruksi-instruksi
yang dipakai dalam bahasa pemrograman ini sangat sistematis dan terstruktur.
Pada Awalnya bahasa pemrograman ini diperkenalkan dengan tujuan untuk menjelaskan
masalah pemrograman komputer bagi mahasiswa yang belajar pemrograman komputer.
Ternyata dalam waktu singkat, nahasa pemrograman ini menjadi salah satu bahasa yang
sangat populer dikalangan universitas, sehingga menjadi julukan sebagai bahasa universitas.
Mulai dari awal perkembangannya hingga saat ini banyak sekali jenis bahasa
pemrograman ini, masing-masing merupakan hasil pengembangannya, antara lain :
UCSD Pascal, Microsoft Pascal, Apple Pascal, Turbo Pascal, dsb.
Diantara versi-versi yang ada, Turbo Pascal merupakan versi yang sangat populer saat ini.
3. STRUKTUR DAN KOMPONEN DASAR PROGRAM PASCAL
Struktur dari suatu program Pascal terdiri dari sebuah judul program dan suatu blok
program atau badan program. Blok program dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu bagian
deklarasi dan bagian pernyataan (statement).
Struktur program :
Judul Program PROGRAM nama-program;
Blok Program
Bagian deklarasi
- deklarasi label LABEL nama-label;
- deklarasi konstanta CONST…………..;
- deklarasi tipe TYPE …………….;
- deklarasi variabel VAR ……………...;
- deklarasi prosedur PROCEDURE nama-prosedur;
……………………………….;
- deklarasi fungsi FUNCTION nama-fungsi;
………………………….;
Bagian Pernyataan
Begin
(statement)
…………;
…………;
end.
Contoh : Menghitung luas bidang berbentuk empat persegi panjang dengan panjang P
dan lebar L.
PROGRAM Luas; {Judul}
VAR P,L,Luas : real; {Deklarasi variabel}
BEGIN
Read (P,L); {Statemant}
Luas := P*L; {Statement}
Write (P,L,Luas); {Statement}
END.
Judul program sifatnya yaitu optional, dan bila ditulis, harus terletak pada awal dari
program dan diakhiri dengan titik koma.
Bagian deklarasi dipakai bila di dalam program dipakai pengenal ( identifier).
Identifier dapat berupa label, konstanta, tipe, variabel, prosedur dan fungsi. Kalau suatu
program memakai identifier, Pascal menuntut supaya identifier ini diperkenalkan
terlebih dahulu sebelum dipakai , yaitu dideklarasikan terlebih dahulu pada bagian ini.
Beberapa aturan dalam program Pascal :
Akhir sebuah program Pascal ditandai dengan tanda baca titik (.) setelah END yang
paling akhir.
Tanda titik koma (;) merupakan pemisah antar instruksi satu dengan lainnya.
Beberapa statement boleh ditulis menjadi satu baris dipisahkan dengan tanda baca titk
koma (;)
Contoh : simpan := akhir; akhir := simpan + awal;
Baris komentar diletakkan diantara tanda (* dan *) atau diantara tanda { dan }
Contoh : Var rerata : real; (*nilai rata-rata*)
Nil1 : real; {nilai ujian}
Statement (pernyataan)
yaitu instruksi atau gabungan instruksi, yang menyebabkan komputer melakukan aksi.
Type statement dalam Pascal terdiri atas :
1. Sederhana :
Menandai sebuah item data ke sebuah variabel (assigment statement)
Contoh : X := Y * 4.135
Pemanggilan procedure dan goto statement
2. Terstruktur:
Compound Statement
Contoh : Begin
read (x) ;
y := x + 5;
write (y)
End.
Repetitive Statement
Contoh : For I := 1 to 100 do
write (count);
Conditional Statement
Contoh : If x > 100 then write (s)
else write (p) ;
Komponen Dasar Program Pascal
Pola susun bahasa Pascal dibentuk dengan memakai komponen bahasa pemrograman
yang umum, yaitu :
1. Simbol Dasar
2. Reserved Word (kata pasti)
3. Identifier (penyebut)
1. Simbol Dasar.
Simbol dasar terdiri atas :
1. Simbol huruf, yaitu huruf A sampai dengan Z atau a sampai dengan z.
(huruf besar dan kecil).
2. Simbol angka atau digit yaitu : 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9.
3. Simbol khusus, yaitu
+ - * / ; := , „ = < > <= >= <> : { } ( ) [ ]
2. Reserved Word (kata pasti)
Reserved Word yaitu suatu kata yang secara mutlak tidak boleh diartikan lain dan harus
dipakai sebagaimana yang telah didefinisikan atau ditentukan kegunaanya oleh bahasa
Pascal. Reserved word ini tidak boleh didefinisikan ulang oleh pemakai, sehingga tidak
dapat dipergunakan sebagai pengenal (identifier)
Reserved Word ini jumlahnya berbeda untuk masing-masing bahasa Pascal.
Contoh beberapa reserved word yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal antara lain :
AND ELSE LABEL SET
ARRAY END OF TYPE
BEGIN FUNCTION OR UNTIL
CASE FOR PROCEDURE VAR
CONST GOTO PROGRAM WHILE
DO IF RECORD WITH
DOWNTO IN REPEAT dsb
3. Identifier (sebutan/pengenal)
Identifier merupakan sebuah kata yang dipakai sebagai nama atau sebutan terhadap
sesuatu didalam program. Pemakai dapat mendefinisikan sendiri suatu nama sebagai
identifier.
Identifier ini terdiri atas :
1. Identifier Standar, yaitu identifier yang telah didefinisikan oleh bahasa pascal.
Contoh dari Identifier standar ini antara lain:
ABS LN
ARCTAN ODB
BOOLEAN PRED
CHAR ROUND
CHR READ
COS READLN
EOF SQR
EOLN SQRT
EXP SUCC
Dan masih banyak lagi.
2. Identifier non standar; yaitu identifier yang didefinisikan oleh pemakai bahasa pascal;
misalnya;
3. Nama suatu program
4. Nama suatu konstanta
5. Nama suatu variabel
6. Nama suatu procedure
Identifier ini bebas, tetapi dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
7. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf.
Huruf besar dan huruf kecil dianggap sama.
8. Tidak boleh mengandung blank.
9. Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus, kecuali garis bawah.
10. Panjangnya bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama yang dianggap signifikan.
Contoh :
Identifier Keterangan
GajiKaryawan Benar
No_Mhs Benar
P3K Benar
1X Salah, karakter pertama harus huruf
A&B Salah, tidak boleh mengandung simbol khusus
A B Salah, tidak boleh mengandung blank
5. JENIS – JENIS DATA
Jenis – jenis data yang dikenal dalam bahasa pascal antara lain yaitu:
1. Jenis data sederhana
a. Jenis data yang standar; yaitu :
Integer
Real
Karakter
Boolean
b. Jenis data yang non standar (user defined), yaitu;
Enumerated
Sub-range
2. Jenis data berstuktur, yaitu:
a. Array
b. Record
c. Set
d. File
3. Jenis Data Pointer
JENIS DATA YANG STANDAR
1. I N T E G E R
Jenis data ini terdiri atas integer positif, integer negatif dan nol. Merupakan nilai bilangan
bulat.
Pada TURBO PASCAL jenis data ini di bagi atas beberapa bagian, yaitu :
Tipe
Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai
BYTE 1 0..255
SHORTINT 1 -128..127
INTEGER 2 -32768..32767
WORD 2 0..65535
LONGINT 4 -2147483648..2147483647
Operator Integer terdiri atas : + , - , * , / , DIV dan MOD
Contoh :
Var
Jumlah : byte;
Begin
Jumlah := 200;
WriteLn(„Nilai JUMLAH = „,Jumlah);
End.
Hasilnya bila dijalankan :
Nilai JUMLAH = 200
2. R E A L
Penulisan untuk jenis data ini selalu memakai titik desimal. Nilai konstanta numerik
real berkisar dari 1E-38 sampai dengan 1E+38 dengan mantissa yang signifikan sampai
dengan 11 digit. E menunjukkan nilai 10 pangkat. Nilai konstanta numerik real
menempati memori sebesar 6 byte.
Contoh :
123.45
12345. salah, titik desimal tidak boleh dibelakang
12E5
12E+5
-12.34
.1234 salah, titik desimal tidak boleh dimuka
Pada TURBO PASCAL, jenis data ini dibedakan atas :
Tipe Ukuran memori
(dalam byte)
Jangkauan nilai Digit signifikan
SINGLE 4 1.5x10E-45 .. 3.4x10E38 7-8
DOUBLE 8 5.0x10E-324 .. 1.7x10E308 15-16
EXTENDED 10 1.9x10E-4951 .. 1.1x10E4932 19-20
COMP 8 -2E+63+1 .. 2E+63-1 19-20
Operator untuk jenis data ini terdiri atas : + , - , * dan /
3. K A R A K T E R
Yang dimaksud dengan jenis data ini yaitu karakter tunggal atau sebuah karakter yang
ditulis diantara tanda petik tunggal, seperti misalnya „A‟,‟a‟,‟!‟,‟5‟ dsb.
Dasarnya yaitu ASCII CHARACTER SET.
Misalnya : 032 pada tabel ASCII CHARACTER SET menunjukkan karakter.
Blank.
033 !
048 0
076 L
Dst
4. S T R I N G
Nilai data string merupakan urut-urutan dari karakter yang terletak di antara tanda petik
tunggal. Nilai data string akan menenpati memori sebesar banyaknya karakter stringnya
ditambah dengan 1 byte. Bila panjang dari suatu string di dalam deklarasi variabel tidak
disebutkan, maka dianggap panjangnya yaitu 255 karakter.
Contoh :
Var
Kampus : string[10];
Begin
Kampus := „Gunadarma‟;
Write(Kampus);
End.
5. B O O L E A N
Jenis data ini mempunyai nilai TRUE atau FALSE.
Operator untuk jenis data ini yaitu :
1. Logical Operator, yaitu : NOT, AND dan OR
2. Relational Operator, yaitu : >, <, >=, <=, <> dan = \
JENIS DATA NON-STANDARD (USER DEFINED)
1. ENUMERATED.
Jenis data ini terdiri atas barisan identifier yang terurut dimana setiap identifier ini
dianggap sebagai suatu individual data item (elemen data yang berdiri sendiri).
Pada saat mendeklarasikan jenis data ini kita harus menuliskan semua elemen-elemennya.
Bentuk umum deklarasinya yaitu :
TYPE nama = (data_item_1, data_item_2, ……., data_item_n);
Contoh :
TYPE hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);
TYPE warna = (red,blue,green,yellow,black,white);
Setelah jenis data ini dideklarasikan, maka selanjutnya kita dapat mendeklarasikan suatu
variabel yang berjenis data sama dengan jenis data ini.
Misalnya :
TYPE nama_hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);
VAR libur : nama_hari;
Fungsi standar yang dapat dipakai pada jenis data ini yaitu :
PRED, SUCC dan ORD
Misalnya :
PRED (sel) = sen
SUCC (sen) = sel
ORD (sen) = 0
ORD (sel) = 1
2. SUB-RANGE.
Jenis data ini berupa range dari suatu kumpulan data yang mempunyai urutan..
Bentuk umum deklarasinya yaitu :
TYPE nama = data_item_pertama .. data_item_terakhir;
Contoh :
1. TYPE jam_kuliah = 1 .. 10;
tanggal = 1 .. 31;
abjad = „A‟ .. „Z‟;
2. TYPE bulan = (jan,feb,mar,apr,mei,jun,jul,agt,sep,okt,nov,des);
hari = (sen,sel,rab,kam,jum,sab,ming);
ata = agt .. jan;
pta = feb .. jun;
hari_kerja = sen .. jum;
TANDA OPERASI
Tanda operasi (operator) di dalam bahasa Pascal dikelompokkan ke dalam 9 kategori, yaitu :
1. Assignment operator.
2. Binary operator.
3. Unary operator.
4. Bitwise operator.
5. Relational operator.
6. Logical operator.
7. Address operator.
8. Set operator.
9. String operator.
Assignment operator
Assignment operator (operator pengerjaan) memakai simbol titik dua diikuti oleh
tanda sama dengan (:=).
Contoh :
A:=B;
Binary operator
dipakai untuk mengoperasikan dua buah operand. Operand dapat berbentuk
konstanta ataupun variabel. Operator ini dipakai untuk operasi aritmatika yang
berhubungan dengan nilai tipe data integer dan real.
Opera
tor
Operasi Tipe operand Tipe hasil
* Perkalian real,real
integer,integer
real,integer
real
integer
real
DIV Pembagian bulat integer,integer integer
/ Pembagian real real,real real
integer,integer
real,integer
real
real
MOD Sisa pembagian integer,integer integer
+ Pertambahan real,real
integer,integer
real,integer
real
integer
real
- pengurangan real,real
integer,integer
real,real
real
integer
real
Contoh :
15*5 hasilnya 75
20/3 hasilnya 6.6666666667E+00
20 div 3 hasilnya 6
20 mod 3 hasilnya 2
Unary operator
Operator ini hanya memakai sebuah operand saja. Dapat berupa unary minus dan
unary plus. Unary minus dipakai untuk menunjukkan nilai negatif, baik pada operang
numerik real maupun integer. Unaru plus yaitu operator untuk memberai tanda plus.
Contoh :
-5 +7
-2.5 +2.5
Bitwise operator
dipakai untuk operasi bit per bit pada nilai integer. Terdiri dari operator NOT,
AND, OR, XOR, Shl, Shr.
Relational operator
Relational operator dipakai untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand dan
akan didapatkan hasil tipe boolean, yaitu True atau False. Terdiri dari operator : =, <, >, <=,
>=, <>
Logical operator
Terdapat 4 buah logical operator yaitu : NOT, AND, OR dan XOR. Operator ini bekerja
dengan nilai-nilai logika, yaitu True dan False.
Set operator
dipakai untuk operasi himpunan.
String operator
dipakai untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu operator + yang
dipakai untuk menggabungkan dua buah nilai string.
Contoh :
Nama1 := „Arief „;
Nama2 := „Kurniawan‟;
Nama3 := Nama1 + Nama2;
KONSTANTA, VARIABEL DAN EKSPRESI
Konstanta.
Konstanta yaitu suatu identifier non-standar yang nilainya telah ditetapkan dalam suatu
program dan dideklarasikan pada bagian deklarasi.
Bagian umum deklarasinya yaitu :
CONST identifier = nilai;
Contoh :
CONST phi = 3.14;
x= 2;
y = „S‟;
Variabel.
Variabel yaitu suatu identifier non-standar yang nilainya tidak tetap atau nilainya merupakan
hasil dari suatu proses.
(variabel yang dimaksudkan disini sama seperti halnya arti variabel pada aljabar).
Bentuk umum deklarasinya yaitu :
1. Jika hanya 1 (satu) variabel yang dideklarasikan :
VAR identifier : jenis data;
2. Jika lebih dari 1 (satu) variabel dan masing-masing memiliki jenis data yang sama :
VAR id-1, id-2, …., id-3 : jenis data;
3. Jika beberapa variabel yang berbeda jenis datanya :
VAR identifier-1 : jenis data;
identifier-2 : jenis data;
identifier-n : jenis data;
4. Jika variabel yang dideklarasikan berjenis data non-standar :
TYPE id = (data_item_1,data_item_2,…,data_item_n);
VAR id-v : id;
SUB-RANGE :
TYPE id = data_item_pertama .. data_item_terakhir;
VAR id-v : id;
Contoh :
1. VAR x : integer;
2. VAR p,q,r : real;
3. VAR a,b : char;
m,n : boolean;
4. TYPE warna = (merah,hitam,biru,putih,kuning);
VAR x1,x2 : warna;
5. TYPE tahun = 1900 .. 1993;
VAR thn-1,thn-2,thn-3 : tahun;
Ekspresi.
Sebuah ekspresi merupakan kumpulan dari operand-operand (seperti : bilangan, konstanta,
variabel dll) yang bersama-sama dengan operator membentuk suatu bentuk aljabar dan
menyatakan suatu nilai.
Ada 2 (dua) jenis ekspresi dalam bahasa Pascal, yaitu :
1. Ekspresi numerik / aritmatika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan nilai numerik /
aritmatika.
2. Ekspresi Boolean atau ekspresi logika, yaitu suatu ekspresi yang menghasilkan nilai
boolean / logika (true/false).
Contoh :
1. (b * b – 4 * a * c) / (2*a) / (2 * a) ekspresi numerik, jika a,b dan c yaitu
bilangan (variabel bernilai numerik).
2. Upah < 1000.0 ekspresi boolean (“upah” yaitu suatu variabel bernilai real).
INPUT DAN OUTPUT (STANDAR I/O)
Dalam bahasa Pascal untuk keperluan input (membaca input) dipakai identifier standar
READ atau READLN.
Identifier standar ReadLn sedikit berbeda dengan Read. ReadLn dipakai untuk
memasukkan data perbaris, artinya setelah tombol Enter ditekan, maka akan ganti baris,
sedangkan Read tidak ganti baris, masih dalam baris yang sama.
Sedangkan untuk keperluan output (mencetak output) dipakai identifier standar
WRITE atau WRITLN.
Perbedaan Write dengan WriteLn yaitu bahwa Write menampilkan hasil tanpa ganti
baris dan tampilan berikutnya akan disambung dalam baris yang sama. Sedang WriteLn
dipakai untuk menampilkan tampilan perbaris, akan ganti baris untuk tampilan berikutnya.
Bentuk umum penulisannya :
1. READ (variabel input) ;
Atau
READLN (variabel output);
2. WRITE (variabel output);
WRITELN (variabel output);
Contoh :
Var nama : string{15};
Begin nama := „Dewi‟;
write(„nama : „);
write(nama);
End.
Hasilnya :
Nama : Dewi
Contoh :
Var nama : string{15};
Begin nama := „Dewi”;
WriteLn(„Nama : „);
WriteLn(Nama);
End.
Hasilnya :
Nama :
Dewi
Mengenal Tampilan Turbo Pascal
Turbo Pascal memiliki 7 buah menu utama yang terdiri dari : File, Edit, Run,
Compile, Options, Debug, dan Break / Watch. Untuk memilih salah satu dari menu
itu anda bisa menekan tombol Alt + F (untuk memanggil menu file), atau menekan
Alt+[huruf pertama dari menu].
Jika anda ingin kembali ke menu utama anda bisa saja menekan tombol F10, untuk
pindah dari menu satu ke menu yang lain anda juga bisa menekan panah kanan atau
panah kiri. Contohnya ketika anda berada di menu File maka untuk pindah ke menu
Compile anda cukup memakai tombol panah kanan atau panah kiri , dan anda
juga bisa langsung menekan huruf C. Untuk menutup menu anda bisa memakai
tombol Esc. Sebetulnya akan lebh mudah jika memanggil sebuah menu dengan
memakai hotkey, table dibawah ini yaitu hotkey yang dipakai dalam turbo
pascal :
Kunci
Fungsi
Ekivalen menu
F1 Mengaktifkan jendela pertolongan. File / Save
F2 Menyimpan berkas yang ada pada editor. File / Load
F3 Memanggil program kedalam editor. Run / Go to cursor
F4 Mengeksekusi program sampai posisi kursor. Run / Trace into
F5
Memperbesar atau memperkecil jendela yang
aktif.
Compile / Make
F6 Mengganti jendela yang aktif. File / Pick
F7 Melacak kedalam subrutin. File / user screen
F8 Melompati pemanggil subrutin. Compile
F9 Mengaktifkan perintah „Make‟ Run / Program reset
F10
Berpindah dari menu-menu ke jendela yang
aktif.
Alt + F1
Memanggil jendela pertolongan yang terakhir
dibaca.
Alt + F3 Memilih berkas untuk dimuat.
Alt + F5 Memperlihatkan hasil eksekusi.
Alt + F6 Mengganti isi jendela yang aktif.
Alt + F9 Mengkompilasi program.
Alt + B Mengaktifkan menu Break / Watch.
Alt + C Mengaktifkan menu compile.
Alt + D Mengaktifkan menu debug.
Alt + E Mengaktifkan editor.
Alt + F Mengakaktifkan menu file.
Alt + O Mengaktifkan menu option.
Alt + R Mengaktifkan menu run.
Alt + X
Keluar dari Turbo Pascal dan kembali ke
DOS.
Ctrl +
F1
Menampilkan menu pertolongan bahasa.
Ctrl +
F2
Menghentikan pembetulan.
Ctrl +
F3
Menampilkan isi tumpukan. Debug / Call Stack
Ctrl +
F4
Melakukan penghitungan atau mengubah
nilai peubah..
Debug / Evaluate
Ctrl +
F7
Menambahkan ungkapan pada jendela watch.
.
B / Add Watch
Ctrl +
F8
Toggles Breakpoint.. B / Toggle breakpoint
Ctrl +
F9
Menjalankan program.. Run / Run
Ctrl +
F10
Menampilkan versi layar monitor.
Menu Turbo Pascal
Menu File
Didalam menu File banyak submenu yang bisa dipilih misalkan saja perintah L
oad / F3yang berfungsi untuk memanggil berkas yang sudah tersimpan, dan ba
nyak lainnya.
Submenu Load
Pilihan ini dipakai untuk memanggil program dari suatu folder atau director
y kedalam editor. Didalam submenu ini anda juga bisa memilih submenu yang
lain denganhanya menekan tombol huruf depan dari submenu yang dituju, cont
ohnya anda mau kesubmenu New, maka anda tinggal menekan huruf N.
Submenu Pick
Pilihan yang satu ini dipakai untuk mengambil salah satu dari beberapa
buahprogram yang sebelumnya telah dimuat ke dalam jendela Edit. Hal ini Di
tujukan agarkita tidak perlu repot-repot lagi mencarinya di submenu load.
Submenu New
Program yang ada di editor akan dihapus dan program yang akan anda tulis
dianggapsebagai program yang baru dengan nama NONAME.PAS, nama ini
bisa anda rubahketika anda mau menyimpannya.
Submenu Save [F2]
Pilihan ini dipakai untuk menyimpan suatu program yang sudah di edit ke d
alamcakram atau folder, jika nama program itu masih NONAME.PAS maka
Turbo Pascalakan menanyakan pada anda, nama apa yang akan anda berikan p
ada program yangakan disimpan ini . Atau anda juga bisa menekan tombo
l F2.
Submenu Write to
pilihan ini dipakai untuk menggantikan program lama dengan program yan
g baru(istilah kerennya Overwrite…☺). Jika nama program anda sudah ada p
ada cakram ataufolder maka ada verifikasi dari Turbo Pascal untuk penggantia
n nama.
Submenu Directory
pilihan ini dipakai untuk menampilkan direktori dan nama-
nama file yang anda inginkan. Anda juga bisa memakai pilihan Load.
Submenu Change Dir
Pilihan yang satu ini dipakai untuk menampilkan direktori yang sedang di
gunakan dan juga bisa dipakai untuk mengganti nama direktori yang baru.
Submenu OS shell
Perintah ini dipakai bagi anda yang ingin ke tampilan DOS tetapi tanpa me
matikanTurbo Pascalnya, untuk kembali lagi ke Turbo Pascal, anda tinggal m
engetikan “exit”,tetapi biasanya ketika anda sedang membuat suatu progr
am atau mengedit suatuprogram perintah ini tidak dapat dijalankan karena k
urangnya kapasitas memory.
Submenu Quit [Alt + x]
Dari namanya sudah jelas, perintah ini dipakai untuk keluar dari Turbo Pas
cal dan kembali ke prompt DOS.
Menu Edit
Perintah edit ini dipakai untuk mengaktifkan editor Turbo Pascal.
Menu Run [Ctrl + F9]
Perintah ini dipakai untuk mengeksekusi program yang sudah anda buat.
Anda juga bisa menekan Ctrl + F9 untuk mengeksekusi program anda.
Submenu Program Reset [Ctrl + F2]
Pilihan ini dipakai untuk memberitahukan Turbo Pascal bahwa anda seles
ai dengan pembetulan-pembetulan dan menginisialisasi debugger untuk
operasi yang lain. Pilihanini sekaligus membebaskan pengingat yang telah
dialokasikan dan menutup semuaberkas, tetapi tidak merubah nilai-
nilai perubah. Pilihan ini sangat berguna jika andaingin menjalankan pilihan
File / OS shell.
Submenu Go to Cursor [F4]
Pilihan ini dipakai untuk memulai / melanjutkan eksekusi program
mulai dariposisi saat eksekusi dimulai sampai tempat kursor berada.
Jika kursor berada padastatement yang bersifat executable, seperti spasi
atau baris komentar, maka eksekusiakan dilanjutkan sampai statement yang
bersifat executable.
Submenu Trace Into [F7]
Perintah ini dipakai untuk mengeksekusi baris berikutnya, jika ada
pemanggilan kesuatu subrutin, maka pelacakan akan dimulai dari
statement pertama dari subrutinini . Sekaligus juga akan memuat
berkas-berkas atau unit Include jika dimungkinkan.
Submenu Step Over
Step over ini memiliki cara kerja yang hampir sama dengan Trace Into, hanya
saja jikastatement yaitu sebuah prosedur atau fungsi, maka keseluruhan
subrutin akan dikerjakan sekaligus dan debugger akan berhenti pada
statement sesudah pemanggilan ke subrutin.
Submenu User screen [Alt + F5]
Pada umumnya perintah ini dipakai untuk melihat hasil dari program yang
telah compile dan kita run. Pada tampilan ini IDE [Integrated
Debugger Environment] berpindah pindah pada saat anda menjalankan dan
mendebug program. Perintah ini juga dipakai oleh File / OS shell.
Tampilan User Screen
Menu Compile [Alt + F9]
Perintah ini dipakai untuk mengkompile program atau bisa juga kita bilang
kalau program yang telah kita buat tadi dengan bahasa pascal di
terjemahkan kedalam bahasa komputer agar si komputer ini mengerti apa-
apa saja perintah kita.
Submenu Make
Pilihan ini dipakai untuk mengaktifkan perintah make, jika file yang
primer telah diberi nama, maka file ini akan dikompilasi, jika tidak maka
file yang terakhir yang sedang dimuat di editor akan dikompilasi.
Pilihan ini sangat berguna jika terdapat beberapa program yang secara
fisik terpisah tetapi secara logikanya merupakan suatu kesatuan.
Submenu Build
Perintah ini mirip dengan perintah make, hanya saja perintah build ini sifatny
a bebas,sedangkan perintah make hanya akan mengkompilasi file-file selain
file yang dipakai .
Submenu Destination [Memory]
Perintah ini secara umumnya hanya berfungsi untuk memilih apakah hasil
Kompilasi akan disimpan dalam cakram atau folder sebagai file yang
bertipe .EXE atau hanya di pengingat utama yang akan hilang pada saat
anda keluar dari Turbo Pascal.
Submenu Find Error
Dari namanya anda pasti sudah tahu, yah perintah ini dipakai untuk menen
tukan lokasi kesalahan pada saat program dijalankan [run time error].
Lokasi kesalahan dinyatakan dengan format seg:off, misalnya 2BE0:FFD4.
jika anda kembali ke IDE, turbo pascal akan menempatkan kursor pada baris
dimana terjadi kesalahan. Jika andaterlanjur memindahkan kursor
sembarangan maka anda bisa memindahkan kembali kursor ke tempat
kesalahan dengan menekan Ctrl + Q + W.
Submenu Primary File
Perintah ini dipakai untuk menyatakan bahwa file .PAS akan dikompilasi
pada saat make [F9] atau build [Alt + C + B] diaktifkan.
Submenu Get info
Tidak salah lagi, perintah ini dipakai untuk menampilkan jendela info
rmasi dari program .PAS yang sedang anda gunakan, termasuk ukuran
kode sumber [dalam sumber dan baris], ukuran file .EXE atau .TPU dalam
byte dan data.
Menu Options
Pilihan pada menu yang satu ini berfungsi mengkonfigurasi untuk meng
optimalkan penggunaan fasilitas-fasilitas pada turbo pascal.
Submenu Compiler
Pilihan ini didalamnya pun masih banyak perintah yang lainnya seperti penge
cekan batas, pengecekan tumpukan dll, seperti yang anda lihat pada gambar
di atas. Contohnya pengecekan batas [Range checking] yaitu sama dengan
{$R}. sekarang saya akan coba jelaskan satu persatu agar lebih jelas dari
masing-masing penggunaan ini.
Range checking [Off]:
Perintah ini dipakai untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan bat
as.Jika dihidupkan, kompiler akan membangkitkan kode yang akan mencek
batas index pada array dan string dan juga nilai yang dihasilkan dalam
suatu statement pemberian. Pilihan ini sama dengan petunjuk kompiler {$R}.
Stack checking [On]:
dipakai untuk menghidupkan atau mematikan pengecekan kesalahan oper
asi I/O. Jika dihidupkan pada saat terjadi kesalahan operasi I/O proses
akanlangsung dihentikan. Jika dimatikan, kode kesalahan akan tersimpan
dalam fungsi IO Result. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$I}.
Force far calls [Off]:
dipakai untuk memilih model pemanggilan terhadap prosedur atau
Fungsi yang telah dikompilasi. Model pemanggilan bisa secara far atau near.
Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$F}.
Allign Data [Word] :
dipakai untuk mengatur cara penyimpanan perubah dan konstanta
bertipe dari byte ke word atau sebaliknya. Pilihan ini sama dengan
penunjuk kompiler{$A}.
Overlay Allowed [Off] :
Mengaktifkan atau menonaktifkan pembakitan kode Overlay. Pilihan ini
sama dengan penunjuk kompiler {$O}.
Var string checking [Strict] :
dipakai untuk mengendalikan cara pengecekan data string yang dipakai
sebagai parameter berubah. Pilihan sama dengan penunjuk kompiler {$V}.
Boolean Evaluation [Short Circuit] :
dipakai untuk memilih pembangkitan kode pada saat operasi logika [oper
asi Boolean] dijalankan. Pilihan ini sama dengan penunjuk kompiler {$B}.
Numeric Processing [Software] :
dipakai untuk memilih pembangkitn kode operasi titik mengamba
ng [floating point] yang didukung oleh Turbo Pascal. Pilihan ini juga sama
dengan penunjuk kompiler {$N}
Emulation [On] :
Mengaktifkan atau menonaktifkan linking dengan run–time yang
mengemulasikan ke prosessor numeric 8087. pilihan ini sama dengan penunj
uk kompiler {$E}
Debug Information [On] :
dipakai untuk membangkitkan atau tidak membangkitkan informasi
pada saat didalam program terjadi kesalahan. Pilihan ini sama dengan
penunjuk kompiler {$D}.
Local Symbol [On] :
dipakai untuk mengaktifkan atau menonaktifkan symbol informasi local.
Conditional defines:
dipakai untuk menyatakan penunjuk kompiler berkondisi.
Memory sizes:
dipakai untuk mengkonfigurasi peta pengingat. Dengan penunjuk
kompiler{$M}.
Stack Size:
Ukuran segmen tumpukan maksimum 64 K dengan standart 16 K.
Low Heap limit:
Ukuran heap minimum standart yaitu 0 K.
High Heap limit:
Ukuran heap maksimum yaitu 655360 byte.
Submenu Linker
Pilihan ini dipakai untuk mengatur konfigurasi built in linker.
Map File [Off] :
Menentukan berapa banyak informasi dalam berkas peta map yang akan
dihasilkan. Berkas peta akan ditempatkan dalam direktori .EXE
dengan akhiran .MAP
Segment :
Informasi segment [Nama, Ukuran, Awal dan Akhir segment dan kelasnya].
Public :
Informasi segment, semua nama-nama symbol dan alamatnya dan
titik masukkan program.
Detailed :
segement, informasi symbol dan titik masukkan program dan nomor barisnya
dan tabel-tabel modul.
Submenu Environment
Pilihan ini dipakai untuk memberitahukan Turbo Pascal dimana bisa ditem
ukan berkas yang akan dikompilasi, di link dengan dilengkapi dengan menu-
menu pertolongan.
Config Auto Save [Off] :
dipakai untuk mencegah kehilangan setting komfigurasi yang telah
anda lakukan.
Edit Auto Save [Off] :
dipakai untuk mencegah kehilangan berkas yang disebabkanoleh
penyimpanan otomatis pada saat anda memakai Run / Step Over atau
Run /Run.
Backup Files [On] :
Secara standard, turbo pascal akan membangkitkan berkas backup pada
saat anda menyimpan berkas. Yang biasa kita lihat dengan .BAK
Tab Size [2] :
dipakai untuk mengatur ukuran Tab pada editor. Ukuran yang diperboleh
kan yaitu 2 sampai 16 dengan defaultnya 8.
Zoom Windows [Off] :
Jika di On kan maka, Jendela Edit, Watch, dan Output akan diperluas sampai
satu layar penuh.
Screen Size [25 line] :
dipakai untuk memilih ukuran layar. Dengan standard 25 baris,
43 baris [EGA] atau 50 baris [VGA]. Pilihan ini hanya bisa diaktifkan
jika perangkat kerasnya mendukung.
Submenu Directories
Pilihan menu ini dipakai untuk menunjukkan kepada Turbo Pascal lokasi
setiap direktori yang diperlukan.
Turbo directory :
dipakai untuk menemukan berkas konfigurasi [.TP] dan berkas
pertolongan[Turbo.HLP].
EXE & TPU directory :
dipakai untuk menyimpan berkas .EXE dan .TPU.
Include Directories :
dipakai untuk menentukan direktori yang berisi Include File.
Unit Directories :
dipakai untuk memberitahu TP dimana berkas-berkas unit berada.
Object Directories :
dipakai untuk menentukan direktori yang berisi berkas [.OBJ].
Pick file name :
dipakai untuk menentukan nama dan lokasi pick file.
Current pick file :
dipakai untuk menunjukkan nama dan lokasi pick file, jika ada.
Submenu Parameters
dipakai untuk memberikan parameter baris perintah [Command Line para
meters] pada program-program yang akan dijalankan.
Submenu Save Option
dipakai untuk menyimpan semua pengaturan dalam menu Compiler, Envi
ronment,dan Directories dalam berkas konfigurasi [standardnya yaitu TUR
BO.TP]
Submenu Retrieve Options
dipakai untuk memuat berkas konfigurasi yang sebelumnya disimpan den
gan pilihan save.
Menu Debug
Pilihan-pilihan yang ada dalam menu ini terutama dipakai untuk melacak
nilai-nilai perubah, mencari letak suatu fungsi atau prosedur dan lain-lain.
Submenu Evaluate [Ctrl + F4] :
Dengan pilihan ini anda akan dibawa ke suatu jendela dengan 3 kotak yang
memungkinkan anda untuk menuliskan sembarang nama perubah / ungkapan,
menunjukan nilai perubah / ungkapan saat itu an memungkinkan anda untuk
memberikan nilai yang baru untuk sembarang perubah.
Submenu Call Stack [Ctrl + F3] :
Pada saat anda melakukan debugging, suatu jendela yang menunjukan daftar
pemanggil prosedur dan fungsi akan terlihat.
Submenu Find Procedure :
Memungkinkan anda untuk menuliskan nama prosedur dan fungsi dan
kemudian mencari dalam program yang sedang anda aktifkan.
Submenu Integrated Debugging [On]
Jika dipilih On, debugging dilakukan memakai IDE.
Submenu Stand Alone Debugging [Off]
Jika diset Off, dan compile / destination dipilih ke Disk debug information
akanditambahkan ke dalam berkas .EXE untuk dipakai oleh Turbo
Debugger.
Submenu Display Swapping [Smart]
Penampilan pada layar bisa dipilih salah satu dari 3 pilihan, Smart, Always
atau Never.
Smart : debugger akan melihat kode yang sedang dieksekusi untuk
melihat apakah perlu menampilkan hasilnya ke layar.
Always : pilihan ini akan menyebabkan layar dipindah setiap kali suatu
statement dieksekusi.
Never : pilihan ini akan memberitahukan debugger untuk tidak
melakukan pemindahan layar.
Submenu Refresh Display :
Pilihan ini dipakai untuk memanggil kembali layar IDE. Hal ini perlu,
terutama jika program anda merusak tampilan yang sudah ada dalam layar.
Menu Break / Watch
Submenu Add Watch [Ctrl + F7] :
dipakai untuk menambahkan rinci data, perubah atau ungkapan
kedalam jendela watch.
Submenu Delete Watch :
Untuk menghapus ungkapan dalam jendela Watch pada saat jendela ini
terlihat.
Submenu Edit Watch :
Pilihan ini akan membawa posisi watch ke kotak input sehingga anda
bisa mengubahnya.
Submenu Remove All Watches :
Menghapus semua rinci dalam jendela watch sekaligus memperkecil
ukurannya sampai minimum.
Submenu Toggle Breakpoints [Ctrl + F8]:
mengatur suatu baris sebagai breakpoint. Dalam editor breakpoint ditunjukkan
dengan highlight text.
Submenu Clear All Breakpoints:
Menghapus semua breakpoint yang telah diset.
Submenu View Next Breakpoint :
dipakai untuk menggerakkan kursor ke posisi breakpoint berikutnya.
B. HASIL PRAKTIK AKTIVASI PROGRAM PASCAL
PADA TURBO PASCAL
1. PROGRAM KONVERSI SUHU
D E S K R I P S I
Mengubah suhu dari satuan Fahreinheit ke satuan Celcius. Dimana titik beku suhu derajat
Celcius yaitu 0
o
dan titik didihnya 100
o
C. sedangkan Fahreinheit mempunyai titik beku 32
o
dan titik didihnya yaitu 180
o
F. jika diketahui suatu suhu yaitu 100
o
F maka derajat
Celciusnya dapat dicari dengan rumus:
X-Xb = Y-Yb
Xa-Xb Ya-Yb
Dimana X=suhu yang tidak diketahui
Xa= Titik didih Suhu yang tidak diketahui
Xb=titik beku suhu yang tidak diketahui
Y= Suhu yang diketahui
Ya= Titik didih Suhu yang diketahui
Yb= Titik didih Suhu yang diketahui
Dik: Y=100
0
F
Dit:X=….?
Jawab:
X-Xb = Y-Yb
Xa-Xb Ya-Yb
(X-Xb)(Ya-Yb)=(Y-Yb)(Xa-Xb)
(X-0)(212-32)=(100-32)(100-0)
(X)(180)=(68)(100)
180X=6800
X=6800:180
=37,777777777778
=37,78
o
C
PSEUDO-CODE
2. PROGRAM MENGHITUNG JARAK
D E S K R I P S I
Jarak Dua Buah Titik
Jarak yaitu angka yang menunjukkan seberapa jauh suatu benda berubah posisi melalui
suatu lintasan tertentu. Jarak dapat dituliskan sebagai
yang dapat dibaca sebagai panjang lintasan yang menghubungkan titik dan
memakai kecepatan .
Jarak titik A Ke B= √(X2-X1)+(Y2-Y1)
5- B = √(3-2)+(5-4)
4- A = √(1+1)
3 =√(2)
2 = 1.41
1
1 2 3 4
PSEUDO-CODE
3. PROGRAM KONVERSI WAKTU
D E S K R I P S I
Untuk Menghitung Waktu :
Satu jam = 3600 detik, satu menit yaitu 60 detik.
2 jam = 3600x2 =7200
30 menit = 60x30 =1800
40 detik = 40 detik
Maka hasil nya yaitu = 2 jam + 30 menit + 40 detik=9040 detik.
PSEUDO-CODE
4. PROGRAM KONVERSI WAKTU1
D E S K R I P S I
Pada Konversi waktu 1 ini, kita Hanya memakai Rumus :
1 Jam = 3600 detik
1 Menit = 60 Detik
Jika Jumlah Detik = 3500 detik
Maka = 0 Jam Karena Kurang Dari 3600 Detik dan kita hanya bisa menghitung Menit dan
Detik.
Maka untuk Menghitung Menit = 3500 detik : 60 Detik = 58 Menit Sisa 20 detik.
PSEUDO-CODE
5. PROGRAM FAKTORIAL
D E S K R I P S I
Bilangan faktorial yaitu perkalian antara bilangan bulat positif yang kurang dari atau sama
dengan n. Faktorial biasanya ditulis dengan n! dan biasa disebut dengan n faktorial. Misal
terdapat 8! maka 8*7*6*5*4*3*2*1 = 40320.
Perkalian semua bilangan asli dari 1 sampai dengan n.
Jadi, n! = 1 . 2 . 3 . ... (n-2) . (n-1) . n
atau, n! = n . (n-1) . (n-2) . (n-3) ... 3 . 2 . 1
atau, n! = n . (n-1)! = n=n!/(n-1)! ,
dan untuk 1! = 1, 0! = 1.
Jika Kita Masukkan n = 3
Maka 3! = 3. (3-1). (3-2)
= 3.2.1
= 6
Jika Kita Masukkan n = 2
Maka 2! = 2. (2-1)
= 2.1
= 2
PSEUDO-CODE
6. PROGRAM MENDETEKSI BILANGAN PRIMA
D E S K R I P S I
Bilangan prima yaitu bilangan yang hanya dapat habis dibagi oleh bilangan itu sendiri dan
angka 1. Angka 12 bukan merupakan bilangan prima, karena dapat habis dibagi oleh angka
lainnya 2, 3, dan 4. Bilangan prima yaitu 2, 3, 5, 7, 11, 13, …. dan seterusnya. Banyak
bilangan prima tidak terhingga. Tidak peduli berapa banyak kita menghitung, pasti kita akan
menemukan bilangan prima, walaupun mungkin makin jarang.
Bila Kita Memasukkan Angka 71 maka 71 yaitu bilangan Prima karena 71 tidak bisa dibagi
oleh bilangan laen kuciali angka 1 dan dirinya sendiri.
PSEUDO-CODE
7. PROGRAM MENGHITUNG SELISIH WAKTU
D E S K R I P S I
Untuk Menghitung Selisih Waktu Kita Cukup Mengurangkan Waktu ke-2 dikurang waktu
ke-1.
Jika Waktu 1 : 4 Jam, 34 Menit , 21 Detik
Dan Waktu 2 : 6 Jam, 20 Menit, 10 Detik
Maka Hasilnya : 6Jam 20Menit 10Detik
4Jam 34Menit 21Detik -
1Jam 45Menit 49Detik
Untuk Pengurangan diatas, Perlu DiIngat dalam Pengurangannya Seperti :
Keterangan : 1Jam = 60 Menit
1Menit = 60 Detik
PSEUDO-CODE
8. PROGRAM PANGKAT
D E S K R I P S I
Kuadrat merupakan perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Misalnya 3 x 3 = 9
yaitu kuadrat dari 3 dan biasanya ditulis dalam bentuk 3
2
= 9.
Bila kita hafal perkalian bilangan dibawah 11, maka akan dengan mudah kita menyelesaikan
pengkuadratan bilangan dibawah 11. sedangkan untuk bilangan diatas 11 tentulah lebih sulit
mengerjakannya. Ada beberapa cara yang relatif lebih mudah untuk menyelesaikannya.
Bila Kita Memasukkan angka 2 pangkat 2 maka sama dengan 2x2 hasilnya yaitu 4.
PSEUDO-CODE
9. PROGRAM MENGHITUNG LUAS
D E S K R I P S I
Persegi panjang yaitu bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang
masing-masing sama panjang dan sejajar dengan pasangannya, dan memiliki empat buah
sudut yang kesemuanya yaitu sudut siku-siku.
Rusuk terpanjang disebut sebagai panjang dan rusuk terpendek disebut sebagai lebar
Persegi panjang yang keempat rusuknya sama panjang disebut sebagai persegi
Luas
Jika Panjang = 3 dan Lebar = 2 maka Luasnya yaitu :
L = p x l = 3 x 2 = 6
PSEUDO-CODE
10. PROGRAM MENGHITUNG VOLUME LUAS PERMUKAAN BOLA
D E S K R I P S I
Dalam geometri, bola yaitu bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh tak hingga
lingkaran berjari-jari sama panjang dan berpusat pada satu titik yang sama. Bola hanya
memiliki 1 sisi.
Rumus bola
Luas permukaan
R = 4, Maka L = 4 x 22/7 x 4
2
= 201.06
Volume
R = 4, maka V = 4/3 x 22/7 x 4
3
= 268.08
PSEUDO-CODE
11. PROGRAM PERMUTASI
D E S K R I P S I
Permutasi yaitu penyusunan kembali suatu kumpulan objek dalam urutan yang berbeda dari urutan
yang semula. Sebagai contoh, kata-kata dalam kalimat sebelumnya dapat disusun kembali sebagai
"yaitu Permutasi suatu urutan yang berbeda urutan yang kumpulan semula objek penyusunan
kembali dalam dari." Proses mengembalikan objek-objek ini pada urutan yang baku (sesuai
ketentuan) disebut sorting.
Jika urutan diperhatikan dan setiap objek yang tersedia hanya bisa dipilih atau dipakai sekali
maka jumlah permutasi yang ada yaitu :
n !
(n-r)!
di mana n yaitu jumlah objek yang dapat kamu pilih, r yaitu jumlah yang harus dipilih dan
! yaitu simbol faktorial.
Umpamakan jika n = r (yang menandakan bahwa jumlah objek yang bisa dipilih sama dengan
jumlah yang harus dipilih) maka rumusnya menjadi:
𝑛 !
𝑛−𝑛 !
=
𝑛 !
0!
= 0! karena 0! = 1! = 1
Jika N = 3
Maka
𝑛 !
𝑛−𝑛 !
=
3 !
3−3 !
=
3 !
0 !
= 3! = 3 x 2 x 1 = 6
PSEUDO-CODE
12. PROGRAM MENENTUKAN SEGITIGA
D E S K R I P S I
Segitiga atau segi tiga yaitu nama suatu bentuk yang dibuat dari tiga sisi yang berupa garis
lurus dan tiga sudut.
Menurut panjang sisinya:
Segitiga sama sisi yaitu segitiga yang ketiga sisinya sama panjang. Sebagai
akibatnya semua sudutnya juga sama besar, yaitu 60
o
.
Segitiga sama kaki yaitu segitiga yang dua dari tiga sisinya sama panjang. Segitiga
ini memiliki dua sudut yang sama besar.
Segitiga sembarang yaitu segitiga yang ketiga sisinya berbeda panjangnya. Besar
semua sudutnya juga berbeda.
Segitiga sama sisi Segitiga sama kaki Segitiga sembarang
Menurut besar sudut terbesarnya:
Segitiga siku-siku yaitu segitiga yang salah satu besar sudutnya sama dengan 90
o
.
Sisi di depan sudut 90
o
disebut hipotenusa atau sisi miring.
Segitiga lancip yaitu segitiga yang besar semua sudut < 90
o
Segitiga tumpul yaitu segitiga yang besar salah satu sudutnya > 90
o
Segitiga siku-siku Segitiga tumpul Segitiga lancip
PSEUDO-CODE
13. PROGRAM MENGHITUNG PANGKAT
D E S K R I P S I
Kuadrat merupakan perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri. Misalnya 3 x 3 = 9
yaitu kuadrat dari 3 dan biasanya ditulis dalam bentuk 3
2
= 9.
Bila kita hafal perkalian bilangan dibawah 11, maka akan dengan mudah kita menyelesaikan
pengkuadratan bilangan dibawah 11. sedangkan untuk bilangan diatas 11 tentulah lebih sulit
mengerjakannya. Ada beberapa cara yang relatif lebih mudah untuk menyelesaikannya.
Bila Kita Memasukkan jumlah pangkat : 3
Dan Bilangan yang dipangkatkan yaitu : 2
Maka hasilnya yaitu :
23 = 2 x 2 x 2 = 8
PSEUDO-CODE
14. PROGRAM MENGHITUNG RATA-RATA
D E S K R I P S I
Mean (rata-rata) merupakan suatu ukuran pemusatan data. Mean suatu data juga merupakan
statistik karena mampu menggambarkan bahwa data ini berada pada kisaran mean data
ini . Hati-hati mean tidak dapat dipakai sebagai ukuran pemusatan untuk jenis data
nominal dan ordinal.
Lantas, bagaimana cara menentukan mean suatu data ini . Berdasarkan definisi dari mean
yaitu jumlah seluruh data dibagi dengan banyaknya data. Dengan kata lain jika kita memiliki
N data sebagai berikut maka mean data ini dapat kita tuliskan
sebagai berikut
atau
Jika Kita Memasukkan Bilangan : 2, 10, 7, 9, 4, 12
Maka Rata-rata ( 𝑥) = 2 + 10 + 7 + 9 + 4 +12
6
= 7.33
PSEUDO-CODE
15. PROGRAM TRANSPOSE MATRIK
D E S K R I P S I
Matriks yaitu susunan bilangan dalam suatu persegi panjang yang diatur berdasarkanbaris
dan kolom.Ordo atau ukuran dari suatu matriks yaitu banyak baris dan kolom dari suatu
matriksSusunan horizontal disebut dengan barisSusunan vertical disebut dengan kolom A (m
x n ) Baris Kolom Ket : Matriks A berordo m x n (m baris,n kolom)
Definisi
A 2x3 = Matriks A berodo 2 x 3 ( 2 baris, 3kolom)
Elemen baris 1 kolom 1 = 2
Elemen baris 1 kolom 2 = 4
Elemen baris 2 kolom 3 = 0
Yang dimaksud dengan Transpose dari suatu matriks yaitu mengubah komponen-komponen
dalam matriks, dari yang baris menjadi kolom, dan yang kolom di ubah menjadi baris.
Contoh :
Matriks
B = ditranspose menjadi B
T
=
Jika Jumlah baris = 3 dan Jumlah kolom = 2
Matriks
A =
3 5
6 2
4 7
ditranspose menjadi A
T
=
3 6 4
5 2 7
Rumus-rumus operasi Transpose sebagai berikut:
1.
2. dan
3. dimana k yaitu skalar
4.
PSEUDO-CODE
16. PROGRAM SEGITIGA PASCAL
D E S K R I P S I
Dalam matematik, segi tiga Pascal yaitu suatu aturan geometri pada pekali binomial dalam
sebuah segi tiga. Ia dinamakan sempena Blaise Pascal dalam kebanyakan dunia barat,
walaupun ahli matematik lain telah mengkajinya berabad-abad sebelum dia di India, Parsi,
China, dan Itali. Barisan segi tiga Pascal secara kebiasaannya dihitung bermula dengan
barisan kosong, dan nombor-nombor dalam barisan ganjil biasanya diatur supaya berkait
dengan nombor-nombor dalam barisan genap. Pembinaan mudah pada segi tiga dilakukan
dengan cara berikut. Di barisan sifar, hanya tulis nombor 1. Kemudian, untuk membina unsur-
unsur barisan berikutnya, tambahkan nombor di atas dan di kiri dengan nombor secara terus
di atas dan di kanan untuk mencari nilai baru. Jikalau nombor di kanan atau kiri tidak wujud,
gantikan suatu kosong pada tempatnya. Contohnya, nombor pertama di barisan pertama
yaitu 0 + 1 = 1, di mana nombor 1 dan 3 dalam barisan ketiga ditambahkan untuk
menghasilkan nombor 4 dalam barisan keempat.
Setiap nombor dalam segi tiga yaitu jumlah dua secara terus di atas.
Contoh :
Jika Jumlah Baris 7 Maka :
1
1 1
1 2 1
1 3 3 1
1 4 6 4 1
1 5 10 10 5 1
1 6 15 20 15 6 1 = Baris Ke - 7
PSEUDO-CODE
