Php dasar tutorial 2

 





"i lebih kecil dari 3 tapi tidak negatif"; 

           break; 

case 3: 

           echo "i sama dengan 3"; 

?> 

 

 

Nah… berikutnya, saya akan coba berikan contoh pemakaian  SWICTH dalam studi 

kasus. Studi kasus yang saya ambil di sini adalah bagaimana menampilkan nama bulan 

sekarang (current month) dalam bahasa Indonesia.  

Adapun ide penyelesaian dari studi kasus ini  adalah sebagai berikut : 

Langkah pertama kita harus tahu bulan sekarang. Untuk mengetahui nama bulan 

sekarang, kita bisa memakai  function date("n") dalam PHP. Function ini  akan 

menghasilkan bilangan bulat 1-12 yang mencerminkan angka bulan sekarang.  

Trus… apakah Anda sudah punya ide berikutnya? Angka-angka ini  mau diapain? … 

Yes… Good idea.  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 55

Langkah kedua, dari angka bulan yang telah diperoleh ini  lalu  kita 

nyatakan ke dalam bahasa Indonesia. Bagaimana menyatakannya? Ya… caranya kita 

gunakan logika seperti ini:  

Jika angka bulan sama dengan 1, maka nama bulannya ‘Januari’. Jika angka bulan sama 

dengan 2, maka bulannya ‘Pebruari’ dan seterusnya.  

Untuk mengimplementasikan logika di atas, kita harus memakai  pernyataan 

kondisional. Apakah kita bisa memakai  SWITCH? Oh… tentu bisa, sebab  operasi 

perbandingan yang digunakan adalah ’sama dengan’. Sehingga bentuk script PHP nya 

untuk menampilkan nama bulan dalam bahasa Indonesia adalah sbb: 

<?php 

  

$angkaBln = date("n"); 

  

switch($angkaBln) 

case 1 : $namaBln = "Januari"; 

         break; 

case 2 : $namaBln = "Pebruari"; 

         break; 

case 3 : $namaBln = "Maret"; 

         break; 

case 4 : $namaBln = "April"; 

         break; 

case 5 : $namaBln = "Mei"; 

         break; 

case 6 : $namaBln = "Juni"; 

         break; 

case 7 : $namaBln = "Juli"; 

         break; 

case 8 : $namaBln = "Agustus"; 

         break; 

case 9 : $namaBln = "September"; 

         break; 

case 10: $namaBln = "Oktober"; 

         break; 

case 11: $namaBln = "Nopember"; 

         break; 

case 12: $namaBln = "Desember"; 

         break; 

  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 56

echo "Nama bulan sekarang adalah : ".$namaBln; 

  

?> 

 

Selain memakai  date(”n”); untuk mengetahui bulan sekarang, kita juga bisa 

memakai  date(”M”). pemakaian  date(”M”) ini akan menghasilkan nama bulan 

akan tetapi dalam 3 huruf depan saja, misalnya ‘Jan’, ‘Feb’, ‘Mar’, ‘Apr’, … , ‘Dec’. 

jika  kita memakai  function date(”M”) ini, maka scriptnya menjadi 

 

<?php 

  

$bln = date("M"); 

  

switch($bln) 

case "Jan" : $namaBln = "Januari"; 

                   break; 

case "Feb" : $namaBln = "Pebruari"; 

                     break; 

case "Mar" : $namaBln = "Maret"; 

                     break; 

case "Apr" : $namaBln = "April"; 

                    break; 

case "May" : $namaBln = "Mei"; 

                     break; 

case "Jun" : $namaBln = "Juni"; 

                    break; 

case "Jul" : $namaBln = "Juli"; 

                   break; 

case "Aug" : $namaBln = "Agustus"; 

                     break; 

case "Sep" : $namaBln = "September"; 

                    break; 

case "Oct" : $namaBln = "Oktober"; 

                    break; 

case "Nov" : $namaBln = "Nopember"; 

                    break; 

case "Dec" : $namaBln = "Desember"; 

                   break; 

  

echo "Nama bulan sekarang adalah : ".$namaBln; 

  

?> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 57

 

Perhatikan script di atas ! sebab  value yang akan dicocokkan berupa string, maka setiap 

value pada option CASE diapit tanda petik 

 

Catatan: 

Perintah date() merupakan salah satu function. Apa itu function?, selain date() apakah 

ada function yang lain? Dan bagaimana cara membuat function, semuanya akan 

dijelaskan lebih lanjut di bab yang lain.  

 

Tugas Untuk Anda 

 

1. Misalkan diberikan script berikut ini 

 

<?php 

 

$bil = 10; 

 

switch ($bil) 

case 5           : echo "Bilangan sama dengan 5 <br />"; 

                       break; 

case 8           : echo "Bilangan sama dengan 8 <br />"; 

                       break; 

case 10         : echo "Bilangan sama dengan 10 <br />"; 

case 12         : echo "Bilangan sama dengan 12 <br />"; 

default          : echo "Bilangan tidak sama dengan 5, 8, 10 dan 12 <br />"; 

                       break;  

 

?> 

 

Dengan tanpa menjalankan script di browser, coba tebak kira-kira apa outputnya 

hayoo?? Bila sudah, coba bandingkan hasilnya bila dijalankan di browser. 

lalu  simpulkan! 

 

2. Kerjakan kembali soal no. 6 Modul 7. Gunakan konsep SWITCH! 

Keterangan: 

Gunakan komponen radiobutton dalam memilih golongan gaji. 

3. Kerjakan kembali soal no. 2 Modul 7 memakai  konsep SWITCH 

4. Dengan memakai  konsep SWITCH, buatlah script untuk membaca bulan 

saat ini dan tampilkan jumlah hari dalam bulan ini . 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 58

5. Buatlah aplikasi sederhana untuk menghitung luas beberapa bangun datar. 

Pertama buat halaman index.php yang isinya menu pilihan berbentuk 

radiobutton atau combobox yang itemnya sbb: 

 

- Bujur sangkar 

- Persegi panjang 

- Lingkaran 

- Segitiga 

 

Dan sebuah tombol submit di bawah pilihan menu ini .  

 

Misalkan jika  user memilih menu Bujur Sangkar dan ia mengklik submit, 

maka nantinya akan muncul form untuk mengisikan panjang sisi bujur sangkar 

dan sebuah tombol submit. Jika tombol submit ini diklik maka lalu  akan 

muncul hasil luasnya. lalu  bila user memilih Persegi Panjang dalam 

menunya dan ia mengklik submit maka akan muncul form untuk mengisikan 

panjang dan lebar persegi panjang serta sebuah tombol submit. Bila tombol ini 

diklik maka akan memunculkan hasil luas persegi panjang. Begitu seterusnya….  

 

Paham kan? Ya… sambil mengingat-ingat pelajaran di SD ☺ 

 

Catatan: Gunakan konsep SWITCH dalam menerapkan pemilihan menunya. 

 

 

 

 

 

 

Statement FOR 

 

Statement ini merupakan salah satu statement yang dapat digunakan untuk 

menyatakan proses yang diulang-ulang atau looping.  

 

Tentu kita tahu, bahwa suatu saat looping itu harus berhenti sebab  tidak mungkin tidak 

pernah berhenti ☺ Nah.. berdasarkan hal ini , ada  2 kondisi yang dapat 

menghentikan looping ini . Coba perhatikan 2 pernyataan sehari-hari berikut ini: 

 

Hari ini saya makan bakso 10 kali. 

Hari ini saya terus makan bakso sampai saya kenyang. 

 

Kedua pernyataan di atas sama-sama mengandung proses yang diulang-ulang yaitu 

‘makan bakso’. Namun proses ‘makan bakso’ dari kedua pernyataan ini  berbeda 

cara berhentinya. Pernyataan pertama menunjukkan bahwa ‘makan bakso’ akan 

diulang-ulang sampai dengan 10 kali. Setelah sampai 10 kali, maka ‘makan bakso’ ini 

akan berhenti. Sedangkan pernyataan yang kedua, dalam hal ini jumlah berapa kali 

makan bakso tidak diketahui, namun yang diketahui hanyalah syarat kapan perulangan 

ini akan berhenti yaitu ketika ‘sudah kenyang’. 

 

Kedua bentuk looping berdasarkan kapan berhentinya di atas diadopsi ke dalam konsep 

pemrograman. Dalam pemrograman, khususnya PHP, nantinya juga akan dijumpai 

bentuk-bentuk perulangan ini .  

 

Untuk menyatakan looping yang telah diketahui jumlah perulangannya, kita bisa 

memakai  statement FOR atau WHILE.  

 

Sedangkan bila perulangannya tidak diketahui jumlah perulangannya atau hanya 

diketahui kondisi kapan dia harus berakhir maka bisa digunakan WHILE. 

 

Dalam bab ini kita akan bahas terlebih dahulu statement FOR. 

 

Sintaks statement FOR adalah sebagai berikut 

 

for (variabel = nilaiawal; variabel operatorlogika nilaiakhir; increment) 

     Proses yang diulang 

}  

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 60

Variabel yang digunakan pada FOR di atas, dinamakan variabel counter atau pencacah.  

 

Contoh: 

 

Script berikut ini akan menghasilkan teks heading mulai dari heading 1, 2 s/d 5. 

 

<?php 

 

$teks = "Hello World"; 

 

for ($a = 1; $a <= 5; $a++)  

   echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">";  

 

?> 

 

Hasil output di atas adalah: 

 

 

 

Pada for di atas, variabel counternya dalam hal ini adalah $a. Nilai $a ini memiliki nilai 

awal sama dengan 1. lalu  operator increment (kenaikan) yang digunakan adalah 

$a++ atau $a = $a + 1 (kenaikannya satu) dan nilai akhir untuk $a adalah sama dengan 5. 

 

Perhatikan proses loopingnya sebagai berikut: 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 61

• $a = 1 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h1>Hello World</h1>" 

• $a = 2 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h2>Hello World</h2>" 

• $a = 3 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h3>Hello World</h3>" 

• $a = 4 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h4>Hello World</h4>" 

• $a = 5 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h5>Hello World</h5>" 

• $a = 6 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a <= 5), sehingga 

perulangan berhenti. 

 

Catatan: 

Operator increment tidak harus memakai  kenaikan 1, contoh 

 

<?php 

 

$teks = "Hello World"; 

 

for ($a = 1; $a <= 10; $a+=2)  

   echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">";  

 

?> 

 

Pada contoh di atas, increment yang digunakan adalah kenaikan 2 ($a += 2). Adapun 

prosesnya adalah: 

 

• $a = 1 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h1>Hello World</h1>" 

• $a = 3 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h3>Hello World</h3>" 

• $a = 5 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h5>Hello World</h5>" 

• $a = 7 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h7>Hello World</h7>" 

• $a = 9 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h9>Hello World</h9>" 

• $a = 11 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a <= 10), sehingga 

perulangan berhenti. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 62

Catatan: 

Nilai awal variabel counter tidak harus dimulai dari 1, tapi boleh dari bilangan yang lain. 

 

Catatan: 

Selain operator increment, kita juga bisa memakai  operator decrement (turun) 

Contohnya 

 

<?php 

 

$teks = "Hello World"; 

 

for ($a = 10; $a > 5; $a--)  

   echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">";  

 

?> 

 

Contoh di atas memakai  decrement $a-- (nilainya turun 1). Berikut ini prosesnya: 

 

• $a = 10 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h10>Hello World</h10>" 

• $a = 9 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h9>Hello World</h9>" 

• $a = 8 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h8>Hello World</h8>" 

• $a = 7 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h7>Hello World</h7>" 

• $a = 6 dalam hal ini masih memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga lakukan  

echo "<h".$a.">".$teks."</h".$a.">"; atau mencetak "<h6>Hello World</h6>" 

• $a = 5 dalam hal ini sudah tidak memenuhi kondisi ($a > 5), sehingga perulangan 

berhenti. 

 

Anda juga bisa memakai  operator decrement yang lain selain $a--, misalkan $a -= 2, 

$a -= 3, dst. 

 

FOR di dalam FOR (nested FOR) 

 

Statement FOR dapat terletak di dalam sebuah FOR, seperti contoh berikut ini 

 

<?php 

 

for ($a = 1; $a < =3; $a++)  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 63

    for ($b = 1; $b <= 2; $b++) 

    { 

          echo  "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />"; 

    } 

 

?> 

 

Contoh di atas disebut juga “nested FOR tingkat 2”.  

Proses yang terjadi pada script di atas adalah sbb: 

 

• $a = 1 (masih memenuhi $a < =3), maka lakukan for yang terletak di dalam 

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 1 Nilai b = 1" 

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 1 Nilai b = 2" 

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP 

• $a = 2 (masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam 

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 2 Nilai b = 1" 

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 2 Nilai b = 2" 

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP 

• $a = 3 (masih memenuhi $a <= 3), maka lakukan for yang terletak di dalam 

o $b = 1 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 3 Nilai b = 1" 

o $b = 2 (masih memenuhi $b <= 2) maka cetak "Nilai a = 3 Nilai b = 2" 

o $b = 3 (tidak memenuhi $b <= 2), maka STOP 

• $a = 4 (tidak memenuhi $a <= 3), maka STOP 

 

Dengan demikian script di atas akan menghasilkan output 

 

Nilai a = 1 Nilai b = 1 

Nilai a = 1 Nilai b = 2 

Nilai a = 2 Nilai b = 1 

Nilai a = 2 Nilai b = 2 

Nilai a = 3 Nilai b = 1 

Nilai a = 3 Nilai b = 2 

 

FOR juga dapat tersusun 3 tingkat atau lebih sesuai kebutuhan yang diinginkan 

programmer. 

 

Contoh-contoh script memakai  FOR: 

 

A. Script PHP untuk menampilkan bilangan bulat 5 s/d 100 yang berkelipatan 10 

 

Konsep untuk menampilkan bilangan bulat ini  kita bisa memakai  

looping. Looping dimulai dari bilangan 5, 6, 7, dst sampai dengan 100. Untuk 

setiap bilangan nantinya kita cek apakah dia kelipatan 10 atau tidak (kita 

gunakan IF). Jika bilangan tsb merupakan kelipatan 10, maka kita tampilkan. 

Sedangkan jika tidak, maka abaikan. Berikut ini script PHP nya 

 

<?php 

 

for ($bil = 5; $bil <= 100; $bil++) 

    if ($bil % 10 == 0) echo $bil. "<br />"; 

}  

 

?> 

 

 

B. Script PHP untuk menjumlahkan bilangan bulat 2 s/d 50 

 

Yang dimaksud menjumlahkan di sini adalah kita mencari hasil dari 2 + 3 + 4 + 5 + 

… + 50 

 

Wah… gimana konsepnya nih? Gampang… konsepnya adalah kita ambil suatu 

variabel sembarang terlebih dahulu, misalkan namanya ‘jumlah’. Nah… pertama-

tama ‘jumlah’ ini bernilai 0. lalu  kita jumlahkan ‘jumlah’ dengan bilangan 

pertama yaitu 2, dan hasilnya kita simpan ke dalam ‘jumlah’ yang baru. Sehingga 

nilai ‘jumlah’ sekarang adalah 0 + 2 = 2. Trus… kita jumlahkan lagi ‘jumlah’ 

dengan bilangan kedua yaitu 3. Dan lagi-lagi hasilnya kita simpan dalam ‘jumlah’ 

lagi. Sehingga hasil ‘jumlah’ yang baru adalah 2 + 3 = 5. Berikutnya ‘jumlah’ kita 

jumlahkan lagi dengan bilangan ketiga yaitu 4, dan diperoleh ‘jumlah’ = 5 + 4 = 9. 

Proses ini berlanjut sampai dengan 50.  

 

Nah…  konsep di atas bisa kita terapkan ke dalam suatu proses looping, sebab  di 

dalamnya ada  proses yang diulang-ulang yaitu proses penjumlahan antara 

‘jumlah’ dengan bilangan. 

 

<?php 

 

$jumlah = 0; 

for ($bil = 2; $bil <= 50; $bil++) 

     $jumlah = $jumlah + $bil; 

 

echo  "Hasilnya adalah ".$jumlah; 

 

?> 

 

C. Script PHP untuk mencari banyaknya bilangan bulat mulai dari 3 s/d 127 yang 

merupakan kelipatan 6. 

 

Konsep untuk membuat script ini, mirip dengan A dan B. Dalam hal ini kita harus 

mengecek untuk setiap bilangan apakah dia merupakan kelipatan 6 atau tidak. 

Jika ya, maka dia ikut dihitung. Jika tidak, maka dia diabaikan. 

 

<?php 

$hitung = 0; 

 

for ($bil = 3; $bil <= 127; $bil++) 

     if ($bil % 6 == 0) $hitung = $hitung + 1; 

 

echo "Banyaknya bilangan bulat adalah ".$hitung;  

?> 

 

D. Script PHP untuk membuat tabel dengan n baris dan m kolom secara otomatis 

 

Nah… untuk kasus yang satu ini, kita harus tahu tag untuk membuat tabel 

terlebih dahulu. Tentu kita tahu bahwa tag untuk membuat tabel dengan 3 baris 

2 kolom misalnya, adalah sebagai berikut: 

 

<table border="1"> 

    <tr><td>…</td><td>… </td></tr> 

    <tr><td>…</td><td>… </td></tr> 

    <tr><td>…</td><td>… </td></tr> 

</table> 

 

Perhatikan baik-baik tag di atas. Untuk membuat tabel di atas, tag <td>..</td> 

dalam satu baris ditulis 2 kali (sesuai jumlah kolom yang diinginkan). Sedangkan 

<tr> dan </tr> ditulis 3 kali (sesuai jumlah baris yang diinginkan). 

 

Konsep untuk membuat script PHP yang bisa mengenerate tabel dengan n baris 

dan m kolom secara otomatis adalah sebagai berikut.  

 

Kita membuat baris pertama <tr> terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan 

membuat kolom <td>..</td> sebanyak jumlah kolom. Setelah selesai membuat 

kolom, ditutup dengan </tr>. Baris pertama selesai. Berikutnya buat baris ke 

dua. Pertama kita juga buat <tr>, lalu dilanjutkan dengan <td>…</td> sebanyak 

jumlah kolom dan diakhiri dengan </tr>. Nah.. proses ini diulang terus sampai 

dengan jumlah baris. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 66

 

jika  kita lihat konsep di atas, maka dapat kita lihat ada  dua proses 

perulangan yaitu untuk membuat baris dan kolomnya. Sehingga dalam hal ini 

kita gunakan FOR di dalam FOR (nested FOR tingkat 2) 

 

<?php 

 

$jumBaris = 10; 

$jumKolom = 6; 

 

echo "<table border=’1’>"; 

 

for ($baris = 1; $baris <= $jumBaris; $baris++) 

     echo "<tr>"; 

     for ($kolom = 1; $kolom <= $jumKolom; $kolom++) 

     { 

          echo"<td>…</td>"; 

     } 

     echo "</tr>"; 

 

echo "</table>"; 

?> 

 

E. Script PHP untuk menghasilkan list combo box berisi tahun mulai 1930 s/d 2008 

secara otomatis 

 

Anda mau membuat combo box berisi pilihan tahun 1930 s/d 2008? Jika secara 

manual, maka Anda harus membuat tag seperti di bawah ini 

 

 

<select name="tahun"> 

   <option value="1930">1930</option> 

   <option value="1931">1931</option> 

   <option value="1932">1932</option> 

   <option value="1933">1933</option> 

   <option value="1934">1934</option> 

   . 

   . 

</select> 

 

Hwaduh… panjang banget yah… !!! Males dah… Eh, ngapain gak coba pakai 

looping saja? Kan bisa cepet? 

 

<?php 

 

echo "<select name=’tahun’>"; 

 

for ($tahun = 1930; $tahun <= 2008; $tahun++) 

    echo "<option value=’".$tahun."’>".$tahun."</option>"; 

echo "</select>"; 

?> 

 

 

Tugas Untuk Anda 

 

1. Tentu Anda mengenal syair lagu anak-anak berikut ini: 

 

Anak ayam turun 10 

Anak ayam turun 10, mati satu tinggal 9 

Anak ayam turun 9, mati satu tinggal 8 

Anak ayam turun 8, mati satu tinggal 7 

Anak ayam turun 7, mati satu tinggal 6 

Anak ayam turun 6, mati satu tinggal 5 

Anak ayam turun 5, mati satu tinggal 4 

Anak ayam turun 4, mati satu tinggal 3 

Anak ayam turun 3, mati satu tinggal 2 

Anak ayam turun 2, mati satu tinggal 1 

Anak ayam turun 1, mati satu tinggal induknya 

 

Nah.. coba buatlah script PHP untuk mengenerate syair lagu anak ayam ini  

untuk jumlah anak ayam mula-mula adalah N. Buatlah form untuk memasukkan 

sembarang nilai N ini, setelah itu tekan SUBMIT. lalu  akan muncul baris 

syair seperti di atas.  

 

Contoh di atas hanyalah untuk N = 10. 

 

2. Seorang nasabah bank, mula-mula memiliki saldo awal Rp. 1.000.000,- di suatu 

bank X. Bank ini  memiliki kebijakan memberikan bunga 3%  jika besar saldo 

kurang dari Rp. 1.100.000,- dan 4% bila saldo lebih besar atau sama dengan Rp. 

1.100.000,- . Perhitungan bunga dihitung dari besar saldo terakhir. Selain itu di 

setiap bulannya nasabah dikenai biaya administrasi Rp. 9.000,-. Buatlah script 

PHP untuk menentukan saldo akhir setelah N bulan. 

 

Keterangan: 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 68

Buatlah form untuk mengisikan saldo awalnya dan N (jangka waktu tabungan). 

 

3. Dengan memakai  script PHP, buatlah tampilan daftar perkalian berikut ini 

memakai  looping 

 

1 x 1 = 1 

1 x 2 = 2 

1 x 3 = 3 

1 x 4 = 4 

1 x 10 = 10 

2 x 1 = 2 

2 x 2 = 4 

2 x 10 = 20 

10 x 10 = 100 

 

Petunjuk : Gunakan nested FOR 2 tingkat 

 

4. Buatlah script PHP untuk menampilkan formasi bintang seperti berikut ini 

 

* * 

* * * 

* * * * 

 

Formasi bintang di atas untuk N = 4 

 

Terlebih dahulu Anda harus membuat form untuk menerima input sembarang N 

dan script Anda harus menampilkan formasi bintang N ini . 

 

Petunjuk:  

 

• Coba kaitkan antara jumlah bintang untuk setiap barisnya dengan urutan 

barisnya. 

• Gunakan nested FOR 2 tingkat 

 

5. Dengan memakai  script PHP, tampilkan semua pasangan nilai x, y dan z 

yang memenuhi persamaan x + y + z = 25, dengan x, y, dan z adalah bilangan asli. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 69

Serta tampilkan pula banyaknya pasangan x, y, dan z yang memenuhi persaman 

ini  

 

Contoh tampilan: 

 

x = 1, y = 1, z = 23 

x = 1, y = 2, z = 22 

x = 1, y = 3, z = 21 

 

Jumlah penyelesaian : … 

 

Petunjuk: 

 

• Tentukan dahulu nilai-nilai yang mungkin dari x, y , dan z. Berapa nilai 

minimum yang mungkin dari ketiganya, dan berapa maksimumnya.  

• Gunakan nested FOR 3 tingkat 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Statement WHILE 

 

 

Pada bab 9, Anda sudah mempelajari bentuk perulangan FOR. Masihkah Anda ingat 

kapan kita harus memakai  perulangan FOR? Yup… ketika kita tahu jumlah 

perulangannya. 

 

Nah… pada bab 10 ini, kita akan membahas tentang perulangan WHILE. Seperti halnya 

FOR, statement WHILE ini juga dapat digunakan untuk menyatakan perulangan yang 

telah diketahui jumlah perulangan ini  harus dilakukan. Namun… tidak hanya itu, 

WHILE juga dapat digunakan untuk menyatakan perulangan jika jumlah perulangannya 

tidak diketahui. 

 

Dari pernyataan di atas, dapat kita simpulkan bahwa setiap bentuk perulangan FOR pasti 

dapat juga dinyatakan ke dalam bentuk WHILE. Namun… tidak berlaku kebalikannya, 

bahwa tidak semua bentuk WHILE dapat dinyatakan ke dalam FOR. Nanti akan kita lihat 

contohnya. 

 

OK… bentuk umum statement WHILE adalah sbb: 

 

while (syarat) 

     // bagian yang diulang 

}   

 

Perhatikan bentuk umum WHILE di atas! Sebelum menuju bagian yang diulang, di 

atasnya ada  syarat. Syarat inilah yang menentukan apakah bagian yang diulang 

akan dijalankan atau tidak. Selama syarat ini dipenuhi atau bernilai BENAR, maka bagian 

yang diulang akan terus dijalankan. jika  suatu saat syarat sudah tidak terpenuhi lagi 

atau bernilai SALAH maka perulangan berhenti. 

 

Contoh: Script berikut ini akan menampilkan bilangan 1 s/d 3 

 

<?php 

 

$bil = 1; 

while ($bil <= 3) 

    echo $bil. "<br />"; 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 71

    $bil++; 

}  

?> 

 

Sekarang kita analisis prosesnya… 

 

Nilai awal dari $bil adalah 1. lalu  ada  while dengan syarat $bil <= 3. Nah.. 

jika  dicek syaratnya, maka dalam hal ini syarat bernilai BENAR sebab  1 <= 3, 

sehingga sekarang menuju ke bagian yang diulang. Di dalam bagian yang diulang 

ada  echo $bil, sehingga di browser akan tampil bilangan 1. Berikutnya nilai $bil 

bertambah menjadi 2 ($bil++).  

 

Kembali lagi syaratnya dicek, dalam hal ini masih bernilai BENAR sebab  2 <= 3. 

Akibatnya proses sekarang menuju kembali ke bagian yang diulang, yaitu tampilkan $bil 

(muncul bilangan 2 dalam browser) dan $bil bertambah satu menjadi 3.  

 

lalu  dicek kembali syaratnya apakah $bil <= 3 dan ternyata BENAR sebab  3 <= 3. 

sebab  syaratnya BENAR maka tampilkan $bil, sehingga muncul bilangan 3 di browser 

dan $bil bertambah satu menjadi 4. 

 

Lagi-lagi di cek syaratnya apakah $bil <= 3. Nah.. sekarang syarat bernilai SALAH sebab  

4 <= 3 tidak berlaku. Dengan demikian perulangan berhenti. Sehingga bilangan yang 

tampil secara keseluruhan adalah  

 

 

Sekarang.. coba kita bandingkan dengan FOR. Script berikut ini juga akan menampilkan 

bilangan 1 s/d 3. 

 

<?php 

 

for ($bil = 1; $bil <= 3; $bil++) 

   echo $bil. "<br />"; 

}  

 

?> 

 

Kedua script di atas akan ekuivalen. 

 

Kembali lagi pada script PHP untuk menampilkan bilangan 1 s/d 3 memakai  WHILE. 

Sekarang misalkan ditambahkan perintah berikut ini 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 72

<?php 

 

$bil = 1; 

while ($bil <= 3) 

    echo $bil. "<br />"; 

    $bil++; 

}  

echo "Nilai bil sekarang adalah:".$bil; 

?> 

 

Dengan tanpa menjalankannya di browser, menurut Anda kira-kira perintah yang diberi 

warna biru ini  akan menampilkan apa hayoo..?? apakah 3 atau berapa? 

 

Bagi yang menjawab 3… Anda SALAH.  

 

Bagi yang menjawab 4… OK Anda benar. 

 

Lho kok bisa? Padahal pada syarat while tertulis $bil <= 3. Ya.. Anda benar, tapi coba  

lihat kembali analisis yang pernah kita singgung di atas. Nilai terakhir $bil ketika dalam 

perulangan WHILE adalah 4. Ketika $bil = 4 inilah yang menyebabkan perulangan WHILE 

berhenti. Dengan demikian, nilai $bil pada dasarnya sudah berubah menjadi 4 sehingga 

setelah WHILE selesai, dan ditampilkan nilai $bil nya maka akan tampil 4. 

 

Sekarang… mari kita tinjau contoh script WHILE berikutnya. Script berikut ini akan 

menampilkan bilangan random/acak 0 s/d 10 (memakai  function rand()). Proses 

pengacakan ini akan terus dilakukan selama bilangan acak yang terpilih tidak sama 

dengan 0. 

 

<?php 

 

$bil = rand(0, 10); 

 

while ($bil != 0) 

   echo $bil."<br />"; 

   $bil = rand(0, 10); 

 

?> 

 

Nah… dari contoh kasus di atas, tentu kita tahu bahwa jumlah perulangan dalam hal ini 

tidak diketahui. Perulangan ini  hanya diketahui kapan perulangan harus berhenti, 

yaitu ketika bilangan acak yang terpilih sama dengan 0. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 73

 

Catatan: output yang tampil akan berubah-ubah setiap kali di REFRESH 

 

Trus… kira-kira bisa tidak jika  kita terapkan perulangan WHILE di atas ke dalam 

bentuk FOR? Sebenarnya dalam PHP bisa dilakukan, namun hal ini tidak berlaku di 

semua bahasa pemrograman, misalnya dalam PASCAL (mungkin Anda pernah dengar 

namanya). 

 

Oleh sebab  itu secara umum saya bisa katakan bahwa tidak semua bentuk WHILE dapat 

dinyatakan ke bentuk FOR. jika  Anda menjumpai bentuk perulangan yang tidak 

diketahui jumlah perulangannya, maka saya sarankan gunakanlah WHILE. 

 

WHILE di dalam WHILE (nested WHILE) 

 

Seperti halnya FOR, statement WHILE juga dapat terletak di dalam sebuah WHILE, 

seperti contoh berikut ini 

 

<?php 

 

$a = 1; 

while ($a <= 3) 

     $b = 1; 

     while ($b <= 2) 

     { 

          echo  "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />"; 

          $b++; 

     } 

     $a++; 

}  

 

?> 

 

Script di atas ekuivalen dengan script nested FOR berikut ini 

 

<?php 

 

for ($a = 1; $a < =3; $a++)  

    for ($b = 1; $b <= 2; $b++) 

    { 

          echo  "Nilai a = ".$a. " Nilai b = ".$b. "<br />"; 

    } 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 74

 

?> 

 

 

Contoh-contoh script memakai  WHILE: 

 

Contoh-contoh script berikut ini mengadopsi kasus yang ada di modul 9 (tentang FOR) 

 

A. Script PHP untuk menampilkan bilangan bulat 5 s/d 100 yang berkelipatan 10 

 

<?php 

 

$bil = 5; 

 

while ($bil <= 100) 

    if ($bil % 10 == 0) echo $bil. "<br />"; 

    $bil++; 

}  

 

?> 

 

 

B. Script PHP untuk menjumlahkan bilangan bulat 2 s/d 50 

 

<?php 

 

$jumlah = 0; 

$bil = 2; 

 

while ($bil <= 50) 

     $jumlah = $jumlah + $bil; 

     $bil++; 

 

echo  "Hasilnya adalah ".$jumlah; 

 

?> 

 

 

 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 75

C. Script PHP untuk mencari banyaknya bilangan bulat mulai dari 3 s/d 127 yang 

merupakan kelipatan 6. 

 

 

<?php 

$hitung = 0; 

$bil = 3; 

 

while ($bil <= 127) 

     if ($bil % 6 == 0) $hitung = $hitung + 1; 

     $bil++; 

 

echo "Banyaknya bilangan bulat adalah ".$hitung;  

?> 

 

D. Script PHP untuk membuat tabel dengan n baris dan m kolom secara otomatis 

 

<?php 

 

$jumBaris = 10; 

$jumKolom = 6; 

 

echo "<table border=’1’>"; 

 

$baris = 1; 

 

while ($baris <= $jumBaris) 

     echo "<tr>"; 

     $kolom = 1; 

     while ($kolom <= $jumKolom) 

     { 

          echo"<td>…</td>"; 

          $kolom++; 

     } 

     echo "</tr>"; 

     $baris++; 

 

echo "</table>"; 

?> 

 

E. Script PHP untuk menghasilkan list combo box berisi tahun mulai 1930 s/d 2008 

secara otomatis 

 

<?php 

 

echo "<select name=’tahun’>"; 

 

$tahun = 1930; 

 

while ($tahun <= 2008) 

    echo "<option value=’".$tahun."’>".$tahun."</option>"; 

    $tahun++; 

echo "</select>"; 

?> 

 

 

Tugas Untuk Anda 

 

1. Pandang kembali contoh script B (untuk menjumlahkan bilangan bulat 2 s/d 50) 

dalam bab ini. lalu  saya ubah sedikit scriptnya menjadi seperti di bawah 

ini.  

 

<?php 

 

$jumlah = 0; 

$bil = 2; 

 

while ($bil <= 50) 

     $bil++; 

     $jumlah = $jumlah + $bil; 

 

echo  "Hasilnya adalah ".$jumlah; 

 

?> 

 

Pada script di atas, saya hanya membalik urutan 2 perintah yang saya blok hitam 

(bold). Dengan tanpa menjalankan scriptnya, coba analisislah script di atas, kira-

kira hasilnya sama tidak dengan script pada contoh B ini ? Jika tidak sama, 

jelaskan alasannya! 

 

2. Kerjakan kembali soal nomor 1, pada bab 9 memakai  WHILE 

3. Kerjakan kembali soal nomor 2, pada bab 9 memakai  WHILE 

4. Kerjakan kembali soal nomor 3, pada bab 9 memakai  WHILE 

5. Kerjakan kembali soal nomor 4, pada bab 9 memakai  WHILE 

6. Kerjakan kembali soal nomor 5, pada bab 9 memakai  WHILE 

7. Buatlah script PHP memakai  WHILE untuk menampilkan formasi bintang 

seperti berikut ini 

 

* * * * 

* * * 

* * 

 

Formasi bintang di atas untuk N = 4 

 

Terlebih dahulu Anda harus membuat form untuk menerima input sembarang N 

dan script Anda harus menampilkan formasi bintang N ini . 

 

8. Buatlah script PHP memakai  WHILE untuk menampilkan formasi bintang 

seperti berikut ini 

 

* * 

* * * 

* * * * 

* * * 

* * 

 

Formasi bintang di atas untuk N = 4 

 

Terlebih dahulu Anda harus membuat form untuk menerima input sembarang N 

dan script Anda harus menampilkan formasi bintang N ini . 

 

 


Teknik Modularitas 

 

Konsep modularitas dalam programming diperlukan untuk mempermudah dalam 

pengorganisasian script/program. Adapun prinsip dari konsep ini adalah meletakkan 

beberapa perintah yang menjalankan suatu tugas khusus ke dalam modul atau file script 

tersendiri. Setiap kali modul ini  dibutuhkan, kita hanya menyisipkan modul 

ini  ke dalam script yang sedang dibuat dengan cara memanggilnya. 

 

Adapun cara memanggil modul dengan memakai  perintah  

 

include "namafilemodul"; 

 

Perhatikan gambaran pemakaian  konsep modularitas berikut ini: 

 

Misalkan Anda membuat modul dan disimpan dalam script bernama modulku.php. 

lalu  Anda sedang membuat script tertentu katakanlah diberinama file 

scriptku.php. Kebetulan dalam scriptku.php Anda membutuhkan modulku.php, maka 

skema yang terjadi adalah: 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari skema di atas, jelas tampak bahwa bila Anda memberikan perintah  

include "modulku.php"; dalam scriptku.php, maka akan identik dengan bila Anda 

menyisipkan script yang ada dalam modulku.php ke dalam scriptku.php secara manual. 

 

 

modulku.php 

 

 

scriptku.php 

 

include "modulku.php"; 

 

scriptku.php 

 

 

 

 

modulku.php 

Contoh: 

 

Dalam contoh ini kita akan memakai  konsep modularitas untuk membuat script 

operasi aritmatika penjumlahan dan pengurangan dari 2 buah bilangan. Untuk input 

bilangannya disimpan dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan bilangan.php. 

lalu  modul ini akan diincludekan ke dalam script penjumlahan dan pengurangan. 

 

bilangan.php 

 

<?php 

 

$bil1 = 10; 

$bil2 = -5; 

 

?> 

 

jumlah.php 

 

<?php 

 

include "bilangan.php"; 

 

$hasil = $bil1 + $bil2; 

echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;  

 

?> 

 

Bentuk script jumlahkan.php di atas akan identik dengan script berikut ini 

 

<?php 

 

$bil1 = 10; 

$bil2 = -5; 

 

$hasil = $bil1 + $bil2; 

echo "Hasil penjumlahannya adalah : ".$hasil;  

 

?> 

 

kurang.php 

 

<?php 

 

include "bilangan.php"; 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 80

 

$hasil = $bil1 - $bil2; 

echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;  

 

?> 

  

Script kurang.php di atas akan identik dengan 

 

<?php 

 

$bil1 = 10; 

$bil2 = -5; 

 

$hasil = $bil1 - $bil2; 

echo "Hasil pengurangannya adalah : ".$hasil;  

 

?> 

 

Penerapan Teknik Modularitas  

 

Teknik modularitas dapat dipergunakan dalam pengaturan layout halaman web supaya 

lebih mudah. Sebelum Anda mengenal teknik modularitas, apa yang Anda lakukan bila 

diminta membuat halaman web sejumlah 20 buah dengan desain layout yang sama, 

namun kontennya berbeda? Tentu Anda akan membuat satu buah desain template 

untuk layout, lalu Anda tinggal mengganti kontennya saja.  

 

OK.. itu mudah, namun bagaimana seandainya dari 20 buah halaman web ini  Anda 

ingin ubah desainnya? Tentu Anda harus mengubah semua halaman satu persatu. 

Bagaimana bila ada  100 buah halaman web dan kesemuanya Anda ingin ubah 

desainnya? Wah repot ya kalau satu persatu. 

 

Nah… di sinilah kita akan gunakan teknik modularitas. Dengan teknik modularitas ini, 

Anda dapat mengubah desain layout dari banyak halaman web dengan satu langkah saja 

secara cepat. 

 

Perhatikan contoh berikut ini: 

 

Misalkan kita buat desain layout untuk halaman web kita sebagai berikut: 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Halaman Webku</title> 

   </head> 

   <body background="yellow"> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 81

      <h1><font face="arial">…</font></h1> 

      <p><font face="verdana"> … </font></p> 

   </body> 

</html>   

 

Nah… misalkan kita akan membuat 3 halaman web memakai  layout di atas. Maka 

caranya, kita cari blok dalam HTML layout yang nantinya akan diisi dengan konten yang 

berbeda-beda untuk masing-masing halaman. 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Halaman Webku</title> 

   </head> 

   <body bgcolor="yellow"> 

      <h1><font face="arial">…</font></h1> 

      <p><font face="verdana"> … </font></p> 

   </body> 

</html> 

 

Keterangan: 

Bagian yang diblok di atas merupakan bagian tag yang nantinya akan diisi dengan 

konten yang berbeda-beda untuk setiap halamannya. 

 

Langkah lalu , kita pindahkan tag HTML mulai bagian paling atas dari layout 

sampai dengan sebelum tag yang dicetak tebal. Tag-tag ini  kita pindahkan ke 

dalam modul tersendiri, misalkan dinamakan header.php 

 

header.php 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Halaman Webku</title> 

   </head> 

   <body bgcolor="yellow"> 

 

Kemudian pindahkan tag setelah bagian yang dicetak tebal dalam layout sampai dengan 

tag terakhir ke dalam modul tersendiri dan simpan dengan nama footer.php. 

 

footer.php 

 

</body> 

</html> 

 

Nah… lalu  untuk setiap halaman yang ingin Anda buat, berikan include 

"header.php" dan include "footer.php"; 

 

hal1.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="arial">Ini Halaman 1</font></h1> 

<p><font face="verdana">Ini isi halaman 1. Ini isi halaman 1</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

hal2.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="arial">Ini Halaman 2</font></h1> 

<p><font face="verdana">Ini isi halaman 2. Ini isi halaman 2</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

hal3.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="arial">Ini Halaman 3</font></h1> 

<p><font face="verdana">Ini isi halaman 3. Ini isi halaman 3</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

Nah… dengan demikian, kita akan peroleh 3 halaman web yang pasti memiliki layout 

yang sama. Terus… bagaimana bila kita ingin mengubah layoutnya? Misal kita ubah 

warna background menjadi hijau. Yang Anda lakukan hanyalah mengedit modul 

header.php sebab  pengaturan warna background ada  pada modul ini . 

 

header.php 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Halaman Webku</title> 

   </head> 

   <body bgcolor="green"> 

 

Secara ajaib ketiga halaman web tadi akan otomatis backgroundnya berubah menjadi 

hijau semuanya. 

 

Selain cara di atas, Anda juga bisa memakai  cara yang lain dalam pengaturan 

layout. Misalkan konfigurasi pengaturan layout seperti jenis font, dan warna background 

Anda letakkan dalam modul tersendiri. 

 

config.php 

 

<?php 

$warnaBackground = "yellow"; 

$jenisFontHeading = "arial"; 

$jenisFontParagraf = "verdana"; 

?> 

 

header.php 

 

<?php 

include "config.php"; 

?> 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Halaman Webku</title> 

   </head> 

   <body bgcolor="<?php echo $warnaBackground; ?>"> 

 

 

footer.php 

 

</body> 

</html> 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 84

hal1.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 1</font></h1> 

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 1. Ini isi halaman 

1</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

hal2.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 2</font></h1> 

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 2. Ini isi halaman 

2</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

hal3.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Ini Halaman 3</font></h1> 

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Ini isi halaman 3. Ini isi halaman 

3</font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

Nah… dengan demikian, bila Anda ingin mengubah layout ketiga halaman web maka 

Anda cukup mengubah modul config.php 

Sekarang kita lanjutkan, bagaimana bila kita mengintegrasikan konsep modularitas yang 

terkait dengan pengaturan layout di atas dengan form processing? 

 

OK… untuk contoh sederhananya, saya ambil contoh script menjumlahkan dua buah 

bilangan dengan inputnya melalui form. 

 

Misalkan kita ambil desain layout halaman webnya seperti contoh sebelumnya, yaitu 

terdiri dari modul header.php dan footer.php nya sebagai berikut: 

 

config.php 

 

<?php 

$warnaBackground = "yellow"; 

$jenisFontHeading = "arial"; 

$jenisFontParagraf = "verdana"; 

?> 

 

header.php 

 

<?php 

include "config.php"; 

?> 

 

<html> 

   <head> 

      <title>Penjumlahan Bilangan</title> 

   </head> 

   <body bgcolor="<?php echo $warnaBackground; ?>"> 

 

footer.php 

 

</body> 

</html> 

 

 

lalu  kita buat form yang terletak dalam halaman yang memakai  layout 

ini  

 

 


 

form.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

?> 

 

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Input Bilangan</font></h1> 

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Masukkan dua buah bilangan pada 

form berikut ini</font></p> 

 

<form method="post" action="proses.php"> 

Bilangan 1 <input type="text" name="bil1" /><br /> 

Bilangan 2 <input type="text" name="bil2" /><br /> 

<input type="submit" name="submit" value="Jumlahkan" /> 

</form> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

proses.php 

 

<?php 

include "header.php"; 

 

$bil1 = $_POST['bil1']; 

$bil2 = $_POST['bil2']; 

$hasil = $bil1 + $bil2; 

?> 

 

<h1><font face="<?php echo $jenisFontHeading; ?>">Output</font></h1> 

<p><font face="<?php echo $jenisFontParagraf; ?>">Hasil penjumlahannya adalah 

<?php echo $hasil; ?> </font></p> 

 

<?php 

include "footer.php"; 

?> 

 

 

 

Tentang ARRAY 

 

Selama ini bentuk variabel yang kita buat untuk menyimpan suatu value atau nilai 

adalah berbentuk tunggal. Maksudnya, satu variabel hanya bisa untuk menyimpan 

sebuah value saja. Misalkan sebuah value telah disimpan atau diassign ke dalam sebuah 

variabel, lalu  variabel ini  akan diassign kembali dengan sebuah value yang 

lain, maka value yang sebelumnya akan ditimpa oleh value yang baru. 

 

Nah… kira-kira ada tidak ya, variabel yang dapat diassign oleh beberapa value yang lebih 

dari satu? Oya.. ada, namanya adalah variabel bertipe data array. 

 

Misalkan suatu variabel bernama X bertipe data array, maka X ini dapat Anda bayangkan 

seperti gambar berikut 

 

 

0 1 2 3 4 … N-1 

       

 

 

Wah… kok ‘X’ nya seperti memiliki beberapa ruang/kamar/bilik atau apalah terserah 

namanya ☺ yang jelas jumlah ruangnya adalah berhingga yaitu sejumlah N. Tiap-tiap 

kamar ada  semacam nomor ruangan: 0, 1, 2, 3, …, N-1. Nah.. di dalam ruangan-

ruangan inilah kita bisa assign beberapa value sekaligus.  

 

Ingat ya… untuk PHP, nomor ruang array dimulai dari 0, bukan 1. 

 

Dalam PHP, untuk mendeklarasikan suatu variabel  (misalkan $x) bertipe data array 

adalah sebagai berikut: 

 

$x = array(); 

 

lalu  bagaimana perintah untuk mengassign suatu value ke dalam ruangan array? 

 

Oya… sebelumnya, saya perlu sampaikan bahwa untuk PHP, variabel bertipe data array 

ini bisa diassign dengan berbagai tipe data. Maksudnya, untuk setiap ruang yang ada, 

boleh diassign dengan nilai berbagai tipe data yang berlainan, misalnya untuk ruang 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 90

nomor 1 akan diisi dengan nilai berupa bilangan bulat (integer), ruang no. 2 diisi dengan 

real, no. 3 diisi dengan string dsb. Itu bisa dilakukan. 

 

Nah.. berikut ini contoh mengassign ruang variabel yang bertipe data array. Sebagai 

contoh misalkan kita akan mengassign ruang nomor 3 dengan value bilangan integer 10, 

dan ruang no. 5 dengan string ‘I love PHP’ perintahnya: 

 

<?php 

 

$x = array(); 

$x[3] = 10; 

$x[5] = "I love PHP"; 

 

?> 

  

Kita juga bisa mengisi value untuk setiap ruang array sekaligus secara berturut-turut 

seperti contoh berikut ini: 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

?> 

 

atau cara kedua bisa pula memakai  seperti berikut ini: 

 

<?php 

$x = array(0 => 10, 1 => 12, 2 => 3, 3 => 44, 4 => 50, 5 => "hallo"); 

?> 

 

lalu , bagaimana cara kita menampilkan value-value yang tersimpan dalam 

kamar array ini ? Ya.. caranya mudah, tinggal panggil saja nomor kamarnya lantas 

di echo kan. 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

echo $x[0];   // akan menampilkan value pada ruang ke-0, yaitu 10 

echo $x[5];   // akan menampilkan value pada ruang ke-5, yaitu ‘hallo’ 

 

$x[2] = -3;    // mengganti value pada ruang ke-2 dengan value yang baru (-3) 

echo $x[2];   // akan menghasilkan -3 (yang tampil bukan 3 sebab  sudah ditimpa -3) 

 

?> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 91

 

Kita juga bisa menampilkan semua value array sekaligus secara berturut-turut 

memakai  looping 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

for ($i = 0; $i <= 5; $i++) 

   echo "Nilai kamar ke ".$i. " dari array = ".$x[$i]. "<br />"; 

}  

 

?> 

 

atau cara kedua, kita bisa memakai  perintah count() untuk menentukan jumlah 

ruang array yang telah diisi value. 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

for ($i = 0; $i <= count($x)-1; $i++) 

   echo "Nilai kamar ke ".$i. " dari array = ".$x[$i]. "<br />"; 

}  

 

?> 

 

Dalam script di atas, perintah count($x) akan menghasilkan 6 sebab  dalam array $x 

ini  ada  6 ruang yang terisi value. pemakaian  count() ini akan efektif bila kita 

malas menghitung jumlah ruang array yang telah diisi value secara manual, ibaratnya 

kita minta tolong si PHP untuk menghitungkannya. Bayangkan seandainya ada  100 

lebih ruang dalam suatu array, masa’ kita akan menghitungnya satu-persatu secara 

manual? Capee deh… ☺ 

 

Array Asosiatif 

 

Dari contoh-contoh di atas, kita lihat bahwa ruang atau kamar dari array diberikan 

nomor ruang sebagai penanda, yaitu mulai dari 0, 1, 2, dst… Nah… yang menjadi 

pertanyaan, apakah penanda setiap ruang ini harus berupa angka? Jawabnya tidak, 

Anda juga bisa memberi penanda setiap ruang dengan suatu kata atau karakter. Array 

yang demikian ini disebut array asosiatif. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 92

 

Berikut ini contoh membuat array asosiatif dan cara menampilkan value pada suatu 

ruangnya 

 

<?php 

 

$x = array("kamar1" => 10, "kamar2" => 12, "kamar3" => 3, "kamar4" => "hallo"); 

echo $x['kamar2'];  // akan menampilkan 12 

echo $x['kamar4'];  // akan menampilkan "hallo" 

  

?> 

 

Sekarang bagaimana cara menampilkan semua value yang tersimpan dalam array 

asositif ini  sekaligus? Sama caranya dengan sebelumnya, namun kita khusus akan 

memakai  looping foreach. Looping ini khusus untuk array asosiatif. 

 

<?php 

 

$x = array("kamar1" => 10, "kamar2" => 12, "kamar3" => 3, "kamar4" => "hallo"); 

 

foreach($x as $ruang => $value) 

    echo  "Isi dari ruang : ".$ruang. " adalah : ".$value. "<br />"; 

 

?> 

 

Menambah Elemen Array 

 

Misalkan kita sebelumnya telah memiliki array dengan value-value tertentu dalam 

setiap ruangnya, perhatikan script berikut ini 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

?> 

 

Nah… bagaimana seandainya jika kita ingin menambahkan sebuah ruang lagi untuk diisi 

dengan suatu value? Dalam hal ini pada array di atas nomor ruangnya terdiri dari 0, 1, 2, 

…, 5. Atau dengan kata lain kita akan menambah sebuah ruang lain yaitu ruang nomor 6 

untuk diisi dengan suatu value, misalkan 100. OK.. caranya adalah sebagai berikut 

 

Cara pertama, Anda bisa langsung memberikan perintah 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 93

 

$x[6] = 100; 

 

atau 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

$x[6] = 100; 

 

?> 

 

Atau dengan cara kedua memakai  perintah 

 

$x[] = 6; 

 

Atau 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

 

$x[] = 100; 

 

?> 

 

Sekarang kita lihat apakah ruangnya benar-benar bertambah. 

 

<?php 

 

$x = array(10, 12, 3, 44, 50, "hallo"); 

$x[] = 100; 

 

for ($i = 0; $i <= count($x)-1; $i++) 

   echo "Nilai kamar ke ".$i. " dari array = ".$x[$i]. "<br />"; 

 

?> 

 

Yes… benar-benar bertambah ruang arraynya ☺ Anda dapat melihat hasilnya ketika 

dijalankan di browser. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 94

Contoh Kasus 

 

Sekarang kita akan mencoba membahas beberapa contoh kasus yang memakai  

array.  

 

Kasus 1. Menghitung Rata-rata beberapa bilangan 

 

Misalkan diberikan bilangan-bilangan berikut ini 9, 2, 10, 3, 7, 5, 2. Kemudian kita 

diminta membuat script untuk mencari rata-rata dari semua bilangan ini . Nah.. 

dalam hal ini, kita bisa memakai  array untuk menghitungnya. Anda bisa saja sih 

memakai  script berikut ini 

 

<?php 

 

$rataRata = (9 + 2 + 10 + 3 + 7 + 5 + 2)/7; 

echo $rataRata; 

 

?>  

 

Namun… bagaimana bila jumlah data bilangannya sampai dengan 100 atau bahkan 

ribuan? He… 3x Anda bisa bayangkan sendiri alangkah repotnya dalam menulis 

formulanya. Nah.. untuk memudahkan perhitungan, kita akan memakai  

pendekatan array. 

 

Langkah pertama: kita buat suatu array yang ruangannya diisi oleh bilangan-bilangan 

ini . 

 

<?php 

 

$bil = array(9, 2, 10, 3, 7, 5, 2); 

 

?> 

 

lalu .. langkah kedua: kita hitung dulu hasil penjumlahan setiap value dalam 

array ini . Untuk menghitungnya, kita manfaatkan looping. Konsepnya adalah 

seperti ini: mula-mula kita asumsikan hasil jumlahnya adalah 0 (sebab  kita belum mulai 

menjumlahkan), kemudian kita baca array ke-0, yaitu 9. Value ini kita jumlahkan dengan 

hasil penjumlahan sebelumnya yaitu 0 atau 0 + 9 = 9. Dengan demikian hasil 

penjumlahan sekarang adalah 9. lalu  kita baca array ke-1, yaitu 2. Value ini 

kembali kita jumlahkan dengan hasil penjumlahan sebelumnya yaitu 9 atau 9 + 2 = 11. 

So.. hasil penjumlahan sekarang menjadi 11. Proses ini terus diulang sampai pada value 

terakhir dari array. Setelah selesai, maka akan kita peroleh hasil dari penjumlahan total 

semua value. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 95

 

<?php 

 

$bil = array(9, 2, 10, 3, 7, 5, 2); 

 

$jumlah = 0; 

for ($i = 0; $i <= count($bil)-1; $i++)  

    $jumlah = $jumlah + $bil[$i]; // atau bisa dituliskan $jumlah += $bil[$i]; 

?> 

 

Setelah kita peroleh hasil penjumlahan setiap value dari array, langkah ketiga kita bisa 

hitung deh rata-rata bilangannya. 

 

<?php 

 

$bil = array(9, 2, 10, 3, 7, 5, 2); 

 

$jumlah = 0; 

for ($i = 0; $i <= count($bil)-1; $i++)  

    $jumlah = $jumlah + $bil[$i]; // atau bisa dituliskan $jumlah += $bil[$i]; 

 

$rataRata = $jumlah/count($bil); 

echo "Rata-ratanya adalah : ".$rataRata; 

 

?> 

 

Kasus 2. Mencari Nilai Terbesar dari Kumpulan Bilangan 

 

Misalkan diberikan bilangan-bilangan berikut ini 9, 2, 10, 3, 7, 5, 2. Kita diminta 

membuat script untuk menampilkan bilangan terbesar dari bilangan-bilangan ini . 

Tentu kita tahu, dalam hal ini bilangan terbesarnya adalah 10. Nah… yang jadi masalah, 

bagaimana cara mendapatkan 10 ini  sebagai bilangan terbesar bila dinyatakan 

dalam program. 

 

Secara sekilas, kasusnya tampak sederhana namun ketika dinyatakan dalam program 

bisa jadi membuat pusing orang ☺  

 

Untuk mencari nilai terbesar, kita gunakan konsep perbandingan.  

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 96

Anda yang sudah berumur 17 tahun ke atas, mungkin tidak merasakan logika atau 

konsep ini sebab  Anda sudah banyak makan garam dalam masalah perhitungan 

sederhana seperti ini. Secara tidak sadar, ketika Anda diminta mencari bilangan 

terbesar, sebenarnya dalam pikiran Anda terjadi proses perbandingan ini  

beberapa kali. Namun, sebab  proses yang terjadi begitu cepat (seiring bertambahnya 

pengalaman dalam berpikir), maka proses ini seakan tidak terasa. Mungkin hal inilah 

yang kadang membuat para pembelajar program sering sulit mengekspresikan proses 

yang terjadi dalam pikirannya ke dalam bentuk program.  

 

Tapi… sebenarnya tidak demikian, membuat program pada dasarnya mirip ketika Anda 

sedang mengajarkan konsep atau ide penyelesaian suatu kasus pada anak kecil yang 

sebelumnya belum tahu apa-apa. Kita harus bisa menyatakan setiap proses langkah 

demi langkah secara urut. 

 

Nah… stop ber-intermezzo… Now.. back to the case.. ☺ 

 

Trus… idenya bagaimana untuk mencari bilangan terbesar? 

 

OK.. idenya adalah, kita harus membuat asumsi terlebih dahulu. Kita asumsikan bilangan 

terbesar mula-mula adalah bilangan pertamanya. lalu  bilangan terbesar asumsi 

ini kita bandingkan dengan setiap bilangan yang ada secara urut satu persatu. Jika 

ada  bilangan yang lebih besar dari bilangan terbesar asumsi, maka bilangan 

ini  akan dianggap sebagai bilangan terbesar asumsi berikutnya. Dengan demikian 

setelah proses perbandingan selesai semuanya, maka akan kita peroleh bilangan 

terbesar dari semua bilangan. 

 

Contoh: dari kasus di atas, pertama kita asumsikan bilangan terbesarnya adalah 

bilangan pertama yaitu 9. lalu  bilangan terbesar ini kita bandingkan dengan 

bilangan ke-1, yaitu 9. sebab  9 tidak lebih besar dari 9, maka bilangan terbesarnya 

tetap 9. lalu  dibandingkan dengan bilangan ke-2, yaitu 2. Dalam hal ini 2 tidak 

lebih besar dari 9, maka bilangan terbesarnya tetap 9. Trus.. kita bandingkan dengan 

bilangan ke-3 yaitu 10. Nah… 10 lebih besar dari 9, maka bilangan terbesarnya sekarang 

menjadi 10. Proses ini dilanjutkan sampai dengan bilangan terakhir.  

 

<?php 

 

$bil = array(9, 2, 10, 3, 7, 5, 2); 

 

$max = $bil[0]; 

for ($i = 0; $i <= count($bil)-1; $i++)  

    if ($bil[$i] > $max) $max = $bil[$i];  

 

echo "Bilangan terbesarnya adalah : ".$max; 

 

?>  

 

Kasus 3. Identik dengan kasus 1, namun bilangan-bilangan yang akan dicari rata-

ratanya diinputkan melalui form.  

 

Adapun skenario untuk input bilangannya adalah: pertama kali akan muncul form untuk 

memasukkan jumlah bilangan yang akan dimasukkan. Setelah dimasukkan jumlah 

bilangannya, kemudian disubmit berikutnya akan muncul form baru yang berisi 

komponen textbox untuk memasukkan masing-masing bilangan. Jumlah komponen 

textbox ini sejumlah bilangan yang sebelumnya diinputkan. Misalkan pada form 

pertama tadi kita masukkan jumlah bilangannya 10, maka setelah disubmit akan muncul 

form baru berisi 10 buah textbox untuk memasukkan ke-10 bilangan. Setelah 

dimasukkan masing-masing bilangan, lalu  disubmit dan akhirnya akan muncul 

jumlah rata-ratanya. 

 

Untuk itu pertama kita buat form untuk memasukkan jumlah bilangannya terlebih 

dahulu. 

 

form1.htm 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<form method="post" action="form2.php"> 

Masukkan Banyaknya Bilangan <input type="text" name="n" /> 

<input type="submit" name="submit" value="Submit" /> 

</form> 

 

lalu  kita buat form kedua untuk menampilkan form dinamis guna memasukkan 

masing-masing bilangan. sebab  sesuai skenario bahwa jumlah textboxnya sejumlah 

banyaknya bilangan yang dimasukkan pada form pertama, maka untuk mudahnya kita 

buat melalui perulangan FOR dengan jumlah perulangannya n kali. 

 

form2.php 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<?php 

$n = $_POST['n']; 

 

echo "<form method='post' action='proses.php'>"; 

echo "<table>"; 

for ($i = 0; $i <= $n-1; $i++) 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 98

      echo "<tr><td>Bil ke-".($i+1)."</td>  

                       <td><input type='text' name='data".$i."' /></td></tr>";  

echo "<tr><td></td> 

                 <td><input type='submit' name='submit' value='Submit' /></td></tr>"; 

echo "</table>"; 

echo "</form>"; 

 

?> 

 

Hasil script di atas akan menghasilkan tag HTML seperti di bawah ini (jika n = 4) 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<form method='post' action='proses.php'> 

<table> 

<tr> 

    <td>Bil ke-1</td> 

    <td><input type='text' name='data0' /></td> 

</tr> 

<tr> 

    <td>Bil ke-2</td> 

    <td><input type='text' name='data1' /></td> 

</tr> 

<tr> 

    <td>Bil ke-3</td> 

    <td><input type='text' name='data2' /></td> 

</tr> 

<tr> 

    <td>Bil ke-4</td> 

    <td><input type='text' name='data3' /></td> 

</tr> 

<tr> 

    <td></td> 

    <td><input type='submit' name='submit' value='Submit' /></td> 

</tr> 

</table> 

</form> 

 

Perhatikan tag HTML di atas! Untuk setiap komponen textbox yang dihasilkan tampak 

pada bagian atribut name=’’ secara otomatis akan membentuk nama: ‘data0’, ‘data1’, 

dst. Mengapa dimulai dari ‘data0’? kok tidak mulai dari ‘data1’? ya… ini masalah 

kesukaan saja. Kalau saya biasa mulai dari ke-0. Kalau Anda mulai dari ‘data1’ ya gpp ☺ 

 

lalu  kita buat script untuk memprosesnya. Nah… pada bagian ini, mungkin yang 

sulit adalah bagaimana cara membaca value yang diisikan pada setiap komponen 

textbox mengingat komponen ini dihasilkan secara dinamis (dengan jumlah textbox 

yang berubah-ubah).  

 

OK… trik untuk membaca value yang berasal dari komponen yang dinamis seperti ini 

adalah: kita memanfaatkan perulangan saja 

 

for ($i=0; $i <= jumlahkomponen – 1; $i++) 

   $bilangan[$i] = $_POST['data'.$i]; 

 

Perhatikan! Mengapa pada bagian $_POST berbentuk $_POST['data'.$i] ?  

 

Ya… sebab  nama komponen dari form kan bentuknya name='data0', name='data1', 

name='data2', dst. Maka dalam membaca valuenya harusnya juga memakai  

$_POST['data0'], $_POST['data1'], dst.  

 

Nah… supaya mudah, maka kita gunakan $_POST['data'.$i] dengan $i nya diperoleh dari 

FOR. Simpel bukan? Dengan alasan inilah mengapa saya suka memberi nama komponen 

dalam formnya mulai dari 0 terlebih dahulu, seperti name='data0', name='data1', dst… 

 

Kemudian… muncul masalah lagi yang lain. Untuk FOR nya harusnya $i bergerak dari 0, 

1, 2, sampai dengan ‘jumlah komponen’ dikurangi 1. Nah.. yang menjadi masalah, 

bagaimana mendapatkan ‘jumlah komponen’ pada script ini? Padahal jumlah komponen 

ini berada pada form2.php. Atau dengan kata lain, bagaimana caranya jumlah 

komponen yang berada pada form2.php ini juga bisa dikenali di script untuk memproses 

inputnya ini? Ya… solusinya mudah, kita tinggal buat saja komponen ‘hidden textbox’ 

yang berisi jumlah komponennya.  

 

form2.php 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<?php 

$n = $_POST['n']; 

 

echo "<form method='post' action='proses.php'>"; 

echo "<table>"; 

for ($i = 0; $i <= $n-1; $i++) 

      echo "<tr><td>Bil ke-".($i+1)."</td>  

                       <td><input type='text' name='data".$i."' /></td></tr>";  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 100

echo "<tr><td></td> 

                 <td><input type='submit' name='submit' value='Submit' /></td></tr>"; 

 

echo "<tr><td></td> 

                 <td><input type='hidden' name='n' value='".$n."' /></td></tr>"; 

 

echo "</table>"; 

echo "</form>"; 

 

?> 

 

Ingat… komponen hidden text ini harus terletak dalam <form></form>. Sesuai namanya, 

maka komponen ini tersembunyi (tidak tampak dalam browser). Namun begitu user 

mengklik submit, maka value ini ikut tersubmit untuk diproses pada script pemrosesnya. 

 

OK… masalah teratasi, dan sekarang kita bisa buat scriptnya 

 

proses.php 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<?php 

 

// membaca jumlah komponen dari hidden textbox 

 

$n = $_POST['n'];     

 

// membaca value dari masing-masing komponen textbox  

 

for ($i=0; $i <= $n - 1; $i++) 

   $bilangan[$i] = $_POST['data'.$i]; 

 

// menjumlahkan nilai semua bilangan 

 

$jumlah = 0; 

 

for ($i=0; $i <= $n - 1; $i++) 

   $jumlah += $bilangan[$i]; 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 101

// hitung rata-rata 

 

$rataRata = $jumlah/$n; 

 

echo  "Rata-ratanya adalah : ".$rataRata; 

 

?> 

 

Atau cara lain Anda bisa menggabung proses menjumlahkan nilai semua bilangan 

bersama proses membaca bilangan dari form menjadi satu bagian 

 

proses.php 

 

<h1>Cari Rata-rata Bilangan</h1> 

 

<?php 

 

// membaca jumlah komponen dari hidden textbox 

 

$n = $_POST['n'];     

 

// membaca value dari masing-masing komponen textbox dan menjumlahkannya  

 

$jumlah = 0; 

 

for ($i=0; $i <= $n - 1; $i++) 

   $bilangan[$i] = $_POST['data'.$i]; 

   $jumlah += $bilangan[$i]; 

 

// hitung rata-rata 

 

$rataRata = $jumlah/$n; 

 

echo  "Rata-ratanya adalah : ".$rataRata; 

 

?> 

 

 

 

Tentang SESSION 

 

 

Untuk menjelaskan tentang SESSION dan kegunaannya, saya akan mulai dengan 

memberikan contoh visualisasi terlebih dahulu. 

 

Misalkan kita memiliki sebuah form sebagai berikut 

 

<form method="post" action="submit.php"> 

Bilangan ke-1 <input type="text" name="bil1" /><br /> 

Bilangan ke-1 <input type="text" name="bil1" /><br /> 

<input type="submit" name="submit" value="Submit" /> 

</form> 

 

Form di atas digunakan untuk memasukkan dua buah bilangan. lalu  kita buat 

script untuk membaca kedua bilangan yang diinputkan ini  

 

submit.php 

 

<?php 

 

$bil1 = $_POST['bil1']; 

$bil2 = $_POST['bil2']; 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

echo "<a href='lanjut.php'>Klik di sini</a>"; 

?> 

 

jika  kita telah memasukkan dua buah bilangan melalui form, kemudian 

mensubmitnya maka pada script submit.php akan memunculkan kedua bilangan 

ini  dengan sukses.  

 

Pada submit.php ini ada  pula link menuju script lanjut.php. Dalam script lanjut.php 

ini, kita juga akan menampilkan kedua bilangan yang diinputkan sebelumnya. 

 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 106

lanjut.php 

 

<?php 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

echo "<a href='lanjut.php'>Klik di sini</a>"; 

?> 

 

Nah… apa yang terjadi bila kita mengklik link menuju ke lanjut.php ini ? Apakah 

kedua bilangan yang diinputkan tadi masih bisa terbaca nilainya? Jawabannya adalah 

TIDAK. Kedua bilangan hanya bisa terbaca pada script submit.php saja, sebab  

submit.php adalah halaman pertama setelah pemrosesan form.  

 

Mungkin Anda berpikiran bahwa perlu ditambahkan perintah 

 

$bil1 = $_POST['bil1']; 

$bil2 = $_POST['bil2']; 

 

pada lanjut.php. Cara ini pun juga tidak bisa untuk membaca kedua bilangan.  

 

Trus.. bagaimana supaya dalam lanjut.php ini kedua bilangan yang diinputkan masih bisa 

dibaca nilainya?  

 

Untuk mengatasi hal ini ada  2 solusi yang bisa digunakan, yaitu memakai  GET 

method atau SESSION. 

 

jika  kita memakai  GET method, maka caranya adalah menyisipkan parameter 

untuk kedua bilangan pada link menuju lanjut.php ini . lalu  dalam 

lanjut.php, parameter kedua bilangan ini dibaca nilainya. 

 

submit.php 

 

<?php 

 

$bil1 = $_POST['bil1']; 

$bil2 = $_POST['bil2']; 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

echo "<a href='lanjut.php?bil1= ".$bil1."&bil2=".$bil2."'>Klik di sini</a>"; 

?> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 107

 

 

lanjut.php 

 

<?php 

 

$bil1 = $_GET['bil1']; 

$bil2 = $_GET['bil2']; 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

?> 

 

Cara di atas akan dapat memunculkan kedua bilangan pada lanjut.php. Namun… cara ini 

ada  kelemahan yaitu ditampilkannya nilai input sebagai parameter dalam URL link.  

 

Trus… bagaimana dengan memakai  SESSION? Ya… dengan memakai  SESSION, 

kita tidak perlu menuliskan nilai input dalam URL link. Nilai input ini nantinya akan 

disimpan dalam suatu variabel SESSION. Selama browser kita masih aktif (browser 

belum ditutup) atau sengaja dinonaktifkan (dihapus) SESSION nya, maka variabel 

SESSION ini masih terus aktif.  

 

Nilai yang disimpan dalam variabel SESSION ini bisa dibaca atau dikenali di beberapa 

halaman script. Beda dengan variabel biasa. Kalau variabel biasa itu hanya dikenali pada 

halaman script ini  saja.  

 

lalu  bagaimana cara menyimpan nilai ke dalam suatu variabel SESSION? Ya… 

sebelum mulai menyimpan, kita harus mengaktifkan SESSION nya terlebih dahulu 

memakai  perintah 

 

session_start(); 

 

Setelah SESSION aktif, barulah kita bisa membuat variabel SESSION untuk menyimpan 

nilai. Berikut ini perintah untuk menyimpan sebuah nilai ke dalam variabel SESSION 

 

$_SESSION['namaSession'] = value; 

 

Nilai yang bisa disimpan dalam SESSION ini bisa berupa bilangan, array, karakter 

maupun string. 

 

Sehingga jika  konsep ini diterapkan pada contoh di atas, maka berikut ini adalah 

script submit.php yang telah dimodifikasi 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 108

submit.php 

 

<?php 

 

session_start();   // mengaktifkan SESSION 

 

$bil1 = $_POST['bil1']; 

$bil2 = $_POST['bil2']; 

 

// menyimpan kedua bilangan ke dalam SESSION 

 

$_SESSION['bil1'] = $bil1; 

$_SESSION['bil2'] = $bil2; 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

echo "<a href='lanjut.php'>Klik di sini</a>"; 

?> 

 

Kemudian, bagaimana dengan script lanjut.php nya? Bagaimana cara menampilkan nilai 

kedua bilangan yang disimpan dalam SESSION? Ini dia scriptnya. 

 

lanjut.php 

 

<?php 

 

session_start(); 

 

// membaca nilai dari variabel SESSION 

 

$bil1 = $_SESSION['bil1']; 

$bil2 = $_SESSION['bil2']; 

 

echo "Anda memasukkan bilangan ke-1 : ".$bil1."<br />";  

echo "Anda memasukkan bilangan ke-2 : ".$bil2."<br />"; 

 

?> 

 

Keterangan: 

Dalam script lanjut.php di atas, kita tetap memberikan perintah session_start() sebab  

dalam script lanjut.php ini kita masih memanfaatkan variabel SESSION. 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 109

 

 

Menghapus Variabel SESSION 

 

Kemudian, bagaimana cara menghapus variabel SESSION? Cara pertama, Anda akan 

langsung bisa menghapus SESSION bila Anda keluar dari browser (EXIT), buka 

meminimize lho! Cara kedua, gunakan perintah berikut ini pada script. 

 

session_destroy(); 

 

Dengan perintah ini , maka semua variabel SESSION akan terhapus. Namun, 

bagaimana bila hanya ingin menghapus suatu variabel SESSION tertentu saja? Untuk hal 

ini, gunakan perintah unset() 

 

unset($_SESSION['nama session']); 

 

Penerapan SESSION 

 

Biasanya, SESSION ini digunakan untuk keperluan autentifikasi user melalui login. 

Adapun idenya adalah jika  user sukses melakukan login, maka username ini akan 

disimpan dalam sebuah SESSION.  

 

Mengapa username ini harus disimpan ke dalam SESSION? Ya… dengan disimpannya 

username ke dalam SESSION sekaligus bisa digunakan untuk mencegah adanya 

penyusup yang masuk ke aplikasi tanpa melalui login.  

 

Lho? Kok bisa, logikanya bagaimana? Ya.. untuk mengecek ada tidaknya penyusup yang 

masuk ke aplikasi tanpa login, bisa hanya dengan mengecek SESSION nya. Jika penyusup 

tadi masuk ke aplikasi tanpa login, otomatis SESSION nya belum ada, sebab  SESSION 

baru ada ketika user login dengan sukses. 

 

Lebih lanjut mengenai bagaimana menerapkan SESSION dalam autentifikasi user ini, 

baca artikel saya di http://blog.rosihanari.net/apa-sih-gunanya-session-di-php/ 

 

 

 

 

 


Pada Bab 13, Anda telah belajar bagaimana memakai  SESSION untuk menyimpan 

data atau value supaya dikenali di beberapa script halaman web. Selain memakai  

SESSION untuk melakukan hal


Lebih baru Lebih lama