Algoritma pemrograman dan python

 



Pada awal perkembangan komputer, orang meng-asumsikan bahwa komputer yaitu  mesin

pintar dan ajaib yang dapat menyelesaikan masalah apa saja. Aumsi ini  tidak seluruhnya

benar, sebab  komputer tidak begitu saja dapat menyelesaikan setiap p rmasalahan yang

“diberikan” padanya. Orang harus merumuskan langkah-langkah penyelesaian masalah itu

dalam suatu runtunan instruksi dan komputer akan melaksanakan runtunan instruksi ini .

Kumpulan atau runtunan instruksi untuk penyelesaian suatu masalah ini , dinamakan

denganPROGRAM.

Agar program yang kita berikan dapat dimengerti komputer maka kita harus memberi 

program ini  denganbahasa yang dimengerti oleh komputer.Bahasa komputer yang

digunakan untuk menulis program yang dapat dimengerti komputer, disebut denganBAHASA

PEMROGRAMAN.

Dan proses penulisan program dengan memakai  bahasa pemograman, itulah yang disebut

denganPEMROGRAMAN.

Pada awal perkembangan komputer, orang membuat program denganla gsung menulis

program ini  dengan sebuah bahasa pemograman. Tapi, dengan berkembangnya tek ik

pemograman terstruktur, orang mulai memikirkan suatu teknik pemecahan masalah yang

akan diprogramkan dengan menekankan padades in pemecahan masalah ini .

Disain ini  berisi urutan langkah-langkah logis pencapaian solusi dari permasalahan yang

ditulis dengan notasi yang mudah dimengerti dan tersusun secara sistimatis.

Urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistimatis ini ,

itulah yang disebut denganALGORITMA.

PHP


Sebuah File PHP dapat terdiri dari teks, tag dan skrip HTML. Skrip dalam sebuah file PHP

akan di eksekusi di server.

Dasar-dasar yang sudah harus diketahui

Sebelum kita melanjutkan ke materi berikutnya, mahasiswa harus sudah mempelajari tentang

materi-materi berikut ini:

• HTML / XHTML

• Pengetahuan tentang dasar-dasar algoritma dan pemrograman serta internet.

Pengertian PHP

• PHP merupakan singkatan dariPHP: HypertextPreprocessor .

• PHP merupakanserver-side scripting language, seperti ASP.

• Skrip PHP dieksekusi di server dan hasilnya dikirimkan ke client (browser).

• PHP mendukung berbagai jenis database (contoh : MySQL, Informix, Oracle, Sybase,

Solid, PostgreSQL, Generic ODBC, dll.)

• PHP merupakan perangkat lunak open source.

• PHP dapat di-download dan digunakan secara gratis.

Apakah file PHP itu?

• File PHP dapat terdiri dari teks, tag dan skrip HTML.

• File PHP akan dikirimkan ke browser sebagai plain HTML.

• File PHP dapat berektensi ".php", ".php3", or ".phtml"

Apakah MySQL itu?

• MySQL merupakan server database yang ringkas.

• MySQL sangat ideal untuk digunakan sebagai aplikasi yang  kecil dan menengah.

• MySQL mendukung bahasa SQL standard.

• MySQL dapat dijalankan pada bermacam platforms.

• MySQL dapat di-download dan digunakan secara gratis.

PHP + MySQL

• PHP dikombinasikan dengan MySQL akan menghasilkan aplikasi yang cross-platform

(artinya kita dapat mengembangkan aplikasi di Windows dan dijalankan di server

Unix).

Mengapa PHP?

• PHP dapat berjalan pada bermacam platforms (Windows, Linux, Unix, dll.).

• PHP kompatibel dengan hampir semua server web yang ada (Apache, IIS, etc.).

• PHP dapat di-download secara gratis dari situs resminya:http://www.php.net/

• PHP mudah dipelajari dan berjalan secara efisien di server web.

Bagaimana cara memulai PHP

• Install server Apache pada Windows atau Linux.

• Install PHP pada Windows atau Linux.

• Install MySQL pada Windows atau Linux.



Instal PHP

Apa yang diperlukan

Kita akan membahas cara intalasi PHP, MySQL, dan web server Apache.

Jika web server mendukung PHP– kita tidak perlu melakukan apapun!. kita tidak perlu

menkompilasi apapun atau menginstalasi tool-tool tambahan– kita hanya perlu menulis file-

file *.php pada direktori web pada computer kita– dan web server akan menerjemahkan file-

file ini  dan dijalankan di browser.

Bagaimanapun juga, jika server yang kita miliki tidak mendukung PHP, maka kita harus

melakukan instalasi PHP. di bawah ini  cara mengintalasi PHP.

situs : http://www.php.net/manual/en/install.php

Download PHP

situs :http://www.php.net/downloads.php

Download MySQL

situs :http://www.mysql.com/downloads/index.html

Download web server Apache

situs :http://httpd.apache.org/download.cgi



PHP Syntax

Kita tidak dapat melihat source code PHP pada browser - kita hanya akan melihat

output dari file PHP yaitu file HTML. Hal ini dikarenakan skrip PHP dieksekusi di

server sebelum hasilnya dikirimkan ke browser.

Sintak dasar PHP

Skrip PHP selalu ditulis pada pasangan tag<?php dan ?>. sebuah blok skrip PHP dapat

diletakan dimana saja pada file HTML.

Skrip PHP dapat juga ditulis pada pasangan tag<? dan?>.

<?php

?>

program3-1.php

<html>

<body>

<?php

echo "Hello World";

?>

</body>

</html>

keterangan:Echo danprint digunakan untuk menulis teks/string ke browser.

Komentar pada PHP

dalam PHP, kita memakai  // untuk komentar satu baris, dan pasangan /* dan */ komentar

yang lebih dari satu baris

program3-2.php.

<html>

<body>

<?php

//This is a comment

/*

This is

a comment

block

*/

?>

</body>

</html>


Variabel

Variabel digunakan untuk menyimpan suatu nilai, seperti angka, string atau hasil dari

suatu fungsi, sehingga dapat digunakan berulangkali pada program.

Variabel di PHP

Semua variabel di PHP selalu diawali dengan symbol $. Variabel dapat terdiri dari string,

number, atau array.

Program4-1.php.

<html>

<body>

<?php

$txt="Hello World";

echo $txt;

?>

</body>

</html>

Untuk menggabungkan dua atau lebih variabel, digunakan operator titik (.)

Program4-2.php.

<html>

<body>

<?php

$txt1="Hello World";

$txt2="1234";

echo $txt1 . " " . $txt2 ;

?>

</body>

</html>

Konvensi penamaan variabel

• Variabel harus diawali oleh huruf atau garis bawah “_”.

• Variabel hanya dapat terdiri dari angka, huruf dan garis bawah (a-Z, 0-9, and _ ).

• Variabel tidak boleh menggandung spasi. Jika variabel akan ditulis sebagai dua kata,

maka dapat memakai  garis bawah untuk memisahkannya (contoh: $my_string),

atau memakai  huruf kapital (contoh: $myString).



Operator PHP

Operator Aritmetika

Operator Keterangan Contoh Hasil

+ Penambahan x=2

x+2

4

- Pengurangan x=2

5-x

3

* Perkalian x=4

x*5

20

/ Pembagian 15/5

5/2

3

2.5

% Modulus (division remainder) 5%2

10%8

10%2

1

2

0

++ Increment x=5

x++

x=6

-- Decrement x=5

x--

x=4

Operator Penugasan (Assignment Operators)

Operator Contoh Persamaannya

= x=y x=y

+= x+=y x=x+y

-= x-=y x=x-y

*= x*=y x=x*y

/= x/=y x=x/y

%= x%=y x=x%y

Operator Perbandingan (Comparison Operators)

Operator Keterangan Contoh

== sama dengan 5==8 returns false

!= tidak sama dengan 5!=8 returns true

> lebih besar dari 5>8 returns false

/< kurang dari 5<8 returns true

>= lebih besar atau sama dengan 5>=8 returns false

<= kurang dari atau sama dengan 5<=8 returns true

Operator Logika (Logical Operators)

Operator Keterangan Contoh

&& And x=6

y=3

(x < 10 && y > 1) returns true

|| Or x=6

y=3

(x==5 || y==5) returns false

! not x=6

y=3

!(x==y) returns true



PHP If...Else Statements

Statement If-else dalam PHP digunakan untuk melakukan bermacam aksi

berdasarkanpada beragam kondisi pada program.

Statemen Pemilihan (Conditional Statements)

• if...else statement – digunakan jika kita akan mengeksekusi sebuah perintah jika

kondisi bernilai true dan jika kondisi lainnya bernilai false.

• elseif statement – digunakan bersama dengan if-else untuk mengeksekusi perintah jika

salah satu dari berbagai kondisi bernilai true.

Statemen If...Else

Sintak

if (condition)

code to be executed if condition is true;

else

code to be executed if condition is false;

Program6-1.php

<html>

<body>

<?php

$d=date("D");

if ($d=="Fri")

echo "Have a nice weekend!";

else

echo "Have a nice day!";

?>

</body>

</html>

Program6-2.php

<html>

<body>

<?php

$d=date("D");

if ($d=="Fri")

{

echo "Hello!<br />";

echo "Have a nice weekend!";

echo "See you on Monday!";

}

?>

</body>

</html>



Statemen ElseIf

Sintaks

if (condition)

code to be executed if condition is true;

elseif (condition)

code to be executed if condition is true;

else

code to be executed if condition is false;

Program6-3.php

<html>

<body>

<?php

$d=date("D");

if ($d=="Fri")

echo "Have a nice weekend!";

elseif ($d=="Sun")

echo "Have a nice Sunday!";

else

echo "Have a nice day!";

?>

</body>

</html>



Switch

Switch digunakan untuk melakukan suatu aksi dari beberapa aksi yang berbeda

berdasarkan pada satu atau lebih kondisi yang berbeda.

Sintaks

switch (expression)

{

caselabel1:

code to be executed if expression = label1;

break;

caselabel2:

code to be executed if expression = label2;

break;

default:

code to be executed

if expression is different

from both label1 and label2;

}

Program7-1.php

<html>

<body>

<?php

switch ($x)

{

case 1:

echo "Number 1";

break;

case 2:

echo "Number 2";

break;

case 3:

echo "Number 3";

break;

default:

echo "No number between 1 and 3";

}

?>

</body>

</html>



PHP Arrays

Array digunakan untuk menyimpan satu atau lebih nilai pada sebuah nama variabel.

Jenis-jenis Array

• Numeric array – Array dengan sebuah numeric ID key.

• Associative array - Array dimana setiap ID-nya berasosiasi dengan suatu nilai.

• Multidimensional array - Array yang terdiri dari satu atau lebih array.

Numeric Array

Contoh 1

Pada contoh ini kunci ID secara otomatis di beri suatu nilai.

$names = array("Peter","Quagmire","Joe");

Example 2

Pada contoh ini kita memberi  nilai pada kunci ID secara manual.

$names[0] = "Peter";

$names[1] = "Quagmire";

$names[2] = "Joe";

Program8-1.php

<?php

$names[0] = "Peter";

$names[1] = "Quagmire";

$names[2] = "Joe";

echo $names[1] . " and " . $names[2] .

" are ". $names[0] . "'s neighbors";

?>

Output program:

Quagmire and Joe are Peter's neighbors

Associative Arrays

Contoh 1

Pada contoh ini kita memakai  sebuah array untuk memberi  nilai umur pada beberapa

orang yang berbeda.

$ages = array("Peter"=>32, "Quagmire"=>30, "Joe"=>34);

Contoh 2

Pada contoh ini sama dengan diatas, hanya saja kita memperlihatkan cra yang lain dalam

membuat array.

$ages['Peter'] = "32";

$ages['Quagmire'] = "30";

$ages['Joe'] = "34";




Program8-2.php

<?php

$ages['Peter'] = "32";

$ages['Quagmire'] = "30";

$ages['Joe'] = "34";

echo "Peter is " . $ages['Peter'] . " years old.";

?>

Output program:

Peter is 32 years old.

Multidimensional Arrays

Contoh 1 cara inisialisasi multidimensional array

$families = array

(

"Griffin"=>array

(

"Peter",

"Lois",

"Megan",

),

"Quagmire"=>array

(

"Glenn"

),

"Brown"=>array

(

"Cleveland",

"Loretta",

"Junior"

)

);

Array di atas akan terlihat seperti di bawah ini jika dituliskan ke output.

Array

(

[Griffin] => Array

(

[0] => Peter

[1] => Lois

[2] => Megan

)

[Quagmire] => Array

(

[0] => Glenn

)

[Brown] => Array

(

[0] => Cleveland

[1] => Loretta

[2] => Junior

)

)


Looping/Pengulangan

Statemen Looping statements digunakan untuk mengeksekusi blok program yang sama

beberapa kali.

Jenis-jenis Looping

• while

• do...while

• for

• foreach

Statemen while

while (condition)

code to be executed;

Program9-1.php

<html>

<body>

<?php

$i=1;

while($i<=5)

{

echo "The number is " . $i . "<br />";

$i++;

}

?>

</body>

</html>

Statemen do...while

do

{

code to be executed;

}

while (condition);

Program9-2.php

<html>

<body>

<?php

$i=0;

do

{

$i++;

echo "The number is " . $i . "<br />";

}

while ($i<5);

?>

</body>

</html>


Statemen for

for (initialization; condition; increment)

{

code to be executed;

}

Program9-3.php

<html>

<body>

<?php

for ($i=1; $i<=5; $i++)

{

echo "Hello World!<br />";

}

?>

</body>

</html>

Statemen foreach

foreach (array as value)

{

code to be executed;

}

Program9-4.php

<html>

<body>

<?php

$arr=array("one", "two", "three");

foreach ($arr as $value)

{

echo "Value: " . $value . "<br />";

}

?>

</body>

</html>


Fungsi/Function

Fungsi merupakan sebuah blok program yang dapat dieksekusi kapanpun kita memerlukannya.

Program10-1.php

<html>

<body>

<?php

function writeMyName()

{

echo "Kai Jim Refsnes";

}

writeMyName();

?>

</body>

</html>

Program10-2.php:

<html>

<body>

<?php

function writeMyName()

{

echo "Kai Jim Refsnes";

}

echo "Hello world!<br />";

echo "My name is ";

writeMyName();

echo ".<br />That's right, ";

writeMyName();

echo " is my name.";

?>

</body>

</html>

Ouput program:

Hello world!

My name is Kai Jim Refsnes.

That's right, Kai Jim Refsnes is my name.

Fungsi berparameter

Program10-3.php

<html>

<body>

<?php

function writeMyName($fname)

{

echo $fname . " Refsnes.<br />";

}

echo "My name is ";

writeMyName("Kai Jim");

echo "My name is ";


writeMyName("Hege");

echo "My name is ";

writeMyName("Stale");

?>

</body>

</html>

output program:

My name is Kai Jim Refsnes.

My name is Hege Refsnes.

My name is Stale Refsnes.

Program10-4.php

<html>

<body>

<?php

function writeMyName($fname,$punctuation)

{

echo $fname . " Refsnes" . $punctuation . "<br />";

}

echo "My name is ";

writeMyName("Kai Jim",".");

echo "My name is ";

writeMyName("Hege","!");

echo "My name is ";

writeMyName("Ståle","...");

?>

</body>

</html>

output:

My name is Kai Jim Refsnes.

My name is Hege Refsnes!

My name is Ståle Refsnes...

Fungsi yang mengembalikan sebuah nilai

Program10-5.php

<html>

<body>

<?php

function add($x,$y)

{

$total = $x + $y;

return $total;

}

echo "1 + 16 = " . add(1,16)

?>

</body>

</html>

output :

1 + 16 = 17


PHP Forms and User Input

Perintah $_GET dan $_POST digunakan untuk mengirim informasi dari form, seperti

input user.

Program11-1.php

<html>

<body>

<form action="Program11-2.php" method="post">

Name: <input type="text" name="name" />

Age: <input type="text" name="age" />

<input type="submit" />

</form>

</body>

</html>

Program11-2.php

<html>

<body>

Welcome <?php echo $_POST["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_POST["age"]; ?> years old.

</body>

</html>

output:

Welcome John.

You are 28 years old.


PHP $_GET

variabel $_GET digunakan untuk mengambil nilai dari form memakai  metode

“get”.

Variabel $_GET

Program12-1.php

<form action="Program12-2.php" method="get">

Name: <input type="text" name="name" />

Age: <input type="text" name="age" />

<input type="submit" />

</form>

Ketika user mengklik tombol “submit”, URL yang dikirm akan berbentuk seperti di bawah ini.

http://www.w3schools.com/welcome.php?name=Peter&age=37

Program12-2.php

Welcome <?php echo $_GET["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_GET["age"]; ?> years old!

Mengapa memakai  $_GET?

Note: Dengan memakai  $_GET, nama variabel dan nilainya akan ditampilkan di address

bar.

Note: $_GET tidak dapat digunakan untuk mengirim variabel yang besar, nilai yang dapat

dikirim tidak dapat melebihi 100 karakter.

Variabel $_REQUEST

Variabel $_REQUEST terdiri baik $_GET, $_POST, dan $_COOKIE.

Variabel $_REQUEST dapat digunakan untuk mengambil data dari form yang dikirim

mengunakan variabel $_GET maupun $_POST.

Program12-3.php

Welcome <?php echo $_REQUEST["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_REQUEST["age"]; ?> years old!


PHP $_POST

Variabel $_POST digunakan untuk mengambil data dari form yang dikirim

memakai  metode “post”.

Program13-1.php

<form action="Program13-2.php" method="post">

Enter your name: <input type="text" name="name" />

Enter your age: <input type="text" name="age" />

<input type="submit" />

</form>

Bentuk URL yang dikirim.

http://www.w3schools.com/welcome.php

Program13-2.php

Welcome <?php echo $_POST["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_POST["age"]; ?> years old!

Mengapa memakai  $_POST?

• Nama dan nilai variabel yang dikirim tidak diperlihatkan pada URL.

• Jumlah variabel yang dikirim tidak terbatas.

Variabel $_REQUEST

Program13-3.php

Welcome <?php echo $_REQUEST["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_REQUEST["age"]; ?> years old!


PHP Date()

Fungsi date() digunakan untuk memformat waktu dan tanggal.

Sintaks

date(format,timestamp)

Parameter Keterangan

format Required. Specifies the format of the timestamp

timestamp Optional. Specifies a timestamp. Default is the current date and time (as a

timestamp)

Timestamp

Timestamp yaitu  jumlah detik sejak January 1, 1970 00:00:00 GMT. Juga dikenal sebagai

Unix Timestamp.

Format Tanggal

• d – format hari (01-31)

• m – format bulan (01-12)

• Y – format tahun

Program14-1.php

<?php

echo date("Y/m/d");

echo "<br />";

echo date("Y.m.d");

echo "<br />";

echo date("Y-m-d");

?>

output:

2006/07/11

2006.07.11

2006-07-11

Fungsimktime() akan memberi  nilai Unix timestamp untuk tanggal tertentu.

Sintaks

mktime(hour,minute,second,month,day,year,is_dst)

Program14-2.php

<?php

$tomorrow = mktime(0,0,0,date("m"),date("d")+1,date("Y"));

echo "Tomorrow is ".date("Y/m/d/", $tomorrow);

?>

output:

Tomorrow is 2006/07/12


PHP Include File

Server Side Includes (SSI) digunakan untuk menyimpan fungsi, header, footer, atau

elemen-elemen yang dapat digunakan pada halaman yang berlainan.

Server Side Includes

Fungsi include()

Fungsi include() akan mengambil semua teks pada file include dan mengkopinya ke file tujuan.

Program15-1.php

Diasumsikan bahwa kita mempunyai file header dengan nama “header.php”. Untuk memakai

file ini pada halaman web kita seperti di bawah ini.

<html>

<body>

<?php include("header.php"); ?>

<h1>Welcome to my home page</h1>

<p>Some text</p>

</body>

</html>

Program15-2.php

Sekarang, kita asumsikan bahwa kita mempunyai file standar menu yang ak n digunakan pada

seluruh halaman (file include biasanya berektensi *.php). Penggunaannya seperti di bawah ini.

<html>

<body>

<a href=" default.php">Home</a> |

<a href=" about.php">About Us</a> |

<a href=" contact.php">Contact Us</a>

Ketiga file, "default.php", "about.php", dan "contact.php" semuanya akan di-include-kan pada

file "menu.php". Berikut ini program "default.php":

<?php include("menu.php"); ?>

<h1>Welcome to my home page</h1>

<p>Some text</p>

</body>

</html>

Dan hasilnya pada browser yaitu  sebagai berikut.

<html>

<body>

<a href="default.php">Home</a> |

<a href="about.php">About Us</a> |

<a href="contact.php">Contact Us</a>

<h1>Welcome to my home page</h1>

<p>Some text</p>

</body>

</html>

Fungsi require()

Fungsi require() sama dengan include(), tetapi berbeda dalam cara penanganan kesal han.


Fungsi include() akan menghasilkan peringatan (dan program akan mel jutkan ekseskusinya)

sedangkan fungsi require() akan menghasilkan fatal error dan menghentikan program.

Program15-3.php (program contoh error pada penggunaan fungsi include()).

<html>

<body>

<?php

include("wrongFile.php");

echo "Hello World!";

?>

</body>

</html>

Error message:

Warning: include(wrongFile.php) [function.include]:

failed to open stream:

No such file or directory in C:\home\website\test.php on line 5

Warning: include() [function.include]:

Failed opening 'wrongFile.php' for inclusion

(include_path='.;C:\php5\pear')

in C:\home\website\test.php on line 5

Hello World!

Program15-4.php (program contoh error pada penggunaan fungsi require())

<html>

<body>

<?php

require("wrongFile.php");

echo "Hello World!";

?>

</body>

</html>

Error message:

Warning: require(wrongFile.php) [function.require]:

failed to open stream:

No such file or directory in C:\home\website\test.php on line 5

Fatal error: require() [function.require]:

Failed opening required 'wrongFile.php'

(include_path='.;C:\php5\pear')

in C:\home\website\test.php on line 5



PHP File Handling

Dalam PHP, fungsi fopen() digunakan untuk membuka file.

Membuka File

Program16-1.php

<html>

<body>

<?php

$file=fopen("welcome.txt","r");

?>

</body>

</html>

Mode pembukaan file

Mode Keterangan

R Read only. Starts at the beginning of the file

r+ Read/Write. Starts at the beginning of the file

W Write only. Opens and clears the contents of file; or creates a new file if it

doesn't exist

w+ Read/Write. Opens and clears the contents of file; or creates a n w file if it

doesn't exist

A Append. Opens and writes to the end of the file or creates a new file if it

doesn't exist

a+ Read/Append. Preserves file content by writing to the end of the file

X Write only. Creates a new file. Returns FALSE and an error if file already

exists

x+ Read/Write. Creates a new file. Returns FALSE and an error if file already

exists

Catatan: Jika fopen() tidak dapat membuka file, maka akan mengembalikan nilai 0 (false).

Program16-2.php

<html>

<body>

<?php

$file=fopen("welcome.txt","r") or exit("Unable to open file!");

?>

</body>

</html>

Menutup File

Program16-3.php

<?php

$file = fopen("test.txt","r");

//some code to be executed

fclose($file);

?>


Memeriksa EOF (End Of File)

Catatan: Kita tidak dapat membaca file yang terbuka dalam mode w, a, dan x!

if (feof($file)) echo "End of file";

Membaca file baris per baris (fgets())

Program16-4.php

<?php

$file = fopen("welcome.txt", "r") or exit("Unable to open file!");

//Output a line of the file until the end is reached

while(!feof($file))

{

echo fgets($file). "<br />";

}

fclose($file);

?>

Membaca file karakter per karakter (fgetc())

Program16-5.php

<?php

$file=fopen("welcome.txt","r") or exit("Unable to open file!");

while (!feof($file))

{

echo fgetc($file);

}

fclose($file);

?>



PHP File Upload

Dengan PHP, kita dapat meng-upload file ke server.

Membuat Form Upload-File

Program17-1.php

<html>

<body>

<form action="upload_file.php" method="post" enctype="multipart/form-data">

<label for="file">Filename:</label>

<input type="file" name="file" id="file" />

<br />

<input type="submit" name="submit" value="Submit" />

</form>

</body>

</html>

Membuat Skrip Upload

upload_file.php

<?php

if ($_FILES["file"]["error"] > 0)

{

echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br />";

}

else

{

echo "Upload: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br />";

echo "Type: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br />";

echo "Size: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " Kb<br />";

echo "Stored in: " . $_FILES["file"]["tmp_name"];

}

?>

Dengan memakai  array global PHP $_FILES kita dapat meng-upload file ari client ke

server.

Parameter pertama yaitu  nama input dan yang kedua yaitu  dapat berupa "name", "type",

"size", "tmp_name" atau "error". Seperti berikut ini:

• $_FILES["file"]["name"] – Nama file yang akan di-upload.

• $_FILES["file"]["type"] – Type dari file yang akan di-upload.

• $_FILES["file"]["size"] – Ukuran dalam byte dari file yang akan di-upload.

• $_FILES["file"]["tmp_name"] – Nama kopian sementara dari file yang disimpan di

server.

• $_FILES["file"]["error"] – Kode error dari file yang di-upload.

Hal ini sangat mudah untuk dilakukan. Untuk alas an keamanan, kita seharusnya me erapkan

kebijakan siapa saja user yang dapat meng-upload file ke server.

Pembatasan Upload File

Program17-2.php

<?php

if (($_FILES["file"]["type"] == "image/gif")

|| ($_FILES["file"]["type"] == "image/jpeg")

&& ($_FILES["file"]["size"] < 20000))

{


if ($_FILES["file"]["error"] > 0)

{

echo "Error: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br />";

}

else

{

echo "Upload: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br />";

echo "Type: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br />";

echo "Size: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " Kb<br />";

echo "Stored in: " . $_FILES["file"]["tmp_name"];

}

}

else

{

echo "Invalid file";

}

?>

Menyimpan File yang telah di-Upload

Program17-3.php

<?php

if (($_FILES["file"]["type"] == "image/gif")

|| ($_FILES["file"]["type"] == "image/jpeg")

&& ($_FILES["file"]["size"] < 20000))

{

if ($_FILES["file"]["error"] > 0)

{

echo "Return Code: " . $_FILES["file"]["error"] . "<br />";

}

else

{

echo "Upload: " . $_FILES["file"]["name"] . "<br />";

echo "Type: " . $_FILES["file"]["type"] . "<br />";

echo "Size: " . ($_FILES["file"]["size"] / 1024) . " Kb<br />";

echo "Temp file: " . $_FILES["file"]["tmp_name"] . "<br />";

if (file_exists("upload/" . $_FILES["file"]["name"]))

{

echo $_FILES["file"]["name"] . " already exists. ";

}

else

{

move_uploaded_file($_FILES["file"]["tmp_name"],

"upload/" . $_FILES["file"]["name"]);

echo "Stored in: " . "upload/" . $_FILES["file"]["name"];

}

}

}

else

{

echo "Invalid file";

}

?>


PHP Cookies

cookie biasanya digunakan untuk mengidentifikasi user.

Membuat Cookie (setcookie())

Catatan: fungsi setcookie() harus ditulis sebelmu tag <html>.

setcookie(name, value, expire, path, domain);

Program18-1.php

<?php

setcookie("user", "Alex Porter", time()+3600);

?>

<html>

<body>

</body>

</html>

Mengambil nilai Cookie ($_COOKIE)

Program18-2.php

<?php

// Print a cookie

echo $_COOKIE["user"];

// A way to view all cookies

print_r($_COOKIE);

?>

Program18-3.php memakai  fungsi isset() untuk mencari apakah cookie telah dibuat.

<html>

<body>

<?php

if (isset($_COOKIE["user"]))

echo "Welcome " . $_COOKIE["user"] . "!<br />";

else

echo "Welcome guest!<br />";

?>

</body>

</html>

Menghapus Cookie

Program18-4.php

<?php

// set the expiration date to one hour ago

setcookie("user", "", time()-3600);

?>


Bagaimana jika browser yang kita gunakan tidak mendukung Cookie

Gunakan pasangan form input untuk mengirim data dan form retrieve untuk menga bil data

seperti contoh di bawah ini.

Program18-5.php

<html>

<body>

<form action="welcome.php" method="post">

Name: <input type="text" name="name" />

Age: <input type="text" name="age" />

<input type="submit" />

</form>

</body>

</html>

welcome.php.

<html>

<body>

Welcome <?php echo $_POST["name"]; ?>.<br />

You are <?php echo $_POST["age"]; ?> years old.

</body>

</html>



PHP Sessions

Session digunakan untuk menyimpan informasi mengenai, atau merubah setting dari

sesi seorang user. Variabel session menyimpan informasi mengenai seorang user, dan

menyediakan informasi ini  pada seluruh halaman web pada suatu aplikasi .

Variabel Session PHP

Ketika kita membuat suatu aplikasi, kita membuka aplikasi ini  kemudian melakukan

beberapa perkerjaan hingga akhirnya menutup aplikasi ter ebut. Aplikasi akan mengetahui

siapa kita. Aplikasi mengetahui ketika kita mulai menjalankan aplikasi dan ketika kita menutup

aplikasi ini . Tetapi pada aplikasi internet terdapat satu kesulitan, yaitu: web server tidak

dapat mengetahui siapa user yang memakai  aplikasinya dan apakah yang sedang kita

lakukan karena alamat HTTP tidak menyimpan state aplikasi.

Mekanisme session pada PHP akan menyelesaikan permasalah n ini dengan cara

memperbolehkan aplikasi untuk menyimpan informasi pada server untuk digunakan kemudian

(contohnya: username, shopping items dll). Bagaimanapu , informasi session bersifat

sementara dan akan dihapus setelah user meninggalkan situs yang digunakan. Jika kita

membutuhkan informasi yang bersifat permanent, kita dap t menyimpan data pada database.

Session bekerja dengan cara membuat Unique ID (UID) untuk setiap user dan menyimpan

variabel berdasarkan UID ini . UID disimpan baik pada cookie atau URL.

Memulai Session PHP (session_start())

Catatan: fungsi session_start() harus ditulis sebelum tag <html>.

Program19-1.php

<?php session_start(); ?>

<html>

<body>

</body>

</html>

Kode di atas akan mendaftarkan session user ke server, dan mengijinkan kita u tuk memulai

menyimpan informasi user dan memebuat UID untuk session user ini .

Menyimpan Session Variabel

Cara yang tepat untuk menyimpan dan mengambil variabel session yaitu  memakai 

variabel $_SESSION:

Program19-2.php

<?php

session_start();

// store session data

$_SESSION['views']=1;

?>

<html>

<body>

<?php

//retrieve session data

echo "Pageviews=". $_SESSION['views'];

?>


</body>

</html>

Output:

Pageviews=1

Pada contoh di bawah ini, kita akan membuat counter page-views sederhana. Fungsi isset()

akan melakukan pengecekan terhadap variabel “views” apakah telah dibuat. Jika “views” telah

tersedia, maka kita dapat melakukan proses penambahan pada counter. Jika “views” tidak ada,

maka kita akan membuat variabel “views” dan mensetnya dengan 1.

Program19-3.php

<?php

session_start();

if(isset($_SESSION['views']))

$_SESSION['views']=$_SESSION['views']+1;

else

$_SESSION['views']=1;

echo "Views=". $_SESSION['views'];

?>

Menghapus Session

Jika kita ingin menghapus beberapa data session, kita dapat memakai  fungsi unset() atau

fungsi session_destroy().

Fungsi unset() digunakan untuk membebaskan variabel session tertentu.

Program19-4.php

<?php

unset($_SESSION['views']);

?>

Kita juga dapat menghapus keseluruhan session dengan memakai  fungsi

session_destroy().

Program19-5.php

<?php

session_destroy();

?>

Catatan: session_destroy() akan me-reset session kita dan kita akan kehilangan seluruh data

session yang telah tersimpan.


Pengenalan PHP MySQL

MySQL merupakan server database open source yang paling popular.

MySQL yaitu  sebuah database. database mendefinisikan struktur untuk menyimpan

informasi. Database terdiri dari tabel -tabel. Tabel terdiri dari baris, kolom dan sel. Database

digunakan untuk menyimpan informasi berdasarkan kategori. Misalnya database suatu

perusahaan mungkin terdiri dari tabel-tabel berikut: “karyawan”, "Employees", "Products",

"Customers" dan "Orders".

Tabel

Database dapat terdiri dari satu atau lebih tabel. Setiap table mempunyai nama. Setiap tabel

mengandung record dan data. Di bawah ini contoh tabel "Persons":

LastName FirstName Address City

Hansen Ola Timoteivn 10 Sandnes

Svendson Tove Borgvn 23 Sandnes

Pettersen Kari Storgt 20 Stavanger

Query

Dengan MySQL, kita dapat melakukan query untuk mendapatkan informasi tertentu dari

database.

Contoh query

SELECT LastName FROM Persons

Query di atas akan menampilkan semua data pada field LastName dari tabel Persons.

LastName

Hansen

Svendson

Pettersen

Download MySQL

Download MySQl dari situs :http://www.mysql.com/downloads/index.html



 
DASAR ALGORITMA 
 

1. Sejarah Algoritma 
 
             Ditinjau dari asal-usul katanya, kata algoritma memiliki  
sejarah yang cukup aneh. Orang hanya menemukan kata algorism 
yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda 
dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka 
arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun 
hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah 
matematika menemukan asal kata ini  yang berasal nama 
penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad 
Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Asal kata ‘Algoritma’ muncul dari 
‘Algoritmi’ bentuk latin dari al-Khwarizmi, matematikawan, ahli 
astronomi, dan ahli geografi dari Persia. Nama lengkapnya yaitu  
Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-khuwarizmi, orang barat 
membaca nama Al-Khuwarizmi menjadi algorism. Perubahan 
kata dari algorism menjadi algorithm muncul sebab  kata 
algorism sering keliru dengan arithmetic, sehingga akhiran-sm 
berubah menjadi-thm oleh orang barat. Al-Khuwarizmi juga 
menulis kitab al jabr w’al-muqabala yang artinya “Buku 
pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and 
reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata 
“Aljabar” (Algebra) yang di mana buku ini  dibuat pada 

 
sekitar tahun 825 M. sebab  menghitung dengan Bahasa arab 
sudah menjadi hal yang biasa, maka perlahan kata algorithm 
berubah secara berangsur-angsur dipakai sebagai metode 
perhitungan (komputasi) secara umum yang memicu  
kehilangan makna kata aslinya. Dalam Bahasa negara kita   kata 
algorithm diartikan dan diserap menjadi algoritma. 
 
 
2. Definisi Algoritma 
 
             “Algoritma yaitu  urutan atau langkah-langkah untuk 
menyelesaikan masalah pemograman komputer yang di urutkan 
secara logis dan sistematis  yang berarti algoritma harus 
mengikuti urutan tertentu tidak boleh melompat-lompat”. 
Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat 
ditentukan bernilai benar atau salah, serta kata logis merupakan 
kata kunci dalam algoritma. Dalam beberapa konteks, algoritma 
yaitu  spesifikasi urutan yang memiliki langkah untuk 
menyelesaikan pekerjaan tertentu dengan langkah yang logis. 
Pertimbangan dalam pemilihan algoritma yaitu , pertama, 
algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan 
keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan (input) yang 
diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma ini , kalau 
memberikan keluaran yang salah, berarti algoritma ini  
bukanlah algoritma yang baik dan tidak logis. Pertimbangan 
kedua yang harus diperhatikan yaitu  kita harus mengetahui 
seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma ini . Hal ini 
penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah 

 
 
yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya memiliki 
pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan 
hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya. Ketiga 
yaitu  efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 
2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma 
memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika 
kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan 
keluarannya, algoritma ini  biasanya tidak akan dipakai, 
setiap orang menginginkan hasil atau keluaran yang cepat dan 
tepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang 
terpakai maka semakin buruklah algoritma ini . Dalam 
kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda 
untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi 
perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita 
mengharapkan keluaran yang samadan tpat. Jika terjadi 
demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat. 
 
 
3. Perbedaan Algoritm Dan Pemograman 
 
             Program merupakan sekumpulan pernyataan komputer, 
sedang  algoritma merupakan metode tahapan sistematis 
dengan logis dalam program ini . Program ditulis atau dibuat 
dengan menggunakan Bahasa pemograman. Jadi kesimpulannya 
bisa disebut bahwa pemograman yaitu  suatu implementasi dari 
bahasa pemograman. Wirth (1997) menyatakan dalam bukunya:  
Algoritma + Struktur Data = Program 
 
 
Struktur data dan algoritma memiliki hubungan yang sangat erat 
pada sebuah program. Meskipun algoritma terlihat baik 
namuntidak memiliki struktur data yang tepat maka pemograman 
ini  akan menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.  
 
 
4. Algoritma Jantung Ilmu Informatika 
 
             Algoritma merupakan jantung ilmu komputer atau 
informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang mengarah ke 
dalam terminology algoritma. Pada kenyataannya tidak, jangan 
beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. 
Dalam kehidupan sehari-hari juga memiliki proses algoritma. 
Langkah-langkah atau cara pembuatan kue atau masakan yang 
dituangkan kedalam resep juga disebut dengan algoritma. Pada 
setiap resep pasti memiliki urutan langkah-langkah  pembuatan 
masakan. Ketika langkah-langkah atau cara pembuatan ini  
tidak logis, maka tidak masakan yang diinginkan tidak ada 
hasilnya. Seseorang akan mencoba suatu resep masakan maka dia 
akan membaca resep ini  dengan satu per satu langkah-
langkah pembuatan ini  lalu ia mengerjakan proses masakan 
ini  sesuai apa yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) 
yang mengerjakan proses disebut dengan pemroses (processor). 
Pemroses tersebur berupa manusia, robot, komputer atau alat-alat 
elektronik lainnya. Pemroses akan melakukan suatu proses 
dengan nengeksekusi algoritma yang menjabarkan proses 
ini  dengan teratur dan baik. Algoritma yaitu  deskripsi dari 
suatu pola tingkahlaku yang menyatakan secara primitive yaitu 

 
 
aksi-aksi yang didefinisikan sebelumnya dan akan diberi nama 
dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi dapat bekerja 
sehingga dapat menyebabkan kejadian yang dapat 
menyelesaikan. Membuat algoritma berarti mengerjakan 
langkah-langkah di dalam algoritma ini , pemroses 
mengerjakan proses seusai dengan algoritma yang diberikan 
kepadanya dengan logis dan teratur. Seorang koki atau juru 
masak membuat kue berdasar  resep kue ini  berdasar  
apa yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu 
berdasar  papan not balok yang diberikan. sebab  itu suatu 
algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang mudah dipahami 
dan dimengerti oleh pemroses. Jadi kesimpulannya pemroses 
harus  mengerti setiap langkah-langkah dalam algoritma yang 
diberikan dan mengerjakan operasi yang bersusunan atau teratur 
dengan langkah ini . 
 
 
5. Mekanisme Pelaksanaan Algoritma Oleh Pemroses 
 
             Komputer merupakan alat untuk pemroses algoritma, 
agar algoritma dapat dilaksanakan oleh komputer maka dari itu 
algoritma harus ditulis dalam notasi Bahasa pemograman 
sehingga dinamakan program. Algoritma memiliki ciri-ciri, hal 
ini dikemukakan oleh Donald E. Knuth, seorang penulis beberapa 
buku algoritma abad XX, menyatakan bahwa ada beberapa ciri-
ciei algoritma, sebagai berikut:  

 
 
1. Algoritma memiliki  awal dan akhir. Suatu algoritma 
harus berhenti sesudah  mengerjakan serangkaian tugas 
atau dengan kata lain suatu algoritma memiliki langkah 
yang terbatas.  
2. Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat sehingga 
tidak memiliki arti ganda (not ambiguous).  
3.  Memiliki masukan (input) atau kondisi awal.  
4. Memiliki keluaran (output) atau kondisi akhir. 
5.  Algoritma harus efektif; bila diikuti benar-benar akan 
menyelesaikan persoalan. 
 Sifat Algoritma berdasar  ciri algoritma yang dipaparkan oleh 
Donald Knuth dan definisi Algoritma maka dapat disimpulkan 
sifat utama suatu algoritma, sebagai berikut:  
1.  input: Suatu algoritma memiliki input atau kondisi awal 
sebelum algoritma dilaksanakan dan bisa berupa nilai-nilai 
pengubah yang diambil dari himpunan khusus.  
2. output: Suatu algoritma akan menghasilkan output atau 
keluaran sesudah  dilaksanakan, algoritma akan mengubah 
kondisi awal menjadi kondisi akhir, di mana nilai output 
diperoleh dari nilai input yang telah diproses melalui 
algoritma. 
3. Definiteness: Langkah-langkah yang dibuat dalam 
algoritma terdefinisi dengan jelas dan teratur dengan logis 
sehingga mudah dilaksanakan oleh pengguna algoritma 
atau user. 
4. Finiteness: Suatu algoritma harus menghasilkan kondisi 
akhir atau output sesudah  melakukan sejumlah langkah 

 
 
yang terbatas jumlahnya untuk setiap kondisi awal atau 
input yang diberikan.  
5. Effectiveness: Setiap langkah dalam algoritma akan 
dilaksanakan dalam beberapa waktu tertentu sehingga pada 
akhirnya algoritma ini  memberikan solusi atau output 
sesuai yang diharapkan oleh pengguna algoritma. 
6. Generality: Langkah-langkah algoritma berlaku untuk 
setiap himpunan input yang sesuai dengan persoalan yang 
akan diberikan, tidak hanya untuk himpunan tertentu. 
 
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat 
algoritma: 
 Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian 
masalah. Deskripsi ini  dapat ditulis dalam notasi apapun 
asalkan mudah dimengerti dan dipahami.  
 Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma 
seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan 
dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.  
 Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi 
algoritmik sendiri. Hal ini disebab kan teks algoritma tidak 
sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik 
mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman 
tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik ini  
berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara 
umum. 
   Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, sebab  
itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan 

 
 
oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer, 
pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau 
diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang 
dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program 
sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi 
mesin yang menjalannya. 
   Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam 
mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa 
pemrograman. 
   Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya 
dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus 
ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. 
Dalam pembuatan algoritma juga memiliki  banyak 
keuntungan, yaitu: 
 Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada    
bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan algoritma 
independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang 
melaksanakannya.  
 Notasi algoritma juga dapat diterjemahkan ke dalam berbagai 
bahasa pemrograman.  
 Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan 
dikeluarkan sama sebab  algoritmanya sama. 
             Dalam kenyataannya setiap orang bisa membuat 
algoritma dengan cara yang berbeda untuk menyelesaikan suatu 
permasalahan, walaupunterjadi perbedaan dalam menyusun 
 
 
algoritma yang pastinya kita mengharapkan hasil dan keluaran 
yang sama. Maka dari itu carilah algoritma yang paling efisien 
dan cepat. 
Perhatikan algoritma sederhana berikut: 
Jika kita ingin memasak nasi goreng langkah yang harus 
dilakukan yaitu  : 
1. Panaskan margarin sampai leleh, masak telur orak-arik 
lalu sisihkan. 
2. Tambahkan minyak goreng dan bumbu halus, aduk rata, 
masak hingga harum. 
3. Masukkan nasi ke dalam adonan telur dan bumbu, aduk 
rata. Tambahkan daun bawang, aduk kembali. 
4. Sajikan bersama topping tomat ceri dan kerupuk juga 
sedikit hiasan daun seledri juga irisan cabai merah. 
Algoritma menghitung luas persegi Panjang :  
1. Masukkan panjang (P) 
2. Masukkan Lebar (L) 
3.  Luas  P * L  
4. Tulis luas 
 
 
6.Penyajian Algoritma 
 
             Algoritma dapat disajikan dengan du acara atau Teknik 
yaitu Teknik tulisan dan teknik gambar. Teknik tilisan biasanya 
10 
 
 
munggunakan metode structure English dan pseudocode, 
sedang  teknik gambar menggunakan diagram alir (flow 
chart). 
             Structure English merupakan alat yang cukup efisien 
untuk membuat atau menggambarkan algoritma. Basis dari 
structure English yaitu  Bahasa inggris, tetapi juga dapat 
digunakan Bahasa negara kita , sedang  pseudocode merupakan 
kode yang mirip dengan kode pemograman yang sebenarnya. 
Pseudocode dibagi menjadi dua bagian yaitu pseudo dan code, 
pseudo yang berarti imitasi/mirip/menyerupai dan code yang 
berarti program. Pseudocode berbasis pada kode pemograman 
yang sebenarnya seperti Python, C, C++, Pascal, dll. 
             Flowchart memiliki terjemahan ke Bahasa negara kita  
yang berarti diagram alir, dari dua kata ini dapat kita bayangkan 
bahwa flowchart itu memiliki bentuk diagram yang di mana 
bentuknya seperti dapat mengalirkan sesuatu. Hal ini memanglah 
benar flowchart memang menggambarkan suatu aliran kegiatan 
dari awal hingga akhir mengenai suatu langkah-langkah dalam 
penyelesaian suatu masalah. Masalah ini  bisa bermacam-
macam, mulai dari masalah yang sederhana sampai yang 
kompleks. Masalah yang kita pelajari tentu saja masalah 
pemrograman dengan menggunakan komputer, tetapi secara 
logika dapat kita awali dengan mengamati permasalahan dalam 
kehidupan sehari-hari kita. Contoh sederhananya yaitu  masalah 
menambal ban sepeda yang bocor. Dalam menambal ban sepeda 
yang bocor, tentu saja diperlukan langkah-langkah yang 
berurutan agar hasilnya dapat sesuai dengan apa yang kita 
inginkan. Demikian halnya dalam memprogram, diperlukan suatu 
algoritma (urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah 
yang disusun secara sistematis) agar program yang kita buat dapat 
11 
 
 
berjalan dan memberikan hasil yang valid. Maka dari itu, untuk 
merepresentasikan algoritma itulah kita gunakan flowchart. 
Flowchart biasanya dipelajari pada saat kita mulai mempelajari 
pemrograman. Mengapa demikian? Hal ini tak lain sebab  dengan 
mempelajari flowchart, kita diharapkan dapat berfikir secara 
logis, dapat menentukan komponen program (input dan output), 
serta memahami alur program. Flowchart merupakan teknik yang 
memudahkan kita dalam memprogram, dalam hal ini 
memudahkan dalam arti mengantisipasi agar tak ada komponen 
program yang tertinggal. 
             Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart 
yang disepakati oleh dunia pemrograman:  
 Simbol Input  
Simbol input digambarkan dengan bangun jajar genjang. Simbol 
ini digunakan untuk melambangkan kegiatan penerimaan input. 
Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan input yang diperlukan 
pada suatu waktu secara satu per satu maupun secara keseluruhan, 
tetapi biasanya input yang dimasukkan pada suatu waktu, 
dituliskan bersamaan secara keseluruhan dengan tujuan efisiensi 
ruang gambar. 
 
 
 
 Simbol Proses 
Simbol proses digambarkan dengan bangun persegi panjang. 
Simbol ini digunakan untuk melambangkan kegiatan pemrosesan 
12 
 
 
input. Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan operasi-operasi 
yang dikenakan pada input, maupun operasi lainnya. Sama seperti 
aturan pada simbol input, penulisan dapat dilakukan secara satu 
per satu maupun secara keseluruhan. 
 
 
 
 Simbol Output  
Simbol ini digunakan untuk melambangkan kegiatan penampilan 
output. Dalam simbol ini, kita dapat menuliskan semua output 
yang harus ditampilkan oleh program. Sama seperti aturan pada 
dua simbol sebelumnya, penulisan dapat dilakukan secara satu 
per satu maupun secara keseluruhan. 
 
 
 
 Simbol Percabangan 
Simbol percabangan digambarkan dengan bangun belah ketupat. 
Simbol ini digunakan untuk melambangkan percabangan, yaitu 
pemeriksaan terhadap suatu kondisi. Dalam simbol ini, kita 
menuliskan keadaan yang harus dipenuhi. Hasil dari pemeriksaan 
dalam simbol ini yaitu  “YES” atau “NO”. Jika pemeriksaan 
menghasilkan keadaan benar, maka jalur yang harus dipilih 
yaitu  jalur yang berlabel Yes, sedang  jika pemeriksaan 
menghasilkan keadaan salah, maka jalur yang harus dipilih 
13 
 
 
yaitu  jalur yang berlabel No. Berbeda dengan aturan pada tiga 
simbol sebelumnya, penulisan keadaan dilakukan secara satu per 
satu. 
 
 
 
 Simbol Garis Alir 
Simbol garis alir atau flow lines digambarkan dengan anak panah. 
simbol ini digunakan untuk menghubungkan setiap langkah 
dalam flowchart dan menunjukkan kemana arah aliran diagram. 
Anak panah ini harus memiliki  arah dari kiri ke kanan atau dari 
atas ke bawah.  
 
 
 Simbol Terminator 
Terminator berfungsi untuk menandai awal dan akhir dari suatu 
flowchart. Simbol ini biasanya diberi label START untuk 
menandai awal dari flowchart, dan label STOP untuk menandai 
akhir dari flowchart. Jadi dalam sebuah flowchart pasti terdapat 
sepasang terminator yaitu terminator start dan stop. 
 
 
 
 Simbol Konektor 
14 
 
 
 Simbol konektor digunakan untuk menghubungkan suatu 
langkah dengan langkah lain dalam sebuah flowchart dengan 
keadaan on page atau off page. On page connectordigunakan 
untuk menghubungkan suatu langkah dengan langkah lain dari 
flowchart dalam satu halaman, sedang  off page connector 
digunakan untuk menghubungkan suatu langkah dengan langkah 
lain dari flowchart dalam halaman yang berbeda. Connector ini 
biasanya dipakai saat media yang kita gunakan untuk 
menggambar flowchart tidak cukup luas untuk memuat gambar 
secara utuh, jadi perlu dipisahpisahkan. Dalam sepasang 
connector biasanya diberi label tertentu yang sama agar lebih 
mudah diketahui pasangannya. 
 
 
 
Contoh menghitung luas segitiga menggunaan flowchart 
-Membaca data dengan menginputkan secara tidak langsung 
 
 
 
 
 
15 
 
 
 
 
 
 
-Membaca data dengan menginputkan secara tidak langsung 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
16 
 
 
DASAR PEMOGRAMAN 
 
 
7. Sejarah Bahasa Pemograman Dibuat 
 
             Kita pasti sudah tau bahwa sebuah aplikasi diciptakan 
dari codingan seorang programmer dengan menggunakan bahasa 
pemograman. Layaknya seperti filsuf yang bertanya akan alam 
semesta, pasti kalian berfikir darimana terciptanya atau 
datangnya bahasa pemograman? Terciptanya bahasa 
pemograman bersamaan dengan sejarah terciptanya mesin dan 
komputer. Pada awal mulanya bahasa pemograman bermulai dari 
Antikythera. Antikythera merupakan kalkulator yang berasal dari 
Yunani kuno yang bekerja menggunakan tuas dan konfigurasi 
untuk menjalankannya. Ismail Al-jazari, seorang ilmuan muslim 
yang membangun sebuah mesin bernama Automata pada tahun 
1200an, yaitu sebuah robot burung merak yang cara kerjanya 
bergerak menggunakan hydropower(aliran air). Pada tahun 1822 
merupakan munculnya pertama kali bahasa pemograman, mesin 
yang bernama Difference Engine merupakan mesin yang 
diciptakan oleh Charles Babbage, yaitu seorang mahasiswa yang 
berasal dari universitas Cambridge Inggris. Namun mesin yang 
bernama Difference Engine hanya dapat mengeluarkan output 
saja. Pada tahun 1849, sesudah  10 tahun mesin itu dibuat Charles 
mengembangkan mesin pengolah data itu menjadi versi kedua 
BAB 2 
17 
 
 
kemudian hasli yang dicapai oleh Charles diteruskan oleh 
anaknya yang bernama Henry Prevost. Ia hanya membuat kopian 
dari hasil apa yang diperhitungkan algoritma mesin ini  dan 
mengiirim ke  berbagai institusi di dunia. Dan kemudian George 
Boole menemukan system logika pada tahun 1854 yang dimana 
logika ini mampu menyatakan hubungan-hubungan yang lebih 
besar, lebih kecil, sama dengan dan tidak sama dengan. 
             Pengembangan logika itu terus menerus samakin 
berkembang dari tahun ketahun sehingga pada tahun 1935 
seorang ilmuan yang berasal dari jerman yang bernama Konrad 
Zuse membuat sebuah mesin kalkulator biner yang bernama Z-1. 
Dan disusul pada tahun 1939 Zuse dipanggil untuk mengapdi di 
kemiliteran untuk membuat  Z-2, Z-3 kemudian dilanjutkan Z-4. 
Kemudian Zuse melakukan penelitian lagi dan pada tahun 1945 
ia menciptakan bahasa pemograman tingkat tinggi pertama di 
dunia yaitu Plankalkul (plan kulkulus). Dengan hal itu terbukti 
bisa menciptakan mesin catur komputer pertama di dunia. Masih 
banyak lagi sejarah perkembangan logika itu atau bahasa 
pemograman, bahasa pemograman akan terus berevolusi menjadi 
semakin mudah untuk digunakan seiring perkembangan jaman. 
 
8. Definisi Pemograman 
 
             Pemograman didefinisikan sebagai proses yang lengkap, 
dimulai dari menulis kode pemograman, menguji sebuah kode 
program, hingga dapat memperbaiki debug yang muncul pada 
18 
 
 
saat pemograman, serta memelihara kode pemograman yang 
telah dibagun melalui sebuah system update software. Tujuan 
utama dari pemograman yaitu untuk membuat sebuah program 
atau arahan dari user yang bisa dicerna oleh komputer, sehingga 
perangkat komputer dapat melakukan sebuah perhitungan serta 
menyelesaikan pekerjaan lain sesuai apa yang diinginkan oleh 
user.  
             Biasanya untuk melakukan aktivitas pemograman atau 
coding ini, kita akan dituntut untuk memiliki  keterampilan 
yang kuat dan mendalam untuk menguasai bidang-bidang 
tertentu, seperti menguasai bahsa pemograman, algoritma, 
pengetahuan matematika seta logika. Hal itulah yang harus anda 
kuasai dan menyimbangkan pengetahuan ini  dalam benak 
dan diri anda terlebih dahulu untuk mempelajari bahasa 
pemrograman komputer.  
           
9. Jenis-Jenis Pemograman Komputer 
 
             sesudah  memahami tentang perkembangan dan pengertian 
pemograman, kalian juga harus memahami apa saja jenis-jenis 
pemograman yang sering digunakan untuk menyusun sebuah 
system komputer. Ada banyak sekali jenis pemograman 
komputer, setiap jenis-jenis pemograman memiliki fungsi dan 
kegunaannya masing-masing. Memahami jenis-jenis 
pemograman komputer akan memberikan anda gambaran 
langsung terkain pekerjaan umum seorang programmer.  
19 
 
 
Berikut ini merupakan jenis-jenis pemograman system komputer 
yang biasa dilakukan oleh seorang programmer: 
Pemograman web 
             Tahukah kalian bahwa website dibentuk menggunakan 
sistem pemograman? Kebanyakan orang awam mungkin tidak 
pernah menyadari bahwa website yang sering mereka kunjungi 
dibuat dari beragam jalinan saintaks bahasa pemograman yang 
berbeda-beda. Dibalik tampilan cantik dan kemudahan sebuah 
website, ada beraneka bahasa pemograman web yang harus kalian 
kuasai jika kalian tertarik untuk menjadi seorang programmer 
website. 
Pemograman Aplikasi 
             Jenis pemograman aplikasi ini lebih berfokus pada hasil 
untuk menyusun sebuah aplikasi yang dapaat digunakan. Para 
developer yang bekerja dibidang pengembangan atau pembuatan 
aplikasi akan selalu berorientasi pada sistem terbaik yang bisa 
digunakan untuk menciptakan aplikasi yang baik dengan daya 
kegunaaan yang tinggi. Sehingga produk ciptaan para developer 
bisa mengatasi beragam pekerjaan ataupun masalah lainnya. 
Maka dari itu pemograman aplikasi hanya berfokus pada satu 
tujuan saja. Misalanya aplikasi WhatsApp hanya berfokus pada 
aplikasi untuk komunikasi. 
 
 
 
20 
 
 
Pemograman Sistem operasi (OS) 
             Pemograman sitem komputer bisa dikatakan sebagai 
komponen yang sangat penring sebab  digunakan sebagai jenis 
pemograman yang akan membentuk sebuah perangkat pada 
komputer. Sistem operasi harus di instalasi dulu pada sebuah 
perangkat komputer bertujuan untuk, agar sistem operasi bisa 
berfungsi dengan baik. Jika tidak ada sistem operasi pada sebuah 
komputer maka seluruh perangkat tidak bisa memiliki fungsi 
apapun.  
 Contoh sistem operasi yang sering digunakan yaitu : 
windows, Android, iOS, Linux, dan lain-lain. Untuk pada 
personal computer (PC) sistem operator yaitu  Windows sebab  
banyak sekali jenis komputer dan PC yang menggunakan sistem 
operasi bawaan Windows. sedang  sistem operasi untuk 
smartphone yang sering digunakan atau paling popular saat ini 
yaitu  Android dan iOS.   
 
 
Pemograman Game 
 Pemograman game merupakan jenis pemograman yang 
paling sulit sebab  kita harus menggabungkasn antara desain 
visual dan juga sintaks untuk menjalankan algoritmanya. Game 
harus memiliki alur cerita yang menarik serta jelas terkait 
bagaimana proses permainan, apa saja karakter dalam sebuah 
game, dan apa saja jenis tantangan yang disajikan dalam sebuah 
game. 
21 
 
 
10. Fungsi-Fungsi Bahasa pemograman 
 
 Secara umum fungsi dari bahasa pemograman yaitu  
sebagai media untuk menyalurkan perintah dari seorang 
programmer untuk memproses data. Perintah yang diberikan oleh 
seorang programmer harus sesuai dan bisa dimengerti oleh mesin. 
Itulah fungsi utama bahasa pemograman. Namun masih ada 
fungsi lainnya dari bahasa pemograman yaitu sebagai media 
penyusun untuk mengembangkan sebuah sistem dan untuk media 
komunikasi antara programmer dengan komputer. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
22 
 
 
BAHASA PEMOGRAMAN 
PYTHON 
 
 
11. Apa Itu Python? 
 
 Python yaitu  bahasa pemograman interpreatif yang 
dianggap mudah dipelajari serta berfokus pada keterbacaan kode. 
Dengan kata lain python diklaim sebagai bahasa pemograman 
yang memiliki kode-kode pemograman yang sangat jelas dan 
mudah dipahami, lengkap, dan mudah. Python secara umum 
berbentuk pemograman berorientasi objek, pemograman 
imperetatif, dan pemograman fungsional. Python juga dapat 
digunakan untuk berbagai keperluan pengembangan perangkat 
lunak dan dapat berjalan di berbagai platform sistem operasi. Dan 
juga python memiliki lisensi yang dapat diperoleh dan 
dipergunakan secara bebas oleh siapapun, bahkan untuk para 
developer yang menggunakan bahasa ini untuk kepentingan 
komersial. 
12. Sejarah Python 
 
 Python dikembangkan oleh Guido Van Rossum pada 
tahun 1990 di CWI Amsterdam, yaitu seorang programmer 
BAB 3 
23 
 
 
berkelahiran belanda. Python merupakan kelanjutan dari bahasa 
pemograman ABC. Nama python dipilih oleh Guido sebagai 
nama bahasa ciptaannya sebab  kecintaannya pada acara televisi 
Monty Python’s Flying Circus. Dan pada saat ini pengembangan 
python terus dilakukan oleh sekelompok programmer yang 
dikoordinasi oleh Guido dan Python Software Foundation.  
13. Keunggulan Bahasa Pemograman Python 
 
 Keunggulan yang dimiliki bahasa pemograman python 
sehingga bahasa pemograman python banyak digunakan 
dibandingkan bahasa pemograman yang lainnya, yaitu : Python 
memiliki  konsep desainnya yang sangat sederhana dan bagus, 
bahasa pemograman ini berfokus dengan kemudahan 
penggunanya. Kode dalam pemograman Python dirancang 
semudah mungkin supaya lebih mudah membacanya dan 
mempelajarinya. Dan kelebihan bahasa pemograman Python 
yaitu , Python bisa mendukung berbagai pemograman yang 
berorientasi kepada objek serta pempograman secara fungsional. 
 Python juga meningkatkan segala produktivitas dan juga 
menghemat waktu untuk para programmer. Program yang tertulis 
menggunakan bahasa python bisa di jalankan pada semua jenis 
sistem operasi seperti Windows, Unix, Mac OS x, dan lain 
sebagainya. Dan bahasa pemograman Python bisa digunakan 
untuk peranglat-perangkat di mobile. Python juga memiliki  
berbagai dukungan pustaka dan dikembangkan serta dirancang 
oleh pihak ketiga, contohnya seperti para pustaka dengan 
kegunaan pengembangan web, sera pengembangan aplikasi 
24 
 
 
secara visual basis GUI, melakukan pengembangan permainan 
komputer atau game, dan juga banyak yang lainnya. Bahasa 
pemograman juga memiliki sifat gratis atau bisa didapatkan 
secara bebas atau free juga open source, walaupun bahasa 
pemograman python digunakan dalam kepentingan secara 
komersial. 
 
14. Install python di Windows 
 
 http://www.python.org/download masuk ke link ini  
kemudian unduh python untuk windows. sesudah  selesai atau berhasil 
mengunduh, klik dua kali installer ini  dan ikuti alurnya sampai 
selesai. sesudah  berhasil biasanya hasil instalasi Python disimpan di 
direktori C:/PythonX.X dimana X.X yaitu  versi dari python yang 
digunakan. 
 Kemudian agar python bisa dieksekusi di cmd, akses 
Control Panel → System → Advanced → Environment Variables 
→ Klik variabel yang dinamakan PATH di bagian System 
Variables kemudian pilih dan edit, tambahkan ;C\PythonX.X 
tanpa tanda petik. Kemudian tekan OK, dan siap dijalankan di 
cmd. 
 
 
 
25 
 
 
15. Install Python di Linux 
 
 http://www.python.org/download masuk ke link ini  
kemudian unduh python untuk Unix/Linux. Unduh source code 
Python yang dibungkus oleh zip dan ikuti alur pengunduhannya. 
sesudah  diunduh kemudian ekstrak installer ini . Kemudian 
masuk kedirektori installer Python. Jika ada pengaturan khusus 
yang diinginkan, edit file Modules/Setup pada installer. Jika 
pengaturan sudah sesuai jalankan perintah ./configure. Hal ini 
dilakukan untuk konfigurasi installer Python pada sistem operasi 
kita. sesudah  konfigurasi beres, jalankan perintah make untuk 
meng-compile installer Python. sesudah  itu baru jalankan perintah 
make install untuk memulai proses instalasi. 
 File ekskeusi Python akan diinstall di /usr/local/bin dan 
library nya diinstall di /usr/local/bin/pythonX.X. Kemudian 
jangan lupa untuk lakukan pengaturan path agar bisa 2 dieksekusi 
di shell. 
Berikut yaitu  beberapa pengaturan path pada beberapa shell : 
• Pengaturan path di shell bash : export PATH = 
“$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter  
• Pengaturan path di shell csh : setenv PATH = 
“$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter 
• Pengaturan path di shell ksh : PATH = 
“$PATH:/usr/local/bin/python” kemudian tekan enter 
Selain menggunakan source code Python dan penginstallan 
secara manual seperti cara diatas. Kamu juga bisa menginstall 
26 
 
 
Python melalui packet manager jika sistem operasi yang anda 
gunakan mendukung fitur ini  seperti Ubuntu, dan Fedora. 
 
16. Mengenal Tipe Data di Python 
 
  Dalam bahasa pemograman Python, terdapat beberapa 
tipe data yang unik bila dibandingkan dengan bahasa 
pemograman yang lainnya seperti Java,C,C++,C#, dan lainnya. 
Tiipe data pada bahasa pemograman Python yaitu  sebagai 
berikut:  
• Booelan, contohnya seperti True and False 
• Complex, pasangan angka real dan imajiner misalnya 
2+8j 
• Date, bilangan yang dapat dikonversi menjadi format 
tanggal, misalnya 31-12-2020 
• Float, bilangan yang memiliki  koma, misalnya 3.14, 
6,13, 7,19 
• Hexadecimal, bilangan dalam format heksa, misalnya 8b, 
2d4 
• Integer, bilangan bulat, misalnya 10, 20, 30, 15 
• Long, bilangan bulat yang panjang, misal 
123456789123456789L  
• None, data yang tidak terdefinisi tipe data apapun 
• String, data yang berisi kalimat. Bisa dibentuk dengan 
diapit tanda ' dan ', atau diapit “ dan “, atau diapit “”” dan 
“”” untuk membentuk paragraf. 
27 
 
 
• List, sebuah data berupa untaian yang menyimpan 
berbagai tipe data dan isinya bisa diubah 
• Tuple, sebuah data berupa untaian yang menyimpan 
berbagai tipe data tapi isinya tidak bisa diubah 
• Dictionary, sebuah data berupa untaian yang menyimpan 
berbagai tipe data berupa pasangan penunjuk dan nilai 
• Objek, sebuah data yang berisi atribut dan method 
 
17. Operato Python 
 
 Selain tipe data diatas, terdapat juga beberapa operator 
untuk pemrosesan data di bahasa pemograman Python. Berikut 
merupakan operator yang ada di Python :  
 
1. Aritmatika  
Operator Penjelasan Contoh 
 
 
Penjumlahan, menambahkan 
dua buah operator 
a, b = 15, 7 
hasil = a+b 
 
# hasil akan 22 
Print “hasil” : “, hasil 
 
 
Pengurangan, mengurangkan 
operan disebelah kiri operator 
dengan operan di sebelah 
kanan operator 
a, b = 15-5 
hasil = a-b 
 
#hasil akan 10 
Print “hasil : “, hasil 
28 
 
 
 
 
Perkalian, menghasilkan 
operan di sebalah kiri dengan 
operan di sebelah kanan 
operator 
a, b = 7*5 
hasil = a*b 
 
#hasil akan 35 
print “hasil : ‘, hasil 
 
 
Pembagian, membagi operan 
di sebelah kiri dengan operan 
disebelah kanan operator 
a, b = 10, 2  
hasil = a / b 
 
 # hasil akan 5 
print “hasil : “, hasil 
 
 
Modulus, mendapatkan sisa 
pembagian dari operan di 
sebelah kiri operator ketika 
dibagi oleh operan di sebelah 
kanan 
a, b = 11, 2  
hasil = a % b 
 
 # hasil akan 1 
 print “hasil : “, hasil 
 
 
** 
Pemangkatan, 
memangkatkan operan 
disebelah kiri operator 
dengan operan di sebelah 
kanan operator 
a, b = 11, 2 
 hasil = a ** b  
 
# hasil akan 121 print 
“hasil : “, hasil 
// Pembagian bulat, prosesnya 
sama seperti pembagian. 
Hanya saja angka dibelakang 
koma dihilangkan 
a, b = 11, 2 
hasil = a // b  
 
# hasil akan 5 print 
“hasil : “, hasil 
 
 
2. Perbandingan  
Operator Penjelasan Contoh 
 
 
Memeriksa apakah kedua 
nilai yang dibandingkan 
a, b,= 6, 5 
 
29 
 
 
 
 
!= 
sama atau tidak. Jika tidak 
sama akan dikembalikan nilai 
True jika sama akan 
dikembalikan nilai False. 
 # hasil akan True  
print “hasil : “, a != b 
 
 c = 6 
 
# hasil akan False  
print “hasil : “, a != c 
 
<> 
Fungsinya sama dengan 
operator != 
a, b,= 9, 8 
 
 # hasil akan True  
print “hasil : “, a <> b 
 
 c = 9 
 
 # hasil akan False  
print “hasil : “, a <> c 
 
 
 
 
 
>= 
Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operator lebih 
besar dari nilai di sebelah 
kanan operator atau memiliki 
nilai yang sama 
a, b = 10, 2  
c = 10 
 
# hasil akan True 
 print “hasil : “, a >= b  
 
# hasil akan True  
print “hasil : “, a >=c  
 
# hasil akan False 
 print “hasil : “, b >= a 
30 
 
 
 
 
 
 
<= 
Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operator lebih 
kecil dari nilai di sebelah 
kanan operator atau memiliki 
nilai yang sama 
a, b = 8, 7 
c = 8 
 
 # hasil akan False 
 print “hasil : “, a <= b 
 
 # hasil akan True  
print “hasil : “, a <= c 
 
 # hasil akan True 
print “hasil : “, b <=a 
 
Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operator lebih 
besar dari nilai di sebelah 
kanan operator 
a, b = 10, 5  
 
# hasil akan True  
print “hasil : “, a > b 
 
Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operator lebih 
kecil dari nilai di sebelah 
kanan operator 
a, b = 3, 6 
 
# hasil akan True 
 print “hasil : “, a < b 
 
 
3. Penugasan  
Operator  Penjelasan Contoh 
= Mengisikan nilai di sebelah 
kanan operator ke nilai di 
sebelah kiri operator 
a = 15 
 
 # hasil akan 15 
 print a 
 
 b = 20 
 # hasil akan 20 
 print b 
31 
 
 
 
 
-= 
Mengurangi operan sebelah kiri 
operator dengan operan sebelah 
kanan operator kemudian 
hasilnya diisikan ke operan 
sebelah kiri 
a, b,= 10, 8 
 
 # hasil akan 2 sma dgn 
a = a – b  
 
a -= b  
print “hasil : “, a 
 
+= 
Menambahkan operan 
sebelah kiri operator dengan 
operan sebelah kanan 
operator kemudian hasilnya 
diisikan ke operan sebelah 
kiri 
a, b,= 13+2 
 
 # hasil akan 15 sma dgn 
a = a + b  
a += b 
print “hasil : “, a 
*= Mengalikan operan sebelah 
kiri sebelah kanan operator 
kemudian hasilnya diisikan 
ke operan sebelah kiri 
operator dengan operan  
a, b,= 10, 3 
 
 # hasil akan 30 sma dgn 
a = a * b  
 
a *= b 
 
 print “hasil : “, a 
/= Membagi operan sebelah kiri 
operator dengan operan 
sebelah kanan operator 
kemudian hasilnya diisikan 
ke operan sebelah kiri 
a, b,= 9, 3 
 
# hasil akan 3 sma dgn a 
= a / b  
 
a /= b  
print “hasil : “, a 
 
 
 
Mengambil sisa bagi dari 
operan sebelah kiri operator 
dengan operan sebelah kanan 
a, b,= 10, 4  
 
32 
 
 
%= operator kemudian hasilnya 
diisikan ke operan sebelah 
kiri 
# hasil akan 2 sma dgn a 
= a %  
 
b a %= b  
print “hasil : “, a 
 
 
 
**= 
Memangkatkan operan 
sebelah kiri operator dengan 
operator sebelah kanan 
operator kemudian hasilnya 
diisikan ke operan sebelah 
kiri 
a, b=10, 2 
 
#hasilnya akan 100 sma 
dgn a=a ** b  
a ** =b 
print “hasil : :, a 
 
 
//= 
Membagi bulat operan 
sebelah kiri operator dengan 
operan sebelah kanan 
operator kemudian hasilnya 
diisikan ke operan sebelah 
kiri 
a, b,= 10, 4 
 
# hasil akan 2 sma dgn a 
= a // b  
 
a //= b  
print “hasil : “, a 
 
 
4. Biner  
Operator Penjelasan Contoh 
 & Operator biner AND, 
memeriksa apakah operan di 
sebelah kiri dan operan 
sebelah kanan memiliki  
angka biner 1 di setiap bit. 
Jika keduanya bernilai 1 
a, b = 13, 37 
 
 # a akan bernilai '0000 
1101'  
 
# b akan bernilai '0010 
0101' 
33 
 
 
maka bit hasil operasi akan 
bernilai 1 
 
 c = a & b 
 
 # c akan bernilai 5 = 
'0000 0101' 
 print c 
 
 
Operator biner OR, 
memeriksa apakah operan di 
sebelah kiri dan operan 
sebelah kanan memiliki  
angka biner 1 di setiap bit. 
Jika salah satunya bernilai 1 
maka bit hasil operasi akan 
bernilai 1 
a, b = 13, 37 
 
 # a akan bernilai '0000 
1101' 
 # b akan bernilai '0010 
0101'  
 
c = a | b 
 
# c akan bernilai 45 = 
'0010 1101'  
print c 
 
 
 
 
^  
Operator biner XOR, 
memeriksa apakah operan di 
sebelah kiri dan operan 
sebelah kanan memiliki  
angka biner 1 di setiap bit. 
Jika keduanya bernilai 1 
maka bit hasil operasi akan 
bernilai 0 
a, b = 13, 37  
 
# a akan bernilai '0000 
1101'  
 
# b akan bernilai '0010 
0101' 
 
 c = a ^ b  
 
# c akan bernilai 40 = 
'0010 1000' 
 print c 
34 
 
 
 
 
 
Operator biner Negative, 
membalik nilai bit. Misal dari 
1 menjadi 0, dari 0 menjadi 1 
I 1 a, b = 13, 37  
 
# a akan bernilai ‘0000 
1101 
 
# b akan bernilai ‘0010 
0101’ 
 
 
 
 
 
<< 
Operator penggeser biner ke 
kiri, deret bit akan digeser ke 
kiri sebanyak n kali 
a, b = 13, 37  
 
# a akan bernilai ‘0000 
1101’  
 
# b akan bernilai ‘0010 
0101’  
 
# hasil bernilai 52 = 
‘’0011 0100’ print a << 
2  
 
# hasil bernilai 148 = 
‘1001 0100’ 
 print b << 2 
 
 
 
 
 
 
 
 
>> 
Operator penggeser biner ke 
kanan, deret bit akan digeser 
ke kanan sebanyak satu kali 
a, b = 13, 37  
 
# a akan bernilai '0000 
1101'  
 
# b akan bernilai '0010 
0101'  
 
35 
 
 
# hasil bernilai 3 = '0000 
0011' 
  
print a >> 2  
 
# hasil bernilai 9 = '0000 
1001'  
print b >> 2 
 
5. Logika  
Operator Penjelasan Contoh 
 
and 
 
Jika kedua operan bernilai 
True, maka kondisi akan 
bernilai True. Selain kondisi 
tadi maka akan bernilai False 
a, b = True, True  
 
# hasil akan True  
print a and b 
or Jika salah satu atau kedua 
operan bernilai True maka 
kondisi akan bernilai True. 
Jika keduanya False maka 
kondisi akan bernilai False 
a, b = True, False  
 
# hasil akan True  
print a or b  
print b or a 
 print a or a  
 
# hasil akan False 
 print b or b 
not Membalikan nilai kebenaran 
pada operan missal jika 
asalnya true akan menjadi 
false dan begitupun 
sebaliknya 
a, b = True, False  
 
#hasil akan True 
Print not a 
Print not b 
 
36 
 
 
6. Keanggotaan  
Operator Penjelasan Contoh 
 
 
in 
Memeriksa apakah nilai yang 
dicari berada pada list atau 
struktur data python lainnya. 
Jika nilai ini  ada maka 
kondisi akan bernilai True 
sebuah_list = [1, 2, 3,4 
,5]  
 
print 5 in sebuah_list 
 
not in 
Memeriksa apakah nilai yang 
dicari tidak ada pada list atau 
struktur data python lainnya. 
Jika nilai ini  tidak ada 
maka kondisi akan bernilai 
True 
sebuah_list = [1, 2, 3,4 
,5]  
print 10 not in 
sebuah_list 
 
 
7. Identitas 
Operator Penjelasan Contoh 
is Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operan memiliki 
identitas memori yang sama 
dengan nilai di sebelah kanan 
operan. Jika sama maka 
kondisi bernilai True 
a, b = 10, 10  
 
# hasil akan True 
print a is b 
Is not Memeriksa apakah nilai di 
sebelah kiri operan memiliki 
identitas memori yang 
berbeda dengan nilai di 
sebelah kanan operan. Jika 
berbeda maka kondisi 
bernilai True 
a, b = 10, 5 
 
 # hasil akan True 
print a is not b 
 
37 
 
 
18. Prioritas Eksekusi Operator 
 
 Dari sekian banyak operator yang telah dijelaskan di atas, 
masing-masing operator ini  memiliki prioritas ketika 
dieksekusi. Prioritas ini  makin ke bawah makin akhir untuk 
dieksekusi ketika dijalankan. Paling atas akan didahulukan dari 
pada operator lain ketika dieksekusi, sedang  yang paling 
bawah akan terakhir ketika dieksekusi:  
Operator                        Keterangan 
**                                  Aritmatika 
~, +, -                            Bitwise 
*, /, %, //                       Aritmatika 
+, -                                Aritmatika 
>>, <<                          Bitwise 
&                                  Bitwise 
^, |                                Bitwise 
<=, , >=                        Perbandingan 
<>, ==, !=                    Perbandingan 
=, %=, /=, //=, 
 -=, +=, *=, **=            Penugasan 
is, is not                        identitas 
in, not in                       membership 
not, or, and                   logika 
 
 
 
38 
 
 
19. Pemilihan Kondisi di Paython 
 
Penggunaan Operator logika (if)  
Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti selalu menentukan 
pilihan kita untuk memulai sebuah aksi. “jika siang ini tidak ada 
tugas maka saya akan tidur siang”, “jika siang ini ada tugas maka 
saya tidak biasa tidur siang”. Secara tidak sadar itu merupakan 
pengandaian atau kondisional sudah menjadi bagian dari hidup 
kalian secara otomatis saat melakukan sebuah tugas.  
 Dalam sebuah pemograman pun demikian ada mekanisme 
dimana sebuah program akan menentukan aksi sesuai kondisi dari 
input yang diproses selama program dijalankan. Pemilihan 
kondisi dalam sebuah program membutuhkan nilai “True” jika 
aksi yang diinginkan dibawah kondisi ini  dieksekusi. Jika 
nilainya “false” maka akan diperiksa lagi kondisi lain yang sesuai 
atau akan langsung ke bagian program yang tidak memeriksa 
kondsi. 
 Di bahasa pemograman Pyhon, terdapat beberapa 
keyword untuk membuat sebuah pemilihan kondisi dlam sebuh 
program. Ada if, elif, else. Penggunaan if, elif, else tidak 
menggunakan kurung kurawalatau penutup blok. Sebuah 
statement akan dianggap blok  if jika identitasnya lebih satu tab 
dari jumlah tab if diatasnya. Penggunaan if akan diawali titik dua 
baru di bawahnya terdapat kode program yang akan dieksekusi 
jika kondisi ini  terpenuhi. Berikut ini merupakan contoh 
penggunaan if : 
39 
 
 
 
 
 
Ketika dieksekusi hasilnya akan seperti ini : 
 
Kondisi diatas yaitu  bernilai true / benar, dimana nilai x(1) 
lebih besar dari 0. Sekarang kita ubah kondisi seperti di bawah: 
 
 
Jika kita eksekusikan kode diatas maka python tidak akan 
menampilkan output apapun, sebab  kondisi diatas yaitu  
bernilai false atau salah. 
 
 
 
40 
 
 
Penggunaan (else) pada (if) 
 Fungsi else pada if untuk menampung berbagai konfisi 
yang berlawanan dengan kondisi pada if sebelumnya. Else selalu 
membutuhkan blok if atau  elif diatasnya sebab  tanpa kedua 
keyword tadi, else tidak akan bisa digunakan. Berikut contoh 
penggunaanya : 
 
 
Jika kode ini  dijalankan atau dieksekusi hasilnya akan 
seperti ini : 
 
 
Sebaliknya, mari kita ubah nilai x menjadi 15 : 
 
 
41 
 
 
Maka hasilnya akan seperti ini : 
 
Maka Python menjalankan statemen yang terdapat dalam 
blok else yang berarti bahwa kondisi ini  bernilai false. 
Intinya jika kondisi bernilai true maka statemen didalam if akan 
dieksekusi dan jika bernilai false maka statemen yang dieksekusi 
yaitu  statemen didalam else. 
 
Penggunaan (elif) pada (if) 
 Pengambilan keputusan kondisi if elif merupakan 
lanjutan/percabangan logika dari if. Dengan elif kita bisa 
membuat kode program yang akan menyeleksi beberapa 
kemungkinan yang bisa terjadi. Hampir sama dengan kondisi 
else, bedanya kondisi elif bisa banyak dan tidak hanya satu. 
Keyword elif ini berfungsi untuk membuat multi kondisional. 
Jadi jika kondisi di if paling atas tidak sesuai maka kondisi yang 
ada dibawahnya akan diperiksa dan jika cocok akan dieksekusi. 
Contoh penggunaan elif pada if sebagai berikut : 
 
42 
 
 
 
Maka hasilnya akan seperti ini jika dieksekusi :
 
20.  Menyusun Pengulanga (for dan while) 
 
Mengenal pengulangan for dan while 
 Python juga memiliki mekanisme pengulangan untuk 
menjalankan pekerjaan yang berulang. Pada umumnya 
pengulangan terdiri dari dua jenis ada pengulangan terbatas dan 
tidak terbatas. Pengulangan terbatas biasanya dimulai dari 1 
43 
 
 
hingga kesekian kali (n kali). Pengulangan terbatas menggunakan 
for. sedang  pengulangan tidak terbatas menggunakan while. 
Dalam pengulangan menggunakan while pengulangan akan terus 
dilakukan selama kondisional dalam perulangan while tetap 
dalam keadaan true jika dalam keadaan false maka pengulangan 
while  akan berhenti. 
Penggunaanan (for) 
 Pengulangan for melakukan pengulangan dengan meng-
iterasi elemen dari sebuah list. List merupakan kumpulan 
karakter, kumpulan string, angka dan kumpulan data yang 
lainnya. Berikut merupakan contoh penggunaan for : 
 
 
 
 
Maka hasil output nya akan seperti ini : 
Perhatikan pada program tadi, variabel kata ini  dimana 
iterasi akan dilakukan. Pada iterasi ke-1 variabel kata akan diisi 
dengan huruf pertama pada string ‘Selamat pagi’ huruf 
pertamanya yaitu S. Pada iterasi ke-2 nilai yang ditampung 
yaitu  e begitu seterusnya iterasi akan berjalan hingga semua 
44 
 
 
karakter dalam string ini  terambil. 
 
 
Mari kita coba contoh yang lainnya : 
 
Maka hasilnya akan seperti ini : 
 
Coba perhatikan pada program diatas saya membuat list dengan 
4 elemen yaitu kucing, harimau, singa dan gajah. masing-
masing elemen ini akan di ambil saat iterasi for dijalankan, 
sehinga program menghasilkan setiap nilai/elemen yang terdapat 
pada list ini . 
Perulangan For Dengan Fungsi Range 
45 
 
 
 Fungsi range () memiliki fungsi untuk mengembalikan 
deret berurut pada range yang telah ditentukan dari star sampai 
stop. Contoh penggunaan fungsi range, sebagai berikut : 
 
Maka salilnya ketika dieksekusi akan menjadi seperti ini : 
 
 
 
 
 
 
 
Perhatikan pada program diatas, perulangan dengan jumlah 
perulangan sebanyak 10 kali. penggunaan fungsi range akan 
mengembalikan objek dengan range yang dimulai dari 0 itu 
sebabnya hasil output menunjukan nilai yang di cetak dari 0 
sampai 9. 
 
Dan sekarang kita akan mencoba menetapkan nilai awal 1. 
Hasilnya sebagai berikut : 
 
46 
 
 
 
 
Maka outpuynya akan seperti ini : 
 
 
 
 
 
 
 
Program akan mencetak nilai dari 1 sampai 9. Nilai 0 tidak 
disertakan sebab  nilai awal yang kita tetapkan mulai dari angka 
1. 
Dan sekarang kita menggunakan step penambahan 
(increment), step ini dikenal sebagai step dalam bahasa 
pemograman lain, jika sebelumnya penambahan nilai 
pada range ditambahkan 1 pada setiap iterasi, sekarang kita coba 
lakukan penambahan dengan nilai 2 dalam setiap iterasi. 
Contohnya sebagai berikut : 
47 
 
 
 
Dan hasil eksekusinya sebagai berikut : 
 
Perintah range di atas (1,10,2) yang dimana akan menghasilkan 
eksekusi deret bilangan dari 1 sampai 9 namun tidak semua nilai 
akan diambil hanya nilai i+2. Alur algoritmanya yaitu   pertama 
program akan mencetak angka 1 kemudian dilakukan iterasi 
1+2=3 nilai 3 akan dicetak (sekarang nilai i yaitu  3) pada iterasi 
berikutnya 3+2=5 nilai 5 dicetak begitu seterusnya iterasi 
dilakukan hingga mencapai batas akhir yang ditetapkan kurang 
dari 10. 
 
Penggunaan (while) 
 Nah sekarang kita akan mempelajari pengulangan yang 
menggunakan while. Cara pengulangan while yaitu selama 
kondisi tertentu bernilai true maka pengulangan ini  akan 
diteruskan sampai kondisi bernilai false. Yang pastinya dalam 
kondisi yang dipakai untuk eksekusi while memerlukan operator 
48 
 
 
logika dan perbandingan. Contoh pengulangan menggunakan 
while sebagai berikut : 
 
pada sintak di bawah ini saya mencoba menginput angka 5 
 
Dan outputnya seperti ini : 
 
 
Pada contoh di atas banyak perulangan yang ditentukan dari nilai 
yang akan dimasukan user ketika program dieksekusi atau 
dijalankan. Nilai akan ditampung pada variable n dengan tipe 
integer yaitu bilangan bulat. Nilai i diinisialkan dengan 1, 
kemudian terdapat kondisi i<=n ketika kondisi bernilai true 
maka perinta print(i) dan i+=1 akan dijalankan. 
49 
 
 
Contoh di atas merupakan contoh proses perulangan dari nilai 
yang terkecil ke nilai besar (ascending). Nah selanjutnya kita 
akan mencoba perulangan menggunakan while secara menurun 
yang disebut dengan (descending).  
Contohnya sebagai berikut : 
 
Maka hasil outputnya akan seperti ini : 
 
 
 
 
 
 
 
Program di atas membuat ariable I dengan nilai 10, lalu pada 
kondisi pengulangan while didefinisikan sebagai i>=1, jika 
kondisi ini  bernilai true maka perintah print(i) akan 
dijalankan dengan mencetak bilai i, yang akan membuat 
pengurutan angka dari yang besar ke yang kecil (descending) 
50 
 
 
maka dari itu nilai i akan dikurangi 1 (i=i-1) sehingga awalnya 
nilai i yaitu  10 menjadi 9. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
51 
 
 
VARIABEL DAN TIPE  
DATA DALAM PYTHON 
 
21. Variabel 
 
 Variabel merupakan memori yang dicadangkan yang 
berfungsi untuk menyimpan nilai-nilai. Hal ini berarti bahwa 
ketika kalian membuat sebuah variabel, kalian akan memesan 
beberapa ruang di memori. Variabel juga bisa memiliki 
penyimpanan berbagai macam tipe data. Di dalam bahasa 
pemograman Python, variabel memiliki sifat yang dinamis, 
maksudnya variabel bahasa pemograman Python tidak perlu 
dideklarasikan tertentu dan variabel terebut juga bisa diubah saat 
program dijalankan. Tipe data yaitu  media atau memori pada 
komputer yang digunakan untuk menampung informasi. Bahasa 
pemograman Python sendiri memiliki  tipe data yang unik 
ketika kita bandingkan dengan bahasa pemograman yang lain. 
 
Contoh membuat variabel di python : 
 
 
 
BAB 4 
52 
 
 
 
Aturan Penulisan Variabel 
• Nama variabel boleh diawali menggunakan huruf atau 
garis bawah (_). 
•  Karakter selanjutnya dapat berupa huruf, garis bawah (_) 
atau angka. 
• Karakter pada nama variabel bersifat sensitif (case-
sensitif). Artinya huruf besar dan kecil dibedakan.  
• Nama variabel tidak boleh menggunakan kata kunci yang 
sudah ada dalam python seperti if, while, for, dsb. 
 
Menghapus Variabel 
 Ketika sebuah variabel tidak dibutuhkan lagi, maka kita 
bisa menghapusnya dengan fungsi del(). Contohnya sebagai 
berikut : 
 
 
 
Sekarang saya akan mencoba mengapusnya dengan 
menambahkan del() pada kode di bawah ini : 
53 
 
 
 
Pada perintah terakhir, kita akan mandapatkan NameError. 
Artinya variabel tidak ada di dalam memori alias sudah dihapus. 
 
22. Tipe Data 
 
 Tipe data merupakan suatu media pada komputer yang 
digunakan untuk menampung indormasi. Bahasa pemograman 
Python juga memiliki  tipe data yang unik. Berikut merupakan 
tipe data di Python yang sering digunakan, yaitu : 
1. Bilangan (Number) 
2. String 
3. List 
54 
 
 
4. Tuple 
5. Set 
6. Dictionary 
 
Tipe Data Bilangan (Number) 
 Tipe data bilangan yang umum ada 2 yaitu, integer dan 
float. Integer yaitu  bilangan bulat dan float yaitu  bilangan 
pecahan. Selain itu ada tipe bilangan lain, yaitu bilangan 
kompleks yaitu bilangan yang memiliki bagian real dan imajiner. 
Integer, float, dan kompleks masing-masing di Python diwakili 
oleh kelas int, float, dan complex. 
  
Tipe Data String 
 String yaitu  karakter yang diletakkan diantara tanda 
kutip, baik tanda kutip tunggal ( ‘ ) maupun ganda ( ” ). Huruf, 
angka, maupun karakter lainnya yang digabung menjadi teks 
yaitu  contoh string. 
 
Tipe Data List 
 List yaitu  tipe data yang berisi item yang berurut.  
Seperti halnya tipe data string, tiap item (anggota) list memiliki 
indeks sesuai dengan urutannya. Indeks dimulai dari 0 dan bukan 
dari 1. List berisi anggota dengan tipe yang sama maupun 
55 
 
 
berbeda. Untuk mendeklarasikan list, digunakan tanda kurung [ ] 
dan masing-masing anggotanya dipisahkan oleh tanda koma. 
 
Tipe Data Tuple 
 Tuple yaitu  jenis tipe data yang memiliki kemiripan tipe 
data dengan list. Perbedaannya yaitu  anggotanya tidak bisa 
diubah (immutable). List bersifat mutable, sedang  tuple 
bersifat immutable. Sekali tuple dibuat, maka isinya tidak bisa 
dimodifikasi lagi. Tuple dideklarasikan dengan menggunakan 
tanda kurung ( ). dan anggotanya dipisahkan oleh tanda koma. 
Tuple berguna untuk data yang dimaksudkan tidak diubah isinya. 
 
Tipe Data Set 
 Set yaitu  tipe data di bahasa pemograman Python yang 
tidak berurut (unordered). Set memiliki anggota yang unik (tidak 
ada duplikasi). misalnya kalau kita meletakkan dua anggota yang 
sama di dalam set, maka otomatis set akan menghilangkan yang 
salah satunya. Set juga memiliki fungsi untuk melakukan operasi 
himpunan matematika seperti gabungan, irisan, selisih, dan 
komplemen.Set dibuat dengan meletakkan anggota – anggotanya 
di dalam tanda kurung kurawal { }, dipisahkan menggunakan 
tanda koma. Kita juga bisa membuat set dari list dengan 
memasukkan list ke dalam fungsi set().Set bisa berisi data 
campuran, baik integer, float, string, dan lain sebagainya. 
 
56 
 
 
Tipe Data Dictionary 
 Dictionary yaitu  tipe data yang tiap anggotanya terdiri 
dari pasangan key-value (kunci nilai). Seperti artinya yaitu 
kamus, dengan kamus dimana ada kata ada arti. Dictionary 
biasanya dipakai untuk data yang besar dan untuk mengakses 
anggota data secara acak. Anggota dictionary tidak memiliki 
indeks. Dictionary dideklarasikan dengan menggunakan tanda 
kurung kurawal { }, dimana anggotanya memiliki bentuk kunci: 
nilai atau key: value dan tiap anggota dipisah tanda koma. Kunci 
dan nilainya bisa memiliki tipe sembarang. Untuk mengakses 
nilai dari anggota dictionary, kita menggunakan key-nya. 
Nah untuk lebih jelasnya tentang List, Dictionary dan Tuple akan 
dibahas di bab 8. 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
57 
 
 
INPUT DAN OUTPUT 
 
 
23. Penjelasan Input Dan Output 
 
Input (memasukan data)  
Input merupakan pemasukan sebuah data, setiap program 
yang kita buat atau kita ciptakan nantinya akan berinteraksi 
dengan user yang mana program akan meminta data yang 
diperlukan oleh user, misalkan dalam menghitung luas persegi 
Panjang pastinya memerlukan data berupa Panjang dan lebar dari 
persegi Panjang ini . 
 
Output (Menampilkan Data) 
 Output merupakan hasil pencetakan atau menampilkan 
informasi data yanng dihasilkan oleh program, misalnya dalam 
program penghitung luas persegi panjang, hasil akhir yang 
diinginkan yaitu  luas persegi panjang dengan kata lain 
algoritma ini  memiliki satu output yaitu luas persegi 
panjang. 
 
 
BAB 5 
58 
 
 
24. Penggunaan Input Dan Output pada Python 
 
Input (memasukan data) 
 
Data yang kita masukan nantinya akan tersimpan dalam Nama 
Variabel, namun apabila data yang diinput membutuhkan proses 
pengolahan kembali atau pengevaluasian maka perintah dibuat 
seperti berikut ini : 
 
Tetapi  ada juga data yang diproses secara otomatis tanpa 
meminta user untuk menginputkan, yaitu data yang ditulis 
langgsung ketika membuat program. Contohnya sebagai berikut: 
 
Penjelasannya, “Nama_variabel = isi data” ini artinya ketika 
program dijalankan maka sistem tidak akan menampilkan 
perintah ini , namun data akan otomatis terbaca oleh sistem. 
 
59 
 
 
Output (menampilkan data) 
 untuk menampilkan hasil program pada python, 
menggunakan perintah “print”, penulisan programnya sebagai 
berikut: 
 
Penjelasannya, perintah “print” akan memanggil data yang 
tersimpan pada Nama_variabel. 
 
25. Cara Menampilkan Input 
 
 Bahasa pemograman Python sudah menyediakan fungsi 
input() dan raw_input() untuk mengambil inputan dari keyboard. 
Contohnya seperti ini : 
 
Maksudnya, teks yang kita inputkan dari keyboard akan disimpan 
ke dalam Nama. 
60 
 
 
 
 
sesudah  kita menginput maka hasilnya akan seperti ini : 
 
Fungsi input() digunakan untuk mengambil data angka dan 
mengambil teks. 
 
26. Cara Menampilkan Output 
 
 Output merupakan hasil pencetakan atau menampilkan 
informasi data yanng dihasilkan oleh program, sesudah  data 
diinput lalu diproses. Untuk memanggil data ini  gunakan 
fungsi print(). Contohnya sebagai berikut : 
 
61 
 
 
27. Menggunakan String Format Cara Lama  
 
 Penggabungan teks dan variabel cara lama menggunakan 
simbol persen (%). Contoh sebagai berikut: 
 
Maka ketika program diinput lalu dijalankan, hasilnya akan 
seperti ini. 
 
 
Nah itu tadi merupakan pembahasan input dan output, semoga 
anda paham dengan penjelasan ini . input dan output yaitu  
proses dasar dalam sebuah pemograman, tanpa adanya input dan 
output mustahil program dapat berjalan dan berinteraksi dengan 
user, dalam mempelajari bahasa pemograman yang harus kita 
pahami yaitu struktur pemograman bukan menghafal coding, 
sebab  setiap adanya pembaruan/update terkadang terdapat 
syntaq/coding yang berubah. 
 
 
62 
 
 
STRUKTUR KONTROL 
PERCABANGAN 
 
 
28. Percabangan  
 
 Sebelumnya percabangan sudah kita bahas pada bab 3, 
tetapi di bab ini kita akan membahasnya lagi, agar pembahasan 
tentang percabangan pada Python semakin paham.  
 Dalam pembuatan program pada umumnya  selalu ada 
seleksinya dimana diperlukan pengecekan suatu kondisi untuk 
mengarahkan program agar berjalan sesuai apa yang diinginkan. 
Pada bahasa pemograman Python untuk melakukan pengecekan 
kondisi, terdapat 4 macam statmen, yaitu : 
1. if 
2. if-else 
3. if-elif-else 
4. if bersarang 
 
Nah kita akan bahas satu per satu dari empat stetmen di atas. 
 
 
BAB 6 
63 
 
 
29. Perintah If 
 
 Statmen if biasanya digunakan untuk melakukan 
penyelesaian dimana jika kondisi bernilai benar (true) maka 
program akan mengeksekusikan statmen yang berada 
dibawahnya. Dalam bahasa pemograman Python untuk penulisan 
pengkondisian dan statmen dipisahkan oleh tanda titik dua. 
Contoh bentuk umum perintah if : 
If (kondisi) : 
        Statmen 
Contoh lainya seperti berikut : 
 
Saya akan mencoba menginput angka diatas 90 ribu, contoh saya 
menginput 95 ribu, maka hasilnya akan seperti ini : 
64 
 
 
 
Hasilnya jika saya menginput nilai diatas 90 ribu saya akan 
mendapatkan diskon. Sekarang saya akan mencoba menginput 
nilai dibawah 90 ribu. Maka hasilnya akan seperti ini : 
 
65 
 
 
Jika saya menginput angka dibawah 90 ribu, seperti contoh diatas 
saya menginput angka 85000. Maka hasilnya saya tidak 
mendapatkan diskon. Dari contoh diatas, jika program dijalankan 
dan menginput nilai diatas 90 ribu sampai 100 ribu maka akan 
mencetak string “Anda Mendapatkan Diskon”. sedang  
menginput nilai diatas 100 ribu juga akan mendapatkan diskon 
hal itu disebab kan nilai ini  bernilai benar (true). 
 
30. Perintah If-Else 
 
 Stetmen if-else berfungsi untuk melakukan penyelesaian 
dimana kondisi bernilai benar (true) maka program akan 
mengeksekusi statmen yang pertama atau ke satu. Jika nilai 
kondisinya bernilai salah maka statmen kedua akan dieksekusi. 
Berikut merupakan bentuk sederhana perintah if-else : 
If (kondisi) : 
       Statmen 1 
Else : 
       Statmen 2 
Berikut merupakan contoh kode program penggunaan kondisi if-
else. 
66 
 
 
 
Contoh diatas jika program dijalankan, apabilani nilai yang 
diinputkan lebih dari 100 ribu makan akan mencetak “Anda 
Mendapatkan Diskon” sedang  nilai salah atau di bawah 100 
ribu maka akan mencetak “Tidak Ada Diskon”. 
 
31. Perintah If-Elif-Else 
 
 Perintah if–else-elif berfungsi untuk melakukan 
penyeleksian kondisi dimana kondisi yang diberikan lebih dari 1 
kondisi atau memiliki beberapa kondisi. Jika kondisi pertama 
bernilai benar (true) maka lakukan seleksi kondisi kedua dan 
seterusnya. Berikut merupakan bentuk umum perintah if–else-elif 
 
 
 
 
67 
 
 
Berikut merupakan contoh program perintah if–else-elif. 
 
Ketika program diatas dijalankan maka nilai yang diinputkan 
sesuai salah satu kondisi, walaupun akan sesuai dengan kondisi 
yang lain namun akan dieksekusi yang lebih tepat. Contohnya 
saya akan menginput 110 ribu maka hasilnya akan seperti 
dibawah. 
 
 
 
 
 
 
 
68 
 
 
Maka hasilnya akan mencetak string “Anda Mendapatkan Bonus 
Tas Belanja” tidak dengan string lain walaupun bernilai benar. 
Dan jika bernilai salah maka akan mencetak string “Tidak Ada 
Bonus Dan Diskon”. 
 
32. Perintah If Bersarang (Nested If) 
 
 If bersarang berfungsi untuk suatu kondisi di dalam 
kondisi tertentu. Jika ada dua cabang kondisi maka di dalam salah 
satu cabang kondisi ini  juga dapat di isi suatu kondisi 
tertentu. Contohnya : 
if x == y: 
    print x, y "memiliki  nilai yang sama" 
else : 
     if x > y :  
             print x, "lebih besar dari", y  
    if x < y :  
             print x, "lebih kecil dari", y 
Kondisi yang pertama memiliki dua pilihan kondisi, yang 
pertama mempunya baris yang sederhana sedang  pada kondisi 
kedua memiliki  dua pilihan kondisi didalamnya. Pada 
dasarnya hindari kondisi bersarang seperti itu. 
69 
 
 
Berikut merupakan contoh if bersarang dengan dua tingkat if dan 
bercabang : 
 
Latihan: 
Buatlah program di python untuk menentukan lulus atau tidaknya 
tinggi badan yang di input oleh pengguna dengan batas tinggi 
badan minimal untuk lulus yaitu  175, pesan yang ditampilkan 
yaitu  sebagai berikut: jika tidak lulus maka tampilkan “Maaf 
anda tidak lulus”, jika lulus pada batas tinggi badan maka 
tampilkan “Anda lulus pada batas tinggi badan”, jika lulus diatas 
batas tinggi badan minimal maka tampilkan “Anda lulus diatas 
tinggi badan minimal”, jika tinggi badan tidak ada diantara ketiga 
70 
 
 
pernyataan diatas maka tampilkan “Tinggi badan tidak 
diketahui”. 
Jawaban: 
 
Jawaban juga bisa seperti ini 
Nah itu tadi pembahasan tentang struktur control percabangan if, 
if-else, if-elif-else, if bersarang. Semoga teman-teman paham 
penjelasan ini ut. 
71 
 
 
STRUKTUR KONTROL 
PERULANGAN 
 
33. Apa Itu Perulangan? 
 
 Penjelasan tentang perulangan (loop) ini sudah kita 
jelaskan pada bab 3, nah di bab ini kita akan menjelaskannya lagi 
agar anda lebih memahami tentang perulangan (loop). Perulangan 
yaitu  perintah untuk mengulang pengeksekusian statmen hingga 
berkali-kali sesuai dengan iterasi yang diinginkan. Di dalam 
bahasa pemograman Python perintah untuk perulangan seperti 
apa yang sudah disampaikan pada bab sebelumnya yaitu for dan 
while. 
 
34. Perintah For 
 
 Pengulangan for melakukan pengulangan dengan meng-
iterasi elemen dari sebuah list. List merupakan kumpulan 
karakter, kumpulan string, angka dan kumpulan data yang 
lainnya. For dalam bahsa pemograman Python memiliki ciri khas 
tersendiri dibandingkan dengan bahasa pemograman yang 
lainnya. Tidak hanya mengulang bilangan-bilangan ekspresi 
aritmatika atau memberikan keleluasan dalam mendefinisikan 
BAB 7 
72 
 
 
iterasi perulangan dan menghentikan perulangan pada saat 
kondisi tertentu saja. Statmen for dalam bahsa pemograman 
Python bekerja berbagai tipe data sekuensial seperti List, String, 
dan Tuple. Berikut merupakan bentuk umum dari perintah for : 
For (Variabel) in (objek) : 
         Statmen 
Else : 
        Statmen 
Nah berikut merupakan contoh penggunaan for : 
Contoh 1 
 
Pada contoh diatas, peeintah perulangan terjadi dimana data 
untuk iterasi yaitu objek berada dalam list, jadi apa yang ada 
didalam list akan dimasukan (assign) kedalam variabel i. 
 
 
73 
 
 
 
Contoh 2 
 
Contoh ini merupakan tipe data Tuple untuk proses perulangan. 
Elemen yang ada di Tuple akan di assign kedalam variabel a dan 
b. 
Contoh 3 
 
 
 
74 
 
 
35. Perintah While 
 
 Perintah while pada python merupakan perintah yang 
paling umum digunakan untuk proses iterasi. Konsep sederhana 
dari perintah while yaitu  ia akan mengulang mengeksekusi 
statemen dalam blok while selama nilai kondisinya benar. Dan ia 
akan keluar atau tidak melakukan eksekusi blok statemen jika 
nilai kondisinya salah. Cara pengulangan while yaitu selama 
kondisi tertentu bernilai true maka pengulangan ini  akan 
diteruskan sampai kondisi bernilai false. Yang pastinya dalam 
kondisi yang dipakai untuk eksekusi while memerlukan operator 
logika dan perbandingan. Berikut merupakan contoh umum 
pengulangan while, sebagai berikut : 
while (kondisi) :  
            statemen 
Nah berikut merupakan contoh penggunaan while : 
Contoh 1 
 
Kondisi diatas disebut infinite loop.i, yaitu kondisi dimana 
program akan terus mengeksekusistatmen dalam while, 
disebab kan kondisi selalu benar (true). 
 
75 
 
 
Contoh 2 
 
Contoh 3 
 
Latihan : 
Buatlah program membentuk segi tiga pada 
gambar di samping menggunakan perintah while. 
76 
 
 
Jawaban : 
 
 Nah itu tadi merupakan pembahasa serta contoh dari perintah 
while, untuk menjelasan lainya kalian bisa baca lagi pada bab 3. 
 
 
 
 
 
 
 
 
77 
 
 
ARRAY 
 
 
36. Apa Itu Array? 
 
 Array merupakan struktur data yang dapat menampung 
lebih dari satu nilai. Array sekumpulan atau rangkaian elemen 
yang berurutan dan memiliki jenis yang sama. Fungsi utama 
Array yauitu untuk menghemat waktu seperta pada penjelasan 
Array, membantu kita mengurangi ukuran kode yang kita buat. 
Nah kita akan membahas List, Dictionary, dan Tuple. 
 
37. List 
 
  Seperti yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya 
bahwa List yaitu  tipe data yang berisi item yang berurut.  
Seperti halnya tipe data string, tiap item (anggota) list memiliki 
indeks sesuai dengan urutannya. Indeks dimulai dari 0 dan bukan 
dari 1. List berisi anggota dengan tipe yang sama maupun 
berbeda. Untuk mendeklarasikan List, digunakan tanda kurung    
[ ] dan masing-masing anggotanya dipisahkan oleh tanda koma. 
Nah berikut merupakan contoh penggunaan List : 
BAB 8 
78 
 
 
Contoh 1 
Membuat List 
 
 Sebuah List bisa diisi dengan tipe data seperti String, Integer, 
Float, Double, Booelan, Objek, dan sebagainya dan kalian juga 
bisa mencapur isi List ini , contohnya seperti ini : 
 
Di List meja ada empat tipe data, yang pertama “Pulpen” yaitu  
tipe data String, 3.14 yaitu  tipe data Float, 13 yaitu  tipe data 
Integer, dan True yaitu  tipe data Boolean. Bagaimana cara 
mengambil nilai List? Berikut merupakan contohnya : 
 
79 
 
 
Latihan : 
Untuk memantapkan pemahaman, silahkan coba latihan berikut. 
1. Buat sebuah list untuk menyimpan nama temanmu 
2. Isi list sebanyak 4 
3. Tampilkan isi list indeks nomer 2 
4. Tampilkan semua teman dengan perulangan 
5. Tampilkan panjang list 
Jawaban : 
 
pada kode diatas saya mengguanakn len() untuk mengambil List. 
Hasil outputnya : 
 
 
80 
 
 
38. Dictionary 
 
 Dictionary yaitu  tipe data yang tiap anggotanya terdiri 
dari pasangan key-value (kunci nilai). Seperti artinya yaitu 
kamus, dengan kamus dimana ada kata ada arti. Dictionary 
biasanya dipakai untuk data yang besar dan untuk mengakses 
anggota data secara acak. Anggota dictionary tidak memiliki 
indeks. Dictionary dideklarasikan dengan menggunakan tanda 
kurung kurawal { }, dimana anggotanya memiliki bentuk kunci: 
nilai atau key: value dan tiap anggota dipisah tanda koma. Kunci 
dan nilainya bisa memiliki tipe sembarang. Untuk mengakses 
nilai dari anggota Dictionary, kita menggunakan key-nya. 
 Ada beberapa hal yang wajib ada dalam pembuatan 
Dictionary yaitu nama dictionary, key, value, serta buka dan 
tutupnya menggunakan kurung kurawal. Isi Dictionary dapat 
berupa string, integer, objek, list, tuple, dictionary. Berikut 
contoh membuat program Dictionary : 
 
  
 
 
 
 
 
81 
 
 
Maka akan menghasilkan : 
 
 
  
39. Tuple 
 
 Tuple merupakan struktur data yang berfungsi untuk 
menyimpan sekumpulan data. Tuple memiliki sifat immutable 
yang berarti tidak bisa kita ubah dan dihapus. Tuple yaitu  jenis 
tipe data yang memiliki kemiripan tipe data dengan list. 
Perbedaannya yaitu  anggotanya tidak bisa diubah (immutable). 
List bersifat mutable, sedang  tuple bersifat immutable. Sekali 
tuple dibuat, maka isinya tidak bisa dimodifikasi lagi. Tuple 
dideklarasikan dengan menggunakan tanda kurung ( ). dan 
anggotanya dipisahkan oleh tanda koma. Tuple berguna untuk 
data yang dimaksudkan tidak diubah isinya. Tuple dapat kita isi 
dengan berbagai macam nilai dan objek. Nah kali ini kita akan 
membahas cara membuat Tuple, cara mengakses nilai Tuple, dan 
mengambil panjang Tuple. Mari kita bahas ! 
Cara Membuat Tuple 
Seperti penjelasan diatas, Tuple dideklarasikan dengan 
menggunakan tanda kurung ( ) seperti ini : 
 
82 
 
 
Atau juga bisa tanpa tanda kurung, seperti ini : 
 
Contoh diatas keuda-duanya valid. 
Cara Mengakses Nilai Tuple 
Sepeeti penjelasan diatas, Tuple yaitu  jenis tipe data yang 
memiliki kemiripan tipe data dengan list. Tuple juga memiliki 
indeks untuk Mengakses item di dalamnya. Indeks Tuple dan list 
selalu dimulai dari nol 0. Contohnyha seperti berikut : 
 
Mengambil Panjang Tuple 
Untuk mengambil panjang atau jumlah item di dalam Tuple, kita 
bisa menggunakan fungsi len(). Contoh sebagai berikut : 
 
83 
 
 
FUNGSI 
 
 
40. Apa Itu Fungsi? 
 
 Pada bab ini kita akan membahas fungsi dasar dan fungsi 
buatan. Fungsi (Function) program terpisah dalam blok sendiri 
yang berfungsi sebagai sub-program (modul program) yang 
merupakan sebuah program kecil untuk memproses sebagian dari 
pekerjaan program utama. Fungsi dasar dalam fungsi yang telah 
disediakan oleh Intepreter Python dalam file-file librarynya, 
contohnya seperti raw_input(), input(), print(), open(), len(), 
max(), min(), abs() dll. Fungsi buatan merupakan function yang 
dibuat oleh programer sendiri. Nah kali ini kita akan membahasa 
fungsi dasar dan fungsi buatan. 
 
41. Membuat Fungsi Pada Python 
 
 Fungsi pada Pytho pada umumnya dibuat dengan kata 
kunci def kemudian diikuti dengan nama fungsinya. Statemen def 
digunakan untuk mendeklarasikan fungsi. sedang  statemen 
return digunakan untuk mengembalikan suatu nilai kepada 
BAB 9 
84 
 
 
bagian program yang memanggil fungsi. Bentuk umum untuk 
mendeklarasikan fungsi yaitu  sebagai berikut : 
def <nama_fungsi>(arg1, arg2, arg3, …,argN) : 
       <statmen> 
Sebuah fungsi diawali dengan statemen def kemudian diikuti oleh 
sebuah nama_fungsi nya. Sebuah fungsi dapat memiliki daftar 
argumen (parameter) ataupun tidak. Tanda titik dua ( : ) 
menandakan awal pendefinisian tubuh dari fungsi yang terdiri 
dari statemen-statemen. Berikut merupakan contoh penggunaan 
def : 
 
Sama seperti blok kode yang lain, kita juga harus memberikan 
identasi (tab atau spasi 2x) untuk menuliskan isi fungsi. sesudah  
kita buat fungsinya, kita bisa memanggilnya, seperti ini : 
 
 
85 
 
 
Nah sekarang kita akan coba memanggil sebanyak 5 kali : 
 
 
Latihan : 
Buatlah contoh pemograman yang menggunakan fungsi yang 
akan ditampilkan sebanyak 3 kali! 
Jawaban : 
 
86 
 
 
PYTHON LIBRARY 
 
 
42. Pendahuluan 
 
Pustaka python dapat diibaratkan seperti kotak alat dalam bahasa 
pemrograman python. Apabila pengguna ingin memakai perlatan 
yang ada pada kotak alat ini  maka pengguna harus 
memanggil terlebih dahulu kotak alat yang ingin digunakan. 
Pustaka atau library dalam python menyediakan berbagai alat 
untuk berbagai keperluan. Library pada Python merupakan 
sebutan untuk kode program tambahan yang digunakan dalam 
kebutuhan tertentu. Dalam python terdapat banyak library yang 
tersedia berikut yaitu  contoh library dalam python: 
 
43. Pustaka Dasar 
 
Pustaka dasar yaitu  pustaka yang sudah tersedia ketika 
menginstall python 3. Berikut yaitu  beberapa diantaranya: 
 min() 
fungus min() yaitu mengembalikan nilai terkecil dari dua atau 
leibih parameter. Contohnya seperti berikut : 
BAB 
10 
87 
 
 
 
 
max() 
Pustaka ini berfungsi untuk menghasilkan nilai paling besar dari 
dua parameter ataupun lebih. Contohnya sebagai berikut : 
 
 hex() 
Kegunaan dari pustaka ini yaitu  untuk mengubah bilangan 
dalam bentuk integer menjadi bentuk string hexadecimal. 
88 
 
 
bin() 
Pustaka ini memiliki kegunaan untuk mengubah bilangan dalam 
bentuk integer menjadi bentuk string biner. 
oct() 
Berguna untuk melakukan pengubahan bilangan yang berbentuk 
integer menjadi ke bentuk string octal. 
bool() 
Memiliki kegunaan untuk mengubah bilangan dalam bentuk 
integer kedalam bentuk boolean True atau False 
int() 
Pustaka ini melakukan pengubahan pada string sehingga menjadi 
bentuk integer 
str() 
Memiliki kegunaan untuk melakukan pengubahan menjadi 
bentuk string 
float() 
Pustaka ini berguna untuk melakukan pengubahan pada bilangan 
dengan bentuk integer menjadi bilangan dengan bentuk decimal 
object() 
sorted() 
sum() 
89 
 
 
pow() 
tuple() 
type() 
 Dan masih banyak lagi pustaka yang lain di dalam bahasa 
pemrograman python. 
 
44. Pustaka Penanganan String 
 
 Python memiliki fungsi untuk mengubah dan mengatur 
string yang ada. Berikut yaitu  beberapa diantaranya: 
Membuat string Upper and Lower Case 
Dengan adanya fungsi str.upper() maka akan menghasilkan string 
yang berupa hurufbesar semua dan dengan menggunakan fungsi 
str.lower() maka akan menghasilkan string yang berupa huruf 
kecil semua. Berikut yaitu  contohnya: 
 
 
 
 
Outputnya : SELAMAT MALAM SEMUANYA 
 
90 
 
 
String Boolean 
Bahasa pemograman Python memiliki  metode string yang 
nantinya akan dievaluasi ke nilai Boolean. Metode ini berfungsi 
ketika kita membuat footmulir untuk diisi oleh user. Berikut 
beberapa string Boolean dalam bahasa python, yaitu : 
1. str.isalnum () String hanya terdiri dari karakter alfanumerik 
(tidak ada simbol)  
2. str.isalpha () String hanya terdiri dari karakter alfabet (tidak 
ada simbol)  
3. str.islower () Karakter alfabet String semuanya huruf kecil  
4. str.isnumeric () String hanya terdiri dari karakter numerik  
5. str.isspace () String hanya terdiri dari karakter spasi putih 
6. str.istitle () String dalam kasus judul  
7. str.isupper () Karakter alfabet String semuanya huruf besar 
Metode Join (), Split (), dan Replace () 
 Metode ini merupakan beberapa cara tambahan untuk 
memanipulasi string dengan Python. Metode ini akan 
menggabungkan dua string, tetapi dengan cara melewati satu 
string dengan string lainnya. Contohnya sebagai berikut : 
 
ketika program ini  dijalankan maka akan mengahilskan : 
 
91 
 
 
sekarang kita akan mencoba menggunakan metode str.split (). 
Contohnya sebagai berikut : 
 
Outputnya akan seperti ini : 
 
Sekarang kita akan mencoba str.replace (). Metode ini dapat 
mengambil string asli dan mengembalikan string yang akan 
diperlukan dengan menggunakan beberapa pengganti. Contohnya 
sebagai berikut : 
 
Ketika program dijalankan, maka hasil outputnya akan seperti ini: 
 
Nah itu tadi merupakan contoh Python Library. Masih banyak lai 
contoh Python Library seperti pustaka Math, Python PIP, dan 
pustaka penggunaan table dan waktu. 
92 
 
 
Latihan : 
Buatlah kode pemograman menggunakan pustaka dasar max () 
dan min () dalam satu parameter! 
Jawaban : 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
93 
 
 
PEMOSRESAN FILE 
 
 
45. Pendahuluan 
 
Pada bab pemrosesan file kita akan belajar bagaimana 
cara membaca dan menulis menggunakan python yang 
merupakan hal dasar yang harus dipahami sebab  akan 
digunakan untuk pengolahan data dan pemrosesan file 
Pada python file dikelompokkan menjadi dua tipe yaitu 
1. File Teks: File yang berisi teks. Setiap baris teks 
memiliki EOL (End of Line). 
Contoh: TXT, MD, CSV, JSON, dsb. 
2. File Binary: File yang bukan teks, hanya bisa diproses 
oleh program tertentu yang memahami strukturnya. 
Contoh: EXE, JPG, MKV, M4A, 3GP, dsb. 
 
 
 
BAB 
11 
94 
 
 
46. Membaca file Dengan python 
 
 Pada Bahasa pemrogaman python sudah menyediakan 
fungsi open() untuk membaca dan menulis file fungsi ini 
memiliki dua parameter yaitu nama file dan mode  
          
Objek file yaitu  variable yang menampung isi file supaya kita 
bias melakukan pemrosesan file  
Nama file bisa bias langsung kita isi jika file-nya terletak dalam 
satu direktori dengan skrip python. Namun, apabila file ini  
terletak di direktori yang berbeda, maka kita harus memberikan 
alamat path file-nya. 
Kemudian parameter mode fungsinya untuk menentukan hak 
akses kita tehadap file  
 
 
95 
 
 
Ada beberapa mode yang tersedia : 
mode fungsi 
“r” hanya membaca file 
saja 
“w” akses untuk menulis 
file, jika file yang ditulis 
sudah ada, maka file 
ini  akan diganti 
dengan yang baru 
ditulis 
“a” digunakan 
untuk append atau 
menambah data ke file,  
 
Contoh membaca file per baris 
 
Sedangakan untuk membaca seluruh file kita dapat 
menggunakan kode berikut ini  
96 
 
 
 
 
47. Menulis File Dengan Python 
 
 Pada menulis file di python kita akan belajar cara 
menulis sebuah file dalam bentuk csv pada saat sebelum 
membuat file csv kita harus menggunakan fungsi import.csv 
untuk memanggil fungsi csv dari library 
Contoh kode programnya: 
 
sesudah  program ini  berjalan file csv ini  akan muncul 
seperti ini  
97 
 
 
 
Dan sesudah  kita mengklik file csv ini  akan keluar hasil 
seperti ini  
 
 
Jika kita ingin menambahkan data pada file csv ini  kita 
dapat menggunakan mode ‘a’(append) 
 
 
98 
 
 
Contohnya : 
 
sesudah  programnya dijalankan data yang ditambahkan akan 
langsung masuk ke dalam file csv nya 
 
Latihan : 
1.buatlah sebuah file csv dengan format nama lengkap, umur, 
dan kota tempat tinggal anda, anda 
Jawaban : 
Kode programnya: 
 



Lebih baru Lebih lama