Bahasa python 5



1.1 Sejarah Python 

  Bahasa pemrograman Python pertama kali dikembangkan oleh Guido van Rossum 

pada tahun 1990 di CWI, Belanda. Python termasuk bahasa pemrograman tingkat tinggi 

(high-level language) dan juga merupakan bahasa pemrograman dinamis berorientasi objek 

(object-oriented dynamic language). Python tidak hanya sebagai “bahasa lain” untuk dapat 

membuat suatu aplikasi, tapi merupakan sebuah bahasa “jenis baru” yang menawarkan : 

   Berorientasi objek 

   Struktur pemrograman yang handal 

   Arsitektur yang dapat dikembangkan (extensible) dan ditanam (embedable) dalam 

bahasa lain 

   Sintaks yang mudah dibaca 

Dengan ciri orientasi objeknya, Python dapat digabungkan dengan modul lain yang 

ditulis dengan bahasa pemrograman C++. Python sebagai tools yang berdiri sendiri, 

sering dipakai untuk system administrator (di Red Hat Linux konfigurasi network bisa 

memakai  netcfg yang ditulis dengan Python dan berantarmuka grafis), antar-muka 

grafis, script internet, dan pemrograman database. 

 

1.2 memakai  Python Interpreter Prompt dan Python Compiler  

  Untuk memakai  Python, kita bisa memilih dua cara yang umum dipakai , 

yaitu lewat Python Interpreter Prompt dan mengeksekusi file Python dari command line . 

Anda bisa memakai  interpreter prompt untuk sekedar menulis program kecil, atau 

menguji coba modul – modul yang dimiliki Python. Untuk memakai nya jika sistem 

operasi Anda sudah di-install Python, pada aplikasi python tinggal membuka program python. 

Pada linux coba anda tulis perintah “python” pada terminal Linux anda. Dan jika pengaturan 

telah ter-install dengan benar, akan muncul _________ seperti berikut: 

 


 

 

Untuk keluar dari mode interpreter prompt, gunakan kombinasi ctrl+d atau ctrl+z kemudian 

tekan enter atau menekan tombol X yang ada di sudut kanan atas. 

 

Lalu jika ingin memakai  Python tanpa melalui interpreter prompt, Anda bisa 

memakai  text editor yang Anda sering gunakan dan simpan file Python dengan ekstensi 

file *.py . Di dalam linux maupun windows, script Python dapat dibuat sedemikian rupa 

sehingga bisa langsung dieksekusi, seperti shell- script  memakai  command prompt 

(cmd), dengan mengarahkan ke direktori file ini  seperti _________ berikut ini : 

 

 

 

Dari _________ diatas dapat kita lihat direktori yang mengarah ke dalam program Python yang 

berada di C:\Python27, dengan script yang akan dieksekusi dengan nama file “bacaseq1.py”.  

 

1.3 Elemen Dasar Python 

a) Himpunan Karakter 

 Semua karakter di Python terdiri dari huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol-simbol 

lainnya yang terdapat pada keyboard dapat dipakai  untuk menandai atau memberi 

nama terhadap sebuah data atau object. 



 

b) Pengenal 

Pengenal (identifier) merupakan suatu nama yang biasa dipakai oleh user (programmer) 

untuk menamakan : variabel, konstanta, tipe data, fungsi, label, objek, serta hal-hal lain. 

Penamaan ini  dapat berupa huruf, angka, maupun garis bawah asalkan bukan kata 

kunci (keywords), penamaan di Python merupakan penamaan yang case sensitive, 

maksudnya huruf besar dan huruf kecil berbeda.  

Contoh : 

 No_mahasiswa berbeda dengan no_mahasiswa 

 

c) Kata Kunci 

Kata kunci (keywords) merupakan pengenal ke sistem Python yang mempunyai arti 

khusus bagi interpreter Python. Kegunaan dari kata kunci ini tidak dapat dirubah. 

Jangan memakai  kata kunci untuk keperluan pribadi user (programmer) yang 

diartikan lain selain dari arti yang ditetapkan oleh interpreter Python memakai  

huruf kecil. 

 Tabel dibawah ini mencantumkan kata kunci yang ada di Python :  

Tabel 1.1 kata kunci yang terdapat pada python 

and elif global or 

assert else if pass 

break except import print 

class exec in raise 

continue finally is return 

def for lambda try 

del from not while 

 

Catatan : Kata kunci diatas tidak boleh dipakai  sebagai pengenal (identifier) untuk 

suatu   variabel. 



 

2. Instalasi Python 

2.1 Lingkungan Python 

  Dari http://www.tutorialspoint.com/python/python_environment.htm, terdapat 

beberapa lingkungan yang dapat dihuni Python. Berikut yaitu  beberapa lingkungan sistem 

operasi yang bisa dihuni Python: 

 

   Win 9x/NT/2000  

   Unix (Solaris, Linux, FreeBSD, AIX, HP/UX, SunOS, IRIX, dan lain -

lain)  

   Macintosh (Intel, PPC, 68K)  

   OS/2  

   DOS  

   PalmOS  

   Nokia mobile phones  

   Windows CE  

   Acorn/RISC  

   OS BeOS  

   Amiga  

   VMS/Open VM 

   QNX  

   VxWorks 

   Psion  

   Python juga dirancang ulang di Java dan .NET Virtual Machine  

 

2.2 Install Python di Linux 

1. Buka terminal pada linux dengan menekan ctrl+alt+t 

2. Lalu ketik pada terminal : sudo apt-get install python 

3. Tunggu hingga proses download dan install selesai 

4. Python siap dipakai  

 



 

Catatan : 

Di beberapa sistem operasi kadang sudah tertanam di dalamnya dan langsung bisa dipakai  

seperti di Ubuntu dan Fedora, untuk mengeceknya ketik “python” pada terminal anda maka 

akan terlihat apakah sudah terinstall atau belum python pada operating sistem anda. 

 

2.3 Install Python di Windows 

1. Download python dari  http://www.python.org/download 

2. Ikuti alur proses instalasi sampai dengan selesai 

3. Biasanya hasil instalasi Python disimpan di direktori C:/PythonX.X dimana X.X 

yaitu  versi dari Python yang dipakai  

4. Buka Control Panel → System → Advanced → Environment Variables 

5. Klik variabel yang dinamakan PATH di bagian System Variables 

6. Edit dan  tambahkan ;C\PythonX.X tanpa tanda petik X.X yaitu  versi python anda 

7. Tekan ok, dan siap dijalankan di cmd 

 

 

3. Operasi Input, Output dan Assignment 

   Setelah mempelajari sintaks dasar bahasa Python kita tidak boleh melupakan salah 

satu komponen penting dalam sebuah program, yaitu input dan output. Input dan output ini 

tidak hanya dari keyboard dan layar saja. Tetapi meliputi semua proses transfer data secara 

umum. 

3.1 Operasi Input 

Proses input bisa berupa proses baca dari keyboard (papan ketik) atau dari file yang terdapat 

dalam media penyimpan magnetik, yang kemudian bisa disimpan lagi pada media penyimpan 

ini . 

Membaca Masukan 

Python menyediakan dua fungsi bawaan untuk mengambil masukan, yaitu raw_input() dan 

input().  

Format dari instruksi raw_input dan input yaitu  : 

raw_input([prompt]), input([prompt])  

Setiap masukan yang diterima oleh fungsi raw_input() dari standard input dianggap sebagai 

string. Untuk membuktikan hal ini jalankan interpreter Python dan ketikkan baris berikut, 

>>> raw_input("Nama Anda : ")  

Nama Anda : Willy Pratama 

'Willy Pratama'  

>>>_  

 

Coba lagi dengan memberikan masukan berupa bilangan, 

>>> raw_input("Bilangan Anda : ")  

Bilangan Anda : 17  

'17'  

>>>_  



 

10 

 

Tampak di sini masukan benar-benar dianggap sebagai string. Perhatikan tanda petik yang 

mengapit keluaran interpreter. 

 

Karena input yang diberikan pada fungsi ini dianggap sebagai string maka tidak bisa kita 

operasikan dengan operator aritmetika. 

Berbeda dengan raw_input(), fungsi input() akan memasukkan bilangan yang dibaca ke 

dalam sebuah variable sehingga bisa kita olah dengan operator aritmetika. Coba perhatikan 

contoh dibawah ini : 

 

>>> x = input("Bilangan I:")  

Bilangan I:12  

>>> y = input("Bilangan II:")  

Bilangan II:3  

>>> print x+y  

15  

>>> print x*y  

36  

>>> print x/y  

4  

>>>_  

 

 

Membaca Dari File Text 

Akhirnya sampailah kita pada pembahasan operasi baca tulis ke file. Kita akan melakukan 

beberapa percobaan. Sebelumnya kita siapkan dahulu file teks normal dengan isi yang 

ditunjukkan di bawah ini. Ketik memakai  notepad dan beri nama dumpfile.txt. 



 

11 

ini baris pertama  

ke-2  

dan ketiga  

 

Buka Python (interpreter) kemudian coba buka file dumpfile.txt tadi dengan python, 

>>> file = open(‘dumpfile.txt’,’r’)  

>>> print file.read() 

>>> file.close() 

 

Fungsi open mempunyai sintaks umum, 

open(filename[, mode[, buffering]]) 

 

Fungsi open berguna untuk membuka file sesuai dengan operasi yang ingin kita lakukan. 

Secara default mode yaitu  file dibuka untuk dibaca saja, yaitu mode diisi dengan "r". Mode 

yang lain yang bisa kita berikan yaitu  "w" dan "a". Berturut-turut berfungsi untuk menulis 

dan menambahkan. Untuk sementara parameter buffering kita tinggalkan lebih dahulu. Anda 

dapat mendalami lebih lanjut di lain waktu. 

Beberapa informasi yang penting sehubungan dengan manipulasi file bisa kita dapatkan 

dengan mengetikkan command ‘file’ ditambah parameter yang diperlukn, seperti contoh 

berikut ini, 

 



 

12 

>>> file.name #mencetak nama file  

'dumpfile.txt'  

>>> file.mode #file dibuka dengan mode ini  

'r'  

>>> file.close #cek apakah file telah ditutup  

0  

>>> file.fileno() #mencetak file deskriptor yang dipakai  

3  

>>>_  

Pembacaan data dari file tidak hanya bisa dilakukan per karakter tetapi bisa juga dibaca per 

baris dengan fungsi readline(), seperti contoh dibawah ini : 

file = open('dumpfile.txt', 'r') 

print file.readlines() 

file close() 

 

jika  di eksekusi akan menghasilkan : 

ini baris pertama 

 

Terdapat fungsi lain agar membaca seluruh file yang telah dieksekusi dengan memakai  

fungsi readlines() 

file = open('dumbfile.txt', 'r') 

print file.readlines() 

file.close() 

 

jika  di eksekusi akan menghasilkan : 



 

13 

ini baris pertama  

ke-2  

dan ketiga 

 

3.2 Operasi Output 

Mencetak ke Layar 

Membahas bagaimana cara kita meminta masukan data tidak bisa terlepas bagaimana kita 

akan menampilkan data.. Perintah print akan melayani semua permintaan pencetakan ke layar. 

Baik yang sederhana maupun yang terformat. Dengan bantuan beberapa modul penanganan 

string, perintah print lebih baik lagi penampilannya. Mari kita mulai mengekplorasi perintah 

ini. 

Buatlah sebuah file bernama “kali.py” memakai  notepad atau notepad++ yang berisi 

statement di bawah ini :  

def kali(x, y):  

    return x*y  

for x in range(1,11):  

    for y in range(1,11):  

        print "%3d " % kali(x,y),  

    print  

Lakukan kompilasi dan ekseskusi script di atas dengan menjalankannya melalui command 

prompt seperti berikut ini :  



 

14 

 

_________ 3.1 Hasil eksekusi kali.py 

 

Modul yang mendukung format pencetakan yaitu  modul string. Modul ini berisi fungsi-

fungsi yang ada hubungannya dengan manipulasi string. 

Menyimpan Ke File 

Sejauh ini kita sudah melakukan eksperimen-eksperimen membaca file. Tentu saja kita juga 

ingin bisa menyimpan data yang telah selesai kita olah ke dalam file. Langkah-langkanya  

yaitu  : 

1. Buka file untuk proses tulis, 

2. Siapkan data yang akan disimpan, 

3. Simpan data, 

4. Tutup file. 

Sebagai contoh, kita akan menyalin satu baris text dari file yang telah kita buat ke file yang 

lain. Perhatikan contoh dibawah ini : 



 

15 

>>> asal = open("dumpfile.txt")  

>>> tujuan = open("hasil.txt", "w")  

>>> satu = asal.readline()  

>>> tujuan.write(satu)  

>>> asal.close()  

>>> tujuan.close()  

>>>_ 

 

Sekarang Anda bisa melihat apakah file hasil.txt berisi baris pertama dari file dumpfile.txt. 

Jika kita ingin menyimpan string berbentuk list, kita bisa memakai  fungsi writeline(). 

Sebagai contoh kita akan menyalin isi file dumpfile.txt ke file salinan.txt. 

 

>>> asal = open("dumpfile.txt")  

>>> tujuan = open("salinan.txt", "w")  

>>> isi = asal.readlines()  

>>> tujuan.writelines(isi)  

>>> asal.close()  

>>> tujuan.close()  

>>>_  

 

  



 

16 

3.3 Operasi Assignment 

 

Tabel 3.1 Operasi Assignment 

Oper

ator 

Penjelasan Contoh 

Mengisikan nilai di sebelah kanan operator 

ke nilai di sebelah kiri operator 

c = a+b ekivalen dengan nilai a + b = c  

+= 

Menambahkan operan sebelah kiri 

operator  dengan  operan  sebelah  kanan 

operator  kemudian  hasilnya  diisikan  ke 

operan sebelah kiri 

c += a ekivalen dengan c = c + a 

-= 

Menambahkan operan sebelah kiri 

operator  dengan  operan  sebelah  kanan 

operator  kemudian  hasilnya  diisikan  ke 

operan sebelah kiri 

c -= a ekivalen dengan c = c - a 

*= 

Mengalikan operan sebelah kiri operator 

dengan  operan  sebelah  kanan  operator 

kemudian  hasilnya  diisikan  ke  operan 

sebelah kiri 

c *= a ekivalen dengan c = c * a 

/= 

Membagi  operan  sebelah  kiri  operator 

dengan  operan  sebelah  kanan  operator 

kemudian  hasilnya  diisikan  ke  operan 

sebelah kiri 

c /= a ekivalen dengan = c / a 

%= 

Mengambil sisa bagi dari operan sebelah 

kiri operator dengan operan sebelah kanan 

operator  kemudian  hasilnya  diisikan  ke 

operan sebelah kiri 

c %= a ekivalen dengan c = c % a 

**= 

Memangkatkan operan sebelah kiri operator 

dengan operan sebelah kanan operator kenudian 

hasilnya diisikan ke operan sebelah kiri 

c **= a ekivalen dengan c = c ** a 

//= 

Membagi  bulat  operan  sebelah  kiri 

operator  dengan  operan  sebelah  kanan 

operator  kemudian  hasilnya  diisikan  ke 

operan sebelah kiri 

 

c //= a ekivalen dengan c = c // a 

 

Berikut contoh program operator assignment : 



 

17 

a = 21 

b = 10 

c = 0 

 

c = a + b 

print "Line 1 - Value of c is ", c 

 

c += a 

print "Line 2 - Value of c is ", c  

 

c *= a 

print "Line 3 - Value of c is ", c  

 

c /= a  

print "Line 4 - Value of c is ", c  

 

c  = 2 

c %= a 

print "Line 5 - Value of c is ", c 

 

c **= a 

print "Line 6 - Value of c is ", c 

 

c //= a 

print "Line 7 - Value of c is ", c 

 

Berikut hasil eksekusi program assignment.py : 

 

 



 

18 

4. Mengenal Tipe Data dan Operator 

4.1 Tipe Data di Python 

   Tipe data yaitu  kumpulan nilai yang dapat dikenakan operasi padanya. Kali ini kita 

akan sama-sama belajar bahasa pemrograman Python tentang bagaimana cara memakai  

tipe data variable. Sama halnya dengan bahasa-bahasa pemrograman yang lain python juga 

tentu memiliki tipe-tipe data yang pada umumnya disebut sebagai tipe objek default. Ada 

beberapa tipe data antara lain: 

 

 

1. Boolean 

Type data Boolean memiliki 2 nilai, yaitu True dan False. Tipe data ini yaitu  sebuah 

tipe data fundamental, karna banyak dipakai  hampir di semua bahasa pemrograman. 

Boolean sangat penting dalam mengevaluasi suatu kondisi dan sering dipakai  untuk 

menentukan alur program. Berikut yaitu  contohnya : 

>>> print bool(True) 

True 

>>> print bool(False) 

False 

>>> print bool("text") 

True 

>>> print bool("") 

False 

>>> print bool(" ") 

True 

>>> print bool(0) 

False 

>>> print bool() 

False 

>>> print bool(3) 

True 

>>> print bool(None) 

False 

 

Pada contoh diatas kita bisa menyimpulkan bahwa jika data yang kita masukan yaitu  

0, None, “”, (data kosong) dst, maka akan menghasilkan nilai FALSE, sebaliknya jika 

kita isi dengan nilai selain nilai2 tsb maka akan bernilai TRUE. 

Selain itu tipe data ini bisa juga dipakai  untuk membandingkan beberapa kondisi, 

berikut contohnya : 

  



 

19 

>>> a = 3 

>>> b = 10 

>>> if a < b : 

            print 'Nilai A lebih kecil dari B' 

>>> if a > b : 

            print 'Nilai A lebih besar dari B' 

>>> Nilai A lebih kecil dari B 

 

 

Dari contoh diatas kita dapat lihat bahwa jika kondisi if bernilai true, maka perintah 

dibawahnya akan dieksekusi, dan jika bernilai false maka perintah dibawahnya tidak 

akan dieksekusi. 

 

2. Number 

Python memiliki 3 jenis tipe data number, yaitu Integer, Float, dan Complex number. 

Integer dipakai  untuk bilangan bulat. Berikut contoh integer : 

>>> keranjang = 10 

>>> jumlah_apel = 5 

>>> jumlah_keranjang = 10 

>>> jumlah_total = jumlah_apel * jumlah_keranjang 

>>> print 'Jumlah Apel Yang Ada Di Semua Keranjang = ', jumlah_total 

Jumlah Apel Yang Ada Di Semua Keranjang = 50 

 

 

Float merupakan bilangan real dalam komputasi. Float dipakai  untuk bilangan 

pecahan ataupun decimal. Berikut contoh float : 

>>> jarak_kM = 0.1 

>>> waktu_yang_dibutuhkan = 9.87 / 3600 

>>> kecepatan = jarak_kM / waktu_yang_dibutuhkan 

>>> print "Rata-rata kecepatan berlari yaitu  " , kecepatan, " km/jam" 

Rata-rata kecepatan berlari yaitu  36.4741641337 km/jam 

 

 

3. String 

Strings yaitu  tipe data yang mewakili data tekstual dalam program computer. String 

merupakan salah satu tipe data yang penting dalam bahasa pemrograman. 

String pada python dapat dibuat dengan memakai  tanda satu kutip (‘), dua kutip 

(‘’), ataupun tiga kutip (‘’’). Jika memakai  tiga kutip, maka string dapat 

direnggangkan menjadi beberapa baris tanpa memakai  tanda escape (\). Perhatikan 

contoh dibawah ini : 



 

20 

>>> a = 'String memakai  1 kutip' 

>>> b = "String memakai  2 kutip" 

>>> c = '''String 

memakai  

kutip''' 

>>> print a 

String memakai  1 kutip 

>>> print b 

String memakai  2 kutip 

>>> print c 

String 

memakai  

kutip 

 

 

Tanda escape (\) juga dapat dipakai  dengan tujuan khusus ketika kita memakai  

string, seperti contoh dibawah ini : 

>>> print 'Hari ini yaitu  hari jum\'at' 

Hari ini yaitu  hari jum'at 

>>> print 'Besok yaitu \thari sabtu' 

Besok yaitu  hari sabtu 

>>> print 'Lusa yaitu  hari \nAhad' 

Lusa yaitu  hari 

Ahad 

 

 

Selain itu tipe data string juga memiliki fungsi-fungsi yang dapat dipakai  untuk 

melakukan suatu operasi yang kita inginkan. seperti contoh dibawah ini : 

>>> A = "Assalamu'alaikum" 

>>> len(A) 

16 

 

 

4. List, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data dan isinya bisa 

diubah. Lebih lengkapnya akan dibahas di bab 7.  

5. Tuple, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data tapi isinya tidak 

bisa diubah. Lebih lengkapnya akan dibahas di bab 7.  

6. Dictionary, sebuah data berupa untaian yang menyimpan berbagai tipe data berupa 

pasangan penunjuk dan nilai. Lebih lengkapnya akan dibahas di bab 7.  

 

  



 

21 

4.2 Operator 

  Selain variabel diatas, terdapat juga beberapa operator untuk pemrosesan data 

di Python, antara lain sebagai berikut : 

1. Aritmatika (Arithmetic Operator) 

Kita asumsikan a = 10 dan b = 20 

Oper

ator 

Penjelasan Contoh 

+ Penjumlahan,menambahkan dua  buah operan  a + b = 30 

Pengurangan, mengurangkan operan disebelahkiri 

operator dengan operan disebelah kanan operator

  

a - b = -10 

* Perkalian, mengalikan operan disebelah kiri dengan 

operan di sebelah kanan operator 

a * b = 200 

/ Pembagian, membagi operan disebelah kiri dengan 

operan disebelah kanan operator 

a / b = 2 

Modulus, mendapatkan sisa pembagian dari operan di 

sebelah kiri operator ketika dibagi oleh operan di 

sebelah kanan 

b + a = 0 

** Pemangkatan, memangkatkan operan disebelah kiri 

operator dengan operan di sebelah kanan operator 

a**b =  10

20

 

// Pembagian bulat, prosesnya sama seperti pembagian. 

Hanya saja angka dibelakang koma dihilangkan 

9//2 = 4  

 

2. Perbandingan (Comparison Operator) 

Untuk contoh dibawah ini kita asumsikan a = 10 dan b = 20 

Operat

or 

Penjelasan Contoh 

== 

Memeriksa apakah kedua nilai (operan) yang 

dibandingkan sama atau tidak. Jika sama 

akan dikembalikan nilai True jika tidak akan 

sama dikembalikan nilai False 

(a == b) is not true 



 

22 

!= 

Memeriksa  apakah  kedua  nilai  yang 

dibandingkan sama atau tidak. Jika tidak 

sama akan dikembalikan nilai True jika 

sama akan dikembalikan nilai False. 

(a != b) is true 

<> Fungsinya sama dengan operator != (a <> b) is true 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operator lebih besar dari nilai di sebelah 

kanan operator 

 

(a > b) is not true 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operator lebih kecil dari nilai di sebelah 

kanan operator 

 

(a < b) is true 

>= 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operator lebih besar dari nilai di sebelah 

kanan operator atau memiliki nilai yang 

sama 

(a >= b) is not true 

<

<= 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operator lebih kecil dari nilai di sebelah 

kanan operator atau memiliki nilai yang 

sama 

(a <= b) is true 

 

3. Biner (Bitwise Operator) 

Bitwise operator bekerja pada bit per bit operasi. Untuk contoh dibawah ini kita 

asumsikan jika  a = 60 dan b = 13. Sekarang format binary akan mengikuti seperti 

dibawah ini :  

a = 0011 1100 

b = 0000 1101 

---------------------- 

a&b = 0000 1100 

a|b = 0011 1101 

a^b = 0011 0001 

~a  = 1100 0011 

  



 

23 

 

Operat

or 

Penjelasan Contoh 

Operator biner AND, memeriksa apakah 

operan di sebelah kiri dan operan sebelah 

kanan mempunyai angka biner 1 di setiap 

bit. Jika keduanya bernilai 1 maka bit hasil 

operasi akan bernilai 1 

(a & b) = 12 dengan binary 0000 

1100 

Operator biner OR, memeriksa apakah 

operan di sebelah kiri dan operan sebelah 

kanan mempunyai angka biner 1 di setiap 

bit. Jika salah satunya bernilai 1 maka bit 

hasil operasi akan bernilai 1 

(a | b) = 61 dengan binary 0011 

1101 

Operator biner XOR, memeriksa apakah 

operan di sebelah kiri dan operan sebelah 

kanan mempunyai angka biner 1 di setiap 

bit. Jika keduanya bernilai 1 maka bit hasil 

operasi akan bernilai 0 

(a ^ b) = 49 dengan binary 0011 

0001 

Operator biner Negative, membalik nilai 

bit. Misal dari 1 menjadi 0, dari 0 menjadi 

(~a ) = -61 dengan binary 1100 

0011  

<< Operator penggeser biner ke kiri, deret bit 

akan digeser ke kiri sebanyak n kali 

a << 2 = 240 dengan binary 1111 

0000 

>> 

Operator penggeser biner ke kanan, deret 

bit akan digeser ke kanan sebanyak satu 

kali 

 

a >> 2 = 15 dengan binary 0000 

1111 

 

4. Logika (Logical Operator) 

Untuk contoh dibawah ini kita asumsikan a = 10 dan b = 20 

Operat

or 

Penjelasan Contoh 

and 

Jika  kedua  operan  bernilai True,  maka 

kondisi akan bernilai True. Selain kondisi 

tadi maka akan bernilai False 

(a and b) is true. 

or 

Jika salah satu atau kedua operan bernilai 

True maka kondisi akan bernilai True. Jika 

keduanya False maka kondisi akan bernilai 

False 

(a or b) is true. 

 

not Membalikkan nilai kebeneran pada operan not(a and b) is false. 

 



 

24 

 

5. Keanggotaan (Membership Operator) 

Operat

or 

Penjelasan Contoh 

in 

Memeriksa apakah nilai yang dicari berada 

pada list atau struktur data python lainnya. 

Jika nilai ini  ada maka kondisi akan 

bernilai True 

sebuah_list = [1, 2, 3,4 ,5] 

 

print 5 in sebuah_list 

not 

in 

Memeriksa apakah nilai yang dicari tidak 

ada pada list atau struktur data python 

lainnya. Jika nilai ini  tidak ada maka 

kondisi akan bernilai True 

sebuah_list = [1, 2, 3,4 ,5] 

 

print 10 not in sebuah_list 

 

6. Identitas (Identity Operator) 

Operat

or 

Penjelasan contoh 

is 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operan memiliki identitas memori yang 

sama dengan nilai di sebelah kanan operan. 

Jika sama maka kondisi bernilai True 

a, b = 10, 10 

# hasil akan True 

print a is b 

is not 

Memeriksa apakah nilai di sebelah kiri 

operan memiliki identitas memori yang 

berbeda dengan nilai di sebelah kanan 

operan. Jika berbeda maka kondisi bernilai 

True 

a, b = 10, 5 

# hasil akan True 

print a is not b 

 

 

 

  



 

25 

5. Perintah Kondisional  

5.1 Satu Kondisi (if) 

 Sama dengan bahasa pemrograman lainnya, Python juga memakai  pernyataan 

if. Pernyatan if ini berisi sebuah ekspresi logika memakai  data yang telah 

dibandingkan, dan menghasilkan sebuah keputusan yang dibuat berdasarkan 

perbandingan ini . Aturan penulisan untuk pernyataan if sebagai berikut: 

if kondisi: 

     pernyataan_benar 

 

Semua pernyataan dituliskan dengan indentasi (alinea) setelah bagian kondisi bersyarat. 

Python memakai  indentasi untuk mengelompokkan satu atau beberapa pernyataan. 

 

Pada pernyataan if, syarat kondisi akan dijalankan pertama kali. Jika kondisi ini  

benar, maka pernyataan pada blok pernyataan_benar akan dijalankan. Berikut contohnya, 

>>> x = 10 

>>> if x>0: 

...     print 'Hello' 

 

Pada contoh di atas, pernyataan if akan menampilkan teks ‘Hello’ jika nilai variabel x 

lebih besar dari 0. 

5.2 Dua Kondisi (if - else) 

 Pernyataan else ini biasanya digabungkan dengan pernyataan if di atas. Pernyataan 

else dapat berisi satu atau beberapa blok pernyataan (kode) yang mana akan dijalankan 

jika kondisi ini  salah (atau tidak sesuai dengan syarat yang berlaku). Berikut syntax 

untuk if - else, 

if kondisi: 

   pernyataan_benar 

else: 

   pernyataan_salah 

 

Sebagai contoh, untuk mengetahui apakah suatu bilangan merupakan genap atau ganjil, 

kita bisa memakai  kode seperti berikut ini, 



 

26 

>>> if (bilangan%2 == 0): 

  print 'genap' 

else: 

  print 'ganjil' 

 

Pada contoh di atas, ‘genap‘ akan ditampilkan jika sisa dari pembagian bilangan dengan 2 

sama dengan 0. Dan sebaliknya jika tidak sama dengan 0, maka akan ditampilkan 

‘ganjil‘. 

5.3 Lebih dari dua kondisi (if - elif) 

 Pernyataan elif memperbolehkan kita untuk menguji beberapa kondisi bersyarat 

untuk tiap-tiap nilai dan menjalankan kode pernyataan yang sesuai dengan syarat yang 

diberlakukan. Berikut syntax dari pernyataan elif : 

if kondisi_1: 

    pernyataan_1_benar 

elif kondisi_2: 

    pernyataan_2_benar 

        : 

        : 

elif kondisi_N: 

    pernyataan_N_benar 

else: 

    pernyataan_tidak_sesuai_syarat_di_atas 

 

Contoh berikut ini memakai  pernyataan elif untuk menampilkan apakah huruf yang 

kita input merupakan huruf vokal. Jika tidak, maka sebuah pesan lain akan ditampilkan. 

Perhatikan contoh dibawah ini : 

 



 

27 

huruf = raw_input("Masukkan sebuah huruf: ") 

  

if (huruf == 'a'): 

    print "Ini yaitu  huruf vokal - a -" 

elif (huruf == 'e'): 

    print "Ini yaitu  huruf vokal - e -" 

elif (huruf == 'i'): 

    print "Ini yaitu  huruf vokal - i -" 

elif (huruf == 'o'): 

    print "Ini yaitu  huruf vokal - o -" 

elif (huruf == 'u'): 

    print "Ini yaitu  huruf vokal - u -" 

else: 

    print "Ini bukan huruf vokal" 

 

 Pada contoh kode di atas, ketika seorang user mengetikkan sebuah huruf maka huruf 

ini  akan diproses apakah huruf vokal atau bukan. Jika user mengetikkan huruf ‘a‘, 

maka sesuai syarat yang berlaku maka akan ditampilkan ‘Ini yaitu  huruf vokal – a -‘. 

Jika kondisinya tidak sesuai, misalkan user mengetikkan huruf ‘u‘, maka akan dilanjutkan 

kondisi bersyarat elif yang berikutnya sampai ditemukan kondisi yang sesuai dan akan 

ditampilkan hasilnya ‘Ini yaitu  huruf vokal – u -‘. Jika user mengetikkan huruf ‘x‘, 

maka tidak ada syarat yang sesuai dengan kondisi bersyarat if dan elif. Dan pernyataan 

else yang dijalankan yaitu ‘Ini bukan huruf vokal‘. 

 

 

  



 

28 

5.4 Kondisi : if bersarang (nested if) 

 Pada kondisi tertentu, kita dapat memakai  pernyataan if bersarang. Maksudnya 

yaitu  kita dapat menuliskan pernyataan if - else di dalam pernyataan if - else. Berikut 

contoh penggunaan if bersarang pada program untuk menentukan apakah huruf yang 

dimasukkan user yaitu  huruf besar atau huruf kecil, simpah file dibawah ini dengan 

nama tes.py 

huruf = raw_input("Masukkan sebuah huruf: ") 

if (huruf >= 'A'): 

    if (huruf <= 'Z'): 

        print "Ini yaitu  Huruf Besar" 

    elif (huruf >= 'a'): 

        if (huruf <= 'z'): 

            print "Ini yaitu  huruf kecil" 

        else: 

            print "Huruf > z" 

    else: 

        print "Huruf > z tapi < a" 

else: 

    print "Huruf < A" 

 

Berikut hasilnya jika  telah di eksekusi : 

 

 

    



 

29 

6. Menyusun Pengulangan 

6.1 Mengenal Pengulangan “for” dan “while” 

  Seperti pada bahasa pemrograman lainnya, Python memiliki mekanisme 

pengulangan untuk menjalankan pekerjaan – pekerjaan yang berulang. Pada umumnya 

pengulangan terdiri dua jenis. Ada pengulangan yang terbatas dan tidak terbatas. 

Pengulangan terbatas biasanya dilakukan pengulangan dari 1 hingga kesekian kali (n 

kali). Perulangan terbatas memakai  for. sedang  pengulangan tidak terbatas 

memakai  while. Dalam pengulangan memakai  while pengulangan akan terus 

dilakukan selama kondisional dalam perulangan while tetap dalam keadaan true jika 

dalam keadaan false maka pengulangan while akan berhenti. 

6.2 Menyusun Pengulangan dengan “for” 

  Kita melangkah ke pengulangan yang terbatas dulu yah. Dalam pengulangan for, 

tidak seperti di bahasa pemorgraman C atau Java yang memakai  nilai incremental 

untuk melakukan pengulangan. Di Python, for melakukan pengulangan dengan meng-

iterasi elemen dari sebuah list. List ini dapat berisi kumpulan karakter, kumpulan string, 

kumpulan angka, atau kumpulan data jenis lainnya yang disediakan Python. (Untuk lebih 

lengkapnya di bab berikutnya akan dibahas lebih jauh tentang List di Python). 

 Misal disini ada sebuah list yang berisi [1, 2, 3, 4, 5], ( sebuah list diawali oleh tanda '[' 

dan ditutup oleh tanda ']' ). Banyaknya elemen pada list ini  menentukan banyaknya 

pengulangan yang akan dilakukan saat melakukan pengulangan. Mari kita lihat 

implementasinya pada kode dibawah ini : 

 

 listing : kode pengulangan_1.py 

 

# pengulangan sebanyak 

5 kali  

for i in [1, 2, 3, 

4, 5]: 

print "Ini pengulangan ke - ", i 

 

 

 

 Pada contoh diatas, akan dicetak teks “Ini pengulangan ke - “ sebanyak 5 kali. Nilai 'i' 

pada pengulangan ini  akan selalu berganti nilainya setiap tahap pengulangan 



 

30 

dilakukan. Misal ketika pengulangan pertama, nilai 'i' akan berisi 1, ketika pengulangan 

kedua, nilai 'i' akan berisi 2, begitu seterusnya sampai elemen terakhir. Jika kode diatas 

dieksekusi akan menampilkan hasil seperti pada _________ dibawah ini : 

 

 

   

 

 

 Selain memakai  list yang berisi angka, List yang berisi string dapat dipakai  

juga untuk melakukan pengulangan for di Python. Misal terdapat list yang berisi seperti 

berikut [“Rawon”, “Nasi Kuning”, “Soto Madura”, “Kupat Tahu”, “Kerak Telor”, 

“Rendang Batoko”, “Pempek Selam”, “Ayam Betutu”], dalam list ini  terdapat 

elemen sebanyak delapan jenis masakan nusantara. Dengan demikian ketika pengulangan 

for memakai  list masakan tadi, pengulangan akan dijalankan sebanyak delapan kali. 

Mari Anda lihat implementasinya pada kode dibawah ini : 

 

 

listing : kode pengulangan_2.py 



 

31 

 

# pengulangan sebanyak 8 kali 

for i in ["Rawon", "Nasi Kuning", "Soto Madura", "Kupat Tahu", "Kerak Telor", "Rendang 

Batoko", "Pempek Selam", "Ayam Betutu"] : 

 print i, " yaitu  masakan khas nusantara ..." 

 

 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan terlihat seperti _________ dibawah ini : 

 

 

 

 

  _________ 6.2 hasil eksekusi pengulangan_2.py  

 

Sekarang Anda coba contoh terakhir dengan memakai  string. String pada dasarnya 

merupakan list karakter. Misal terdapat string seperti berikut “abcde”. Jika string ini  

dipakai  pada pengulangan for, maka akan terjadi pengulangan sebanyak lima kali. 

Coba lihat kode dibawah ini : 

 

listing : kode pengulangan_3.py 

 

# pengulangan_3.py sebanyak 5 kali  

for i in "abcde": 

 print i, " yaitu  alfabet" 

 

 



6.3 Memahami Function “range” 

 Kalau teman – teman memperhatikan list yang dipakai pada pengulangan_1.py, 

pengulangan ini  memakai  list angka yang sudah jadi atau di-hardcode. Nah 

bagaimana nih kalau ingin membentuk suatu pola atau ingin membuat list incremental 

agar pengulangan for di Python ini mirip di Java atau C. Di Python terdapat fungsi yang 

bernama range. Range ini menghasilkan deret angka dengan parameter (start, stop, step 

). Start yaitu  batasawal dari list, stop yaitu  batas akhir dari list, step yaitu  jarak antar 

angka yang dihasilkan oleh range. Ada beberapa kasus penting yang perlu diperhatikan 

saat memakai  range. Coba perhatikan kode dibawah ini  

 

listing : kode pengulangan_4.py 



 

33 

 

# pengulangan_4.py 

 

# kasus - 1 : jika step tidak disertakan maka step akan diisi 1 secara default 

print range(1, 10) 

# kasus - 2 : jika step disertakan maka step akan sesuai dengan angka yang diisikan 

print range(1, 10, 2) 

print range(1, 10, 3) 

print range(1, 10, 4) 

print range(1, 10, 5) 

# kasus - 3 : jika step melebihi stop maka list hanya akan berisi start 

print range(1, 10, 11) 

# kasus - 4 : jika start lebih besar nilainya daripada stop maka list akan kosong 

print range(10, 1) 

# kasus - 5 : jika start lebih besar nilainya daripada stop dan 

# jika step melebihi stop maka list akan kosong 

print range(10, 1, 2) 

print range(10, 1, 11) 

# kasus - 6 : jika start lebih besar daripada stop dan step bernilai minus 

# dan jika start dikurangi step menghasilkan angka positif 

# maka list akan berisi deret angka menurun 

print range(10, 1, -1) 

# kasus - 7 : jika start lebih besar daripada stop dan step bernilai minus 

# dan jika start dikurangi step bernilai minus maka list hanya akan berisi start 

print range(10, 1, -11) 

# kasus - 8 : jika step bernilai 0 maka akan terjadi error 

print range(1, 10, 0) 

# kasus - 9 : jika start lebih besar daripada stop dan step bernilai 0 maka akan terjadi 

error 

print range(10, 1, 0) 

 

 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan terlihat seperti _________ dibawah ini : 



 

 

6.4 memakai  Function “range” pada Pengulangan “for” 

Sekarang Anda akan coba memakai  range dalam pengulangan for. Coba perhatikan 

contoh berikut : 

 

listing : kode pengulangan_5.py 

 

 

for i in range(1, 10): 

print "ini pengulangan ke - ", i 

 

 

 

 Pada contoh diatas akan terjadi pengulangan sebanyak 10 kali terhadap statement 

dibawah for. Dengan memakai  range, Anda tidak perlu repot untuk membuat list 

terlebih dahulu untuk menentukan banyaknya pengulangan yang akan Anda lakukan 

terhadap statement.Jika kode diatas dieksekusi akan terlihat seperti _________ dibawah ini : 



   

 

 

Agar lebih memahami lagi pengulangan for, kita coba lagi pelajari dua contoh berikut. 

Berikut ada kasus membuat sebuah segitiga yang dibuat dari kumpulan bintang dan 

membuat baris bilangan prima. Untuk lebih jelasnya coba perhatikan dua kasus berikut : 

 

listing : kode pengulangan_6.py 

# pengulangan_6.py 

for i in range(0, 10): 

 for j in range (0, i+1): 

  if j == i: 

   print "x" 

  else: 

   print "*", 

 print "" 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan tampil seperti berikut : 



 

36 

 

   

 

 

Kemudian dibawah ini yaitu  kode program untuk mencari bilangan prima. Bilangan 

prima yaitu  bilangan yang hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri 

 

listing : kode pengulangan_7.py 

 

 

# pengulangan_7.py 

for i in range(1, 20): 

 count_zero_remainder = 0 

 for j in range(1, i+1): 

  num_remainder = i % j 

  #print num_remainder, 

  if num_remainder == 0: 

   count_zero_remainder = count_zero_remainder + 1 

 if count_zero_remainder == 2: 

  print i, " yaitu  bilangan prima" 

 else: 

  print i, " bukanlah bilangan prima" 

 

 



 

37 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan tampil seperti berikut : 

 

 

 

_________ 6.7 hasil eksekusi pengulangan_7.py  

 

  



 

38 

6.5  Menyusun Pengulangan dengan “while” 

 Sekarang kita akan bahas pengulangan yang memakai  while. Pengulangan 

while memiliki cara kerja selama kondisi tertentu bernilai true maka pengulangan akan 

diteruskan sampai kondisi bernilai false. Tentunya dalam kondisi yang dipakai untuk 

eksekusi while memerlukan operator logika dan perbandingan seperti yang sudah di 

jelaskan di bab 3. 

sebagai contoh coba lihat kode berikut. Kode berikut dieksekusi jika  variabel “angka” 

masih dibawah 10. 

 

Secara umum pengulangan while memiliki aturan penulisan seperti berikut : 

 

while (condition): 

    statement 

 

listing : kode pengulangan_8.py 

 

 

angka = 0 

while (angka < 10): 

print "Aku sudah berjalan sebanyak ", 

angka, " langkah " angka += 1 

 



 

39 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan tampil seperti pada _________ berikut ini : 

 

 

  

  _________ 6.8 hasil eksekusi pengulangan_8.py  

 

Pada contoh diatas kondisi untuk melakukan pengulangan ditaruh di while. Sekarang Anda 

coba taruh kondisi pengulangan di dalam pengulangannya. Coba lihat contoh berikut : 

 

listing : kode pengulangan_9.py 

 

 

terus_tanya = True  

while terus_tanya : 

 temp = raw_input('masukkan angka kurang dari 10 !! : ')  

 angka = int(temp) 

 if angka < 10:  

  terus_tanya = False 

else: 

  terus_tanya = True 

 

 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan tampil seperti berikut : 

 



 

40 

 

 

_________ 6.9 hasil eksekusi pengulangan_9.py  

 

 

Untuk memahami pengulangan while lebih lanjut, berikut terdapat contoh penjumlahan 

angka dari 1 sampai 10. Dalam pengulangan ini terdapat sebuah variabel jml_angka yang 

berfungsi untuk menampung angka – angka yang akan ditambahkan dengan angka 

berikutnya di setiap pengulangan. Coba perhatikan kode dibawah ini : 

 

listing : kode pengulangan_10.py 

 

 

 

i = 1 

jml_angka = 0 

while i <= 10: 

 print 'loop ke - %d : %d + %d' % (i, jml_angka, i) 

 jml_angka = jml_angka + i 

 i += 1 

 print 'total angka yang dijumlahkan : ', jml_angka 

 

 

Kode diatas jika dieksekusi akan tampil seperti berikut : 



 

41 

 

 _________ 6.10 hasil eksekusi pengulangan_10.py  

  



 

42 

7. Mengenal Data Struktur Python Tingkat Lanjut 

7.1 Mengenal List, Dictionary dan Tuple 

 Di Python sendiri, terdapat beberapa tipe struktur data yang dapat dipakai  oleh 

penggunanya. Tapi tiga tipe data yang umum dipakai , diantaranya list, tuple, dan 

dictionary . Ketiga tipe data struktur ini sangat membantu sekali bagi programmer 

Python yang membutuhkan tipe data banyak. Ketiga tipe data ini yaitu  objek Python 

yang berarti jika Anda mendefinisikan struktur data ini , Anda dapat memakai  

method – method yang berhubungan dengan pengolahan struktur data ini . Selain itu 

terdapat pula function untuk mengolah tiga struktur data tadi seperti mencari nilai max, 

min, hitung panjang, dan perbandingan isi. 

Berikut perbedaan antara list, tuple, dan dictionary : 

 

Tabel 7.1 Perbedaan List, Dictionary, dan Tuple 

 List Tuple Dictionary 

Diawali dan diakhiri 

dengan tanda 

'[' dan ']' '(' dan ')' {' dan '}' 

Karakteristik 

Setiap anggota list tidak 

harus sama tipe datanya 

Tidak bisa dimodifikasi 

(immutable sequence) 

Terdiri dari sepasang data  

(key dan value) 

Tipe data string, number, list, objek string, number, list, objek string, number, list, objek 

 

  

Agar lebih paham mari Anda coba mendefinisikan list, tuple, dan dictionary kedalam sebuah 

variabel. 

listing : strukdat_1.py 



 

43 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

    'Ubuntu', 

    'FreeBSD', 

    'NetBSD', 

    'OpenBSD', 

    'Backtrack', 

    'Fedora', 

    'Slackware'] 

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

# cara mendefinisikan dictionary 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

    'prodi':'ilmu komputer', 

    'email':'wirosableng@localhost', 

    'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

    }  

print sebuah_list 

print sebuah_tuple 

print sebuah_dictionary 

 

Dengan memakai  perintah print maka Anda dapat mencetak isi list, tuple, atau 

dictionary yang hasil keluarannya berupa string. 

 

 

          

7.2 Cara Akses List, Tuple, dan Dictionary 

 Setelah Anda mengenal cara membuat ketiga struktur data ini , sekarang Anda 

coba cara mengakses elemen – elemen pada struktur data ini . Ada beberapa cara 

mengakses elemen pada struktur data ini  yang biasa dilakukan misalnya mengakses 

salah satu elemen dengan memakai  indeks, slicing indeks, dan mengakses elemen 

lewat pengulangan. 



 Untuk akses elemen lewat indeks elemen Anda panggil nama list kemudian disusul 

indeks elemen yang Anda inginkan dengan diapit tanda baca “[“ dan “]”, misal ada 

sebuah list dengan nama daftar_barang kemudian ingin mengakses indeks ke – 10, 

maka pemanggilan indeks pada list ini  yaitu  daftar_barang[9]. Kenapa di 

pemanggilan indeks nya dari 9 ? karena indeks ini  diawali dari 0 sehingga indeks 

yang diinginkan akan dikurangi 1. Begitupun dengan tuple cara akses salah satu 

elemenya sama dengan cara akses salah satu elemen di list. Pada dictionary, untuk 

mengakses salah satu elemennya Anda panggil salah satu key-nya untuk mendapatkan 

data yang ditunjuk key ini . 

 

 Slicing indeks merupakan cara untuk mengakses beberapa elemen pada list dan 

tuple. Cara ini tidak dapat dilakukan di dictionary. Slicing indeks dilakukan dengan 

memanggil list atau tuple kemudian tentukan indeks awal slicing dan batas akhirnya. 

Kemudian indeks ini  dipisahkan dengan tanda “:” dan diapit oleh tanda “[“ dan “]”. 

Misal ada sebuah list daftar_barang kemudian ingin mengambil 10 datanya dari indeks 

ke – 2 maka pemanggilannya yaitu  daftar_barang[1:11]. 

 

 Berikutnya cara terakhir yang biasa dilakukan oleh untuk mengakses elemen secara 

keseleruhan yaitu  dengan melalui pengulangan for. Melalui cara ini , isi dari list, 

tuple, dan dictionary dapat diambil elemennya selama iterasi pada pengulangan for. Pada 

list dan tuple jika datanya diambil lewat pengulangan for, setiap elemen akan langsung 

diekstrak di setiap iterasi dan dapat dipakai  untuk keperluan pemrosesan pada proses 

di setiap iterasi. Kalau pada dictionary di setiap iterasi pengulangan bukan elemen yang 

diektrak tapi key-nya. Jadi saat ingin mengambil datanya Anda harus memanggil elemen 

dictionary ini  dengan key yang didapatkan disetiap iterasi. 

 

 Dibawah ini yaitu  contoh mengakses elemen dari list, tuple dan dictionary dengan tiga 

cara yang biasa dipakai programmer python. 

 

listing : strukdat_2.py 

 

 

 



 

45 

 

# cara mendefinisikan list  

sebuah_list = ['Zorin OS', 

   'Ubuntu', 

   'FreeBSD', 

   'NetBSD', 

   'OpenBSD', 

   'Backtrack', 

   'Fedora', 

   'Slackware'] 

 

# cara mendefinisikan tuple  

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary  

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

    'prodi':'ilmu komputer',  

    'email':'wirosableng@localhost',  

    'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

    } 

 

# mengakses elemennya 

print "mengakses salah satu elemen : " 

print "-----------------------------" 

print sebuah_list[5] 

print sebuah_tuple[8] 

print sebuah_dictionary['website'] 

 

print "\n\n" 

 

# mengakses beberapa elemen 

print "mengakses beberapa elemen : " 

print "-----------------------------" 

print sebuah_list[2:5] 

print sebuah_tuple[3:6] 

 

print "\n\n" 

 

# mengakses elemennya dengan looping 

print "mengakses semua elemen dengan looping for : " 

print "-----------------------------" 

 

for sebuah in sebuah_list: 

 print sebuah, 

print "\n" 

 

for sebuah in sebuah_tuple: 

 print sebuah, 

print "\n" 

 

for sebuah in sebuah_dictionary: 

 print sebuah, ':', sebuah_dictionary[sebuah], 

 

 



 

46 

jika  Anda jalankan kode program diatas maka akan muncul output seperti pada 

_________ berikut 

ini : 

 

  

 

 

7.3 Mengubah Isi List, Tuple, dan Dictionary 

 Ada waktunya Anda ingin mengubah salah satu elemen setelah mendefinisikan 

stuktur data. Misal ada sebuah list daftar_barang dan Anda ingin mengubah elemen ke-

7 dengan data baru yang asalnya “kursi” menjadi “meja”. Atau ada sebuah informasi 

dalam bentuk dictionary dengan key “nama” yang value asalnya “Son Go Ku” menjadi 

“Vash De Stampede”. Cara mengubah data salah satu elemen di struktur data python 

mudah sekali. Tinggal tentukan indeks mana yang akan diubah, kemudian masukkan 

nilai baru kedalam indeks ini . Lebih jelasnya coba lihat contoh berikut : 

 

listing : strukdat_3.py 

 

 

 



 

47 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

   'Ubuntu', 

   'FreeBSD', 

   'NetBSD', 

   'OpenBSD', 

   'Backtrack', 

   'Fedora', 

   'Slackware'] 

 

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary 

Sebuah_dictionary = {‘namaSisOp’ : ‘Ubuntu,  

                                               ‘pembuat’ : ‘OpenSource’, 

                                               ‘tahun’ : ‘ 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

    'prodi':'ilmu komputer', 

    'email':'wirosableng@localhost', 

    'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

    } 

 

# cara update sebuah elemen : 

print "cara update sebuah elemen : " 

print "\n" 

 

print sebuah_list 

sebuah_list[5] = 'Kali Linux' 

print sebuah_list 

print "\n" 

 

print sebuah_tuple 

# tuple tidak dapat melakukan operasi perubahan elemen  

#sebuah_tuple[5] = 100 

print sebuah_tuple 

print "\n" 

 

print sebuah_dictionary 

sebuah_dictionary['email'] = 'wiro.sableng@gmail.com' 

print sebuah_dictionary 

print "\n\n" 

 

 

Mudah sekali kan ? Dengan mengakses indeks tertentu pada list dan tuple serta 

mengakses keys tetentu pada dictionary, Anda dapat mengubah nilai pada indeks atau 

key ini  dengan nilai yang baru. 



   

 

7.4 Menambahkan Data pada List, Tuple, dan Dictionary 

 Ketiga struktur data inipun dapat ditambahkan data baru dari data semula. Pada list, 

dipakai  tanda “+” untuk menambahkan data dari list baru ke list lama. Begitupun dengan 

tuple, tanda “+” dipakai  untuk menambahkan data dari tuple baru ke tuple lama. 

sedang  pada dictionary dipakai  method update dari dictionary yang ingin ditambahkan 

data baru. Kemudian dictionary semula akan memiliki data yang ditambahkan melalui 

method ini . Berikut yaitu  contoh menambahkan data baru pada ketiga struktur data 

ini . 

 

listing : strukdat_4.py 

 

 

 

 



 

49 

 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

   'Ubuntu', 

   'FreeBSD', 

   'NetBSD', 

   'OpenBSD', 

   'Backtrack', 

   'Fedora', 

   'Slackware'] 

 

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

    'prodi':'ilmu komputer', 

    'email':'wirosableng@localhost', 

    'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

    } 

 

# cara menambahkan data baru 

print "cara menambahkan data baru : " 

print "\n" 

 

print sebuah_list 

list_baru = sebuah_list + ['PC Linux OS', 'Blankon', 'IGOS', 'OpenSUSE'] 

print list_baru 

print "\n" 

 

print sebuah_tuple 

tuple_baru = sebuah_tuple + (100, 200, 300) 

print tuple_baru 

print "\n" 

 

print sebuah_dictionary 

dictionary_baru = {'telp':'022-12345678', 'alamat':'Bandung, Jabar'} 

sebuah_dictionary.update(dictionary_baru) 

print sebuah_dictionary 

print "\n\n" 

 

 

  



 

50 

Kode diatas jika dieksekusi akan muncul tampilan seperti berikut ini : 

 

 

   

 

7.5 Menghapus Isi List, Tuple, dan Dictionary 

 Tidak lengkap rasanya bila dalam sebuah informasi ada yang tidak dapat dihapus. 

Terkadang ada sebuah data yang tidak Anda butuhkan dan ingin Anda hilangkan dari 

kumpulan data yang dimiliki. Misal dalam sebuah list Anda ingin menghapus salah satu 

elemen. Atau di dictionary, Anda ingin menghilangkan salah satu key dari 

dictionary.ini . Di python sendiri penghapusan salah satu elemen dapat dilakukan di 

list dan dictionary. sedang  tuple tidak mendukung penghapusan elemen. Jika kita 

lakukan penghapusan pada salah satu elemen di tuple, maka akan muncul pesan error : 

“TypeError: 'tuple' object doesn't support item deletion”. Pada list Anda tinggal 

menunjuk salah satu elemennya dengan sebuah angka dari 0 sampai panjang list ini  

dikurangi satu dengan diapit tanda “[“ dan “]”. sedang  pada dictionary Anda tunjuk 

salah satu key yang akan dihapus dari dictionary. Berikut yaitu  contoh penghapusan 

salah satu elemen pada list dan dictionary. 

 

 

listing : strukdat_5.py 

  



 

51 

 

 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

   'Ubuntu', 

   'FreeBSD', 

   'NetBSD', 

   'OpenBSD', 

   'Backtrack', 

   'Fedora', 

   'Slackware'] 

 

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

     'prodi':'ilmu komputer', 

     'email':'wirosableng@localhost', 

     'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

     } 

 

# cara delete sebuah elemen : 

print "cara delete sebuah elemen : " 

print "\n" 

 

print sebuah_list 

del sebuah_list[0] 

print sebuah_list 

print "\n" 

 

print sebuah_tuple 

# tuple tidak mendukung proses penghapusan elemen :D.(coba hilangkan tanda '#' 

disampingnya) 

#del sebuah_tuple[8]  

print sebuah_tuple 

print "\n" 

 

print sebuah_dictionary 

del sebuah_dictionary['website'] 

print sebuah_dictionary 

print "\n\n" 

 



   

 

7.6 Menghapus List, Tuple, dan Dictionary 

 Pada contoh sebelumnya Anda hanya menghapus salah satu elemen. Lalu 

bagaimanakah jika ingin menghapus keseluruhan struktur data sehingga struktur data 

ini  terhapus dari memory seluruhnya ?. Di Python dengan memakai  perintah 

del pada sebuah struktur data maka struktur data ini  akan dihapus sepenuhnya dari 

memory. Hal ini berlaku juga bagi variabel dan objek yang didefinisikan oleh 

programmer. Dengan hilangnya dari memory maka struktur data yang telah dihapus tidak 

dapat dipakai  lagi oleh program yang Anda bangun. 

 

list : strukdat_6.py 



 

53 

 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

   'Ubuntu', 

   'FreeBSD', 

   'NetBSD', 

   'OpenBSD', 

   'Backtrack', 

   'Fedora', 

   'Slackware'] 

    

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

     'prodi':'ilmu komputer', 

     'email':'wirosableng@localhost', 

     'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

     } 

# cara update sebuah elemen : 

print "cara delete sebuah elemen : " 

print "\n" 

 

print sebuah_list 

del sebuah_list 

#print sebuah_list 

print "\n" 

 

print sebuah_tuple 

del sebuah_tuple 

#print sebuah_tuple 

print "\n" 

 

print sebuah_dictionary 

del sebuah_dictionary 

#print sebuah_dictionary 

print "\n\n" 

 

 

 

Cobalah hapus tanda “#” pada baris perintah print di bawah perintah del. Cobalah satu 

persatu dan amatilah apa yang terjadi. Jika kita coba pada print sebuah_list yang berada 

dibawah del sebuah_list. Maka akan muncul pesan error : “NameError : name 

'sebuah_list' is not defined” 

 



   

7.7 memakai  Built-in Function pada List, Tuple, dan Dictionary 

 Apakah fitur – fitur manipulasi list, tuple, dan dictionary hanya terbatas pada hapus, 

tambah dan ubah ?. Python menyediakan beberapa fitur dasar lainnya yang dapat 

dipakai  untuk proses mencari nilai maksimum dan minimum, menghitung panjang, 

membandingkan dua buah struktur data yang sejenis, bahkan mengubah struktur data dari 

list ke tuple atau sebaliknya. 

 Untuk mencari nilai maksimum pada list, tuple, atau dictionary dipakai  function 

max(), sedang  untuk mencari nilai minimum dipakai  function min(). Untuk 

perbandingan dua buah struktur data sejenis, misal list dengan list, dipakai lah function 

cmp(). Function cmp() ini akan menghasilkan tiga nilai yaitu -1 jika list pertama kurang 

dari list kedua, 0 jika kedua list sama, dan 1 jika list pertama lebih besar dari list kedua. 

Kemudian untuk mencari jumlah elemen yang berada pada struktur data ini  

dipakai  function len() . Dan terdapat juga untuk konversi tipe struktur data. Tapi fitur 

ini hanya dapat dipakai  pada list dan tuple. Dictionary tidak mendukung proses 

konversi. Jadi hanya pengubahan dari list ke tuple dan sebaliknya. Untuk pengubahan 

dari list ke tuple dipakai  function tuple() sedang  untuk pengubahan dari tuple ke 

list dipakai  function list(). 

 Agar lebih paham cobalah sedikit source code tentang penggunaan built-in function 

yang dipakai  untuk manipulasi list, tuple, dan dictionary. 

 

listing : strukdat_7.py 



 

55 

# cara mendefinisikan list 

sebuah_list = ['Zorin OS', 

    'Ubuntu', 

    'FreeBSD', 

    'NetBSD', 

    'OpenBSD', 

    'Backtrack', 

    'Fedora', 

    'Slackware'] 

     

# cara mendefinisikan tuple 

sebuah_tuple = (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9) 

 

# cara mendefinisikan dictionary 

sebuah_dictionary = {'nama':'Wiro Sableng', 

     'prodi':'ilmu komputer', 

     'email':'wirosableng@localhost', 

     'website':'http://www.sitampanggarang.com' 

     } 

 

#menambahkan elemen baru 

print "menambahkan elemen baru : \n" 

print sebuah_list 

list_baru = sebuah_list + ['PC Linux OS', 'Blankon', 'IGOS', 'OpenSUSE'] 

print list_baru 

print "\n" 

 

print sebuah_tuple 

tuple_baru = sebuah_tuple 

print tuple_baru 

print "\n" 

 

print sebuah_dictionary 

dictionary_baru = {'telp':'022-12345678', 'alamat':'Bandung, Jabar'} 

print sebuah_dictionary 

print "\n\n" 



 

56 

 

# membandingkan yang lama dengan yang baru 

print "membandingkan yang lama dengan yang baru : \n" 

print "sebuah_list banding list_baru : ", cmp(sebuah_list, list_baru) 

print "sebuah_tuple banding tuple_baru : ", cmp(sebuah_tuple, tuple_baru) 

print "sebuah_dictionary banding dictionary_baru : ", cmp(sebuah_dictionary, dictionary_baru) 

print "\n\n" 

 

# mengetahui panjang list, tuple, dan dictionary 

print "mengetahui panjang list, tuple, dan dictionary : \n" 

print "panjang sebuah_list : ", len(sebuah_list) 

print "panjang sebuah_tuple : ", len(sebuah_tuple) 

print "panjang sebuah_dictionary : ", len(sebuah_dictionary) 

print "\n\n" 

 

# mengubah list, tuple, dictionary menjadi string 

print "mengubah list, tuple, dictionary menjadi string : \n" 

print str(sebuah_list), ' memiliki panjang karakter : ', len(str(sebuah_list)) 

print str(sebuah_tuple), ' memiliki panjang karakter : ', len(str(sebuah_tuple)) 

print str(sebuah_dictionary), ' memiliki panjang karakter : ', len(str(sebuah_dictionary)) 

 

# mencari nilai max dan min 

print "mencari nilai max dan min : \n" 

print "coba periksa sebuah_list :" 

print "max : ", max(sebuah_list) 

print "min : ", min(sebuah_list) 

print "\n" 

print "coba periksa sebuah_tuple :" 

print "max : ", max(sebuah_tuple) 

print "min : ", min(sebuah_tuple) 

print "\n" 

print "coba periksa sebuah_dictionary :" 

print "max : ", max(sebuah_dictionary) 

print "min : ", min(sebuah_dictionary) 

print "\n" 

# mengubah list ke tuple dan sebaliknya 



 

57 

print "mengubah list ke tuple : " 

print "semula : ", sebuah_list 

print "menjadi : ", tuple(sebuah_list) 

print "\n" 

print "mengubah tuple ke list : " 

print "semula : ", sebuah_tuple 

print "menjadi : ", list(sebuah_tuple) 

 

Dengan adanya built-in function ini  pekerjaan Anda sudah dimudahkan oleh Python dalam 

memanipulasi struktur data yang telah Anda definisikan sebelumnya. Berikut yaitu  salah satu 

contoh hasil operasi dengan built function dari kode diatas 

 

 


Lebih baru Lebih lama