Dasar sepuluh (desimal) sama dengan 3710 diperoleh dari :

1001012 = ( 1 x 25 ) + ( 0 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 1 x 22 ) + ( 0 x 21 ) +

( 1 x 20 )

= ( 3210 ) + ( 0 ) + ( 0 ) + ( 410 ) + ( 0 ) + ( 110 )

= 32 + 0 + 0 + 4 + 0 + 1 =  3710

Khusus untuk mengkonversi bilangan pecahan atau real, jika diketahui

suatu bilangan pecahan dalam bentuk biner 111.011, maka bentuk

bilangan desimalnya yaitu  7,375 cara konversinya yaitu  sebagai berikut:

Basis Eksponen Simbol Jumlah Simbol 

100 = 1 

101 = 10 

102 = 100 

103 = 1000 

dst 

0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 10 


Oktal Desimal Biner 

0 0 000 

1 1 001 

2 2 010 

3 3 011 

4 4 100 

5 5 101 

6 6 110 

7 7 111 

111,0112 = ( 1 x 22  +  1 x 21  +  1 x 20  +  0 x 2-1  +  1 x 2-2  +  1 x 2-3 )

=  4 + 2 + 1 + 0 + 0,25 + 0,125

= 7,37510

D. Sistem Bilangan Dasar Delapan (Oktal)

Sistem bilangan oktal yaitu  sistem bilangan berbasis 8, artinya

bahwa terdapat 8 simbol yang mewakilinya. Sistem bilangan oktal ini

secara umum sering digunakan oleh sistem komputer. Untuk dapat

mengkonversi bilangan oktal ke desimal caranya sama seperti ketika

kita mengkonversi bilangan biner ke desimal, hanya kalau pada bilangan

desimal ada 10 simbol, sedangkan bilangan oktal hanya ada 8 simbol.

Konversi dari biner ke oktal atau sebaliknya dari oktal ke biner caranya

dengan mengelompokkan 3 bit untuk setiap angka oktal. Tabel berikut

akan memperlihatkan konversi bilangan oktal ke bentuk desimal dan biner.

Tabel 3.7. Konversi dari oktal, desimal dan biner


Contoh konversi dari sistem bilangan oktal ke sistem bilangan desimal

sebagai berikut:

45678 = ( 4 x 83 ) + ( 5 x 82 ) + ( 6 x 81 ) + ( 7 x 80 )

= 2048 + 320 + 48 + 7

= 242310.

Contoh konversi dari sistem bilangan desimal ke sistem bilangan

oktal sebagai berikut:

bilangan yang bulat 19210 = 192 / 8 = 24 sisa 0

= 24 / 8 = 3 sisa 0

= 3 / 8 = 0 sisa 3

(dibaca dari bawah ke atas / dibaca sisa hasil pembagian).

Contoh konversi dari sistem bilangan biner ke sistem bilangan oktal

sebagai berikut:

diketahui bilangan biner

hasil = 70318 (dibaca dari kiri ke kanan)

E. Sistem Bilangan Dasar Enambelas (Heksadesimal)

Bilangan heksadesimal biasa disebut bilangan basis 16, artinya ada

16 simbol yang mewakili bilangan ini, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya

pada tabel 1. Untuk mempermudah pengalihan (konversi) sistem bilangan

dasar heksadesimal ke bentuk sistem bilangan dasar desima, biner dan

octal perhatikan tabel berikut :

Tabel 4.8. Konversi sistem bilangan heksadesimal, oktal, biner dan desimal

Hasil = 3008

111 000 011 001 

7 0 3 1 

Heksadesimal Desimal Biner Oktal 

0 0 0000 0

1 1 0001 1

2 2 0010 2

3 3 0011 3

4 4 0100 4


Berikut ini akan diberikan beberapa contoh bentuk konversi sistem

bilangan dasar 16 (heksadesimal) ke bentuk sistem bilangan dasar desimal.

Jika diketahui sistem bilangan dasar heksadesimalnya yaitu  23416  maka

akan diperoleh 56410 cara menghitungnya yaitu  sebagai berikut:

23416 =  ( 2 x 162 + 3 x 161 + 4 x 160 )

= 512 + 48 + 4 )

= 56410

Jika diketahui suatu bilangan desimalnya yaitu  51210 maka akan

diperoleh 20016 cara menghitungnya yaitu  sebagai berikut:

512 / 16 = 32 sisa 0

32 / 16= 2      sisa 0

2 / 16 = 0      sisa 2

(dibaca dari bawah ke atas / dibaca sisa hasil pembagian).

Contoh konversi dari sistem bilangan biner ke sistem bilangan heksadesimal

sebagai berikut:

diketahui bilangan biner

hasil = EC8916 (dibaca dari kiri ke kanan)

5 5 0101 5 

6 6 0110 6 

7 7 0111 7 

8 8 1000 10 

9 9 1001 11 

A 10 1010 12 

B 11 1011 13 

C 12 1100 14 

D 13 1101 15 

E 14 1110 16 

F 15 1111 17 

Hasil = 20016

1110 1100 1000 1001 

E C 8 9 


SISTEM  INFORMASI MANAJEMEN


Penciptaan komputer pada awalnya digunakan untuk memecahkan

masalah-masalah yang membutuhkan perhitungan-perhitungan aritmatika

atau kalkulasi angka, yang mana jumlah angkanya lebih dari 14 digit,

sehingga peralatan yang sudah ada terasa sangat tidak memungkinkan

untuk menghasilkan keakuratan dan ketelitian yang cepat dan tepat. Peran

komputer yang mampu memberi  inputan yang besar dan juga outputan

yang besar dapat dilakukan secara berulang-ulang dengan tingkat keakuratan

dan ketelitian yang dapat diandalkan kecepatan dan ketepatannya.

Alat tulis kantor seperti pena dan kertas, dulunya menjadi media

yang paling populer dikalangan pekerja kantoran. Segala macam bentuk

kegiatan kantoran tidak pernah lepas dari media ini . Penulisan atau

pencatatan kegiatan kantoran sampai membuat laporan bertumpu padanya.

Tumpukan kertas yang berada di laci-laci meja dan lemari-lemari kantor,

menyimpan data dan informasi. Sistem kegiatan perkantoran yang berbasis

media ini , sekarang ini telah mulai dianggap kuno.

Komputer saat ini telah digunakan oleh para pekerja kantoran, sehingga

perubahan kegiatan perkantoran yang manual dan nyata, sekarang dan

masa akan datang telah berubah menjadi virtual. Istilah virtual sama

dengan maya, maya artinya tidak nyata, tidak nyata bermakna bahwa

sistem yang dilakukan tidak memiliki bentuk fisik. Sekarang dan masa

akan datang, komputer berdasar  ukuran fisiknya yang minimalis,

portable dan mudah dibawa-bawa kemana saja (mobile) seperti laptop,

notebook, tablet PC, perangkat-perangkat yang setara dengan komputer

contohnya blackberry, i-pad, i-phone dan lain sebagainya, secara pesat

telah menggantikan peran dari pena dan kertas.

Pesatnya perkembangan dibidang teknologi informasi dan komunikasi

(Information and Communication of Technology/ICT) ini , telah meminimalisasi

pemakaian pena dan kertas. ICT lebih menjadikan istilah virtual semakin

akrab dengan kegiatan perkantoran modern. Kegiatan tulis menulis atau

catat mencatat dan membuat laporan, sekarang ini telah berbasiskan

ICT. Data dan informasi sekarang ini telah disimpan dan ditempatkan

didalam ICT, tidak lagi diatas kertas atau ditumpukan kertas, dilaci-laci

meja dan dilemari-lemari kantor. Media tulis menulis dan penyimpanan

data semakin beragam, format data, cara-cara penyimpanan data serta

pengelolaan data telah mengalami banyak perubahan.

B. Data

Istilah data yaitu  suatu istilah majemuk yang berasal dari kata

datum yang berarti fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti

yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar,

kata-kata, kalimat-kalimat, instruksi-instruksi, angka-angka, huruf-huruf,

simbol-simbol, ide, konsep, kondisi, obyek, situasi dan lain-lain. Data kemudian

diolah sehingga dapat diutarakan secara jelas dan tepat sehingga dapat

dimengerti oleh orang lain yang tidak langsung mengalaminya sendiri,

hal ini dinamakan deskripsi.

Data menurut cara memperolehnya yaitu data primer yang secara

langsung diambil dari objek / obyek penelitian oleh peneliti perorangan

maupun organisasi, misalnya mewawancarai langsung kepada orang-

orang yang dianggap ada hubungannya dengan penelitian. Data primer

juga dapat diperoleh melalui pengamatan langsung (observasi) lapangan,

atau dapat juga melakukan pembuatan suatu formulir yang harus diisi

oleh nara sumber seperti misalnya pembuatan kuisioner. Pemodelan seperti

prediksi/peramalan (forecasting), simulasi dan masih banyak lagi cara-

cara atau metode atau teknik pengumpulan data primer. Data sekunder

yaitu  data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian.

Peneliti mendapatkan data yang sudah jadi yang dikumpulkan oleh pihak

lain dengan berbagai cara atau metode baik secara komersial maupun

non komersial,misalnya yaitu  pada peneliti yang memakai  data

statistik hasil riset dari surat kabar atau majalah.

Data berdasar  sumbernya yaitu data internal yaitu  data yang

menggambarkan situasi dan kondisi pada suatu organisasi secara internal,

misalnya data keuangan, data pegawai, data produksi dan lain-lain. Data

eksternal yaitu  data yang menggambarkan situasi serta kondisi yang

ada di luar organisasi, misalnya data jumlah penggunaan suatu produk

pada konsumen, tingkat preferensi pelanggan, persebaran penduduk,

dan lain sebagainya.

Data berdasar  jenisnya seperti data kuantitatif yaitu  data yang

dipaparkan dalam bentuk angka-angka, misalnya yaitu  jumlah pembeli

saat hari-hari libur, tinggi badan siswa dan lain-lain. Data kualitatif yaitu 

data yang disajikan dalam bentuk kata-kata yang mengandung makna,

misalnya seperti persepsi konsumen terhadap botol air minum dalam kemasan,

anggapan para ahli terhadap psikopat dan lain-lain.

Pembagian jenis data berdasar  sifatnya yakni data diskrit yaitu 

data yang nilainya yaitu  bilangan asli, misalnya yaitu  berat badan mahasiswa

IAIN-SU Medan fakultas tarbiyah program studi PMM-3, nilai rupiah dari

waktu ke waktu, dan lain-sebagainya. Data kontinyu yaitu  data yang

nilainya ada pada suatu interval tertentu atau berada pada nilai yang satu

ke nilai yang lainnya, misalnya penggunaan kata sekitar, kurang lebih

(lebih kurang/±), kira-kira, dan sebagainya.

Jenis-jenis data menurut waktu pengumpulannya yakni data cross-

section yaitu  data yang menunjukkan titik waktu tertentu, misalnya laporan

keuangan per 31 desember 2010, data pelanggan PT. Yahfizham bulan

mei 2010, dan lain sebagainya. Data time series/ data berkala yaitu  data

yang menggambarkan sesuatu dari waktu ke waktu atau periode secara

histories, misalnya data kembangan nilai tukar mata uang dollar amerika

terhadap rupiah dari tahun 2005 sampai 2010, jumlah pengikut jamaah

wahdatul wujud, dll. Secara lebih detail, pembahasan data ini dapat dilihat

pada bab selanjutnya

1. Hirarki Data

Secara tradisional, data diorganisasikan kedalam suatu hirarki yang

terdiri atas elemen data, rekaman/record dan file.

   Elemen data

Elemen data yaitu  satuan data yang terkecil yang tidak dapat dipecah-

pecah lagi menjadi unit lain yang mempunyai arti. Istilah lain dari

data yaitu  item atau atribute atau field atau kolom.

   Rekaman/Record

Rekaman yaitu  gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait

antara satu isi tabel dengan isi tabel lainnya. Rekaman juga disebut

dengan istilah tupel atau baris.


   File

File merupakan himpunan keseluruhan rekaman/record yang bertipe

sama atau kumpulan dari elemen data dan record yang biasanya terdiri

dari beberapa tabel. Kumpulan beberapa tabel dan isi dari tabel inilah

yang disebut sebagai file.

2. Basis Data

Basis data (database) terdiri atas 2 kata, yaitu basis dan data, basis

dapat diartikan sebagai gudang atau markas, sedangkan data yaitu 

representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu obyek. Data merupakan

istilah majemuk yang berasal dari kata datum yang berarti fakta atau

bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan,

simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, kalimat-kalimat, instruksi-

instruksi, angka-angka, huruf-huruf, simbol-simbol, ide, konsep, kondisi,

suara, situasi atau kombinasinya dan lain-lain.

Basis data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang,

seperti :

 Himpuna kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasikan

sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan

cepat dan mudah

 Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama

sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudancy) yang tidak perlu,

untuk memenuhi berbagai kebutuhan.

 Kumpulan file/tabel/arsip yang saling berhubungan yang disimpan

dalam media penyimpanan elektronis.

Menurut Efraim Turban dkk dalam bukunya yang berjudul “ decision

support systems and intelligent systems” bahwa basis data yaitu  kumpulan

data yang saling terkait yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan

dan struktur suatu organisasi dan dapat digunakan oleh lebih dari satu

orang untuk lebih dari satu aplikasi.

Basis data dan lemari arsip sesungguhnya memiliki prinsip kerja

dan tujuan yang sama. Prinsip utamanya yaitu  pengaturan data dan

tujuan utamanya yaitu  kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan

kembali data ini . Perbedaannya hanya terletak pada media penyimpanan

yang digunakan. Jika pena-kertas diarsipkan dan disimpan memakai 

lemari dari besi atau kayu, maka basis data memakai  media penyimpanan

elektronis seperti harddisk, flash disk, compact disk, dan lain-lain. Perbedaan

media ini yang selanjutnya memunculkan perbedaan-perbedaan lain yang

menyangkut jumlah dan jenis serta cara-cara/metode yang dapat digunakan

dalam upaya penyimpanan data.

Satu hal yang juga harus diperhatikan, bahwa basis data bukan hanya

sekedar penyimpanan data secara elektronis (dengan bantuan komputer),

maksudnya bahwa tidak semua bentuk penyimpanan data secara elektronis

bisa disebut sebagai basis data. Kita dapat menyimpan dokumen berisi

data dalam file teks (dengan program pengolah kata/word), spreadsheet/

excel dan lain-lain. Word dan excel tidak bisa disebut sebagai basis data,

sebab  didalamnya tidak terdapat pemisahan dan pengelompokan data

sesuai jenis dan fungsi data, sehingga akan menyulitkan pencarian data

nantinya. Yang sangat ditonjolkan dalam basis data yaitu  pengaturan

atau pengorganisasian data yang akan disimpan sesuai fungsi atau jenis

dari datanya. Pengelompokan atau pengorganisasian ini dapat berbentuk

sejumlah tabel terpisah atau dalam bentuk pendefinisian field-field data

untuk tiap-tiap tabel.

3. Abstraksi Data

Abstraksi data merupakan tingkatan atau level untuk dapat melihat

data dalam suatu sistem basis data. Data yang terlihat oleh pemakai atau

user biasa, pada suatu antar muka pengguna ( interface ) sebenarnya berbeda

dengan data yang tersimpan secara fisik dalam suatu basis data. Hanya

perancang sistem basis data yang dapat melihat secara keseluruhan atau

detail dari tiap-tiap abstraksi data ini . Ada tiga level abstraksi data,

yaitu:

1) level fisik (physical level), merupakan tingkatan yang paling bawah

atau rendah dalam abstraksi data yang menunjukkan bagaimana sesung-

guhnya suatu data disimpan didalam tempat penyimpanan data. Pada

tingkatan ini data akan terlihat sebagai gabungan dari struktur dan

datanya sendiri dan juga dapat dilihat bagaimana data direpresentasikan

secara fisik pada tempat penyimpanan data ini . Tingkatan ini

akan memperlihatkan bagaimana bentuk data secara fisik didalam

tempatnya, data bisa saja direpresentasikan sebagai teks, angka atau

himpunan dari bit-bit data.

2) level konseptual (conceptual level), yaitu  abstraksi data yang menggambarkan

data apa yang sebenarnya disimpan secara fungsional didalam suatu

sistem basis data dan bagaimana hubungan data yang satu dengan

data yang lainnya. Pada tingkatan ini akan diketahui bagaimana data

di kelola sehingga akan terlihat dan diketahui, bahwa suatu data yang

berisikan mengenai data karyawan, telah dipilah-pilah atau dipisah-

pisah kedalam beberapa tabel atau file.

3) level menampilkan (view level), merupakan tingkatan yang paling

tinggi atau paling atas dari abstraksi data. Pada tingkatan ini, data

yang ditampilkan kepada pemakai akan berbeda dengan bentuk fisik

dari data sebenarnya yang terdapat pada tempatnya. Penampilan data

pada tingkatan ini biasanya telah memanfaatkan suatu interface. Data

yang diperlihatkan tidak saja dari satu tabel tetapi mewakili relasi antar

tabel. Data dan output yang ditampilkan sudah mempunyai arti, tidak

dalam bentuk kode program.

4. Komponen Basis Data

Komponen-komponen utama untuk dapat membuat atau menciptakan

suatu sistem basis data yaitu  sebagai berikut :

a) Perangkat keras (hardware)

sebab  basis data merupakan sistem virtual sudah pasti membutuhkan

perangkat keras seperti komputer atau minimal yang setara dengan

komputer. Kemudian tempat penyimpanan datanya, baik penyimpanan

data permanen atau hanya sebagai back-up saja, seperti harddisk,

memori stick, flash disk dan lain sebagainya. Perangkat keras tambahan

yaitu  perangkat komunikasi untuk jaringan, seperti kabel, modem,

wifi, dan lain sebagainya.

b) Sistem operasi (operating system)

Biasanya komputer telah memiliki minimal satu sistem operasi, sebagaimana

telah dijelaskan pada bab terdahulu bahwa sistem operasi merupakan

program yang mengaktifkan komputer, mengendalikan seluruh sumber

daya dalam komputer dan melakukan operasi-operasi dalam komputer.

Semua sistem operasi dapat dijadikan komponen basis data, seperti

sistem operasi windows, linux, java, mac OS dan lain sebagainya.

c) Aplikasi basis data

Komponen aplikasi basis data ini dapat digunakan apabila telah terdapat

sistem operasi. Aplikasi basis data akan menentukan bagaimana data

diorganisasikan, disimpan, diubah dan diambil kembali. Sistem aplikasi

basis data juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian

data secara bersama-sama, keakuratan dan konsistensi data dan sebagainya.

Contoh aplikasi basis data yang dapat digunakan sebagai komponen

basis data seperti.

MS-Office Access, dBase III+, foxbase, Rbase, oracle, mySQL, MS-SQLServer,

informix, sybase, CA-Open ingres, borland interbase, jdbms dan masih

banyak lagi aplikasi basis data yang dapat digunakan.

d) Aplikasi antarmuka pengguna (interface)

Banyak aplikasi yang dapat dipakai sebagai interaksi antara antarmuka

pengguna dengan basis data dan biasanya sistem basis data telah mempunyai

antarmuka sendiri-sendiri. Namun demikian, interaksi antara pengguna

dengan sistem basis data dapat dipilih dan dipakai sesuai dengan kebutuhan,

misalnya saja semua bahasa pemograman yang berbasis visual dan

berbasis web, seperti visual basic, delphi, java, visual foxpro, visual

dbase, php, html, xml dan masih banyak lagi yang lainnya.

e) Pemakai (user)

Terdapat penggolongan atau pengelompokan pemakai terhadap suatu

sistem basis data, hal ini dibedakan berdasar  cara pemakai berinteraksi

dengan basis data. Programer aplikasi berinteraksi dengan basis

data melalui bahasa pemograman. Bisa memakai  bahasa queri

seperti bahasa pendefinisian data, bahasa manipulasi data dan bahasa

kontrol data. Pemakai mahir (casual user), berinteraksi dengan

basis data tanpa memakai  bahasa pemograman. Umumnya ber-

interaksi dengan basis data memakai  bahasa queri standart seperti

bahasa pendefinisian data, bahasa manipulasi data dan bahasa kontrol

data. Pemakai biasa, berinteraksi dengan basis data melalui suatu

antarmuka pengguna yang telah disiapkan oleh programer aplikasi.

C. Sistem

Konsep dasar dari sistem informasi manajemen terdiri atas sistem,

informasi dan manajemen. Pembahasan sistem informasi manajemen

dimulai dari pengertian sistem yang dikemukakan oleh beberapa ahli

sebagai berikut:

a) Sistem yaitu  seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling

mempengaruhi dalam satu lingkaran tertentu 

b) Sistem yaitu  sekumpulan elemen yang saling berhubungan untuk

mencapai suatu tujuan 

c) Sistem yaitu  setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri

dari bagian-bagian yang saling mempengaruhi

d) Sistem merupakan bagian-bagian yang beroperasi secara bersama-

sama untuk mencapai beberapa tujuan 

e) Sistem yaitu sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai

suatu tujuan 

INPUT PROCESS / 

TRANSFORMATION  OUTPUT 

f) Ryans(1968), system is any identifiable assemblage of element (object,

person, activities, information records, etc) which are interrelated by

process or structure and which are presumed to function as an organizational

entity generating an observable (or sometimes merely inferable) product.

g) William A. Shorde (1995) dalam bukunya Organization and Management

menyebutkan ada sekitar enam ciri dari suatu sistem, yaitu perilaku

berdasar  tujuan tertentu, keseluruhan, keterbukaan, terjadi transformasi,

terjadi korelasi, memiliki mekanisme kontrol artinya terdapat kekuatan

yang mempersatukan dan mempertahankan sistem yang bersangkutan.

h) Menurut Budi Sutedjo (2002) sistem yaitu  kumpulan elemen yang

saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan

dalam usaha mencapai suatu tujuan.

Jenis sistem secara umum terdiri dari sistem terbuka dan sistem

tertutup (open-loop and closed-loop system). Sistem terbuka yaitu  sistem

yang tidak memiliki sasaran, pengendalian mekanisme dan umpan balik.

Sedangkan sistem tertutup yaitu suatu sistem yang memiliki sasaran,

pengendalian mekanis dan umpan balik 

Gambar sistem terbuka dan tertutup seperti berikut ini:

1. Klasifikasi Sistem

Menurut beberapa ahli bahwa sistem dapat diklasifikasikan kedalam

beberapa bentuk pengertian sebagai berikut:

a. Sistem abstrak (abstract system), yaitu sistem berupa pemikiran atau

ide-ide yang tidak tampak secara fisik, misalnya seperti hubungan

ibadah manusia sebagai mahkluk yang diciptakan oleh Allah SWT

terhadap yang menciptakan yaitu Allah SWT sendiri, susunan acara

atau program kegiatan dan lain-lain.

b. Sistem konkrit/nyata (physical system), yaitu sistem yang ada atau

kelihatan secara fisik/kasat mata, yang terdiri dari kumpulan benda,

seperti misalnya mesin-mesin yang ada dipabrik-pabrik, mesin kendaraan

bermotor dan lain-lain.

c. Sistem yang tidak dibuat oleh manusia tetapi sistem yang dibuat oleh

Allah SWT yang terjadi seperti kelihatan secara alamiah (natural

system), contohnya tata surya atau galaxy, reproduksi manusia dan

hewan dan lain-lain.

d. Sistem buatan manusia atau sistem yang dirancang oleh manusia

(human made system), dimana interaksi atau hubungan antara manusia

yang membuat sistem terjadi terhadap sesuatu hal atau benda, contohnya

saja sistem komputer dan lain sebagainya.

e. Sistem tertentu (deterministic system), yaitu sistem yang bekerja dengan

tingkah laku atau pola-pola tertentu yang telah disiapkan sebelumnya

untuk dapat melakukan suatu prediksi atau ramalan terhadap sesuatu

hal. Dapat dicontohkan seperti pertumbuhan penduduk dikawasan

atau daerah tertentu, listrik yang dapat dikondisikan On atau Off dan

sebagainya.

f. Sistem taktentu (probabilistic system), dimana kebalikan dari sistem

b

INPUT PROC ESS / OUTPUT 

OBJECTIVES

CONT ROL 

MEC  HANISM 

Feedback loop 

TRANSFOR MATION


tertentu yaitu sistem yang bekerja dengan tingkah laku atau pola-

pola taktentu yang tidak dapat dilakukan suatu prediksi atau ramalan

terhadap sesuatu hal, misalnya saja untuk dapat mengetahui secara

pasti kapan berhentinya atau berakhirnya luapan larva atau debu panas

dari suatu letusan gunung dan lain-lain.

2. Lingkungan Sistem

Kondisi musim Pelanggan Pemerintah 

Pemegang saham Kompetisi / Pesaing 

Bank  

V

endor  

Proses  

- Prosedur  

- Program 

- Alat 

- Aktivitas 

- Keputusan 

Input  

- Bahan mentah 

- Biaya 

- Sumber daya 

Output  

- Kinerja 

- Konsekuensi 

- Produk jadi 

- Pengiriman  

Keputusan 

umpan balik 

lingkungan 

batasan sistem

Sistem dibagi menjadi tiga bagian berbeda yaitu input, proses dan

output. Bagian-bagian ini  dikelilingi oleh suatu lingkungan dan sering

melibatkan suatu mekanisme umpan balik, selain itu pengambilan keputusan

juga dianggap sebagai bagian dari sistem.


3. Efektivitas dan Efisiensi Sistem

Sistem dievaluasi dan dianalisis dalam dua ukuran kinerja utama,

yaitu efektivitas dan efisiensi.

· Efektivitas yaitu  tingkat pencapaian tujuan, jadi efektivitas berkaitan

dengan output atau hasil dari suatu sistem (misalnya penjualan total

atau pendapatan per saham).


· Efisiensi yaitu  ukuran pemakaian input atau segala sumber daya

untuk mencapai output (misalnya berapa banyak uang yang digunakan

untuk mendapatkan tingkat penjualan tertentu).

D. Informasi

Hampir semua aktivitas dan kegiatan manusia pada saat sekarang

ini selalu menghasilkan informasi, dimana teknologi terlibat didalamnya,

seperti misalnya alat untuk memasak beras, manusia berpikir bagaimana

caranya agar alat untuk memasak beras yang dahulunya tidak mampu

memberi  informasi menjadi mampu memberi  informasi yang benar

mengenai cara-cara memasak beras yang baik dan benar, berapa lama

waktu yang dibutuhkan agar beras menjadi nasi sehingga aman untuk

dikonsumsi, mampu dihidupkan dari jarak yang jauh dan sebagainya.

Perusahaan memandang informasi sebagai suatu aset yang harus

dikelola dengan cara-cara yang benar dengan maksud agar informasi

ini  mudah diperoleh dan dapat dimanfaatkan kembali. Bagi para

menejer disemua lini, bahwa informasi merupakan satu sumber daya

yang dianggap berpengaruh besar terhadap keberlangsungan usaha.

Dunia usaha atau bisnis pada saat ini dan masa akan datang tantangannya

semakin kompleks dan global.

Disisi lain bahwa komputer sebagai suatu alat dalam mengolah

data menjadi informasi sampai kemudian menjadi pengetahuan semakin

menunjukkan kemampuan yang baik, ini terlihat dari harga yang terjangkau,

prosesor yang semakin cepat dan hard disk drive sebagai tempat penyimpanan

data yang berkapasitas besar, kemudian juga didukung dengan aplikasi-

aplikasi yang mampu menyediakan gudang-gudang data seperti data

warehouse.

Banyak dari para ahli memberi  konsep dan definisi dari informasi,

berikut ini definisi dari informasi sebagai berikut :

a) “Data have been shaped into form that is meaningful and useful to human

Data Informasi Diolah 


beings”. (Informasi yaitu  data yang disusun kedalam bentuk yang

dapat dimengerti dan bermanfaat bagi pengguna/ user).

b) Informasi yaitu  hasil dari kegiatan pengolahan data yang memberi 

bentuk yang lebih berarti berupa suatu informasi.

c) Informasi yaitu  data yang mempunyai nilai (berarti) bagi penerimanya

dan dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan.

Contoh dari informasi yaitu  sebagai berikut:

  900F     C = 5/9 (F – 32) 32,220C

Gambar 4.5. Informasi dalam derjat celcius

Penjelasan gambar 4.5.

o 900F yaitu  data berbentuk angka dalam derjat fahreinhet (inputan/

datanya).

o C = 5/9 (F – 32) yaitu  formula/rumus yang dijadikan sebagai proses

pengolahan (proses pengolahan).

o 32,220C yaitu  hasil atau keluaran berbentuk angka dalam derjat

celcius (outputan/ informasi).

Contoh lain dari informasi diperlihatkan sebagai berikut:

Perusahaan pasti melakukan kegiatan transaksi, misalnya saja transaksi

penjualan oleh sejumlah salesman. Salesmen biasanya yaitu  pekerja yang

mempunyai data seperti nama, alamat, nama produk/barang yang dijual,

kode produk yang dijual, wilayah penjualan dan sebagainya. Data yang

tadi belum mempunyai arti yang bermanfaat bagi perusahaan dan bagi

para menejer, khususnya menejer penjualan untuk keperluan pengambilan

keputusan. Data ini  kemudian perlu dilakukan pengolahan lebih lanjut

untuk menghasilkan informasi yang lebih bermanfaat dan berguna, serta

efektif dan efisien. Beraneka ragam informasi dapat dihasilkan darinya,

misalnya :

   Informasi berbentuk laporan penjualan tiap-tiap salesman, berguna

bagi manajemen untuk menetapkan besarnya komisi dan bonus.

   Informasi berbentuk laporan penjualan tiap-tiap wilayah, berguna

bagi manajemen untuk pelaksanaan promosi dan pengiklanan.


   Informasi berbentuk laporan penjualan tiap-tiap jenis produk, berguna

bagi manajemen untuk mengevaluasi produk yang tidak atau kurang

laku terjual.

   Dan lain sebagainya.

Gambar 4.7. Informasi yang ditampilkan dari suatu dokumen

1. Dimensi Informasi

Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif

dibandingkan dengan efisiensi biaya untuk mendapatkannya. Kegunaan

informasi yaitu  untuk mengurangi hal ketidakpastian didalam proses

pegambilan keputusan tentang sesuatu keadaan. Masalahnya yaitu 

berapa yang harus dibayar oleh perusahaan untuk mendapatkan informasi

Gambar 4.6. Bentuk informasi dalam laporan penjualan produk pulpen.

   Nama : produk pulpen 

Informasi  

Laporan penjualan  

Per 31 Desember 2009 

Wilayah  Nama Salesmen       Total Penjualan    

1. Medan kota   1. Arismunandar      12 Lusin 

2. Tembung 2. Yuanira    20 Lusin 

Data 

Nama Salesman 

Nama Produk 

Total Penjualan 

Wilayah  

dll 


ini . Apakah informasi yang didapat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan

untuk mendapatkannya?.

Informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya

digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan

dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah

yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya. sebab  sebagian besar

informasi tidak dapat persis ditaksir keuntungannya dengan suatu nilai

uang, tetapi dapat ditaksir nilai efektivitasnya. Pengukuran nilai investasi

biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness, atau cost-benefit.

Ada beberapa dimensi yang menjadi pertimbangan dalam mengolah

data menjadi informasi, dimensi ini  akan dapat menambah nilai dari

informasi. Berikut akan dijelaskan dimensi informasi sebagai berikut :

 Relevansi. Informasi memiliki relevansi jika informasi ini  berhubungan

dengan masalah yang sedang dihadapi. Pengguna seharusnya dapat

memilih data yang diperlukan tanpa harus melewati dahulu sejumlah

fakta-fakta yang tidak berhubungan. Data yang relevan dengan pengambilan

keputusan yang akan diambil saja yang akan disebut sebagai “informasi”.

 Akurasi. Idealnya, seluruh informasi seharusnya akurat. Akan tetapi

fitur-fitur yang memberi  kontribusi kepada tingkat akurasi sistem

akan menambah biaya dari sistem informasi ini . sebab  hal ini,

para pengguna sering kali terpaksa harus menerima tingkat akurasi

yang kurang dari 100 persen. Aplikasi-aplikasi yang melibatkan uang,

seperti penggajian, penagihan, piutang, berusaha untuk mencapai

tingkat akurasi 100 persen. Aplikasi-aplikasi lainnya, seperti peramalan

ekonomi jangka panjang dan laporan-laporan statistik, sering kali masih

tetap bermanfaat meskipun data yang dipergunakan kurang dari 100

persen akurat.

 Ketepatan waktu. Informasi hendaknya tersedia untuk pengambilan

keputusan sebelum situasi yang genting berkembang atau hilangnya

peluang yang ada. Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi

yang menguraikan apa yang sedang terjadi saat ini, selain dari apa

yang telah terjadi dimasa lalu. Informasi yang tiba setelah suatu keputusan

diambil tidak akan memiliki nilai yang bermanfaat.

 Kelengkapan. Para pengguna hendaknya dapat memperoleh informasi

yang menyajikan suatu gambaran lengkap atas suatu masalah tertentu

atau solusinya. Namun, sistem hendaknya juga tidak menenggelamkan


pengguna dalam lautan informasi. Istilah kelebihan muatan informasi

(information overload) menunjukkan bahwa memiliki informasi

yang terlalu banyak juga dapat memberi  kerugian. Pengguna hendaknya

dapat menentukan jumlah rincian yang dibutuhkan.

Biasanya yang terbaik yaitu  memberi  pengguna menentukan

sendiri dimensi informasi yang dibutuhkannya. Spesialis sistem informasi

dapat membantu pengguna melakukan dimensi informasi yang dibutuhkan

dengan cara-cara yang mudah difahami.

E. Manajemen

George R. Terry (1997) menyatakan bahwa manajemen merupakan

proses yang khusus yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan,

pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan untuk mencapai tujuan

yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia maupun

sumber daya lainnya.

Definisi lain menyatakan bahwa manajemen merupakan proses

perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan dan pengawasan antar

anggota organisasi dengan memakai  seluruh sumber daya organisasi

untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner AF, 1998).

Turban dalam bukunya “sistem pendukung keputusan dan sistem

cerdas” edisi 7 jilid 1 terjemahan dalam bahasa Indonesia menuliskan

bahwa manajemen yaitu  suatu proses untuk mencapai tujuan-tujuan

organisasi dengan memakai  berbagai sumber daya. Sumber daya

ini  meliputi berbagai input, pencapaian tujuan dipandang sebagai

output dari proses. Tingkat sukses suatu organisasi dan kerja menejer

sering diukur dengan rasio antara output dengan input, rasio ini yaitu 

indikasi produktivitas perusahaan.

Menurut Jones et-al manajemen yaitu  the planning, organizing, leading

and controlling of resources to achieve organizational goals effectively and

efeciently. Pengertian manajemen yang dirumuskan oleh Jones dan kawan-

kawannya yaitu  pengertian manajemen yang lazim digunakan dan

disepakati oleh sebagian besar tokoh manajemen, yaitu perencanaan,

pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan penggunaan sumber

daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efesien

dan dengan menambahkan decision making.

Dubrin memberi  pengertian manajemen suatu proses mnggunakan

sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi melalui fungsi

planning, and decision making, organizing, leading and controlling.

Sedangkan definisi manajemen diungkapkan oleh Robbin yaitu sebagai

suatu proses untuk membuat aktivitas terselesaikan secara efesien dan

efektif dengan dan melalui orang lain.

Pendekatan ilmu manajemen mengadopsi pandangan bahwa dalam

pemecahan masalah, para menejer mengikuti suatu proses sistematis.

Dengan demikian yaitu  mungkin untuk memakai  suatu pendekatan

saintifik untuk mengotomatisasi beberapa bagian pengambilan keputusan

menejerial. Proses sistematis melibatkan langkah-langkah berikut:

1. Menetukan masalah (situasi keputusan yang dapat terkait dengan

beberapa kesulitan atau suatu peluang).

2. Mengklasifikasikan masalah ke dalam kategori standart.

3. Mengkonstruksi suatu model matematika yang menjelaskan masalah

nyata.

4. Menemukan solusi-solusi yang mungkin untuk masalah yang telah

dimodelkan dan mengevaluasi solusi ini .

5. Memilih dan merekomendasikan suatu solusi untuk masalah.

F. Pengertian Sistem Informasi

Sistem informasi yaitu  proses aktivitas dalam mengumpulkan, menyimpan,

menganalisis dan menyebarkan informasi untuk tujuan khusus. Sistem

informasi yaitu  jantung bagi sebagian besar organisasi. Sistem informasi

dalam suatu pemahaman yang sederhana dapat didefinisikan sebagai

satu sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa

pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya tergabung

dalam suatu entitas organisasi formal, seperti Departemen atau Lembaga

suatu Instansi Pemerintahan. Informasi menjelaskan mengenai organisasi

atau salah satu sistem utamanya mengenai apa yang telah terjadi di masa

lalu, apa yang sedang terjadi sekarang dan apa yang mungkin akan terjadi

dimasa yang akan datang tentang organisasi ini .

Sistem informasi memuat berbagai informasi penting mengenai

orang, tempat, dan segala sesuatu yang ada di dalam atau di lingkungan

sekitar organisasi. Informasi sendiri mengandung suatu arti yaitu data

yang telah diolah ke dalam suatu bentuk yang lebih memiliki arti dan

dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Data sendiri merupakan

faktafakta yang mewakili suatu keadaan, kondisi, atau peristiwa yang

terjadi atau ada di dalam atau di lingkungan fisik organisasi. Data tidak

dapat langsung digunakan untuk pengambilan keputusan, melainkan

harus diolah lebih dahulu agar dapat dipahami, lalu dimanfaatkan dalam

pengambilan keputusan.

Informasi harus dikelola dengan baik dan memadai agar memberi 

manfaat yang maksimal. Penerapan sistem informasi di dalam suatu

organisasi dimaksudkan untuk memberi  dukungan informasi yang

dibutuhkan, khususnya oleh para pengguna informasi dari berbagai tingkatan

manajemen. Sistem informasi mengandung tiga aktivitas dasar di dalamnya,

yaitu: aktivitas masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran

(output). Tiga aktivitas dasar ini menghasilkan informasi yang dibutuhkan

organisasi untuk pengambilan keputusan, pengendalian operasi, analisis

permasalahan, dan menciptakan produk atau jasa baru. Masukan berperan

di dalam pengumpulan bahan mentah (raw data), baik yang diperoleh

dari dalam maupun dari lingkungan sekitar organisasi.

Pemrosesan berperan untuk mengkonversi bahan mentah menjadi

bentuk yang lebih memiliki arti. Sedangkan, keluaran dimaksudkan untuk

mentransfer informasi yang diproses kepada pihak-pihak atau aktivitas-

aktivitas yang akan memakai . Sistem informasi juga membutuhkan

umpan balik (feedback), yaitu untuk dasar evaluasi dan perbaikan ditahap

input berikutnya.

1. Sistem Pemrosesan Transaksi.

Komputer telah digunakan untuk keperluan bisnis sejak sekitar tahun

1950an, mulai saat itu perkembangan teknologi komputer mengalami

kemajuan sangat pesat hingga saat ini dan pastinya masa akan datang

yang memungkinkan untuk dapat dimanfaatkan secara individu dan juga

organisasi. Komputer yang pertama kali dijual secara komersil dipasaran

bernama UNIVAC I, yang pertama kali dipasang di biro sensus Amerika

Serikat (U.S. Census Bureau).

International Business Machines (IBM), dengan cepat merespon dengan

meluncurkan produk yang lengkap yang mengarah pada diciptakannya

System/360 pada tahun 1960an yang dapat dioperasikan oleh banyak

pengguna (multiuser) dan banyak pengguna ini  dapat melakukan

berbagai macam operasi atau pekerjaan di waktu yang bersamaan pula

(multitasking). Mulai dari teknologi secara hardware komputer seperti

mainframe sampai ke personal komputer (PC), Moore telah mampu memprediksi

melalui hukum moorenya  (Moore’s Law) bahwa kemajuan teknologi komputer

akan terus berlipat ganda kemampuannya setiap 18 bulan.

Sistem pra komputer mengurusi masalah penggajian, persediaan

dan data penagihan serta transaksi buku besar. Proses-proses ini secara

alamiah menjadi aplikasi komputer yang pertama setelah komputer dijual

dipasaran sebab  bagaimanapun proses-proses ini dapat difahami dengan

mudah dan pemanfaatan ataupun penggunaan komputer ini  dapat

meningkatkan kecepatan dan keakuratan tugas-tugas seperti ini.

Sistem berbasis komputer yang pertama dikenal dengan istilah sistem

pemrosesan data elektronik (electronic data processing system/

EDP), belakangan istilah ini berubah menjadi sistem pemrosesan transaksi

(transaction processing system) merupakan istilah yang lebih dahulu

dikenal secara umum. Aplikasi bisnis pertama melibatkan pengolahan

transaksi-transaksi akuntansi. Sistem pemrosesan transaksi ini berbagi

satu ikatan yang sama dimana mereka memproses data yang mencerminkan

aktivitas perusahaan.

Input, transformasi, dan output dari sistem fisik perusahaan berada

dibagian bawah. Data dikumpulkan dari semua sistem fisik dan lingkungan

lalu dimasukkan kedalam basisdata. Perangkat lunak pemrosesan data

mengubah data menjadi informasi bagi manajemen perusahaan dan

bagi individu-individu dan organisasi-organisasi didalam lingkungan

perusahaan. Informasi yang dihasilkan memiliki makna yang biasanya

menceritakan sesuatu hal yang belum diketahui kepada pengguna. Penting

pula mengetahui aliran informasi ke lingkungan, banyak atau bahkan

sebagian besar informasi yang dihasilkan oleh sistem pemrosesan transaksi

dimaksudkan untuk digunakan oleh orang-orang atau organisasi-organisasi

diluar perusahaan. Suatu model dari sistem pemrosesan transaksi diperlihatkan

oleh gambar berikut:


G. Sistem Informasi Manajemen

Konsep sistem informasi manajemen muncul setelah ditemukannya

dan dirasakannya kebutuhan untuk menyediakan informasi kepada para

menejer. Setelah sistem pengolahan transaksi akuntansi telah ada, banyak

perusahaan besar dan menengah menggeser fokus sistemnya pada penyediaan

informasi kepada menejer-menejernya untuk memecahkan masalah.

Sistem pertama yang berorientasi pada informasi disebut Sistem Informasi

Manajemen/ SIM (MIS/ Management Information System). Sasaran

dari SIM ini yaitu  memberi  dukungan secara luas kepada seluruh

manajer dari suatu unit organisasi. Pada waktu yang kurang lebih bersamaan,

pengolah kata memperkenalkan sekumpulan aplikasi yang pada akhirnya

menjadikan konsep kantor virtual menjadi kenyataan.

Dengan telah terbentuknya dan berjalannya sistem pemrosesan transaksi,

baik spesialis informasi perusahaan maupun produsen komputer ingin

terus melanjutkan peningkatan dalam aktivitas komputasi, sehingga mereka

mencari area-area aplikasi yang baru. Tidak dibutuhkan waktu yang lama

bagi mereka untuk menyadari bahwa output informasi dari sistem pemrosesan

transaksi ternyata masih jauh dari sempurna. Model sistem pemrosesan

transaksi ini pada umumnya tidak mampu mengubah volume-volume

lingkungan data informasi 

Manajemen  

Aplikasi 

Pemroses 

Data 

Basis 

Data 

Transformasi Input Output 

lingkungan 

Sistem 

Pemrosesan Transaksi  

data menjadi informasi yang telah teragregat, tersortir, terorganisasi

dan terproses yang dibutuhkan oleh para menejer. Lama kelamaan seiring

dengan meningkatnya pengetahuan para menejer mengenai komputer,

mereka menjadi faham akan logika yang mendasari proses yang mereka

ikuti dalam pemecahan masalah dan mereka lalu menjadi lebih mampu

menjelaskan kebutuhan-kebutuhan informasi yang mereka miliki, lalu

kemudian disisi lain, spesialis sistem informasi juga mempelajari dasar-

dasar manajemen dan bagaimana caranya bekerja sama dengan para

menejer dalam merancang sistem informasi, maka dilakukanlah rancang

ulang terhadap sistem pemrosesan transaksi menjadi sistem yang dapat

lebih sesuai dengan kebutuhan para menejer. Sistem-sistem ini pada akhirnya

mencapai kemapanan sebagai area aplikasi komputer yang utama.

Sistem komputer yang utama ini  disebut dengan istilah SIM.

SIM sebagai suatu sistem berbasis komputer yang membuat informasi

tersedia bagi para pengguna yang memiliki kebutuhan serupa. Para pengguna

SIM biasanya terdiri atas entitas-entitas organisasi formal-perusahaan

atau sub-unit anak perusahaannya. Informasi yang disediakan oleh SIM

menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem utamanya dilihat dari

apa yang telah terjadi dimasa lalu, apa yang sedang terjadi, dan apa yang

mungkin terjadi dimasa akan datang. SIM akan menghasilkan informasi

ini melalui penggunaan dua jenis perangkat lunak (aplikasi/software):

   Perangkat lunak pembuat laporan (report-writing software) yang meng-

hasilkan laporan berkala maupun laporan khusus. Laporan berkala

dikodekan dalam suatu bahasa pemograman dan disiapkan sesuai

jadwal tertentu. Laporan khusus yang sering disebut pula sebagai laporan

ad-hoc dibuat sebagai tanggapan atas kebutuhan informasi yang tidak

diantisipasi sebelumnya.

   Model matematis menghasilkan informasi sebagai hasil dari suatu

simulasi atas operasi perusahaan. Model-model matematis yang meng-

gambarkan operasi perusahaan dapat ditulis memakai  semua

jenis bahasa pemograman.

Output  informasi yang dihasilkan akan digunakan oleh pihak-pihak

yang akan memecahkan masalah, baik itu menejer maupun kalangan

profesional dalam pengambilan keputusan guna memecahkan masalah

perusahaan. Model SIM dapat diperlihatkan oleh tampilan gambar berikut:


Basis data ini  memuat data yang diberikan oleh sistem pemrosesan

transaksi, selain itu baik data maupun informasi dimasukkan dari lingkungan.

Lingkungan menjadi terlibat ketika perusahaan berinteraksi dengan

organisasi-organisasi lain, seperti pemasok, untuk membentuk suatu sistem

informasi antarorganisasi (interorganizational information system/IOS).

SIM akan memasok informasi keanggota-anggota IOS yang lain sekaligus

juga kepada para pengguna.

SIM merupakan kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi

yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menyediakan

informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di dalam

kegiatan perencanaan dan pengendalian. Secara teori, komputer tidak

harus digunakan didalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin

SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer.

Lebih lanjut, bahwa SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi

yang didasarkan pada komputer (computer-based information processing).

Definisi lain dari SIM yaitu  sebuah sistem manusia/mesin yang

terpadu (integreted) untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi

operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi.

Sistem ini memakai  perangkat keras (hardware) dan perangkat

data informasi lingkungan 

Pihak pemecah 

masalah organisasi 

Aplikasi 

Pembuat 

laporan 

Basis 

Data 

lingkungan 

Sistem 

Informasi Manajemen  

Model 

Matematis 

Gambar 4.9. Model SIM


lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan

keputusan, dan sebuah “data base”.

1. Kegunaan/ Fungsi Sistem Informasi Manajemen

Supaya informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna

bagi manajamen, maka analis sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan

informasi yang dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan

untuk masing-masing tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang

diambilnya. berdasar  pada pengertian-pengertian di atas, maka terlihat

bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau SIM yaitu 

supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan

keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin

maupun keputusan-keputusan yang strategis.

SIM yaitu  suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi

data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas

organisasi.

Beberapa kegunaan/fungsi sistem informasi antara lain yaitu  sebagai

berikut:

1. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan

akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya perantara

sistem informasi.

2. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan

sistem informasi secara kritis.

3. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

4. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung

sistem informasi.

5. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.

6. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis

dari sistem informasi dan teknologi baru.

7. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan

sistem.

8. Organisasi memakai  sistem informasi untuk mengolah transaksi-

transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai

salah satu produk atau pelayanan mereka.


9. Bank memakai  sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah

dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang

terjadi.

Para pengguna SIM ini dapat mencakup para menejer semua lini

dan non menejer didalam suatu unit organisasi sekaligus juga orang-

orang dan organisasi-organisasi diluar perusahaan. Masa depan teknologi

informasi yang sudah pasti SIM ada didalamnya menunjukkan dan mengarah

pada tren penyusutan ukuran file-file ataupun juga berkas-berkas dan

peningkatan mobilitas.

Menejer yaitu  kelompok pengguna yang penting sebab  informasi

merupakan hal yang sangat penting artinya bagi mereka. Menejer ada

pada berbagai tingkatan organisasi dan diberbagai area bisnis. Tanpa

melihat posisi menejer didalam organisasi, setiap menejer akan melakukan

fungsi-fungsi manajemen tertentu dan memainkan peran-peran menejerial

yang membutuhkan informasi untuk memecahkan masalah dan melakukan

pengambilan keputusan. Menejer membutuhkan informasi untuk meng-

identifikasikan masalah, mengembangkan solusi alternatif, memilih solusi

yang terbaik dan meninjau konsekuensi dari keputusan yang telah dibuat.

2. Menejer sebagai Pengguna Sistem Informasi

sebab  menejer yaitu  individu, kebutuhan informasi yang mereka

miliki juga sangat beragam. Namun beberapa kerangka yang bermanfaat

telah dikembangkan sehingga memungkinkan kita berfokus pada peranan

informasi dalam pemecahan masalah. Sistem informasi bermutu tinggi

tidak dapat dikembangkan kecuali profesional sistem informasi dan menejer

memahami kerangka menejerial yang menjadi dasar dari organisasi-

organisasi modern.

Menejer terdapat diberbagai tingkatan menejerial dan didalam berbagai

area bisnis perusahaan. Teoritikus manajemen Robert N.Anthony memberi 

nama untuk tiga tingkatan manajemen, yaitu:

   Menejer tingkat perencanaan stratejik (strategic planning); merupakan

manajer tingkat atas, seperti Presiden, Wakil Presiden, jajaran para

Menteri, para eselon I, di mana keputusan-keputusan yang dibuatnya

berkenaan dengan perencanaan stratejik yang meliputi proses evaluasi


lingkungan luar organisasi, penetapan tujuan organisasi, dan penentuan

strategi organisasi.

   Menejer tingkat pengendalian manajemen (management control);

yang dikenal juga dengan istilah manajer tingkat menengah, mempunyai

tanggung jawab untuk menjabarkan rencana stratejik yang sudah

ditetapkan ke dalam pelaksanaannya dan meyakinkan bahwa tujuan

organisasi akan tercapai. Termasuk dalam kelompok ini misalnya yaitu 

Pejabat Eselon II, Kepala Kantor Wilayah, Kepala Dinas, dan Eselon

III, Kepala Bagian/Bidang.

   Menejer tingkat pengendalian operasi (operational control) merupakan

manajer tingkat bawah misalnya eselon IV dan V, bertanggung jawab

melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan oleh manajer tingkat

menengah, yang terwujud dalam operasi/kegiatan organisasi.

Gambar 4.10. Tingkat manajemen mempengaruhi sumber informasi dan penyajian

Para menejer dipuncak hierarki organisasi, mengakui adanya fakta

bahwa keputusan mereka sering kali akan memiliki dampak pada keseluruhan

organisasi selama bertahun-tahun kemudian. Para menejer tingkat menengah

memiliki tanggung jawab untuk menjalankan rencana dan memastikan

tercapainya tujuan. Para menejer tingkat rendah bertanggung jawab

untuk menyelesaikan rencana yang ditentukan oleh para menejer ditingkat


yang lebih tinggi sebab  pada menejer tingkat rendah inilah seluruh operasi

perusahaan benar-benar terjadi.

Penggolongan manajer menurut tingkatnya mempunyai pengaruh

signifikan dalam mendisain sistem informasi yang berkaitan dengan sumber

informasi, cara penyajian, dan jenis keputusannya.

Penting artinya bagi pihak-pihak yang merancang sistem informasi

untuk mempertimbangkan tingkat menejer, sebab  sistem ini  akan

dapat mempengaruhi baik itu sumber informasi maupun bagaimana informasi

akan disajikan. Gambar 2.9 diatas menunjukkan bahwa menejer ditingkat

perencanaan strategis menempatkan penekanan yang lebih besar pada

informasi lingkungan daripada menejer pada tingkat yang lebih rendah

dan menejer pada tingkat kendali operasional menganggap informasi

internal yaitu  hal yang paling vital. Menejer tingkat perencanaan strategis

lebih menyukai informasi dalam bentuk rangkuman, sedangkan menejer

tingkat kendali operasional lebih menyukai informasi yang lebih terinci.

Selain tingkat organisasi, menejer dapat ditemukan diberbagai area

bisnis, tiga area bisnis secara tradisional yaitu  pemasaran, produksi dan

keuangan. Belakangan bahwa area bisnis tradisional mengalami perkembangan

(penambahan area bisnis yaitu sumber daya manusia dan layanan informasi)

sebab  dianggap memiliki arti yang cukup penting. Gambar berikut akan

menunjukkan tingkatan organisasi secara keseluruhan dan umum yang

meliputi area bisnis ini .

Gambar 4.11. Menejer dapat ditemukan disemua tingkatan dalam semua area

bisnis perusahaan manufaktur.

3. Pekerjaan yang dilakukan oleh Menejer

Meskipun terdapat perbedaan yang nyata diantara tingkat-tingkat

manajemen dan diantara area bisnis, semua menejer melaksanakan fungsi

dan memainkan peranan yang sama didalam suatu organisasi. Sekitar

tahun 1914, teoritikus manajemen asal Prancis Henri Fayol melihat bahwa

menejer menjalankan lima fungsi manajemen utama yaitu:

1. Menejer merencanakan apa yang akan mereka lakukan.

2. Menejer berorganisasi untuk menjalankan rencana.

3. Menejer mencari atau mengisi organisasi dengan sumber daya yang

dibutuhkan.

4. Menejer mengarahkan sumber daya ini  untuk melaksanakan

rencana.

5. Menejer mengendalikan sumber daya ini .

Semua menejer apapun tingkat atau area bisnisnya hingga tingkat

tertentu akan melaksanakan fungsi-fungsi diatas. Menejer ditingkat yang

berbeda akan memiliki penekanan pada fungsi yang berlainan pada fungsi

manajemen. Gambar dibawah ini akan menunjukkan fungsi manajemen

utama.

Gambar 4.12. Tingkat manajemen dapat mempengaruhi penekanan relatif

pada fungsi-fungsi manajemen.

Henry Mintzberg, profesor dari McGill University di Montreal menyatakan

bahwa fungsi-fungsi Fayol tidak dapat mengungkapkan cerita secara

lengkap mengenai fungsi-fungsi manajemen yang dimaksud dan apa

saja yang dilakukan oleh para menejer. Ia lalu mengembangkan suatu

konsep kerangka kerja (frame work) yang lebih terinci yang terdiri atas

10 peranan manajerial yang dimainkan oleh menejer, yang melibatkan

aktivitas-aktivitas interpersonal, informasional dan keputusan. Peranan-

peranan ini ditampilkan dan didefinisikan dalam tabel berikut:


Tabel 4.1. Peranan Menejerial menurut Mintzberg

Untuk melakukan peran-peran ini  menejer memerlukan informasi

yang dikirimkan secara efisien dan dalam cara yang dibatasi oleh waktu,

kekomputer personal mereka didalam desktop, kekomputer mobile dan

bahkan kekomputer yang embedded pada Personal Digital Assisten (PDA)

dan telepon seluler. Informasi ini dikirim oleh komputer yang berfungsi

sebagai server yang biasanya melalui teknologi berbasis web. Selain men-

Peranan Menejerial menurut Mintzberg 

Peranan 

inter-

personal 

1. Figur Pimpinan. Menejer wajib melakukan tugas-tugas rutin yang

bersifat hukum, sosial atau hanya sekedar seremonial seperti

memberi  tour ke fasilitas bagi para tamu yang berkunjung.

2. Pemimpin. Menejer memelihara unitnya dengan mempekerjakan

dan melatih staf serta memberi  motivasi dan semangat.

3. Hubungan. Menejer melakukan kontak dengan orang-orang di

luar  unit menejer itu sendiri, seperti misalnya melakukan kontak

terhadap sesama menejer, pihak-pihak lain didalam lingkungan

unit dengan tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.

Peranan 

infor-

masional 

4. Monitor. Menejer terus mencari dan menerima informasi internal

dan eksternal perusahaan.

5. Diseminator. Menejer meneruskan informasi yang berharga kepada

pihak-pihak lain didalam unitnya. Beberapa informasi yaitu 

faktual, beberapa ada juga yang interpretasi dan integrasi.

6. Juru bicara. Menejer mengirimkan informasi yang berharga kepada

pihak-pihak diluar unitnya dan didalam lingkungannya mengenai

rencana perusahaan, kebijakan, tindakan, hasil dan seterusnya.

Menejer juga sebagai ahli mengenai industri organisasi.

Peranan 

keputusan 

7. Wirausaha. Menejer mencari peluang dan memprakarsai proyek-

proyek peningkatan untuk membawa perubahan, mensupervisi

desain dari proyek-proyek dan melakukan usaha perbaikan ter-

hadap unit, seperti mengubah struktur organisasi.

8. Penanganan gangguan. Menejer memberi  reaksi terhadap

peristiwa-peristiwa yang tidak diantisipasi sebelumnya, seperti

misalnya devaluasi nilai tukar mata uang dinegara-negara asing

dimana perusahaan memiliki operasi.

9. Pengalokasian sumber daya. Menejer mengendalikan kas unitnya,

menentukan berbagai sub unit mana yang akan menerima sumber

daya sesuai dengan kebutuhannya. Bertanggung jawab terhadap

alokasi semua jenis sumber daya organisasi terkait mengenai

membuat atau menyetujui semua keputusan penting organisasi.

10.Negosiator. Menejer menyelesaikan perselisihan yang terjadi di 

dalam unitnya dan antara unitnya dengan lingkungan. Bertanggung

jawab untuk mewakili perusahaan pada berbagai negosiasi penting.

dapatkan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan peran mereka

dengan lebih baik, menejer juga memakai  komputer secara langsung

untuk mendukung dan meningkatkan pengambilan keputusan.

4. Pemecahan Masalah dan Pengambilan Keputusan

Masalah terjadi ketika suatu sistem tidak memenuhi tujuan yang

telah ditetapkan, tidak mencapai hasil atau tidak bekerja seperti yang

direncanakan. Pemecahan masalah yaitu  aktivitas terpenting yang harus

dilakukan oleh menejer. Aktivitas lain seperti komunikasi juga sama pentingnya,

akan tetapi pemecahan masalah merupakan hal yang utama yang sering

kali menentukan berhasil atau tidaknya karir manajemen. Hasil dari

aktivitas pemecahan masalah yaitu  solusi, kita sering mendefinisikan

masalah sebagai suatu kondisi atau peristiwa yang merugikan atau memiliki

potensi untuk merugikan bagi suatu perusahaan atau yang menguntungkan

atau memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan (peluang).

Selama proses pemecahan masalah, menejer akan terlibat dalam

pengambilan keputusan, yaitu suatu aksi