ograman 

Nama File : testFinalClass.java 

Sintaks program : 

 

  

 

 

 

CLASS JFRAME   

 

 

 

1. MEMAHAMI CLASS JFRAME 

Class JFrame yaitu  sebuah class yang sudah disiapkan oleh JDK untuk dipergunakan 

dalam pembuatan aplikasi. Artinya class ini bisa langsung digunakan oleh para 

programmer dalam pembuatan aplikasi. 

 

Adapun tugas dari Class JFrame ini yaitu  untuk membuat sebuah frame. Frame 

yaitu  sebuah objek yang merepresentasikan suatu area dilayar yang berisi sejumlah 

objek lain untuk menyampaikan informasi kepada user. Pada frame dapat 

ditambahkan sejumlah komponen lain dengan tujuan yang sesuai dengan fungsi 

komponen ini . Bagi para pembuat program, nama lain dari frame bisa disebut 

dengan window atau form. jika  sebuah aplikasi sudah ada  form, maka 

aplikasi ini  sudah berbasis GUI atau Graphical User Interface.  

 

Class JFrame yaitu  class yang berfungsi membuat Frame. Sehingga, dapat 

disimpulkan bahwa class JFrame yaitu  class utama yang diperlukan untuk membuat 

aplikasi berbasis GUI.  Tanpa Class JFrame, sebuah aplikasi yang dibuat tidak dapat 

menjadi aplikasi berbasis GUI. 

 

Pada Java Development Kit (JDK), tersedia beberapa package yang berisi Class-Class 

dan komponen pendukung GUI. Pada modul praktikum ini, akan memakai  dua 

buah package. Kedua package ini  yaitu  AWT dan SWING. Perbedaan kedua 

package ini yaitu  lokasi tempat menyimpanan packagenya. Package AWT ada  

pada java.awt, sedangkan SWING ada  pada javax.swing dan package SWING 

memiliki komponen yang lebih banyak dari AWT. Beberapa komponan dari  SWING 

yaitu  button, combo box, check box, label, list, scrollbar, textfield, radio button, 

option pane, progress bar, tabel, menu dan text area. Setiap komponen memiliki 

fungsi dan cara pembuatan yang berbeda. Semua komponan pada swing diawali 

dengan huruf “J”, misalkannya JButton, JtextArea. Sehingga, dapat diketahui bahwa 

Class JFrame ada  pada package SWING. 

 


2. PENERAPAN METHOD CLASS JFRAME DALAM PEMROGRAMAN 

Berikut yaitu  contoh pembuatan frame memakai  Class JFrame. Untuk 

memakai  Class JFrame, maka perlu untuk menyebutkan/menambahkan lokasi 

penyimpanan package dari Class JFrame ini . Dalam hal ini package javax.swing. 

Pada bahasa Java, keyword yang digunakan untuk menambahkan package kedalam 

program yaitu  import. 

 

Pada pembuatan frame diperlukan beberapa method dari Class JFrame untuk 

membuat satu buah frame yang utuh. Untuk lebih jelasnya akan diuraikan satu 

persatu method yang diperlukan dalam pembuatan Frame. Satu persatu, contoh 

pemakaian  method akan melengkapi method sebelumnya, sehingga menjadi satu 

buah frame yang utuh. 

 

a. pemakaian  method show() 

Method ini berfungsi untuk menampilkan sebuah frame ketika program dijalankan. 

Selain method ini, ada  method lain yang berfungsi untuk menampilkan frame. 

Method ini  yaitu  method setVisible(). Berikut yaitu  contoh program 

memakai  method show(). 

   

Nama Program  : framedasar.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

Output Program : 

 

 

Penjelasan Program :  

   import javax.swing.JFrame yaitu  perintah untuk memanggil class JFrame dari 

package Swing. 

   JFrame objJFrame = new JFrame() yaitu  perintah mendeklarasi objek dari 

class JFrame. Objek yang dibuat bernama objJFrame. 

   objJFrame.show() yaitu  perintah untuk menampilkan Frame. 

 

 

b. pemakaian  Konstruktor Class JFrame 

Judul pada sebuah frame berguna untuk menunjukkan kegunaan dari aplikasi 

yang dibuat secara umum. Melalui Class JFrame, sebuah judul dapat dibuat 

memakai  konstruktor dari class ini . Berikut yaitu  contoh 

programmnya. 

 

Nama Program   : judulframe.java 

Sintaks Program : 

 

 

Output Program : 

 

 

Penjelasan Program : 

   Melalui konstruktor dari Class JFrame, dibuat judul dari framenya dengan 

nama “STMIK Atma Luhur”. 

   jika  tombol maximize diklik, maka output program menjadi : 

 

 

 

 

c. pemakaian  method setDefaultCloseOperation() dan method EXIT_ON_CLOSE() 

Berdasarkan contoh program pada point a dan b, frame yang sudah dibuat dan 

dijalankan, frame tidak dihapus dari memori computer, walaupun sudah 

menutupnya dengan mengklik tombol close. Dengan kata lain, frame ini  

masih  berjalan tetapi tidak kelihatan. Sehingga jika  ingin mengcompile ulang 

program, user harus mengklik icon Stops the active tool. 

 

 

 

Hal ini disebabkan karena java memberlakukan method HIDE_ON_CLOSE pada 

saat sebuah windows di close. Melalui method ini, begitu ditutup, frame tidak 

dikeluarkan dari memory (exit), tetapi disembunyikan dari pandangan(hide).  

 

Berikut beberapa metode setDefaultCloseOperation(int), yang digunakan untuk 

menentukan aksi pada saat sebuah frame ditutup. Java menyediakan empat 

konstanta yang bisa dipilih, untuk aksi yang dilakukan : 

 

   DO_NOTHING_ON_CLOSE (didefinisikan di WindowConstant) 

Menyatakan bahwa tidak ada proses yang akan dilakukan. Dengan kata 

lain frame ini  tidak ditutup. Hal ini pada suatu kondisi perlu dimana 

frame dicegah dari tindakan ditutup tanpa sengaja. 

 

   HIDE_ON_CLOSE (didefinisikan di WindowConstant) 

Menyatakan bahwa frame akan dihilangkan dari layar, bukan dari memori 

dan merupakan nilai default dari setDefaultCloseOperation(). 

 

   DISPOSE_ON_CLOSE (didefinisikan di WindowConstant) 

Menyatakan bahwa frame akan dihilangkan dari layar dan dari memori 

computer. 

 

   EXIT_ON_CLOSE (didefinisikan di JFrame) 

Menyatakan bahwa penutupan frame ini akan menyebabkan keseluruhan 

program ditutup dan dihapus dari memori. Gunakan konstanta ini pada tempat 

yang tepat, misalnya kita membuat program yang membuka beberapa frame, 

maka jangan gunakan pada sembarang frame ini . Gunakan pada frame 

yang benar-benar akan menutup dan kembali kesistem. 

 

Pada uraian ini , method yang diperlukan agar sebuah frame dikeluarkan dari 

memory komputer yaitu  method EXIT_ON_CLOSE(). 

 

Berikut contoh program memakai  method EXIT_ON_CLOSE() melalui method 

setDefaulCloseOperation(). 

 

 

Nama program : hapusframe.java 

Sintaks program : 

 

 

- Output program : 

 

 

 

d. pemakaian  method setLocation() 

Pada contoh sebelumnya, ketika program dijalankan frame akan ditampilkan pada 

posisi pojok kiri atas pada layar. Hasil yang diperoleh seperti itu dikarenakan 

frame diberikan pada posisi defaultnya yaitu pada koordinat 0,0.  

 

Koordinat sebuah objek biasanya memakai  x dan y. Penulisan titik koordinat 

diwakili dengan (x,y). Pada layar monitor, titik x menunjukkan posisi objek dari kiri 

ke kanan sedangkan y menunjukkan  posisi objek dari atas ke bawah. Sebagai 

contoh jika  objek mendapat koordinat (30,20), artinya objek ini  berada 

pada posisi 30 titik dari kiri dan 20 titik dari kiri. Diilustrasikan dengan gambar 

sebagai berikut : 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

    

 

 

Ilustrasi layar monitor 

y = 20 

x = 30 

 

Dari uraian ini  dapat dijelaskan bahwa, jika  sebuah frame mendapatkan 

posisi defaultnya yaitu 0,0, maka frame ini  berada pada koordinat 0 (nol) 

baik secara horizontal maupun secara vertikal, sehingga frame ini  akan 

berada pada pojok kiri atas pada layar. 

 

Class JFrame menyediakan method untuk mengatur posisi frame pada layar. Salah 

satunya yaitu  method setLocation(). Untuk memakai  method ini diperlukan 

dua buah parameter. Parameter ini lah yang berfungsi untuk menentukan poisisi 

frame baik secara horizontal maupun secara vertikal. Berikut contoh pemakaian  

method setLocation() dalam pemrograman. 

 

Nama program : posisiframe.java 

Sintaks program : 

 

 

Output program (dengan posisi yg telah ditentukan) : 

 

Penjelasan program : 

   objJFrame.setLocation(100,200) yaitu  perintah menentukan lokasi frame 

pada layar monitor, artinya 100 titik dari kiri frame dan 200 titik dari atas 

frame (darikiri,dariatas) 

 

e. pemakaian  method setSize() 

Perhatikan bentuk frame yang dibuat berdasarkan contoh program diatas. Frame 

yang dihasilkan sebagai berikut : 

 

 

 

Pada contoh tampilan frame ini  menunjukkan bahwa frame ini  belum 

mempunyai ukuran, sehingga frame ini  tidak dapat menampung berbagai 

komponen, contohnya class JLabel.  

 

Pada dasarnya, walaupun frame tidak mempunyai ukuran, frame ini  dapat 

menampung sebanyak apapun komponen, tetapi komponen ini  tidak dapat 

ditampilkan karena area/tempat untuk menampilkan komponen tidak ada. 

Sehingga tidak ada manfaat sama sekali komponen dimasukkan kedalam frame 

yang tidak mempunyai ukuran. 

 

Untuk mengatasinya, Class JFrame sudah menyediakan method untuk 

menentukan ukuran dari sebuah frame. Salah satu methodnya yaitu  method 

setSize(). pemakaian  method ini memerlukan dua buah parameter untuk 

menentukan ukuran framenya, lebar (widht) dan tinggi (height) frame. Satuan 

ukuran frame sama dengan satuan posisi frame, yaitu pixel. Berikut yaitu  contoh 

program yang memakai  method setSize(). 

 

Nama File : ukuranframe.java 

Sintaks Program : 

 

 

 


Output Program : 

 

 

 

 

Penjelasan Program 

   objJFrame.setSize(300,400) yaitu  perintah untuk menentukan ukuran frame, 

artinya 300 pixel secara horizontal dan 400 pixel secara vertikal. 

 

 

3. PENERAPAN KONSEP TURUNAN PADA CLASS JFRAME 

Class JFrame bukan merupakan class yang bertipe Final Class. Artinya class ini  

masih dapat diturunkan ke class yang lain.   

 

Pada contoh berikut class JFrame diturunkan ke class yang lain sehingga 

menghasilkan sebuah frame. Class ini  akan memakai  keyword extends 

yang menunjukkan bahwa class ini  yaitu  class turunan dari Class JFrame. 

 

Pada class yang menjadi turunan dari class JFrame, akan memakai  method yang 

diperlukan pada sebuah frame. Method-method yang akan digunakan ditempat pada 

konstruktor pada class ini . 

 

memakai  konsep ini, class yang dibuat cukup dipanggil dalam bentuk 

anonymous objek pada class main()nya (class utamanya). Output/tampilan frame 

memakai  konsep ini sama dengan contoh program sebelumnya. 

 

 

Nama Program : ukuranframe2.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

Penjelasan Program : 

   class clsframe extends JFrame yaitu  perintah membuat sebuah class yang 

bernama clsfram yang merupakan turunan dari class JFrame. Keyword extends 

menandakan class ini  turunan dari class lain. 

   Pada Class clsframe, method yang diperlukan ditempatkan didalam konstruktor. 

Ciri dari konstruktor yaitu  memiliki nama yang sama dengan nama classnya. 

Pada contoh ini  konstruktor yang digunakan yaitu  konstruktor tanpa 

parameter.  

   super (“STMIK Atma Luhur”) menunjukkan perintah ini  memakai  

atribut dan method dari class induknya. Pada Class JFrame, perintah ini  

berfungsi untuk membuat judul pada frame. 

   new clsframe() yaitu  perintah untuk memanggil class clsframe. Ini yaitu  contoh 

dari Anonymous Object, yaitu object dari sebuah class yang tidak mempunyai 

nama. 

 

 

 

CLASS GUI  

 

 

1. PENGENALAN PACKAGE AWT DAN SWING 

Java Development Kit (JDK) menyediakan dua buah package yang dapat digunakan 

untuk membangun objek GUI, yaitu package AWT dan SWING. Perbedaan dari kedua 

package ini yaitu  : 

   Lokasi penyimpanan kedua package ini berbeda pada library. Package AWT 

ada  pada java.awt sedangkan package SWING ada  pada javax.swing. 

   Nama dari komponen atau class yang ada  pada package SWING diawali 

dengan huruf “j”. Berbeda dengan package AWT, nama dari komponen atau class 

tidak mempunyai ciri tertentu. 

 

AWT merupakan singkatan dari Abstract Windows Toolkit yang merupakan tampilan 

dasar dari setiap target platform, seperti windows, macintosh, solaris atau berdiri 

sendiri sesuai dengan mekanisme sebuah platform.  

  

Pada pembuatan sebuah program yang simpel, package AWT bagus untuk menjawab 

kebutuhan ini , seperti slogan dari bahasa Java yaitu Write once run everywhere. 

Tetapi pada saat membuat sebuah program yang lebih kompleks AWT menjadi tidak 

bagus dan tidak berlaku pada tujuan Java (write once, debug everywhere). Hal in 

karena sulit diimplementasikan dan harus sesuai dengan target platform. 

 

Sebagai contoh, class GUI seperti Button, Textfield dan Scrollbar memiliki tingkah laku 

(behaviour) yang berbeda di setiap platform. Pada AWT library class GUI juga 

memiliki bug yang berbeda di setiap platform. 

 

Kekurangan ini diantisipasi dengan hadirnya package SWING yang menawarkan 

tampilan yang lebih kaya dan bagus. SWING tidak berdasarkan platform yang dituju 

tetapi memakai  methode “Painted” yaitu, setiap objek dari class GUI digambar 

ke dalam window/frame kosong. Sehingga setiap objek dari class GUI akan tampil dan 

berperilaku sama disetiap platfrom.  

 

Package SWING bukanlah pengganti dari package AWT dan package SWING tidak 

dapat berdiri sendiri, karena setiap program butuh berkomunikasi dengan mekanisme 

dasar dari target platform seperti Event Handling yang ada di package AWT. Jadi, 

package SWING akan selalu berdampingan dengan package AWT. 

 

2. CLASS GUI PADA PACKAGE SWING 

Berbagai class GUI didalam java merupakan turunan dari class JComponent. 

Sesuai dengan namanya yang diawali dengan huruf “j” class JComponent ada  

didalam package SWING.  

Berikut beberapa Class GUI turunan dari Class JComponent yang ada  pada 

package SWING. 

a. Class JLabel 

Versi lamanya bernama Label yang ada  dalam package AWT. Class 

JLabel digunakan untuk merepresentasikan suatu tulisan di frame. 

Sebuah label ditujukan sebagai media informasi bagi user, bukan sebagai 

media interaksi dengan user. JLabel tidak bisa mengartikan sesuatu sebagai 

respon didalam sebuah label. JLabel hanya bisa membaca informasi yang tertulis 

diatasnya. 

Bentuk deklarasi class JLabel yaitu  sebagai berikut : 

 

JLabel Nama_Objek = new JLabel (String, ImageIcon, Format) 

 

Contoh : 

 JLabel lblNama = new JLabel (“Nama :”); 

  

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JLabel yaitu  : 

1) getText()        = mendapatkan teks pada JLabel 

2) setForeground(Color)     = mengubah warna tulisan JLabel 

3) setFont(Font)      = mengubah model huruf pada JLabel  

4) setHorizontalAlignment(int) = mengatur perataan tampilan label  

 (LEFT, CENTER, RIGHT) 

5) setText(String)      = mengubah string pada JLabel 

 

 

b. Class JTextField 

Versi lamanya bernama TextField yang ada  didalam package AWT. 

JTextField digunakan untuk menerima inputan dari user, pada saat komputer 

berinteraksi dengan User. Objek ini biasanya dipasangkan dengan objek label 

pada saat melakukan interaksi dengan user. 

Bentuk deklarasi class JTextField yaitu  sebagai berikut : 

 

JTextField Nama_Objek = new JTextField (text_default); 

 

Contoh : 

 JTextField txtnim = new JTextField("0222300005"); 

  

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JTextField yaitu  sebagai berikut : 

1) getText()    = mendapatkan string pada JTextField 

2) selectAll()   = memblok seluruh string pada JTextField 

3) setFont(Font)  = mengubah model huruf pada JTextField 

 

 Okkita Rizan  - 114 - Genap - 

4) setEnabled(boolean) = dapat diakses (true) atau tidak (false) 

5) setForeground(color) = mengubah warna font pada JTextField 

6) setText(String)  = mengubah string pada JTextField 

7) setToolTipText()   = menampilkan tulisan saat mouse ditempelkan 

 

 

c. Class JButton 

Versi lamanya bernama Button yang ada  didalam package AWT. JButton 

digunakan untuk melakukan suatu proses jika user mengkehendakinya. Bukan 

merupakan proses yang akan terjadi secara otomatis. 

Bentuk deklarasi class JButton yaitu  sebagai berikut : 

 

JButton Nama_Objek = new JButton (String); 

 

Contoh : 

 JButton tombolOK = new JButton (“OK”); 

 

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JButton yaitu  sebagai berikut : 

1) setEnabled(boolean) = bisa diakses atau tidak. 

2) setVisible(boolean)  = bisa terlihat oleh user atau tidak. 

3) setText(String)   = mengubah string yang ditampilkan pada button. 

4) setFont(Font)   = mengganti model huruf yang digunakan. 

5) setForeground(Color)  = mengubah warna pada text button. 

 

 

d. Class JCheckBox 

Versi lamanya bernama CheckBox yang ada  didalam package AWT. 

JCheckBox digunakan untuk memilih minimal satu dari sekian banyak pilihan yang 

disediakan untuk user. Sebagai contoh memilih hobi, hobi bisa saja lebih dari satu. 

Bentuk deklarasi class JButton yaitu  sebagai berikut : 

 

JCheckBox Nama_Objek = new JCheckBox (String); 

 

Contoh : 

 JCheckBox chkBaca = new JCheckBox (“Hobi Membaca”); 

 

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JCheckBox yaitu  sebagai berikut : 

1) setEnabled(Boolean) = bisa diakses atau tidak. 

2) isSelected()  = true bila dipilih dan false sebaliknya 

3) setSelected(Boolean) = true bila dipilih dan false sebaliknya 

4) setMnemonic(KeyEvent.VK_O) = shortcut, O = Huruf 

5) getText()   = mendapatkan String 

6) setFont(Font)  = mengubah model huruf 

7) setForeground(Color) = mengubah warna font 

8) setText(String)  = mengubah string pada JCheckBox 

 

 Okkita Rizan  - 115 - Genap - 

e. JRadioButton 

Versi lamanya bernama RadioButton yang ada  didalam package AWT. 

JRadioButton digunakan untuk memilih salah satu dari sekian banyak pilihan yang 

disediakan untuk user. Berbeda dengan class JCheckBox yang dapat memilih 

minimal satu dan dapat memilih semua pilihan yang tersedia. Sebagai contoh 

memilih jenis kelamin, harus memilih satu. Sehingga diperlukan class lain untuk 

pengelompokkan. Class ini  yaitu  class ButtonGroup. 

Bentuk deklarasi class JRadioButton yaitu  sebagai berikut : 

 

JRadioButton Nama_Objek = new JRadioButton (String,Boolean); 

 

Contoh : 

 JRadioButton rdPria = new JRadioButton (“Pria”,true); 

 

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JRadioButton yaitu  sebagai berikut : 

1) setEnabled(boolean) = bisa diakses atau tidak. 

2) isSelected()  = true bila dipilih dan false sebaliknya 

3) setSelected(Boolean) = true bila dipilih dan false sebaliknya 

4) setMnemonic(KeyEvent.VK_O) = shortcut, O = Huruf 

5) getText()   = mendapatkan String 

6) setFont(Font)  = mengubah model huruf 

7) setForeground(Color) = mengubah warna font 

8) setText(String)  = mengubah string pada JRadioButton 

 

f. JComboBox 

JComboBox digunakan memilih salah satu dari sekian banyak pilihan yang 

disediakan untuk user. Prinsipnya sama dengan class JRadioButton. JComboBox 

ini sering juga disebut dengan Drop-down List. Untuk memasukkan data kedalam 

objek combo box memakai  array 1 dimensi yang diurutkan berdasarkan 

index.  

Bentuk deklarasi class JComboBox yaitu  sebagai berikut : 

 

JComboBox Nama_Objek = new JComboBox (Array_of_list); 

 

Contoh : 

 Dijelaskan lebih lanjut ke program.  

Beberapa methode yang dimiliki oleh class JComboBox yaitu  sebagai berikut : 

1) setFont(Font)  = mengubah model huruf. 

2) setForeground(Color) = mengubah warna font. 

3) setEnabled(boolean) = dapat diakses(true) atau tidak (false) 

4) setSelectedIndex(index) = menentukan pilihan indeks awal (dari 0) 

5) setMaximumRowCount(int) = Tampilan JComboBox begitu di-click. 

6) addItemListener()  = untuk interaksi dengan user. 

7) getItemAt(indeks)  = mengambil String yang dipilih. 

8) getSelectedIndex() = mengambil indeks yang dipilih. 

 

3. PENERAPAN CLASS GUI PADA PEMROGRAMAN 

a. Memahami Class Container 

Objek dari Class GUI tidak dapat langsung dimasukkan ke dalam frame 

memakai  Class JFrame. Class JFrame berfungsi untuk membuat bingkai dari 

sebuah form (framenya), hanya bingkainya saja tanpa alas. jika  objek dari 

Class GUI ingin ditampilkan ke form maka diperlukan sebuah Class lain yang 

berfungsi untuk menampung objek dari Class GUI. Salah satu Class ini  

yaitu  Class Container. 

 

Class Container ada  pada package AWT. Class ini berfungsi untuk 

menampung objek dari class GUI pada sebuah form. Tanpa class ini objek tidak 

bisa ditampung pada sebuah form. Urutannya dapat disederhanakan bahwa objek 

GUI ditampung pada Class Container dan Class Container ditempel ke Class 

JFrame, sehingga Class Container tidak dapat berdiri sendiri dan ukuran Class 

Container mengikuti ukuran formnya (Class JFramenya).  

 

b. Program memakai  Class Container 

Berikut yaitu  contoh pemakaian  beberapa class GUI pada pemrograman. Pada 

contoh berikut digunakan Class Container dan Class JLabel. Class Container akan 

menampung Class JLabel. 

 

Nama Program : cthcontainer.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

Output Program : 

 

 

Penjelasan Program : 

   Class clsframe merupakan turunan dari Class JFrame. 

   import java.awt.* yaitu  perintah untuk memanggil seluruh class yang ada  

dalam package awt. Perintah ini digunakan karena memakai  class container 

ke dalam program. 

   import javax.swing.* yaitu  perintah untuk memanggil seluruh class yang 

ada  dalam package swing. Perintah ini digunakan karena memakai  Class 

JFrame dan Class JLabel ke dalam program. 

   private Container konten = new Container() yaitu  perintah membuat objek dari 

class Container. Objek yang dibuat bernama konten.  

   Private menandakan objek ini  hanya dapat digunakan didalam class itu 

sendiri.private JLabel objlabel = new JLabel("Hai, Saya Label") yaitu  proses 

mendeklarasikan sebuah objek yang bernama objlabel dari class JLabel, sekaligus 

menginstansiasikan objek ini  berisikan “Hai, Saya Label”. 

   konten = getContentPane() yaitu  perintah yang berfungsi untuk 

menghubungkan class container dengan class JFrame, melalui objek konten. 

   konten.add(objlabel) yaitu  perintah yang berfungsi menempelkan objek objlabel 

ke dalam class container melalui objek konten. 

   Pada class main(), class clsframe dipanggil memakai  prinsip anonymous 

object. 

  

 

 

 

CLASS LAYOUT MANAGER  

  

 

1. MEMAHAMI CLASS LAYOUT MANAGER 

Pada modul sebelumnya, sudah diperkenalkan mengenai Class Container. Dengan 

Class Container ini, maka objek dari class GUI dapat ditampung dan ditampilkan. 

Tetapi, permasalahan timbul jika  hanya memakai  Class Container 

diantaranya: 

   Class Container hanya bisa menampung satu objek saja, sehingga jika  ada 

objek yang lain yang ingin ditampung pada Class Container, maka objek yang 

lama akan digantikan dengan objek yang baru. 

   Class Container tidak dapat mengatur posisi objek pada form. Objek akan 

ditempatkan ditengah sesuai dengan ukuran formnya. 

 

Maka diperlukan cara yang lain sehingga Class Container dapat menampilkan lebih 

dari satu objek dan mengatur tata letak objeknya pada form. 

 

Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu  dengan memakai  Class lain yang 

dapat mengatur tata letak objek dan secara otomatis dapat menempatkan lebih dari 

satu objek pada Class Container. Class seperti ini disebut dengan Class Layout 

Manager. 

 

Pada Java, sudah disediakan beberapa Class Layout Manager diantaranya yaitu  : 

   Class FlowLayout 

   Class GridLayout 

   Class BorderLayout 

   Class BoxLayout 

   Class CardLayout 

   Class GroupLayout 

   Class SpringLayout 

 

Untuk memakai  class ini, Class Container memerlukan method yang berfungsi 

untuk memakai  class ini . Method ini  yaitu  method setLayout(). 

 

Pada point berikutnya, akan ditunjukkan penerapan Class Layout Manager pada 

pemrograman sekaligus ditunjukkan perbedaan dan karakteristik dari tiap-tiap class. 

Class yang dicontohkan ada tiga yaitu Class Flowlayout, Class GridLayout dan Class 

BorderLayout. 

 

  

2. PENERAPAN CLASS FLOWLAYOUT PADA PEMROGRAMAN 

Class FlowLayout merupakan layout manager yang sangat sederhana. memakai  

class ini, maka objek pada container akan ditempatkan sesuai dengan urutan 

penulisan objeknya dan mengikuti ukuran formnya. Sehingga urutan penambahan 

komponen menjadi penting. 

 

Class FlowLayout mempunyai konstanta untuk mengatur tata letak objek pada 

Container. Konstanta ini  yaitu  LEFT, CENTER dan RIGHT. Default konstanta 

dari Class ini yaitu  CENTER, sehingga objek akan ditempatkan ditengah-tengah 

Container mengikuti ukuran formnya. 

Berikut contoh penerapan Class FlowLayout dengan beberapa  Class GUI lainnya pada 

pemrograman. 

  

Contoh Program : cthflowlayout.java 

Sintaks Program : 

 

 

Output Program : 

 

Penjelasan Program : 

   setResizable() yaitu  sebuah method yang berfungsi untuk menentukan 

apakah ukuran frame bisa diubah atau tidak. Ada dua parameter yang 

disediakan  yaitu true dan false. Gunakan parameter false jika  

menginginkan ukuran form tidak dapat diubah-ubah. 

   konten.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.CENTER)), objek dari class 

Containter (objek Konten) memakai  method setLayout untuk 

memakai  Class FlowLayout. Konstanta yang digunakan yaitu  CENTER, 

sehingga objek akan ditempatkan ditengah-tengah container mengikuti ukuran 

formnya.  

   pemakaian  Class FlowLayout memakai  konsep Anonymous Object, 

sehingga pada contoh program diatas, objek dari class FlowLayout tidak 

memiliki nama.  

 

 

jika  pada sintaks program : 

konten.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.CENTER)), diubah dengan : 

konten.setLayout(new FlowLayout(FlowLayout.LEFT)), maka output menjadi : 

 

 

 

jika  program diubah pada sintaks penambahan objek ke container menjadi 

sebagai berikut : 

 

 

Sehingga outputnya menjadi sebagai berikut : 

 

 

 

Kesimpulannya, dengan metode flowlayout urutan dalam proses menambahkan objek 

ke class container menentukan tampilan (layout) frame. 

 

 

3. PENERAPAN CLASS GRIDLAYOUT PADA PEMROGRAMAN 

Karakteristik dari Class GridLayout akan membagi container menjadi sejumlah tempat 

dalam bentuk matrik dengan ukuran yang sama mengikuti ukuran form. 

memakai  Class GridLayout ini, area pada container akan dibagi dalam format 

baris dan kolom. Akibatnya setiap objek akan memiliki ukuran yang sama, tidak 

perduli bagaimana ukuran sebenarnya. Setiap kali terjadi perubahan ukuran form, 

ukuran setiap objek juga akan berubah. Pada prinsipnya yang dipertahankan hanya 

jumlah baris dan jumlah kololmnya saja. 

 

Untuk memakai  Class GridLayout ini, diperlukan dua buah parameter. Parameter 

ini berfungsi untuk menentukan jumlah baris dan kolom. 

 

Perhatikan contoh penggalan program berikut ini : 

   container.setlayout(new Gridlayout(1,2)), arti perintah ini  yaitu  membagi 

area container menjadi 1 baris dan 2 kolom. 

   container.setlayout(new Gridlayout(2,1)), arti perintah ini  yaitu  membagi 

area container menjadi 2 baris dan 1 kolom. 

   container.setlayout(new Gridlayout(2,2)), arti perintah ini  yaitu  membagi 

area container dengan 2 baris dan 2 kolom 

 

Berikut yaitu  contoh penerapan Class GridLayout dalam pemrograman. Container 

akan dibagi kedalam 2 baris dengan 3 kolom. 

 

Nama Program : cthgridlayout.java 

Sintaks Program : 

 

 

Output Program : 

 

jika  sintaks program pada pada proses penambahan objek diubah menjadi 

sebagai berikut : 

 

 

Sehingga outputnya sebagai berikut : 

 

 

 

Kesimpulannya yaitu  urutan penambahan object pada class container 

menentukan posisi objek pada container. 

 

jika  pada sintaks program : 

setSize(200,100), diubah menjadi setSize(200,200), maka output menjadi : 

 

 

  

Kesimpulannya Setiap kali terjadi perubahan ukuran frame, ukuran setiap 

komponen juga akan berubah, mengikuti ukuran frame. Dan pada prinsipnya yang 

dipertahankan hanya jumlah baris dan jumlah kolomnya saja 

 

 

 

 

 

 

 


4. PENERAPAN CLASS BORDERLAYOUT PADA PEMROGRAMAN 

Class BorderLayout memiliki karakteristik yang mirip dengan Class GridLayout, yaitu 

membagi area pada Container. Karakteristik yang mirip tetapi tidaklah sama. jika  

pada Class GridLayout akan dibagi dalam bentuk matrik (baris dan kolom) dengan 

jumlah yang tidak ditentukan, maka pada Class BorderLayout membagi area dengan 

jumlah yang sudah pasti (konstan).  

 

Jumlah area maksimal yang dapat dibagi pada container yaitu  sebanyak 5 area. 4 

penamaan area mengikuti arah mata angin, sesuai dengan posisinya yaitu : NORTH 

(Utara), EAST (Timur), SOUTH (Selatan) dan WEST (Barat). Area yang terakhir 

terletak ditengah-tengah 4 area ini . Area ini  dinamai dengan CENTER 

(tengah). Penamaan ini yang kemudian akan menjadi parameter untuk memakai  

Class BorderLayout ini. 

 

Untuk lebih jelasnya mengenai pembagian area ini , dapat dilihat pada gambar 

berikut : 

 

 

 

Jika salah satu dari area tidak digunakan maka, area yang berdekatan akan 

memakai  area ini  sebagai perluasan dari wilayahnya. Sebagai contoh jika 

pemasangan komponen di NORTH, WEST dan CENTER maka bentuk tampilan akan 

menjadi sebagai berikut : 

 

 

Sehingga area WEST akan melebar mengambil area SOUTH sedangkan area CENTER 

akan melebar mengambil area SOUTH dan EAST. 

 

Berikut yaitu  contoh program yang memakai  Class BorderLayout untuk 

mengatur objek pada container. Pada contoh berikut, objek yang ditempatkan ke 

container merupakan objek dari class JButton. 

 

 

 

 

CENTER 

 

Nama Program : cthborderlayout.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

 

Output Program : 

 


jika  perintah konten.add(btnUtara,BorderLayout.NORTH) dihilangkan, maka 

output program menjadi sebagai berikut : 

 

 

jika  perintah konten.add(btnUtara,BorderLayout.EAST) dihilangkan, maka 

output program menjadi sebagai berikut : 

 

 

jika  perintah konten.add(btnUtara,BorderLayout.NORTH) dan konten.add 

(btnUtara,BorderLayout.EAST) dihilangkan, maka output program menjadi sebagai 

berikut : 

 

 

Kesimpulannya jika  salah satu bagian tidak ada, maka bagian yang lain akan 

memperluas wilayahnya, mengisi bagian yang tidak ada. 



CLASS JPANEL  

  


1. MEMAHAMI CLASS JPANEL 

Pada modul sebelumnya, sudah diperkenalkan bagaimana menyusun beberapa objek 

pada Container. Container ini  dapat menampung dan mengatur beberapa objek 

karena telah diatur memakai  Class Layout Manager. Tetapi, dalam menyusun 

objek hanya mengandalkan container dengan class Layout Manager ternyata masih 

memiliki kekurangan. 

Kekurangan ini  diantaranya : 

   Dengan satu buah container hanya bisa memakai  satu Class Layout Manager 

saja dalam satu waktu. Hal ini mengakibatkan sulit untuk meletakkan berbagai 

objek dari Class GUI yang memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. 

   Dengan satu buah container dengan banyak objek dari class GUI didalamnya, sulit 

untuk mengatur tata letaknya sesuai dengan keinginan. 

 

Adapun kekurangan ini dapat diatasi dengan memakai  class yang lain, yang 

dapat mengatur banyak objek pada container. Class ini  yaitu  class JPanel. 

 

Pada dasarnya class JPanel mempunyai fungsi yang sama dengan Class Container, 

yaitu berfungsi untuk menampung objek class GUI. Sehingga class JPanel dapat juga 

diatur memakai  Class Layout Manager. Class JPanel tidak dapat berdiri sendiri 

karena Class JPanel sebagai pelengkap dari container. 

  

Perbedaan antara container tanpa class JPanel dan Container dengan Class JPanel 

yaitu  : 

   Container tanpa Class JPanel 

sesudah  container diatur memakai  Class Layout Manager, maka objek dari 

class GUI dapat diletakkan/ditampung kedalam Container. 

   Container dengan Class JPanel 

Class JPanel diatur tata letaknya memakai  Class Layout Manager, maka objek 

dari class GUI dapat diletakkan/ditampung ke dalam Class JPanel. Container diatur 

memakai  Class Layout Manager, maka Class JPanel yang berisi objek dari 

class GUI dapat diletakkan/ditampung kedalam Container. 

 

jika  diperlukan dan sesuai dengan kebutuhan, didalam Class JPanel dapat 

diletakkan lagi Class JPanel yang diatur dengan Class Layout Manager. 

 

Kesimpulannya, Container tetap sebagai alas dari frame dengan pengaturan tata letak 

dan penampungan objek memakai  Class JPanel. 

MODUL 

16 

 

 Okkita Rizan  - 128 - Genap - 

2. PENERAPAN CLASS JPANEL PADA PEMROGRAMAN 

Berikut yaitu  contoh penerapan Class JPanel pada pemrograman. Pada contoh 

ini , dibuat 4 objek dari Class JPanel. Masing-masing dari objek ini berisi objek 

dari class GUI, kemudian 4 objek dari Class JPanel ini ditampung ke alasnya, yaitu 

Container. 

 

Contoh Program : cthjpanel.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

 

 

 

 

INTERFACE LISTENER  

  

 

 

1. MEMAHAMI INTERFACE LISTENER 

Pada modul  sebelumnya, sudah diperkenalkan program yang memakai  

beberapa class GUI dan class penampung objek dari class GUI sehingga menjadi satu 

buah form. Tetapi form yang dihasilkan ini  belum dapat menerima respon yang 

diberikan oleh user pada saat form ini  dijalankan. Artinya form belum dapat 

berinteraksi dengan user. 

 

Contoh : 

Seorang programmer diminta untuk membuat sebuah form yang dapat menghitung 

jumlah angka dari dua angka yang telah diinput. Maka, programmer dapat membuat 

form dengan memanfaatkan dua buah Class GUI yaitu Class JTextField dan Class 

JButton. Untuk Class JTextField dibuatkan 3 objek, dua objek berfungsi untuk 

menampung angka yang diinput dan satu objek untuk menampilkan hasil 

penjumlahan dari angka yang diinput ini . Sedangkan untuk Class JButton 

dibuatkan satu buah objek yang berfungsi sebagai triger/pemicu untuk mendapatkan 

hasil perhitungan.  

Algoritma dari contoh ini  yaitu  : 

   Input angka pada dua objek dari Class JTextField yang telah disediakan 

   Klik objek dari Class JButton yang telah disediakan 

   Tampilkan hasil penjumlahan pada objek dari Class JTextField yang telah 

disediakan 

 

jika  program disusun memakai  cara yang diperkenalkan pada modul 

sebelumnya, maka hasilnya yaitu  program tidak dapat menampilkan hasil 

penjumlahan dari angka yang telah diinput sebelumnya, walaupun objek dari Class 

JButton diklik berulang kali. 

 

Hasil ini terjadi karena objek tidak dapat menerima/mengerti apa yang diinginkan oleh 

user. Pada Java, kejadian ini diartikan objek tidak dapat mendengarkan apa yang 

diinginkan oleh user. Sehingga perlu cara agar objek bisa menjadi pendengar 

(LISTENER) dan dapat mendengar apa yang diinginkan oleh user.  

 

Pada contoh diatas, keinginan dari user yaitu  jika  mengklik sebuah tombol 

(objek dari Class JButton), maka hasil penjumlahan akan ditampilkan pada text field 

(objek dari Class JTextField). 

MODUL 

17 

 

Pada pemrograman, proses mengklik sebuah tombol merupakan salah satu contoh 

dari kejadian yaitu kejadian mengklik. Istilah ini disebut dengan EVENT. 

 

Kesimpulannya, agar sebuah objek dapat mengerti apa yang diinginkan oleh user, 

maka user ini  harus dapat mendengar (LISTENER) sehingga dapat 

melaksanakan kejadian (EVENT) yang diberikan oleh user. 

 

Pada Bahasa Java, sudah menyiapkan beberapa Interface sehingga objek dapat 

melaksanakan event dari user. Interface yang disediakan sesuai dengan event yang 

diberikan. Beberapa Interface ini  diantaranya : 

a. Interface ActionListener 

Berfungsi untuk menerima event yang ditimbulkan melalui mouse dan keyboard 

b. Interface MouseListener 

Berfungsi untuk menerima event yang ditimbulkan melalui mouse  

c. Interface MouseMotionListener 

Berfungsi untuk menerima event yang ditimbulkan melalui mouse 

d. Interface KeyListener 

Berfungsi untuk menerima event yang ditimbulkan melalui keyboard 

 

Beberapa Event yang ditimbulkan oleh keyboard diantaranya : 

   Menekan tombol enter pada sebuah objek 

   Menekan tombol tertentu (selain enter) pada sebuah objek 

   Melepaskan tombol tertentu (selain enter) pada sebuah objek 

   Kursor meninggalkan sebuah objek pada saat menekan tombol tabulasi (tab). 

   dan beberapa event lainnya. 

 

Beberapa Event yang ditimbulkan oleh mouse diantaranya : 

   Mengklik objek 

   Mendouble klik objek 

   Menggeser pointer mouse 

   Kursor meninggalkan sebuah objek pada saat mouse mengklik objek yang lain 

   dan beberapa event lainnya. 

 

Pada modul sebelumnya sudah diperkenalkan bagaimana cara memakai  

Interface dalam pemrograman, yaitu dengan mengimplementasikan interface pada 

class yang memakai . Cirinya yaitu  dengan memakai  keyword 

implements. 

 

Selain implements, untuk memakai  interface, sebuah class juga memakai  

method-method yang sudah disiapkan oleh interface ini . Keempat Interface 

ini  memiliki method-method tersendiri dan tidak sama satu dengan yang lain. 

Berikut dibawah ini keempat Interface yang akan dibahas satu persatu. 

 


2. PENERAPAN INTERFACE ACTIONLISTENER PADA PEMROGRAMAN 

Interface ini ada  dapat package AWT. Sehingga perlu mengimport package 

java.awt.event untuk memakai  Interface ini. Interface ini berfungsi untuk 

menerima event yang ditimpulkan oleh mouse dan keyboard.  

 

Interface ActionListener menyediakan sebuah method agar sebuah objek dapat 

menerima (mendengar) event dari user. Method ini  bernama method 

addActionListener(). Method ini membutuhkan sebuah parameter. Parameternya 

yaitu  sebuah class lain yang akan mengerjakan event yang sudah diterima oleh 

Interface ActionListener. Class ini  bernama ActionPerformed. Class ini  

mempunyai method yang bernama method actionPerformed(). Method ini yang 

akan mengerjakan event yang telah diterima oleh Interface ActionListener.  

 

Dengan pengertian yang lain, pada Interface ActionListener ada  sebuah Class 

ActionPerformed dan didalam Class ini  ada  methode actionPerformed(). 

Jadi jika  ada  sebuah class yang mengimplementasi Interface ActionListener, 

maka secara otomatis class ini  juga mengimplementasi Class ActionPerformed, 

sehingga class ini  dapat memakai  method dari Class ActionPerformed 

untuk melaksanakan event yaitu method actionPerformed(). 

 

jika  method actionPerformed() ditempatkan di Class yang sama dengan objek 

yang memakai  method addActionListener(), maka parameter pada method 

addActionListener() cukup memakai  perintah this. Dengan perintah this, 

menandakan class ini  yaitu  class yang akan mengerjakan eventnya. 

 

Berikut contoh penerapan Interface ActionListener. Pada contoh berikut, event 

ini  pada saat sebuah tombol diklik dan menampilkan sebuah pesan. Parameter 

pada method addActionListener() memakai  this karena method 

actionPerformed() dari Class ActionPerformed ditempatkan di class yang sama, 

tempat objek yang menerima event diciptakan. 

 

Nama Program : cthactionlistener.java 

Sintaks Program : 

 

 

Output Program : 

 

 

txtNIM & txtNama diinput, ketika Tombol Tampil diklik muncul pesan sebagai berikut :  

 

 

Penjelasan Program : 

   import java.awt.event.*, yaitu  perintah perintah untuk memanggil seluruh class 

event yang ada  dalam package awt. Perintah ini digunakan karena 

memakai  class actionPerformed ke dalam program. 

   class clsframe extends JFrame implements ActionListener yaitu  perintah 

menamai sebuah class bernama clsframe dan merupakan turunan dari class 

JFrame. Class ini  juga mengimplementasikan sebuah interface, dalam hal ini 

interface ActionListener. 

   btnTampil.addActionListener(this) yaitu  perintah menghubungkan sebuah objek 

dengan interface, dalam hal ini interface ActionListener. Perintah this menandakan 

objek yang dihubungkan dengan interface, menempati class yang sama terhadap 

class yang diimplementasikan dengan interface. Dalam hal ini berada dalam satu 

class clsframe. 

   public void actionPerformed (ActionEvent e) yaitu  sebuah metode dari class 

actionPerformed, parameter yang diberikan bernama e. 

   e.getSource()==btnTampil yaitu  sebuah perintah memeriksa sebuah objek 

dihubungkan dengan sebuah interface. Dalam hal ini objek btnTampil yang 

diperiksa. 

   txtNIM.getText() yaitu  perintah mengambil teks dari objek txtNIM.  

   JOptionPane.showMessageDialog( ) yaitu  sebuah perintah untuk menampilkan 

sebuah pesan.  

 

 

 

 

3. PENERAPAN INTERFACE MOUSELISTENER PADA PEMROGRAMAN 

Interface ini juga ada  pada package java.awt.event. Interface ini berfungsi 

untuk menangkap event yang ditimbulkan melalui mouse. Event yang ditimbulkan 

melalui keyboard tidak dapat diterima/ditangkap oleh Interface ini.  

 

Interface MouseListener menyediakan sebuah method agar sebuah objek dapat 

menerima (mendengar) event dari user. Method ini  bernama method 

addMouseListener(). Method ini membutuhkan sebuah parameter. Parameternya 

yaitu  sebuah class lain yang akan mengerjakan event yang sudah diterima oleh 

Interface MouseListener. Sama dengan Interface ActionListener, jika  sebuah class 

ada  objek yang memakai  method addMouseListener() dan pada class itu 

juga yang akan mengerjakan eventnya, maka parameter pada method 

addMouseListener() yaitu  perintah this. 

 

Untuk class yang akan mengerjakan event memakai  Interface ini, harus 

menyertakan beberapa method didalamnya walaupun tidak ada sintaks program yang 

dikerjakan.  Method ini  yaitu  : 

 

a. Method mouseClick(mouseEvent) 

Method dikerjakan pada saat tombol mouse ditekan lalu dilepaskan. 

b. Method mouseEvent(mouseEvent) 

Method dikerjakan pada saat kursor mouse memasuki area objek. 

c. Method mouseExited(mouseEvent) 

Method dikerjakan pada saat kursor mouse meninggalkan area objek. 

d. Method mousePressed(mouseEvent) 

Method dikerjakan pada saat tombol mouse ditekan. 

e. Method mouseReleased(mouseEvent) 

Method dikerjakan pada saat tombol mouse dilepaskan. 

 

Dari beberapa method ini  terlihat bahwa method mouseClick() merupakan 

perpaduan antara method mousePressed() dengan method mouseReleased(). 

 

Untuk Class yang akan mengerjakan event yang ditimbulkan oleh mouse, maka class 

ini  harus mengimplementasi (implements) Interface MouseListener. Sama 

seperti Interface ActionListener. 

 

Berikut contoh program yang menerapkan Interface MouseListener. Contoh program 

berikut akan ditunjukkan maksud dari 5 method diatas, sehingga dapat berinteraksi 

dengan user. 

 

 

 

 

 

 

Nama Program : cthmouselistener.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

 

 

Output Program : 

 

Tunjuk atau klik 

mouse pada objek ini, 

maka akan terlihat 

event mouseListener 

yang sedang 

dikerjakan 

 

4. PENERAPAN INTERFACE MOUSEMOTIONLISTENER PADA PEMROGRAMAN 

Interface yang ada  pada package java.awt.event ini merupakan Interface yang 

digunakan sebagai pendukung dari Interface MouseListener.  

Interface MouseMotionListener menyediakan dua buah method yaitu : 

a. Method mouseDragged (MouseEvent) 

Method ini berfungsi untuk memantau pergerakan mouse pada saat melintasi 

sebuah objek pada saat mouse ditekan. Sama seperti pergerakan pada saat 

memindahkan objek di windows. 

b. Method mouseMoved (MouseEvent) 

Method ini berfungsi untuk memantau pergerakan mouse pada saat melintasi area 

sebuah objek. Method ini memantau pergerakan pointer mouse yang melintasi 

area objek tanpa menekan tombol pada mouse. Ini yang membedakan method 

mouseDragged dengan method mouseMoved. 

 

Sebagai pendukung dari Inteface MouseListener, maka urutan pelaksanaan method 

dari kedua Interface ini yaitu  : 

   Method mouseEntered(MouseEvent), dijalankan saat pointer mouse digerakkan 

memasuki area objek. 

   Method mouseMoved(MouseEvent), dijalankan saat pointer mouse digerakkan 

melintasi objek dalam kondisi tidak ada tombol mouse yang ditekan. 

   Method mousePressed(MouseEvent), dijalankan saat tombol mouse ditekan. 

   Method mouseDragged(MouseEvent), dijalankan saat pointer mouse digeser 

melintasi objek sambil tombol mouse ditekan. 

   Method mouseClicked(MouseEvent), dijalankan saat tombol mouse dilepas sesudah  

ditekan dengan rentan waktu yang tidak terlalu lama. 

   Method mouseReleased(MouseEvent), dijalankan saat tombol mouse dilepas.  

   Method mouseExited(MouseEvent), dijalankan saat pointer mouse meninggalkan 

area objek. 

 

Interface MouseMotionListener menyediakan sebuah method agar sebuah objek dapat 

menerima (mendengar) event dari user. Method ini  bernama method 

addMouseMotionListener(). Method ini membutuhkan sebuah parameter. 

Parameternya yaitu  sebuah class lain yang akan mengerjakan event yang sudah 

diterima oleh Interface MouseMotionListener. Sama dengan Interface ActionListener 

maupun Interface MouseListener, jika  sebuah class ada  objek yang 

memakai  method addMouseMotionListener() dan pada class itu juga yang akan 

mengerjakan eventnya, maka parameter pada method addMouseMotionListener() 

yaitu  perintah this 

 

Untuk Class yang akan mengerjakan event yang ditimbulkan oleh mouse, maka class 

ini  harus mengimplementasi (implements) Interface MouseMotionListener. Sama 

seperti Interface ActionListener maupun Interface MouseMotionListener. 

 

Berikut contoh program yang menerapkan Interface MouseMotionListener. Contoh 

program berikut akan ditunjukkan maksud dari 2 method diatas, sehingga dapat 

berinteraksi dengan user. 

 

Nama Program : testMouseMotionListener.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

Output Program : 

 

 

 

 

5. PENERAPAN INTERFACE KEYLISTENER PADA PEMROGRAMAN 

Interface KeyListener yaitu  Interface yang mengerjakan event yang ditimbulkan 

melalui keyboard. Interface yang ada  pada package java.awt.event ini memiliki 

tiga buah method untuk mengerjakan event.  

Ketiga method pada Interface KeyListener ini yaitu  : 

 

a. Method keyPressed (KeyEvent) 

Method ini akan dikerjakan jika  sebuah tombol pada keyboard ditekan. 

b. Method keyReleased (KeyEvent) 

Method ini akan dikerjakan jika  sebuah tombol pada keyboard dilepas. 

c. Method keyTyped (KeyEvent) 

Method ini akan dikerjakan jika  sebuah tombol pada keyboar ditekan dan 

dilepas dalam waktu yang tidak lama. 

 

Walaupun tidak semua method akan digunakan pada pemrograman, class yang 

mengimplementasikan method ini harus menyertakan ketiga methodnya dalam 

program. 

 

Interface KeyListener menyediakan sebuah method agar sebuah objek dapat 

menerima (mendengar) event dari user. Method ini  bernama method 

addKeyListener(). Method ini membutuhkan sebuah parameter. Parameternya 

yaitu  sebuah class lain yang akan mengerjakan event yang sudah diterima oleh 

Interface KeyListener. Sama dengan ketiga Interface sebelumnya, jika  sebuah 

class ada  objek yang memakai  method addKeyListener() dan pada class itu 

juga yang akan mengerjakan eventnya, maka parameter pada method 

addKeyListener() yaitu  perintah this. 

 

Berikut contoh program yang menerapkan Interface KeyListener. Contoh program 

berikut akan ditunjukkan maksud dari 3 method diatas, sehingga dapat berinteraksi 

dengan user. 

 

 

 

geser atau drag 

mouse pada objek ini, 

maka akan terlihat 

event 

MouseMotionListener 

yang sedang 

dikerjakan 

 

Nama Program : testKeyListener.java 

Sintaks Program : 

 

 

 

 

 

 

Output Program : 

 

 

 

 

Penjelasan Program : 

   Class BingkaiKu mengimplementasi Interface KeyListener. Terlihat pada 

pemberian nama classnya. 

   Event terjadi pada objek jtestKey dari Class JTextField karena method 

addKeyListener diberikan pada objek ini . 

   Hasil dari event terlihat jika  tombol enter ditekan atau dilepas saat kursor 

berada pada objek jtestKey. 

   Hasil dari eventnya akan ditunjukkan pada objek hasilKey dari Class JTextField.