i browser, pertama yaitu  membuka halaman displaydata.php... kita klik, 

apa yang terjadi, titlenya otomatis berubah ... 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

117 

Bab 6: 

Mengedit Database 

dengan Form 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.1  Insert Record 

Sebelumnya insert record telah di bahas dalam sub bab di bab sebelumnya, namun 

di sini saya akan coba jelaskan kembali berguna untuk mengulang materi sebelumnya, 

tapi saya akan coba bedakan contohnya.  

Di sini kita akan coba buat satu buah form yang benar-benar sangat lengkap. 

Namun sebelumnya kita akan buat database dan tablenya terlebih dahulu. Kita bisa 

memanfaakan phpmyadmin untuk lebih mudah dalam pembuatan table, tapi bagi anda 

yang ingin menguasai query sql, saya akan coba jelaskan juga pembuatan tablenya dalam 

bentuk query sql. 

Field yang kita butuhkan yaitu  sebagai berikut : 

field Type Size Attribut 

id_daftar int 10 auto_increment primary key 

tanggal_daftar date   

nama_pendaftar varchar 75  

jns_kelamin varchar 15  

lulusan_sekolah int 5  

tgl_lahir date   

status varchar 20  

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

118 

pekerjaan varchar 125 

alamat varchar 150 

kelurahan varchar 75 

kecamatan varchar 75 

kota varchar 75 

provinsi varchar 75 

telp varchar 20 

Sehingga apabila kita buat ke dalam bentuk querynya yaitu  seperti ini, jika anda masih 

belum mengerti silahkan kembali bab 3, yang membahas mengenai fungsi-fungsi mysql. 

Apabila anda ingin memakai  command line (DOS) anda bisa memakai  query 

ini :  

create database _db; 

use _db; 

create table tbl_daftar_(id_daftar int(10) auto_increment 

primary key, tanggal_daftar date, nama_pendaftar varchar(75), 

jns_kelamin varchar(15), status varchar(20), lulusan_sekolah 

varchar(20), tahun_ajaran int(6), pekerjaan varchar(125), alamat 

varchar(150), kelurahan varchar(75), kecamatan varchar(75), kota 

varchar(75), provinsi varchar(75), telp varchar(20)); 

Oke kita langsung jalankan saja di cmd, atau anda juga dapat memakai  phpmyadmin 

di bagian menu sql (Query Windows)  dalam database _db. sesudah  beres, 

selanjutnya kita akan buat 1 buah form yang dapat menginputkan data-data  

untuk selanjutnya di masukkan ke dalam database _db. 

Pembuatan Form Insert Database ... 

Kita akan buat satu buah form yang dapat menginputkan data kemudian di insertkan 

kedalam database. Terlebih dahulu kita siapkan filenya dengan nama form.insert.html 

<html> 

<head><title>Form Insert</title></head> 

<body> 

<form action="insert.php" method="POST"> 

<table border='1' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2></caption> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

119 

<tr><td>Nama</td><td><input type="text" name="nama" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Jenis Kelamin</td><td><input type="radio" name="jenis_kelamin" 

value="pria"/> 

<label for="jenis_kelamin">Pria</label> 

<input type="radio" name="jenis_kelamin" value="wanita"/><label 

for="jenis_kelamin">Wanita</label> 

</td></tr> 

<tr><td>Status</td><td> 

<select name="status"> 

<option value="Pilih Status Anda">Pilih Status Anda</option> 

<option value="menikah">Menikah</option> 

<option value="single">Single</option> 

</select> 

</td></tr> 

<tr><td>Lulusan Sekolah</td><td><input type="text" name="sekolah" 

size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Tahun Ajaran</td><td><select name="tahun_ajaran"> 

<option>Pilih Tahun Ajaran</option> 

<option value="1995">1995</option> 

<option value="1996">1996</option> 

<option value="1997">1997</option> 

<option value="1998">1998</option> 

<option value="1999">1999</option> 

<option value="2000">2000</option> 

<option value="2001">2001</option> 

<option value="2002">2002</option> 

<option value="2003">2003</option> 

<option value="2004">2004</option> 

<option value="2005">2005</option> 

<option value="2006">2006</option> 

<option value="2007">2007</option> 

<option value="2008">2008</option> 

<option value="2009">2009</option> 

<option value="2010">2010</option> 

</select></td></tr> 

<tr><td>Pekerjaan</td><td><input type="text" name="pekerjaan" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Alamat</td><td><textarea name="alamat" cols="30" 

rows="4"></textarea></td></tr> 

<tr><td>Kelurahan</td><td><input type="text" name="kelurahan" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Kecamatan</td><td><input type="text" name="kecamatan" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

120 

<tr><td>Kota</td><td><input type="text" name="kota" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Provinsi</td><td> 

<select name="provinsi"> 

<option value="Pilih Provinsi Anda">Pilih Provinsi Anda</option> 

<option value="Bali">Bali</option> 

<option value="Bangka Belitung">Bangka Belitung</option> 

<option value="Banten">Banten</option> 

<option value="Bengkulu">Bengkulu</option> 

 

<option value="Gorontalo">Gorontalo</option> 

<option value="Irian Jaya Barat">Irian Jaya Barat</option> 

<option value="Jabotabekdecipsawcib">Jabotabekdecipsawcib</option> 

<option value="Jambi">Jambi</option> 

<option value="Jawa Barat">Jawa Barat</option> 

<option value="Jawa Tengah">Jawa Tengah</option> 

<option value="Jawa Timur">Jawa Timur</option> 

<option value="Kalimantan Barat">Kalimantan Barat</option> 

<option value="Kalimantan Selatan">Kalimantan Selatan</option> 

 

<option value="Kalimantan Tengah">Kalimantan Tengah</option> 

<option value="Kalimantan Timur">Kalimantan Timur</option> 

<option value="Kepulauan Riau">Kepulauan Riau</option> 

<option value="Lampung">Lampung</option> 

<option value="Lokasi Lain-lain">Lokasi Lain-lain</option> 

<option value="Maluku">Maluku</option> 

<option value="Maluku Utara">Maluku Utara</option> 

<option value="Nangroe Aceh Darussalam">Nangroe Aceh 

Darussalam</option> 

<option value="Nusa Tenggara Barat">Nusa Tenggara Barat</option> 

 

<option value="Nusa Tenggara Timur">Nusa Tenggara Timur</option> 

<option value="Papua">Papua</option> 

<option value="Riau">Riau</option> 

<option value="Sulawesi Barat">Sulawesi Barat</option> 

<option value="Sulawesi Selatan">Sulawesi Selatan</option> 

<option value="Sulawesi Tengah">Sulawesi Tengah</option> 

<option value="Sulawesi Tenggara">Sulawesi Tenggara</option> 

<option value="Sulawesi Utara">Sulawesi Utara</option> 

<option value="Sumatera Barat">Sumatera Barat</option> 

 

<option value="Sumatera Selatan">Sumatera Selatan</option> 

<option value="Sumatera Utara">Sumatera Utara</option> 

<option value="Yogyakarta">Yogyakarta</option> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

121 

</select></td></tr> 

<tr><td>No Telepon</td><td><input type="text" name="telepon" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Daftar!"/></td></tr> 

</table> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

sesudah  itu kita coba tes di browser, isi formulirnya kemudian tekan submit, dan ups... 

sebab  file insert.php belum di buat maka tampilannya pun seperti itu, oleh sebab  itu 

terlebih dahulu kita balik ke editor notepad++, kemudian disini kita ketikkan variable-

variable yang telah dikirim melalui form.insert.html. 

Oke, kita buat file insert.php, kemudian untuk mengetahui apakah form yang telah di 

buat tadi sudah benar-benar  mengirim semua variablenya kedalam insert.php caranya 

yaitu  dengan  menampilkan semua variable yang sudah di pos, seperti ini :  

<?php 

echo $_POST['nama']."<br/>"; 

echo $_POST['jenis_kelamin']."<br/>"; 

echo $_POST['status']."<br/>"; 

echo $_POST['sekolah']."<br/>"; 

echo $_POST['tahun_ajaran']."<br/>"; 

echo $_POST['pekerjaan']."<br/>"; 

echo $_POST['alamat']."<br/>"; 

echo $_POST['kelurahan']."<br/>"; 

echo $_POST['kecamatan']."<br/>"; 

echo $_POST['kota']."<br/>"; 

echo $_POST['provinsi']."<br/>"; 

echo $_POST['telepon']."<br/>"; 

?> 

 

Kemudian kita cek dengan mengisi kembali form inputan yang ada ... ya lakukan 

pengisian... kemudian tekan submit, dan hasilnya. Oke sesudah  semuanya berhasil 

diinputkan dan juga ditampilkan dalam insert.php, langkah  selanjutnya yang harus kita 

lakukan yaitu , menginsertkan ke database semua yang di inputkan tersebut, kita kembali 

kedalam file insert.php, langkah selanjutnya yaitu  kita coba insertkan ke database 

dengan catatan sebelum dapat menginsertkan ke dalam database kita terlebih dahulu 

koneksikan antara si php dengan mysqlnya ... 

Pertama kita buat terlebih dahulu file koneksinya, dengan nama koneksi.php 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

122 

<?php 

$host = "localhost"; 

$username = "root"; 

$password = ""; 

$database = "_db"; 

 

$koneksi = mysql_connect($host, $username, $password); 

$pilihdatabase = mysql_select_db($database, $koneksi); 

?> 

 

Lalu selanjutnya kita langsung buat file insert.php, diletakkan satu direktori dengan file 

koneksi.php 

<?php 

// kita koneksikan dulu dengan file koneksi.php 

include "koneksi.php"; 

 

// kemudian kita buat variable-variable yang akan kita masukkan ke  

// dalam database nanti 

// diambil dari form inputan ...  

$tanggal_daftar = date("Y-n-d"); 

$nama =  $_POST['nama']; 

$jenis_kelamin = $_POST['jenis_kelamin']; 

$status =  $_POST['status']; 

$sekolah =  $_POST['sekolah']; 

$tahun_ajaran = $_POST['tahun_ajaran']; 

$pekerjaan = $_POST['pekerjaan']; 

$alamat = $_POST['alamat']; 

$kelurahan = $_POST['kelurahan']; 

$kecamatan = $_POST['kecamatan']; 

$kota = $_POST['kota']; 

$provinsi = $_POST['provinsi']; 

$telepon = $_POST['telepon']; 

 

// buat query untuk memasukkan hasil inputan tadi ke dalam database 

$query_insert = "insert into tbl_daftar_(tanggal_daftar, 

nama_pendaftar, jns_kelamin, status, lulusan_sekolah, tahun_ajaran, 

pekerjaan, alamat, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, telp)     

values('$tanggal_daftar', '$nama', '$jenis_kelamin', '$status', 

'$sekolah', '$tahun_ajaran', '$pekerjaan', '$alamat', 

'$kelurahan','$kecamatan', '$kota', '$provinsi','$telepon');"; 

 

// lalu jalankan querynya untuk langsung dapat memasukkannya kedalam  

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

123 

// database.          

   

$insert = mysql_query($query_insert); 

 

// apabila query insert berjalan dengan baik,  

if($insert) 

 { 

// maka  

 echo "Data anda telah berhasil di input ke dalam database ..."; 

 } 

  

// jika querynya gagal, atau ada yang tidak beres dengan koneksi antara  

// php dan mysql 

 

else 

 { 

// maka 

 echo "Gagal insert database ... "; 

 } 

 

?> 

 

Oke sesudah  semua beres, yang perlu kita lakukan yaitu  mencobanya kembali 

untuk mengisi  form inputan yang tadi. Masuk ke dalam browser ... dan kita isi ... lalu 

kita kirim ... dan hasilnya... untuk membuktikan record dalam tbl_daftar_ telah 

terisi kita akan coba buka dalam phpmyadmin. Record telah berhasil di inputkan ke 

dalam database... 

Saya menghimbau kepada anda untuk memperhatikan secara teliti benar salahnya 

query yang akan digunakan dalam php untuk memanipulasi mysql database, sebab  jika 

terjadi kesalahan semua yang diinputkan melalui form itu tidak akan bisa di insertkan 

kedalam database. 

Oke sesudah  perintah insert telah berhasil, kita coba untuk menampilkan yang ada 

dalam database dengan memakai  html table. akan saya jelaskan di subbab 

berikutnya.  

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

124 

6.2 Select Record 

select record, atau menampilkan isi dari suatu table, sama halnya dengan insert query, 

untuk dapat menampilkan isi table memakai  php, terlebih dahulu anda harus 

mengkoneksikan antara php dengan mysql terlebih dahulu. select record benar-benar 

sangat bermanfaat kegunaannya, ketika anda menginputkan suatu artikel diblog dengan  

si programmer memakai  perintah insert untuk dapat menginputkan artikel yang anda 

posting di blog,  kemudian dengan select lah artikelnya dapat ditampilkan di halaman 

index blog anda, atau di dalam kategori, kategori, sehingga jelasnya insert dan select 

merupakan perintah dasar yang benar-benar sangat bermanfaat dalam membuat aplikasi 

berbasis website memakai  php dan mysql.  

 

oke, sebelumnya kita telah menginputkan data memakai  form inputan ke dalam 

database, selanjutnya kita akan  coba menampilkan isi dari database tersebut. caranya 

yaitu  memakai  select, kita buat filenya terlebih  dahulu ...  

 

dengan nama select.php, kita buat filenya 1 direktori dengan koneksi.php yang telah 

dibuat sebelumnya... 

 

<?php 

// kita lakukan koneksi dulu seperti biasanya ...  

include "koneksi.php"; 

 

// buat query yang dapat menampilkan semua isi tbl_daftar_ 

$select = "select * from tbl_daftar_ order by id_daftar desc"; 

 

// jadikan variable $select itu menjadi query yang siap di eksekusi  

// oleh mysql 

$select_query = mysql_query($select); 

?> 

 

<html> 

<head> 

<title>Latihan BAB 6 - Select Record</title> 

</head> 

<body> 

 

// pembuatan table sebelumnya telah saya jelaskan... 

<table style="font-size:11px;font-family:'arial';text-align:center;" 

border='1' width="80%" align='center' > 

<caption><h1>Daftar Calon  Baru</h1></caption> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

125 

<tr><th>No</th><th>Tanggal</th><th>Nama</th><th>Jenis 

Kelamin</th><th>Status</th><th>Lulusan</th><th>Tahun</th> 

<th>Pekerjaan</th><th>Alamat</th><th>Kelurahan</th><th>Kecamatan</th><t

h>Kota</th><th>Provinsi</th><th>Telepon</th> 

<th>Action</th></tr> 

 

<?php 

 

// kemudian kita tampilkan isi yang berada dalam database tadi ...  

while($select_result = mysql_fetch_array($select_query)) 

 

// kita ambil saatu persatu field yang berada dalam 

tbl_daftar_ tadi ...  

$id = $select_result['id_daftar'] ; 

$tanggaldaftar = $select_result['tanggal_daftar'] ; 

$nama = $select_result['nama_pendaftar'] ; 

$jeniskelamin = $select_result['jns_kelamin'] ; 

$status = $select_result['status'] ; 

$lulusan = $select_result['lulusan_sekolah'] ; 

$tahunajaran = $select_result['tahun_ajaran'] ; 

$pekerjaan = $select_result['pekerjaan'] ; 

$alamat = $select_result['alamat'] ; 

$kelurahan = $select_result['kelurahan'] ; 

$kecamatan = $select_result['kecamatan'] ; 

$kota = $select_result['kota'] ; 

$provinsi = $select_result['provinsi'] ; 

$telepon = $select_result['telp'] ; 

 

 

// lalu kita tampilkan dalam bentuk table yang dinamis ke bawah  

// caranya yaitu  dengan menampilkan isi variable didalam tag-tag td  

 

echo "<tr><td>$id</td><td>$tanggaldaftar</td><td>$nama 

</td><td>$jeniskelamin</td><td>$status</td><td>$lulusan</td> 

<td>$tahunajaran</td><td>$pekerjaan</td><td>$alamat</td><td>$kelurahan<

/td><td>$kecamatan</td><td>$kota</td> 

<td>$provinsi</td><td>$telepon</td> 

 

// lalu tutup dengan tag tr ...  

</tr>"; 

 

?> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

126 

</table> 

</body> 

</html> 

 

Oke sudah semua, kemudian kita jalankan file tersebut memakai  browser ...   

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

127 

6.3 Delete Record 

Oke, aksi selanjutnya yang akan kita buat yaitu  aksi delete. delete disini 

nantinya akan digunakan untuk  menghapus record yang dipilih... sebelumnya di bab 3 

saya telah menjelaskan syntax dasar dalam mendelete record, namun di sini kita akan 

coba memperdalam delete record ...  kita masih memakai  file yang sama yakni 

select.php, namun kita akan coba menambahkan form di setiap barisnya untuk dapat 

menjalankan aksi delete dan update record.  

 

 

<?php 

include "koneksi.php"; 

$select = "select * from tbl_daftar_ order by id_daftar desc"; 

$select_query = mysql_query($select); 

?> 

 

<html> 

<head> 

<title>Latihan BAB 6 - Select Record</title> 

</head> 

<body> 

 

<table style="font-size:11px;font-family:'arial';text-align:center;" 

border='1' width="80%" align='center' > 

<caption><h1>Daftar Calon  Baru</h1></caption> 

<tr><th>No</th><th>Tanggal</th><th>Nama</th><th>Jenis 

Kelamin</th><th>Status</th><th>Lulusan</th><th>Tahun</th> 

<th>Pekerjaan</th><th>Alamat</th><th>Kelurahan</th><th>Kecamatan</th><t

h>Kota</th><th>Provinsi</th><th>Telepon</th> 

<th>Action</th></tr> 

 

<?php 

while($select_result = mysql_fetch_array($select_query)) 

$id = $select_result['id_daftar'] ; 

$tanggaldaftar = $select_result['tanggal_daftar'] ; 

$nama = $select_result['nama_pendaftar'] ; 

$jeniskelamin = $select_result['jns_kelamin'] ; 

$status = $select_result['status'] ; 

$lulusan = $select_result['lulusan_sekolah'] ; 

$tahunajaran = $select_result['tahun_ajaran'] ; 

$pekerjaan = $select_result['pekerjaan'] ; 

$alamat = $select_result['alamat'] ; 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

128 

$kelurahan = $select_result['kelurahan'] ; 

$kecamatan = $select_result['kecamatan'] ; 

$kota = $select_result['kota'] ; 

$provinsi = $select_result['provinsi'] ; 

$telepon = $select_result['telp'] ; 

 

echo "<tr><td>$id</td><td>$tanggaldaftar</td><td>$nama</td> 

<td>$jeniskelamin</td><td>$status</td><td>$lulusan</td> 

<td>$tahunajaran</td><td>$pekerjaan</td> 

<td>$alamat</td><td>$kelurahan</td><td>$kecamatan</td><td>$kota</td> 

<td>$provinsi</td><td>$telepon</td> 

<td> 

 

// kemudian kita siapkan sebuah form yang nantinya digunakan untuk  

// menjalankan aksi update dan delete 

// kita buat actionnya itu menuju url yang nanti url tersebut digunakan  

// untuk variable untuk 

// membantu aksi selanjutnya ...  

// lihat di sebelah sini ... hasilnya nanti yaitu  action.php?id=xx ...  

// nah id xx inilah yang nantinya 

// akan kita gunakan untuk membantu aksi selanjutnya seperti proses  

// delete, atau pun edit ... 

 

<form method=\"POST\" action=\"action.php?id=$id\"><input 

type=\"hidden\" value=\"$id\" name=\"id\"> 

 

// kita buat button untuk update 

<input type=\"submit\" name=\"action\" value=\"Update!\"><br /> 

 

// dan kita buat button untuk delete recordnya  

<input type=\"submit\" name=\"action\" value=\"Delete!\"> 

</form> 

</td> 

// lalu tutup dengan tag tr ...  

</tr>"; 

 

?> 

 

</table> 

</body> 

</html> 

 

sesudah  beres semua formnya, langkah selanjutnya yaitu  membuat halaman action.php,  

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

129 

halaman action.php digunakan untuk mendelete ataupun mengupdate record,  dalam sub 

bab ini saya hanya akan menjelaskan bagaimana melakukan delete record  yang dipilih / 

disubmit kan tersebut, di bagian selanjutnya baru akan saya  jelaskan bagaimana cara 

mengupdate recordnya ...  

 

Oke, kita akan buat file action.php ... 

 

Di sini kita akan memakai  url hasil dari table sebelumnya yakni : 

http://localhost/latihanbab6/action.php?id=x 

 

Si x ini lah yang akan kita manfaatkan, mengaksesnya dengan $_REQUEST[]  langsung 

saja ...  

<?php 

// pertama kita ambil aksinya, hal ini diambil berdasarkan dari action  

// form sebelumnya 

// kemudian kita jadikan huruf kecil semua dengan strtolower() 

$action = strtolower($_POST['action']); 

 

// kita ambil url id nya dengan  

$id = $_REQUEST['id']; 

 

// lalu kita cocokkan ketika tombol delete yang ditekan 

if ($action == "delete") 

 { 

 // maka  

 echo "Anda memilih aksi delete pada record $id..."; 

 } 

 

// jika bukan tombol delete yang ditekan  

else  

 { 

 // maka  

 echo "Anda memilih aksi update..."; 

 } 

?> 

 

 

Kita lihat di browser. Kemudian kita klik tombol delete pada salah satu baris, lalu apa 

yang terjadi? Kita kembali ke notepad lalu kita selesaikan querynya ...  

 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

130 

<?php 

// lakukan koneksi terlebih dahulu 

include "koneksi.php"; 

// kemudian ambil aksi dari form  

$action = strtolower($_POST['action']); 

// lalu ambil id dari url  

$id = $_REQUEST['id']; 

 

if ($action == "delete") 

 { 

 echo "Anda memilih aksi delete pada record $id... <br/>"; 

 // buat querynya untuk mendelete record  yang memiliki  

// id yang akan di delete 

 $delete = "delete from tbl_daftar_ where id_daftar =   

'$id'"; 

 // jalankan querynya  

 $delete_query = mysql_query($delete); 

   

 // jika querynya berhasil maka record berhasil di hapus 

 if ($delete_query) {echo "Record $id berhasil dihapus ...";} 

 else {echo "Gagal menghapus record";} 

 

 } 

 

else  

 { 

 echo "Anda memilih aksi update..."; 

 } 

?> 

 

Kita jalankan di browser dan ... ??? 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

131 

6.4 Update Record 

Di subbab ini saya menjelaskan bagaimana melakukan update database, masih 

memakai  contoh yang sama yaitu memakai  database _db dan 

tbl_daftar_. di dalam file action.php kita akan memberikan sedikit sentuhan 

untuk dapat melakukan update record yang dipilih. Jika record update di pilih maka 

tampilkan form, oleh sebab  itu di bagian baris yang berisi kalimat : 

 

echo "Anda memilih aksi update..."; 

 

Di tambahkan menjadi ...  

 

<?php 

// kita includekana koneksi.php untuk menampilkan record yang akan  

// diupdate 

 

include "koneksi.php"; 

$action = strtolower($_POST['action']); 

$id = $_REQUEST['id']; 

 

if ($action == "delete") 

echo "Anda memilih aksi delete pada record $id... <br/>"; 

$delete = "delete from tbl_daftar_ where id_daftar = '$id'"; 

$delete_query = mysql_query($delete); 

if ($delete_query) echo "Record $id berhasil dihapus ..."; 

else echo "Gagal menghapus record"; 

 

else  

 

// buat query untuk menampilkan record yang dipilih ...  

 

$select = "select * from tbl_daftar_ where id_daftar = '$id'"; 

$select_query = mysql_query($select); 

 

// lalu sisipkan field yang akan ditampilkan ke dalam variable... 

while($select_result = mysql_fetch_array($select_query)) 

 { 

  $id = $select_result['id_daftar'] ; 

  $nama = $select_result['nama_pendaftar'] ; 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

132 

  $jeniskelamin = $select_result['jns_kelamin'] ; 

  $status = $select_result['status'] ; 

  $lulusan = $select_result['lulusan_sekolah'] ; 

  $tahunajaran = $select_result['tahun_ajaran'] ; 

  $pekerjaan = $select_result['pekerjaan'] ; 

  $alamat = $select_result['alamat'] ; 

  $kelurahan = $select_result['kelurahan'] ; 

  $kecamatan = $select_result['kecamatan'] ; 

  $kota = $select_result['kota'] ; 

  $provinsi = $select_result['provinsi'] ; 

  $telepon = $select_result['telp'] ; 

// kita tutup terlebih dahulu tagnya, sebab  kita akan membuat form  

// html 

?> 

 

// kita buat formnya disini ...  

// form update dan insert tidak terlalu berbeda,  

// yang jadi perbedaan yaitu  form update itu memiliki value yang  

// isinya itu 

// di ambil dari database ...  

 

<form action="update.php" method="POST"> 

<table border='0' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2></caption> 

 

// sengaja saya buat input dengan type hidden 

// hidden tidak akan tampil, namun nanti akan kita gunakan  

// dalam mengupdate record yang dipilih ...  

// dan valuenya kita isi dengan mengambil dari database yakni id_daftar  

// yang disisipkan kedalam 

// variable id  

 

 

<input type="hidden" name="id" size="30" value="<?php echo $id ; ?>" 

maxlength="50"/> 

 

// begitu juga dengan nama 

// kita tambahkan valuenya dengan mengambil isinya dari database  

 

<tr><td>Nama</td><td><input type="text" name="nama" value="<?php echo 

$nama ; ?>" size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Jenis Kelamin</td><td><input type="radio" name="jenis_kelamin" 

value="pria"/><label for="jenis_kelamin">Pria</label> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

133 

<input type="radio" name="jenis_kelamin" value="wanita"/><label 

for="jenis_kelamin">Wanita</label> 

</td></tr> 

<tr><td>Status</td><td> 

<select name="status"> 

<option value="Pilih Status Anda">Pilih Status Anda</option> 

<option value="menikah">Menikah</option> 

<option value="single">Single</option> 

</select> 

</td></tr> 

<tr><td>Lulusan Sekolah</td><td><input type="text" name="sekolah" 

value="<?php echo $lulusan ; ?>" size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Tahun Ajaran</td><td><select name="tahun_ajaran"> 

<option>Pilih Tahun Ajaran</option> 

<option value="1995">1995</option> 

<option value="1996">1996</option> 

<option value="1997">1997</option> 

<option value="1998">1998</option> 

<option value="1999">1999</option> 

<option value="2000">2000</option> 

<option value="2001">2001</option> 

<option value="2002">2002</option> 

<option value="2003">2003</option> 

<option value="2004">2004</option> 

<option value="2005">2005</option> 

<option value="2006">2006</option> 

<option value="2007">2007</option> 

<option value="2008">2008</option> 

<option value="2009">2009</option> 

<option value="2010">2010</option> 

</select></td></tr> 

<tr><td>Pekerjaan</td><td><input type="text" name="pekerjaan" 

value="<?php echo $pekerjaan ; ?>" size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Alamat</td><td><textarea name="alamat"  cols="30" 

rows="4"><?php echo $alamat ; ?></textarea></td></tr> 

<tr><td>Kelurahan</td><td><input type="text" name="kelurahan" 

value="<?php echo $kelurahan ; ?>" size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Kecamatan</td><td><input type="text" name="kecamatan" 

value="<?php echo $kecamatan; ?>" size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Kota</td><td><input type="text" name="kota" size="30" 

value="<?php echo $kota ; ?>" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Provinsi</td><td> 

<select name="provinsi"> 

<option value="Pilih Provinsi Anda">Pilih Provinsi Anda</option> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

134 

<option value="Bali">Bali</option> 

<option value="Bangka Belitung">Bangka Belitung</option> 

<option value="Banten">Banten</option> 

<option value="Bengkulu">Bengkulu</option> 

 

<option value="Gorontalo">Gorontalo</option> 

<option value="Irian Jaya Barat">Irian Jaya Barat</option> 

<option value="Jabotabekdecipsawcib">Jabotabekdecipsawcib</option> 

<option value="Jambi">Jambi</option> 

<option value="Jawa Barat">Jawa Barat</option> 

<option value="Jawa Tengah">Jawa Tengah</option> 

<option value="Jawa Timur">Jawa Timur</option> 

<option value="Kalimantan Barat">Kalimantan Barat</option> 

<option value="Kalimantan Selatan">Kalimantan Selatan</option> 

 

<option value="Kalimantan Tengah">Kalimantan Tengah</option> 

<option value="Kalimantan Timur">Kalimantan Timur</option> 

<option value="Kepulauan Riau">Kepulauan Riau</option> 

<option value="Lampung">Lampung</option> 

<option value="Lokasi Lain-lain">Lokasi Lain-lain</option> 

<option value="Maluku">Maluku</option> 

<option value="Maluku Utara">Maluku Utara</option> 

<option value="Nangroe Aceh Darussalam">Nangroe Aceh 

Darussalam</option> 

<option value="Nusa Tenggara Barat">Nusa Tenggara Barat</option> 

 

<option value="Nusa Tenggara Timur">Nusa Tenggara Timur</option> 

<option value="Papua">Papua</option> 

<option value="Riau">Riau</option> 

<option value="Sulawesi Barat">Sulawesi Barat</option> 

<option value="Sulawesi Selatan">Sulawesi Selatan</option> 

<option value="Sulawesi Tengah">Sulawesi Tengah</option> 

<option value="Sulawesi Tenggara">Sulawesi Tenggara</option> 

<option value="Sulawesi Utara">Sulawesi Utara</option> 

<option value="Sumatera Barat">Sumatera Barat</option> 

 

<option value="Sumatera Selatan">Sumatera Selatan</option> 

<option value="Sumatera Utara">Sumatera Utara</option> 

<option value="Yogyakarta">Yogyakarta</option> 

</select></td></tr> 

<tr><td>No Telepon</td><td><input type="text" name="telepon" size="30" 

value="<?php echo $telepon ; ?>" maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Update!"/></td></tr> 

.

Bab 6: Mengedit Database dengan Form 

 

   

 

135 

</table> 

</form> 

 

<?php 

 } 

?> 

 

sesudah  semua beres, selanjutnya kita tinggal eksekusi dengan memilih tombol update 

lalu kita coba lakukan update dan ?? Mantap! 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

136 

Bab 7: 

Lebih Jauh dengan Form 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.1  Validasi Hasil Input 

Di bagian ini saya akan jelaskan bagaimana cara seorang web developer itu 

mengecek hasil inputan yang di lakukan oleh user, sebagai contohnya misalkan user akan 

melakukan pendaftaran sebagai  baru, namun form di bagian nomor 

teleponnya itu di kosongkan, sedangkan syarat untuk mendaftar yaitu ,  bagian nomor 

telepon itu harus di isi, nah bagaimana menangani ini sehingga nanti jika ada user yang 

mengosongkan nomor telepon nya si user tersebut diperintahkan kembali untuk mengisi 

form bagian nomor telepon.  

Atau contoh lainnya misalkan ketika user menginputkan namanya pada nomor 

telepon,  hal ini tentu  saja  salah, namun bagaimana cara untuk menangani ini, jadi ketika 

user memasukkan nama  pada inputan nomor  telepon akan ditolak dan diberikan 

warning, jika yang diinputkan itu salah. Saya akan coba jelaskan contoh kasus yang 

pertama, ketika kondisi si user itu mengosongkan salah satu bagian form. untuk 

mengetahui kosong atau tidaknya suatu variable itu diwakilkan dengan fungsi !empty(). 

Penulis akan coba jelaskan contoh kasusnya, pertama kita buat form nya terlebih dahulu : 

<html> 

<head><title>Form Insert</title></head> 

<body> 

 

<form action="insert.php" method="POST"> 

<table border='0' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2><p><?php echo 

$warning ; ?></p> 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

137 

</caption> 

 

<tr><td>Nama</td><td><input type="text" name="nama" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Jenis Kelamin</td><td><input type="radio" name="jenis_kelamin" 

value="pria"/><label for="jenis_kelamin"> 

Pria</label> 

<input type="radio" name="jenis_kelamin" value="wanita"/><label 

for="jenis_kelamin">Wanita</label> 

</td></tr> 

<tr><td>Alamat</td><td><textarea name="alamat" cols="30" 

rows="4"></textarea></td></tr> 

<tr><td>No Telepon</td><td><input type="text" name="telepon" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Daftar!"/></td></tr> 

</table> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

Ini form yang terdiri dari nama, jenis kelamin, alamat, dan nomor telepon. Kita lihat di 

browser selanjutnya kita akan buat untuk bagian validasinya, yakni file insert.php. 

<?php 

// jika user mengosongkan nama 

// ini juga berlaku jika anda mengosongkan semuanya ... 

// yang pertama kali di cek yaitu  bagian ini ...  

 

if (empty($_POST['nama'])) 

 echo "Anda mengosongkan Nama..."; 

 

// jika user mengosongkan jenis kelamin 

else if (empty($_POST['jenis_kelamin'])) 

 echo "Anda mengosongkan jenis kelamin..."; 

 

// jika user mengosongkan alamat 

else if (empty($_POST['alamat'])) 

 echo "Anda mengosongkan alamat"; 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

138 

 

// ini berarti mengosongkan nomor telepon 

else if (empty($_POST['telepon'])) 

 echo "Anda mengosongkan no telepon ... "; 

 

else 

 echo "Semua terisi dan proses input ke database bisa di lakukan 

disini ... "; 

?> 

 

lalu kita cek di browser dengan mengisi formnya, dan kita klik submit, dan apa yang 

terjadi ... 

 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

139 

7.2 Memfilter Format yang salah 

Contoh dalam memfilter format yang salah bisa kita temui ketika kita mengisi form 

registrasi di bagian  inputan untuk email, ketika kita salah mengetik format email dengan 

salah, misalnya  namaemail@yahoocom tanpa tanda titik sesudah  yahoo, maka akan ada 

warning jika format email yang kita masukkan itu salah, ada juga contoh kasus lain 

misalnya ketika kita salah mengisi tanggal lahirnya, ada situs yang memberikan  format 

seperti ini 24-01-1987, namun kemudian kita mengisinya dengan 24-Januari-1987, maka 

akan ada warning jika format yang di isi itu salah.  Solusinya yaitu  kita memakai  

regular expression, saya hanya menjelaskan sedikit saja regular expression sesuai dengan 

contoh kasus, sebab  untuk regular expression itu sendiri butuh satu bahasan terperinci 

saking banyaknya sub sub dalam regular expression.  

Regular expression merupakan suatu pola yang dapat mencocokan kalimat sesuai 

dengan format yang kita inginkan. Sebelum beranjak ke regular expression kita akan 

coba terlebih dahulu membuat form dan mengecek format data yang di inputkan, apakah 

data yang diinput itu berupa angka atau numeric, huruf atau string, apakah data yang di 

input itu sebuah array??  Kita buat form terlebih dahulu :  

 

<html> 

<head><title>Form Check Input</title></head> 

<body> 

 

<form action="check_input.php" method="POST"> 

<table border='0' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2><p><?php echo 

$warning ; ?></p> 

</caption> 

 

<!-- di sini saya coba membuat 6 inputan, yang isinya ada yang terdiri 

dari huruf saja dan ada yang terdiri angka saja  --> 

 

<tr><td>Nama</td><td><input type="text" name="nama" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td>Jenis Kelamin</td><td><input type="radio" name="jenis_kelamin" 

value="pria"/><label for="jenis_kelamin">Pria</label> 

<input type="radio" name="jenis_kelamin" value="wanita"/><label 

for="jenis_kelamin">Wanita</label> 

</td></tr> 

<tr><td>Tanggal Lahir</td><td><input type="text" name="tanggal_lahir" 

size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

140 

<tr><td>Alamat</td><td><textarea name="alamat" cols="30" 

rows="4"></textarea></td></tr> 

<tr><td>No Telepon</td><td><input type="text" name="telepon" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Daftar!"/></td></tr> 

</table> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

Kemudian selanjutnya kita akan membuat satu buah file yang dapat mengecek, format 

data yang diinputkan tersebut apakah angka saja atau huruf saja atau terdapat kedua-

duanya. Hal ini menentukan untuk proses selanjutnya. Kita buat satu halaman dengan 

nama check_input.php 

 

<?php 

// kita cuma akan mengambil sampel untuk nama dan telepon saja... 

// selebihnya bisa anda praktikan nanti 

 

$nama = $_POST['nama']; 

$telepon = $_POST['telepon']; 

 

// jika nama yang di inputkan itu terdiri dari angka saja  

if (is_numeric($nama)) 

 { 

// maka berikan warning jika yang di masukkan itu bertipe numeric... 

 echo "<strong>Nama yang anda masukkan bertipe numeric</strong>, 

silahkan isi kembali dengan string...<br />"; 

 } 

 

// dan apabila nama yang diinputkan itu bertipe string  

else if (is_string($nama)) 

 { 

 echo "<strong>Nama yang anda masukkan bertipe string </strong>   

      <br />"; 

 } 

 

else 

 { 

 echo "Anda harus memasukkan nama dalam format string...<br />"; 

 } 

 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

141 

 

// begitu juga dengan nomor telepon, apabila yang diinputkan itu  

// bertipe numeric 

if (is_numeric($telepon)) 

 { 

// maka ...  

 echo "<strong>Nomor Telepon</strong> yang anda masukkan <strong> 

bertipe numeric</strong><br />"; 

 } 

 

else 

 { 

// maka  

 echo "Anda harus memasukkan nama dalam format numeric...<br />"; 

 } 

?> 

 

 

Regular expression 

Penggunaan regular expresion sebagai contohnya di temui dalam  pengisian tanggal 

lahir, mencocokan format tanggal lahir, sehingga inputan yang di masukkan oleh user 

nanti bisa seragam mengikuti format yang benar. seperti yang saya katakan sebelumnya, 

misalkan format yang kita inginkan  ketika user menginput tanggal yaitu  24-01-1987, 

ketika ada user yang menginput 24-Januari-1987 maka akan terdapat peringatan jika 

format yang di masukkan itu yaitu  salah. Solusinya yaitu  kita memakai  regular 

expression, pertama kita akan buat formnya terlebih dahulu ...  

 

<html> 

<head><title>Form Check Input</title></head> 

<body> 

 

<form action="regex1.php" method="POST"> 

<table border='0' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2><p><?php echo 

$warning ; ?></p> 

</caption> 

 

<tr><td>Tanggal Lahir</td><td><input type="text" name="tanggal_lahir" 

size="30" maxlength="50"/></td></tr> 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

142 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Daftar!"/></td></tr> 

</table> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

 

kemudian file regex1.php  

 

<?php 

// kita ambil variable yang di ambil dari form inputan, yakni  

// tanggallahir 

$tanggallahir = $_POST['tanggal_lahir']; 

 

// kemudian kita buat pola dari tanggal lahir  

// apabila kita lihat di sini  

// ([0-9]{2})-([0-9]{2})-([0-9]{4}) 

 

// ([0-9]{2}) 

// kita tahu bahwa tanggal itu memiliki 2 digit yang isinya terdiri  

// dari angka 0 - 9  

 

// ([0-9]{2}) 

// kita tahu bahwa bulan itu memiliki 2 digit yang isinya terdiri dari 

// angka 0 - 9  

 

// ([0-9]{4}) 

// dan untuk tahun itu memiliki 4 digit angka yang terdiri dari angka 0  

// - 9  

 

// dan tanda -  

// itu membuat tanggalnya nanti memiliki bentuk seperti ini ... xx-xx- 

// xxxx 

 

if (!ereg ("([0-9]{2})-([0-9]{2})-([0-9]{4})", $tanggallahir, 

$bagiantanggal)) 

 { 

  // perintah !ereg digunakan untuk mencocokan tanggallahir  

  // apakah sudah sesuai dengan formatnya  

  // yang ditentukan 

  // dan variable $bagiantanggal ini digunakan untuk  

  // memetakan tanggal lahir yang di masukkan ... 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

143 

  echo "Format yang anda masukkan salah ..."; 

 } 

 

else 

 { 

  // sehingga hasilnya nanti seperti ini ...  

  echo "Tanggal : $bagiantanggal[1]<br />"; 

  echo "Bulan : $bagiantanggal[2]<br />"; 

  echo "Tahun : $bagiantanggal[3]<br />"; 

 } 

 

?> 

 

 

Kita coba lakukan testing di browser ... dan hasilnya ... begitu juga dengan format email 

kita buat terlebih dahulu formnya  

 

<html> 

<head><title>Form Check Input</title></head> 

<body> 

 

<form action="regex2.php" method="POST"> 

<table border='0' width='35%' cellpadding='2'  cellspacing='2' 

align='center'> 

<caption><h2>Formulir Pendaftaran  Baru</h2><p><?php echo 

$warning ; ?></p> 

</caption> 

<tr><td>Email</td><td><input type="text" name="email" size="30" 

maxlength="50"/></td></tr> 

<tr><td></td><td><input type="submit" name="kirim" 

value="Daftar!"/></td></tr> 

</table> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

Kemudian kita proses email yang di masukkan dalam file regex2.php ... 

 

<?php 

$email = $_POST['email']; 

 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

144 

if (!eregi("^[_a-z0-9-]+(\.[_a-z0-9-]+)*@[a-z0-9-]+(\.[a-z0-9-

]+)*(\.[a-z]{2,3})$", $email)) 

 { 

  echo "Alamat Email anda Salah ..."; 

 } 

 

else 

 { 

  echo "Alamat Email yang anda masukkan yaitu  $email"; 

 } 

?> 

 

anda bisa mendalami regex lebih dalam dengan membaca tutorial-tutorial yang saya 

bawakan di ilmuwebsite.com di dalam file latihan saya menyediakan satu file berisi 15 

pola regex yang sering digunakan oleh  web developer. dan tentunya memakai  php.  

 

 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

145 

7.3 Mengupload file 

Dalam pembuatan aplikasi berbasis web, mengupload file merupakan sesuatu yang 

sangat di perlukan dalam php, syntax untuk mengupload file pun sudah di sediakan ... ada 

sedikit perbedaan antara form yang biasa dengan form yang digunakan untuk 

mengupload file. Terdapat satu atribut tambahan untuk form tersebut, kita coba akan buat 

terlebih dahulu form  yang digunakan untuk mengupload file nantinya ... 

 

<html> 

<head> 

<title>Form Upload</title> 

</head> 

<body> 

<form enctype="multipart/form-data" action="upload.php" method="post"> 

<p> 

<!-- MAX_FILE_SIZE digunakan untuk membatasi size/ukuran file yang akan  

di upload --> 

<input type="hidden" name="MAX_FILE_SIZE" value="102400" /> 

 

<input type="file" name="file" /><br/> 

<input type="submit" value="upload!" /> 

</p> 

</form> 

</body> 

</html> 

 

Kita coba lihat dulu di browser. Oke, selanjutnya kita akan membuat sebuah file untuk 

menerima inputan dari form upload tersebut untuk selanjutnya di letakkan di server 

dalam folder yang terpilih. dalam hal ini saya meletekkannya dalam folder upload, namun 

terlebih dahulu kita buat 1 buah folder dengan nama upload. sesudah  beres kita coba buat 

script untuk menyimpan file yang di upload ke dalam folder upload tersebut  :  

 

<?php 

// ketika filenya dikirim ...  

if ( isset( $_FILES['file'] ) ) { 

 

// file yang dikirim memiliki atribut sesuai dengan nama input file  

// pada formnya 

// tadi saya membuat input file upload dengan nama file 

// sehingga dalam mengakses nama file tersebut  

// kita cukup memanggil $_FILES['file']['nama'] 

// seperti ini  

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

146 

    echo "name: ".     $_FILES['file']['name']."<br />"; 

// begitu juga jika ingin mengetahui atribut yang lain seperti sizenya,  

// tmp_namenya, 

// type data yang di upload... 

// dan lain lain sebagainya .. 

 

    echo "size: ".     $_FILES['file']['size']." bytes<br />"; 

    echo "temp name: ".$_FILES['file']['tmp_name']."<br />"; 

    echo "type: ".     $_FILES['file']['type']."<br />"; 

    echo "error: ".    $_FILES['file']['error']."<br />"; 

 

// lakukan pemilihan file 

// disini hanya dapat menerima file dengan tipe image/jpeg 

// atau gmabar ... 

// jika gambar yang di upload itu bertipe jpep atau gambar  

 

    if ( $_FILES['file']['type'] == "image/jpeg" ) { 

// kemudian ambil letak file temporary,  

// ini dilakukan sebab  ketika file itu di upload 

// server php dalam hal ini apache secara otomatis meletakkannya  

// sebagai temporary file  

        $source = $_FILES['file']['tmp_name']; 

 

// kemudian buat target atau akan di letakkan di mana file tersebut  

        $target = "./upload/".$_FILES['file']['name']; 

 

// sesudah  file temporarinya sudah di definisikan 

// dan kemudian file tujuan akhir, atau akan di letakkan di mana file  

// yang akan di upload tadi  

// selanjutnya yaitu  memindahkan file temporari tersebut ke dalam  

// folder tujuan, yakni folder upload  

        move_uploaded_file( $source, $target ); 

   

// untuk mendapatkan ukuran atau size dari image yang di upload ... 

        $size = getImageSize( $target ); 

   

// kemudian tampilkan image yang telah di upload tersebut ke dalam  

// halaman yang saat ini di akses ...  

// dalam hal ini file tersebut yaitu  upload.php 

        $imageupload = "<p><img width=\"$size[0]\" height=\"$size[1]\" 

" . "src=\"$target\" alt=\"uploaded image\" /></p>"; 

 

        echo $imageupload; 

    } 

.

Bab 7: Lebih Jauh dengan Form 

   

 

147 

?> 

 

Oke, langsung saja kita tes di browser ... dan hasilnya yaitu  ... file yang di upload 

akan secara otomatis di kopikan kedalam folder upload, ini bisa anda lihat pada direktori 

c:\xampp\htdocs\xxx\upload. Oke sesudah  semua selesai anda bisa coba untuk 

mengulangnya kembali agar anda semakin terbiasa dan mahir nantinya ... 

Selanjutnya saya akan bahas bab 8 mengenai pengiriman email memakai  php. 

 

 

 

.

Bab 8: Mengirim Email memakai  PHP 

 

   

 

148 

Bab 8: 

Mengirim Email 

memakai  PHP 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8.1  Mulai mengirim email 

Ketika seorang user melakukan pendaftaran akun pada suatu website, secara 

otomatis biasanya website tersebut mengirim email yang memberitahukan jika user 

tersebut telah terdaftar, dan perlu di lakukan aktivasi sebelum dapat digunakan. Begitu 

juga ketika pemberitahuan akan adanya news update, seorang admin website secara 

otomatis mengirimkan berita melalui email secara otomatis.  

Fitur email biasanya di sediakan oleh hosting yang anda bayar, di localhost pun 

anda bisa mengirim email dengan fasilitas mercury dari xampp, namun saya tidak akan 

menjelaskan untuk setting email memakai  mercury di localhost, sebab  untuk 

mengirim email anda memerlukan DNS Server yang memiliki IP Publik tersendiri 

sehingga dapat mengirim email, dan email yang di kirim pun jika DNS nya tidak 

teregistrasi maka akan di anggap sebagai bulk email atau spammer, oleh sebab  di sini 

saya hanya jelaskan bagaimana mengirim email pada hosting. Oke pertama siapkan 

terlebih dahulu hostingya ... untuk percobaan anda dapat memakai  hosting-hosting 

yang gratisan. Sebagai contohnya di sini saya akan memakai  

http://www.byethost.com/ Anda dapat melakukan registrasi terlebih dahulu di situ. 

sesudah  beres, kita coba masuk ke dalam salah satu direktori. Terus kita buat filenya  

mail.basic.php , untuk mengirim email memakai  php, syntaxnya yaitu  seperti ini : 

mail(to,subject,message,header,parameter)  

 

.

Bab 8: Mengirim Email memakai  PHP 

 

   

 

149 

sehingga di mail.php kita ketika seperti ini, sebagai contoh ... 

 

<?php 

$to = alkemail@gmail.com 

$subject = "Email Contoh"; 

$message = "Ini yaitu  email Contoh ... "; 

$header = "From: <alk@bytehouse.com>"; 

// kemudian untuk mengirim email  

 

$sent = mail($to, $subject, $message, $header); 

 

if($sent) 

 { 

  echo "Email contoh sudah terkirim..."; 

 } 

else  

 { 

  echo "Gagal kirim email!"; 

 } 

?> 

 

 

 

 

.

Bab 8: Mengirim Email memakai  PHP 

 

   

 

150 

8.2 Mengirim email dalam bentuk HTML 

Antara Mengirim email bentuk biasa, dengan mengirim email dalam bentuk html, 

tidak terlalu berbeda, yang jadi perbedaan hanya di bagian headernya saja, di dalam email 

format html anda perlu menambahkan beberapa atribut ke dalam header. Di mana header 

inilah yang berperan penting untuk menjelaskan kepada email reader itu sebagai email 

dalam format html. Sebagai contohnya ... kita akan buat satu buah script yang dapat  

mengirim email memakai  HTML.  

 

<?php 

$to = alkemail@gmail.com 

$subject = "Email Contoh"; 

$message = "<h1>Ini yaitu  email Contoh</h1>... <br />Tutorial Terbaru 

Web Development silahkan kunjungi ...  

   <a 

href=http://www.ilmuwebsite.com>Ilmuwebsite.com</a>"; 

 

// Always set content-type when sending HTML email 

$header = "MIME-Version: 1.0" . "\r\n"; 

$header .= "Content-type:text/html;charset=iso-8859-1" . "\r\n"; 

 

$header .= 'From: <alk@bytehouse.com>'. "\r\n"; 

$header .= 'Cc: <myboss@example.com>' . "\r\n"; 

 

$sent = mail($to, $subject, $message, $header); 

 

if($sent) 

 { 

  echo "Email contoh sudah terkirim..."; 

 } 

else  

 { 

  echo "Gagal kirim email!"; 

 } 

?> 

 

oke, langsung saja kita coba ... 

 

 

 

.

Bab 8: Mengirim Email memakai  PHP 

 

   

 

151 

8.3 Menyisipkan gambar dalam email format html 

Untuk menyisipkan gambar dalam email format html, anda cukup memanggil letak 

gambarnya saja, kemudian di letakkan di bagian src nya ... sama seperti ketika anda 

membuat halaman html yang memuat gambar. Kita buat script untuk mengirim email .. 

 

<?php 

$to = alkemail@gmail.com 

$subject = "Email Contoh"; 

$message = "<h1>Ini yaitu  email Contoh</h1>... <br />Tutorial Terbaru 

Web Development silahkan kunjungi ...  

   <a href = 'http://www.ilmuwebsite.com' > 

Ilmuwebsite.com </a> <br /> 

   <img src='http://xxx.xxxx.xxxx'/>"; 

 

// Always set content-type when sending HTML email 

$header = "MIME-Version: 1.0" . "\r\n"; 

$header .= "Content-type:text/html;charset=iso-8859-1" . "\r\n"; 

 

$header .= 'From: <alk@bytehouse.com>'. "\r\n"; 

$header .= 'Cc: <myboss@example.com>' . "\r\n"; 

 

$sent = mail($to, $subject, $message, $header); 

 

if($sent) 

 { 

  echo "Email contoh sudah terkirim..."; 

 } 

else  

 { 

  echo "Gagal kirim email!"; 

 } 

?> 

 

 

 

 

 

.

 

Bab 9: Autentikasi dengan htaccess, htpasswd, Session dan Cookies 

 

   

 

152 

Bab 9: 

Autentikasi dengan 

htaccess, htpasswd, 

Session dan Cookies 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.1  memakai  Session dan Cookies untuk halaman login 

Session dan Cookies boleh dibilang merupakan sesuatu yang sangat penting dalam 

pembagian hak akses, antara user yang belum login, dengan user yang sudah login... 

dalam wordpress misalnya, cuma user yang sudah login saja yang bisa memposting 

artikel, namun user yang belum login tidak bisa melakukannya. Contoh yang lain... 

misalkan dalam forum, anda tidak diperkenankan membuat thread baru jika anda belum 

melakukan login, mungkin contoh yang lainnya, anda tidak bisa membuat wall status 

baru jika anda belum login ke facebook anda.  

Semua berhubungan dengan login, namun apa yang berada di balik kode-kode login 

tersebut, hampir semua login pada aplikasi web atau website itu memakai  session 

dan cookies untuk membedakan kondisi user yang sudah login dan belum login, namun 

sebelum mengetahui lebih lanjut,  saya akan coba jelaskan terlebih dahulu apa itu session 

dan apa itu cookies... 

 

Session 

Session merupakan variable global yang jika diregistrasikan atau didefinisikan 

maka variable tersebut dapat di akses di halaman manapun. ketika kita meregistrasikan 

session, maka php akan kepada browser untuk menyimpan session yang ada, sehingga 

.

 

Bab 9: Autentikasi dengan htaccess, htpasswd, Session dan Cookies 

 

   

 

153 

session disimpan oleh browser sementara mirip dengan pengandaian sebuah tiket masuk. 

setiap halaman php yang membutuhkan adanya login akan mengecek apakah variable  

sessionnya sudah diregistrasikan. jika sudah maka, halaman php tersebut akan 

mempersilahkan user dapat mengaksesnya...  

Oke, sebab  session memiliki tugas khusus dan session bertugas sebagai variable 

global yang dapat di akses di halaman mana saja, sehingga session pun membutuhkan 

fungsi tersendiri untuk dapat menjalankannya.  

Standarnya membuat session yaitu  seperti ini : 

<?php 

// fungsinya terlebih dahulu 

session_start(); 

 

// dan standarnya setiap session_start digunakan 

// dan ketika user mengakses halaman tersebut biasanya memiliki  

// session_id tersendiri kita tes 

echo session_id(); 

 

// session_id(() akan selalu berbeda setiap anda menjalankan browser 

?> 

 

kita akan buat 2 buah file, file pertama digunakan untuk meregistrasikan/mengeset 

session, file yang kedua  berguna sebagai halaman untuk mengetes apakah sessionnya 

telah berfungsi dengan benar, jika benar maka file yang kedua itu dapat menampilkan isi 

dari session yang sebelumnya telah diregistrasikan pada halaman pertama ... 

 

 

file pertama, session_reg_first.php :  

 

<?php 

// untuk membuat session, diperlukan fungsi khusus yang dapat  

// memproduksi session 

// yakni, dan jangan lupa untuk meletakkan sessio_start di baris paling  

// awal sesudah  <?php  

 

session_start(); 

 

$_SESSION['first'] = "saya yaitu  session"; 

echo "Anda telah meregistrasikan session berisi '<strong>". 

$_SESSION['first'] . "</strong>'"; 

session_destroy(); 

.

 

Bab 9: Autentikasi dengan htaccess, htpasswd, Session dan Cookies 

 

   

 

154 

?> 

<br /> 

<a href="other_page.php">klik di sini untuk pindah halaman</a> 

 

kemudian file selanjutnya other_page.php :  

<?php 

session_start(); 

echo "Anda telah membuat session di halaman sebelumnya, berisi 

'<strong>" . $_SESSION['first']."</strong>'"; 

session_destroy(); 

?> 

 

 

Kita coba tes di browser. Begitu juga jika anda ingin mengakses session yang telah dibuat 

pada halaman lain. Misalkan kita buat satu buah file sembarang yang file ini juga di coba 

untuk mengakses. Kita beri nama file tersebut misalnya random.php 

 

<?php 

// jangan lupa untuk memasukkan fungsi session_start setiap akan  

// meregistrasi atau mengakses session 

session_start(); 

// kita coba akses variable session yang telah di set 

echo "isi dari session yang aktif ".$_SESSION['first']; 

?> 

 

 

Menghapus atau menonaktifkan Session 

Ada satu pertanyaan bagaimana caranya untuk menonaktifkan atau menghilangkan 

session yang telah dibuat : 

 

<?php 

session_start(); 

unset($_SESSION['first']); 

echo "Isi '$_SESSION[first]' yaitu  ... = " . $_SESSION['first']; 

// jika ingin memusnahkan semua session yang ada  

// anda dapat memakai  session_destroy 

// biasanya hal ini digunakan ketika proses logout terjadi 

// semua session yang ada benar-benar di hapus 

// penggunaanya yaitu  seperti ini  

session_destroy(); 

.

 

Bab 9: Autentikasi dengan htaccess, htpasswd, Session dan Cookies 

 

   

 

155 

echo "<br />Semua session telah di hapus ..."; 

?> 

 

 

Cookie 

Jika session itu akan berakhir ketika browser ditutup, namun jika cookie itu akan berakhir 

pada waktu yang ditentukan oleh web developer sebelumnya. Contoh penggunaan cookie 

yaitu  seperti ini :  

 

// pertama kita buat terlebih dulu file cookie1.php 

<?php 

// lalu di sini kita siapkan variable untuk cookienya 

$isicookie = "ini yaitu  isi dari cookie"; 

// kemudian kita buat cookienya dengan lama waktu 1 jam misalnya ... 

// di hitung dengan memakai  satuan waktu detik 

setcookie("cookie1", $isicookie, time()+3600); 

// untuk dapat mengakses cookie anda dapat memakai  sintax  

echo $_COOKIE["cookie1"]; 

?> 

 

Dan misalkan kita ingin mengakses cookie di halaman yang lain juga bisa, kita buat 

halaman lain untuk mengakses cookie : 

<?php 

// kemudian langsung akses variable cookienya 

echo $_COOKIE["cookie1"]; 

?> 

 

Begitu jika ingin menghapus atau menghilangkan cookie yang ada, kita buat satu buah 

file lagi deletecookie.php 

<?php 

// hapus cookie yang ada dengan unset 

unset($_COOKIE['cookie1']); 

echo $_COOKIE['cookie1']; 

?> 

.



Studi kasus Sistem 

Informasi Administrasi 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sesudah  kita mendalami bagaimana memakai  PHP dan MySQL pada bab-bab 

sebelumnya, tentunya saat ini pengetahuan anda akan PHP dan MySQL jelas berbeda 

ketika anda belum membaca ebook buatan penulis yang ganteng ini . Setidaknya yang 

saya harapkan dari pembuatan ebook php ini yaitu  skill anda sekarang sedikit  

bertambah dari sebelumnya, jika saat ini masih terdapat kesamaan dengan sebelumnya, 

berarti saya menyarankan kepada anda untuk melihat ebook php ini dari awal sekali lagi, 

namun jika anda telah berkali kali melihat ebook php ini dan tidak ada penambahan skill, 

maka sebaiknya anda mengirimkan pertanyaan ke email saya di alkemail@gmail.com.  

Skill dasar hingga menengah untuk php dan mysql telah didapatkan, nah sekarang 

bagaimana mengimplementasi skill yang telah kita dapatkan sebelumnya. Oke, kita akan 

membuat sistem informasi Administrasi . 

Namun Sistem Informasi Yang satu ini pun memiliki beberapa fitur layaknya 

sebuah blog, anda dapat memasukkan berita/artikel, dan user bisa memberikan komentar 

dari berita/artikel yang anda masukkan. 

 

Sistem Informasi Administrasi ini memiliki fitur antara lain :  

1. Form Pendaftaran  (FrontEnd) 

2. Daftar Calon  Baru (BackEnd) 

.

  

 

   

 

157 

3. Form Pengisian Nilai  (BackEnd) 

4. Daftar Nilai  (BackEnd) 

5. Fitur News/Article Update Ala Blog (Frontend BackEnd) 

6. Fitur Comment Article Ala Blog (FrontEnd) 

 

 

FrontEnd disini berarti, di peruntukkan untuk user/publik saja yang bisa melihat. 

Sedangkan BackEnd disini berarti, hanya si aadmin saja yang dapat mengakses, termasuk 

didalamnya menambah, melihat, mengedit, ataupun menghapus. (CRUD) Create, Read, 

Update, Delete. 

 

 

.

  

 

   

 

158 

10.1 Merancang Sistem Informasi 

Hampir dalam semua bidang, ketika kita akan membuat satu produk, baik itu dari 

bidang kimia, mesin, dan lain sebagainya, semua di rancang terlebih dahulu, sebelum 

akhirnya benar-benar di buat. Perancangan ini perlu sebab , dalam perancangan inilah 

semuanya benar-benar diperhitungkan secara matang. 

Dalam proses perancangan sistem informasi, yang harus dibuat pertama kalinya 

yaitu , desain dari aplikasi yang akan kita buat. Biasanya saya sendiri mengawalinya 

dengan pseudo code, artinya rancangan yang berada dalam otak kita, apa yang akan kita 

buat, dan selanjutnya kita konversikan ke dalam desain interface. Di sini saya hanya akan 

menjelaskan desain interface nya saja.  Berdasarkan fitur-fitur yang kita inginkan, ada 

beberapa desain interface yang akan kita buat. 

 

Kita bagi berdasarkan peletakkan halaman, satu untuk admin dan satu untuk user/public 

 

admin 

 Halaman Login Admin 

 Halaman Pengisian Nilai  

 Halaman Daftar Nilai  

 Halaman Daftar  

 Halaman Daftar Calon  Baru 

 Halaman Pembuatan/Penambahan/Pengeditan Artikel Baru 

 Halaman Daftar Artikel 

 Halaman User Edit+Delete+Add 

 Halaman Edit+Delete Komentar 

 

 

user/publik 

 Halaman Login 

 Halaman Registrasi User Baru 

 Halaman Pendaftaran  Baru 

 Halaman Komentar 

 Halaman Melihat Nilai  

 

 

 

.

  

 

   

 

159 

10.2 Mempersiapkan database 

Table yang harus dipersiapkan dalam pembuatan sistem informasi berbasis web yang 

telah kita rancang  sebelumnya : 

tbl_cln_mhsiswa 

tbl_mhsiswa 

tbl_user 

tb_user_profile 

tbl_nilai_ 

tbl_artikel 

tbl_komentar 

 

create table tbl_cln_ (id_daftar int(5) auto_increment primary 

key, tanggal_daftar date, nama_pendaftar varchar(75), jns_kelamin 

varchar(15), status varchar(35),  lulusan_sekolah varchar(75), 

tahun_ajaran varchar(30), tgl_lahir date,  pekerjaan varchar(120), 

alamat varchar(200), kelurahan varchar(45), kecamatan varchar(45), kota 

varchar(45), provinsi varchar(45),   telp varchar(50), email 

varchar(55), website varchar(75)); 

      

create table tbl_mhsiswa (id_ int(5) auto_increment primary 

key, nama_ varchar(75), jns_kelamin varchar(15), tgl_lahir 

date, status varchar(35), jurusan varchar(75),  nim int(15), 

lulusan_sekolah varchar(75), tahun_ajaran varchar(30), pekerjaan 

varchar(75), alamat varchar(200),  kelurahan varchar(45), kecamatan 

varchar(45), kota varchar(45), provinsi varchar(75), telp varchar(50), 

email varchar(55), website varchar(75)); 

       

create table tbl_user_profile (id_user int(5) auto_increment primary 

key, nama varchar(75), tgl_lahir date, jns_kelamin varchar(15), status 

varchar(50), pekerjaan varchar(50),  alamat varchar(200), kelurahan 

varchar(75), kecamatan varchar(75),  kota varchar(75), provinsi 

varchar(75), telp varchar(50), email varchar(55), website varchar(75)); 

            

create table tbl_nilai_ (id_nilai int(5) auto_increment 

primary key, nim int(20), mata_kuliah varchar(50), nilai_ 

varchar(3), dosen_mata_kuliah varchar(50)); 

 

create table tbl_artikel (id_artikel int(5) auto_increment primary key, 

tanggal_publish date, penulis varchar(50), judul_berita varchar(200), 

isi_berita text, status varchar(20)); 

         

create table tbl_komentar (id_komentar int(5) auto_increment primary 

key, id_berita_kampus int(5),  tanggal_komentar date, status 

.

  

 

   

 

160 

varchar(20), nama varchar(75), isi_komentar text, email varchar (50), 

website varchar(50)); 

    

create table tbl_user  (id_user int(5) auto_increment primary key, 

username varchar(50), password varchar(128), level varchar(50)); 

 

Atau bisa juga langsung melalui file latihan10.sql yang disertakan dalam 

filelatihanbab10. Itu yaitu  daftar dari table yang dibutuhkan dalam membuat sistem 

administrasi   sederhana namun bersifat fundamental. 

 

 


10.3  Mempersiapkan fungsi, variable, file yang dibutuhkan dalam 

pembuatan Sistem Informasi 

Sistem informasi itu membutuhkan banyak fungsi dalam pembuatannya. Fungsi-

fungsi inilah yang kemudian menyusun tubuh dari sistem informasi, sebagai contoh 

misalnya dalam mempublish artikel nanti  ada fungsi yang melihat apakah dalam 

database itu statusnya published, atau draft, ketika published maka artikel pun akan 

ditampilkan di halaman depan, jika draft, maka tidak tampil. Begitu juga fungsi  untuk 

menginsertkan data kedalam database, sehingga masing-masing fungsi memiliki tugasnya 

masing-masing. 

Sebelum merancang suatu aplikasi, dan sebelum membangun suatu aplikasi atau 

sistem informasi secara utuh, yang harus dilakukan pertama kali yaitu , mempersiapkan 

bagian-bagian yang dibutuhkan.  Mulai dari pembuatan table, kemudian menyusun fungsi 

yang sesuai dengan tablenya.   

sesudah  menyusun fungsi barulah kita menyusun codingnya. Kodenya sudah saya 

sertakan di dalam file.latihan.php.rar. 

Selamat Mencoba. 

.