ini, Anda juga bisa memakai  COOKIE. 

 

Apa perbedaan antara SESSION dan COOKIE? Dari sisi fungsi atau kegunaan, keduanya 

adalah sama, namun perbedaannya adalah jika SESSION value disimpan dalam server 

web sedangkan value COOKIE disimpan dalam komputer client. 

 

Memang keduanya ada plus dan minusnya. Kelebihan SESSION adalah bahwa user tidak 

bisa menghapus value yang tersimpan kecuali dirinya sendiri, misal dengan menutup 

browser atau ketika dalam proses logout. Namun kelemahannya adalah ketika tiba-tiba 

jaringan internetnya putus setelah proses login. Bila jaringannya putus, maka otomatis 

SESSION akan terhapus sehingga jika  hal ini terjadi ketika Anda mengakses halaman 

web yang ada  autentifikasi maka Anda diharuskan login kembali. 

 

Sedangkan COOKIE, value disimpan di komputer client. Dengan demikian value ini  

tetap tersimpan meskipun jaringan internetnya putus atau dalam kondisi offline. Namun 

kelemahannya adalah value COOKIE ini  bisa dihapus oleh orang lain yang juga 

memakai  komputer ini , atau mungkin user komputer ini  telah menge-

set bahwa browsernya tidak bisa menerima COOKIE sehingga COOKIE tidak bisa 

tersimpan dalam komputer client. 

 

Sehingga jika  ditanya, lebih baik pakai yang mana? COOKIE atau SESSION? Ya… hal 

ini saya serahkan kepada Anda saja. Sebagai gambaran, bahwa sistem login Google Mail 

sepertinya memakai  COOKIE, demikian pula dengan Wordpress. Namun banyak 

juga situs atau aplikasi yang memakai  SESSION untuk membuat sistem login ini. 

Saya sendiri lebih senang memakai  SESSION ☺ 

 

Cara Menyimpan Value Ke Dalam COOKIE 

 

Untuk menyimpan value ke dalam COOKIE caranya adalah dengan memberikan perintah 

berikut ini: 

 

setcookie("nama cookie", value, expired time); 

 

Pada perintah di atas, parameter ‘nama cookie’ bisa diisi dengan sebarang nama. Nama 

COOKIE ini seperti halnya Anda memberi nama pada SESSION. Parameter ‘value’ 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 114

nantinya diisi dengan value yang akan disimpan. Sedangkan parameter ‘expired time’ 

adalah lama waktu untuk mengatur masa berlaku COOKIE. 

 

Catatan: 

 

• Nama COOKIE tidak boleh mengandung spasi 

• Expired Time dihitung dalam satuan detik 

 

Contoh: 

 

<?php 

$kata = "Saya sedang belajar COOKIE"; 

setcookie("mycookie", $kata, time()+3600); 

?> 

 

Script di atas akan menyimpan value berupa teks ‘Saya sedang belajar COOKIE’ ke dalam 

COOKIE. Bila script di atas dijalankan, maka kita bisa lihat valuenya dalam COOKIE. 

jika  Anda memakai  Firefox, maka cara melihat COOKIE nya adalah: 

 

1. Klik TOOLS > OPTIONS 

2. Pilih menu tab PRIVACY 

3. Klik tombol SHOW COOKIES 

4. Kemudian dicari nama situsnya, sebab  Anda mencobanya melalui LOCALHOST 

maka LOCALHOST pada site name 

5. Lalu akan tampil seperti pada gambar berikut ini 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 115

 

 

Oya… pada script di atas, parameter ‘expired time’ nya diberikan time()+3600 itu 

maksudnya bahwa cookie ini  akan disimpan selama 1 jam (3600 detik). Setelah 1 

jam maka cookie akan terhapus secara otomatis. Bila parameter ‘expired time’ ini tidak 

dituliskan maka cookie akan terhapus begitu browser ditutup, seperti halnya SESSION. 

 

Nah… konsep COOKIE yang bisa diatur jangka waktu atau umurnya ini sering 

dimanfaatkan oleh program-program bisnis afiliasi. Mungkin Anda pernah mendengar 

atau bahkan sering bahwa suatu program afiliasi X memakai  sistem COOKIE selama 

3 bulan, 9 bulan atau bahkan tahunan. COOKIE dalam bisnis afiliasi ini digunakan untuk 

menyimpan nomor ID dari referalnya. Bila ada  konsumen yang membeli produk di 

bawah ID referal seseorang selama usia COOKIE ini masih aktif, maka orang yang 

memiliki ID referal tadi akan mendapatkan komisi. 

 

Membaca Value Cookie 

 

Setelah COOKIE tersimpan, lalu  kita bisa membaca valuenya. Untuk membaca 

value COOKIE, caranya adalah memakai  perintah 

 

$_COOKIE['nama cookie']; 

 

Contoh: 

 

<?php 

if isset($_COOKIE['mycookie']) 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 116

    echo $_COOKIE['mycookie']; 

else echo "Cookie Tidak Ada";  

?> 

 

Script di atas digunakan untuk menampilkan value dari COOKIE bernama ‘mycookie’ bila 

COOKIE ini  ada (masih tersimpan dalam komputer), sedangkan bila sudah tidak 

ada maka tampilkan ‘Cookie Tidak Ada’. 

 

Nah… mungkin Anda berpikir, bagaimana bila ada  nama COOKIE yang sama lebih 

dari satu yang tersimpan dalam komputer? Bila nama COOKIE yang sama ini  

berasal dari situs yang sama, maka sifat timpa menimpa value seperti halnya dalam 

variabel akan terjadi. 

 

Contoh: 

 

script1.php 

 

<?php 

$kata = "COOKIE 1"; 

setcookie("mycookie", $kata, time()+3600); 

?> 

 

 

script2.php 

 

<?php 

$kata = "COOKIE 2"; 

setcookie("mycookie", $kata, time()+3600); 

?> 

 

Kedua script di atas akan melakukan proses penyimpanan COOKIE sebanyak 2 kali 

dengan value yang berbeda namun nama COOKIE nya sama. Jika Anda jalankan script di 

atas dalam LOCALHOST (sebagai nama situsnya), maka value COOKIE pertama akan 

ditimpa dengan COOKIE yang kedua. 

 

Namun… misalkan Anda punya dua situs atau server yang berbeda katakanlah A dan B, 

kemudian script1.php Anda upload ke A sedangkan script2.php diupload ke B. 

lalu  script1.php di A dijalankan dan script2.php di B juga dijalankan. Bila 

diperhatikan, maka proses ini akan menghasilkan 2 buah COOKIE yang berbeda, 

meskipun nama COOKIE nya sama. Di sini yang membedakan adalah nama server atau 

situsnya. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 117

Tugas Untuk Anda 

 

1. Buatlah sebuah halaman web berisi sebarang konten yang bisa 

menginformasikan nama pengunjungnya, kapan kunjungan terakhir.  

 

Bila seseorang baru pertama kali mengunjungi halaman web ini , maka 

akan muncul form untuk memasukkan nama pengunjung. Berikut ini contoh 

gambarannya: 

 

Misalkan ada seorang seseorang bernama AGUS sedang membuka halaman web 

ini  untuk pertama kalinya pada tanggal 20/4/2009 melalui laptop 

pribadinya dan mengisi namanya pada form nama pengunjung yang disediakan.  

 

lalu  bila si AGUS tadi membuka kembali halaman web ini  pada 

tanggal 29/4/2009 dengan laptop yang sama, maka form untuk memasukkan 

nama pengunjung tidak akan muncul melainkan muncul keterangan: “Terima 

kasih AGUS atas kunjungannya kembali ke halaman ini. Anda terakhir 

mengunjungi halaman ini pada tanggal 20/4/2009”.  

 

 

 

 

 

 


Tentang Function 

 

Dalam suatu pengaturan organisasi, biasanya perlu dibentuk semacam bagian-bagian 

kerja atau divisi yang spesifik kerjanya. Sebagai contoh misalkan dalam suatu organisasi 

ada divisi humas yang tugasnya spesifik mengurusi masalah kehumasan, divisi HRD yang 

khusus menangani masalah SDM dan pengembangannya, serta divisi-divisi yang lain. 

 

Mengapa dalam pengaturan organisasi perlu dibentuk divisi atau suborganisasi yang 

lebih kecil dalam kinerjanya? Ya… tujuannya adalah efisiensi kerja. Dalam hal ini, 

seorang ketua atau manajer pastilah akan repot bila semua kegiatan harus dibebankan 

kepadanya. Selain itu jika  dilihat dari efektifitas, jelas akan efektif sebab  dengan 

dibentuknya suborganisasi maka seorang ketua organisasi lebih mudah memberikan 

komando. Sebagai contoh misalkan ketika sang ketua butuh informasi tentang 

kehumasan, maka dia tinggal menyuruh divisi humas untuk bekerja dan memberikan 

informasi. Informasi ini  nantinya akan digunakan sang ketua untuk menentukan 

kebijakan organisasi dalam proses lalu . 

 

Nah.. mengadopsi hal di atas, konsep pembentukan suborganisasi ini juga bisa 

diterapkan ke dalam suatu script atau program. Dalam hal ini, sebuah program 

ibaratnya sebuah organisasi besar. Sedangkan Anda (programmer) sebagai ketua 

organisasinya. Dengan dibuatnya suatu subprogram yang memiliki tugas atau kerja yang 

spesifik maka dapat membawa ke efisiensi dan efektifitas kerja dari program atau script 

ini . Sekaligus, Anda pun akan lebih mudah dalam mengatur proses programnya.  

 

Perhatikan contoh script berikut ini yang digunakan untuk menghitung operasi 

 

310

4

 

 

Dalam PHP sebenarnya ada  perintah untuk menghitung pangkat bilangan. Namun 

di sini diasumsikan kita tidak memakai  perintah ini  melainkan harus 

membuat program sendiri. 

 

Untuk menghitung n pangkat m, kita bisa memakai  program berikut ini 

 

$hasil = 1; 

for ($i = 1; $i <= m; $i++) 

     $hasil = $hasil * n; 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 119

 

Konsep program di atas didasarkan pada ide n

m

 = n x n x n x … x n (sejumlah m kali 

perkalian) 

 

Nah… bila program di atas kita terapkan ke dalam kasus yang kita hadapi maka script 

atau program PHP akan menjadi seperti ini: 

 

 

<?php 

 

// menghitung 3 pangkat 4 

 

$hasil_a = 1; 

for ($i = 1; $i <= 4; $i++) 

     $hasil_a = $hasil_a * 3; 

 

// menghitung 10 pangkat 3 

 

$hasil_b = 1; 

for ($i = 1; $i <= 3; $i++) 

     $hasil_b = $hasil_b * 10; 

 

// menghitung 4 pangkat 5 

 

$hasil_c = 1; 

for ($i = 1; $i <= 5; $i++) 

     $hasil_c = $hasil_c * 4; 

 

// hitung hasil terakhir 

 

$hasil = $hasil_a * $hasil_b / $hasil_c; 

 

echo $hasil; 

 

?> 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 120

Wah… ternyata panjang juga ya. Bila kita perhatikan bahwa dalam script di atas ada 

beberapa pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang yaitu ‘menghitung pangkat’. 

Nah… mungkin untuk keperluan efisiensi dan efektifitas, bagaimana seandainya kita 

buat ‘Divisi Perpangkatan‘ dalam program yang tugasnya khusus menghitung pangkat 

bilangan ☺  

 

Dengan kehadiran divisi ini , kita dapat dengan cepat menghitung pangkat bilangan 

sebab  urusan memangkatkan bilangan kita serahkan ke divisi ini . Dalam 

programming, divisi ini kita namakan function atau subprogram. 

 

OK… sejenak kita tinggalkan kasus di atas. Sekarang kita lanjutkan dahulu tentang 

bagaimana membuat function. 

 

Secara umum, bentuk function adalah seperti di bawah ini 

 

function nama_function(parameter) 

   .. 

   .. 

   return variabel;  

}   

 

Keterangan:  

 

Setiap function pasti dan harus memiliki nama function. Nama function ini nantinya 

akan dipanggil oleh program utama bila akan digunakan. Parameter di sini sifatnya 

optional (boleh ada, boleh tidak). Parameter ini ibaratnya input yang akan diolah oleh 

function.  

 

Sedangkan return variabel merupakan perintah untuk memberikan hasil setelah 

dikerjakan oleh function. Dalam hal ini perintah return variabel ini juga bersifat optional 

(boleh ada, boleh tidak).  

 

Kapan return variabel ini digunakan? Dan kapan tidak perlu digunakan? return variabel 

ini perlu digunakan bila hasil dari pengolahan function ini akan digunakan untuk proses 

yang lain dalam program. Sedangkan bila hasil dari function tidak akan digunakan oleh 

program, maka tidak perlu diberikan perintah ini. 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

function jumlah($a, $b) 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 121

    $c = $a + $b; 

    return $c;  

 

echo "Hasil penjumlahannya = ".jumlah(3, 5); 

 

?> 

 

Script di atas menunjukkan pemakaian  function untuk menjumlahkan dua buah 

bilangan. jika  dikembangkan lagi untuk kasus menghitung (3 + 5) ditambah (7 + 6), 

maka scriptnya dapat berbentuk seperti di bawah ini 

 

<?php 

 

function jumlah($a, $b) 

    $c = $a + $b; 

    return $c;  

 

$hasil = jumlah(3, 5) + jumlah(7, 6); 

 

echo "Hasil penjumlahannya = ". $hasil; 

 

?> 

 

Atau 

 

<?php 

 

function jumlah($a, $b) 

    $c = $a + $b; 

    return $c;  

 

$hasil = jumlah(jumlah(3, 5), jumlah(7, 6)); 

 

echo "Hasil penjumlahannya = ". $jumlah; 

?> 

 

Sedangkan berikut ini contoh function yang tidak perlu memakai  return. Script 

berikut ini hanya sekedar menampilkan suatu string melalui sebuah function. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 122

<?php 

 

function tulis($x) 

   echo "Anda menampilkan ". $x . "<br>";  

 

tulis("Hello World.."); 

tulis("Apa kabar?"); 

 

?> 

 

Nah… kembali lagi ke kasus semula, yaitu mencari hasil dari 

 

310

4

 

 

Maka kita bisa membuat script yang lebih sederhana daripada sebelumnya 

memakai  function 

 

<?php 

 

function pangkat($m, $n) 

   $hasil = 1; 

   for ($i = 1; $i <= $n; $i++) 

   { 

       $hasil = $hasil * $m; 

   } 

   return $hasil; 

 

$jwb = pangkat(3, 4) * pangkat(10, 3) / pangkat(4, 5); 

echo "Hasilnya adalah : ".$jwb; 

 

?> 

 

Anda juga bisa membuat beberapa function dalam file tersendiri, semacam daftar 

function. lalu  setiap kali butuh suatu function dalam daftar ini , cukup 

meng-include-kan saja nama file nya, lalu panggil nama functionnya. Trik ini sering 

digunakan oleh para programmer handal dalam membuat aplikasi. Berikut ini 

contohnya: 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 123

functions.php 

 

<?php 

 

function jumlah($a, $b) 

   $hasil = $a + $b; 

   return $hasil;  

 

function kurang($a, $b) 

   $hasil = $a - $b; 

   return $hasil;  

 

function kali($a, $b) 

   $hasil = $a * $b; 

   return $hasil;  

 

function bagi($a, $b) 

   $hasil = $a / $b; 

   return $hasil;  

 

?> 

 

jumlah.php 

 

<?php 

 

include "functions.php"; 

 

$bil1 = 103; 

$bil2 = 192; 

 

echo "Hasil ".$bil1." + ".$bil2. " = " . jumlah($bil1, $bil2) ;  

 

?> 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 124

kurang.php 

 

<?php 

 

include "functions.php"; 

 

$bil1 = 103; 

$bil2 = 192; 

 

echo "Hasil ".$bil1." - ".$bil2. " = " . kurang($bil1, $bil2) ;  

 

?> 

 

kali.php 

 

<?php 

 

include "functions.php"; 

 

$bil1 = 103; 

$bil2 = 192; 

 

echo "Hasil ".$bil1." x ".$bil2. " = " . kali($bil1, $bil2) ;  

 

?> 

 

bagi.php 

 

<?php 

 

include "functions.php"; 

 

$bil1 = 103; 

$bil2 = 192; 

 

echo "Hasil ".$bil1." / ".$bil2. " = " . bagi($bil1, $bil2) ;  

?> 

 

Built in Functions dalam PHP 

 

Sebuah function dapat kita create sendiri seperti halnya di atas, namun dapat pula kita 

langsung gunakan sebab  sudah disediakan oleh PHP. Function yang sudah disediakan 

oleh PHP ini lalu  disebut built in functions. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 125

Berikut ini beberapa built in functions yang sudah ada dalam PHP berdasarkan kategori 

pemakaian nya. 

 

Mathematics Built in Functions 

 

abs() 

 

Untuk menghitung nilai mutlak atau absolute 

 

Contoh: 

 

<?php 

$bil = -10; 

echo abs($bil);  // menghasilkan 10 

?> 

 

ceil() 

 

Untuk membulatkan ke atas suatu bilangan real 

 

Contoh: 

 

<?php 

$bil = 19.1; 

echo ceil($bil);  // menghasilkan 20 

?> 

 

floor() 

 

Untuk membulatkan ke bawah suatu bilangan real 

 

Contoh: 

 

<?php 

$bil = 19.5; 

echo floor($bil);  // menghasilkan 19 

?> 

 

max() 

 

Mencari nilai terbesar dari suatu data bertipe array 

 

Contoh: 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 126

<?php 

 

$data = array(19, 23, 11, 45); 

 

$max = max($data); 

echo "Nilai max = ".$max;  // menghasilkan 45 

 

?> 

 

min() 

 

Mencari nilai minimum dari suatu data bertipe array 

 

mt_rand(x, y) 

 

Untuk menghasilkan bilangan bulat random antara x s/d y. 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

$random = mt_rand(4, 10); // menghasilkan bilangan random antara 4 s/d 10 

echo $random; 

 

?> 

 

pow(x, y) 

 

Digunakan untuk mencari hasil x pangkat y. 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

$hasil = pow(4, -5); // menghitung 4 pangkat -5 

echo $hasil; 

 

?> 

 

 

 


round() 

 

Membulatkan bilangan real ke bawah bila desimal di belakang komanya kurang dari 0.5, 

dan membulatkan ke atas bila desimal di belakang komanya lebih dari atau sama 

dengan 0.5.  

 

Contoh: 

 

<?php 

 

echo round(10.23);  // menghasilkan 10 

echo round(10.6);  // menghasilkan 11 

echo round(-10.2);  // menghasilkan -10 

 

?> 

 

 

Array Built in Functions 

 

Berikut ini beberapa function yang bisa digunakan untuk mengolah data berbentuk 

array 

 

array_multisort() 

 

Digunakan untuk mensorting beberapa array terkait sekaligus. Bisa juga digunakan 

untuk mensorting dalam sebuah array saja. 

 

Sintaks dari pemakaian  array_multisort() adalah 

 

array_multisort(x, metode, a, b, c, …); 

 

dengan ‘x’ adalah array yang digunakan sebagai acuan dalam sorting, ‘metode’ adalah 

metode yang digunakan sorting (ascending atau descending), dan a, b, c,… adalah array 

lain yang ikut disorting. 

 

Contoh: 

 

Script berikut ini akan mengurutkan data mahasiswa (NIM dan NAMA) berdasarkan NIM 

dari 2 buah array yang bersesuaian secara ascending. 

 

<?php 

 

$nim = array("M0197002","M0197004","M0197001","M0197008","M0197003"); 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 128

$nama = array("Amir","Joko","Budi","Siti","Agus"); 

 

array_multisort($nim, SORT_ASC, $nama); 

 

for ($i = 0; $i <= count($nim)-1; $i++) 

     echo $nim[$i]. " " .$nama[$i]. "<br>";  

 

?> 

 

Keterangan: 

 

Untuk sorting secara descending, gunakan parameter SORT_DESC 

 

array_rand() 

 

Digunakan untuk mengambil salah satu elemen dari array secara random 

 

Contoh: 

 

<?php 

$bil = array(3, 1, 4, 5, 2, 6); 

$ambilAcak = array_rand($bil); 

echo $ambilAcak; 

?> 

 

array_reverse() 

 

Digunakan untuk membalik urutan data dalam array 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel"); 

$balik = array_reverse($data); 

 

foreach($balik as $index => $buah) 

   echo $buah. "<br>"; // menampilkan apel, jeruk, jambu, mangga 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 129

?> 

 

array_search() 

 

Digunakan untuk mencari nomor urut elemen tertentu dalam array (dimulai dari 0) 

 

Contoh: 

 

Script berikut ini akan mencari nomor urut elemen dari data ‘jambu’ dalam array buah 

 

<?php 

 

$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel"); 

$no = array_search("jambu", $data); 

 

echo $no;  // akan menampilkan 1 (nomor urut elemen dalam array) 

 

?> 

 

count() 

 

Digunakan untuk menghitung jumlah elemen yang ada dalam suatu array. 

 

 

String Built in Functions 

 

explode() 

 

Digunakan untuk memecah suatu string ke dalam array berdasarkan karakter tertentu. 

 

Contoh: 

 

 

<?php 

 

$date = "20-01-2009"; 

 

$pecah = explode("-", $date);   // memecah string berdasarkan karater ‘-’ 

echo "Tanggal : ". $pecah[0];   // menampilkan 20  

echo "Bulan : ". $pecah[1];      // menampilkan 01 

echo "Tahun : ". $pecah[2];      // menampilkan 2009 

 

?> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 130

 

 

md5() 

 

Digunakan untuk mengenkripsi (hashing) suatu string. Biasanya function ini digunakan 

untuk keperluan enkripsi password login ke suatu aplikasi. Hasilnya adalah suatu string 

yang tidak dapat dibaca dengan panjang 32 karakter 

 

<?php 

$passwordAsli = "hello"; 

$passwordEnkrip = md5($passwordAsli); 

echo $passwordEnkrip;  // menampilkan ‘5d41402abc4b2a76b9719d911017c592’ 

?> 

 

Keterangan: 

 

Tidak ada function untuk membalik dari hasil md() ke string asli. 

 

number_format() 

 

Memformat angka dengan mengelompokkan berdasarkan ribuan. 

 

Contoh: 

 

Berikut ini contoh script untuk menyajikan angka Rp. 1002372 menjadi bentuk Rp. 

1.002.372,- 

 

<?php 

 

$harga = 1002372; 

$formatted = number_format($harga, 0, "", "."); 

echo "Harganya Rp. ".$formatted. ",-"; 

 

?> 

 

Keterangan: 

 

Parameter pertama dari number_format() menunjukkan bilangan yang akan diformat, 

parameter kedua menunjukkan jumlah digit desimal di belakang koma, parameter 

ketiga menunjukkan tanda pemisah untuk digit desimal di belakang koma, dan 

parameter keempat menunjukkan tanda pemisah untuk ribuan. 

 

Contoh: 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 131

 

Berikut ini contoh script untuk menyajikan bilangan real 123456789.111111 menjadi 

bentuk 123.456.789,111 (tanda pemisah desimal memakai  koma, jumlah digit 

desimal sebanyak 3 dan memakai  tanda titik untuk pemisah ribuan) 

 

<?php 

 

$bil = 123456789.111111; 

$formatted = number_format($bil, 3, ",", "."); 

echo "Bilangannya ".$formatted; 

 

?> 

 

str_replace() 

 

Digunakan untuk mereplace suatu substring dengan substring lain dalam string. 

 

Contoh: 

 

Script berikut ini akan mengganti substring ‘be’ menjadi ‘bi’ 

 

 

<?php 

 

$kalimat = "saya ingin bebas seperti burung beo"; 

$replace = str_replace("be", "bi", $kalimat); 

 

echo $replace;  // menampilkan ‘saya ingin bibas seperti burung bio’  

 

?> 

 

strip_tags() 

 

Digunakan untuk menghilangkan tag HTML dalam suatu string. Biasanya untuk 

keamanan dalam form guna mencegah disisipkannya tag-tag HTML yang bisa merusak 

halaman web. 

 

<?php 

 

$string = "<font face='verdana' size='2'>Hello world</font>"; 

$hilangkanTag = strip_tags($string); 

 

echo $hilangkanTag;  // akan menghasilkan ‘Hello World’  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 132

 

?> 

 

 

strlen() 

 

Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dari suatu string 

 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

$kata = "Hello World"; 

$jumKarakter = strlen($kata); 

 

echo $jumKarakter;   // akan menghasilkan 11 (spasi ikut dihitung)  

 

?> 

 

strtolower() 

 

Digunakan untuk mengubah semua huruf penyusun string menjadi huruf kecil 

 

Contoh: 

 

<?php 

 

$kata = "Rosihan Ari Yuana"’; 

$kecil = strtolower($kata); 

 

echo $kecil;  // menghasilkan ‘rosihan ari yuana’ 

 

?> 

 

strtoupper() 

 

Merupakan kebalikan strtolower() 

 

substr_count() 

 

Menghitung jumlah substring dalam suatu string 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 133

Contoh: 

 

<?php 

 

$lagu = "topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar, bukan topi saya"; 

$hitungTopi = substr_count($lagu, "topi"); 

 

echo $hitungTopi;   // akan menghasilkan 3. 

 

?> 

 

substr() 

 

Mengambil sejumlah karakter substring dari suatu string 

 

Contoh: 

 

Script berikut ini akan mengambil tahun angkatan mahasiswa dari NIM ‘M0197001’, 

dimana tahun angkatan terletak pada digit ke 4 dan 5 dari NIM (dalam hal ini tahun 

angkatannya adalah 97) 

 

<?php 

 

$nim = "M0197001"; 

$angkatan = substr($nim, 3, 2); 

 

echo $angkatan;   // menghasilkan 97 

?>  

 

Keterangan: 

 

Parameter pertama dari substr() menunjukkan string aslinya. Parameter kedua 

menunjukkan posisi awal substring yang akan diambil (dihitung mulai 0 dari karakter 

paling kiri string), dan parameter ketiga menunjukkan jumlah karakter subtring yang 

akan diambil. 

 

Sehingga dari contoh di atas, sebab  posisi awal tahun angkatan itu terletak pada 

karakter ke-3 dari string NIM, dan tahun angkatan ini terdiri dari 2 karakter maka 

perintahnya adalah 

 

substr($nim, 3, 2) 

 

 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 134

Tugas Untuk Anda 

 

1. Di SMA tentu Anda telah mengenal rumus kombinasi C(m, n) kan? C(m, n) 

dirumuskan dengan 

 

 



,

 


!

!

 

!

 

 

 

Simbol ! menunjukkan faktorial.Sebagai contoh, 5! = 5 x 4 x 3 x 2 x 1 = 120. 

 

Nah.. buatlah script PHP untuk menghitung nilai C(m, n) dengan m dan n nya 

suatu input, dimana m ≥ n. 

 

Dalam hal ini buatlah sebuah function yang khusus untuk menghitung nilai 

faktorial suatu bilangan. lalu  gunakanlah function ini  untuk 

menghitung C(m, n). 

 

2. Buatlah script untuk menghitung jumlah bilangan ganjil antara 10 dan 123456. 

Gunakan function untuk mengecek apakah suatu bilangan termasuk bilangan 

ganjil atau tidak. 

 

3. Buatlah script untuk mencari selisih jumlah detik dari dua waktu yang berbeda. 

Format input waktu harus dalam bentuk hh:mm:ss 

 

Contoh: 

 

Waktu 1 = 12:03:10 

Waktu 2 = 13:03:20 

 

Selisih kedua waktu adalah 3610 detik. 

 

Petunjuk: Anda dapat gunakan function explode() untuk memecah waktu ke 

dalam satuan jam, menit dan detik untuk perhitungan. 

 

4. Misalkan dalam suatu kelas ada  5 orang siswa dengan nama dan NIS 

sebagai berikut 

 

NIS Nama Siswa 

 

A001 Agus 

A002 Budi 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 135

A003 Amir 

A004 Acong 

A005 Siti 

 

Buatlah sebuah form untuk memasukkan nilai ujian 1 dan ujian 2 pelajaran 

Matematika kelima siswa ini . lalu  tampilkan data NIS, Nama Siswa 

dan Rata-rata Ujiannya, dan urutkan berdasarkan Rata-rata Ujiannya mulai dari 

yang paling tinggi sampai yang paling rendah. 

 

Contoh Tampilan Form Input Nilai 

 

NIS Nama Siswa Nilai Ujian 1 Nilai Ujian 2 

A001 Agus   

A002 Budi   

A003 Amir   

A004 Acong   

A005 Siti   

 

 

 

Petunjuk: 

 

Data NIS dan Nama Siswa disimpan dalam array, begitu pula dengan nilai rata-

ratanya. lalu  sort berdasarkan nilai rata-rata (gunakan array_multisort()) 

lalu tampilkan. 

 

5. Suatu perusahan X, ada  10 orang karyawan dengan NIK dan Nama 

Karyawannya sebagaimana tampak pada tabel berikut ini 

 

 

NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun) 

K01001 A 20 

K01002 B 18 

K03001 C 12 

K03002 D 12 

K03003 E 10 

K04001 F 8 

K04002 G 11 

K04003 H 9 

K04004 I 7 

K04005 J 14 

 

SUBMIT  RESET 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 136

Perhatikan kode NIK di atas. Digit ke 2 dan 3 menunjukkan posisi karyawan 

dalam perusahaan. ‘01’ berarti di bagian keuangan, ‘03’ di bagian HRD dan ‘04’ di 

bagian maintenance. 

 

Buatlah script PHP untuk menampilkan gaji setiap karyawan dengan ketentuan 

sbb: 

 

Jika karyawan di bagian keuangan, maka gaji pokoknya: Rp. 2.000.000,-. Di 

bagian HRD gaji pokoknya Rp. 1.900.000,- dan di maintenance gaji pokoknya Rp. 

1.950.000,-. 

 

Selain itu masih ditambah tunjangan sesuai masa kerjanya. 

 

Jika masa kerja > 15 tahun maka tunjangannya Rp. 500.000,- Sedangkan jika 

masa kerja 10 s/d 15 tahun, tunjangannya Rp. 300.000,-. Dan jika masa kerjanya 

di bawah 10 tahun tunjangannya Rp. 100.000,- 

 

Untuk format tampilan, gunakan tabel berikut ini 

 

NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun) Gaji Kotor 

K01001 A 20 Rp. XXX,- 

K01002 B 18 Rp. XXX,- 

K03001 C 12 Rp. XXX,- 

K03002 D 12 Rp. XXX,- 

K03003 E 10 Rp. XXX,- 

K04001 F 8 Rp. XXX,- 

K04002 G 11 Rp. XXX,- 

K04003 H 9 Rp. XXX,- 

K04004 I 7 Rp. XXX,- 

K04005 J 14 Rp. XXX,- 

  Total Rp. XXX,- 

 

Catatan: Gunakan format angka gaji sesuai format Rp. XXX.XXX.XXX,- 

 

6. Berdasarkan data karyawan yang ada pada soal no. 5, buatlah script untuk 

menampilkan data karyawan (NIK, nama dan masa kerja) dan jumlah 

karyawannya dari ketentuan sbb: 

 

a. Karyawan di bagian ‘HRD’ yang masa kerjanya di atas 15 tahun 

b. Karyawan di bagian ‘maintenance’ atau ‘keuangan’ yang masa kerjanya 10 

tahun s/d 15 tahun 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 137

Gunakan Radiobutton untuk proses switching tampilan sebagaimana contoh 

form berikut ini. 

 

Data Karyawan 

◘ Karyawan di bagian ‘HRD’ dengan masa kerja > 15 tahun 

◘ Karyawan di bagian ‘Maintenance’ atau ‘Keuangan’ dengan masa kerja 10 –  

      15 th 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pengenalan SQL 

 

 

Pada bab ini Anda akan diperkenalkan dengan SQL atau structured query languange. 

SQL adalah suatu statement atau pernyataan atau perintah standart yang digunakan 

untuk keperluan administrasi database.  

 

Ada banyak software database yang mendukung SQL ini. Software batabase  ini disebut 

juga SQL based DBMS (Database Management System). Beberapa di antaranya adalah 

MySQL, Oracle, MS. Access, MS. SQL, SQL Server dll. 

 

Bab pengenalan SQL ini diberikan sebab  mulai bab lalu  materi kursus terkait 

dengan pemakaian  database, dalam hal ini software database yang digunakan adalah 

MySQL. Mengapa MySQL yang digunakan? Ya… sebab  MySQL adalah DBMS yang 

bersifat free alias gratis namun kehandalannya tidak kalah dengan DBMS yang tidak 

free. 

 

Tentang Database 

 

Database ibaratnya suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan data. Supaya 

mudah diatur data-data itu disimpan dalam sebuah tabel.  

 

Database ibaratnya seperti sebuah lemari kabinet. Dalam lemari kabinet ada  

beberapa laci yang di dalamnya ada  beberapa dokumen file atau data. Laci inilah 

yang diumpamakan tabel dari database dan dokumen file atau data yang tersimpan 

dalam laci ibaratnya merupakan data atau record dari database. Bisa membayangkan 

ya? ☺ 

 

Di dalam sebuah database bisa ada  lebih dari satu tabel. 

 

Pada sebuah tabel, ada  unsur yaitu kolom dan baris, seperti halnya tabel-tabel 

umum yang Anda kenal. Kolom pada database disebut juga field, dan barisnya disebut 

record. 

 

Tentang PhpMyAdmin 

 

Terkadang dalam mengatur atau pengadministrasian database sangatlah repot. 

Misalnya membuat database, membuat tabel, mengubah struktur tabel, menyimpan 

data ke database, mengedit data, menghapus data dsb.  

 

Nah… khusus MySQL ada  software khusus yang dapat dipergunakan untuk 

pengadministrasian database supaya mudah dilakukan. Software ini bernama 

PhpMyAdmin. Software ini merupakan web based software yang dijalankan melalui 

URL:  

 

http://localhost/phpmyadmin  

 

jika  Anda memakai  AppServ atau XAMPP maka ketika dipanggil URL di atas 

akan langsung masuk ke PhpMyAdmin. 

 

Catatan: 

 

Sebelum masuk ke PhpMyAdmin biasanya kita disuruh memasukkan username dan 

password. Username dan password ini sesuai dengan yang pernah kita masukkan 

sewaktu proses instalasi AppServ. 

 

 

 

Tampilan PhpMyAdmin 

 

 

Membuat Database 

 

Untuk membuat database baru dengan PhpMyAdmin, caranya adalah isikan nama 

database yang akan Anda buat ke dalam bagian kotak CREATE NEW DATABASE lalu klik 

tombol CREATE. 

 

Sebagai contoh silakan Anda buat database dengan nama: ‘perpustakaan’ 

 

Tips: sebaiknya nama database jangan mengandung spasi. 

 

 

 

Membuat Tabel 

 

Setelah database dibuat, lalu  kita bisa membuat tabel. Untuk membuat tabel 

baru dalam database yang telah kita buat caranya ketikkan nama tabel yang akan dibuat 

pada bagian CREATE NEW TABLE ON DATABASE XXX. ‘XXX’ di sini merupakan nama 

databasenya.  

Selain itu masukkan pula jumlah fieldnya. Oleh sebab  itu sebaiknya sebelum proses 

pembuatan tabel hendaknya Anda rancang terlebih dahulu nama-nama fieldnya sesuai 

yang dibutuhkan. 

 

Dalam contoh ini andaikan kita akan membuat tabel ‘kategori_buku’ 

 

Tips: seperti halnya membuat nama database, untuk nama tabel juga sebaiknya jangan 

gunakan spasi. 

 

 

Untuk tabel ‘kategori_buku’ misalnya kita desain seperti di bawah ini: 

 

Tabel : kategori_buku 

Field : kode_kat  varchar(5) PRIMARY KEY 

   nama_kat  varchar(20) 

 

Keterangan: 

 

Dalam tabel ‘kategori buku’ ada  2 buah field yaitu ‘kode_kat’ dan ‘nama_kat’. Field 

‘kode_kat’ nanti berisi kode kategori dari buku-buku yang tersimpan dalam 

perpustakaan dan ‘nama_kat’ merupakan penjelasan yang berisi nama kategori terkait 

dengan kode kategorinya. Misalnya kode kategori buku ‘X10’ itu merupakan kode 

kategori untuk buku tentang ‘MATEMATIKA’. 

 

Varchar merupakan tipe data dari fieldnya. Tipe data ini harus dimiliki setiap field yang 

akan dibuat. Tipe data ini menentukan jenis atau sifat data yang akan disimpan dalam 

field ini . ada  beberapa tipe data yang bisa dipilih, yaitu 

 

Varchar  bila datanya berbentuk karakter (maks 255 karakter) 

Int  bila datanya berbentuk bilangan bulat 

Float  bila datanya berbentuk bilangan real 

Text  bila datanya berbentuk karakter (size nya lebih besar dari varchar) 

Date  bila datanya berbentuk tanggal (th-bln-tgl) 

Time  bila datanya berbentuk waktu (jam:menit:detik) 

Blob  bila datanya berupa file 

 

Catatan: 

 

Khusus untuk varchar harus diberikan lebar size yang diinginkan, misalnya suatu field 

bertipe varchar(5). Maksud 5 di sini adalah banyak karakter yang bisa disimpan dalam 

field ini  adalah 5 buah. 

 

PRIMARY KEY adalah fitur yang ada dalam DBMS yang dapat digunakan untuk menjamin 

bahwa sebuah data itu tunggal. Dalam contoh di atas PRIMARY KEY diberikan pada field 

‘Kode Kategori’. Tentu kita tahu bahwa suatu kode kategori buku  itu bersifat tunggal 

atau tidak boleh ada kode yang sama, seperti halnya kode karyawan atau kode 

mahasiswa. Bila suatu field sudah dijadikan PRIMARY KEY maka tidak mungkin ada data 

yang sama pada field ini . jika  kita masukkan kode yang sama, maka akan 

ditolak oleh sistem.   

  

OK… setelah kita rancang tabelnya, kita bisa membuatnya. Berikut ini caranya: 

 

1. Isikan nama tabel di kotak CREATE NEW TABLE ON DATABASE … 

Dalam kasus ini masukkan ‘kategori_buku’ 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 142

2. Masukkan jumlah field dari tabel yang akan dibuat pada NUMBER OF FIELDS 

Dalam kasus ini masukkan ‘2’ 

3. Klik GO 

 

 

 

Setelah itu masukkan nama-nama field dan tipe datanya nya pada form yang muncul 

berikutnya 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai latihan coba Anda buat lagi tabel ‘tabel_buku’ dengan field sebagai berikut 

 

kode_buku varchar(10) PRIMARY KEY 

judul_buku text 

kode_kat varchar(5) 

pengarang varchar(30) 

penerbit varchar(30) 

thn_terbit int 

 

Tabel di atas dibuat dalam database ‘perpustakaan’. Dengan demikian ada  2 tabel 

dalam database ‘perpustakaan’. 

 

Memasukkan Data/Record ke Tabel 

 

Untuk memasukkan sebuah record ke tabel, perintah SQL nya adalah berikut ini 

 

INSERT INTO nama_tabel (field1, field2, …) VALUES (data1, data2, ..); 

 

Sebagai contoh misalkan kita akan memasukkan record kode kategori: ‘X001’ dan nama 

kategori: ‘MAJALAH’ ke tabel ‘kategori_buku’, maka perintahnya 

 

INSERT INTO kategori_buku (kode_kat, nama_kat) VALUES (‘X001’, ‘MAJALAH’); 

Menunjukkan primary key telah 

dipilih pada field ‘kode_kat’ 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 143

Catatan Penting: 

 

Khusus field yang bertipe VARCHAR, TEXT, DATE, TIME, dan BLOB, value yang akan 

dimasukkan ke tabel harus diapit dengan tanda petik tunggal, misal ‘X001’. Namun 

untuk field bertipe data bilangan (INT, FLOAT) tanpa memakai  tanda petik. 

 

Dimanakah kita menuliskan perintah SQLnya? Ya… caranya adalah klik terlebih dahulu 

nama database yang kita gunakan pada kolom sebelah kiri dari PhpMyAdmin, dalam hal 

ini klik pada nama database ‘perpustakaan’ 

 

 

 

 

Lalu klik tombol SQL pada menu atas PhpMyAdmin 

 

 

 

Kemudian tulis perintah SQL pada kotak ‘RUN SQL QUERY/QUERIES ON DATABASE …’ 

 

 

 

lalu  klik GO. 

 

Anda dapat menuliskan perintah atau query SQL lebih dari satu sekaligus. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 144

Untuk melihat record yang telah tersimpan ke dalam tabel, caranya klik nama tabel yang 

mau dilihat recordnya pada sisi kiri PhpMyAdmin 

 

 

 

Lalu klik menu BROWSE pada bagian atas PhpMyAdmin 

 

 

 

lalu  akan muncul semua record yang telah disimpan pada tabel ini  

 

 

 

Sebagai latihan coba masukkan record-record berikut ini ke dalam tabel masing-masing 

memakai  query SQL. 

 

Tabel ‘kategori_buku’ 

 

Kode Kategori Nama Kategori 

X002 REFERENSI 

X003 SURAT KABAR 

X004 JURNAL ILMIAH 

 

 

 

 

Tabel ‘tabel_buku’ 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 145

 

Kode Buku Judul Buku Kode 

Kategori 

Pengarang Penerbit Th. Terbit 

B001 Pemrograman 

Pascal 

X002 Mr. X PT. A 2003 

B002 Pemrograman 

PHP 

X002 Mr. Y PT. A 2004 

B003 Kompas (Edisi 

X 2006) 

X003 - - 2006 

B004 Sains 

Matematika 

(Edisi XI 2008) 

X004 - LIPI 2008 

B005 Tempo (Edisi 

XI 2008 

X001 - PT. B 2008 

 

Mengedit Record 

 

jika  Anda ingin mengedit record, perintah SQL nya adalah: 

 

UPDATE nama_tabel SET field1 = value, field2 = value, … [WHERE syarat] 

 

Dalam hal ini WHERE merupakan syarat yang bersifat optional. Bila WHERE tidak 

diberikan, maka proses update data diberikan ke semua record. 

 

Contoh:  

 

Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B001’ menjadi 2010. 

 

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2010 WHERE kode_buku = ‘B001’; 

 

Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B002’ menjadi 2004 sekaligus 

mengedit kode kategorinya menjadi ‘X002’. 

 

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2004, kode_kat = ‘X002’ WHERE kode_buku = 

‘B002’; 

 

Perintah SQL untuk mengubah judul buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003 

menjadi ‘XXX’. 

 

UPDATE tabel_buku  

SET judul_buku = ‘XXX’  

WHERE thn_terbit = 2003 AND penerbit = ‘PT. A’; 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 146

Catatan:  

Selain operator logika AND, Anda juga bisa memakai  OR sebagai operator logika 

‘atau’. 

 

Perintah SQL untuk mengubah nama penerbit menjadi PT. C dari semua buku yang 

tahun terbitnya di atas 2004. 

 

UPDATE tabel_buku 

SET penerbit = ‘PT. C’ 

WHERE thn_terbit > 2004; 

 

Catatan: 

Untuk operator relasional, Anda bisa memakai  tanda =, >, >=, <=, <> (tidak sama 

dengan) 

 

Perintah SQL untuk mengubah tahun terbit buku menjadi 2005 semuanya 

 

UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2005; 

 

Menghapus Record 

 

Sebuah record atau beberapa record dapat dihapus dari tabel dengan perintah SQL 

 

DELETE FROM nama_tabel [WHERE syarat]; 

 

Contoh: 

 

Perintah SQL untuk menghapus data buku yang berkode ‘B001’ 

 

DELETE FROM tabel_buku WHERE kode_buku = ‘B001’; 

 

Perintah SQL untuk menghapus data buku dari penerbit PT. A yang tahun terbitnya 2004 

 

DELETE FROM tabel_buku WHERE penerbit = ‘PT. A’ AND thn_terbit = 2004;  

 

Tentang SQL SELECT 

 

Perintah SELECT digunakan untuk mencari data atau menampilkan data pada field-field 

tertentu. Sintaksnya adalah: 

 

SELECT field1, field2, … FROM nama_tabel [WHERE syarat ] [ORDER BY field DESC|ASC]; 

 

Keterangan: 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 147

ORDER BY digunakan untuk mensorting hasil data yang ditampilkan berdasarkan field 

tertentu baik secara DESCENDING atau ASCENDING. 

 

Contoh: 

 

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku dan judul buku) dari buku yang 

minimal terbit pada tahun 2003. 

 

SELECT kode_buku, judul_buku 

FROM tabel_buku 

WHERE thn_terbit >= 2003; 

 

Perintah SQL untuk menampilkan data (untuk semua field) dari buku yang diterbitkan 

oleh PT. A 

 

SELECT * 

FROM tabel_buku 

WHERE penerbit = ‘PT. A’; 

 

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku, tahun terbit) yang 

diurutkan berdasarkan tahun terbit mulai dari yang paling terbaru sampai dengan 

terlama. 

 

SELECT kode_buku, judul_buku, thn_terbit 

FROM tabel_buku 

ORDER BY thn_terbit DESC; 

 

 

Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku dan nama kategori buku) 

dari buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003. 

 

Untuk hal ini, kita harus bekerja di dalam 2 buah tabel sekaligus. Kode buku dan judul 

buku diperoleh dari tabel ‘tabel_buku’, sedangkan nama kategori diperoleh dari tabel 

‘kategori_buku’.  

 

Kedua tabel saling berhubungan sebab  masing-masing ada  field bernama ‘kode 

kategori’ atau ‘kode_kat’. 

 

SELECT tabel_buku.kode_buku, tabel_buku.judul_buku, kategori_buku.nama_kat 

FROM tabel_buku, kategori_buku 

WHERE tabel_buku.kode_kat = kategori_buku.kode_kat AND 

              tabel_buku.penerbit = ‘PT. A’ AND 

              tabel_buku.thn_terbit = 2003; 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 148

Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya 

mengandung kata ‘MATEMATIKA’ 

 

SELECT kode_buku, judul_buku  

FROM tabel_buku 

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA%’; 

 

Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang kata depan judul 

bukunya adalah ‘MATEMATIKA’ 

 

SELECT kode_buku, judul_buku  

FROM tabel_buku 

WHERE judul_buku LIKE ‘MATEMATIKA%’; 

 

Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya 

berakhiran dengan kata ‘MATEMATIKA’ 

 

SELECT kode_buku, judul_buku  

FROM tabel_buku 

WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA’; 

 

pemakaian  Aggregate Function 

 

Anda juga bisa memakai  function yang sudah disediakan oleh MySQL, seperti AVG() 

untuk menghitung rata-rata nilai, MAX() untuk menghitung nilai maksimum, MIN() 

untuk mencari nilai minimum, COUNT() untuk menghitung cacah data, SUM() untuk 

menjumlahkan nilai dari beberapa data. 

 

Contoh: 

 

Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang ada di dalam database: 

 

SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku; 

 

Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang memiliki kode kategori ‘X002’: 

 

SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku WHERE kode_kat = ‘X002’; 

 

 

Tugas Untuk Anda 

 

1. Buatlah database dengan nama ‘dbmhs’. lalu  buatlah tabel untuk 

keperluan penyimpanan data perkuliahan mahasiswa dalam database ini .  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 149

 

Berikut ini tabel-tabelnya: 

 

Nama Tabel : ‘mhs’ 

Nama Field :  

 

• nim 

• namaMhs 

• tglLahir 

• alamat 

 

Nama Tabel : ‘mk’ 

Nama Field : 

 

• kodeMK 

• namaMK 

• sks 

• smt 

 

Nama Tabel : ‘ambilMK’ 

Nama Field : 

 

• nim 

• kodeMK 

• nilai 

 

Tentukan sendiri tipe data yang cocok untuk setiap fieldnya, dan tentukan 

PRIMARY KEY nya. Sebutkan alasan pemilihan tipe data dan PRIMARY KEY nya. 

 

2. lalu  sisipkan ke dalam masing-masing tabel 5 buah record memakai  

perintah SQL 

 

3. Tuliskan perintah SQL untuk proses berikut ini 

 

a. Hapus data mahasiswa yang bernim ‘M0197001’ 

b. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 4 yang ada di semester 2. 

c. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 2 s/d 4 

d. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 4 atau di semester 3 

e. Ubahlah nilai matakuliah berkode ‘K001’ yang diambil mahasiswa bernim 

‘M0197001’ menjadi 3. 

f. Ubahlah semua nilai mahasiswa yang mengambil matakuliah berkode ‘K001’ 

menjadi satu lebihnya dari nilai semula. Contoh nilai sebelumnya 2, maka 

diubah menjadi 2+1 = 3. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 150

g. Tampilkan data matakuliah (kode matakuliah, nama matakuliah) yang berada 

di semester 2 

h. Tampilkan jumlah mahasiswa yang beralamat di ‘SOLO’. 

i. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa) yang namanya 

mengandung kata ‘JOKO’. 

j. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa) yang mengambil 

matakuliah berkode ‘K001’ 

k. Tampilkan nilai tertinggi dari matakuliah berkode ‘K001’ yang diambil 

mahasiswa. 

l. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa, nilai matakuliah) yang 

mengambil matakuliah berkode ‘K001’ diurutkan berdasarkan nilai mulai dari 

tertinggi sampai terendah 

m. Tampilkan rata-rata nilai matakuliah mahasiswa yang mengambil matakuliah 

berkode ‘K001’ 

n. Tampilkan daftar matakuliah (kode matakuliah, nama matakuliah) yang 

pernah diambil oleh mahasiswa bernim ‘M0197001’ 

o. Tampilkan nilai IPK (index prestasi kumulatif) dari mahasiswa bernim 

‘M0197001’. 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsep INSERT Data dengan PHP 

 

 

Setelah Anda mengenal beberapa bentuk perintah SQL untuk memanipulasi atau 

mengolah data di MySQL, pada bab ini Anda akan diperkenalkan bagaimana 

menerapkan konsep ini  yang terintegrasi dengan script PHP. 

 

Pada bab ini terlebih dahulu akan diperkenalkan bagaimana konsep inserting data ke 

MySQL melalui PHP. 

 

Koneksi PHP ke MySQL 

 

Sebelum kita membahasnya lebih lanjut tentang inserting data, terlebih dahulu akan 

disinggung tentang bagaimana caranya melakukan koneksi dari PHP ke MySQL. 

 

Perintah PHP untuk koneksi ke MySQL adalah: 

 

mysql_connect(‘nama host’, ‘nama user’, ‘password’); 

mysql_select_db(‘nama db’); 

 

Keterangan: 

 

• Nama Host : nama komputer di mana MySQL nya berada, kalo berada di 

komputer itu sendiri maka nama hostnya: ‘localhost’, bisa juga diberi nomor IP 

dari komputernya. 

• Nama User : nama user yang memiliki hak akses ke MySQL nya 

• Password : password dari nama user yang punya hak akses ke MySQL 

• Nama DB : nama database yang akan dipilih 

 

Contoh: 

 

Berikut ini adalah script untuk melakukan koneksi ke MySQL dengan nama host: 

localhost, user : root, password: root, dan nama database: contoh 

 

<?php 

mysql_connect('localhost', 'root', 'root'); 

mysql_select_db('contoh'); 

?> 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 152

Sebaiknya script di atas kita simpan dalam file script tersendiri, misalkan koneksi.php. 

lalu  script ini  kita includekan ke dalam script lain yang di dalamnya 

ada  query-query SQL. 

 

Menjalankan Query SQL di PHP 

 

Setelah kita melakukan koneksi dari PHP ke MySQL, lalu  kita bisa menjalankan 

query melalui script PHP. 

 

Untuk menjalankan query SQL di PHP, kita gunakan perintah 

 

mysql_query(query); 

 

Contoh: 

Berikut ini contoh script PHP untuk menjalankan query SQL untuk insert data ke tabel 

MySQL 

 

<?php 

 

include "koneksi.php"; 

 

$query = "INSERT INTO namaTabel(field1, field2) VALUES(value1, value2) "; 

mysql_query($query); 

 

?> 

 

lalu  akan dibahas bagaimana mengimplementasikan konsep inserting data ke 

MySQL melalui script PHP yang diintegrasikan dengan form input 

 

Studi Kasus 

 

Dalam studi kasus ini akan dicontohkan bagaimana cara membuat form registrasi yang 

di dalamnya ada  beberapa jenis komponen input seperti textbox, radiobutton, 

combo box, checkbox dan textarea. 

 

Form ini  akan diterapkan dalam kasus registrasi peserta suatu seminar secara 

online. 

 

Untuk keperluan ini  terlebih dahulu kita buat tabelnya. 

 

Nama Tabel : peserta 

Field 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 153

id   integer  auto increment  primary key   

namaPeserta  varchar(30) 

tglLahir  date 

tmptLahir  varchar(30) 

sex   varchar(1) 

alamat   text 

tglDaftar  date 

informasi  text   

 

Keterangan: 

 

Field ‘informasi’ digunakan untuk menyimpan keterangan darimana peserta seminar 

mendapatkan informasi tentang seminar (dari surat kabar, televisi, atau dari teman). 

 

Field ‘id’ diset bertipe data integer dan berupa auto increment. Maksud dari auto 

increment adalah secara otomatis akan muncul nomor urut begitu data baru 

dimasukkan ke dalam tabel. 

 

Field dengan tipe data DATE, harus berformat YYYY-MM-DD (tahun-bulan-tgl) 

 

lalu  kita siapkan form untuk input data peserta seminarnya 

 

registrasi.php 

 

<html> 

<head> 

   <title>Registrasi Peserta Seminar</title> 

</head> 

<body> 

   <h1>Registrasi Peserta Seminar</h1> 

   <form method="post" action="submit.php"> 

   <table> 

     <tr><td>Nama Lengkap</td><td>:</td><td><input type="text" name="nama" 

/></td></tr> 

  <tr><td>Alamat</td><td>:</td><td><textarea 

name="alamat"></textarea></td></tr> 

  <tr><td>Tempat Lahir</td><td>:</td><td><input type="text" name="tmptLhr" 

/></td></tr> 

  <tr><td>Tanggal Lahir</td><td>:</td> 

  <td> 

  <select name="tgl"> 

  <?php 

  for($i=1; $i<=31; $i++) 

  { 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 154

    echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

  } 

  ?> 

  </select> 

  <select name="bln"> 

  <?php 

  for($i=1; $i<=12; $i++) 

  { 

    echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

  } 

  ?> 

  </select> 

  <select name="thn"> 

  <?php 

  for($i=1950; $i<=1990; $i++) 

  { 

    echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

  } 

  ?> 

  </select> 

  </td> 

  </tr> 

  <tr><td>Jenis Kelamin</td><td>:</td><td><input type="radio" name="sex" 

value="L" /> Laki-laki <br/><input type="radio" name="sex" value="P" /> 

Perempuan</td></tr> 

  <tr><td>Tahu informasi seminar dari mana?</td><td>:</td><td><input 

type="checkbox" name="info1" value="TV" /> Televisi<br /><input type="checkbox" 

name="info2" value="Koran" /> Surat Kabar<br /><input type="checkbox" 

name="info3" value="Teman" /> Teman</td></tr> 

  <tr><td></td><td></td><td><input type="submit" name="submit" 

value="Submit" /></td></tr> 

   </table> 

   </form> 

</body> 

</html> 

 

Keterangan: 

 

Pusing melihat script diatas? ☺ Jangan khawatir, script nantinya akan disertakan melalui 

email untuk dipelajari. 

 

Form di atas akan tampak seperti di bawah ini begitu dibuka di browser 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 155

 

 

Setelah kita buat form registrasinya, lalu  kita buat form untuk proses 

penyimpanan data pesertanya. 

 

submit.php 

 

<?php 

 

include "koneksi.php"; 

 

$nama = $_POST['nama']; 

$alamat = $_POST['alamat']; 

$tmptLhr = $_POST['tmptLhr']; 

$tglLhr = $_POST['thn']. "-".$_POST['bln']. "-".$_POST['tgl'];   // membentuk format thn-

bln-tgl 

$sex = $_POST['sex']; 

$tglDaftar = date("Y-m-d");      // membaca tanggal sekarang (recent date) format thn-

bln-tgl 

 

 

// menggabungkan informasi darimana peserta mendapatkan info tentang seminar 

 

$info = $_POST['info1']. " ".$_POST['info2']. " ".$_POST['info3'];  

 

$query = "INSERT INTO peserta (namaPeserta, tglLahir, tmptLahir, sex, alamat, tglDaftar, 

                  informasi) VALUES ('$nama', '$tglLhr', '$tmptLhr', '$sex', '$alamat', 'tglDaftar', 

                  '$info' )"; 

 

$hasilQuery = mysql_query($query); 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 156

 

if ($hasilQuery) echo "Data sudah tersimpan ke database"; 

else echo "Penyimpanan data gagal"; 

 

?> 

  

Tugas Untuk Anda  

 

1. Buatlah form untuk keperluan pengisian buku tamu (guestbook) dengan data 

yang diisikan sbb: 

 

Nama pengisi 

Email 

Situs Web 

Komentar 

 

Buat pula sebuah tabel dalam database untuk menyimpan data isian buku tamu 

ini  dengan field sbb: 

 

Id  integer  auto increment   Primary Key 

Nama  varchar(30)  

Email  varchar(30) 

Website varchar(30) 

Tanggal date  

Komentar text 

 

Keterangan: 

 

Field ‘tanggal’ digunakan untuk menyimpan informasi tanggal kapan komentar 

ini  dikirim (tanggal ini secara otomatis membaca tanggal ketika komentar 

buku tamu disubmit) 

 

2. Buatlah form untuk registrasi mahasiswa baru angkatan tahun 2009 di sebuah 

universitas X yang di dalamnya ada  3 buah fakultas, yaitu KEDOKTERAN 

(kode: A), TEKNIK (kode: B), dan MIPA (kode: C) 

 

Berikut ini gambaran form untuk registrasi mahasiswa adalah: 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 157

 

 

 

Setiap kali data mahasiswa baru diinputkan, maka secara otomatis dibuatkan 

nomor induk mahasiswa (NIM) dengan format X-XX-XXXX sebelum disimpan ke 

database dengan keterangan: 

 

Digit pertama menunjukkan kode fakultas si mahasiswa, Digit kedua dan ketiga 

menunjukkan tahun angkatan, dan 4 digit sisanya menunjukkan nomor urut 

mahasiswa sesuai kode fakultas dan tahun angkatannya 

 

Berikut ini contoh cara pemberian NIM, misalkan ada  6 data mahasiswa 

yang akan diinputkan 

 

Mhs 1 (KEDOKTERAN ) Nomor induk: A-09-0001  

Mhs 2 (TEKNIK)  Nomor induk: B-09-0001 

Mhs 3 (KEDOKTERAN)  Nomor induk: A-09-0002 

Mhs 4 (TEKNIK)  Nomor induk: B-09-0002 

Mhs 5 (MIPA)   Nomor induk: C-09-0001 

Mhs 6 (KEDOKTERAN)  Nomor induk: A-09-0003 

 

 Sedangkan field tabel database yang diperlukan untuk registrasi ini adalah 

 

 nim  varchar(9) primary key 

 namaMhs varchar(30) 

 alamatMhs text 

 tmptLahir varchar(30) 

 tglLahir  date 

 noTelp  varchar(30) 

 

 Petunjuk Pengerjaan:  

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 158

Silakan baca artikel saya di blog tentang membuat kode unik incremental 

otomatis terkait dengan membuat NIM untuk kasus di atas. 

  

 

 

Konsep Menampilkan Data MySQL 

dengan PHP 

 

Pada bab sebelumnya Anda telah belajar bagaimana konsep menyisipkan data atau 

record ke dalam tabel database MySQL. Sekarang kita lanjutkan ke konsep bagaimana 

menampilkan data yang ada di database MySQL dengan script PHP. 

 

Konsep menampilkan data dengan script PHP ini adalah menggabungkan query SELECT 

di SQL yang dijalankan dalam script PHP.  

 

Konsep dasar menampilkan data dengan script PHP ini adalah 

 

1. Buat query SQL untuk menampilkan data (gunakan SELECT) 

2. Jalankan query ini  dengan memakai  mysql_query() di PHP 

3. Baca data hasil query ini  dengan proses fetching. Gunakan perintah 

mysql_fetch_array() di PHP. Hasil dari mysql_fetch_array() ini adalah suatu nilai 

dalam bentuk array asosiatif dengan nama field tabel sebagai indeksnya. 

4. Tampilkan data dari proses fetching sesuai nama field yang ada dalam array. 

 

Langsung saja, dalam pembahasan bab ini akan saya berikan contohnya untuk 

menampilkan data semua peserta yang telah registrasi sesuai kasus yang diberikan pada 

Bab 17. Sehingga dalam hal ini, struktur tabelnya sama dengan kasus yang dibahas pada 

Bab 17. 

 

Dalam contoh ini, kita akan mencoba menampilkan data peserta khususnya pada field 

Nama Peserta, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Tanggal Daftar, dan Tempat Lahir. 

 

Langkah pertama, kita siapkan terlebih dahulu script untuk koneksi ke MySQL nya dan 

ke databasenya. 

 

koneksi.php 

 

<?php 

mysql_connect("localhost", "root", "root"); 

mysql_select_db("contoh"); 

?> 

 

Catatan: sesuaikan nama username, password dan nama database yang Anda gunakan. 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 160

 

Langkah kedua, kita bisa mulai membuat script untuk menampilkan datanya. 

 

view.php 

 

<html> 

  <head> 

     <title>Data Peserta</title> 

  </head> 

  <body> 

     <h1>Data Peserta</h1> 

     <table border="1"> 

        <tr><th>Nama Peserta</th><th>Tgl Lahir</th><th>Tempat 

Lahir</th><th>Alamat</th> 

              <th>Jenis Kelamin</th><th>Tgl Daftar</th></tr> 

         

        // letak script menampilkan data // 

      

      </table> 

  </body> 

</html>  

 

Script di atas baru membuat judul tabel untuk menampilkan datanya. Sekarang barulah 

kita buat script untuk menampilkan datanya. 

 

view.php 

 

<html> 

  <head> 

     <title>Data Peserta</title> 

  </head> 

  <body> 

     <h1>Data Peserta</h1> 

     <table border="1"> 

        <tr><th>Nama Peserta</th><th>Tgl Lahir</th><th>Tempat 

Lahir</th><th>Alamat</th> 

              <th>Jenis Kelamin</th><th>Tgl Daftar</th></tr> 

         

        <?php 

 

        include "koneksi.php"; 

 

        $query = "SELECT * FROM peserta"; 

        $hasil = mysql_query($query); 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 161

   

        while ($data = mysql_fetch_array($hasil)) 

        { 

             echo "<tr><td>".$data['namaPeserta']."</td><td>".$data['tglLahir']."</td> 

                             <td>".$data['tmptLahir']."</td><td>".$data['alamat']."</td> 

                             <td>".$data['sex']."</td><td>".$data['tglDaftar']."</td></tr>"; 

        } 

        ?> 

      

      </table> 

  </body> 

</html> 

 

Keterangan: 

 

Dalam melakukan proses fetching data memakai  mysql_fetch_array() dilakukan per 

baris data dari hasil query. Sehingga untuk memfetching semua data hasil query, kita 

gunakan looping WHILE.  

 

Selama masih ada baris data hasil query yang bisa difetch, maka looping ini akan terus 

berjalan dan baru akan berhenti bila sudah tidak ada baris lagi yang bisa difetch (akhir 

dari baris data). 

 

Setiap kali data difetch, lalu  langsung ditampilkan dengan echo.  

 

Catatan: 

 

Bila data hasil query SELECT hanya terdiri dari sebuah baris data, maka Anda tidak perlu 

memakai  looping WHILE. 

 

Array $data['namaPeserta'] digunakan untuk menampilkan data terkait dengan field 

‘namaPeserta’ yang ada dalam tabel.  

 

PENTING!!  

 

Besar kecilnya huruf dalam indeks array harus sama dengan nama fieldnya. Jika 

tulisannya berbeda, maka data tidak akan muncul. 

 

 

Hasil dari script view.php di atas adalah sebagai berikut 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 162

 

 

 

Tugas Untuk Anda 

 

1. Dengan memakai  tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di 

atas, buatlah script untuk menampilkan data peserta berdasarkan jenis 

kelaminnya.  

 

Adapun tampilan datanya diharapkan seperti di bawah ini 

 

No Nama 

Peserta 

Tgl Lahir Tmpt Lahir Alamat Jenis Kelamin 

1      

2      

 

Jumlah Data : … 

 

Dengan ‘No’ adalah nomor urut 1, 2, 3, … (bukan nomor ID data dalam tabel 

database) 

 

Terlebih dahulu buatlah form berisi pilihan memakai  Radio Button untuk 

memilih jenis kelamin dari peserta yang akan ditampilkan. lalu  setelah 

dipilih jenis kelaminnya, dan kemudian disubmit, maka akan muncul daftar 

peserta berdasarkan jenis kelamin yang dipilih. 

 

2. Dengan memakai  tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di 

atas, buatlah script untuk menampilkan data peserta berdasarkan nama yang 

ingin dicari.  

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 163

Terlebih dahulu buatlah form berisi text box untuk memasukkan nama peserta 

yang akan dicari. lalu  setelah dimasukkan nama, dan kemudian disubmit, 

maka akan muncul daftar peserta berdasarkan nama yang dicari. Misal jika ingin 

dicari nama ‘JOKO’ maka akan menampilkan semua data peserta yang namanya 

memuat nama ‘JOKO’. 

 

Bantuan: 

Gunakan klausa WHERE nama LIKE ‘%...%’;  

 

Tampilkan data hasil pencariannya memakai  format tampilan seperti no. 1 

di atas 

 

3. Dengan memakai  tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di 

atas, buatlah script untuk menampilkan semua data peserta yang diurutkan 

berdasarkan TANGGAL PENDAFTARAN mulai dari yang baru saja mendaftar 

sampai dengan yang paling dahulu mendaftar 

 

Adapun tampilan datanya diharapkan seperti di bawah ini 

 

No Nama 

Peserta 

Tgl Lahir Alamat Jenis Kelamin Tgl Daftar 

1      

2      

 

Jumlah Data Semua  : … 

Jumlah Peserta Laki-Laki  : … 

Jumlah Peserta Perempuan  : … 

 

 Catatan:  

Untuk mempercantik tampilan data dalam tabel di atas, gunakan warna selang-

seling dalam setiap barisnya.  

 

Tutorial tentang bagaimana cara membuat warna baris selang-seling, dapat 

dibaca di 

 

http://blog.rosihanari.net/script-php-untuk-menampilkan-data-dalam-tabel-

dengan-warna-baris-selang-seling/  

 

 

 

Update Data dengan PHP - MySQL 

 

 

Proses update suatu data dengan memakai  script PHP dan MySQL biasanya 

memiliki mekanisme sebagai berikut: 

 

1. Tampilkan list data terlebih dahulu 

2. Buat sebuah link pada setiap baris data yang menuju proses update. Link 

ini  memuat sebuah parameter yang di dalamnya ada  value yang 

nantinya digunakan sebagai acuan dalam proses update datanya.  

3. lalu  bila link ini  diklik akan muncul form berisi data yang akan 

diedit. 

 

Dalam melakukan proses update data, pada prinsipnya adalah menjalankan query 

update pada SQL nya. 

 

UPDATE namaTabel SET namafield = value WHERE … 

 

Baiklah… kita langsung saja mempraktekkan proses update data. Sebagai contoh, kita 

akan mengupdate data mahasiswa, dimana tabel untuk menyimpan data mahasiswanya 

berbentuk seperti di bawah ini 

 

nim  varchar(5) primary key 

nama  varchar(30) 

alamat  text 

sex  varchar(1) 

tgllahir  date 

 

Sebagai contoh misalkan kita telah mempunyai data awal sebagai berikut 

 

NIM NAMA ALAMAT SEX TGLLAHIR 

M0001 A SOLO L 1979-10-20 

M0002 B JAKARTA L 1982-09-10 

M0003 C BANDUNG P 1980-11-07 

 

Catatan: Untuk membuat data awal Anda bisa mengisikannya langsung ke MySQL 

dengan phpMyAdmin atau membuat script PHP untuk memasukkan datanya. 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 165

Sesuai dengan mekanisme di atas, maka langkah pertama kita buat terlebih dahulu 

script untuk menampilkan list datanya. Dalam script list ini, data akan disajikan dalam 

bentuk tabel dengan 6 buah kolom. Lima kolom pertama untuk menampilkan data 

semua fieldnya, sedangkan kolom ke-6 untuk meletakkan link untuk editnya. 

 

list.php 

 

<?php 

 

mysql_connect("localhost", "root", "root"); 

mysql_select_db("data"); 

 

// query SQL untuk memunculkan semua mahasiswa 

 

$query = "SELECT * FROM mhs"; 

$hasil = mysql_query($query); 

 

echo "<table border='1'>"; 

echo "<tr><td>NIM</td> 

                <td>Nama Mahasiswa</td> 

                <td>Alamat</td> 

                <td>Sex</td> 

                <td>Tgl Lahir</td> 

                <td>Action</td></tr>"; 

while ($data = mysql_fetch_array($hasil)) 

  echo "<tr><td>".$data['nim']."</td> 

                  <td>".$data['nama']."</td> 

                  <td>".$data['alamat']."</td> 

                  <td>".$data['sex']."</td> 

                  <td>".$data['tgllahir']."</td> 

                  <td>Edit</td></tr>"; 

echo "</table>"; 

?> 

 

 

Hasil dari script di atas akan menghasilkan tampilan sebagai berikut: 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 166

 

 

lalu , bagaimana bentuk link editnya? Link edit misalkan kita buat sebagai berikut 

 

http://.../edit.php?nim=... 

 

Dalam link edit di atas, link akan diarahkan ke script edit.php yang nantinya akan 

memunculkan form untuk keperluan edit data. Di dalam link ini  ada  

parameter nim yang nantinya digunakan sebagai acuan mahasiswa manakah yang 

datanya akan diedit. Sebagai contoh, misalkan akan diedit mahasiswa bernim ‘M0001’ 

maka linknya akan berbentuk 

 

http://.../edit.php?nim=M0001 

 

OK.. sekarang kita modifikasi sedikit script list.php di atas untuk memunculkan link 

editnya. 

 

list.php 

 

<?php 

 

mysql_connect("localhost", "root", "root"); 

mysql_select_db("data"); 

 

// query SQL untuk memunculkan semua mahasiswa 

 

$query = "SELECT * FROM mhs"; 

$hasil = mysql_query($query); 

 

echo "<table border='1'>"; 

echo "<tr><td>NIM</td> 

                <td>Nama Mahasiswa</td> 

                <td>Alamat</td> 

                <td>Sex</td> 

                <td>Tgl Lahir</td> 

                <td>Action</td></tr>"; 

while ($data = mysql_fetch_array($hasil)) 

  echo "<tr><td>".$data['nim']."</td> 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 167

                  <td>".$data['nama']."</td> 

                  <td>".$data['alamat']."</td> 

                  <td>".$data['sex']."</td> 

                  <td>".$data['tgllahir']."</td> 

                  <td><a href='edit.php?nim=".$data['nim']."'>Edit</a></td></tr>"; 

echo "</table>"; 

?> 

 

Langkah lalu  kita buat script edit.php yang nantinya akan memunculkan form 

edit sekaligus data mahasiswa yang akan diedit. Mungkin yang menjadi pertanyaan 

adalah bagaimana cara memunculkan data mahasiswa yang akan diedit? Ya… jawabnya 

adalah dengan memakai  query SELECT dengan nim sebagai syaratnya. Dalam hal ini 

nim yang ada dalam link edit lah yang nantinya akan digunakan sebagai syarat. 

 

SELECT * FROM mhs WHERE nim = …; 

 

OK… berikut ini adalah script edit.php untuk memunculkan form dan data yang akan 

diedit. 

 

 

edit.php 

 

<?php 

 

mysql_connect("localhost", "root", "root"); 

mysql_select_db("data"); 

 

$nim = $_GET['nim']; 

 

$query = "SELECT * FROM mhs WHERE nim = '$nim'"; 

$hasil = mysql_query($query); 

$data  = mysql_fetch_array($hasil); 

 

echo "<form method='post' action='update.php'>"; 

echo "<table>"; 

echo "<tr><td>NIM</td><td>:</td> 

                <td><input type='text' name='nim' value='".$data['nim']."'></td></tr>"; 

echo "<tr><td>Nama Mahasiswa</td><td>:</td> 

                <td><input type='text' name='nama' value='".$data['nama']."'></td></tr>"; 

echo "<tr><td>Alamat</td><td>:</td> 

                <td><textarea name='alamat'>".$data['alamat']."</textarea></td></tr>"; 

echo "<tr><td>Sex</td><td>:</td> 

          <td><input type='radio' name='sex' value='L'> Laki-Laki  

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 168

                   <input type='radio' name='sex' value='P'> Perempuan</td></tr>"; 

echo "<tr><td>Tgl Lahir</td><td>:</td><td> 

          <select name='tgl'>"; 

for ($i=1; $i<=31; $i++) 

   echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

}     

echo "</select> 

          <select name='bln'>"; 

for ($i=1; $i<=12; $i++) 

   echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

}     

echo "</select> 

      <select name='thn'>"; 

for ($i=1980; $i<=1997; $i++) 

   echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>"; 

}     

echo "</select> 

   </td></tr>"; 

echo "</table>"; 

echo "<input type='submit' name='submit' value='Submit'>"; 

echo "</form>"; 

 

?> 

 

 

Catatan: 

 

• Untuk keperluan edit data nim, script di atas memakai  komponen textbox. 

Demikian pula edit data nama mahasiswa. 

• Sedangkan untuk alamat, script di atas memakai  komponen textarea. 

• Untuk edit jenis kelamin, kita memakai  komponen radiobutton 

• Untuk edit tanggal lahir mahasiswa, kita memakai  3 komponen combobox 

yang masing-masing digunakan untuk tanggal, bulan dan tahun. Option dari 

masing-masing combobox digenerate otomatis dengan looping FOR. 

 

Hasil tampilan dari script di atas ketika digunakan untuk mengedit data mahasiswa 

bernim ‘M0001’ adalah 

 

Basic PHP Tutorial  http://blog.rosihanari.net 

Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 169

 

 

 

Bila kita perhatikan tampilan script edit di atas, maka untuk edit jenis kelamin masih 

belum berfungsi. Seharusnya sebab  data awal mahasiswa bernim ‘M0001’ adalah 

berjenis kelamin ‘Laki-laki’