ini, Anda juga bisa memakai COOKIE.
Apa perbedaan antara SESSION dan COOKIE? Dari sisi fungsi atau kegunaan, keduanya
adalah sama, namun perbedaannya adalah jika SESSION value disimpan dalam server
web sedangkan value COOKIE disimpan dalam komputer client.
Memang keduanya ada plus dan minusnya. Kelebihan SESSION adalah bahwa user tidak
bisa menghapus value yang tersimpan kecuali dirinya sendiri, misal dengan menutup
browser atau ketika dalam proses logout. Namun kelemahannya adalah ketika tiba-tiba
jaringan internetnya putus setelah proses login. Bila jaringannya putus, maka otomatis
SESSION akan terhapus sehingga jika hal ini terjadi ketika Anda mengakses halaman
web yang ada autentifikasi maka Anda diharuskan login kembali.
Sedangkan COOKIE, value disimpan di komputer client. Dengan demikian value ini
tetap tersimpan meskipun jaringan internetnya putus atau dalam kondisi offline. Namun
kelemahannya adalah value COOKIE ini bisa dihapus oleh orang lain yang juga
memakai komputer ini , atau mungkin user komputer ini telah menge-
set bahwa browsernya tidak bisa menerima COOKIE sehingga COOKIE tidak bisa
tersimpan dalam komputer client.
Sehingga jika ditanya, lebih baik pakai yang mana? COOKIE atau SESSION? Ya… hal
ini saya serahkan kepada Anda saja. Sebagai gambaran, bahwa sistem login Google Mail
sepertinya memakai COOKIE, demikian pula dengan Wordpress. Namun banyak
juga situs atau aplikasi yang memakai SESSION untuk membuat sistem login ini.
Saya sendiri lebih senang memakai SESSION ☺
Cara Menyimpan Value Ke Dalam COOKIE
Untuk menyimpan value ke dalam COOKIE caranya adalah dengan memberikan perintah
berikut ini:
setcookie("nama cookie", value, expired time);
Pada perintah di atas, parameter ‘nama cookie’ bisa diisi dengan sebarang nama. Nama
COOKIE ini seperti halnya Anda memberi nama pada SESSION. Parameter ‘value’
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 114
nantinya diisi dengan value yang akan disimpan. Sedangkan parameter ‘expired time’
adalah lama waktu untuk mengatur masa berlaku COOKIE.
Catatan:
• Nama COOKIE tidak boleh mengandung spasi
• Expired Time dihitung dalam satuan detik
Contoh:
<?php
$kata = "Saya sedang belajar COOKIE";
setcookie("mycookie", $kata, time()+3600);
?>
Script di atas akan menyimpan value berupa teks ‘Saya sedang belajar COOKIE’ ke dalam
COOKIE. Bila script di atas dijalankan, maka kita bisa lihat valuenya dalam COOKIE.
jika Anda memakai Firefox, maka cara melihat COOKIE nya adalah:
1. Klik TOOLS > OPTIONS
2. Pilih menu tab PRIVACY
3. Klik tombol SHOW COOKIES
4. Kemudian dicari nama situsnya, sebab Anda mencobanya melalui LOCALHOST
maka LOCALHOST pada site name
5. Lalu akan tampil seperti pada gambar berikut ini
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 115
Oya… pada script di atas, parameter ‘expired time’ nya diberikan time()+3600 itu
maksudnya bahwa cookie ini akan disimpan selama 1 jam (3600 detik). Setelah 1
jam maka cookie akan terhapus secara otomatis. Bila parameter ‘expired time’ ini tidak
dituliskan maka cookie akan terhapus begitu browser ditutup, seperti halnya SESSION.
Nah… konsep COOKIE yang bisa diatur jangka waktu atau umurnya ini sering
dimanfaatkan oleh program-program bisnis afiliasi. Mungkin Anda pernah mendengar
atau bahkan sering bahwa suatu program afiliasi X memakai sistem COOKIE selama
3 bulan, 9 bulan atau bahkan tahunan. COOKIE dalam bisnis afiliasi ini digunakan untuk
menyimpan nomor ID dari referalnya. Bila ada konsumen yang membeli produk di
bawah ID referal seseorang selama usia COOKIE ini masih aktif, maka orang yang
memiliki ID referal tadi akan mendapatkan komisi.
Membaca Value Cookie
Setelah COOKIE tersimpan, lalu kita bisa membaca valuenya. Untuk membaca
value COOKIE, caranya adalah memakai perintah
$_COOKIE['nama cookie'];
Contoh:
<?php
if isset($_COOKIE['mycookie'])
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 116
{
echo $_COOKIE['mycookie'];
}
else echo "Cookie Tidak Ada";
?>
Script di atas digunakan untuk menampilkan value dari COOKIE bernama ‘mycookie’ bila
COOKIE ini ada (masih tersimpan dalam komputer), sedangkan bila sudah tidak
ada maka tampilkan ‘Cookie Tidak Ada’.
Nah… mungkin Anda berpikir, bagaimana bila ada nama COOKIE yang sama lebih
dari satu yang tersimpan dalam komputer? Bila nama COOKIE yang sama ini
berasal dari situs yang sama, maka sifat timpa menimpa value seperti halnya dalam
variabel akan terjadi.
Contoh:
script1.php
<?php
$kata = "COOKIE 1";
setcookie("mycookie", $kata, time()+3600);
?>
script2.php
<?php
$kata = "COOKIE 2";
setcookie("mycookie", $kata, time()+3600);
?>
Kedua script di atas akan melakukan proses penyimpanan COOKIE sebanyak 2 kali
dengan value yang berbeda namun nama COOKIE nya sama. Jika Anda jalankan script di
atas dalam LOCALHOST (sebagai nama situsnya), maka value COOKIE pertama akan
ditimpa dengan COOKIE yang kedua.
Namun… misalkan Anda punya dua situs atau server yang berbeda katakanlah A dan B,
kemudian script1.php Anda upload ke A sedangkan script2.php diupload ke B.
lalu script1.php di A dijalankan dan script2.php di B juga dijalankan. Bila
diperhatikan, maka proses ini akan menghasilkan 2 buah COOKIE yang berbeda,
meskipun nama COOKIE nya sama. Di sini yang membedakan adalah nama server atau
situsnya.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 117
Tugas Untuk Anda
1. Buatlah sebuah halaman web berisi sebarang konten yang bisa
menginformasikan nama pengunjungnya, kapan kunjungan terakhir.
Bila seseorang baru pertama kali mengunjungi halaman web ini , maka
akan muncul form untuk memasukkan nama pengunjung. Berikut ini contoh
gambarannya:
Misalkan ada seorang seseorang bernama AGUS sedang membuka halaman web
ini untuk pertama kalinya pada tanggal 20/4/2009 melalui laptop
pribadinya dan mengisi namanya pada form nama pengunjung yang disediakan.
lalu bila si AGUS tadi membuka kembali halaman web ini pada
tanggal 29/4/2009 dengan laptop yang sama, maka form untuk memasukkan
nama pengunjung tidak akan muncul melainkan muncul keterangan: “Terima
kasih AGUS atas kunjungannya kembali ke halaman ini. Anda terakhir
mengunjungi halaman ini pada tanggal 20/4/2009”.
Tentang Function
Dalam suatu pengaturan organisasi, biasanya perlu dibentuk semacam bagian-bagian
kerja atau divisi yang spesifik kerjanya. Sebagai contoh misalkan dalam suatu organisasi
ada divisi humas yang tugasnya spesifik mengurusi masalah kehumasan, divisi HRD yang
khusus menangani masalah SDM dan pengembangannya, serta divisi-divisi yang lain.
Mengapa dalam pengaturan organisasi perlu dibentuk divisi atau suborganisasi yang
lebih kecil dalam kinerjanya? Ya… tujuannya adalah efisiensi kerja. Dalam hal ini,
seorang ketua atau manajer pastilah akan repot bila semua kegiatan harus dibebankan
kepadanya. Selain itu jika dilihat dari efektifitas, jelas akan efektif sebab dengan
dibentuknya suborganisasi maka seorang ketua organisasi lebih mudah memberikan
komando. Sebagai contoh misalkan ketika sang ketua butuh informasi tentang
kehumasan, maka dia tinggal menyuruh divisi humas untuk bekerja dan memberikan
informasi. Informasi ini nantinya akan digunakan sang ketua untuk menentukan
kebijakan organisasi dalam proses lalu .
Nah.. mengadopsi hal di atas, konsep pembentukan suborganisasi ini juga bisa
diterapkan ke dalam suatu script atau program. Dalam hal ini, sebuah program
ibaratnya sebuah organisasi besar. Sedangkan Anda (programmer) sebagai ketua
organisasinya. Dengan dibuatnya suatu subprogram yang memiliki tugas atau kerja yang
spesifik maka dapat membawa ke efisiensi dan efektifitas kerja dari program atau script
ini . Sekaligus, Anda pun akan lebih mudah dalam mengatur proses programnya.
Perhatikan contoh script berikut ini yang digunakan untuk menghitung operasi
310
4
Dalam PHP sebenarnya ada perintah untuk menghitung pangkat bilangan. Namun
di sini diasumsikan kita tidak memakai perintah ini melainkan harus
membuat program sendiri.
Untuk menghitung n pangkat m, kita bisa memakai program berikut ini
$hasil = 1;
for ($i = 1; $i <= m; $i++)
{
$hasil = $hasil * n;
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 119
}
Konsep program di atas didasarkan pada ide n
m
= n x n x n x … x n (sejumlah m kali
perkalian)
Nah… bila program di atas kita terapkan ke dalam kasus yang kita hadapi maka script
atau program PHP akan menjadi seperti ini:
<?php
// menghitung 3 pangkat 4
$hasil_a = 1;
for ($i = 1; $i <= 4; $i++)
{
$hasil_a = $hasil_a * 3;
}
// menghitung 10 pangkat 3
$hasil_b = 1;
for ($i = 1; $i <= 3; $i++)
{
$hasil_b = $hasil_b * 10;
}
// menghitung 4 pangkat 5
$hasil_c = 1;
for ($i = 1; $i <= 5; $i++)
{
$hasil_c = $hasil_c * 4;
}
// hitung hasil terakhir
$hasil = $hasil_a * $hasil_b / $hasil_c;
echo $hasil;
?>
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 120
Wah… ternyata panjang juga ya. Bila kita perhatikan bahwa dalam script di atas ada
beberapa pekerjaan yang dilakukan secara berulang-ulang yaitu ‘menghitung pangkat’.
Nah… mungkin untuk keperluan efisiensi dan efektifitas, bagaimana seandainya kita
buat ‘Divisi Perpangkatan‘ dalam program yang tugasnya khusus menghitung pangkat
bilangan ☺
Dengan kehadiran divisi ini , kita dapat dengan cepat menghitung pangkat bilangan
sebab urusan memangkatkan bilangan kita serahkan ke divisi ini . Dalam
programming, divisi ini kita namakan function atau subprogram.
OK… sejenak kita tinggalkan kasus di atas. Sekarang kita lanjutkan dahulu tentang
bagaimana membuat function.
Secara umum, bentuk function adalah seperti di bawah ini
function nama_function(parameter)
{
..
..
return variabel;
}
Keterangan:
Setiap function pasti dan harus memiliki nama function. Nama function ini nantinya
akan dipanggil oleh program utama bila akan digunakan. Parameter di sini sifatnya
optional (boleh ada, boleh tidak). Parameter ini ibaratnya input yang akan diolah oleh
function.
Sedangkan return variabel merupakan perintah untuk memberikan hasil setelah
dikerjakan oleh function. Dalam hal ini perintah return variabel ini juga bersifat optional
(boleh ada, boleh tidak).
Kapan return variabel ini digunakan? Dan kapan tidak perlu digunakan? return variabel
ini perlu digunakan bila hasil dari pengolahan function ini akan digunakan untuk proses
yang lain dalam program. Sedangkan bila hasil dari function tidak akan digunakan oleh
program, maka tidak perlu diberikan perintah ini.
Contoh:
<?php
function jumlah($a, $b)
{
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 121
$c = $a + $b;
return $c;
}
echo "Hasil penjumlahannya = ".jumlah(3, 5);
?>
Script di atas menunjukkan pemakaian function untuk menjumlahkan dua buah
bilangan. jika dikembangkan lagi untuk kasus menghitung (3 + 5) ditambah (7 + 6),
maka scriptnya dapat berbentuk seperti di bawah ini
<?php
function jumlah($a, $b)
{
$c = $a + $b;
return $c;
}
$hasil = jumlah(3, 5) + jumlah(7, 6);
echo "Hasil penjumlahannya = ". $hasil;
?>
Atau
<?php
function jumlah($a, $b)
{
$c = $a + $b;
return $c;
}
$hasil = jumlah(jumlah(3, 5), jumlah(7, 6));
echo "Hasil penjumlahannya = ". $jumlah;
?>
Sedangkan berikut ini contoh function yang tidak perlu memakai return. Script
berikut ini hanya sekedar menampilkan suatu string melalui sebuah function.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 122
<?php
function tulis($x)
{
echo "Anda menampilkan ". $x . "<br>";
}
tulis("Hello World..");
tulis("Apa kabar?");
?>
Nah… kembali lagi ke kasus semula, yaitu mencari hasil dari
310
4
Maka kita bisa membuat script yang lebih sederhana daripada sebelumnya
memakai function
<?php
function pangkat($m, $n)
{
$hasil = 1;
for ($i = 1; $i <= $n; $i++)
{
$hasil = $hasil * $m;
}
return $hasil;
}
$jwb = pangkat(3, 4) * pangkat(10, 3) / pangkat(4, 5);
echo "Hasilnya adalah : ".$jwb;
?>
Anda juga bisa membuat beberapa function dalam file tersendiri, semacam daftar
function. lalu setiap kali butuh suatu function dalam daftar ini , cukup
meng-include-kan saja nama file nya, lalu panggil nama functionnya. Trik ini sering
digunakan oleh para programmer handal dalam membuat aplikasi. Berikut ini
contohnya:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 123
functions.php
<?php
function jumlah($a, $b)
{
$hasil = $a + $b;
return $hasil;
}
function kurang($a, $b)
{
$hasil = $a - $b;
return $hasil;
}
function kali($a, $b)
{
$hasil = $a * $b;
return $hasil;
}
function bagi($a, $b)
{
$hasil = $a / $b;
return $hasil;
}
?>
jumlah.php
<?php
include "functions.php";
$bil1 = 103;
$bil2 = 192;
echo "Hasil ".$bil1." + ".$bil2. " = " . jumlah($bil1, $bil2) ;
?>
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 124
kurang.php
<?php
include "functions.php";
$bil1 = 103;
$bil2 = 192;
echo "Hasil ".$bil1." - ".$bil2. " = " . kurang($bil1, $bil2) ;
?>
kali.php
<?php
include "functions.php";
$bil1 = 103;
$bil2 = 192;
echo "Hasil ".$bil1." x ".$bil2. " = " . kali($bil1, $bil2) ;
?>
bagi.php
<?php
include "functions.php";
$bil1 = 103;
$bil2 = 192;
echo "Hasil ".$bil1." / ".$bil2. " = " . bagi($bil1, $bil2) ;
?>
Built in Functions dalam PHP
Sebuah function dapat kita create sendiri seperti halnya di atas, namun dapat pula kita
langsung gunakan sebab sudah disediakan oleh PHP. Function yang sudah disediakan
oleh PHP ini lalu disebut built in functions.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 125
Berikut ini beberapa built in functions yang sudah ada dalam PHP berdasarkan kategori
pemakaian nya.
Mathematics Built in Functions
abs()
Untuk menghitung nilai mutlak atau absolute
Contoh:
<?php
$bil = -10;
echo abs($bil); // menghasilkan 10
?>
ceil()
Untuk membulatkan ke atas suatu bilangan real
Contoh:
<?php
$bil = 19.1;
echo ceil($bil); // menghasilkan 20
?>
floor()
Untuk membulatkan ke bawah suatu bilangan real
Contoh:
<?php
$bil = 19.5;
echo floor($bil); // menghasilkan 19
?>
max()
Mencari nilai terbesar dari suatu data bertipe array
Contoh:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 126
<?php
$data = array(19, 23, 11, 45);
$max = max($data);
echo "Nilai max = ".$max; // menghasilkan 45
?>
min()
Mencari nilai minimum dari suatu data bertipe array
mt_rand(x, y)
Untuk menghasilkan bilangan bulat random antara x s/d y.
Contoh:
<?php
$random = mt_rand(4, 10); // menghasilkan bilangan random antara 4 s/d 10
echo $random;
?>
pow(x, y)
Digunakan untuk mencari hasil x pangkat y.
Contoh:
<?php
$hasil = pow(4, -5); // menghitung 4 pangkat -5
echo $hasil;
?>
round()
Membulatkan bilangan real ke bawah bila desimal di belakang komanya kurang dari 0.5,
dan membulatkan ke atas bila desimal di belakang komanya lebih dari atau sama
dengan 0.5.
Contoh:
<?php
echo round(10.23); // menghasilkan 10
echo round(10.6); // menghasilkan 11
echo round(-10.2); // menghasilkan -10
?>
Array Built in Functions
Berikut ini beberapa function yang bisa digunakan untuk mengolah data berbentuk
array
array_multisort()
Digunakan untuk mensorting beberapa array terkait sekaligus. Bisa juga digunakan
untuk mensorting dalam sebuah array saja.
Sintaks dari pemakaian array_multisort() adalah
array_multisort(x, metode, a, b, c, …);
dengan ‘x’ adalah array yang digunakan sebagai acuan dalam sorting, ‘metode’ adalah
metode yang digunakan sorting (ascending atau descending), dan a, b, c,… adalah array
lain yang ikut disorting.
Contoh:
Script berikut ini akan mengurutkan data mahasiswa (NIM dan NAMA) berdasarkan NIM
dari 2 buah array yang bersesuaian secara ascending.
<?php
$nim = array("M0197002","M0197004","M0197001","M0197008","M0197003");
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 128
$nama = array("Amir","Joko","Budi","Siti","Agus");
array_multisort($nim, SORT_ASC, $nama);
for ($i = 0; $i <= count($nim)-1; $i++)
{
echo $nim[$i]. " " .$nama[$i]. "<br>";
}
?>
Keterangan:
Untuk sorting secara descending, gunakan parameter SORT_DESC
array_rand()
Digunakan untuk mengambil salah satu elemen dari array secara random
Contoh:
<?php
$bil = array(3, 1, 4, 5, 2, 6);
$ambilAcak = array_rand($bil);
echo $ambilAcak;
?>
array_reverse()
Digunakan untuk membalik urutan data dalam array
Contoh:
<?php
$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");
$balik = array_reverse($data);
foreach($balik as $index => $buah)
{
echo $buah. "<br>"; // menampilkan apel, jeruk, jambu, mangga
}
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 129
?>
array_search()
Digunakan untuk mencari nomor urut elemen tertentu dalam array (dimulai dari 0)
Contoh:
Script berikut ini akan mencari nomor urut elemen dari data ‘jambu’ dalam array buah
<?php
$data = array("mangga","jambu","jeruk","apel");
$no = array_search("jambu", $data);
echo $no; // akan menampilkan 1 (nomor urut elemen dalam array)
?>
count()
Digunakan untuk menghitung jumlah elemen yang ada dalam suatu array.
String Built in Functions
explode()
Digunakan untuk memecah suatu string ke dalam array berdasarkan karakter tertentu.
Contoh:
<?php
$date = "20-01-2009";
$pecah = explode("-", $date); // memecah string berdasarkan karater ‘-’
echo "Tanggal : ". $pecah[0]; // menampilkan 20
echo "Bulan : ". $pecah[1]; // menampilkan 01
echo "Tahun : ". $pecah[2]; // menampilkan 2009
?>
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 130
md5()
Digunakan untuk mengenkripsi (hashing) suatu string. Biasanya function ini digunakan
untuk keperluan enkripsi password login ke suatu aplikasi. Hasilnya adalah suatu string
yang tidak dapat dibaca dengan panjang 32 karakter
<?php
$passwordAsli = "hello";
$passwordEnkrip = md5($passwordAsli);
echo $passwordEnkrip; // menampilkan ‘5d41402abc4b2a76b9719d911017c592’
?>
Keterangan:
Tidak ada function untuk membalik dari hasil md() ke string asli.
number_format()
Memformat angka dengan mengelompokkan berdasarkan ribuan.
Contoh:
Berikut ini contoh script untuk menyajikan angka Rp. 1002372 menjadi bentuk Rp.
1.002.372,-
<?php
$harga = 1002372;
$formatted = number_format($harga, 0, "", ".");
echo "Harganya Rp. ".$formatted. ",-";
?>
Keterangan:
Parameter pertama dari number_format() menunjukkan bilangan yang akan diformat,
parameter kedua menunjukkan jumlah digit desimal di belakang koma, parameter
ketiga menunjukkan tanda pemisah untuk digit desimal di belakang koma, dan
parameter keempat menunjukkan tanda pemisah untuk ribuan.
Contoh:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 131
Berikut ini contoh script untuk menyajikan bilangan real 123456789.111111 menjadi
bentuk 123.456.789,111 (tanda pemisah desimal memakai koma, jumlah digit
desimal sebanyak 3 dan memakai tanda titik untuk pemisah ribuan)
<?php
$bil = 123456789.111111;
$formatted = number_format($bil, 3, ",", ".");
echo "Bilangannya ".$formatted;
?>
str_replace()
Digunakan untuk mereplace suatu substring dengan substring lain dalam string.
Contoh:
Script berikut ini akan mengganti substring ‘be’ menjadi ‘bi’
<?php
$kalimat = "saya ingin bebas seperti burung beo";
$replace = str_replace("be", "bi", $kalimat);
echo $replace; // menampilkan ‘saya ingin bibas seperti burung bio’
?>
strip_tags()
Digunakan untuk menghilangkan tag HTML dalam suatu string. Biasanya untuk
keamanan dalam form guna mencegah disisipkannya tag-tag HTML yang bisa merusak
halaman web.
<?php
$string = "<font face='verdana' size='2'>Hello world</font>";
$hilangkanTag = strip_tags($string);
echo $hilangkanTag; // akan menghasilkan ‘Hello World’
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 132
?>
strlen()
Digunakan untuk menghitung jumlah karakter dari suatu string
Contoh:
<?php
$kata = "Hello World";
$jumKarakter = strlen($kata);
echo $jumKarakter; // akan menghasilkan 11 (spasi ikut dihitung)
?>
strtolower()
Digunakan untuk mengubah semua huruf penyusun string menjadi huruf kecil
Contoh:
<?php
$kata = "Rosihan Ari Yuana"’;
$kecil = strtolower($kata);
echo $kecil; // menghasilkan ‘rosihan ari yuana’
?>
strtoupper()
Merupakan kebalikan strtolower()
substr_count()
Menghitung jumlah substring dalam suatu string
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 133
Contoh:
<?php
$lagu = "topi saya bundar, bundar topi saya, kalau tidak bundar, bukan topi saya";
$hitungTopi = substr_count($lagu, "topi");
echo $hitungTopi; // akan menghasilkan 3.
?>
substr()
Mengambil sejumlah karakter substring dari suatu string
Contoh:
Script berikut ini akan mengambil tahun angkatan mahasiswa dari NIM ‘M0197001’,
dimana tahun angkatan terletak pada digit ke 4 dan 5 dari NIM (dalam hal ini tahun
angkatannya adalah 97)
<?php
$nim = "M0197001";
$angkatan = substr($nim, 3, 2);
echo $angkatan; // menghasilkan 97
?>
Keterangan:
Parameter pertama dari substr() menunjukkan string aslinya. Parameter kedua
menunjukkan posisi awal substring yang akan diambil (dihitung mulai 0 dari karakter
paling kiri string), dan parameter ketiga menunjukkan jumlah karakter subtring yang
akan diambil.
Sehingga dari contoh di atas, sebab posisi awal tahun angkatan itu terletak pada
karakter ke-3 dari string NIM, dan tahun angkatan ini terdiri dari 2 karakter maka
perintahnya adalah
substr($nim, 3, 2)
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 134
Tugas Untuk Anda
1. Di SMA tentu Anda telah mengenal rumus kombinasi C(m, n) kan? C(m, n)
dirumuskan dengan
,
!
!
!
Simbol ! menunjukkan faktorial.Sebagai contoh, 5! = 5 x 4 x 3 x 2 x 1 = 120.
Nah.. buatlah script PHP untuk menghitung nilai C(m, n) dengan m dan n nya
suatu input, dimana m ≥ n.
Dalam hal ini buatlah sebuah function yang khusus untuk menghitung nilai
faktorial suatu bilangan. lalu gunakanlah function ini untuk
menghitung C(m, n).
2. Buatlah script untuk menghitung jumlah bilangan ganjil antara 10 dan 123456.
Gunakan function untuk mengecek apakah suatu bilangan termasuk bilangan
ganjil atau tidak.
3. Buatlah script untuk mencari selisih jumlah detik dari dua waktu yang berbeda.
Format input waktu harus dalam bentuk hh:mm:ss
Contoh:
Waktu 1 = 12:03:10
Waktu 2 = 13:03:20
Selisih kedua waktu adalah 3610 detik.
Petunjuk: Anda dapat gunakan function explode() untuk memecah waktu ke
dalam satuan jam, menit dan detik untuk perhitungan.
4. Misalkan dalam suatu kelas ada 5 orang siswa dengan nama dan NIS
sebagai berikut
NIS Nama Siswa
A001 Agus
A002 Budi
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 135
A003 Amir
A004 Acong
A005 Siti
Buatlah sebuah form untuk memasukkan nilai ujian 1 dan ujian 2 pelajaran
Matematika kelima siswa ini . lalu tampilkan data NIS, Nama Siswa
dan Rata-rata Ujiannya, dan urutkan berdasarkan Rata-rata Ujiannya mulai dari
yang paling tinggi sampai yang paling rendah.
Contoh Tampilan Form Input Nilai
NIS Nama Siswa Nilai Ujian 1 Nilai Ujian 2
A001 Agus
A002 Budi
A003 Amir
A004 Acong
A005 Siti
Petunjuk:
Data NIS dan Nama Siswa disimpan dalam array, begitu pula dengan nilai rata-
ratanya. lalu sort berdasarkan nilai rata-rata (gunakan array_multisort())
lalu tampilkan.
5. Suatu perusahan X, ada 10 orang karyawan dengan NIK dan Nama
Karyawannya sebagaimana tampak pada tabel berikut ini
NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun)
K01001 A 20
K01002 B 18
K03001 C 12
K03002 D 12
K03003 E 10
K04001 F 8
K04002 G 11
K04003 H 9
K04004 I 7
K04005 J 14
SUBMIT RESET
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 136
Perhatikan kode NIK di atas. Digit ke 2 dan 3 menunjukkan posisi karyawan
dalam perusahaan. ‘01’ berarti di bagian keuangan, ‘03’ di bagian HRD dan ‘04’ di
bagian maintenance.
Buatlah script PHP untuk menampilkan gaji setiap karyawan dengan ketentuan
sbb:
Jika karyawan di bagian keuangan, maka gaji pokoknya: Rp. 2.000.000,-. Di
bagian HRD gaji pokoknya Rp. 1.900.000,- dan di maintenance gaji pokoknya Rp.
1.950.000,-.
Selain itu masih ditambah tunjangan sesuai masa kerjanya.
Jika masa kerja > 15 tahun maka tunjangannya Rp. 500.000,- Sedangkan jika
masa kerja 10 s/d 15 tahun, tunjangannya Rp. 300.000,-. Dan jika masa kerjanya
di bawah 10 tahun tunjangannya Rp. 100.000,-
Untuk format tampilan, gunakan tabel berikut ini
NIK Nama Karyawan Masa Kerja (tahun) Gaji Kotor
K01001 A 20 Rp. XXX,-
K01002 B 18 Rp. XXX,-
K03001 C 12 Rp. XXX,-
K03002 D 12 Rp. XXX,-
K03003 E 10 Rp. XXX,-
K04001 F 8 Rp. XXX,-
K04002 G 11 Rp. XXX,-
K04003 H 9 Rp. XXX,-
K04004 I 7 Rp. XXX,-
K04005 J 14 Rp. XXX,-
Total Rp. XXX,-
Catatan: Gunakan format angka gaji sesuai format Rp. XXX.XXX.XXX,-
6. Berdasarkan data karyawan yang ada pada soal no. 5, buatlah script untuk
menampilkan data karyawan (NIK, nama dan masa kerja) dan jumlah
karyawannya dari ketentuan sbb:
a. Karyawan di bagian ‘HRD’ yang masa kerjanya di atas 15 tahun
b. Karyawan di bagian ‘maintenance’ atau ‘keuangan’ yang masa kerjanya 10
tahun s/d 15 tahun
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 137
Gunakan Radiobutton untuk proses switching tampilan sebagaimana contoh
form berikut ini.
Data Karyawan
◘ Karyawan di bagian ‘HRD’ dengan masa kerja > 15 tahun
◘ Karyawan di bagian ‘Maintenance’ atau ‘Keuangan’ dengan masa kerja 10 –
15 th
Pengenalan SQL
Pada bab ini Anda akan diperkenalkan dengan SQL atau structured query languange.
SQL adalah suatu statement atau pernyataan atau perintah standart yang digunakan
untuk keperluan administrasi database.
Ada banyak software database yang mendukung SQL ini. Software batabase ini disebut
juga SQL based DBMS (Database Management System). Beberapa di antaranya adalah
MySQL, Oracle, MS. Access, MS. SQL, SQL Server dll.
Bab pengenalan SQL ini diberikan sebab mulai bab lalu materi kursus terkait
dengan pemakaian database, dalam hal ini software database yang digunakan adalah
MySQL. Mengapa MySQL yang digunakan? Ya… sebab MySQL adalah DBMS yang
bersifat free alias gratis namun kehandalannya tidak kalah dengan DBMS yang tidak
free.
Tentang Database
Database ibaratnya suatu wadah yang digunakan untuk menyimpan data. Supaya
mudah diatur data-data itu disimpan dalam sebuah tabel.
Database ibaratnya seperti sebuah lemari kabinet. Dalam lemari kabinet ada
beberapa laci yang di dalamnya ada beberapa dokumen file atau data. Laci inilah
yang diumpamakan tabel dari database dan dokumen file atau data yang tersimpan
dalam laci ibaratnya merupakan data atau record dari database. Bisa membayangkan
ya? ☺
Di dalam sebuah database bisa ada lebih dari satu tabel.
Pada sebuah tabel, ada unsur yaitu kolom dan baris, seperti halnya tabel-tabel
umum yang Anda kenal. Kolom pada database disebut juga field, dan barisnya disebut
record.
Tentang PhpMyAdmin
Terkadang dalam mengatur atau pengadministrasian database sangatlah repot.
Misalnya membuat database, membuat tabel, mengubah struktur tabel, menyimpan
data ke database, mengedit data, menghapus data dsb.
Nah… khusus MySQL ada software khusus yang dapat dipergunakan untuk
pengadministrasian database supaya mudah dilakukan. Software ini bernama
PhpMyAdmin. Software ini merupakan web based software yang dijalankan melalui
URL:
http://localhost/phpmyadmin
jika Anda memakai AppServ atau XAMPP maka ketika dipanggil URL di atas
akan langsung masuk ke PhpMyAdmin.
Catatan:
Sebelum masuk ke PhpMyAdmin biasanya kita disuruh memasukkan username dan
password. Username dan password ini sesuai dengan yang pernah kita masukkan
sewaktu proses instalasi AppServ.
Tampilan PhpMyAdmin
Membuat Database
Untuk membuat database baru dengan PhpMyAdmin, caranya adalah isikan nama
database yang akan Anda buat ke dalam bagian kotak CREATE NEW DATABASE lalu klik
tombol CREATE.
Sebagai contoh silakan Anda buat database dengan nama: ‘perpustakaan’
Tips: sebaiknya nama database jangan mengandung spasi.
Membuat Tabel
Setelah database dibuat, lalu kita bisa membuat tabel. Untuk membuat tabel
baru dalam database yang telah kita buat caranya ketikkan nama tabel yang akan dibuat
pada bagian CREATE NEW TABLE ON DATABASE XXX. ‘XXX’ di sini merupakan nama
databasenya.
Selain itu masukkan pula jumlah fieldnya. Oleh sebab itu sebaiknya sebelum proses
pembuatan tabel hendaknya Anda rancang terlebih dahulu nama-nama fieldnya sesuai
yang dibutuhkan.
Dalam contoh ini andaikan kita akan membuat tabel ‘kategori_buku’
Tips: seperti halnya membuat nama database, untuk nama tabel juga sebaiknya jangan
gunakan spasi.
Untuk tabel ‘kategori_buku’ misalnya kita desain seperti di bawah ini:
Tabel : kategori_buku
Field : kode_kat varchar(5) PRIMARY KEY
nama_kat varchar(20)
Keterangan:
Dalam tabel ‘kategori buku’ ada 2 buah field yaitu ‘kode_kat’ dan ‘nama_kat’. Field
‘kode_kat’ nanti berisi kode kategori dari buku-buku yang tersimpan dalam
perpustakaan dan ‘nama_kat’ merupakan penjelasan yang berisi nama kategori terkait
dengan kode kategorinya. Misalnya kode kategori buku ‘X10’ itu merupakan kode
kategori untuk buku tentang ‘MATEMATIKA’.
Varchar merupakan tipe data dari fieldnya. Tipe data ini harus dimiliki setiap field yang
akan dibuat. Tipe data ini menentukan jenis atau sifat data yang akan disimpan dalam
field ini . ada beberapa tipe data yang bisa dipilih, yaitu
Varchar bila datanya berbentuk karakter (maks 255 karakter)
Int bila datanya berbentuk bilangan bulat
Float bila datanya berbentuk bilangan real
Text bila datanya berbentuk karakter (size nya lebih besar dari varchar)
Date bila datanya berbentuk tanggal (th-bln-tgl)
Time bila datanya berbentuk waktu (jam:menit:detik)
Blob bila datanya berupa file
Catatan:
Khusus untuk varchar harus diberikan lebar size yang diinginkan, misalnya suatu field
bertipe varchar(5). Maksud 5 di sini adalah banyak karakter yang bisa disimpan dalam
field ini adalah 5 buah.
PRIMARY KEY adalah fitur yang ada dalam DBMS yang dapat digunakan untuk menjamin
bahwa sebuah data itu tunggal. Dalam contoh di atas PRIMARY KEY diberikan pada field
‘Kode Kategori’. Tentu kita tahu bahwa suatu kode kategori buku itu bersifat tunggal
atau tidak boleh ada kode yang sama, seperti halnya kode karyawan atau kode
mahasiswa. Bila suatu field sudah dijadikan PRIMARY KEY maka tidak mungkin ada data
yang sama pada field ini . jika kita masukkan kode yang sama, maka akan
ditolak oleh sistem.
OK… setelah kita rancang tabelnya, kita bisa membuatnya. Berikut ini caranya:
1. Isikan nama tabel di kotak CREATE NEW TABLE ON DATABASE …
Dalam kasus ini masukkan ‘kategori_buku’
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 142
2. Masukkan jumlah field dari tabel yang akan dibuat pada NUMBER OF FIELDS
Dalam kasus ini masukkan ‘2’
3. Klik GO
Setelah itu masukkan nama-nama field dan tipe datanya nya pada form yang muncul
berikutnya
Sebagai latihan coba Anda buat lagi tabel ‘tabel_buku’ dengan field sebagai berikut
kode_buku varchar(10) PRIMARY KEY
judul_buku text
kode_kat varchar(5)
pengarang varchar(30)
penerbit varchar(30)
thn_terbit int
Tabel di atas dibuat dalam database ‘perpustakaan’. Dengan demikian ada 2 tabel
dalam database ‘perpustakaan’.
Memasukkan Data/Record ke Tabel
Untuk memasukkan sebuah record ke tabel, perintah SQL nya adalah berikut ini
INSERT INTO nama_tabel (field1, field2, …) VALUES (data1, data2, ..);
Sebagai contoh misalkan kita akan memasukkan record kode kategori: ‘X001’ dan nama
kategori: ‘MAJALAH’ ke tabel ‘kategori_buku’, maka perintahnya
INSERT INTO kategori_buku (kode_kat, nama_kat) VALUES (‘X001’, ‘MAJALAH’);
Menunjukkan primary key telah
dipilih pada field ‘kode_kat’
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 143
Catatan Penting:
Khusus field yang bertipe VARCHAR, TEXT, DATE, TIME, dan BLOB, value yang akan
dimasukkan ke tabel harus diapit dengan tanda petik tunggal, misal ‘X001’. Namun
untuk field bertipe data bilangan (INT, FLOAT) tanpa memakai tanda petik.
Dimanakah kita menuliskan perintah SQLnya? Ya… caranya adalah klik terlebih dahulu
nama database yang kita gunakan pada kolom sebelah kiri dari PhpMyAdmin, dalam hal
ini klik pada nama database ‘perpustakaan’
Lalu klik tombol SQL pada menu atas PhpMyAdmin
Kemudian tulis perintah SQL pada kotak ‘RUN SQL QUERY/QUERIES ON DATABASE …’
lalu klik GO.
Anda dapat menuliskan perintah atau query SQL lebih dari satu sekaligus.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 144
Untuk melihat record yang telah tersimpan ke dalam tabel, caranya klik nama tabel yang
mau dilihat recordnya pada sisi kiri PhpMyAdmin
Lalu klik menu BROWSE pada bagian atas PhpMyAdmin
lalu akan muncul semua record yang telah disimpan pada tabel ini
Sebagai latihan coba masukkan record-record berikut ini ke dalam tabel masing-masing
memakai query SQL.
Tabel ‘kategori_buku’
Kode Kategori Nama Kategori
X002 REFERENSI
X003 SURAT KABAR
X004 JURNAL ILMIAH
Tabel ‘tabel_buku’
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 145
Kode Buku Judul Buku Kode
Kategori
Pengarang Penerbit Th. Terbit
B001 Pemrograman
Pascal
X002 Mr. X PT. A 2003
B002 Pemrograman
PHP
X002 Mr. Y PT. A 2004
B003 Kompas (Edisi
X 2006)
X003 - - 2006
B004 Sains
Matematika
(Edisi XI 2008)
X004 - LIPI 2008
B005 Tempo (Edisi
XI 2008
X001 - PT. B 2008
Mengedit Record
jika Anda ingin mengedit record, perintah SQL nya adalah:
UPDATE nama_tabel SET field1 = value, field2 = value, … [WHERE syarat]
Dalam hal ini WHERE merupakan syarat yang bersifat optional. Bila WHERE tidak
diberikan, maka proses update data diberikan ke semua record.
Contoh:
Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B001’ menjadi 2010.
UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2010 WHERE kode_buku = ‘B001’;
Perintah SQL untuk mengedit tahun terbit buku berkode ‘B002’ menjadi 2004 sekaligus
mengedit kode kategorinya menjadi ‘X002’.
UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2004, kode_kat = ‘X002’ WHERE kode_buku =
‘B002’;
Perintah SQL untuk mengubah judul buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003
menjadi ‘XXX’.
UPDATE tabel_buku
SET judul_buku = ‘XXX’
WHERE thn_terbit = 2003 AND penerbit = ‘PT. A’;
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 146
Catatan:
Selain operator logika AND, Anda juga bisa memakai OR sebagai operator logika
‘atau’.
Perintah SQL untuk mengubah nama penerbit menjadi PT. C dari semua buku yang
tahun terbitnya di atas 2004.
UPDATE tabel_buku
SET penerbit = ‘PT. C’
WHERE thn_terbit > 2004;
Catatan:
Untuk operator relasional, Anda bisa memakai tanda =, >, >=, <=, <> (tidak sama
dengan)
Perintah SQL untuk mengubah tahun terbit buku menjadi 2005 semuanya
UPDATE tabel_buku SET thn_terbit = 2005;
Menghapus Record
Sebuah record atau beberapa record dapat dihapus dari tabel dengan perintah SQL
DELETE FROM nama_tabel [WHERE syarat];
Contoh:
Perintah SQL untuk menghapus data buku yang berkode ‘B001’
DELETE FROM tabel_buku WHERE kode_buku = ‘B001’;
Perintah SQL untuk menghapus data buku dari penerbit PT. A yang tahun terbitnya 2004
DELETE FROM tabel_buku WHERE penerbit = ‘PT. A’ AND thn_terbit = 2004;
Tentang SQL SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk mencari data atau menampilkan data pada field-field
tertentu. Sintaksnya adalah:
SELECT field1, field2, … FROM nama_tabel [WHERE syarat ] [ORDER BY field DESC|ASC];
Keterangan:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 147
ORDER BY digunakan untuk mensorting hasil data yang ditampilkan berdasarkan field
tertentu baik secara DESCENDING atau ASCENDING.
Contoh:
Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku dan judul buku) dari buku yang
minimal terbit pada tahun 2003.
SELECT kode_buku, judul_buku
FROM tabel_buku
WHERE thn_terbit >= 2003;
Perintah SQL untuk menampilkan data (untuk semua field) dari buku yang diterbitkan
oleh PT. A
SELECT *
FROM tabel_buku
WHERE penerbit = ‘PT. A’;
Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku, tahun terbit) yang
diurutkan berdasarkan tahun terbit mulai dari yang paling terbaru sampai dengan
terlama.
SELECT kode_buku, judul_buku, thn_terbit
FROM tabel_buku
ORDER BY thn_terbit DESC;
Perintah SQL untuk menampilkan data (kode buku, judul buku dan nama kategori buku)
dari buku yang diterbitkan oleh PT. A pada tahun 2003.
Untuk hal ini, kita harus bekerja di dalam 2 buah tabel sekaligus. Kode buku dan judul
buku diperoleh dari tabel ‘tabel_buku’, sedangkan nama kategori diperoleh dari tabel
‘kategori_buku’.
Kedua tabel saling berhubungan sebab masing-masing ada field bernama ‘kode
kategori’ atau ‘kode_kat’.
SELECT tabel_buku.kode_buku, tabel_buku.judul_buku, kategori_buku.nama_kat
FROM tabel_buku, kategori_buku
WHERE tabel_buku.kode_kat = kategori_buku.kode_kat AND
tabel_buku.penerbit = ‘PT. A’ AND
tabel_buku.thn_terbit = 2003;
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 148
Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya
mengandung kata ‘MATEMATIKA’
SELECT kode_buku, judul_buku
FROM tabel_buku
WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA%’;
Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang kata depan judul
bukunya adalah ‘MATEMATIKA’
SELECT kode_buku, judul_buku
FROM tabel_buku
WHERE judul_buku LIKE ‘MATEMATIKA%’;
Perintah SQL untuk menampilkan kode buku dan judul buku, yang judul bukunya
berakhiran dengan kata ‘MATEMATIKA’
SELECT kode_buku, judul_buku
FROM tabel_buku
WHERE judul_buku LIKE ‘%MATEMATIKA’;
pemakaian Aggregate Function
Anda juga bisa memakai function yang sudah disediakan oleh MySQL, seperti AVG()
untuk menghitung rata-rata nilai, MAX() untuk menghitung nilai maksimum, MIN()
untuk mencari nilai minimum, COUNT() untuk menghitung cacah data, SUM() untuk
menjumlahkan nilai dari beberapa data.
Contoh:
Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang ada di dalam database:
SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku;
Perintah SQL untuk mencari jumlah buku yang memiliki kode kategori ‘X002’:
SELECT count(kode_buku) FROM tabel_buku WHERE kode_kat = ‘X002’;
Tugas Untuk Anda
1. Buatlah database dengan nama ‘dbmhs’. lalu buatlah tabel untuk
keperluan penyimpanan data perkuliahan mahasiswa dalam database ini .
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 149
Berikut ini tabel-tabelnya:
Nama Tabel : ‘mhs’
Nama Field :
• nim
• namaMhs
• tglLahir
• alamat
Nama Tabel : ‘mk’
Nama Field :
• kodeMK
• namaMK
• sks
• smt
Nama Tabel : ‘ambilMK’
Nama Field :
• nim
• kodeMK
• nilai
Tentukan sendiri tipe data yang cocok untuk setiap fieldnya, dan tentukan
PRIMARY KEY nya. Sebutkan alasan pemilihan tipe data dan PRIMARY KEY nya.
2. lalu sisipkan ke dalam masing-masing tabel 5 buah record memakai
perintah SQL
3. Tuliskan perintah SQL untuk proses berikut ini
a. Hapus data mahasiswa yang bernim ‘M0197001’
b. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 4 yang ada di semester 2.
c. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 2 s/d 4
d. Hapus matakuliah yang memiliki jumlah SKS 4 atau di semester 3
e. Ubahlah nilai matakuliah berkode ‘K001’ yang diambil mahasiswa bernim
‘M0197001’ menjadi 3.
f. Ubahlah semua nilai mahasiswa yang mengambil matakuliah berkode ‘K001’
menjadi satu lebihnya dari nilai semula. Contoh nilai sebelumnya 2, maka
diubah menjadi 2+1 = 3.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 150
g. Tampilkan data matakuliah (kode matakuliah, nama matakuliah) yang berada
di semester 2
h. Tampilkan jumlah mahasiswa yang beralamat di ‘SOLO’.
i. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa) yang namanya
mengandung kata ‘JOKO’.
j. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa) yang mengambil
matakuliah berkode ‘K001’
k. Tampilkan nilai tertinggi dari matakuliah berkode ‘K001’ yang diambil
mahasiswa.
l. Tampilkan data mahasiswa (nim, nama mahasiswa, nilai matakuliah) yang
mengambil matakuliah berkode ‘K001’ diurutkan berdasarkan nilai mulai dari
tertinggi sampai terendah
m. Tampilkan rata-rata nilai matakuliah mahasiswa yang mengambil matakuliah
berkode ‘K001’
n. Tampilkan daftar matakuliah (kode matakuliah, nama matakuliah) yang
pernah diambil oleh mahasiswa bernim ‘M0197001’
o. Tampilkan nilai IPK (index prestasi kumulatif) dari mahasiswa bernim
‘M0197001’.
Konsep INSERT Data dengan PHP
Setelah Anda mengenal beberapa bentuk perintah SQL untuk memanipulasi atau
mengolah data di MySQL, pada bab ini Anda akan diperkenalkan bagaimana
menerapkan konsep ini yang terintegrasi dengan script PHP.
Pada bab ini terlebih dahulu akan diperkenalkan bagaimana konsep inserting data ke
MySQL melalui PHP.
Koneksi PHP ke MySQL
Sebelum kita membahasnya lebih lanjut tentang inserting data, terlebih dahulu akan
disinggung tentang bagaimana caranya melakukan koneksi dari PHP ke MySQL.
Perintah PHP untuk koneksi ke MySQL adalah:
mysql_connect(‘nama host’, ‘nama user’, ‘password’);
mysql_select_db(‘nama db’);
Keterangan:
• Nama Host : nama komputer di mana MySQL nya berada, kalo berada di
komputer itu sendiri maka nama hostnya: ‘localhost’, bisa juga diberi nomor IP
dari komputernya.
• Nama User : nama user yang memiliki hak akses ke MySQL nya
• Password : password dari nama user yang punya hak akses ke MySQL
• Nama DB : nama database yang akan dipilih
Contoh:
Berikut ini adalah script untuk melakukan koneksi ke MySQL dengan nama host:
localhost, user : root, password: root, dan nama database: contoh
<?php
mysql_connect('localhost', 'root', 'root');
mysql_select_db('contoh');
?>
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 152
Sebaiknya script di atas kita simpan dalam file script tersendiri, misalkan koneksi.php.
lalu script ini kita includekan ke dalam script lain yang di dalamnya
ada query-query SQL.
Menjalankan Query SQL di PHP
Setelah kita melakukan koneksi dari PHP ke MySQL, lalu kita bisa menjalankan
query melalui script PHP.
Untuk menjalankan query SQL di PHP, kita gunakan perintah
mysql_query(query);
Contoh:
Berikut ini contoh script PHP untuk menjalankan query SQL untuk insert data ke tabel
MySQL
<?php
include "koneksi.php";
$query = "INSERT INTO namaTabel(field1, field2) VALUES(value1, value2) ";
mysql_query($query);
?>
lalu akan dibahas bagaimana mengimplementasikan konsep inserting data ke
MySQL melalui script PHP yang diintegrasikan dengan form input
Studi Kasus
Dalam studi kasus ini akan dicontohkan bagaimana cara membuat form registrasi yang
di dalamnya ada beberapa jenis komponen input seperti textbox, radiobutton,
combo box, checkbox dan textarea.
Form ini akan diterapkan dalam kasus registrasi peserta suatu seminar secara
online.
Untuk keperluan ini terlebih dahulu kita buat tabelnya.
Nama Tabel : peserta
Field
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 153
id integer auto increment primary key
namaPeserta varchar(30)
tglLahir date
tmptLahir varchar(30)
sex varchar(1)
alamat text
tglDaftar date
informasi text
Keterangan:
Field ‘informasi’ digunakan untuk menyimpan keterangan darimana peserta seminar
mendapatkan informasi tentang seminar (dari surat kabar, televisi, atau dari teman).
Field ‘id’ diset bertipe data integer dan berupa auto increment. Maksud dari auto
increment adalah secara otomatis akan muncul nomor urut begitu data baru
dimasukkan ke dalam tabel.
Field dengan tipe data DATE, harus berformat YYYY-MM-DD (tahun-bulan-tgl)
lalu kita siapkan form untuk input data peserta seminarnya
registrasi.php
<html>
<head>
<title>Registrasi Peserta Seminar</title>
</head>
<body>
<h1>Registrasi Peserta Seminar</h1>
<form method="post" action="submit.php">
<table>
<tr><td>Nama Lengkap</td><td>:</td><td><input type="text" name="nama"
/></td></tr>
<tr><td>Alamat</td><td>:</td><td><textarea
name="alamat"></textarea></td></tr>
<tr><td>Tempat Lahir</td><td>:</td><td><input type="text" name="tmptLhr"
/></td></tr>
<tr><td>Tanggal Lahir</td><td>:</td>
<td>
<select name="tgl">
<?php
for($i=1; $i<=31; $i++)
{
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 154
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
?>
</select>
<select name="bln">
<?php
for($i=1; $i<=12; $i++)
{
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
?>
</select>
<select name="thn">
<?php
for($i=1950; $i<=1990; $i++)
{
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
?>
</select>
</td>
</tr>
<tr><td>Jenis Kelamin</td><td>:</td><td><input type="radio" name="sex"
value="L" /> Laki-laki <br/><input type="radio" name="sex" value="P" />
Perempuan</td></tr>
<tr><td>Tahu informasi seminar dari mana?</td><td>:</td><td><input
type="checkbox" name="info1" value="TV" /> Televisi<br /><input type="checkbox"
name="info2" value="Koran" /> Surat Kabar<br /><input type="checkbox"
name="info3" value="Teman" /> Teman</td></tr>
<tr><td></td><td></td><td><input type="submit" name="submit"
value="Submit" /></td></tr>
</table>
</form>
</body>
</html>
Keterangan:
Pusing melihat script diatas? ☺ Jangan khawatir, script nantinya akan disertakan melalui
email untuk dipelajari.
Form di atas akan tampak seperti di bawah ini begitu dibuka di browser
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 155
Setelah kita buat form registrasinya, lalu kita buat form untuk proses
penyimpanan data pesertanya.
submit.php
<?php
include "koneksi.php";
$nama = $_POST['nama'];
$alamat = $_POST['alamat'];
$tmptLhr = $_POST['tmptLhr'];
$tglLhr = $_POST['thn']. "-".$_POST['bln']. "-".$_POST['tgl']; // membentuk format thn-
bln-tgl
$sex = $_POST['sex'];
$tglDaftar = date("Y-m-d"); // membaca tanggal sekarang (recent date) format thn-
bln-tgl
// menggabungkan informasi darimana peserta mendapatkan info tentang seminar
$info = $_POST['info1']. " ".$_POST['info2']. " ".$_POST['info3'];
$query = "INSERT INTO peserta (namaPeserta, tglLahir, tmptLahir, sex, alamat, tglDaftar,
informasi) VALUES ('$nama', '$tglLhr', '$tmptLhr', '$sex', '$alamat', 'tglDaftar',
'$info' )";
$hasilQuery = mysql_query($query);
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 156
if ($hasilQuery) echo "Data sudah tersimpan ke database";
else echo "Penyimpanan data gagal";
?>
Tugas Untuk Anda
1. Buatlah form untuk keperluan pengisian buku tamu (guestbook) dengan data
yang diisikan sbb:
Nama pengisi
Situs Web
Komentar
Buat pula sebuah tabel dalam database untuk menyimpan data isian buku tamu
ini dengan field sbb:
Id integer auto increment Primary Key
Nama varchar(30)
Email varchar(30)
Website varchar(30)
Tanggal date
Komentar text
Keterangan:
Field ‘tanggal’ digunakan untuk menyimpan informasi tanggal kapan komentar
ini dikirim (tanggal ini secara otomatis membaca tanggal ketika komentar
buku tamu disubmit)
2. Buatlah form untuk registrasi mahasiswa baru angkatan tahun 2009 di sebuah
universitas X yang di dalamnya ada 3 buah fakultas, yaitu KEDOKTERAN
(kode: A), TEKNIK (kode: B), dan MIPA (kode: C)
Berikut ini gambaran form untuk registrasi mahasiswa adalah:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 157
Setiap kali data mahasiswa baru diinputkan, maka secara otomatis dibuatkan
nomor induk mahasiswa (NIM) dengan format X-XX-XXXX sebelum disimpan ke
database dengan keterangan:
Digit pertama menunjukkan kode fakultas si mahasiswa, Digit kedua dan ketiga
menunjukkan tahun angkatan, dan 4 digit sisanya menunjukkan nomor urut
mahasiswa sesuai kode fakultas dan tahun angkatannya
Berikut ini contoh cara pemberian NIM, misalkan ada 6 data mahasiswa
yang akan diinputkan
Mhs 1 (KEDOKTERAN ) Nomor induk: A-09-0001
Mhs 2 (TEKNIK) Nomor induk: B-09-0001
Mhs 3 (KEDOKTERAN) Nomor induk: A-09-0002
Mhs 4 (TEKNIK) Nomor induk: B-09-0002
Mhs 5 (MIPA) Nomor induk: C-09-0001
Mhs 6 (KEDOKTERAN) Nomor induk: A-09-0003
Sedangkan field tabel database yang diperlukan untuk registrasi ini adalah
nim varchar(9) primary key
namaMhs varchar(30)
alamatMhs text
tmptLahir varchar(30)
tglLahir date
noTelp varchar(30)
Petunjuk Pengerjaan:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 158
Silakan baca artikel saya di blog tentang membuat kode unik incremental
otomatis terkait dengan membuat NIM untuk kasus di atas.
Konsep Menampilkan Data MySQL
dengan PHP
Pada bab sebelumnya Anda telah belajar bagaimana konsep menyisipkan data atau
record ke dalam tabel database MySQL. Sekarang kita lanjutkan ke konsep bagaimana
menampilkan data yang ada di database MySQL dengan script PHP.
Konsep menampilkan data dengan script PHP ini adalah menggabungkan query SELECT
di SQL yang dijalankan dalam script PHP.
Konsep dasar menampilkan data dengan script PHP ini adalah
1. Buat query SQL untuk menampilkan data (gunakan SELECT)
2. Jalankan query ini dengan memakai mysql_query() di PHP
3. Baca data hasil query ini dengan proses fetching. Gunakan perintah
mysql_fetch_array() di PHP. Hasil dari mysql_fetch_array() ini adalah suatu nilai
dalam bentuk array asosiatif dengan nama field tabel sebagai indeksnya.
4. Tampilkan data dari proses fetching sesuai nama field yang ada dalam array.
Langsung saja, dalam pembahasan bab ini akan saya berikan contohnya untuk
menampilkan data semua peserta yang telah registrasi sesuai kasus yang diberikan pada
Bab 17. Sehingga dalam hal ini, struktur tabelnya sama dengan kasus yang dibahas pada
Bab 17.
Dalam contoh ini, kita akan mencoba menampilkan data peserta khususnya pada field
Nama Peserta, Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, Alamat, Tanggal Daftar, dan Tempat Lahir.
Langkah pertama, kita siapkan terlebih dahulu script untuk koneksi ke MySQL nya dan
ke databasenya.
koneksi.php
<?php
mysql_connect("localhost", "root", "root");
mysql_select_db("contoh");
?>
Catatan: sesuaikan nama username, password dan nama database yang Anda gunakan.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 160
Langkah kedua, kita bisa mulai membuat script untuk menampilkan datanya.
view.php
<html>
<head>
<title>Data Peserta</title>
</head>
<body>
<h1>Data Peserta</h1>
<table border="1">
<tr><th>Nama Peserta</th><th>Tgl Lahir</th><th>Tempat
Lahir</th><th>Alamat</th>
<th>Jenis Kelamin</th><th>Tgl Daftar</th></tr>
// letak script menampilkan data //
</table>
</body>
</html>
Script di atas baru membuat judul tabel untuk menampilkan datanya. Sekarang barulah
kita buat script untuk menampilkan datanya.
view.php
<html>
<head>
<title>Data Peserta</title>
</head>
<body>
<h1>Data Peserta</h1>
<table border="1">
<tr><th>Nama Peserta</th><th>Tgl Lahir</th><th>Tempat
Lahir</th><th>Alamat</th>
<th>Jenis Kelamin</th><th>Tgl Daftar</th></tr>
<?php
include "koneksi.php";
$query = "SELECT * FROM peserta";
$hasil = mysql_query($query);
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 161
while ($data = mysql_fetch_array($hasil))
{
echo "<tr><td>".$data['namaPeserta']."</td><td>".$data['tglLahir']."</td>
<td>".$data['tmptLahir']."</td><td>".$data['alamat']."</td>
<td>".$data['sex']."</td><td>".$data['tglDaftar']."</td></tr>";
}
?>
</table>
</body>
</html>
Keterangan:
Dalam melakukan proses fetching data memakai mysql_fetch_array() dilakukan per
baris data dari hasil query. Sehingga untuk memfetching semua data hasil query, kita
gunakan looping WHILE.
Selama masih ada baris data hasil query yang bisa difetch, maka looping ini akan terus
berjalan dan baru akan berhenti bila sudah tidak ada baris lagi yang bisa difetch (akhir
dari baris data).
Setiap kali data difetch, lalu langsung ditampilkan dengan echo.
Catatan:
Bila data hasil query SELECT hanya terdiri dari sebuah baris data, maka Anda tidak perlu
memakai looping WHILE.
Array $data['namaPeserta'] digunakan untuk menampilkan data terkait dengan field
‘namaPeserta’ yang ada dalam tabel.
PENTING!!
Besar kecilnya huruf dalam indeks array harus sama dengan nama fieldnya. Jika
tulisannya berbeda, maka data tidak akan muncul.
Hasil dari script view.php di atas adalah sebagai berikut
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 162
Tugas Untuk Anda
1. Dengan memakai tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di
atas, buatlah script untuk menampilkan data peserta berdasarkan jenis
kelaminnya.
Adapun tampilan datanya diharapkan seperti di bawah ini
No Nama
Peserta
Tgl Lahir Tmpt Lahir Alamat Jenis Kelamin
1
2
Jumlah Data : …
Dengan ‘No’ adalah nomor urut 1, 2, 3, … (bukan nomor ID data dalam tabel
database)
Terlebih dahulu buatlah form berisi pilihan memakai Radio Button untuk
memilih jenis kelamin dari peserta yang akan ditampilkan. lalu setelah
dipilih jenis kelaminnya, dan kemudian disubmit, maka akan muncul daftar
peserta berdasarkan jenis kelamin yang dipilih.
2. Dengan memakai tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di
atas, buatlah script untuk menampilkan data peserta berdasarkan nama yang
ingin dicari.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 163
Terlebih dahulu buatlah form berisi text box untuk memasukkan nama peserta
yang akan dicari. lalu setelah dimasukkan nama, dan kemudian disubmit,
maka akan muncul daftar peserta berdasarkan nama yang dicari. Misal jika ingin
dicari nama ‘JOKO’ maka akan menampilkan semua data peserta yang namanya
memuat nama ‘JOKO’.
Bantuan:
Gunakan klausa WHERE nama LIKE ‘%...%’;
Tampilkan data hasil pencariannya memakai format tampilan seperti no. 1
di atas
3. Dengan memakai tabel dan data yang ada dalam pembahasan modul ini di
atas, buatlah script untuk menampilkan semua data peserta yang diurutkan
berdasarkan TANGGAL PENDAFTARAN mulai dari yang baru saja mendaftar
sampai dengan yang paling dahulu mendaftar
Adapun tampilan datanya diharapkan seperti di bawah ini
No Nama
Peserta
Tgl Lahir Alamat Jenis Kelamin Tgl Daftar
1
2
Jumlah Data Semua : …
Jumlah Peserta Laki-Laki : …
Jumlah Peserta Perempuan : …
Catatan:
Untuk mempercantik tampilan data dalam tabel di atas, gunakan warna selang-
seling dalam setiap barisnya.
Tutorial tentang bagaimana cara membuat warna baris selang-seling, dapat
dibaca di
http://blog.rosihanari.net/script-php-untuk-menampilkan-data-dalam-tabel-
dengan-warna-baris-selang-seling/
Update Data dengan PHP - MySQL
Proses update suatu data dengan memakai script PHP dan MySQL biasanya
memiliki mekanisme sebagai berikut:
1. Tampilkan list data terlebih dahulu
2. Buat sebuah link pada setiap baris data yang menuju proses update. Link
ini memuat sebuah parameter yang di dalamnya ada value yang
nantinya digunakan sebagai acuan dalam proses update datanya.
3. lalu bila link ini diklik akan muncul form berisi data yang akan
diedit.
Dalam melakukan proses update data, pada prinsipnya adalah menjalankan query
update pada SQL nya.
UPDATE namaTabel SET namafield = value WHERE …
Baiklah… kita langsung saja mempraktekkan proses update data. Sebagai contoh, kita
akan mengupdate data mahasiswa, dimana tabel untuk menyimpan data mahasiswanya
berbentuk seperti di bawah ini
nim varchar(5) primary key
nama varchar(30)
alamat text
sex varchar(1)
tgllahir date
Sebagai contoh misalkan kita telah mempunyai data awal sebagai berikut
NIM NAMA ALAMAT SEX TGLLAHIR
M0001 A SOLO L 1979-10-20
M0002 B JAKARTA L 1982-09-10
M0003 C BANDUNG P 1980-11-07
Catatan: Untuk membuat data awal Anda bisa mengisikannya langsung ke MySQL
dengan phpMyAdmin atau membuat script PHP untuk memasukkan datanya.
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 165
Sesuai dengan mekanisme di atas, maka langkah pertama kita buat terlebih dahulu
script untuk menampilkan list datanya. Dalam script list ini, data akan disajikan dalam
bentuk tabel dengan 6 buah kolom. Lima kolom pertama untuk menampilkan data
semua fieldnya, sedangkan kolom ke-6 untuk meletakkan link untuk editnya.
list.php
<?php
mysql_connect("localhost", "root", "root");
mysql_select_db("data");
// query SQL untuk memunculkan semua mahasiswa
$query = "SELECT * FROM mhs";
$hasil = mysql_query($query);
echo "<table border='1'>";
echo "<tr><td>NIM</td>
<td>Nama Mahasiswa</td>
<td>Alamat</td>
<td>Sex</td>
<td>Tgl Lahir</td>
<td>Action</td></tr>";
while ($data = mysql_fetch_array($hasil))
{
echo "<tr><td>".$data['nim']."</td>
<td>".$data['nama']."</td>
<td>".$data['alamat']."</td>
<td>".$data['sex']."</td>
<td>".$data['tgllahir']."</td>
<td>Edit</td></tr>";
}
echo "</table>";
?>
Hasil dari script di atas akan menghasilkan tampilan sebagai berikut:
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 166
lalu , bagaimana bentuk link editnya? Link edit misalkan kita buat sebagai berikut
http://.../edit.php?nim=...
Dalam link edit di atas, link akan diarahkan ke script edit.php yang nantinya akan
memunculkan form untuk keperluan edit data. Di dalam link ini ada
parameter nim yang nantinya digunakan sebagai acuan mahasiswa manakah yang
datanya akan diedit. Sebagai contoh, misalkan akan diedit mahasiswa bernim ‘M0001’
maka linknya akan berbentuk
http://.../edit.php?nim=M0001
OK.. sekarang kita modifikasi sedikit script list.php di atas untuk memunculkan link
editnya.
list.php
<?php
mysql_connect("localhost", "root", "root");
mysql_select_db("data");
// query SQL untuk memunculkan semua mahasiswa
$query = "SELECT * FROM mhs";
$hasil = mysql_query($query);
echo "<table border='1'>";
echo "<tr><td>NIM</td>
<td>Nama Mahasiswa</td>
<td>Alamat</td>
<td>Sex</td>
<td>Tgl Lahir</td>
<td>Action</td></tr>";
while ($data = mysql_fetch_array($hasil))
{
echo "<tr><td>".$data['nim']."</td>
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 167
<td>".$data['nama']."</td>
<td>".$data['alamat']."</td>
<td>".$data['sex']."</td>
<td>".$data['tgllahir']."</td>
<td><a href='edit.php?nim=".$data['nim']."'>Edit</a></td></tr>";
}
echo "</table>";
?>
Langkah lalu kita buat script edit.php yang nantinya akan memunculkan form
edit sekaligus data mahasiswa yang akan diedit. Mungkin yang menjadi pertanyaan
adalah bagaimana cara memunculkan data mahasiswa yang akan diedit? Ya… jawabnya
adalah dengan memakai query SELECT dengan nim sebagai syaratnya. Dalam hal ini
nim yang ada dalam link edit lah yang nantinya akan digunakan sebagai syarat.
SELECT * FROM mhs WHERE nim = …;
OK… berikut ini adalah script edit.php untuk memunculkan form dan data yang akan
diedit.
edit.php
<?php
mysql_connect("localhost", "root", "root");
mysql_select_db("data");
$nim = $_GET['nim'];
$query = "SELECT * FROM mhs WHERE nim = '$nim'";
$hasil = mysql_query($query);
$data = mysql_fetch_array($hasil);
echo "<form method='post' action='update.php'>";
echo "<table>";
echo "<tr><td>NIM</td><td>:</td>
<td><input type='text' name='nim' value='".$data['nim']."'></td></tr>";
echo "<tr><td>Nama Mahasiswa</td><td>:</td>
<td><input type='text' name='nama' value='".$data['nama']."'></td></tr>";
echo "<tr><td>Alamat</td><td>:</td>
<td><textarea name='alamat'>".$data['alamat']."</textarea></td></tr>";
echo "<tr><td>Sex</td><td>:</td>
<td><input type='radio' name='sex' value='L'> Laki-Laki
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 168
<input type='radio' name='sex' value='P'> Perempuan</td></tr>";
echo "<tr><td>Tgl Lahir</td><td>:</td><td>
<select name='tgl'>";
for ($i=1; $i<=31; $i++)
{
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
echo "</select>
<select name='bln'>";
for ($i=1; $i<=12; $i++)
{
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
echo "</select>
<select name='thn'>";
for ($i=1980; $i<=1997; $i++)
{
echo "<option value='".$i."'>".$i."</option>";
}
echo "</select>
</td></tr>";
echo "</table>";
echo "<input type='submit' name='submit' value='Submit'>";
echo "</form>";
?>
Catatan:
• Untuk keperluan edit data nim, script di atas memakai komponen textbox.
Demikian pula edit data nama mahasiswa.
• Sedangkan untuk alamat, script di atas memakai komponen textarea.
• Untuk edit jenis kelamin, kita memakai komponen radiobutton
• Untuk edit tanggal lahir mahasiswa, kita memakai 3 komponen combobox
yang masing-masing digunakan untuk tanggal, bulan dan tahun. Option dari
masing-masing combobox digenerate otomatis dengan looping FOR.
Hasil tampilan dari script di atas ketika digunakan untuk mengedit data mahasiswa
bernim ‘M0001’ adalah
Basic PHP Tutorial http://blog.rosihanari.net
Disusun oleh : Rosihan Ari Yuana 169
Bila kita perhatikan tampilan script edit di atas, maka untuk edit jenis kelamin masih
belum berfungsi. Seharusnya sebab data awal mahasiswa bernim ‘M0001’ adalah
berjenis kelamin ‘Laki-laki’




