Cryptocurrency Tokocrypto pada Android 

 

Dompet cryptocurrency merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna cryptocurrency 

untuk menyimpan, penarikan dan transfer berbagai aset digital mata uang cryptocurrency. 

Kasus kejahatan yang dilakukan memakai  dompet cryptocurrency sebagai wadah 

memainkan peran dalam tantangan untuk membuktikan dan menganalisis artefak atau objek 

digital yang disimpan di smartphone. Oleh sebab itu, penelitian ini akan melakukan 

investigasi forensik terhadap salah satu aplikasi dompet cryptocurrency yang legal di negara 

negara kita  yaitu aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto. Penelitian ini berfokus pada 

penemuan artefak digital dompet cryptocurrency tokocrypto dari perangkat smartphone 

berdasar  fakta dan informasi yang diperoleh dari petunjuk smartphone. Untuk 

menemukan bukti digital dari aplikasi dompet cryptocurrency pada smartphone 

memakai  metode DFRWS dimana metode ini memiliki 6 tahapan yaitu  identification, 

preservation, collection, examination, analysis dan presentation serta tool forensik yaitu 

oxygen forensics untuk melakukan akuisisi dan anlisis. berdasar  hasil penelitian, 

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis artefak dompet digital cryptocurrency 

Tokocrypto pada smartphone Xiaomi Redmi 6A. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 

sepuluh aktivitas transaksi yang diamati, informasi mengenai tujuh transaksi telah berhasil 

ditemukan, termasuk deposit fiat, penarikan fiat, penarikan crypto, dan penjualan crypto. 

Namun, beberapa label transaksi seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid, dan alamat 

dompet tidak tersedia pada beberapa transaksi. Kekurangan label-label ini mengurangi detail 

dan kelengkapan informasi, menyulitkan pemahaman yang komprehensif tentang aktivitas 

transaksi.Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam analisis 

forensik digital untuk mengatasi tantangan semacam ini. Ketiadaan label-label transaksi 

menggarisbawahi perlunya akses ke data yang lebih kaya, termasuk label-label yang relevan, 

guna memperoleh pemahaman yang lebih lengkap dan akurat. Selain itu, pendekatan lintas 

disiplin yang mencakup penggunaan bukti metadata tambahan dari sumber eksternal dapat 

membantu mengisi celah informasi dan memahami transaksi yang kurang lengkap. Hasil 

penelitian ini memberikan pandangan awal tentang aktivitas transaksi dalam dompet digital 

Tokocrypto, namun  juga menekankan perlunya peningkatan dalam metode analisis forensik 

digital untuk menghadapi tantangan semacam ini dalam masa depan. 



  

Glosarium 

 

UFED   - Universal Forensic Extraction Device  

  

Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu sangat pesat, salah satunya perkembangan 

smartphone yang selalu mengalami perkembangan dari segi sistem operasi, fitur, spesifikasi, 

dan aplikasi. Teknologi yang semakin canggih menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari 

kehidupan masyarakat, tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan positif namun kegiatan-

kegiatan negatif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kejahatan yang dilakukan dengan 

memanfaatkan teknologi. 

Dalam tahun ini dan beberapa tahun terakhir, perdagangan cryptocurrency telah 

meningkat secara signifikan, dan tren ini telah menarik perhatian dunia maya. Mata uang 

digital ini merupakan hasil dari suatu teknologi melalui sistem kriptografi bertujuan untuk 

mengamankan, mengatur otoritas namun  memakai  sistem terdesentralisasi untuk 

mencatat transaksi dan mengelola penerbitan unit baru serta memberikan jaminan keamanan 

dengan tidak bisa gandakan atau ditiru. Kriptografi merupakan salah satu teknik untuk 

memungkinkan transmisi informasi yang aman 

Menurut situs Bankrate pada glossary mendefinisikan Dompet cryptocurrency 

merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna cryptocurrency untuk menyimpan, 

penarikan dan transfer aset digitat. Cryptocurrency, seperti bitcoin, menjadi semakin 

meningkat serta sangat populer. Bitcoin dapat dipakai  secara relatif secara anonim dan 

itu bisa menantang, atau terkadang tidak mungkin, untuk ditentukan identitas asli pemilik 

alamat bitcoin. Transaksi Bitcoin relatif lebih murah dan lebih cepat daripada transaksi 

perbankan biasa. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bahwa bitcoin juga telah dipakai  

oleh penjahat dalam kegiatan secara ilegal misalnya membayar obat-obatan terlarang 

, pencucian uang pendanaan terorisme 

menerima pembayaran dalam kasus pemerasan online dan insiden 

ransomware yang dipakai  dalam pasar darknet .  Sebab 

tindakan ini bertujuan untuk menyamarkan transaksi keuangan serta beragam informasi dari 

transaksi dengan mata uang virtual yaitu cryptocurrency, yang merupakan mata uang tanpa 

bentuk fisik yang dibentuk dari sebuah teknik kriptografi.   

 menjelaskan bahwa tindakan pidana pencucian uang 

cryptocurrency mencapai 123 triliun rupiah atau 8,6 miliar dolar amerika pada tahun 2020. 

Jumlah aset digital ini dihasilkan dari melakukan peretasan atau tindak pidana lainnya, angka 

kenaikannya mencapai 30 persen dibandingkan pada sebelumya yaitu tahun 2019. Secara 

umum, tindakan pencucian uang memakai  aset digital cryptocurrency lebih dari 33 

miliar dolar amerika atau 473 triliun rupiah dimulai pada tahun 2017. Menurut Chainalysis, 

pelaku menargetkan pasar bursa terpusat. Sekitar 17 persen dari 8,6 miliar dolar amerika aset 

digital cryptocurrency yang masuk kategori tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 

tahun 2019, dijalankan di software keuangan terdesentralisasi. Naiknya angka dari hanya 2 

persen pada 2020. Chainalysis menyebut, pencucian uang memakai  cryptocurrency 

merupakan proses menyamarkan asal usul uang yang diperoleh secara ilegal. Kemudian, 

pelaku mentransfernya ke bisnis yang sah. Perusahaan mencatat, 8,6 miliar dolar amerika 

nilai pencucian uang tahun 2020 merupakan dana yang berasal dari kejahatan 

cryptocurrency. Dana ini  berasal dari penjualan data yang dicuri darknet maupun 

serangan ransomware.  

berdasar  data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Republik 

negara kita  tercatat kenaikan pemodal di semua pedagang aset kripto mencapai 4,2 juta akun 

per akhir Februari, dibanding setahun sebelumnya yang hanya sekitar 2 juta akun, kenaikan 

ini merupakan dua kali lipat lebih. Jumlah pemodal aset kripto ini bahkan hampir menyamai 

total investor di pasar modal yang mencapai 4,5 juta yang hampir setara jumlah investor di 

pasar modal (saham, obligasi, reksa dana, dan produk lainnya) (Badan Pengawas 

Perdagangan Berjangka Komoditi, 2021). Jumlah investor kripto di negara kita  bertambah 

5,46 juta orang sepanjang tahun 2022. Dengan menambahnya investor kripto, maka terdaftar 

mencapai 16,55 juta orang hingga akhir Desember 2022 (Bappebti, 2023). Jumlah ini jauh 

lebih banyak dibandingkan total investor pasar modal yang sebanyak 10,31 juta orang. 


Sekarang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Republik negara kita  

hanya mengizinkan 229 jenis mata uang kripto untuk diperdagangkan di negara kita  yang di 

antaranya yaitu  Bitcoin, Polkadot, Tether, Ethereum dan Litecoin. Hingga tahun 2021, 

terdapat 13 perusahaan yang sudah memperoleh tanda daftar dari Badan Pengawas 

Perdagangan Berjangka Komoditi Republik negara kita  sebagai perdagangan fisik aset kripto 

antara lain PT Crypto negara kita  Berkat (Tokocrypto), PT Zipmex Exchange negara kita  

(Zipmex), PT Rekeningku Dotcom negara kita  (Rekeningku.com), PT Indodax Nasional 

negara kita  (Indodax), PT Pintu Kemana Saja (Pintu), PT Luno negara kita  LTD (Luno), PT 

Cipta Koin Digital (Koinku), PT Tiga Inti Utama (Triv), PT negara kita  Digital Exchange 

(Idex), PT Upbit Exchange negara kita  (Upbit), PT Triniti Investama Berkat (Bitocto), PT 

Plutonext Digital Aset (Plutonext) dan PT Bursa Cripto Prima (Kementerian Perdagangan, 

2021). 

PT Crypto negara kita  Berkat (Tokocrypto) yaitu  sebuah startup yeng bergerak di 

bidang marketplace menyediakan layanan untuk masyarakat agar dapat melakukan 

penyimpanan atau transaksi jual/beli aset cryptocurrency (Ladita, 2020). Tokocrypto 

mencatat 2 juta lebih pengguna terdaftar pada 2021. Mayoritas pengguna berusia 18-34 

tahun dengan presentase 66% (Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu 

Provinsi Banten, 2022). 

Penelitian sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi dompet 

cryptocurrency Bitcoin, Litecoin, dan Darkcoin di perangkat seluler untuk mendapatkan 

artefak digital yang memakai  UFED untuk alat ekstraksi, data yang dihasilkan dari

dompet diekstraksi dari Android dan perangkat iOS berhasil mendapatkan informasi 

transaksi dan menunjukan keberadaan dompet cryptocurrency pada perangkat smartphone. 

Pengujian pada perangkat Android yang menjalankan versi OS Android yang lebih baru dari 

4.4.2. Banyak penelitian yang telah dilakukan, namun  penyelidikan terhadap dompet 

cryptocurrency masih kurang. Maka diperlukan lebih banyak percobaan dan analisis harus 

dilakukan untuk pemeriksa forensik secara efektif menanggapi kasus cybercrime pada mata 

uang cryptocurrency yang berkembang pesat (Montanez, 2014). 

Kasus kejahatan dunia maya yang terjadi pada dompet cryptocurrency yang 

terpasang pada perangkat smartphone,  untuk mendapatkan informasi yang terletak pada 

perangkat smartphone diperlukan proses forensik yaitu tahap akusisi storage smartphone 

untuk memperoleh bukti digital (Yudhana et al., 2018). Dilakukannya proses forensik pada 

barang bukti perangkat smartphone agar mempeloreh artefak digital terkait aktivitas yang 

diduga sebagai bagian dari kejahatan dunia maya dan dijadikan sebagai bukti digital (Umar 

et al., 2018). Keadaan perangkat smartphone sangat mempengaruhi bukti digital yang 

diperoleh pada kondisi rooted, lebih handal dalam mempeloreh bukti digital dibandingkan 

kondisi tanpa root dan alat forensik yang dipakai  akan berdampak pada saat dilakukan 

analisis (Riadi et al., 2018). Proses forensik memakai  tahapan metode forensik DFRWS 

(Digital Forensic Research Workshop) yaitu tahapan investigasi forensik meliputi 

identification, preservation, collection, examination, analysis dan presentation (Fadillah et 

al., 2022). Oleh sebab itu, penelitian ini akan melakukan investigasi forensik terhadap salah 

satu aplikasi dompet cryptocurrency yang legal di negara negara kita  yaitu aplikasi dompet 

cryptocurrency tokocrypto. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran 

karakteristik artefak digital pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto yang 

memakai  perangkat smartphone versi android yang lebih baru dari versi 4.4.2. 

 

Pada penelitian ini difokuskan pada analisis artefak digital pada aplikasi dompet 

Cryptocurrency pada Android. Pada penelitian sebelumnya (Zollner et al., 2019) melakukan 

penlitian analisis cryptowallets yang diinstal pada sistem windows. Pada penelitian ini 

menjelaskan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari RAM dan Hardisk. Kemudian 

melakukan analisis untuk mendapatkan catatan transaksi dan mengonfirmasi cryptowallets. 

Dalam penelitian  menjelaskan forensik analisis 

dilakukan dalam cryptowallets yang ditargetkan yaitu  Bitcoin Core dan Electrum. Data 

yang dapat diekstraksi seperti public keys, alamat, label, dan catatan transaksi. 

Pada penelitian  melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi dompet 

paling populer untuk cryptocurrency Bitcoin, Litecoin, dan Darkcoin di perangkat seluler 

untuk mendapatkan artefak digital yang memakai  Universal Forensic Extraction 

Device (UFED) untuk alat ekstraksi, data yang dihasilkan dari dompet diekstraksi dari 

Android dan perangkat iOS, kemudian diuraikan dan dianalisis untuk data yang berpotensi 

menautkan dompet cryptocurrency yang masih di install atau dihapus. Penganalisis Fisik 

berhasil mengumpulkan data yang menunjukkan adanya aplikasi dompet cryptocurrency di 

perangkat iOS dan Android, namun  dompet yang sudah dihapus yang bisa dilakukan ekstraksi 

hanya untuk perangkat Android. Khusus untuk iOS, alat iFunBox hanya berguna untuk 

konfirmasi keberadaan aplikasi dompet aktif di perangkat iOS. Khusus untuk perangkat 

Android, berhasil mengekstrak banyak informasi transaksi yang berharga untuk aktif 

aplikasi dompet cryptocurrency. Selain data transaksi, mampu mengekstraksi informasi 

yang menunjukkan keberadaan dompet saat ini dan yang sudah dihapus pada perangkat 

ponsel, namun  hanya jika dompet telah dinstal melalui file APK yang diunduh.  

Dalam penelitian (Volety et al., 2019) dijelaskan telah melakukan analisis pada dua 

cryptowallets yaitu Multibit HD dan Electrum yang diinstal di Komputer untuk menemukan 

kerentanan. Penelitian ini berfokus pada keamanan yang mengamati pentingnya jika 

cryptowalllets dipulihkan dan akses diperoleh, tidak ada jaminan bahwa cryptocurrency 

masih tersimpan dengan aman didompet. sebab dompet dapat diakses dari perangkat lain, 

jika tersangka memiliki private key dan pemulihan frasa. 

 dijelaskan telah melakukan analisis pada dua 

cryptowallets yaitu monero dan verge yang diinstal di sistem operasi kali linux. Pada 

penelitian ini menjelaskan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari RAM dan Hardisk. 

Data yang dapat diekstraksi seperti pemulihan frasa, public keys, ID transaksi, direktori 

wallet, dan private keys terenskripsi yang dapat di ekstraksi. Para peneliti menyimpulkan 

bahwa cryptowallets dapat dipulihkan dan cryptocurrency dapat diperoleh. 

Dalam penelitian melakukan penelitian mengenai analisis privasi 

dan keamanan cryptocurrency aplikasi seluler. Dalam penelitian ini, melakukan 

pemeriksaan terhadap profil keamanan umum memakai  aplikasi cryptocurrency 

Android. Pemeriksaan aplikasi ini untuk kerentanan umum yang dipakai  oleh OWASP 

dengan memakai  10 besar aplikasi dompet cryptocurrency. Menetapkan dasar untuk 

pengujian dengan mengevaluasi aplikasi perbankan dan perdagangan yang umum 

dipakai . Melakukan perbandingan hasil dari pengujian dasar dan menetapkan status 

keamanan yang disediakan oleh aplikasi dompet cryptocurrency. Hasil temuan 

kemungkinan implikasi privasi dari aplikasi seluler. Serta aplikasi layanan keuangan 

konvensional hanya sedikit lebih baik daripada aplikasi cryptocurrency dalam hal keamanan 

namun  memberikan privasi yang lebih besar. 

Sementara itu, dalam penelitian (Yazdinejad et al., 2020) dalam penelitian ini,  

memakai  sebuah Jaringan Recurrent Neural Network (RNN) untuk malacak ancaman 

malware cryptocurrency. Tujuan memakai  RNN untuk menganalisis kode operasi 

aplikasi Windows (Opcodes) sebagai studi kasus. Sampel yang dipakai  masing-masing 

berupa dataset yang terdiri dari 500 malware cryptocurrency dan 200 virus jinak (benign-

ware). Model yang diusulkan dengan lima Long Short-Term Memory (LSTM) yang berbeda 

struktur dan dievaluasi dengan teknik 10-fold teknik cross-validation (CV). Hasil yang 

didapat membuktikan bahwa model konfigurasi 3-lapisan memperoleh 98 persen akurasi 

deteksi, yang merupakan tingkat tertinggi di antara konfigurasi saat ini dengan yang lainnya. 

Serta menerapkan pengklasifikasi pembelajaran mesin tradisional untuk menunjukkan 

penerapan LSTM dengan model tradisional dalam menangani malware cryptocurrency. 

 

Tabel 2.1 Lireratur Review 

No Literatur Tujuan Metode Hasil 

1 (Zollner et 

al., 2019) 

Mengusulkan cara 

mengumpulkan data 

Live 

forensics 

Hasilnya informasi dapat 

ditemukan dalam artefak 

 

 8 

yang diperoleh dari 

RAM dan Hardisk pada 

sistem operasi windows 

kemudian melakukan 

analisis untuk 

mendapatkan catatan 

transaksi dan 

mengonfirmasi 

cryptowallets. 

browser kecuali untuk 

brower memakai  

mode privat hanya 

sebagiannya.  

2 (Van Der 

Horst et al., 

2017) 

Mengusulkan cara 

mengidentifikasi sumber 

potensial dan jenis data 

potensial yang relevan 

(misalnya kunci Bitcoin, 

data transaksi, dan frasa 

sandi). 

Procces 

Memory 

Hasilnya dapat ditemukan 

berbagai artefak digital 

yang didapatkan dalam 

procces memory 

3 (Montanez, 

2014) 

Mengusulkan cara 

mengestraksi dompet 

cryptocurrency dengan 

alat UFED pada 

perangkat smartphone 

yang aktif dan dihapuss 

Live 

Forensics 

Hasil ekstraksi UFED 

didapatkan pada perangkat 

andorid dan iOS dompet 

cryptocurrency yang 

masih aktif sedangkan 

dompet cryptocurrency 

yang sudah dihapus hanya 

didapatkan pada perangkat 

android  

4 (Volety et 

al., 2019) 

Mengusulkan untuk 

meningkatkan keamanan 

setiap dompet harus 

memakai  kombinasi 

kata sandi dan dompet 

pemulihan. 

Brute-force 

password 

Hasilnya kata sandi 

dompet cryptocurrency 

memungkinkan dapat 

dipulihkan  

5 (Koerhuis 

et al., 2020) 

Mengusulkan cara 

mengumpulkan data 

Live 

Forensics 

Hasilnya bahwa 

cryptowallets dapat 

 

 9 

yang diperoleh dari 

RAM dan Hardisk pada 

sistem operasi linux   

dipulihkan dan 

cryptocurrency dapat 

diperoleh 

6 (Lero et al., 

2019) 

Mengusulkan untuk 

pengujian dengan 

mengevaluasi aplikasi 

perbankan dan 

perdagangan yang 

umum dipakai . Serta 

melakukan 

perbandingan hasil dari 

pengujian dasar dan 

menetapkan status 

keamanan yang 

disediakan oleh aplikasi 

dompet cryptocurrency. 

OWASP Hasilnya didapatkan 

temuan kemungkinan 

implikasi privasi dari 

aplikasi seluler. Serta 

aplikasi layanan keuangan 

konvensional hanya sedikit 

lebih baik daripada 

aplikasi cryptocurrency 

dalam hal keamanan namun  

memberikan privasi yang 

kuat. 

 

7 (Yazdinejad 

et al., 2020) 

Mengusulkan cara 

memakai  Recurrent 

Neural 

Network RNN untuk 

menganalisis kode 

operasi aplikasi 

Windows (Opcodes) 

sebagai studi kasus 

Recurrent 

Neural 

Network 

(RNN) 

Hasil yang diperoleh 

membuktikan bahwa 

model konfigurasi 3-layer 

memperoleh 98% akurasi 

deteksi, yang merupakan 

tingkat tertinggi di antara 

konfigurasi saat ini. 

 

2.2 Konsep Pengetahuan 

2.2.1 Forensik Digital 

Forensik Digital merupakan keahlian, seni dan keterampilan dalam menganalisa serta 

memulihkan data dari perangkat digital seperti komputer, smartphone, laptop, dan lain-

lainnya. Bukti forensik digital berhubungan dengan program perangkat lunak, dokumen 

komputer, teks, email, foto digital, atau rekaman digital lainnya yang berkaitan dalam hukum 

pidana, perdata dan penyelidikan pribadi (Periyadi et al., 2017).  Dalam buku belajar 

mengenali forensika digital (Sudyana, 2016) Aspek-aspek yang harus ada termuat 

 

 10 

diantaranya cabang ilmu forensik, adanya tahapan-tahapan yang dilakukan, penerapan 

metode ilmiah, berguna merekonstruksi peristiwa kejahatan yang terjadi, untuk menemukan 

bukti digital, dipakai  untuk kepentingan hukum, dapat diterima dalam pengadilan. 

berdasar  aspek-aspek ini , maka dapat diartikan bahwa, Forensik Digital yaitu  

sebuah bidang ilmu forensik dengan penggunaan ilmu dan metode ilmiah dalam menemukan 

dan mencari barang bukti digital untuk memeriksa peristiwa kejahatan yang terjadi dengan 

alur yang terstruktur sehingga dapat dipakai  untuk penegakkan hukum dan diterima 

dalam pengadilan. 

 

Gambar 2.1 Barang Bukti Elektronik 

 

2.2.2 Mobile Forensics 

Mobile Forensics yaitu  bidang ilmu yang mempelajari proses mencari bukti digital 

memakai  cara yang tepat dari perangkat smartphone yang biasanya dilakukan di 

investigasi forensik digital (Şentürk et al., 2020).  

Mobile Forensics yaitu  cabang forensika digital yang memakai  metode ilmiah 

untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, menguji, menghubungkan, 

memakai , dan mendokumentasikan barang bukti digital dari beberapa sumber digital 

yang aktif untuk memproses dan mengirimkannya. Mobile Forensics Tools (MFT) 

dipakai  untuk membantu investigator dalam mengumpulkan informasi dari perangkat, 

membuat salinan yang valid dari informasi ini  untuk dianalisis dan untuk mengekstrak 

bukti yang dapat diandalkan yang secara hukum

Artefak digital pada smartphone dapat diekstrak dengan metode fisik dan logis. 

Metode logis yaitu  mengekstrak data dari file sistem dengan langsung berinteraksi dengan 

perangkat memakai  tools khusus untuk mobile device forensics 


2.2.3 Android 

Android yaitu  platform perangkat lunak dan sistem operasi untuk smartphone, berdasar  

kernel Linux dan dikembangkan oleh Google Inc. dan Open Handset Alliance. Android di 

kembangkan dengan pemograman Java, mengontrol perangkat melalui Java libraries yang 

dikembangkan oleh Google Inc. Android yaitu  open source yang dapat diunduh secara 

gratis pada perangkat lunak untuk perangkat seluler yang mencakup sistem operasi, 

middleware, dan aplikasi berbasis Linux dan Java. Google Inc. membeli Android pada tahun 

2005, dan diresmikan pada tahun 2007. Google membuat script Android sebagai Open 

source berlisensi Apache. Android memiliki banyak pengembang aplikasi di seluruh dunia. 

Pertama-tama para pengembang menulis skrip di Java, lalu unduh aplikasi dari situs pihak 

ketiga atau toko online 

Sistem operasi android memiliki 5 lapisan (layer) yang merupakan komponen sistem 

android antara lain application, application framework, library, android runtime, dan kernel. 

 

 12 

 

Gambar 2.3 Arsitektur Android Operating System 

 

Menurut (Harahap, 2013) diketahui dalam komponen android terdapat 5 lapisan 

(Layer) sebagai berikut: 

• Kernel 

• Library 

• Android Runtime 

• Application Framework 

• Application 

 

Gambar 2.4 Jumlah Pengguna Sistem Operasi Bulan Oktober 2022 

 

 


Menurut hasil survei yang dilakukan oleh StatCounter 2022 menyebutkan bahwa 

sistem operasi smartphone yang paling banyak dipakai  di negara kita  pada tahun 2022 

yaitu  Sistem Operasi Android. Pada bulan oktober 2022, Android menguasai pangsa pasar 

hampir 90.72 persen. Sedangkan sistem operasi smartphone lainnya berada di bawah 10 

persen. 

 

2.2.4  Metode DFRWS 

Metode DFRWS (Digital Forensics Research Workshop) yaitu  pendekatan sistematis yang 

dipakai  dalam bidang forensik digital untuk mengumpulkan, menganalisis, dan 

menginterpretasi bukti digital dari berbagai sumber. Metode ini dikembangkan oleh 

komunitas forensik digital dengan tujuan untuk menyediakan pendekatan yang lebih 

terstruktur dan konsisten dalam melakukan investigasi digital. DFRWS telah 

mengembangkan beberapa prinsip, langkah-langkah, dan panduan umum yang dipakai  

oleh para profesional forensik dalam menyusun strategi investigasi dan analisis 

DFRWS memiliki beberapa karakteristik utama: 

1. Open Methodology: Metode DFRWS dirancang sebagai metodologi terbuka yang 

dapat diakses oleh seluruh komunitas forensik digital. Hal ini memungkinkan 

kolaborasi, pengembangan, dan penyesuaian berdasar  perkembangan teknologi 

dan tantangan investigasi yang muncul. 

2. Scientific Approach: Metode DFRWS menekankan pada pendekatan ilmiah dalam 

melakukan investigasi digital. Ini mencakup penggunaan prinsip-prinsip forensik 

dan metode analisis yang didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan terukur. 

3. Reproducility: Salah satu prinsip penting dalam metode DFRWS yaitu  kemampuan 

untuk mereproduksi hasil investigasi. Ini berarti bahwa langkah-langkah dan teknik 

yang dipakai  harus dapat dijelaskan secara rinci dan dapat direplikasi oleh orang 

lain. 

4. Holistic Approach: Metode DFRWS merangkul pendekatan komprehensif dalam 

analisis bukti digital. Ini mencakup langkah-langkah untuk mengumpulkan bukti, 

menganalisis bukti dalam konteks yang lebih luas, dan menghasilkan laporan yang 

komprehensif. 

5. Collaboration: Metode DFRWS mendorong kolaborasi antara para profesional 

forensik digital, akademisi, dan peneliti. Ini membantu dalam pengembangan 

metodologi yang lebih baik dan solusi untuk tantangan forensik terbaru. 

 


berdasar  tahapan metode DFRWS (Digital Forensic Research Workshop), 

terdapat enam tahapan yang harus dilakukan, sebagai berikut: 

1. Identifiaction  

Suatu tahapan proses identifikasi untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan 

selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik. 

2. Preservation 

Suatu tahapan proses menangani barang bukti digital untuk mencegah dan 

menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan. 

3. Collection 

Suatu tahapan proses pengumpulan dengan mengidentifikasi bagian-bagian 

khusus dari barang bukti digital dan menentukan sumber data.  

4. Examination 

Suatu tahapan proses melakukan penyaringan data pada begian tertentu dari sumber 

data. 

 

Penyaringan  data yaitu  proses mengubah bentuk data pada bagian tertentu 

dari sumber data  tanpa  mengubah  isi  data,  sebab  keaslian  data  sangat  penting.

 5.

 

Analysis

 Suatu tahapan  proses

 

melakukan       

          

    

untuk menentukan  asal-usul  data,  pencipta  data,

metode penciptaan data, dan tujuan di balik pembuatan data ini .

 

6.

 

Presentation

 

Suatu

 

tahapan

 

proses

       

          

    

melibatkan tahap penyajian informasi yang dihasilkan  dari 

analisis .

 

Tahap

 

presentasi

 

ini

 

terjadi

 

setelah

 

memperoleh

 

barang

 

bukti

 

digital

 

dari

 

pemeriksaan

 

dan

 

menganalisisnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 15 

Metode DFRWS memiliki beberapa tahapan, seperti pada gambar 3.10.   

 

Gambar 2.5 Tahapan Metode DFRWS (Fadillah et al., 2022). 

 

2.2.5 Cryptocurrency 

Cryptocurenncy yaitu  suatu metode untuk membuat koin virtual dan menyediakan 

kepemilikan serta transaksi yang aman dengan memakai  teknik kriptografi. Metode ini 

dirancang agar mudah diverifikasi namun  secara komputerisasi sulit untuk dipecahkan 

kuncinya. Berbagai cryptocurrency memakai  teknik yang berbeda untuk tujuannya, 

yang paling umum memakai  nilai hash, dimana hash dihitung sehingga nilai lebih 

rendah dari nilai tertentu. Dalam kerja komputerisasi dimana metode ini transaksinya 

diverifikasi sebagai kunci yang unik dan dapat dipercaya. Untuk mendorong partisipasi 

dalam cyptocurrency, transaktor menyertakan biaya transaksi yang masuk ke pengguna 

pertama yang telah berhasil memverifikasinya. Selain itu, pada proses transaksi jaringan 

memberikan kepada verifikator sejumlah koin setelah berhasil memverifikasi satu blok 

transaksi. Proses ini, yang disebut penambangan. Penambangan yaitu  suatu cara di mana 

pasokan koin yang beredar pada jaringan diperluas dan kesulitan yang dapat disesuaikan 

memastikan bahwa kemajuan komputerisasi tidak akan mempengaruhi tingkat ekspansinya. 

(Harwick, 2016). 

 Pada umumnya sistem cryptocurrency mengklaim menyediakan pemrosesan 

transaksi anonim dan terdesentralisasi. Anonimitas ini dipakai  sebagai tindakan 

pencegahan tambahan untuk privasi pengguna dan kerahasiaan. Permintaan dan penerimaan 

cryptocurrency meningkat selama beberapa tahun terakhir. Demikian pula, industri 

cryptocurrency telah berevolusi sejak awal dan sejumlah pemangku kepentingan sekarang 

telah terhubung dengan perdagangan yang berkembang dan penerimaan mata uang kripto. 

Saat ini, cryptocurrency sudah tersedia di ratusan bursa di seluruh dunia terhadap mata uang 

fiat 


Blockchain berbeda dari kontrak keuangan tradisional, blockchain menghindari 

perantara pusat tepercaya dan mengandalkan biaya onchain. Setiap blok berisi stempel 

waktu yang memungkinkannya ditelusuri kembali ke blok sebelumnya saat memakai  

enkripsi data dan infrastruktur kunci publik, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.5 

 

 

2.2.6 Dompet Cryptocurrency 

Dompet cryptocurrency merupakan sebuah aplikasi dompet digital yang dipakai  untuk 

deposit, menyimpan, penarikan dan melakukan transfer aset digital cryptocurrency. Dompet 

cryptocurrency dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu: 

1. exchange wallets (pertukaran dompet) 

2. software wallets (dompet perangkat lunak) 

3. hardware wallets (dompet perangkat keras) 

4. paper wallets (dompet kertas).  

 

Pada mekanisme kerjanya dompet cryptocurrency dapat diklasifikasikan menjadi 

dua jenis yaitu: 

1. hot wallets (dompet panas) 

2. cold wallets (dompet dingin).  

 

 

 17 

Hot wallet yaitu  dompet yang terhubung dengan jaringan internet, sedangkan cold 

wallet yaitu  tidak terhubung jaringan internet. Exchange wallet dan Software wallet yaitu  

hot wallet sedangkan hardware wallets dan paper wallets yaitu  cold wallets. Hot wallet 

hadir dengan banyak kemudahan sementara cold wallet hadir dengan keamanan yang lebih 

baik 

 

2.2.7 Tokocrypto 

PT Crypto negara kita  Berkat (Tokocrypto) yaitu  sebuah startup yeng bergerak di bidang 

marketplace menyediakan layanan untuk masyarakat agar dapat melakukan penyimpanan 

atau transaksi jual/beli aset cryptocurrency yang terdaftar resmi di  Badan  Pengawas  

Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Tokocrypto pada awalnya memakai  web 

untuk melakukan kegiatan perdagangan, namun sekarang telah bertransisi ke aplikasi 

mobile. 

Tokocrypto resmi didirikan pada bulan September 2018. Kantor utama tokocrypto 

Saat ini memusatkan operasi kami di Jakarta, ibu kota negara kita . 

• Visi kami 

Untuk meningkatkan akses aset kripto kepada masyarakat negara kita .  Kami 

percaya bahwa dengan meningkatkan akses ini, kami dapat membantu 

masyarakat negara kita  mengambil bagian dalam inovasi kripto yang menarik 

dan meningkatkan taraf hidup mereka. 

• Misi 

Untuk membangun bursa terbaik di negara kita  yang didukung oleh produk yang 

berpusat pada pengguna, infrastruktur yang kuat, dan kepatuhan terhadap 

regulator kami. 

 


Metodologi 

 

Tahap metodologi ini meliputi beberapa tahapan yang dilakukan secara berurutan untuk 

menuntun penelitian mulai dari awal hingga akhir. Gambar 3.1 merupakan diagram alir 

penelitian yang dijalankan. 

 

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian 

 

3.2 Kajian Literatur 

Merupakan tahap untuk memahami tentang konsep, teori, dan hasil temuan penelitian lain 

yang serumpun dan akan dijadikan acuan sebagai landasan penelitian. Data yang dipakai  

dalam penelitian ini yaitu  data kualitatif. Dimana sumber data penelitian ini dari dokumen-

dokumen penelitian atau penemuan sebelumnya, baik bersifat offline source maupun online 

source dengan topik terkait. 

Kajian literatur dilakukan terhadap penelitian yang berkaitan dengan masalah-masalah 

pada dompet cryptocurrency, berikut juga metode-metode yang dipakai  untuk melakukan 

proses investigasi, sehingga dapat menunjang tujuan akhir dilakukannya penelitian ini. 

 

Persiapan sistem yaitu  tahap merancang dan mengimplementasikan aplikasi dompet 

cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone berbasis android sebagai perangkat 

untuk penelitian. Terdiri dari dua perangkat, yaitu perangkat laptop sebagai investigator dan 

perangkat smartphone sebagai barang bukti.  

Pada penelitian sebelumnya tentang Analisis Forensik Pada Platform Android Dari 

hasil pengujian yang dilakukan tool Oxygen memiliki fitur report yang lebih lengkap 

dibandingkan tool ektraksi android forensik MOBILedit dan AFLogical. Tool ini hampir 

bisa mengekstrasi keseluruhan data aktual dari kontak ponsel, call log, sms-mms, kalender 

file gambar, video, dan file lainnya (Yadi & Kunang, 2014). 

Berikut rancangan sistem pada ditunjukan gambar 3.2, rincian perangkat keras pada 

tabel 3.1 dan rincian perangkat lunak pada tabel 3.2 

 

Gambar 3.2 Rancangan Sistem 

 

Tabel 3.1 Perangkat Keras Penelitian 

No.  Perangkat Keras Deskripsi 

1 Smartphone Xiaomi Redmi 6A Android versi OS 8.1.0 (Rooted) 

2 Laptop/Investigator Acer Aspire E5-475G-Core i5-7200  

RAM 12GB DDR4  

Windows 10 

3 Kabel USB Tipe B 

 

Tabel 3.2 Perangkat Lunak Penelitian 

No Perangkat Lunak Nama Perangkat 

Lunak 

1 Aplikasi Dompet Cryptocurrency Tokocrypto 

2 Alat Forensik Oxygen Forensics 

3 Alat Hashing HashMyFiles 

 

 20 

3.4 Simulasi Kasus 

Simulasi kasus yaitu  tahap dimana aktivitas-aktivitas pada dompet cryptocurrency 

tokocrypto disimulasikan pada perangkat smartphone Xiaomi Redmi 6A seperti aktivitas 

melakukan deposit dan penarikan uang fiat, membeli, mengirim, menerima dan menjual 

cryptocurrency.  

 

Gambar 3.3 Aktivitas pada Aplikasi Dompet cryptocurrency 

 

Tersangka melakukan transaksi deposit uang fiat ke aplikasi dompet cryptocurrency 

tokocrypto dengan beberapa metode seperti pada gambar 3.4  

 

Gambar 3.4 Menu Deposit Uang Fiat Tokocrypto 

 

Setelah melakukan transaksi deposit tersangka membeli salah satu cryptocurrency 

seperti pada gambar 3.5 

 

 

 21 

 

Gambar 3.5 Menu Beli Tokocrypto 

 

Setelah melakukan transaksi beli tersangka menjual cryptocurrency seperti pada 

gambar 3.6 

 

Gambar 3.6 Menu Jual Tokocrypto 

 

Berikutnya melakukan transaksi deposit/menerima uang cryptocurrency dari teman 

seperti pada gambar 3.7 

 

 22 

 

Gambar 3.7 Menu Deposit Cryptocurrency Tokocrypto 

 

Berikutnya melakukan transaksi penarikan uang fiat seperti pada gambar 3.8 

 

Gambar 3.8 Menu Penarikan Uang Fiat Tokocrypto 

 

 

 23 

Dan terakhir melakukan transaksi mengirim cryptocurrency ke teman seperti pada 

gambar 3.9 

 

 

Gambar 3.9 Menu untuk Mengirim Cryptocurrency 

 

Pada tahap ini, memungkinkan mengidentifikasi skenario kasus yang akan 

diselesaikan. Dalam aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto telah dilakukan aktivitas 

transaksi sebanyak 10 kali yang telah dirinci pada tabel 3.3 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

24 

 

Tabel 3.2 Simulasi Aktivitas Transaksi Pada Aplikasi Dompet Cryptocurrency Tokocrypto 

No Nama 

Software 

Id 

Pemesanan 

Txid Waktu 

Transaksi 

Jenis Transaksi Deskripsi 

1 Tokocrypto 7866302 f30661e3732f49b0be 

43964d6a192425 

06-04-2023 

10:05  

Deposit fiat 

dengan aplikasi 

dana 

Jumlah 49000 BIDR 

2  7866310 5a80fad6-f083-47b7 

-a6ba-22c840350e6a 

06-04-2023 

10:09 

Deposit fiat 

dengan aplikasi 

Gopay 

Jumlah 49000 BIDR 

3  7866384 566fabfb-cae7-42d3 

-9a97-45b8f3f5818b 

06-04-2023 

10:23 

Deposit fiat 

pertama dengan 

aplikasi 

ShopeePay ke-1 

Jumlah 49000 BIDR  

4  7866727 904d7618-44f4-4954 

-921d-d8055eed6ad5 

06-04-2023 

12:03 

Deposit fiat kedua 

dengan aplikasi 

ShopeePay ke-2 

Jumlah 49000 BIDR 

5    06-04-2023 

23:27  

Pembelian crypto Jumlah yang dibeli 0.00046 BTC  

6    06-04-2023 

23:43  

Penjualan crypto Jumlah yang dijual 0.00045 BTC  

 

7  6480141 19396c512b6a49e28 

53a81a12713ffd9cde 

06-04-2023 

23:35  

Deposit Crypto Jumlah 35 TRX Ke Alamat dompet 

TFr3yDAFtM3P9wMEL7VcFmN11Vdr1bWmE8 

 

25 

 

687382213e67f7429 

94c7fc61e79c 

8  5151242 2597835290b9d9585 

8e9839b0fa737186cf 

31ab4b64fcbd87825b 

70f493ca3a3 

06-04-2023 

23:52  

Penarikan Crypto 

pertama 

Jumlah 31 TRX Ke Alamat dompet 

TGmm6UeGfbsrokadNUR7PM8SwqsdFjFnTG  

9  5152799 7e2188e4dc601a1530 

773a609976a058b37e 

1702518c63bceea093 

2064b9e50e 

07-04-2023 

14:21  

Penarikan Crypto 

kedua 

Jumlah 4 TRX Ke Alamat dompet 

TQAAcLjyvsPzCTrqSUT9HdgAzNMdDgHa3a 

10  5075717 642eea2cd129d5cf267 

27908 

06-04-2023 

23:47  

Penarikan  

Fiat 

Jumlah 191510 BIDR Ke Bank Mandiri atas nama 

xxxxxxxxx xxx xxhar dengan nomor rekenign 

xxxxxxxxx7588  

 

 

 

 

 

 

26 

 

Tujuan dilakukannya simulasi kasus yaitu  untuk menguji tindakan aktivitas dengan 

dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone berbasis android sehingga 

dapat dilakukan tahap investigasi forensik. 

 

3.5 Investigasi  

Tahap investigasi merupakan tahapan forensik dalam pengujian perangkat smartphone 

untuk menemukan artefak digital atau bukti digital pada aplikasi dompet cryptocurrency 

tokocrypto pada perangkat smartphone.  

Tahapan dalam forensik digital bisa mengadopsi salah satu dari empat kerangka kerja 

standar yang dipakai  dalam proses investigasi, seperti standar yang ditetapkan oleh 

Digital Forensic Research Workshop (DFRWS), National Institute of Justice (NIJ), National 

Institute of Standards and Technology (NIST), Digital Forensics Integrated Investigation 

Framework (IDFIF) dan Association of Chief Police Officers (ACPO). Alternatifnya, dapat 

juga menerapkan pendekatan proses investigasi forensik yang berbeda. Dalam penelitian ini, 

pendekatan akuisisi yang diterapkan yaitu  Live Forensics dengan mengadopsi kerangka 

kerja forensik digital yang mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Digital Forensic 

Research Workshop (DFRWS) sebagai pedoman utama dalam mengarahkan jalannya 

penelitian ini. Metode DFRWS telah menjadi dasar bagi banyak praktisi dan peneliti dalam 

melaksanakan investigasi forensik digital yang lebih ilmiah dan efektif. Metode Digital 

Forensic Research Workshop (DFRWS) memberikan cara untuk mendokumentasikan 

semua informasi yang diperlukan dengan mekanisme yang sesuai dan secara lengkap akan 

dibahas hasilnya pada Bab 4. Metode DFRWS memiliki beberapa tahapan, seperti pada 

gambar 3.10.   

 

 Gambar 3.10 Tahapan Metode DFRWS (Fadillah et al., 2022). 

 

 

27 

 

berdasar  tahapan metode DFRWS (Digital Forensic Research Workshop), 

terdapat enam tahapan yang harus dilakukan, sebagai berikut: 

3.5.1 Identifiaction  

Suatu tahapan proses identifikasi untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan 

selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik. 

3.5.2 Preservation 

Suatu tahapan proses menangani barang bukti digital untuk mencegah dan 

menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan. 

3.5.3 Collection 

Suatu tahapan proses pengumpulan dengan melakukan identifikasi bagian yang 

khusus dari barang bukti digital dan melakukan identifikasi sumber data. 

3.5.4 Examination 

Suatu tahapan proses melakukan penyaringan data pada begian tertentu dari sumber 

data. Penyaringan data dilakukan dengan perubahan bentuk data namun tidak 

melakukan perubahan pada isi data sebab keaslian data merupakan hal yang sangat 

penting. 

3.5.5 Analysis 

Suatu tahapan proses melakukan penentuan tentang dimana data ini  

dihasilkan, oleh siapa data ini  dihasilkan, bagaimana data ini  dihasilkan 

dan kenapa data ini  dihasilkan. 

3.5.6 Presentation 

Suatu tahapan proses dilakukan dengan menyajikan informasi yang dihasilkan dari 

tahap analisis. Tahap presentasi dilakukan setelah diperoleh barang bukti digital 

dari proses pemeriksaan dan dianalisis. 

 

3.6 Laporan 

Tahapan laporan merupakan kesimpulan dari keseluruhan penelitian yang telah dilakukan.  

 

 

 

 

 

 

 

28 

 

BAB 4 

Hasil dan Pembahasan 

Bab ini membahas secara lengkap dari penelitian yang diangkat tentang analisis artefak 

digital dompet cryptocurrency tokocrypto pada android sebagai metode investigasi forensik 

mobile. Metode DFRWS memiliki 6 tahapan yaitu Identification, Preservation, Collection, 

Examination, Analysis dan Presentation yang akan diuraikan secara detail pada bagian 

pembahasan ini. 

4.1 Indentification 

Tahap indentification merupakan tahap untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan 

selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik. Barang bukti 

yang didapat yaitu  sebuah perangkat smartphone android Xiomi Redmi 6A seperti pada 

gambar 4.1 dan indentifikasi rincian spesifikasi smartphone Xiomi Redmi 6A  pada tabel 

4.1: 

 

Gambar 4.1 Barang Bukti Smartphone  

 

 

 

 

 

 

 

 

29 

 

Tabel 4.1 Spesifikasi Barang Bukti Smartphone 

Spesifikasi 

Merek Xiomi 

Nomor model Redmi 6A 

OS Android (8.1.0) 

Nomor seri 35bd9606xxxx 

imei 86978804294xxxx 

Ram 2GB 

ROM 16GB 

Rooted Yes 

 

4.2 Preservation 

Tahap preservation yaitu  tahap untuk menangani barang bukti digital untuk mencegah dan 

menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan. Maka barang bukti elektroik akan 

disimpan di tempat aman dan terisolasi berdasar  segala macam komunikasi, kemudian 

koneksi jaringan dan internet pada perangkat smartphone dinonaktifkan memakai  mode 

pesawat pada perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A seperti pada gambar 4.2:  


Tahap colletion memakai  alat forensik yaitu  HashMyFiles untuk menjaga integritas 

data yang diubah atau dimanipulasi setalah dilakukan tahap akuisisi. Untuk tahap akuisisi 

memakai  alat Oxygen Forensics yang mampu mengolah data physical image pada 

 

perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A. Tahap akuisisi dilakukan dengan menyambungkan 

perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A  dengan laptop sebagai perangkat investigator yang 

sudah terpasang alat Oxygen Forensics seperti pada gambar 4.3:

 

Setelah tahap physical image data smartphone dari barang bukti perangkat 

smartphone Xiomi Redmi 6A selesai, maka menghasilkan 2 file seperti pada gambar 4.4: 

 

 

File physical image yang dihasilkan dari perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A  

pada proses akuisisi dilakukan hashing untuk menjaga validitas bukti digital memakai  

alat HashMyFiles, menghasilkan nilai MD5 pada file Device.ewc 

(6333567ebe79db53a1b87d93af57d2c4) dan mmcblk0 

(a8ee1cdcb14f25135df1c28a4f70c9c9) seperti pada gamabar 4.5: 


Pada tahap ini, file physical image dilakukan ekstraksi agar data-data dapat diekstrak dari 

file physical image perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A, proses ekstraksi memakai  

alat Oxygen Forensics seperti pada gambar 4.6: 

Gambar 4.6 Hasil ekstraksi file physical image memakai  Oxygen Forensics 

 

 

Proses analisis memakai  alat Oxygen Forensics dengan data-data yang diekstrak dari 

file physical image perangkat smartphone android. Proses analisis akan berfokus pada 

direktori data/data/<package_name> dari aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto. 

Analisis aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto ditemukannya informasi akun 

pengguna dan inforamsi waktu aplikasi di install seperti pada gambar 4.7: 

  

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/fac471429f2b4 

88385f87c4429601b26 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet 

Dana yang pernah dilakukan dengan id: 7866302, asset: BIDR, txId: f30661e3732f 

49b0be43964d6a192425, jumlah: 49000, nama bank: Dana(E-Wallet) dan timestamp: 1680 

754278904 seperti pada gambar 4.8. 

 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/e4f8598a0faaa 

3e31db48ddcca92c3b1 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet 

Gopay yang pernah dilakukan dengan id: 7866310, asset: BIDR, txId: 5a80fad6-f083-47b7-

a6ba-22c840350e6a, jumlah: 49000, nama bank: Gopay(E-Wallet) dan timestamp: 

1680754278904 seperti pada gambar 4.9. 

 

 

 


 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/135dc9ff389f9 

e619a81f77d272a85c9 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet 

Shopeepay ke-1 yang pernah dilakukan dengan id: 7866384, asset: BIDR, txId: 566fabfb-

cae7-42d3-9a97-45b8f3f5818b, jumlah: 49000, nama bank: Shopeepay(E-Wallet) dan 

timestamp: 1680754273097 seperti pada gambar 4.10. 

 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/70f77b403ed79 

2c423f5c16d5ea3305f ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet 

Shopeepay ke-2 yang pernah dilakukan dengan id: 7866727, asset: BIDR, txId: 904d7618-

44f4-4954-921d-d8055eed6ad5, jumlah: 49000, nama bank: Shopeepay(E-Wallet) dan 

timestamp: 1680754269436 seperti pada gambar 4.11. 

 

 


 

Gambar 4.11 Aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/e23f22dc4b293 

139f30e5e6d8a4aefac ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan Bank Mandiri yang 

pernah dilakukan dengan id: 5075717, asset: BIDR, txId: 642eea2cd129d5cf26727908, 

jumlah: 191510, nama bank: Bank Mandiri, Bank Account No/Nomor Rekening: 

161000xxxxxxx dan timestamp: 1680871497662 seperti pada gambar 4.12. 

 

Gambar 4.12 Aktivitas Transaksi dengan Bank Mandiri 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/fac471429f2b4 

88385f87c4429601b26 ditemukan informasi aktivitas transaksi crypto yang pernah 

dilakukan dengan nama asset: TRX, jumlah: 4 dan timestamp: 1680848303572 seperti pada 

gambar 4.13. 

 

35 

 

 

Gambar 4.13 Aktivitas Transaksi Crypto Yang Ditemukan 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/shared_prefs/appsflyer-data.xml 

ditemukan informasi aktivitas transaksi Penjualan Crypto yang pernah dilakukan dengan 

timestamp: 1680795803145 seperti pada gambar 4.14. 

 

 

Gambar 4.14 Aktivitas Transaksi Penjualan Crypto 

 

Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/shared_prefs/appsflyer-data.xml 

dirubah ke bentuk XML maka didapatkan detail aktivitas transaksi penjualan crypto dengan 

token: BTC, jumlah: 0.00045 

 

Gambar 4.15 Detail Aktivitas transaksi penjualan crypto 

 

Pada tabel 4.2 di dibawah peneliti melakukan konversi waktu yang dari timestamp 

merubah ke waktu UTC kemudian merubah ke waktu UTC+8 sebab penelitian dilakukan 

pada waktu negara kita  bagian tengah (WITA).

 


 

Tabel 4.2 Rincian Aktivitas Transaksi Yang Ditemukan Pada Dompet Tokocrypto 

No Id Pemesanan Txid Waktu (UTC +8) Jenis Transaksi Jumlah Keterangan 

1 7866302 f30661e3732f49b0be43964d6a192425 1680746782000 

(6/4/23 10:06) 

- 49000 BIDR Transaksi 

memakai  

Aplikasi Dana 

2 7866310 5a80fad6-f083-47b7-a6ba-22c840350e6a 1680746962000 

(6/4/23 10:09) 

- 49000 BIDR Transaksi 

memakai  

Aplikasi Gopay 

3 7866384 566fabfb-cae7-42d3-9a97-45b8f3f5818b 1680747842000 

(6/4/23 10:24) 

- 49000 BIDR Transaksi 

memakai  

Aplikasi Shopeepay 

ke-1 

4 7866727 904d7618-44f4-4954-921d-d8055eed6ad5 1680753822000 

(6/4/23 12:03) 

- 49000 BIDR Transaksi 

memakai  

Aplikasi Shopeepay 

ke-2 

5 191510 642eea2cd129d5cf26727908 1680796058824 

(6/4/23 23.47) 

- 191510 BIDR Transaksi dengan 

bank mandiri 

6 - - 1680848303572 

(7/4/23 14.18) 

- 4 TRX  

7 169444867 - 1680795803145 

(6/4/23 23.43) 

Penjualan crypto 0.00045 BTC - 

 

 

 

 

Tahapan ini akan menyajikan semua kegiatan yang dilakukan dari proses sebelumnya dalam 

presentasi hasil. Dari hasil analisis didapatkan artefak digital atau bukti digital aplikasi 

dompet cryptourrency pada perangkat smartphone redmi 6A memakai  alat oxygen 

forensics yang menghasilkan file physical image dengan nama Device.ewc dan mmcblk0. 

Kemudian dua file ini  dilakukan hashing memakai  alat HashMyFiles yang 

menghasilkan nilai MD5 untuk file Device.ewc (8ac76a48e5b72948e38b1f95eb618245) dan 

file mmcblk0 (b9e2fa2a6a20be3857e1aadb711d915d).  

Kegiatan simulasi kasus, peneliti melakukan sepuluh aktivitas transaksi pada aplikasi 

dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone redmi 6A. Pada proses 

analisis memakai  alat oxygen forensics, peneliti berhasil memperoleh data aktivitas 

transaksi yang dilakukan pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat 

smartphone redmi 6A sejumlah tujuh aktivitas transaksi serta tiga aktivitas transaksi tidak 

ditemukan pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto.  Dari tujuh aktivitas transaksi 

ada beberapa label yang tidak ada pada beberapa transaksi setelah dilihat dari simulasi kasus 

yang telah dilakukan yaitu: 

1. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Dana label yang tidak ada yaitu label 

jenis transaksi 

2. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Gopay label yang tidak ada yaitu 

label jenis transaksi 

3. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-1 label yang tidak ada yaitu 

label jenis transaksi 

4. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2 label yang tidak ada yaitu 

label jenis transaksi 

5. Pada transaksi penjualan crypto label yang tidak ada yaitu Txid dan untuk label Id 

Pemesanan pada simulasi kasus tidak ada sedangkan setelah analisis kasus label Id 

Pemesan ada 

6. Pada transaksi penarikan crypto ke-2 label yang tidak ada yaitu label Id Pemesanan, 

Txid, Jenis Transaksi dan Alamat Dompet 

7. Pada transaksi penarikan fiat label yang tidak ada yaitu jenis transaksi 

 

 Berikut hasil analisis aktivitas transaksi dengan rincian seperti pada tabel 4.3:  

 

 

 

Tabel 4.3 Hasil Analisis Aktivitas Transaksi Yang Ditemukan Pada Aplikasi Dompet Tokocrypto 

No. Aktivitas Transaksi Id 

Pemesanan 

Txid Waktu Jenis 

Transaksi 

Jumlah Alamat 

Dompet 

1 Transaksi Deposit Aplikasi Dana  ✓ ✓ ✓  ✓  

2 Transaksi Deposit Aplikasi Gopay ✓ ✓ ✓  ✓ 

3 Transaksi Deposit Aplikasi Shopeepay 1 ✓ ✓ ✓  ✓ 

4 Transaksi Deposit Aplikasi Shopeepay 2 ✓ ✓ ✓  ✓ 

5 Transaksi Pembelian crypto      

6 Transaksi Penjualan crypto ✓  ✓ ✓ ✓ 

7 Transaksi Deposit Crypto       

8 Penarikan Crypto Pertama       

9 Penarikan Crypto Kedua   ✓  ✓  

10 Penarikan Fiat ✓ ✓ ✓  ✓  

 

 

 

 

 

4.7 Analisa Hasil 

Terdapat dua analisa hasil yang akan dibahas pada bagian ini yaitu analisa hasil individual 

dan analisa hasil kumulatif 

4.7.1 Analisa Hasil Individual 

1. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Dana, terdapat kekurangan label 

yang tidak ada, yaitu label jenis transaksi. Ini menunjukkan bahwa dalam proses 

deposit memakai  aplikasi E-Wallet Dana, label jenis transaksi tidak tercantum 

atau tidak diidentifikasi dengan jelas. 

2. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Gopay, terdapat kekurangan label 

yang tidak ada, yaitu label jenis transaksi. Sama seperti poin sebelumnya, ini 

mengindikasikan bahwa dalam transaksi deposit memakai  aplikasi E-Wallet 

Gopay, informasi tentang jenis transaksi tidak tercatat. 

3. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-1, terdapat label yang tidak 

ada, yaitu label jenis transaksi. Ini menunjukkan bahwa pada transaksi deposit 

pertama memakai  aplikasi E-Wallet Shopeepay, jenis transaksi tidak 

diidentifikasi secara jelas. 

4. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2, terdapat label yang tidak 

ada, yaitu label jenis transaksi. Sama seperti poin sebelumnya, pada transaksi deposit 

kedua memakai  aplikasi E-Wallet Shopeepay, jenis transaksi juga tidak 

tercantum. 

5. Pada transaksi penjualan crypto, terdapat kekurangan label yang tidak ada, seperti 

Txid. Namun, setelah dilakukan analisis kasus, label Id Pemesanan ditemukan. Ini 

mengindikasikan bahwa ada kesalahan awal dalam mengidentifikasi label-label yang 

diperlukan dalam transaksi penjualan crypto, namun  setelah dilakukan analisis lebih 

lanjut, beberapa label berhasil diidentifikasi. 

6. Pada transaksi penarikan crypto ke-2, terdapat beberapa label yang tidak ada, 

termasuk label Id Pemesanan, Txid, Jenis Transaksi, dan Alamat Dompet. Hal ini 

menunjukkan bahwa pada transaksi penarikan crypto kedua, banyak label yang tidak 

diisi atau tidak teridentifikasi dengan benar, yang dapat mengakibatkan kurangnya 

informasi penting tentang transaksi ini . 

7. Pada transaksi penarikan fiat, terdapat kekurangan label yang tidak ada, yaitu jenis 

transaksi. Ini mengindikasikan bahwa pada transaksi penarikan fiat, informasi 

tentang jenis transaksi tidak tercantum dengan jelas. 

 

 

Secara keseluruhan, analisis menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam 

pengelolaan label-label pada berbagai jenis transaksi. Beberapa label tidak terisi, tidak 

teridentifikasi, atau terlupakan, yang dapat mengakibatkan ketidakjelasan atau kekurangan 

informasi dalam proses transaksi ini . Hal ini dapat berdampak pada pemahaman dan 

pelacakan transaksi serta keakuratan data yang dikumpulkan.  

 

4.7.2 Analisa Hasil Kumulatif 

1. Konsistensi Label: Masalah yang paling mencolok yaitu  kurangnya konsistensi 

dalam penggunaan label pada berbagai jenis transaksi. Label seperti "jenis transaksi" 

dan "Txid" tampaknya menjadi informasi yang krusial dalam setiap jenis transaksi, 

namun seringkali label ini tidak tercantum atau tidak terisi dengan benar. 

2. Ketidakjelasan Identifikasi: Label "jenis transaksi" tampaknya menjadi elemen yang 

sering terabaikan. Tanpa label ini, sulit untuk mengidentifikasi dengan jelas apakah 

transaksi yaitu  deposit, penarikan, atau penjualan. Ini dapat menyebabkan 

kebingungan dan kesulitan dalam melacak dan menganalisis data transaksi. 

3. Analisis Kasus: Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa label-label yang awalnya 

tidak ada, seperti "Id Pemesanan", akhirnya ditemukan setelah analisis lebih lanjut. 

Ini menunjukkan bahwa analisis kasus yang mendalam dapat membantu 

mengidentifikasi label-label yang mungkin terlewatkan pada tahap awal. Namun, 

proses ini juga menekankan pentingnya perencanaan yang cermat sebelumnya untuk 

memastikan label-label yang relevan diidentifikasi dengan benar. 

4. Dampak Pada Informasi: Kekurangan label-label ini dapat memiliki dampak serius 

pada akurasi dan kegunaan informasi yang terkait dengan transaksi. Tanpa label yang 

tepat, sulit untuk memahami dan menganalisis data dengan benar, yang dapat 

mempengaruhi pelacakan transaksi, pelaporan, dan pengambilan keputusan. 

  

4.8.1 Kekurangan Penelitian 

1. Keterbatasan dalam mengidentifikasi beberapa aktivitas transaksi yang tidak 

terdeteksi: Meskipun peneliti berhasil mendapatkan data aktivitas transaksi, terdapat 

tiga aktivitas transaksi yang tidak ditemukan pada aplikasi dompet cryptocurrency 

 


 

Tokocrypto. Hal ini menunjukkan keterbatasan alat Oxygen Forensics dalam 

mengidentifikasi secara menyeluruh semua aktivitas transaksi yang terjadi. 

2. Ketidaktersediaan label-label pada beberapa transaksi: Peneliti menemukan bahwa 

beberapa label penting seperti jenis transaksi, ID Pemesanan, Txid, dan alamat 

dompet tidak ada pada beberapa transaksi. Hal ini menyulitkan analisis dan 

pemahaman lebih lanjut tentang transaksi ini .  

 

4.8.2 Kelebihan Penelitian 

1. Memperoleh data aktivitas transaksi: Alat Oxygen Forensics berhasil memberikan 

data aktivitas transaksi yang dapat dipakai  oleh peneliti. Hal ini dapat menjadi 

sumber informasi yang berharga dalam melakukan analisis terhadap kegiatan 

transaksi pada dompet cryptocurrency Tokocrypto. 

2. Kemampuan dalam melakukan analisis forensik: Alat Oxygen Forensics memiliki 

kemampuan analisis forensik yang dapat membantu peneliti untuk memahami 

aktivitas transaksi secara lebih rinci. Dengan alat ini, peneliti dapat mengidentifikasi 

pola, tren, dan hubungan antara transaksi yang dapat dipakai  dalam investigasi 

lebih lanjut. 

3. Potensi pengembangan solusi: Meskipun terdapat kekurangan dalam hal 

ketidaktersediaan label penting pada beberapa transaksi, ini juga memberikan 

peluang bagi peneliti untuk mengembangkan solusi yang lebih baik. Dengan 

menyadari kekurangan ini , peneliti dapat merancang metode tambahan atau 

memakai  alat lain untuk melengkapi dan memperoleh informasi yang hilang. 

4. Penggunaan alat yang sudah teruji: Oxygen Forensics yaitu  alat forensik yang telah 

dipakai  secara luas dan teruji keandalannya dalam analisis forensik digital. 

Dengan memakai  alat yang terpercaya ini, peneliti dapat memiliki keyakinan 

bahwa data yang diperoleh dan analisis yang dilakukan memiliki tingkat keandalan 

yang tinggi. 

 


berdasar  proses hasil dan pembahasan dari proses forensik dompet cryptocurrency 

tokocrypto, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu: 

1. Bahwa analisis artefak dompet digital cryptocurrency tokocrypto pada smartphone 

Xiaomi Redmi 6A, berhasil ditemukan informasi mengenai aktivitas transaksi. Dari 

sepuluh aktivitas transaksi yang dilakukan, berhasil diperoleh informasi tentang 

tujuh transaksi yang meliputi deposit fiat, penarikan fiat, penarikan crypto, dan 

penjualan crypto. Namun, beberapa label seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid, 

dan alamat dompet tidak tersedia pada beberapa transaksi. Informasi yang berhasil 

ditemukan memberikan gambaran tentang transaksi deposit fiat, penarikan fiat, 

penarikan crypto, dan penjualan crypto yang dilakukan.  

2. Penelitian ini juga mengungkapkan kekurangan dalam bentuk label yang tidak 

tersedia pada beberapa transaksi, seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid, dan 

alamat dompet. Ini menyoroti pentingnya kerangka kerja ilmiah dalam analisis 

forensik digital untuk mengatasi tantangan semacam itu. Ketiadaan label-label ini 

menyebabkan tingkat detail dan kelengkapan informasi menjadi terbatas, dan ini 

mengakibatkan kesulitan dalam pemahaman yang lengkap mengenai aktivitas 

transaksi. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan akurat, 

disarankan untuk memiliki akses terhadap data yang lebih kaya, termasuk label-label 

transaksi yang relevan. Selain itu, pendekatan lintas disiplin yang mencakup 

penggunaan bukti metadata tambahan dari sumber eksternal dapat membantu dalam 

mengisi celah informasi dan memahami transaksi yang kurang lengkap.  

Dalam penelitian ini masih ada keterbatasan sebab masih memakai  salah satu dompet 

cryptocurrency tokocrypto yang dipakai  di negara kita  belum melibatkan dompet 

cryptocurrency tokocrypto lainnya dan alat forensik yang dipakai  hanya oxygen forensic. 

Untuk peneliti selanjutnya dapat memakai  dompet cryptocurrency lainnya, 

membandingkan beberapa artefak digital dompet cryptocurrency dan membandingkan alat 

forensik untuk mendapatkan artefak digital.