Cryptocurrency Tokocrypto pada Android
Dompet cryptocurrency merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna cryptocurrency
untuk menyimpan, penarikan dan transfer berbagai aset digital mata uang cryptocurrency.
Kasus kejahatan yang dilakukan memakai dompet cryptocurrency sebagai wadah
memainkan peran dalam tantangan untuk membuktikan dan menganalisis artefak atau objek
digital yang disimpan di smartphone. Oleh sebab itu, penelitian ini akan melakukan
investigasi forensik terhadap salah satu aplikasi dompet cryptocurrency yang legal di negara
negara kita yaitu aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto. Penelitian ini berfokus pada
penemuan artefak digital dompet cryptocurrency tokocrypto dari perangkat smartphone
berdasar fakta dan informasi yang diperoleh dari petunjuk smartphone. Untuk
menemukan bukti digital dari aplikasi dompet cryptocurrency pada smartphone
memakai metode DFRWS dimana metode ini memiliki 6 tahapan yaitu identification,
preservation, collection, examination, analysis dan presentation serta tool forensik yaitu
oxygen forensics untuk melakukan akuisisi dan anlisis. berdasar hasil penelitian,
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis artefak dompet digital cryptocurrency
Tokocrypto pada smartphone Xiaomi Redmi 6A. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari
sepuluh aktivitas transaksi yang diamati, informasi mengenai tujuh transaksi telah berhasil
ditemukan, termasuk deposit fiat, penarikan fiat, penarikan crypto, dan penjualan crypto.
Namun, beberapa label transaksi seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid, dan alamat
dompet tidak tersedia pada beberapa transaksi. Kekurangan label-label ini mengurangi detail
dan kelengkapan informasi, menyulitkan pemahaman yang komprehensif tentang aktivitas
transaksi.Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam analisis
forensik digital untuk mengatasi tantangan semacam ini. Ketiadaan label-label transaksi
menggarisbawahi perlunya akses ke data yang lebih kaya, termasuk label-label yang relevan,
guna memperoleh pemahaman yang lebih lengkap dan akurat. Selain itu, pendekatan lintas
disiplin yang mencakup penggunaan bukti metadata tambahan dari sumber eksternal dapat
membantu mengisi celah informasi dan memahami transaksi yang kurang lengkap. Hasil
penelitian ini memberikan pandangan awal tentang aktivitas transaksi dalam dompet digital
Tokocrypto, namun juga menekankan perlunya peningkatan dalam metode analisis forensik
digital untuk menghadapi tantangan semacam ini dalam masa depan.
Glosarium
UFED - Universal Forensic Extraction Device
Perkembangan teknologi dari waktu ke waktu sangat pesat, salah satunya perkembangan
smartphone yang selalu mengalami perkembangan dari segi sistem operasi, fitur, spesifikasi,
dan aplikasi. Teknologi yang semakin canggih menjadi bagian yang tidak bisa lepas dari
kehidupan masyarakat, tidak hanya melakukan kegiatan-kegiatan positif namun kegiatan-
kegiatan negatif. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kejahatan yang dilakukan dengan
memanfaatkan teknologi.
Dalam tahun ini dan beberapa tahun terakhir, perdagangan cryptocurrency telah
meningkat secara signifikan, dan tren ini telah menarik perhatian dunia maya. Mata uang
digital ini merupakan hasil dari suatu teknologi melalui sistem kriptografi bertujuan untuk
mengamankan, mengatur otoritas namun memakai sistem terdesentralisasi untuk
mencatat transaksi dan mengelola penerbitan unit baru serta memberikan jaminan keamanan
dengan tidak bisa gandakan atau ditiru. Kriptografi merupakan salah satu teknik untuk
memungkinkan transmisi informasi yang aman
Menurut situs Bankrate pada glossary mendefinisikan Dompet cryptocurrency
merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna cryptocurrency untuk menyimpan,
penarikan dan transfer aset digitat. Cryptocurrency, seperti bitcoin, menjadi semakin
meningkat serta sangat populer. Bitcoin dapat dipakai secara relatif secara anonim dan
itu bisa menantang, atau terkadang tidak mungkin, untuk ditentukan identitas asli pemilik
alamat bitcoin. Transaksi Bitcoin relatif lebih murah dan lebih cepat daripada transaksi
perbankan biasa. Oleh sebab itu, tidak mengherankan bahwa bitcoin juga telah dipakai
oleh penjahat dalam kegiatan secara ilegal misalnya membayar obat-obatan terlarang
, pencucian uang pendanaan terorisme
menerima pembayaran dalam kasus pemerasan online dan insiden
ransomware yang dipakai dalam pasar darknet . Sebab
tindakan ini bertujuan untuk menyamarkan transaksi keuangan serta beragam informasi dari
transaksi dengan mata uang virtual yaitu cryptocurrency, yang merupakan mata uang tanpa
bentuk fisik yang dibentuk dari sebuah teknik kriptografi.
menjelaskan bahwa tindakan pidana pencucian uang
cryptocurrency mencapai 123 triliun rupiah atau 8,6 miliar dolar amerika pada tahun 2020.
Jumlah aset digital ini dihasilkan dari melakukan peretasan atau tindak pidana lainnya, angka
kenaikannya mencapai 30 persen dibandingkan pada sebelumya yaitu tahun 2019. Secara
umum, tindakan pencucian uang memakai aset digital cryptocurrency lebih dari 33
miliar dolar amerika atau 473 triliun rupiah dimulai pada tahun 2017. Menurut Chainalysis,
pelaku menargetkan pasar bursa terpusat. Sekitar 17 persen dari 8,6 miliar dolar amerika aset
digital cryptocurrency yang masuk kategori tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada
tahun 2019, dijalankan di software keuangan terdesentralisasi. Naiknya angka dari hanya 2
persen pada 2020. Chainalysis menyebut, pencucian uang memakai cryptocurrency
merupakan proses menyamarkan asal usul uang yang diperoleh secara ilegal. Kemudian,
pelaku mentransfernya ke bisnis yang sah. Perusahaan mencatat, 8,6 miliar dolar amerika
nilai pencucian uang tahun 2020 merupakan dana yang berasal dari kejahatan
cryptocurrency. Dana ini berasal dari penjualan data yang dicuri darknet maupun
serangan ransomware.
berdasar data dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Republik
negara kita tercatat kenaikan pemodal di semua pedagang aset kripto mencapai 4,2 juta akun
per akhir Februari, dibanding setahun sebelumnya yang hanya sekitar 2 juta akun, kenaikan
ini merupakan dua kali lipat lebih. Jumlah pemodal aset kripto ini bahkan hampir menyamai
total investor di pasar modal yang mencapai 4,5 juta yang hampir setara jumlah investor di
pasar modal (saham, obligasi, reksa dana, dan produk lainnya) (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi, 2021). Jumlah investor kripto di negara kita bertambah
5,46 juta orang sepanjang tahun 2022. Dengan menambahnya investor kripto, maka terdaftar
mencapai 16,55 juta orang hingga akhir Desember 2022 (Bappebti, 2023). Jumlah ini jauh
lebih banyak dibandingkan total investor pasar modal yang sebanyak 10,31 juta orang.
Sekarang Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Republik negara kita
hanya mengizinkan 229 jenis mata uang kripto untuk diperdagangkan di negara kita yang di
antaranya yaitu Bitcoin, Polkadot, Tether, Ethereum dan Litecoin. Hingga tahun 2021,
terdapat 13 perusahaan yang sudah memperoleh tanda daftar dari Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi Republik negara kita sebagai perdagangan fisik aset kripto
antara lain PT Crypto negara kita Berkat (Tokocrypto), PT Zipmex Exchange negara kita
(Zipmex), PT Rekeningku Dotcom negara kita (Rekeningku.com), PT Indodax Nasional
negara kita (Indodax), PT Pintu Kemana Saja (Pintu), PT Luno negara kita LTD (Luno), PT
Cipta Koin Digital (Koinku), PT Tiga Inti Utama (Triv), PT negara kita Digital Exchange
(Idex), PT Upbit Exchange negara kita (Upbit), PT Triniti Investama Berkat (Bitocto), PT
Plutonext Digital Aset (Plutonext) dan PT Bursa Cripto Prima (Kementerian Perdagangan,
2021).
PT Crypto negara kita Berkat (Tokocrypto) yaitu sebuah startup yeng bergerak di
bidang marketplace menyediakan layanan untuk masyarakat agar dapat melakukan
penyimpanan atau transaksi jual/beli aset cryptocurrency (Ladita, 2020). Tokocrypto
mencatat 2 juta lebih pengguna terdaftar pada 2021. Mayoritas pengguna berusia 18-34
tahun dengan presentase 66% (Dinas Penanaman Modal Dan Perizinan Terpadu Satu Pintu
Provinsi Banten, 2022).
Penelitian sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi dompet
cryptocurrency Bitcoin, Litecoin, dan Darkcoin di perangkat seluler untuk mendapatkan
artefak digital yang memakai UFED untuk alat ekstraksi, data yang dihasilkan dari
dompet diekstraksi dari Android dan perangkat iOS berhasil mendapatkan informasi
transaksi dan menunjukan keberadaan dompet cryptocurrency pada perangkat smartphone.
Pengujian pada perangkat Android yang menjalankan versi OS Android yang lebih baru dari
4.4.2. Banyak penelitian yang telah dilakukan, namun penyelidikan terhadap dompet
cryptocurrency masih kurang. Maka diperlukan lebih banyak percobaan dan analisis harus
dilakukan untuk pemeriksa forensik secara efektif menanggapi kasus cybercrime pada mata
uang cryptocurrency yang berkembang pesat (Montanez, 2014).
Kasus kejahatan dunia maya yang terjadi pada dompet cryptocurrency yang
terpasang pada perangkat smartphone, untuk mendapatkan informasi yang terletak pada
perangkat smartphone diperlukan proses forensik yaitu tahap akusisi storage smartphone
untuk memperoleh bukti digital (Yudhana et al., 2018). Dilakukannya proses forensik pada
barang bukti perangkat smartphone agar mempeloreh artefak digital terkait aktivitas yang
diduga sebagai bagian dari kejahatan dunia maya dan dijadikan sebagai bukti digital (Umar
et al., 2018). Keadaan perangkat smartphone sangat mempengaruhi bukti digital yang
diperoleh pada kondisi rooted, lebih handal dalam mempeloreh bukti digital dibandingkan
kondisi tanpa root dan alat forensik yang dipakai akan berdampak pada saat dilakukan
analisis (Riadi et al., 2018). Proses forensik memakai tahapan metode forensik DFRWS
(Digital Forensic Research Workshop) yaitu tahapan investigasi forensik meliputi
identification, preservation, collection, examination, analysis dan presentation (Fadillah et
al., 2022). Oleh sebab itu, penelitian ini akan melakukan investigasi forensik terhadap salah
satu aplikasi dompet cryptocurrency yang legal di negara negara kita yaitu aplikasi dompet
cryptocurrency tokocrypto. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran
karakteristik artefak digital pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto yang
memakai perangkat smartphone versi android yang lebih baru dari versi 4.4.2.
Pada penelitian ini difokuskan pada analisis artefak digital pada aplikasi dompet
Cryptocurrency pada Android. Pada penelitian sebelumnya (Zollner et al., 2019) melakukan
penlitian analisis cryptowallets yang diinstal pada sistem windows. Pada penelitian ini
menjelaskan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari RAM dan Hardisk. Kemudian
melakukan analisis untuk mendapatkan catatan transaksi dan mengonfirmasi cryptowallets.
Dalam penelitian menjelaskan forensik analisis
dilakukan dalam cryptowallets yang ditargetkan yaitu Bitcoin Core dan Electrum. Data
yang dapat diekstraksi seperti public keys, alamat, label, dan catatan transaksi.
Pada penelitian melakukan pemeriksaan terhadap aplikasi dompet
paling populer untuk cryptocurrency Bitcoin, Litecoin, dan Darkcoin di perangkat seluler
untuk mendapatkan artefak digital yang memakai Universal Forensic Extraction
Device (UFED) untuk alat ekstraksi, data yang dihasilkan dari dompet diekstraksi dari
Android dan perangkat iOS, kemudian diuraikan dan dianalisis untuk data yang berpotensi
menautkan dompet cryptocurrency yang masih di install atau dihapus. Penganalisis Fisik
berhasil mengumpulkan data yang menunjukkan adanya aplikasi dompet cryptocurrency di
perangkat iOS dan Android, namun dompet yang sudah dihapus yang bisa dilakukan ekstraksi
hanya untuk perangkat Android. Khusus untuk iOS, alat iFunBox hanya berguna untuk
konfirmasi keberadaan aplikasi dompet aktif di perangkat iOS. Khusus untuk perangkat
Android, berhasil mengekstrak banyak informasi transaksi yang berharga untuk aktif
aplikasi dompet cryptocurrency. Selain data transaksi, mampu mengekstraksi informasi
yang menunjukkan keberadaan dompet saat ini dan yang sudah dihapus pada perangkat
ponsel, namun hanya jika dompet telah dinstal melalui file APK yang diunduh.
Dalam penelitian (Volety et al., 2019) dijelaskan telah melakukan analisis pada dua
cryptowallets yaitu Multibit HD dan Electrum yang diinstal di Komputer untuk menemukan
kerentanan. Penelitian ini berfokus pada keamanan yang mengamati pentingnya jika
cryptowalllets dipulihkan dan akses diperoleh, tidak ada jaminan bahwa cryptocurrency
masih tersimpan dengan aman didompet. sebab dompet dapat diakses dari perangkat lain,
jika tersangka memiliki private key dan pemulihan frasa.
dijelaskan telah melakukan analisis pada dua
cryptowallets yaitu monero dan verge yang diinstal di sistem operasi kali linux. Pada
penelitian ini menjelaskan cara mengumpulkan data yang diperoleh dari RAM dan Hardisk.
Data yang dapat diekstraksi seperti pemulihan frasa, public keys, ID transaksi, direktori
wallet, dan private keys terenskripsi yang dapat di ekstraksi. Para peneliti menyimpulkan
bahwa cryptowallets dapat dipulihkan dan cryptocurrency dapat diperoleh.
Dalam penelitian melakukan penelitian mengenai analisis privasi
dan keamanan cryptocurrency aplikasi seluler. Dalam penelitian ini, melakukan
pemeriksaan terhadap profil keamanan umum memakai aplikasi cryptocurrency
Android. Pemeriksaan aplikasi ini untuk kerentanan umum yang dipakai oleh OWASP
dengan memakai 10 besar aplikasi dompet cryptocurrency. Menetapkan dasar untuk
pengujian dengan mengevaluasi aplikasi perbankan dan perdagangan yang umum
dipakai . Melakukan perbandingan hasil dari pengujian dasar dan menetapkan status
keamanan yang disediakan oleh aplikasi dompet cryptocurrency. Hasil temuan
kemungkinan implikasi privasi dari aplikasi seluler. Serta aplikasi layanan keuangan
konvensional hanya sedikit lebih baik daripada aplikasi cryptocurrency dalam hal keamanan
namun memberikan privasi yang lebih besar.
Sementara itu, dalam penelitian (Yazdinejad et al., 2020) dalam penelitian ini,
memakai sebuah Jaringan Recurrent Neural Network (RNN) untuk malacak ancaman
malware cryptocurrency. Tujuan memakai RNN untuk menganalisis kode operasi
aplikasi Windows (Opcodes) sebagai studi kasus. Sampel yang dipakai masing-masing
berupa dataset yang terdiri dari 500 malware cryptocurrency dan 200 virus jinak (benign-
ware). Model yang diusulkan dengan lima Long Short-Term Memory (LSTM) yang berbeda
struktur dan dievaluasi dengan teknik 10-fold teknik cross-validation (CV). Hasil yang
didapat membuktikan bahwa model konfigurasi 3-lapisan memperoleh 98 persen akurasi
deteksi, yang merupakan tingkat tertinggi di antara konfigurasi saat ini dengan yang lainnya.
Serta menerapkan pengklasifikasi pembelajaran mesin tradisional untuk menunjukkan
penerapan LSTM dengan model tradisional dalam menangani malware cryptocurrency.
Tabel 2.1 Lireratur Review
No Literatur Tujuan Metode Hasil
1 (Zollner et
al., 2019)
Mengusulkan cara
mengumpulkan data
Live
forensics
Hasilnya informasi dapat
ditemukan dalam artefak
8
yang diperoleh dari
RAM dan Hardisk pada
sistem operasi windows
kemudian melakukan
analisis untuk
mendapatkan catatan
transaksi dan
mengonfirmasi
cryptowallets.
browser kecuali untuk
brower memakai
mode privat hanya
sebagiannya.
2 (Van Der
Horst et al.,
2017)
Mengusulkan cara
mengidentifikasi sumber
potensial dan jenis data
potensial yang relevan
(misalnya kunci Bitcoin,
data transaksi, dan frasa
sandi).
Procces
Memory
Hasilnya dapat ditemukan
berbagai artefak digital
yang didapatkan dalam
procces memory
3 (Montanez,
2014)
Mengusulkan cara
mengestraksi dompet
cryptocurrency dengan
alat UFED pada
perangkat smartphone
yang aktif dan dihapuss
Live
Forensics
Hasil ekstraksi UFED
didapatkan pada perangkat
andorid dan iOS dompet
cryptocurrency yang
masih aktif sedangkan
dompet cryptocurrency
yang sudah dihapus hanya
didapatkan pada perangkat
android
4 (Volety et
al., 2019)
Mengusulkan untuk
meningkatkan keamanan
setiap dompet harus
memakai kombinasi
kata sandi dan dompet
pemulihan.
Brute-force
password
Hasilnya kata sandi
dompet cryptocurrency
memungkinkan dapat
dipulihkan
5 (Koerhuis
et al., 2020)
Mengusulkan cara
mengumpulkan data
Live
Forensics
Hasilnya bahwa
cryptowallets dapat
9
yang diperoleh dari
RAM dan Hardisk pada
sistem operasi linux
dipulihkan dan
cryptocurrency dapat
diperoleh
6 (Lero et al.,
2019)
Mengusulkan untuk
pengujian dengan
mengevaluasi aplikasi
perbankan dan
perdagangan yang
umum dipakai . Serta
melakukan
perbandingan hasil dari
pengujian dasar dan
menetapkan status
keamanan yang
disediakan oleh aplikasi
dompet cryptocurrency.
OWASP Hasilnya didapatkan
temuan kemungkinan
implikasi privasi dari
aplikasi seluler. Serta
aplikasi layanan keuangan
konvensional hanya sedikit
lebih baik daripada
aplikasi cryptocurrency
dalam hal keamanan namun
memberikan privasi yang
kuat.
7 (Yazdinejad
et al., 2020)
Mengusulkan cara
memakai Recurrent
Neural
Network RNN untuk
menganalisis kode
operasi aplikasi
Windows (Opcodes)
sebagai studi kasus
Recurrent
Neural
Network
(RNN)
Hasil yang diperoleh
membuktikan bahwa
model konfigurasi 3-layer
memperoleh 98% akurasi
deteksi, yang merupakan
tingkat tertinggi di antara
konfigurasi saat ini.
2.2 Konsep Pengetahuan
2.2.1 Forensik Digital
Forensik Digital merupakan keahlian, seni dan keterampilan dalam menganalisa serta
memulihkan data dari perangkat digital seperti komputer, smartphone, laptop, dan lain-
lainnya. Bukti forensik digital berhubungan dengan program perangkat lunak, dokumen
komputer, teks, email, foto digital, atau rekaman digital lainnya yang berkaitan dalam hukum
pidana, perdata dan penyelidikan pribadi (Periyadi et al., 2017). Dalam buku belajar
mengenali forensika digital (Sudyana, 2016) Aspek-aspek yang harus ada termuat
10
diantaranya cabang ilmu forensik, adanya tahapan-tahapan yang dilakukan, penerapan
metode ilmiah, berguna merekonstruksi peristiwa kejahatan yang terjadi, untuk menemukan
bukti digital, dipakai untuk kepentingan hukum, dapat diterima dalam pengadilan.
berdasar aspek-aspek ini , maka dapat diartikan bahwa, Forensik Digital yaitu
sebuah bidang ilmu forensik dengan penggunaan ilmu dan metode ilmiah dalam menemukan
dan mencari barang bukti digital untuk memeriksa peristiwa kejahatan yang terjadi dengan
alur yang terstruktur sehingga dapat dipakai untuk penegakkan hukum dan diterima
dalam pengadilan.
Gambar 2.1 Barang Bukti Elektronik
2.2.2 Mobile Forensics
Mobile Forensics yaitu bidang ilmu yang mempelajari proses mencari bukti digital
memakai cara yang tepat dari perangkat smartphone yang biasanya dilakukan di
investigasi forensik digital (Şentürk et al., 2020).
Mobile Forensics yaitu cabang forensika digital yang memakai metode ilmiah
untuk mengidentifikasi, mengumpulkan, menganalisis, menguji, menghubungkan,
memakai , dan mendokumentasikan barang bukti digital dari beberapa sumber digital
yang aktif untuk memproses dan mengirimkannya. Mobile Forensics Tools (MFT)
dipakai untuk membantu investigator dalam mengumpulkan informasi dari perangkat,
membuat salinan yang valid dari informasi ini untuk dianalisis dan untuk mengekstrak
bukti yang dapat diandalkan yang secara hukum
Artefak digital pada smartphone dapat diekstrak dengan metode fisik dan logis.
Metode logis yaitu mengekstrak data dari file sistem dengan langsung berinteraksi dengan
perangkat memakai tools khusus untuk mobile device forensics
2.2.3 Android
Android yaitu platform perangkat lunak dan sistem operasi untuk smartphone, berdasar
kernel Linux dan dikembangkan oleh Google Inc. dan Open Handset Alliance. Android di
kembangkan dengan pemograman Java, mengontrol perangkat melalui Java libraries yang
dikembangkan oleh Google Inc. Android yaitu open source yang dapat diunduh secara
gratis pada perangkat lunak untuk perangkat seluler yang mencakup sistem operasi,
middleware, dan aplikasi berbasis Linux dan Java. Google Inc. membeli Android pada tahun
2005, dan diresmikan pada tahun 2007. Google membuat script Android sebagai Open
source berlisensi Apache. Android memiliki banyak pengembang aplikasi di seluruh dunia.
Pertama-tama para pengembang menulis skrip di Java, lalu unduh aplikasi dari situs pihak
ketiga atau toko online
Sistem operasi android memiliki 5 lapisan (layer) yang merupakan komponen sistem
android antara lain application, application framework, library, android runtime, dan kernel.
12
Gambar 2.3 Arsitektur Android Operating System
Menurut (Harahap, 2013) diketahui dalam komponen android terdapat 5 lapisan
(Layer) sebagai berikut:
• Kernel
• Library
• Android Runtime
• Application Framework
• Application
Gambar 2.4 Jumlah Pengguna Sistem Operasi Bulan Oktober 2022
Menurut hasil survei yang dilakukan oleh StatCounter 2022 menyebutkan bahwa
sistem operasi smartphone yang paling banyak dipakai di negara kita pada tahun 2022
yaitu Sistem Operasi Android. Pada bulan oktober 2022, Android menguasai pangsa pasar
hampir 90.72 persen. Sedangkan sistem operasi smartphone lainnya berada di bawah 10
persen.
2.2.4 Metode DFRWS
Metode DFRWS (Digital Forensics Research Workshop) yaitu pendekatan sistematis yang
dipakai dalam bidang forensik digital untuk mengumpulkan, menganalisis, dan
menginterpretasi bukti digital dari berbagai sumber. Metode ini dikembangkan oleh
komunitas forensik digital dengan tujuan untuk menyediakan pendekatan yang lebih
terstruktur dan konsisten dalam melakukan investigasi digital. DFRWS telah
mengembangkan beberapa prinsip, langkah-langkah, dan panduan umum yang dipakai
oleh para profesional forensik dalam menyusun strategi investigasi dan analisis
DFRWS memiliki beberapa karakteristik utama:
1. Open Methodology: Metode DFRWS dirancang sebagai metodologi terbuka yang
dapat diakses oleh seluruh komunitas forensik digital. Hal ini memungkinkan
kolaborasi, pengembangan, dan penyesuaian berdasar perkembangan teknologi
dan tantangan investigasi yang muncul.
2. Scientific Approach: Metode DFRWS menekankan pada pendekatan ilmiah dalam
melakukan investigasi digital. Ini mencakup penggunaan prinsip-prinsip forensik
dan metode analisis yang didukung oleh bukti-bukti yang kuat dan terukur.
3. Reproducility: Salah satu prinsip penting dalam metode DFRWS yaitu kemampuan
untuk mereproduksi hasil investigasi. Ini berarti bahwa langkah-langkah dan teknik
yang dipakai harus dapat dijelaskan secara rinci dan dapat direplikasi oleh orang
lain.
4. Holistic Approach: Metode DFRWS merangkul pendekatan komprehensif dalam
analisis bukti digital. Ini mencakup langkah-langkah untuk mengumpulkan bukti,
menganalisis bukti dalam konteks yang lebih luas, dan menghasilkan laporan yang
komprehensif.
5. Collaboration: Metode DFRWS mendorong kolaborasi antara para profesional
forensik digital, akademisi, dan peneliti. Ini membantu dalam pengembangan
metodologi yang lebih baik dan solusi untuk tantangan forensik terbaru.
berdasar tahapan metode DFRWS (Digital Forensic Research Workshop),
terdapat enam tahapan yang harus dilakukan, sebagai berikut:
1. Identifiaction
Suatu tahapan proses identifikasi untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan
selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik.
2. Preservation
Suatu tahapan proses menangani barang bukti digital untuk mencegah dan
menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan.
3. Collection
Suatu tahapan proses pengumpulan dengan mengidentifikasi bagian-bagian
khusus dari barang bukti digital dan menentukan sumber data.
4. Examination
Suatu tahapan proses melakukan penyaringan data pada begian tertentu dari sumber
data.
Penyaringan data yaitu proses mengubah bentuk data pada bagian tertentu
dari sumber data tanpa mengubah isi data, sebab keaslian data sangat penting.
5.
Analysis
Suatu tahapan proses
melakukan
untuk menentukan asal-usul data, pencipta data,
metode penciptaan data, dan tujuan di balik pembuatan data ini .
6.
Presentation
Suatu
tahapan
proses
melibatkan tahap penyajian informasi yang dihasilkan dari
analisis .
Tahap
presentasi
ini
terjadi
setelah
memperoleh
barang
bukti
digital
dari
pemeriksaan
dan
menganalisisnya.
15
Metode DFRWS memiliki beberapa tahapan, seperti pada gambar 3.10.
Gambar 2.5 Tahapan Metode DFRWS (Fadillah et al., 2022).
2.2.5 Cryptocurrency
Cryptocurenncy yaitu suatu metode untuk membuat koin virtual dan menyediakan
kepemilikan serta transaksi yang aman dengan memakai teknik kriptografi. Metode ini
dirancang agar mudah diverifikasi namun secara komputerisasi sulit untuk dipecahkan
kuncinya. Berbagai cryptocurrency memakai teknik yang berbeda untuk tujuannya,
yang paling umum memakai nilai hash, dimana hash dihitung sehingga nilai lebih
rendah dari nilai tertentu. Dalam kerja komputerisasi dimana metode ini transaksinya
diverifikasi sebagai kunci yang unik dan dapat dipercaya. Untuk mendorong partisipasi
dalam cyptocurrency, transaktor menyertakan biaya transaksi yang masuk ke pengguna
pertama yang telah berhasil memverifikasinya. Selain itu, pada proses transaksi jaringan
memberikan kepada verifikator sejumlah koin setelah berhasil memverifikasi satu blok
transaksi. Proses ini, yang disebut penambangan. Penambangan yaitu suatu cara di mana
pasokan koin yang beredar pada jaringan diperluas dan kesulitan yang dapat disesuaikan
memastikan bahwa kemajuan komputerisasi tidak akan mempengaruhi tingkat ekspansinya.
(Harwick, 2016).
Pada umumnya sistem cryptocurrency mengklaim menyediakan pemrosesan
transaksi anonim dan terdesentralisasi. Anonimitas ini dipakai sebagai tindakan
pencegahan tambahan untuk privasi pengguna dan kerahasiaan. Permintaan dan penerimaan
cryptocurrency meningkat selama beberapa tahun terakhir. Demikian pula, industri
cryptocurrency telah berevolusi sejak awal dan sejumlah pemangku kepentingan sekarang
telah terhubung dengan perdagangan yang berkembang dan penerimaan mata uang kripto.
Saat ini, cryptocurrency sudah tersedia di ratusan bursa di seluruh dunia terhadap mata uang
fiat
Blockchain berbeda dari kontrak keuangan tradisional, blockchain menghindari
perantara pusat tepercaya dan mengandalkan biaya onchain. Setiap blok berisi stempel
waktu yang memungkinkannya ditelusuri kembali ke blok sebelumnya saat memakai
enkripsi data dan infrastruktur kunci publik, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.5
2.2.6 Dompet Cryptocurrency
Dompet cryptocurrency merupakan sebuah aplikasi dompet digital yang dipakai untuk
deposit, menyimpan, penarikan dan melakukan transfer aset digital cryptocurrency. Dompet
cryptocurrency dapat diklasifikasikan menjadi 4 jenis yaitu:
1. exchange wallets (pertukaran dompet)
2. software wallets (dompet perangkat lunak)
3. hardware wallets (dompet perangkat keras)
4. paper wallets (dompet kertas).
Pada mekanisme kerjanya dompet cryptocurrency dapat diklasifikasikan menjadi
dua jenis yaitu:
1. hot wallets (dompet panas)
2. cold wallets (dompet dingin).
17
Hot wallet yaitu dompet yang terhubung dengan jaringan internet, sedangkan cold
wallet yaitu tidak terhubung jaringan internet. Exchange wallet dan Software wallet yaitu
hot wallet sedangkan hardware wallets dan paper wallets yaitu cold wallets. Hot wallet
hadir dengan banyak kemudahan sementara cold wallet hadir dengan keamanan yang lebih
baik
2.2.7 Tokocrypto
PT Crypto negara kita Berkat (Tokocrypto) yaitu sebuah startup yeng bergerak di bidang
marketplace menyediakan layanan untuk masyarakat agar dapat melakukan penyimpanan
atau transaksi jual/beli aset cryptocurrency yang terdaftar resmi di Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Tokocrypto pada awalnya memakai web
untuk melakukan kegiatan perdagangan, namun sekarang telah bertransisi ke aplikasi
mobile.
Tokocrypto resmi didirikan pada bulan September 2018. Kantor utama tokocrypto
Saat ini memusatkan operasi kami di Jakarta, ibu kota negara kita .
• Visi kami
Untuk meningkatkan akses aset kripto kepada masyarakat negara kita . Kami
percaya bahwa dengan meningkatkan akses ini, kami dapat membantu
masyarakat negara kita mengambil bagian dalam inovasi kripto yang menarik
dan meningkatkan taraf hidup mereka.
• Misi
Untuk membangun bursa terbaik di negara kita yang didukung oleh produk yang
berpusat pada pengguna, infrastruktur yang kuat, dan kepatuhan terhadap
regulator kami.
Metodologi
Tahap metodologi ini meliputi beberapa tahapan yang dilakukan secara berurutan untuk
menuntun penelitian mulai dari awal hingga akhir. Gambar 3.1 merupakan diagram alir
penelitian yang dijalankan.
Gambar 3.1 Tahapan Penelitian
3.2 Kajian Literatur
Merupakan tahap untuk memahami tentang konsep, teori, dan hasil temuan penelitian lain
yang serumpun dan akan dijadikan acuan sebagai landasan penelitian. Data yang dipakai
dalam penelitian ini yaitu data kualitatif. Dimana sumber data penelitian ini dari dokumen-
dokumen penelitian atau penemuan sebelumnya, baik bersifat offline source maupun online
source dengan topik terkait.
Kajian literatur dilakukan terhadap penelitian yang berkaitan dengan masalah-masalah
pada dompet cryptocurrency, berikut juga metode-metode yang dipakai untuk melakukan
proses investigasi, sehingga dapat menunjang tujuan akhir dilakukannya penelitian ini.
Persiapan sistem yaitu tahap merancang dan mengimplementasikan aplikasi dompet
cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone berbasis android sebagai perangkat
untuk penelitian. Terdiri dari dua perangkat, yaitu perangkat laptop sebagai investigator dan
perangkat smartphone sebagai barang bukti.
Pada penelitian sebelumnya tentang Analisis Forensik Pada Platform Android Dari
hasil pengujian yang dilakukan tool Oxygen memiliki fitur report yang lebih lengkap
dibandingkan tool ektraksi android forensik MOBILedit dan AFLogical. Tool ini hampir
bisa mengekstrasi keseluruhan data aktual dari kontak ponsel, call log, sms-mms, kalender
file gambar, video, dan file lainnya (Yadi & Kunang, 2014).
Berikut rancangan sistem pada ditunjukan gambar 3.2, rincian perangkat keras pada
tabel 3.1 dan rincian perangkat lunak pada tabel 3.2
Gambar 3.2 Rancangan Sistem
Tabel 3.1 Perangkat Keras Penelitian
No. Perangkat Keras Deskripsi
1 Smartphone Xiaomi Redmi 6A Android versi OS 8.1.0 (Rooted)
2 Laptop/Investigator Acer Aspire E5-475G-Core i5-7200
RAM 12GB DDR4
Windows 10
3 Kabel USB Tipe B
Tabel 3.2 Perangkat Lunak Penelitian
No Perangkat Lunak Nama Perangkat
Lunak
1 Aplikasi Dompet Cryptocurrency Tokocrypto
2 Alat Forensik Oxygen Forensics
3 Alat Hashing HashMyFiles
20
3.4 Simulasi Kasus
Simulasi kasus yaitu tahap dimana aktivitas-aktivitas pada dompet cryptocurrency
tokocrypto disimulasikan pada perangkat smartphone Xiaomi Redmi 6A seperti aktivitas
melakukan deposit dan penarikan uang fiat, membeli, mengirim, menerima dan menjual
cryptocurrency.
Gambar 3.3 Aktivitas pada Aplikasi Dompet cryptocurrency
Tersangka melakukan transaksi deposit uang fiat ke aplikasi dompet cryptocurrency
tokocrypto dengan beberapa metode seperti pada gambar 3.4
Gambar 3.4 Menu Deposit Uang Fiat Tokocrypto
Setelah melakukan transaksi deposit tersangka membeli salah satu cryptocurrency
seperti pada gambar 3.5
21
Gambar 3.5 Menu Beli Tokocrypto
Setelah melakukan transaksi beli tersangka menjual cryptocurrency seperti pada
gambar 3.6
Gambar 3.6 Menu Jual Tokocrypto
Berikutnya melakukan transaksi deposit/menerima uang cryptocurrency dari teman
seperti pada gambar 3.7
22
Gambar 3.7 Menu Deposit Cryptocurrency Tokocrypto
Berikutnya melakukan transaksi penarikan uang fiat seperti pada gambar 3.8
Gambar 3.8 Menu Penarikan Uang Fiat Tokocrypto
23
Dan terakhir melakukan transaksi mengirim cryptocurrency ke teman seperti pada
gambar 3.9
Gambar 3.9 Menu untuk Mengirim Cryptocurrency
Pada tahap ini, memungkinkan mengidentifikasi skenario kasus yang akan
diselesaikan. Dalam aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto telah dilakukan aktivitas
transaksi sebanyak 10 kali yang telah dirinci pada tabel 3.3
24
Tabel 3.2 Simulasi Aktivitas Transaksi Pada Aplikasi Dompet Cryptocurrency Tokocrypto
No Nama
Software
Id
Pemesanan
Txid Waktu
Transaksi
Jenis Transaksi Deskripsi
1 Tokocrypto 7866302 f30661e3732f49b0be
43964d6a192425
06-04-2023
10:05
Deposit fiat
dengan aplikasi
dana
Jumlah 49000 BIDR
2 7866310 5a80fad6-f083-47b7
-a6ba-22c840350e6a
06-04-2023
10:09
Deposit fiat
dengan aplikasi
Gopay
Jumlah 49000 BIDR
3 7866384 566fabfb-cae7-42d3
-9a97-45b8f3f5818b
06-04-2023
10:23
Deposit fiat
pertama dengan
aplikasi
ShopeePay ke-1
Jumlah 49000 BIDR
4 7866727 904d7618-44f4-4954
-921d-d8055eed6ad5
06-04-2023
12:03
Deposit fiat kedua
dengan aplikasi
ShopeePay ke-2
Jumlah 49000 BIDR
5 06-04-2023
23:27
Pembelian crypto Jumlah yang dibeli 0.00046 BTC
6 06-04-2023
23:43
Penjualan crypto Jumlah yang dijual 0.00045 BTC
7 6480141 19396c512b6a49e28
53a81a12713ffd9cde
06-04-2023
23:35
Deposit Crypto Jumlah 35 TRX Ke Alamat dompet
TFr3yDAFtM3P9wMEL7VcFmN11Vdr1bWmE8
25
687382213e67f7429
94c7fc61e79c
8 5151242 2597835290b9d9585
8e9839b0fa737186cf
31ab4b64fcbd87825b
70f493ca3a3
06-04-2023
23:52
Penarikan Crypto
pertama
Jumlah 31 TRX Ke Alamat dompet
TGmm6UeGfbsrokadNUR7PM8SwqsdFjFnTG
9 5152799 7e2188e4dc601a1530
773a609976a058b37e
1702518c63bceea093
2064b9e50e
07-04-2023
14:21
Penarikan Crypto
kedua
Jumlah 4 TRX Ke Alamat dompet
TQAAcLjyvsPzCTrqSUT9HdgAzNMdDgHa3a
10 5075717 642eea2cd129d5cf267
27908
06-04-2023
23:47
Penarikan
Fiat
Jumlah 191510 BIDR Ke Bank Mandiri atas nama
xxxxxxxxx xxx xxhar dengan nomor rekenign
xxxxxxxxx7588
26
Tujuan dilakukannya simulasi kasus yaitu untuk menguji tindakan aktivitas dengan
dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone berbasis android sehingga
dapat dilakukan tahap investigasi forensik.
3.5 Investigasi
Tahap investigasi merupakan tahapan forensik dalam pengujian perangkat smartphone
untuk menemukan artefak digital atau bukti digital pada aplikasi dompet cryptocurrency
tokocrypto pada perangkat smartphone.
Tahapan dalam forensik digital bisa mengadopsi salah satu dari empat kerangka kerja
standar yang dipakai dalam proses investigasi, seperti standar yang ditetapkan oleh
Digital Forensic Research Workshop (DFRWS), National Institute of Justice (NIJ), National
Institute of Standards and Technology (NIST), Digital Forensics Integrated Investigation
Framework (IDFIF) dan Association of Chief Police Officers (ACPO). Alternatifnya, dapat
juga menerapkan pendekatan proses investigasi forensik yang berbeda. Dalam penelitian ini,
pendekatan akuisisi yang diterapkan yaitu Live Forensics dengan mengadopsi kerangka
kerja forensik digital yang mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Digital Forensic
Research Workshop (DFRWS) sebagai pedoman utama dalam mengarahkan jalannya
penelitian ini. Metode DFRWS telah menjadi dasar bagi banyak praktisi dan peneliti dalam
melaksanakan investigasi forensik digital yang lebih ilmiah dan efektif. Metode Digital
Forensic Research Workshop (DFRWS) memberikan cara untuk mendokumentasikan
semua informasi yang diperlukan dengan mekanisme yang sesuai dan secara lengkap akan
dibahas hasilnya pada Bab 4. Metode DFRWS memiliki beberapa tahapan, seperti pada
gambar 3.10.
Gambar 3.10 Tahapan Metode DFRWS (Fadillah et al., 2022).
27
berdasar tahapan metode DFRWS (Digital Forensic Research Workshop),
terdapat enam tahapan yang harus dilakukan, sebagai berikut:
3.5.1 Identifiaction
Suatu tahapan proses identifikasi untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan
selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik.
3.5.2 Preservation
Suatu tahapan proses menangani barang bukti digital untuk mencegah dan
menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan.
3.5.3 Collection
Suatu tahapan proses pengumpulan dengan melakukan identifikasi bagian yang
khusus dari barang bukti digital dan melakukan identifikasi sumber data.
3.5.4 Examination
Suatu tahapan proses melakukan penyaringan data pada begian tertentu dari sumber
data. Penyaringan data dilakukan dengan perubahan bentuk data namun tidak
melakukan perubahan pada isi data sebab keaslian data merupakan hal yang sangat
penting.
3.5.5 Analysis
Suatu tahapan proses melakukan penentuan tentang dimana data ini
dihasilkan, oleh siapa data ini dihasilkan, bagaimana data ini dihasilkan
dan kenapa data ini dihasilkan.
3.5.6 Presentation
Suatu tahapan proses dilakukan dengan menyajikan informasi yang dihasilkan dari
tahap analisis. Tahap presentasi dilakukan setelah diperoleh barang bukti digital
dari proses pemeriksaan dan dianalisis.
3.6 Laporan
Tahapan laporan merupakan kesimpulan dari keseluruhan penelitian yang telah dilakukan.
28
BAB 4
Hasil dan Pembahasan
Bab ini membahas secara lengkap dari penelitian yang diangkat tentang analisis artefak
digital dompet cryptocurrency tokocrypto pada android sebagai metode investigasi forensik
mobile. Metode DFRWS memiliki 6 tahapan yaitu Identification, Preservation, Collection,
Examination, Analysis dan Presentation yang akan diuraikan secara detail pada bagian
pembahasan ini.
4.1 Indentification
Tahap indentification merupakan tahap untuk menentukan persyaratan yang dibutuhkan
selama tahap investigasi, pencarian dan informasi barang bukti elektronik. Barang bukti
yang didapat yaitu sebuah perangkat smartphone android Xiomi Redmi 6A seperti pada
gambar 4.1 dan indentifikasi rincian spesifikasi smartphone Xiomi Redmi 6A pada tabel
4.1:
Gambar 4.1 Barang Bukti Smartphone
29
Tabel 4.1 Spesifikasi Barang Bukti Smartphone
Spesifikasi
Merek Xiomi
Nomor model Redmi 6A
OS Android (8.1.0)
Nomor seri 35bd9606xxxx
imei 86978804294xxxx
Ram 2GB
ROM 16GB
Rooted Yes
4.2 Preservation
Tahap preservation yaitu tahap untuk menangani barang bukti digital untuk mencegah dan
menjamin keaslian barang bukti elektronik dari gangguan. Maka barang bukti elektroik akan
disimpan di tempat aman dan terisolasi berdasar segala macam komunikasi, kemudian
koneksi jaringan dan internet pada perangkat smartphone dinonaktifkan memakai mode
pesawat pada perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A seperti pada gambar 4.2:
Tahap colletion memakai alat forensik yaitu HashMyFiles untuk menjaga integritas
data yang diubah atau dimanipulasi setalah dilakukan tahap akuisisi. Untuk tahap akuisisi
memakai alat Oxygen Forensics yang mampu mengolah data physical image pada
perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A. Tahap akuisisi dilakukan dengan menyambungkan
perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A dengan laptop sebagai perangkat investigator yang
sudah terpasang alat Oxygen Forensics seperti pada gambar 4.3:
Setelah tahap physical image data smartphone dari barang bukti perangkat
smartphone Xiomi Redmi 6A selesai, maka menghasilkan 2 file seperti pada gambar 4.4:
File physical image yang dihasilkan dari perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A
pada proses akuisisi dilakukan hashing untuk menjaga validitas bukti digital memakai
alat HashMyFiles, menghasilkan nilai MD5 pada file Device.ewc
(6333567ebe79db53a1b87d93af57d2c4) dan mmcblk0
(a8ee1cdcb14f25135df1c28a4f70c9c9) seperti pada gamabar 4.5:
Pada tahap ini, file physical image dilakukan ekstraksi agar data-data dapat diekstrak dari
file physical image perangkat smartphone Xiomi Redmi 6A, proses ekstraksi memakai
alat Oxygen Forensics seperti pada gambar 4.6:
Gambar 4.6 Hasil ekstraksi file physical image memakai Oxygen Forensics
Proses analisis memakai alat Oxygen Forensics dengan data-data yang diekstrak dari
file physical image perangkat smartphone android. Proses analisis akan berfokus pada
direktori data/data/<package_name> dari aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto.
Analisis aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto ditemukannya informasi akun
pengguna dan inforamsi waktu aplikasi di install seperti pada gambar 4.7:
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/fac471429f2b4
88385f87c4429601b26 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet
Dana yang pernah dilakukan dengan id: 7866302, asset: BIDR, txId: f30661e3732f
49b0be43964d6a192425, jumlah: 49000, nama bank: Dana(E-Wallet) dan timestamp: 1680
754278904 seperti pada gambar 4.8.
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/e4f8598a0faaa
3e31db48ddcca92c3b1 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet
Gopay yang pernah dilakukan dengan id: 7866310, asset: BIDR, txId: 5a80fad6-f083-47b7-
a6ba-22c840350e6a, jumlah: 49000, nama bank: Gopay(E-Wallet) dan timestamp:
1680754278904 seperti pada gambar 4.9.
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/135dc9ff389f9
e619a81f77d272a85c9 ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet
Shopeepay ke-1 yang pernah dilakukan dengan id: 7866384, asset: BIDR, txId: 566fabfb-
cae7-42d3-9a97-45b8f3f5818b, jumlah: 49000, nama bank: Shopeepay(E-Wallet) dan
timestamp: 1680754273097 seperti pada gambar 4.10.
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/70f77b403ed79
2c423f5c16d5ea3305f ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet
Shopeepay ke-2 yang pernah dilakukan dengan id: 7866727, asset: BIDR, txId: 904d7618-
44f4-4954-921d-d8055eed6ad5, jumlah: 49000, nama bank: Shopeepay(E-Wallet) dan
timestamp: 1680754269436 seperti pada gambar 4.11.
Gambar 4.11 Aktivitas transaksi dengan aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/e23f22dc4b293
139f30e5e6d8a4aefac ditemukan informasi aktivitas transaksi dengan Bank Mandiri yang
pernah dilakukan dengan id: 5075717, asset: BIDR, txId: 642eea2cd129d5cf26727908,
jumlah: 191510, nama bank: Bank Mandiri, Bank Account No/Nomor Rekening:
161000xxxxxxx dan timestamp: 1680871497662 seperti pada gambar 4.12.
Gambar 4.12 Aktivitas Transaksi dengan Bank Mandiri
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/cache/cache/data/fac471429f2b4
88385f87c4429601b26 ditemukan informasi aktivitas transaksi crypto yang pernah
dilakukan dengan nama asset: TRX, jumlah: 4 dan timestamp: 1680848303572 seperti pada
gambar 4.13.
35
Gambar 4.13 Aktivitas Transaksi Crypto Yang Ditemukan
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/shared_prefs/appsflyer-data.xml
ditemukan informasi aktivitas transaksi Penjualan Crypto yang pernah dilakukan dengan
timestamp: 1680795803145 seperti pada gambar 4.14.
Gambar 4.14 Aktivitas Transaksi Penjualan Crypto
Pada file /data/data/com.binance.cloud.tokocrypto/shared_prefs/appsflyer-data.xml
dirubah ke bentuk XML maka didapatkan detail aktivitas transaksi penjualan crypto dengan
token: BTC, jumlah: 0.00045
Gambar 4.15 Detail Aktivitas transaksi penjualan crypto
Pada tabel 4.2 di dibawah peneliti melakukan konversi waktu yang dari timestamp
merubah ke waktu UTC kemudian merubah ke waktu UTC+8 sebab penelitian dilakukan
pada waktu negara kita bagian tengah (WITA).
Tabel 4.2 Rincian Aktivitas Transaksi Yang Ditemukan Pada Dompet Tokocrypto
No Id Pemesanan Txid Waktu (UTC +8) Jenis Transaksi Jumlah Keterangan
1 7866302 f30661e3732f49b0be43964d6a192425 1680746782000
(6/4/23 10:06)
- 49000 BIDR Transaksi
memakai
Aplikasi Dana
2 7866310 5a80fad6-f083-47b7-a6ba-22c840350e6a 1680746962000
(6/4/23 10:09)
- 49000 BIDR Transaksi
memakai
Aplikasi Gopay
3 7866384 566fabfb-cae7-42d3-9a97-45b8f3f5818b 1680747842000
(6/4/23 10:24)
- 49000 BIDR Transaksi
memakai
Aplikasi Shopeepay
ke-1
4 7866727 904d7618-44f4-4954-921d-d8055eed6ad5 1680753822000
(6/4/23 12:03)
- 49000 BIDR Transaksi
memakai
Aplikasi Shopeepay
ke-2
5 191510 642eea2cd129d5cf26727908 1680796058824
(6/4/23 23.47)
- 191510 BIDR Transaksi dengan
bank mandiri
6 - - 1680848303572
(7/4/23 14.18)
- 4 TRX
7 169444867 - 1680795803145
(6/4/23 23.43)
Penjualan crypto 0.00045 BTC -
Tahapan ini akan menyajikan semua kegiatan yang dilakukan dari proses sebelumnya dalam
presentasi hasil. Dari hasil analisis didapatkan artefak digital atau bukti digital aplikasi
dompet cryptourrency pada perangkat smartphone redmi 6A memakai alat oxygen
forensics yang menghasilkan file physical image dengan nama Device.ewc dan mmcblk0.
Kemudian dua file ini dilakukan hashing memakai alat HashMyFiles yang
menghasilkan nilai MD5 untuk file Device.ewc (8ac76a48e5b72948e38b1f95eb618245) dan
file mmcblk0 (b9e2fa2a6a20be3857e1aadb711d915d).
Kegiatan simulasi kasus, peneliti melakukan sepuluh aktivitas transaksi pada aplikasi
dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat smartphone redmi 6A. Pada proses
analisis memakai alat oxygen forensics, peneliti berhasil memperoleh data aktivitas
transaksi yang dilakukan pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto pada perangkat
smartphone redmi 6A sejumlah tujuh aktivitas transaksi serta tiga aktivitas transaksi tidak
ditemukan pada aplikasi dompet cryptocurrency tokocrypto. Dari tujuh aktivitas transaksi
ada beberapa label yang tidak ada pada beberapa transaksi setelah dilihat dari simulasi kasus
yang telah dilakukan yaitu:
1. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Dana label yang tidak ada yaitu label
jenis transaksi
2. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Gopay label yang tidak ada yaitu
label jenis transaksi
3. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-1 label yang tidak ada yaitu
label jenis transaksi
4. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2 label yang tidak ada yaitu
label jenis transaksi
5. Pada transaksi penjualan crypto label yang tidak ada yaitu Txid dan untuk label Id
Pemesanan pada simulasi kasus tidak ada sedangkan setelah analisis kasus label Id
Pemesan ada
6. Pada transaksi penarikan crypto ke-2 label yang tidak ada yaitu label Id Pemesanan,
Txid, Jenis Transaksi dan Alamat Dompet
7. Pada transaksi penarikan fiat label yang tidak ada yaitu jenis transaksi
Berikut hasil analisis aktivitas transaksi dengan rincian seperti pada tabel 4.3:
Tabel 4.3 Hasil Analisis Aktivitas Transaksi Yang Ditemukan Pada Aplikasi Dompet Tokocrypto
No. Aktivitas Transaksi Id
Pemesanan
Txid Waktu Jenis
Transaksi
Jumlah Alamat
Dompet
1 Transaksi Deposit Aplikasi Dana ✓ ✓ ✓ ✓
2 Transaksi Deposit Aplikasi Gopay ✓ ✓ ✓ ✓
3 Transaksi Deposit Aplikasi Shopeepay 1 ✓ ✓ ✓ ✓
4 Transaksi Deposit Aplikasi Shopeepay 2 ✓ ✓ ✓ ✓
5 Transaksi Pembelian crypto
6 Transaksi Penjualan crypto ✓ ✓ ✓ ✓
7 Transaksi Deposit Crypto
8 Penarikan Crypto Pertama
9 Penarikan Crypto Kedua ✓ ✓
10 Penarikan Fiat ✓ ✓ ✓ ✓
4.7 Analisa Hasil
Terdapat dua analisa hasil yang akan dibahas pada bagian ini yaitu analisa hasil individual
dan analisa hasil kumulatif
4.7.1 Analisa Hasil Individual
1. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Dana, terdapat kekurangan label
yang tidak ada, yaitu label jenis transaksi. Ini menunjukkan bahwa dalam proses
deposit memakai aplikasi E-Wallet Dana, label jenis transaksi tidak tercantum
atau tidak diidentifikasi dengan jelas.
2. Pada transaksi deposit dengan aplikasi E-Wallet Gopay, terdapat kekurangan label
yang tidak ada, yaitu label jenis transaksi. Sama seperti poin sebelumnya, ini
mengindikasikan bahwa dalam transaksi deposit memakai aplikasi E-Wallet
Gopay, informasi tentang jenis transaksi tidak tercatat.
3. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-1, terdapat label yang tidak
ada, yaitu label jenis transaksi. Ini menunjukkan bahwa pada transaksi deposit
pertama memakai aplikasi E-Wallet Shopeepay, jenis transaksi tidak
diidentifikasi secara jelas.
4. Pada transaksi deposit aplikasi E-Wallet Shopeepay ke-2, terdapat label yang tidak
ada, yaitu label jenis transaksi. Sama seperti poin sebelumnya, pada transaksi deposit
kedua memakai aplikasi E-Wallet Shopeepay, jenis transaksi juga tidak
tercantum.
5. Pada transaksi penjualan crypto, terdapat kekurangan label yang tidak ada, seperti
Txid. Namun, setelah dilakukan analisis kasus, label Id Pemesanan ditemukan. Ini
mengindikasikan bahwa ada kesalahan awal dalam mengidentifikasi label-label yang
diperlukan dalam transaksi penjualan crypto, namun setelah dilakukan analisis lebih
lanjut, beberapa label berhasil diidentifikasi.
6. Pada transaksi penarikan crypto ke-2, terdapat beberapa label yang tidak ada,
termasuk label Id Pemesanan, Txid, Jenis Transaksi, dan Alamat Dompet. Hal ini
menunjukkan bahwa pada transaksi penarikan crypto kedua, banyak label yang tidak
diisi atau tidak teridentifikasi dengan benar, yang dapat mengakibatkan kurangnya
informasi penting tentang transaksi ini .
7. Pada transaksi penarikan fiat, terdapat kekurangan label yang tidak ada, yaitu jenis
transaksi. Ini mengindikasikan bahwa pada transaksi penarikan fiat, informasi
tentang jenis transaksi tidak tercantum dengan jelas.
Secara keseluruhan, analisis menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam
pengelolaan label-label pada berbagai jenis transaksi. Beberapa label tidak terisi, tidak
teridentifikasi, atau terlupakan, yang dapat mengakibatkan ketidakjelasan atau kekurangan
informasi dalam proses transaksi ini . Hal ini dapat berdampak pada pemahaman dan
pelacakan transaksi serta keakuratan data yang dikumpulkan.
4.7.2 Analisa Hasil Kumulatif
1. Konsistensi Label: Masalah yang paling mencolok yaitu kurangnya konsistensi
dalam penggunaan label pada berbagai jenis transaksi. Label seperti "jenis transaksi"
dan "Txid" tampaknya menjadi informasi yang krusial dalam setiap jenis transaksi,
namun seringkali label ini tidak tercantum atau tidak terisi dengan benar.
2. Ketidakjelasan Identifikasi: Label "jenis transaksi" tampaknya menjadi elemen yang
sering terabaikan. Tanpa label ini, sulit untuk mengidentifikasi dengan jelas apakah
transaksi yaitu deposit, penarikan, atau penjualan. Ini dapat menyebabkan
kebingungan dan kesulitan dalam melacak dan menganalisis data transaksi.
3. Analisis Kasus: Dalam beberapa kasus, ditemukan bahwa label-label yang awalnya
tidak ada, seperti "Id Pemesanan", akhirnya ditemukan setelah analisis lebih lanjut.
Ini menunjukkan bahwa analisis kasus yang mendalam dapat membantu
mengidentifikasi label-label yang mungkin terlewatkan pada tahap awal. Namun,
proses ini juga menekankan pentingnya perencanaan yang cermat sebelumnya untuk
memastikan label-label yang relevan diidentifikasi dengan benar.
4. Dampak Pada Informasi: Kekurangan label-label ini dapat memiliki dampak serius
pada akurasi dan kegunaan informasi yang terkait dengan transaksi. Tanpa label yang
tepat, sulit untuk memahami dan menganalisis data dengan benar, yang dapat
mempengaruhi pelacakan transaksi, pelaporan, dan pengambilan keputusan.
4.8.1 Kekurangan Penelitian
1. Keterbatasan dalam mengidentifikasi beberapa aktivitas transaksi yang tidak
terdeteksi: Meskipun peneliti berhasil mendapatkan data aktivitas transaksi, terdapat
tiga aktivitas transaksi yang tidak ditemukan pada aplikasi dompet cryptocurrency
Tokocrypto. Hal ini menunjukkan keterbatasan alat Oxygen Forensics dalam
mengidentifikasi secara menyeluruh semua aktivitas transaksi yang terjadi.
2. Ketidaktersediaan label-label pada beberapa transaksi: Peneliti menemukan bahwa
beberapa label penting seperti jenis transaksi, ID Pemesanan, Txid, dan alamat
dompet tidak ada pada beberapa transaksi. Hal ini menyulitkan analisis dan
pemahaman lebih lanjut tentang transaksi ini .
4.8.2 Kelebihan Penelitian
1. Memperoleh data aktivitas transaksi: Alat Oxygen Forensics berhasil memberikan
data aktivitas transaksi yang dapat dipakai oleh peneliti. Hal ini dapat menjadi
sumber informasi yang berharga dalam melakukan analisis terhadap kegiatan
transaksi pada dompet cryptocurrency Tokocrypto.
2. Kemampuan dalam melakukan analisis forensik: Alat Oxygen Forensics memiliki
kemampuan analisis forensik yang dapat membantu peneliti untuk memahami
aktivitas transaksi secara lebih rinci. Dengan alat ini, peneliti dapat mengidentifikasi
pola, tren, dan hubungan antara transaksi yang dapat dipakai dalam investigasi
lebih lanjut.
3. Potensi pengembangan solusi: Meskipun terdapat kekurangan dalam hal
ketidaktersediaan label penting pada beberapa transaksi, ini juga memberikan
peluang bagi peneliti untuk mengembangkan solusi yang lebih baik. Dengan
menyadari kekurangan ini , peneliti dapat merancang metode tambahan atau
memakai alat lain untuk melengkapi dan memperoleh informasi yang hilang.
4. Penggunaan alat yang sudah teruji: Oxygen Forensics yaitu alat forensik yang telah
dipakai secara luas dan teruji keandalannya dalam analisis forensik digital.
Dengan memakai alat yang terpercaya ini, peneliti dapat memiliki keyakinan
bahwa data yang diperoleh dan analisis yang dilakukan memiliki tingkat keandalan
yang tinggi.
berdasar proses hasil dan pembahasan dari proses forensik dompet cryptocurrency
tokocrypto, maka dapat ditarik kesimpulan yaitu:
1. Bahwa analisis artefak dompet digital cryptocurrency tokocrypto pada smartphone
Xiaomi Redmi 6A, berhasil ditemukan informasi mengenai aktivitas transaksi. Dari
sepuluh aktivitas transaksi yang dilakukan, berhasil diperoleh informasi tentang
tujuh transaksi yang meliputi deposit fiat, penarikan fiat, penarikan crypto, dan
penjualan crypto. Namun, beberapa label seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid,
dan alamat dompet tidak tersedia pada beberapa transaksi. Informasi yang berhasil
ditemukan memberikan gambaran tentang transaksi deposit fiat, penarikan fiat,
penarikan crypto, dan penjualan crypto yang dilakukan.
2. Penelitian ini juga mengungkapkan kekurangan dalam bentuk label yang tidak
tersedia pada beberapa transaksi, seperti jenis transaksi, Id Pemesanan, Txid, dan
alamat dompet. Ini menyoroti pentingnya kerangka kerja ilmiah dalam analisis
forensik digital untuk mengatasi tantangan semacam itu. Ketiadaan label-label ini
menyebabkan tingkat detail dan kelengkapan informasi menjadi terbatas, dan ini
mengakibatkan kesulitan dalam pemahaman yang lengkap mengenai aktivitas
transaksi. Untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dan akurat,
disarankan untuk memiliki akses terhadap data yang lebih kaya, termasuk label-label
transaksi yang relevan. Selain itu, pendekatan lintas disiplin yang mencakup
penggunaan bukti metadata tambahan dari sumber eksternal dapat membantu dalam
mengisi celah informasi dan memahami transaksi yang kurang lengkap.
Dalam penelitian ini masih ada keterbatasan sebab masih memakai salah satu dompet
cryptocurrency tokocrypto yang dipakai di negara kita belum melibatkan dompet
cryptocurrency tokocrypto lainnya dan alat forensik yang dipakai hanya oxygen forensic.
Untuk peneliti selanjutnya dapat memakai dompet cryptocurrency lainnya,
membandingkan beberapa artefak digital dompet cryptocurrency dan membandingkan alat
forensik untuk mendapatkan artefak digital.


































