Glosarium
A
Akuntansi : Proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan,
mengolah dan menyajikan data transaksi dan
kegiatan lainnya yang berhubungan dengan
keuangan.
Analogi : Persamaan atau persesuaian antara dua hal yang
berlainan.
Aplikasi : Suatu jenis software komputer yang digunakan
untuk melakukan tugas yang diinginkan oleh
penggunanya.
Aset : Seluruh sumber ekonomi atau kekayaan yang
dimiliki seorang atau perusahaan yang diharap-kan
bisa memberi manfaat di masa depan.
ATM : Singkatan dari Automated Teller Machine. ATM
yaitu alat elektronik yang dapat digunakan untuk
melayani nasabah bank. Seperti mengirim uang,
menarik uang, dan mengecek rekening tabungan.
Agents : Pelaku bisnis yang dapat berupa orang atau
organisasi untuk tujuan perencanaan, pengendalian
serta evaluasi
Android : Sistem operasi smartphone yang berbasis Linux dan
Google telah merilis kodenya di bawah Lisensi
Apache.
Assessment : Usaha untuk memperoleh informasi bagaimana cara
untuk mengamankan aset informasi.
Availability : Aspek yang menyatakan sistem harus dapat diakses
saat dibutuhkan.
Auditor : Suatu profesi seseorang yang berfokus pada kegiatan
pengauditan.
162
Auditor
Control
Language
: Perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan
fungsi audit.
Audit : Kegiatan evaluasi atau pemeriksaan pada peru-
sahaan, proses, maupun sistem untuk mengevaluasi
laporan keuangan baik instansi maupun perorangan.
Ancaman : Semua bentuk perbuatan yang menimbulkan akibat.
Analisis
Sistem
: Teknik pemecahan masalah dengan menguraikan
sistem ke dalam komponen pembentuknya untuk
mengetahui bagaimana sistem ini bekerja dan
berinteraksi.
B
Bitcoin : Jenis koin pada mata uang digital Cryptocurrency.
Barter : Kegiatan antara dua belah pihak atau lebih yang
melakukan transaksi dengan saling tukar-menukar
barang.
Booming : Kondisi di mana terjadinya kepopuleran yang luar
biasa pada suatu hal.
Bitcoin
Faucet
: Sebuah situs yang memberikan Bitcoin secara gratis.
Bisnis : Aktivitas jual-beli barang atau jasa kepada
konsumen untuk memperoleh keuntungan.
Bukti Audit : Segala informasi yang didapatkan selama kegiatan
pengauditan.
Block : Suatu proses transaksi yang menjadikan data
terenkripsi.
Blockchain : Suatu teknologi yang dipergunakan untuk sistem
penyimpanan data digital yang terkoneksi melalui
metode kriptografi
BAPPEBTI : yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka
Komoditi.
Bugs sistem : Cacat desain pada sistem yang menyebabkan ter-
jadinya galat sehingga sistem tidak berjalan seperti
semestinya.
Bitconnect : Salah satu platform yang digunakan untuk memin-
jamkan Bitcoin.
BCC : Koin yang dirilis oleh platform Bitconnect.
Back-up
data
: Kegiatan untuk membuat cadangan data dengan
cara mengarsipkan atau menyalin data.
C
Crypto-
currency
: Mata uang digital yang diciptakan melalui proses
enkripsi yang dikelola oleh jaringan peer to peer.
Cyber : Istilah yang dipakai orang untuk menyatakan
sesuatu yang berhubungan dengan internet.
Cardinality : Garis yang menggambarkan kompleksitas dari
tingkat tiap hubungan setiap entitas pada database.
Coding : Kegiatan penulisan kode oleh seorang programmer
dengan memakai bahasa tertentu.
Cryptocore : Nama dari grup peretas yang berasal dari Eropa
Timur.
Confido : Proyek platform fiktif yang merilis kodenya untuk
penipuan.
Confiden-
tiality
: Aspek yang menyatakan bahwa data hanya bisa
diakses atau dilihat oleh orang yang berhak saja.
Computer-
assisted
audit
technique
: Software audit yang memakai spesifikasi yang
disediakan oleh auditor untuk menghasilkan
program untuk melakukan fungsi auditor.
Create : Kegiatan untuk membuat dan menciptakan sesuatu.
Cloud
mining
: Layanan untuk menambang aset digital berbasis
cloud.
COSO : Singkatan dari Committee of Sponsoring
Organizations of the Treadway. Inisiatif yang
dibentuk dengan tujuan untuk mengidentifikasi
faktor yang mengakibatkan penggelapan keuangan
dan merancang desain pencegahan untuk
meminimalisirnya.
164
D
Dompet
Digital
: Tempat untuk menyimpan mata uang digital.
Dogecoin : Varian dari litecoin yang dikenalkan pertama kali
pada tahun 2013 tepatnya bulan Desember.
Desentralisa
si
: Sebuah pola sistem untuk membagi tugas kepada
setiap elemen terhubung pada jaringan ini .
Database
: Sekumpulan file terpusat yang berisi tentang data
atau informasi dan saling terhubung yang disimpan
secara sistematik dalam komputer
Dana : Himpunan dari uang dalam bentuk tunai maupun
non-tunai dalam jumlah tertentu.
Database
relasional
: Kumpulan dari item data yang hubungannya telah
ditentukan.
Data : Kumpulan dari fakta–fakta untuk menggambarkan
kondisi tertentu.
Data
sumber
: Subjek dari mana data ini diperoleh.
diagram pie : Jenis dari grafik statistik yang disajikan dalam
bentuk lingkaran yang terbagi menjadi irisan–irisan
ini .
Duplikasi : Kegiatan menciptakan tiruan suatu hal dari aslinya.
Dualisme
kegiatan
: Keadaan yang berbeda didalam suatu bidang
kegiatan.
Divisi : Kelompok dalam organisasi.
Design : Kegiatan untuk merancang sesuatu hal.
Diskusi : Aktivitas pertukaran pikiran untuk memperoleh
informasi mengenai pemicu masalah dan bagai-
mana solusi penyelesaiannya.
Download : Proses transmisi file atau data dari komputer ke
komputer lainnya.
Demo
sistem
: Kegiatan untuk menunjukkan cara berjalannya suatu
sistem.
Downtime : Waktu saat server jaringan atau sistem tidak dapat
melakukan kegiatan operasionalnya atau transaksi.
Deflasi : Proses terjadinya penurunan harga barang atau jasa
secara terus–menerus dalam jangka waktu tertentu.
DBMS : Perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur
pengelolaan dan memanggil query database.
Developer : Profesi IT yang bertugas untuk menciptakan produk
baru atau melakukan pengembangan produk
software.
Deep freeze : Dompet multi-signature untuk menyimpan sebagian
besar Bitcoin pelanggan dengan kunci privat yang
tersimpan di berbagai brankas bank yang berbeda.
Deposit : Kegiatan transaksi yang melibatkan transfer uang ke
pihak lain agar diamankan.
Debit : Penambah uang dalam tabungan atau rekening.
E
E-payment : Metode pembayaran dengan mata uang fiat melalui
perangkat elektronik
Evolusi : Suatu proses perubahan sosial yang berjalan dengan
lambat dan dalam waktu lama.
Ethereum : Mata uang Cryptocurrency yang paling banyak
dipakai sesudah Bitcoin.
Enkripsi : Proses untuk mengacak data sehingga data ini
hanya dapat dibaca oleh orang yang memiliki akses-
nya saja.
Eksternal : Segala sesuatu yang berhubungan dengan ling-
kungan luar.
Entitas : Segala sesuatu yang informasinya dapat dikum-
pulkan dan tersimpan di organisasi.
Events : Segala aktivitas bisnis yang informasinya ingin
dikumpulkan perusahaan guna untuk perencanaan
dan pengendalian.
email : Merupakan surat elektronik.
Evaluasi : Perbaikan dalam kegiatan yang telah dilaksanakan.
166
E-wallet : yaitu sebuah dompet digital.
Entity
Relation-
ship
Diagram
: Teknik yang menggambarkan skema basis data di
mana skema ini menunjukkan berbagai entitas
yang dimodelkan serta hubungan di antaranya.
Exchange : Platform bursa berjangka untuk melakukan
investasi.
Enkripsi
PGP
: Metode program enkripsi informasi dengan meng-
gunakan private-public keys.
Entri : Kegiatan mencatat atau memasukan data.
F
Feathercoin : Jenis cryptocurrency yang memiliki sifat open
source di mana siapa saja dapat mengembangkannya
lagi.
Fleksibilitas : Kemampuan dari suatu hal untuk melakukan
kegiatan secara bebas dan nyaman.
Fast food : Makan cepat saji.
Fakta : Suatu hal yang terjadi secara nyata.
Field : Kolom dari suatu tabel dalam database.
Foreign key : Kunci penghubung kedua tabel dan melengkapi
suatu relasi basis data terhadap primary key yang
menunjukkan induknya.
Frontend : Bagian website menyuguhkan tampilan kepada
pengguna website.
Fraud : Perbuatan yang melawan hukum yang dilakukan
oleh seseorang untuk mendapatkan keuntungan
namun merugikan pihak lain.
Followers : Pengikut dalam media sosial.
Filter : Kegiatan yang dilakukan untuk menyaring sesuatu.
Firewall : Sistem keamanan yang melindungi komputer dari
ancaman di internet.
Fitur : Fungsi atau kemampuan khusus pada software.
Flowchart : Alur proses dari sebuah program.
File : Kumpulan informasi yang berhubungan dan
tersimpan pada tempat penyimpanan baik database
atau komputer.
G
Genesis
Block
:
Ialah 50 bitcoin pertama di dunia yang menandai
awal mula kelahiran Bitcoin.
Game : Suatu yang dapat dimainkan dengan peraturan
tertentu.
Garansi : Surat keterangan pada produk yang menjamin
bahwa prosproduk ini dapat diperbaiki oleh
produsen.
H
Hot wallet : Dompet dengan multi-signature untuk memfasilitasi
penarikan bitcoin secara instan
Hacker : Orang yang memanfaatkan teknologi komputer
untuk mendapatkan akses yang tidak sah pada data
atau informasi.
I
Informasi : Hasil olahan data yang berguna bagi penerimanya.
Inflasi : Proses meningkatnya harga barang atau jasa secara
umum dan terus–menerus.
Investor : Setiap orang atau perusahaan yang memberikan
modal dengan harapan mendapat keuntungan.
ICO Palsu : Penipuan Bitcoin atas nama perilisan koin baru.
Ilustrasi : Gambaran dari suatu hal.
Internal : Segala sesuatu yang berhubungan dengan ling-
kungan dalam perusahaan.
Interpretasi : Menjelaskan sesuatu dengan cara memberi gam-
baran maupun penafsiran agar mampu dipahami.
Item : Sebuah objek dari sekelompok objek.
Insiden : Kejadian yang menyebabkan perubahan pada suatu
hal.
Integrity : Aspek yang menyatakan bahwa tidak boleh ada
perubahan tanpa ada ijin dari yang berhak.
168
Investigatif : Kegiatan untuk meneliti, menyelidiki, mengusut dan
mengumpulkan data untuk membuktikan kebenar-
an.
Identifikasi : Proses untuk mengetahui dengan cara mencari,
menemukan, mengumpulkan, dan mencatat data
dan informasi.
Implementa
si
: Menjalankan rancangan yang telah disusun.
Ilegal : Suatu hal yang tidak sah.
J
Jaringan
Peer to peer
: Model jaringan komputer, di mana setiap komputer
yang ada didalamnya dapat saling berbagi pakai
maupun data.
Jurnal
Penye-
suaian
: Kegiatan proses pencatatan perubahan saldo dalam
akun.
Jurnal
Umum
: Jurnal yang digunakan untuk mencatat semua bukti
transaksi keuangan dalam periode tertentu.
K
Kriptografi : Ilmu yang mempelajari teknik penyandian untuk
aspek keamanan informasi.
Komputer
powerful
: Komputer dengan kemampuan yang tinggi.
Kuesioner : Alat bantu untuk mengukur suatu hal dengan
pertanyaan yang disebarkan kepada responden.
Komunitas : Kelompok sosial yang terdiri dari beberapa orang
yang memiliki ketertarikan yang sama.
Komputer : Perangkat elektronik terprogram yang berfungsi
untuk menyimpan data, mengolah dan menampilkan
hasil pengolahan data.
Konfirmasi : Kegiatan untuk menyatakan pembenaran atas suatu
hal.
Komoditas : Produk yang dapat berupa barang atau jasa yang
diperdagangkan guna mendapatkan keuntungan.
Kwitansi : Dokumen tanda bukti penerimaan uang atau
pembayaran yang telah dilakukan.
Konsumen : Seseorang yang memakai barang atau jasa.
Komplek-
sitas
: Indikator yang menyatakan cara bagaimana
hubungan ini dapat dikelola dan apa saja
keahlian yang dibutuhkan untuk mengelolanya.
Korektif : Kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau
memulihkan keadaan sesudah terjadinya masalah.
Kompetitif : Suatu hal yang berkaitan dengan persaingan. Di
mana suatu pihak harus lebih unggul dari pihak
lainnya.
Keandalan
Informasi
: Kemampuan suatu informasi untuk meyakinkan
penerimanya bahwa informasi ini benar.
Korporasi : Sebuah perusahaan yang diakui secara hukum
perdata.
Keunggulan : Kelebihan yang dimiliki oleh suatu objek.
Konversi
Sistem
: Perubahan dari sistem lama ke sistem yang baru.
Kelayakan : Kriteria sebagai penentu apakah suatu objek dapat
ditindaklanjuti atau tidak.
Koin scam : Teknik penipuan dengan membuat koin palsu.
Kas : Harta perusahaan yang berbentuk uang tunai baik
kertas, logam, wesel dan cek yang dipegang peru-
sahaan maupun bank.
Kredit : Pengeluaran uang saat bertransaksi.
L
Litecoin : Mata uang cryptocurrency dengan metode peer-to-
peer yang dapat menghasilkan block baru dan me-
mungkinkan bisa menyelesaikan transaksi dengan
sangat cepat tanpa memerlukan komputer yang
powerful.
Laptop : Komputer pribadi dengan ukuran kecil dan lebih
ringan.
Lembaga : Badan sosial atau organisasi yang melaksanakan
usaha guna mencapai tujuan tertentu.
Link : Tautan yang digunakan untuk mengakses halaman
ke halaman lainnya.
Limit price : Batas minimum harga.
Login : Proses untuk masuk dalam suatu sistem.
Laporan
Keuangan
: Laporan yang menampilkan kondisi finansial suatu
entitas dalam periode tertentu.
Laporan
Manajerial
: Laporan yang berkaitan dengan urusan tertentu
dalam organisasi resmi yang dibuat untuk keperluan
pimpinan organisasi dalam rangka pengambilan
keputusan dan tindakan.
M
Mata uang
digital
: Alat pembayaran yang digunakan pada jaringan
internet.
Metode : Cara atau prosedur untuk mencapai tujuan tertentu.
Mekanisme : Cara yang digunakan untuk mencapai suatu hal
secara teratur sehingga membentuk pola dan
bentuk.
Marketplace : Platform perantara yang digunakan untuk tempat
jual beli di internet.
Mining : Suatu proses saat memecahkan kode blok dan
memproses transaksi pada komputer yang terhu-
bung dengan jaringan peer to peer.
Mining max : Platform penambangan Bitcoin palsu yang berkedok
cloud mining.
Machine
learning
: Aplikasi dari teknologi kecerdasan buatan yang
berfungsi dengan teknik statistika untuk menghasil-
kan kesimpulan dari sekumpulan data.
Message
authenticati
on code
: Istilah dalam ilmu kriptografi yang digunakan untuk
mengkonfirmasi bahwa pesan yang diterima berasal
dari pengirim asalnya dan belum diubah.
Mata uang
virtual
: Alat pembayaran yang digunakan pada jaringan
internet.
Mata uang
fiat
: Alat pembayaran resmi yang dikeluarkan dan diatur
oleh pemerintah.
Miner : Komputer atau orang yang melakukan penam-
bangan bitcoin dengan cara memecahkan enkripsi
atau membuat data transaksi terenkripsi.
Model REA : Teknik menggambar diagram untuk mengelompok-
kan entitas dalam tiga jenis yakni sumber daya
(resources), kegiatan atau aktivitas bisnis (events)
dan pelaku (agents).
Modifikasi : Kegiatan untuk melakukan perubahan pada sesuatu.
Mt.Gox : Sebuah perusahaan yang memiliki platform pertu-
karan Bitcoin yang berlokasi di Shibuya, Tokyo,
Jepang.
N
Node–node
jaringan, 5
: Titik atau simpul yang berguna untuk menghu-
bungkan perangkat satu dengan lainnya dengan
jaringan.
O
Online : Perangkat elektronik yang terhubung dalam
internet.
Objek, 10 : Suatu hal, kejadian, maupun kata benda yang
menjadi pokok dalam sebuah pembicaraan.
Operation
and main-
tenance
: Kegiatan untuk melakukan monitoring dan peme-
liharaan pada sistem.
Order type : Tipe pemesanan.
Observasi : Kegiatan pengamatan terhadap objek penelitian.
Out-
sourcing
: Penggunaan tenaga kerja pihak ketiga guna menye-
lesaikan pekerjaan tertentu dalam perusahaan.
Open source : Siapa saja dapat mengembangkan sistem atau
aplikasi ini
Otorisasi : Fungsi untuk menentukan atau pemberian
kekuasaan (hak akses) kepada sumber daya. Dalam
hal ini berkaitan keamanan informasi dan komputer.
Otentikasi : Proses identifikasi pengguna sistem.
Operasi
Sistem
: Melakukan instruksi sistem atau menjalankan.
P
Popular : Dikenal atau disukai oleh banyak orang.
Penjad-
walan
: Mengalokasikan waktu yang terjadi untuk melak-
sanakan tugas masing-masing.
Primary key : Atribut yang berfungsi untuk mengidentifikasi setiap
record secara unit
Planning : kegiatan untuk melakukan perencanaan pada suatu
hal.
Prosedur : Tahapan-tahapan yang bertujuan untuk menyelesai-
kan suatu kegiatan.
Profit bisnis : Keuntungan bisnis.
Proyek : Usaha sementara yang dilaksanakan untuk
menciptakan suatu produk.
Programmer : Seseorang yang bertugas membuat program atau
sistem dengan menulis instruksi-instruksi berupa
kode pada komputer.
Password : Kumpulan karakter yang digunakan untuk mem-
verifikasi identitas agar dapat masuk dalam
platform.
Peretasan : Kegiatan untuk memperoleh atau mengakses data
secara tidak sah.
Proposal : Sebuah rencana yang dituangkan dalam bentuk–
bentuk rancangan kegiatan.
Phising : Teknik kejahatan pada komputer yang mengirimkan
link email atau website kepada korban untuk akan
mencuri informasi penting seperti data diri, nomor
telepon, rekening bank, detail wallet blockchain
pengguna maupun password.
Pumps and
dumps
: Cara memompa atau menaikkan harga suatu
komoditas lalu menjualnya untuk memperoleh
keuntungan yang banyak
Platform : Media atau wadah untuk menjalankan sistem.
Pengendalian
Internal
: Rencana perusahaan dalam metode bisnisnya untuk
menjaga aset, memberikan informasi yang ber-
kualitas, mendorong dan memperbaiki jalannya
proses bisnis perusahaan dan menyesuaikannya
dengan regulasi yang diterapkan.
Penerimaan
Kas
: Kas yang diterima oleh perusahaan baik dalam
bentuk uang tunai atau surat berharga lainnya yang
dapat segera dipergunakan.
Pengemban
gan Sistem
: Kegiatan penyusunan sistem baru untuk meng-
gantikan sistem lama baik secara keseluruhan atau
sebagian.
Pemeliharaan : Kegiatan menjaga dan merawat sistem untuk
meminimalisir terjadinya kesalahan sistem.
Profile : Halaman pada platform yang menampilkan data diri
pengguna.
Pengauditan : Proses sistematik untuk mendapatkan dan meng-
evaluasi bukti-bukti guna memastikan kegiatan
sudah sesuai atau tidak dengan tujuan yang telah
ditetapkan
Prototyping : Pendekatan desain sistem yang digunakan untuk
membantu tim proyek atau pengembang sistem
dalam membentuk model perangkat lunak yang
akan dikembangkan.
R
Regulasi : Peraturan yang dibentuk untuk mengendalikan
kelompok, lembaga atau warga demi mencapai
tujuan tertentu dalam bersosialisasi.
Ransomware : Virus yang dibuat untuk mencegah korban dapat
mengakses data yang ada pada laptop dengan
mengenkripsi data ini dengan format file
tertentu.
Requirements
analysis
: Kegiatan untuk mengumpulkan kebutuhan sistem
dan melakukan analisis kepada bagian yang akan
memakai sistem.
Resources : Hal-hal yang memiliki nilai ekonomi pada
organisasi.
Redudansi : Penyimpanan data yang sama secara berulang dalam
beberapa file sehingga data ini tersimpan di
berbagai lokasi penyimpanan.
Risiko : Akibat atau konsekuensi yang diperoleh akibat
proses yang sedang terjadi atau kejadian yang akan
datang.
Rekonsiliasi
Bank
: Rangkaian catatan transaksi yang berisi perbedaan
catatan kas perusahaan dengan catatan kas pada
bank
Rekening
Virtual
account
: Rekening buatan yang tidak benar-benar nyata yang
diberikan perusahaan ke pelanggan sebagai nomor
rekening penerimaan.
Registrasi : Proses untuk mendaftar menjadi anggota suatu
sistem.
S
Spesifikasi : Sebuah rincian yang menjelaskan details tentang
perangkat lunak maupun perangkat keras.
Smart
contracts
: Pada dunia Cryptocurrency Bitcoin, smart contracts
dapat diartikan sebagai aplikasi atau program yang
berjalan pada blockchain.
Smartphone : Telepon genggam yang memiliki kemampuan tinggi
yang fungsinya hampir menyerupai komputer.
Software : Sekumpulan instruksi atau program yang berfungsi
untuk menginstruksikan tugas tertentu kepada
komputer.
Spekulan : Seseorang yang terlibat dalam transaksi keuangan
untuk mendapatkan laba dengan cara melakukan
dugaan.
Sistematik : Segala usaha yang menjelaskan dan merumuskan
sesuatu dengan teratur dan logis sehingga mudah
dipahami.
Struktur : Pengaturan atau penggolongan unsur-unsur yang
saling terkait dalam sebuah objek.
Spam : Penyalahgunaan email untuk mengirimkan berita
iklan atau keperluan lainnya secara massal.
Source code : Suatu rangkaian pernyataan atau deklarasi sistem
yang ditulis dengan bahasa tertentu.
Slider plugin
situs
: Salah satu jenis kode software untuk menjalankan
fitur tambahan dalam mengatur gambar pada
aplikasi.
Siklus hidup
pengembang-
an sistem
: Sekumpulan aktivitas yang dilakukan oleh profe-
sional dan pengguna sistem untuk mengembangkan
suatu sistem informasi.
Sabotase : Kegiatan perusakan yang dilakukan secara sengaja,
terencana dan tersembunyi pada calon korban.
Sistem : Elemen-elemen yang saling terhubung satu sama
lain untuk mencapai tujuan tertentu.
Security : Informasi yang dihasilkan memiliki manfaat yang
lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk
memperolehnya.
Sampel
statistik
: Bagian dari populasi objek yang sedang dipelajari
dan hasilnya akan dianggap mewakili sebagai objek
ini .
Software
platform
bitcoin
: Suatu perangkat lunak yang digunakan untuk
mengendalikan mata uang kripto Bitcoin.
SIA
Cryptocurren-
cy bitcoin
: Bagian dari platform atau sistem Cryptocurrency
yang saling terintegrasi dan berperan dalam
mengelola transaksi seperti transaksi pembelian
maupun penjualan Bitcoin.
Skema : Penjelasan struktur dari jenis fakta yang tersimpan
didalamnya.
Skema
Ponzi
: Teknik kejahatan dengan menawarkan sejumlah
keuntungan dengan rentang waktu yang singkat
namun dengan nominal pembayaran yang besar
kepada korban,
Skema
piramida
: Modus penipuan yang menawarkan partisipan
mendapatkan reward apabila mengajak anggota
baru.
Sumber
daya
: Suatu nilai potensi yang dimiliki oleh unsur tertentu.
Sumber
data
: Subyek dari mana data diperoleh.
Sorting : Kegiatan untuk mengatur sekumpulan objek
berdasar aturan tertentu.
Server : Jaringan komputer yang memiliki layanan khusus
untuk menyimpan data dan berperan penting dalam
koneksi internet.
Siklus
Pendapatan
: Serangkaian kegiatan bisnis dan pengelolaan
informasi yang terkait yang dilakukan secara
continue dengan menyediakan barang atau jasa ke
pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran
atas penjualan ini
Siklus
Pengeluaran
: Serangkaian aktivitas bisnis dan operasional peru-
sahaan terkait yang berhubungan dengan kegiatan
pembelian dan pembayaran.
Subsistem : Komponen atau bagian dari suatu sistem.
SMS : Short message service yang berfungsi untuk mengi-
rimkan pesan secara singkat.
T
Transaksi : Kegiatan yang dilakukan oleh seorang yang
menjadikan harta atau finansialnya berubah.
Teknologi : Suatu sarana dan prasarana yang menyediakan
barang atau komponen yang dibutuhkan dalam
kelangsungan hidup manusia.
Transfer : Perpindahan sejumlah dana antar satu rekening ke
rekening lainnya.
Topologi : Pola interkoneksi yang menghubungkan dua
komputer atau lebih berdasar biaya, kecepatan
akses, skala maupun pengguna komputer.
Trader : Investor pasar modal yang biasanya melakukan
transaksi jual-beli saham.
Trading : Kegiatan yang dilakukan di pasar finansial.
Twitter : Sebuah jejaring sosial yang memungkinkan
penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan
berbasis text dan gambar.
U
Uang : alat yang dipakai orang untuk membeli barang atau
membayar jasa.
Utilitas : Program yang digunakan untuk mendapatkan
database dengan cara membuat, mengedit dan
menghapus data, record dan file.
User
interface
: Tampilan visual produk yang menghubungkan
sistem dengan pengguna.
User : Pengguna layanan atau software dalam sistem
teknologi informasi.
Ulasan : Teks yang berisi penilaian terhadap suatu karya.
Update : Kegiatan untuk memperbarui sesuatu hal.
V
Vendor : Pihak baik dalam bentuk lembaga atau perorangan
yang menyediakan layanan atau menjual barang.
Verifikasi : Proses untuk mengetahui kebenaran atau akurasi
sesuatu
Virus
WannaCry
: Serangan yang menargetkan pengguna Windows
dengan mengenkripsi data korban dan untuk
memutihkannya pelaku akan meminta tebusan pada
korban.
W
WhatsApp : Aplikasi gratis yang menyediakan layanan bertukar
pesan dan panggilan secara aman dan reliabel pada
berbagai telepon di dunia.
Website : Kumpulan informasi dalam bentuk halaman yang
saling terkait pada suatu domain yang dapat diakses
publik.
Whitepaper : Dokumen yang menjelaskan tentang koin-koin yang
dijual, penjelasan teknologinya dan visi misi dari
platform cryptocurrency.
Q
Query
database
: Syntax atau perintah yang digunakan oleh pengguna
untuk dapat mengakses dan menampilkan data pada
database.
CRYPTOCURRENCY BITCOIN
A. Sejarah Cryptocurrency
Sejarah mencatat bahwa manusia telah melakukan berbagai cara
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejarah perdagangan
yang dilakukan manusia pada peradaban terdahulu meng-
gunakan sistem barter untuk melaksanakan transaksi jual beli.
Seiring perkembangan zaman sistem barter memiliki berbagai
permasalahan yang semakin kompleks sebab pihak
yang belum atau tidak menginginkan barang yang akan ditukar.
Kesulitan ini memunculkan alternatif untuk membuat
suatu alat tukar yang dapat memudahkan transaksi jual beli yang
dapat diterima oleh seluruh lapisan warga .
Alat tukar ini diberi nama uang dan lalu
dikenal sebagai alat penukaran nilai ekonomi oleh warga .
Bentuk uang sangat beraneka ragam, ada yang terbuat dari koin
emas, batu bahkan kulit kerang dan pada saat ini uang telah
berbentuk selembar kertas yang dikeluarkan oleh badan
keuangan suatu negara. Evolusi uang semakin berkembang
mengikuti perkembangan teknologi yang ada di dunia. Uang
2
tidak hanya berbentuk kertas saja namun pada saat ini di era
teknologi 4.0 setiap orang bisa mengirimkan uang hanya dengan
menggesekkan sebuah kartu. Perkembangan teknologi 5.0 yang
telah di depan mata memunculkan mata uang yang lebih canggih
yaitu mata uang digital disebut dengan Cryptocurrency.
1. Apa itu Cryptocurrency?
Cryptocurrency yaitu aset digital yang dirancang
sebagai media pertukaran dan dilakukan dalam sebuah
database memakai teknik kriptografi. Tujuan aset digital
Cryptocurrency untuk menjaga keamanan riwayat transaksi,
mengendalikan pencetakan koin dan untuk memverifikasi
pengiriman dan status kepemilikan koin. Sejarah
Cryptocurrency diawali dengan munculnya Digicash yang
diciptakan oleh David Chaum, seorang ahli kriptografi asal
Amerika. Chaum berfikir tidak akan melepaskan diri dari
track keuangan bank untuk menjaga transaksi pribadinya.
Chaum menciptakan mata uang digital dengan memakai
algoritma kompleks agar transaksi tidak dapat diubah dan
dikendalikan, sehingga memungkinkan terjadi transaksi peer-
to-peer.
Chaum merekrut beberapa orang dan mulai mendirikan
perusahaan di suatu rumah pada tahun 1980 di Belanda.
Perusahaan Digicash perlahan menuai pro dan kontra, sebab
sistem belum terdesentralisasi membuat Digicash menerap-
kan sistem bank sentral tipe baru. Hal ini membuat bank
sentral menjadi geram yang lalu melawan dengan
memberi ultimatum. Digicash setuju dan mulai serius untuk
membatasi potensi pasar perusahaan ini . lalu
pada akhri tahun 1990 Digicash bangkrut dan hilang dari
permukaan. pemicu kegagalan Digicash yaitu adanya
3
modus bukan terdesentralisasi. Namun digicash sudah
berhasil memakai dasar kriptografi dalam koin yaitu
anonimitas, kunci private, kunci public dan sistem kerja
Blockchain yang masih terpusat pada satu perusahaan.
Tahun 1998, seorang insinyur software dengan nama
Wei Dai memperkenalkan white paper tentang b-money. B-
money merupakan mata uang virtual yang di dalamnya
ada komponen dasar Cryptocurrency. Sejak diciptakan
hingga masa proyek selesai, b-money tidak pernah dilun-
curkan. lalu muncul nama Nick Szabo yang mencipta-
kan dan mengembangkan Cryptocurrency yang disebut Bit
Gold. Jaringan yang digunakan Bit Gold sudah menganut
sistem Blockchain. Namun Bit Gold tidak berhasil mendapat-
kan popularitas dan hilang begitu saja. Lalu muncul mata
uang yang berbasis emas yang disebut e-gold. Keamanan e-
gold sangat rendah sehingga mata uang ini sering menjadi
target bagi hacker maupun scammer. Hal ini membuat e-
gold banyak menerima tuntutan hukum dan lalu
menutup operasinya. Sampai pada tahun 2008, seorang
programmer dengan panggilan anonim yaitu Satoshi
Nakamoto mengembangkan project Cryptocurrency yang
dinamakan Bitcoin yang menjadikan Cryptocurrency menjadi
booming.
Satoshi Nakamoto mengembangkan Cryptocurrency
jenis Bitcoin dan pada tahun berikutnya uang digital ini mulai
beroperasi di warga . Pengguna Cryptocurrency model
Bitcoin harus memiliki dompet digital (wallet). Fungsi
dompet digital untuk memproses transaksi menjadi data yang
terenkripsi yang dinamakan dengan block. Dompet digital
akan mengirimkan block ke jaringan peer-to-peer dengan
memakai beberapa komputer untuk memecahkan kode
4
block dan memproses transaksi. Proses ini disebut sebagai
mining dan apabila transaksi berhasil diproses maka peng-
guna akan diberikan reward atau balasan berupa sejumlah
Bitcoin. Proses awal yang mutlak dilakukan untuk mem-
peroleh Cryptocurrency ialah proses mining yang didukung
dengan internet. Proses ini relatif susah sebab memerlukan
spesifikasi komputer yang tinggi untuk memecahkan kode
block dan memerlukan waktu yang lama.
2. Jenis Cryptocurrency
Cryptocurrency mulai dikenal sejak peluncuran Bitcoin
oleh Satoshi Nakamoto. Salah satu alasan mengapa Bitcoin
sangat populer yaitu sebab mudah melakukan transaksi,
aman dan tidak bisa dilacak transaksi. Perkembangan
teknologi hingga mencapai 4.0 dan akan menghadapi era 5.0
memungkinkan munculnya jenis Cryptocurrency dengan
berbagai bentuk, keunggulan dan kemudahan. Jenis
Cryptocurrency telah mencapai lebih dari 1.000 jenis di dunia
maya yang diciptakan oleh orang-orang yang tertarik dengan
mata uang virtual ini namun kurang terkenal. Jenis
mata uang virtual Cryptocurrency yang terkenal selain
Bitcoin, yaitu
a. Litecoin yaitu mata uang Cryptocurrency dengan metode
peer-to-peer yang dapat menghasilkan block baru dan
memungkinkan bisa menyelesaikan transaksi dengan
sangat cepat tanpa memerlukan komputer yang
powerful. Litecoin dikenalkan kepada dunia pada tahun
2011. Berikut ini yaitu lambang dari Cryptocurrency
Litecoin:
b. Feathercoin merupakan jenis Cryptocurrency yang mem-
punyai sifat open source, sehingga siapa saja dapat
mengembangkan jenis ini. Diciptakan pertama kali oleh
seorang IT Officer di Oxford University yang bernama
Peter Bushnell pada April 2013. Berikut ini yaitu lambang
dari Cryptocurrency Feathercoin:
c. Dogecoin yaitu varian dari litecoin yang dikenalkan
pertama kali pada tahun 2013 tepatnya bulan Desember.
Dogecoin merupakan jenis Cryptocurrency yang sangat
bersahabat namun nilainya lebih rendah dari Bitcoin.
Dogecoin lebih banyak digunakan untuk kegiatan amal,
berdonasi dan aktivitas positif lain. Berikut ini yaitu
lambang dari Cryptocurrency Dogecoin:
d. Ethereum yaitu mata uang Cryptocurrency yang paling
banyak dipakai sesudah Bitcoin. Ethereum diciptakan oleh
Vitalik Buterin pada tahun 2014 dengan keinginan supaya
jenis Cryptocurrency ini menjadi komputer dunia di mana
smart contracts dapat dibangun dan dijalankan. Perbedaan
Bitcoin dengan Ethereum yaitu Bitcoin lebih ditujukan
untuk menyimpan daftar saldo dan transaksi sedangkan
Ethereum dirancang untuk menyimpan segala jenis data
pada block chain. Berikut ini yaitu lambang dari
Cryptocurrency Ethereum:
3. Transaksi Cryptocurrency
Cryptocurrency dianggap sangat menarik, sebab
transaksinya memperlihatkan kemampuan fleksibilitas yang
tinggi dan dapat dilakukan di mana pun serta kapan pun di
seluruh dunia. Sarana yang sangat penting untuk melakukan
transaksi Cryptocurrency yaitu smartphone, laptop atau
komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet. Kegiatan
transaksi dapat diselesaikan dalam hitungan menit tanpa
perlu khawatir akan ada downtime. Ilustrasi sederhana untuk
menunjukkan betapa mudahnya melakukan transaksi
Cryptocurrency yaitu seperti orang tua akan mengirimkan
uang kepada anaknya.
Transaksi yang dilakukan bersifat terdesentralisasi
dengan pengertian bahwa transaksi dilakukan secara peer-to-
peer dari pengirim ke penerima. Sifat desentralisasi inilah
yang sering disebut sebagai ciri khas dari sistem blockchain.
Sistem Blockchain yaitu suatu teknologi yang dipergunakan
untuk sistem penyimpanan data digital yang terkoneksi
melalui metode kriptografi. Seluruh transaksi akan disimpan
dan dicatat oleh komputer-komputer yang berada pada
jaringan ini yang dinamakan dengan miner. Peran miner
membantu mengamankan dan mencatat semua transaksi
yang ada pada jaringan. Berikut ini yaitu gambar yang dapat
mengilustrasikan proses transaksi dari Cryptocurrency:
Gambar di atas menjelaskan tentang proses pengiriman
uang yang bisa diilustrasikan sebagai transaksi
Cryptocurrency. Transaksi di atas melibatkan tiga komponen
yaitu anak kost sebagai penerima uang, orang tua sebagai
pengirim uang dan para miner yang bertugas untuk menga-
mankan transaksi yang dilakukan.
Miner akan mendapatkan komisi dengan mata uang
Cryptocurrency yang digunakan apabila dapat memecahkan
catatan transaksi yang sudah dilabel dengan berbagai macam
metode kriptografi. Namun tidak setiap orang bisa menjadi
penambang atau miner, sebab seorang miner harus mem-
punyai keahlian khusus kriptografi dan memerlukan
komputer dengan spesifikasi yang tinggi dan khusus. Catatan
transaksi Cryptocurrency bersifat permanen sehingga setiap
transaksi yang telah dilakukan tidak dapat dibatalkan dengan
alasan apapun. Oleh sebab itu, sangat dibutuhkan kebijak-
sanaan yang tinggi saat akan melakukan transaksi
Cryptocurrency. berdasar PSAK (Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan) yang berlaku di Indonesia menunjukkan
bahwa belum adanya perlakuan akuntansi untuk
Cryptocurrency apakah diperlakukan sebagai kas, aset, atau
persediaan.
B. Pengertian Bitcoin
Bitcoin yaitu salah satu uang digital yang di internet. Mata
uang digital ini merupakan jenis mata uang kripto yang sangat
populer. Para penambang mata uang digital yang ada di internet
pasti sudah tidak asing dengan mata uang Bitcoin. Mata uang
yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto. Sebelum kemunculan
Bitcoin, e-payment digunakan untuk mempermudah transaksi
online. saat akan melakukan transfer sejumlah uang ke
penyedia layanan, maka jumlah uang yang setara dengan jumlah
transfer akan muncul pada e-wallet yang digunakan untuk
bertransaksi. Namun e-payment masih kurang menarik sebab
harus memiliki uang asli atau uang resmi yang diatur oleh
pemerintah. Uang resmi dapat mengalami inflasi, deflasi dan
memiliki batasan-batasan hukum. Menurut pemahaman
pengguna dunia cyber, batasan-batasan ini perlu didobrak
untuk melakukan perubahan.
1. Latar Belakang Bitcoin
Awal kemunculan Bitcoin yakni pada tanggal 3 Januari
2009. Bitcoin diluncurkan dalam bentuk 31.000 baris kode
pemrograman dan lalu diumumkan oleh Satoshi
Nakamoto lewat internet bahwa mata uang ini dibuat
olehnya dan disebut Bitcoin.
Kelahiran Bitcoin ditandai dengan 50 Bitcoin pertama di
dunia yang dihasilkan oleh sistem kode pemrograman, yang
sampai hari ini disebut dengan “Genesis Block”. “Genesis
Block” ini ditambang oleh Satoshi pada 3 Januari 2009.
Bitcoin tidak dalam bentuk koin, uang kertas, perak ataupun
emas. Bitcoin tidak bisa dilihat secara riil sebab berupa mata
uang digital. Mata uang kripto ini sepenuhnya dikendalikan
oleh software platform Bitcoin. Setiap 10 menit atau lebih,
Bitcoin akan dibagikan kepada orang-orang yang berhasil
melakukan penambangan. Pada awalnya Bitcoin hanya
populer pada orang-orang yang terjun di bidang kriptografi.
Seiring dengan perkembangan teknologi, transaksi Bitcoin
semakin diburu di dunia digital. Popularitas Bitcoin semakin
menanjak hingga banyak orang di kalangan luas yang tertarik
untuk memilikinya. Pada awal kemunculannya, harga satu
Bitcoin kurang dari USD $ 1 namun nilai satu Bitcoin (BTC)
telah mencapai sekitar 53.369 dollas AS pada tahun 2021.
Di balik kisah sukses Bitcoin, sang pencipta yaitu
Satoshi Nakamoto ternyata memilih pergi meninggalkan
Bitcoin tepat pada tanggal 12 Desember 2010. Pimpinan
pengembangan Bitcoin digantikan oleh Gavin Andresen yang
awalnya dikenal pada situs Bitcoin Faucet. Andresen
mendistribusikan 10.000 Bitcoin secara cuma-cuma dan
menjadi satu-satunya yang masih dapat berkomunikasi
dengan Satoshi Nakamoto. Tepat pada tanggal 26 April 2011,
Andresen menyampaikan pesan dari sang pendiri yang berisi
“Pagi ini Satoshi menyarankan kepada saya, dan kita
(komunitas Bitcoin), harus mulai untuk tidak membesar-
besarkan soal keberadaan ‘pendiri yang misterius’ saat
berbicara ke publik mengenai Bitcoin”, tulis Andresen.
lalu pada bulan April 2011, Satoshi Nakamoti mengirim
pesan kepada rekan-rekannya bahwa ia “telah pindah
mengerjakan hal-hal lain”. Sejak saat itu, nama Satoshi
Nakamoto menghilang dan tidak terlacak. Usaha untuk
menghubungi yang dicoba oleh para penggiat Bitcoin pun
tidak menuai hasil.
2. Pemahaman Penambang Bitcoin
Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk
menjadi penambang Cryptocurrency Bitcoin. Konsep
“menambang” uang Bitcoin sangat menarik perhatian baik
dari kalangan cyber untuk mencukupi kebutuhan, ataupun
spekulen yang hanya ingin mendapatkan keuntungan. Para
vendor yang menyediakan barang dan jasa Bitcoin sangat
tertarik dan senang sebab dapat memakai Bitcoin
sebagai alat pembayaran tanpa harus melalui persetujuan dan
regulasi. Sekarang sudah banyak vendor yang menerima
pembayaran memakai Bitcoin seperti:
a. Dish Network: Penyedia layanan satelit siaran langsung
Amerika telah melakukan pembayaran dengan Bitcoin.
b. Xbox Game Studios: Penerbit permainan video games
Amerika yang berbasis di Redmond, Washington. Xbox
telah memakai Bitcoin untuk membayar games, add-
on, dan langganan Xbox Live.
c. Universitas Lucerne Ilmu Pengetahuan Terapan dan Seni di
Swiss, telah memakai Bitcoin dan mata uang
Cryptocurrency lainnya untuk pembayaran iuran sekolah.
d. Hotel Chart House dan Restoran Bubba Gump Shrimp Co.
telah memakai Bitcoin sebagai sistem pembayaran.
Orang yang melakukan penambangan disebut miner
atau penambang. Cryptocurrency Bitcoin memerlukan
penambang atau miner sebab sebagai jaringan yang
terdesentralisasi tidak memiliki pusat otorisasi dalam
melaksanakan tugas. Bitcoin tidak bergantung pada penerbit
utama sehingga siapa saja dapat memakai dan
menambang tanpa harus melalui persetujuan atau regulasi
pemerintah. Database yang digunakan Bitcoin yaitu
database yang terdistribusi dan menyebar ke node-node dari
sebuah jaringan peer to peer ke jurnal transaksi. Bitcoin
memakai kriptografi dan enkripsi untuk keamanan
sehingga Bitcoin hanya dapat digunakan oleh orang yang
memilikinya.
Para miner dibuat seolah-olah saling bekerja sama
dengan cara melakukan konfirmasi dan verifikasi pada setiap
catatan dan transaksi yang ada pada sistem. Apabila ada
individu yang memalsukan data transaksi, maka sistem secara
otomatis akan mengetahui. Desain Bitcoin memungkinkan
untuk dimiliki setiap orang tanpa identitas atau anonymous.
Bitcoin dapat disimpan di laptop atau PC (personal computer)
dalam suatu format file wallet atau disimpan pada sebuah
layanan e-wallet pihak ke tiga. Bitcoin dapat dikirimkan
kepada setiap orang yang memiliki alamat Bitcoin.
Kurangnya administrasi tunggal dan topologi peer to peer
pada Bitcoin berdampak pada ketidak mungkinan untuk
diotoritasi oleh pemerintah manapun, atau untuk memani-
pulasi nilai dari Bitcoin atau untuk membuat inflasi dengan
memproduksi lebih banyak Bitcoin.
Bitcoin diciptakan melalui kriptografi yang sudah
terenkripsi secara unik sehingga nilainya bergantung dengan
mekanisme pasar yang ada. Nilai setiap mata uang
Cryptocurrency sebenarnya sama seperti produk komoditas
lain yaitu apabila permintaan Cryptocurrency sangat tinggi
dan penambang sedikit, maka nilai Cryptocurrency ini
akan menjadi meningkat. Oleh sebab itu nilai Bitcoin sangat
tinggi beberapa tahun terakhir sebab peminat cukup banyak
dan penambang belum sebanding dengan peminat Bitcoin.
C.
Informasi akuntansi serta keuangan sangat diperlukan oleh
berbagai pihak khususnya untuk pihak manegemen. Informasi
ini digunakan sebagai dasar pertimbangan pengambilan
keputusan. Selain itu, informasi keuangan sangat diperlukan
oleh pihak-pihak di luar perusahaan seperti calon investor
maupun warga umum. Dasar dari sebuah sistem informasi
akuntansi Cryptocurrency Bitcoin ialah bagian dari platform atau
sistem Cryptocurrency yang saling terintegrasi dan berperan
dalam mengelola transaksi seperti transaksi pembelian maupun
penjualan Bitcoin. Informasi yang dihasilkan oleh SIA
Cryptocurrency Bitcoin antara lain perolehan harga penjualan
dan pembelian aset Bitcoin, laporan transaksi penjualan dan
pembelian Bitcoin. Informasi yang dihasilkan oleh SIA
Cryptocurrency Bitcoin dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan keputusan bagi calon investor untuk melakukan
transaksi atau menunda untuk melakukan transaksi.
Raymond Mc. Leod menyatakan bahwa sebuah informasi
yang berkualitas harus memiliki ciri-ciri seperti berikut ini:
1. Akurat yaitu informasi yang dapat mencerminkan kondisi
yang sebenarnya.
2. Tepat waktu, yang berarti informasi harus tersedia atau ada
pada saat diperlukan. Tidak besok atau beberapa jam lagi.
3. Relevan, yaitu informasi yang diberikan harus sesuai dengan
informasi yang sedang dibutuhkan.
4. Lengkap, artinya informasi yang diberikan harus lengkap
sebab apabila informasi yang diberikan hanya sebagian maka
hal ini dapat mempengaruhi hasil keputusan yang
diambil.
5. Correctness, yaitu informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan
harus benar.
6. Security, artinya informasi yang dihasilkan memiliki manfaat
yang lebih besar dibandingkan dengan biaya untuk mem-
perolehnya. Kebanyakan informasi tidak dapat ditaksir
dengan satuan nilai uang namun dapat ditaksir dengan nilai
efektifitasnya.
1. Komponen SIA Cryptocurrency Bitcoin
terdiri dari beberapa komponen yang saling terintegrasi
sehingga membentuk sebuah sistem informasi akuntansi
Cryptocurrency Bitcoin seperti berikut ini:
a. Investor Cryptocurrency Bitcoin
Yaitu seseorang atau lembaga yang memakai
jasa Bitcoin untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang
lama maupun pendek untuk tujuan mencari keuntungan.
Investor Bitcoin juga disebut sebagai Trader Bitcoin.
b. Bitcoin Miner
Bitcoin miner yaitu seseorang atau lembaga yang
bertugas untuk memecahkan catatan transaksi, mem-
verifikasi transaksi dan mengamankan catatan transaksi
Cryptocurrency Bitcoin dengan memakai kriptografi.
Seorang miner harus memakai komputer yang mem-
punyai teknologi tinggi. sebab kecepatan dari komputer
dalam memproses transaksi berpengaruh terhadap komisi
yang didapatkan oleh penambang Bitcoin. Komisi berupa
Bitcoin dapat ditukarkan menjadi mata uang rupiah atau
mata uang lain melalui wallet dari pihak ketiga.
c. Wallet Cryptocurrency
Sebuah aplikasi atau perangkat lunak yang
digunakan untuk tempat penyimpanan aset digital
Cryptocurrency. Wallet bertujuan mengirim dan menerima
Cryptocurrency Bitcoin. Pengguna wallet secara otomatis
akan dikenakan biaya untuk memproses pengiriman
Bitcoin.
d. Pedagang Aset Cryptocurrency Bitcoin
Seseorang atau lembaga yang memfasilitasi transaksi
pembelian maupun penjualan aset digital Cryptocurrency
Bitcoin.
e. BAPPEBTI
Cryptocurrency Bitcoin masih dilarang sebagai alat
pembayaran di Indonesia. Sebagai alat investasi, Bitcoin
dapat dimasukkan ke daftar komoditas yang dapat diper-
jual-belikan di bursa berjangka. sebab itulah, komoditas
Bitcoin diawasi oleh BAPPEBTI (Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi).
2. Proses Bisnis SIA Cryptocurrency Bitcoin
Proses bisnis yaitu sebuah kegiatan pertukaran antara
memberi dan mendapatkan yang sering terjadi pada peru-
sahaan. berdasar komponen SIA Cryptocurrency Bitcoin
maka dapat digambarkan sebuah proses bisnis seperti gambar
di bawah yang menunjukkan hubungan timbal balik antara
komponen yang satu dengan komponen lain melalui SIA
Cryptocurrency Bitcoin. Komponen pertama ialah investor
yang akan menginvestasikan dana dan investor akan
mendapatkan keuntungan dan laporan transaksi atas dana
yang diinvestasikan melalui sistem. Komponen kedua ialah
Bitcoin Miner yang bertanggungjawab untuk mengamankan
transaksi secara sistem dan Bitcoin Miner akan mendapatkan
komisi berupa Bitcoin melalui sistem. Komponen berikutnya
yaitu Wallet Cryptocurrency yang akan memberikan layanan
sebagai tempat penyimpanan aset Bitcoin. Wallet akan
mendapatkan komisi untuk setiap transaksi pengiriman
Bitcoin. Komponen pedagang aset cryptocurrency bitcoin
dapat menjual Bitcoin yang dimiliki untuk mendapatkan
keuntungan melalui sistem. Komponen terakhir ialah
BAPPEBTI yang mengatur dan mengenakan pajak kepada
pemilik platform Cryptocurrency Bitcoin. BAPPEBTI mewajib-
kan pemilik platform untuk memberikan laporan atas
transaksi yang dilakukan.
DATABASE RELASIONAL
CRYPTOCURRENCY BITCOIN
Database relasional menjadi dasar dari sebuah Sistem Informasi
Akuntansi yang modern dan terintegrasi. Mari simak penjelasan
berikut untuk mengetahui lebih jauh mengenai materi database
relasional Cryptocurrency Bitcoin.
A. Pengertian Database
Database atau basis data berasal dari dua suku kata yaitu basis
dan data. Basis yaitu markas atau gudang atau tempat ber-
kumpul. Sedangkan data ialah representasi fakta dunia nyata
yang mewakili objek seperti manusia (bisa mewakili sebagai
pegawai, siswa, customer, supplier), kejadian, barang, hewan,
konsep yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol,
gambar, atau kombinasi dari hal ini . berdasar dua
pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa database
(basis data) merupakan sekumpulan file terpusat yang berisi
tentang data atau informasi dan saling terhubung yang disimpan
secara sistematik dalam komputer.
Database dirancang untuk menempatkan perkembangan
file induk. Perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur
pengelolaan dan memanggil query database dinamakan DBMS
atau Database Management System.
Fungsi sistem basis data ialah:
1. Membantu memelihara utilitas dari kumpulan data dengan
jumlah yang besar.
2. Mengelola gudang data, mulai dari membuat sampai dengan
melakukan proses yang diperlukan pada data ini .
3. Menghindari redudansi data dan meminimalisir terjadinya
inkonsisten data, contohnya data yang sama dapat dimini-
malisir penyimpanannya sehingga tidak akan terduplikasi dan
tersimpan pada beberapa file.
4. Mempermudah dalam menyimpan dan mengakses data dari
sistem atau aplikasi sehingga data yang tersimpan pada
sistem basis data dapat diakses oleh banyak pengguna.
5. Mempercepat pencarian data yang tersimpan di dalam sistem
dan meningkatkan kerahasiaan dari data ini .
6. Mudah untuk melakukan pembaharuan terhadap data.
7. Mendukung kinerja aplikasi sebagai penyimpanan data.
8. Berfungsi mengklasifikasikan data sehingga mudah dipakai
dan dipahami oleh pengguna.
Ilustrasi dari database dalam kehidupan sehari-hari dapat
dianalogikan sebagai dompet atau wallet. Jika kartu, koin atau
uang kertas yang dimiliki seseorang diletakkan secara sem-
barangan maka isi dompet ini akan berantakan dan tidak
teratur. Akibat dari ketidakteraturan dalam menempatkan
barang-barang ini dapat membuat kesulitan untuk mencari
barang yang hendak dibutuhkan. Bahkan dapat menyebabkan
kehilangan barang apabila mengambilnya dengan tergesa-gesa.
Berbeda halnya jika menempatkan barang dengan sistem
pengaturan berdasar jenis barang yang ada. Contohnya
dalam dompet ini ada beberapa bagian, bisa dibagi ke
dalam bagian seperti:
1. Kartu (dapat berisi kartu nama, kartu identitas, SIM, serta
ATM).
2. Uang koin (koin Rp100, Rp200, Rp500, serta Rp1.000).
3. Uang kertas (uang kertas Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000,
Rp50.000, dan Rp100.000).
4. Kertas penting (dapat berisi kwitansi, bon serta dokumen
penting lainnya).
Ilustrasi di atas dapat dianalogikan sebagai sebuah data-
base ‘Dompet’ yang berisi tabel-tabel: Tabel_kartu, Tabel_Uang_
Koin, Tabel_Uang_Kertas, serta Tabel_Kertas_Penting. Sedang-
kan jenis barang ini dapat dianalogikan sebagai kolom
(field) pada tabel. Tabel_kartu terdiri dari kolom: ’kartu nama,
kartu identitas, SIM, dan ATM’. Banyaknya jumlah kartu nama
menunjukkan seberapa banyak record dari jenis barang ini .
Keteraturan dalam menyimpan data, maka akan semakin mudah
dalam mengakses data ini .
B. Skema SIA Crytocurrency Bitcoin
Suatu database memiliki struktur yang tersimpan di dalam-
nya. Struktur ini disebut dengan skema. Skema menggambarkan
objek yang mewakili basisdata dan menggambarkan hubungan
antar objek. ada tiga level dari skema database, yakni
1. Skema level konseptual ialah suatu tampilan sistem yang lebih
luas yang menampilkan semua basisdata, daftar elemen yang
terkait serta hubungan di antaranya.
20
2. Skema level eksternal ialah sebuah tampilan penggunaan
sistem secara individu terhadap bagian dalam basis data, di
mana semuanya mengacu pada setiap sub skema tertentu.
3. Skema level internal yaitu tampilan level rendah dari sistem
database yang menggambarkan bagaimana cara mengakses
dan menyimpan data.
Skema
pada gambar di bawah menjelaskan tentang penerimaan Bitcoin
yang dihasilkan SIA Cryptocurrency. Skema terdiri dari tiga level
yang berbeda yaitu level internal, level konseptual dan level
eksternal. Level internal terdiri dari catatan tentang database
dan bagaimana cara mengakses. Catatan ini ialah catatan
investor Bitcoin yang memuat data seperti: id pengguna, id nama
dan id lainnya dan catatan transaksi penjualan yang berisi: id
transaksi, id pengguna, dan id biaya dari transaksi ini .
Level selanjutnya yaitu level konseptual merupakan
interpretasi data level internal. Level konseptual menampilkan
elemen-elemen SIA Cryptocurrency Bitcoin yaitu investor,
penjualan, wallet Bitcoin dan penerimaan Bitcoin. Investor dan
wallet Bitcoin terhubung dengan penjualan, lalu penjualan
akan terhubung dengan penerimaan Bitcoin.
Skema eksternal diperoleh dari turunan skema konseptual.
Level skema eksternal menggambarkan sistem yang terhubung
dengan basis data yang digunakan oleh pengguna. Level
eksternal lebih menampilkan user interface seperti menampilkan
diagram pie penjualan Bitcoin, tabel transaksi penerimaan kas,
dan data investor Bitcoin. Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
melakukan proses siklus pendapatan yang memiliki aktivitas
penjualan dan penagihan pembayaran. Setiap subskema dapat
berfungsi untuk mencegah akses terhadap basis data yang tidak
berkaitan.
C. Relational Database Crytocurrency Bitcoin
Relational database merupakan sekumpulan item data yang
saling berelasi, di mana relasi telah ditentukan sebelumnya.
Menentukan relasi basis data dapat dilakukan dengan dua
pendekatan yaitu Model Entity Relationship Diagram (ER-
Diagram) dan Model Resources, Events, Agents (REA). Relational
database mengatur data ke suatu atau beberapa tabel dari kolom
dan baris, dengan keys (kunci unik) yang mengidentifikasi setiap
baris. Semua tabel memiliki kunci baris unik sendiri. Setiap
baris tabel dapat dihubungkan ke dalam baris pada tabel lain
dengan menambahkan kolom kunci unik dari baris tabel
ini . Setiap tabel memiliki kunci utama atau disebut
dengan Primary Key (PK), misalnya pada baris baru ditulis
dengan isian ‘kartu nama’ maka kartu nama ini akan
22
mendapatkan nilai baru untuk kunci primer (PK). Berikut istilah
keys yang digunakan dalam basis data:
a. Primary Key ialah suatu atribut yang berfungsi untuk
mengidentifikasi setiap record secara unik. Setiap primary
keys harus benar-benar record yang bernilai unik dan tidak
boleh null atau kosong.
b. Foreign Key yaitu satu set atribut atau kunci penghubung
kedua tabel dan melengkapi suatu relationship basis data
terhadap primary key yang menunjukkan induknya.
c. Cadidat Key ialah suatu atribut yang berfungsi untuk
mengidentifikasi secara unik sebuah kejadian yang spesifik
dari suatu entitas. Cadidat Key harus unik dan tidak ada
duplikasi cadidate key lainnya.
d. Composite Key berfungsi untuk mengidentifikasi kejadian
dalam entitas dimana composite key terdiri dari dua atau
lebih atribut yang unik.
e. Alternatif key digunakan untuk tujuan pengambilan data.
berdasar Skema SIA Cryptocurrency Bitcoin di atas
maka dapat digambarkan contoh relasional database seperti
berikut ini:
Relational database di atas menggambarkan keterkaitan
antara tabel penjualan dengan tabel investor. Tabel investor
terdiri dari id_pengguna, nama, no_telp, no_rekening, dan wallet
dan id_pengguna merupakan primary key dari tabel investor.
Tabel penjualan terdiri dari id_transaksi, tgl_transaksi,
jenis_aset, id_pengguna dan biaya. Tabel penjualan memiliki dua
tipe keys yaitu primary key dan foreign key. Primary key pada
tabel penjualan yaitu id_transaksi dan foreign key yaitu
id_pengguna yang merupakan primary key dari tabel investor.
Pendekatan untuk menentukan relasi basis data
1. Entity Relationship Diagram
ER-Diagram atau Entity Relationship yaitu teknik
menggambarkan skema basis data yang menunjukkan
berbagai model entitas dan hubungan di antaranya. Dasar
pembentukan diagram ialah:
a. Entitas
Entitas merupakan segala sesuatu yang informasinya
dapat dikumpulkan dan tersimpan di organisasi. Entitas
biasanya dapat berupa orang, tempat, sumber daya,
kegiatan maupun konsep. Contoh entitas yaitu pembelian,
pembayaran, pelanggan.
b. Relationship
Relationship atau hubungan menggambarkan asosia-
si antara dua atau lebih entitas. Asosiasi ini dapat
dinyatakan dengan kejadian yang terhubung antar entitas
atau hanya persamaan logika antar entitas. Sebagai contoh:
Pelanggan memiliki hubungan dengan barang bisa
dilihat dari hubungan pelanggan membeli barang.
c. Cardinality atau Kardinalitas
Cardinality atau kardinalitas menggambarkan kom-
pleksitas dari tingkat setiap hubungan. Kardinalitas
mendefinisikan jumlah minimun atau maksimum entitas
yang bisa terhubung dengan entitas lain. Penerapan pada
, ER-
diagram dapat digambarkan sebagai berikut ini:
Gambar 2.3. menjelaskan model ER-diagram pada
SIA Cyptocurrency Bitcoin. Diagram terdiri dari entitas
investor, bitcoin, penjual bitcoin, dan transaksi. Entitas
investor memiliki atribut nama, id_investor, no_telp. Entitas
transaksi memiliki atribut id_transaksi, id_investor,
id_penjual, jumlah transaksi dan id_bitcoin. Entitas bitcoin
memiliki atribut id_bitcoin, harga_bitcoin, dan jumlah.
Entitas terakhir yaitu entitas
















