penjual bitcoin yang memiliki 

atribut id_penjual, keterangan dan nama.  

  

Relationship dalam diagram terdiri dari hubungan 

menjual dan membeli antar entitas. Kegiatan transaksi 

dimulai dari entitas ‘investor’ yang membeli dan menjual 

Bitcoin, lalu  aktivitas pembelian dan penjualan ter-

simpan pada entitas transaksi. Kegiatan transaksi berikutnya 

ialah entitas ‘Penjual Bitcoin’ yang menjual Bitcoin, 

lalu  aktivitas penjualan ini  tersimpan pada 

entitas transaksi. Sehingga secara otomatis entitas ‘transaksi’ 

akan menyimpan data transaksi pembelian Bitcoin oleh 

investor dan data transaksi penjualan Bitcoin oleh penjual. 

Kegiatan transaksi yang terakhir ditunjukkan oleh entitas 

‘Bitcoin’ yang memiliki dua relasi yaitu relasi membeli oleh 

investor dan relasi menjual oleh penjual.  

 

2. Model Resources, Events, Agents (REA) 

Model data REA atau singkatan dari entitas Resources, 

Events, Agents. Model ini mengelompokkan entitas dalam tiga 

jenis yakni sumber daya (resources), kegiatan atau aktivitas 

bisnis (events) dan pelaku (agents). 

a. Resources ialah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi pada 

organisasi, misalnya kas, persediaan, peralatan. 

b. Events merupakan segala aktivitas bisnis yang mengum-

pulkan informasi untuk perencanaan dan pengendalian 

seperti kegiatan pemasaran, kegiatan penjualan, kegiatan 

produksi. 

c. Agents ialah pelaku bisnis yang dapat berupa orang atau 

organisasi untuk tujuan perencanaan, pengendalian dan 

evaluasi.  

Secara khusus, model data REA digunakan untuk men-

desain database SIA. Model data REA sebagai model kon-

26      

septual yang fokus kepada aspek sistematik bisnis dasar dari 

rantai nilai sebuah organisasi. Model data REA dalam proses 

desain basis data berfungsi untuk mengidentifikasi entitas dan 

menentukan struktur antar entitas pada sebuah database SIA. 

Penerapan model data REA pada SIA Cryptocurrency Bitcoin 

menjadi seperti berikut ini: 

  

 

Pendekatan relasi database model REA dari gambar di 

atas menghasilkan kategori entitas resources, events dan 

entitas agents pada SIA Cryptocurrency Bitcoin. Database SIA 

Cryptocurrency Bitcoin entitas Resources (sumber daya) 

terdiri dari wallet dan Bitcoin. lalu  pada entitas Events 

(atau proses bisnis) terdiri dari penjualan dan penerimaan 

Bitcoin. Entitas Agents atau pelaku bisnis terdiri dari penjual 

Bitcoin, investor dan miner atau penambang Bitcoin. Setiap 

entitas yang ada memiliki relasi terhadap entitas lain baik di 

luar kategori entitas maupun di dalam kategori entitas. 

Hubungan atau relasi pertama yang diciptakan yaitu  

entitas wallet yang termasuk kategori resources memiliki arus 

masuk terhadap entitas penjualan di kategori events kemu-

dian entitas penjual Bitcoin dan investor pada kategori agents 

  

 

juga turut menjadi partisipan pada entitas penjualan ini . 

Model REA pada entitas events memiliki dualisme kegiatan 

yaitu penjualan dan penerimaan Bitcoin. Penerimaan Bitcoin 

memiliki partisipan yaitu miner dan investor. 

 

D. Tahapan Desain Basis Data SIA Cryptocurrency Bitcoin 

Desain database sangat memegang peran utama dan penting. 

Desain dilakukan sesudah  hasil analisis sistem dan mengetahui 

permasalahan yang terjadi di tempat database yang akan 

digunakan. Database yang dibuat dengan memakai  naluri 

hasilnya tidak maksimal sebab  tidak sesuai dengan permintaan 

konsumen. Hal ini  mungkin dapat menyebabkan redudansi 

data sebab  banyak data yang sama namun dimasukkan ke 

dalam tabel yang berbeda dalam satu database. Redudansi data 

menyebabkan database bekerja lambat sebab  ruang penyim-

panan yang penuh. Manfaat dari perancangan database: 

1. Memenuhi informasi yang dibutuhkan user secara khusus.  

2. Memudahkan perancang untuk mengerti struktur informasi. 

3. Mendukung kebutuhan pemrosesan data dan obyek frontend 

sistem. 

Tahap perancangan desain basis data terdiri dari enam 

tahap, yakni  

1. Tahap 1: Perencanaan database (planning). 

2. Tahap 2: Mengumpulkan kebutuhan database dan analisis 

informasi pada divisi perusahaan yang akan dibuatkan 

database (Requirements analysis). 

3. Tahap 3: Merancang database secara konseptual dan logika 

(Design). 

4. Tahap 4: Membangun database yang didefinisikan mengguna-

kan bahasa SQL (Coding). 

28      

5. Tahap 5: Implementasi secara fisik dari database yang dibuat 

(implementation).  

6. Tahap 6: Monitoring dan pemeliharaan sistem database yang 

sudah dibuat (operation and maintenance). 

  

Enam tahapan di atas tidak harus dilakukan secara ber-

urutan. Tahap satu yaitu  mengumpulkan informasi yang 

berhubungan dengan penggunaan database yang akan dibuat. 

Sedangkan tahap enam yaitu  implementasi dari database yang 

telah dibuat. Banyak orang yang tidak melalui tahap pertahap 

sebab  tahap satu dan enam biasanya tidak termasuk dalam 

tahapan perancangan desain database. Inti dari perancangan 

desain database ialah tahap 2,4, dan 5.  

Perancangan desain database SIA Cryptocurrency Bitcoin 

sama dengan perancangan sistem informasi akuntansi lainnya. 

Perbedaannya ialah isi dari setiap tabel dan data yang ada di 

dalamnya. Tahapan perancangan desain database SIA 

Cryptocurrency Bitcoin dimulai dari tahapan dua yakni 

mengumpulkan kebutuhan database dan analisis informasi pada 

divisi perusahaan yang mengelola. lalu  membangun 

database yang didefinisikan memakai  bahasa SQL. Tahapan 

terakhir yaitu  tahap implementasi secara fisik dari database 

yang dibuat pada SIA Cryptocurrency Bitcoin. 

 

 

PENIPUAN DAN 

PENYALAHGUNAAN BITCOIN 

 

 

 

 

Popularitas Cryptocurrency di dunia IT yang sangat pesat 

perkembangannya, tidak terlepas dari masalah yang dapat 

menghampiri setiap saat. Beberapa situs di internet sebagai 

contoh yang menyalahgunakan uang digital dengan menawarkan 

transaksi untuk pembelian hal-hal terlarang seperti narkoba dan 

prostitusi. Bab ini akan menjelaskan tentang penipuan dan 

penyalahgunaan Cryptocurrency Bitcoin.  

 

A. Penipuan Aset Digital Cryptocurrency Bitcoin 

Harapan untuk mendapatkan keuntungan senilai jutaan rupiah 

sangat membuat sebagian orang tergiur. Hal ini  menjadi 

daya tarik oknum penipu untuk memikat para korban. Peng-

gunaan teknologi blockchain yang dapat melakukan transaksi 

tanpa melalui perantara atau pihak ketiga dan hanya dengan 

memanfaatkan internet terasa sangat memudahkan untuk 

melakukan penipuan aset digital Cryptocurrency Bitcoin.  

 

 

 

Salah satu cara menipu atas nama aset digital yaitu dengan 

menyebarkan link promo atau hadiah melalui whatsapp atau sms 

atau email. Gambar ilustrasi di atas yaitu  salah satu bentuk 

penipuan yang menawarkan jasa untuk melipat gandakan 

Bitcoin. Tujuan utama penipuan yaitu  untuk phising. Pada 

tahun 2020 lalu banyak kasus penipuan aset digital yang sangat 

merugikan trader ataupun investor. Contoh penipuan berkedok 

Bitcoin yang terjadi di Singapura pada September 2020 lalu yaitu 

pelaku berpura-pura menjadi broker Bitcoin, lalu  pelaku 

menipu korban agar percaya bahwa pelaku akan menjual Bitcoin 

dengan uang tunai. sesudah  mendapatkan uang dengan nilai 

setara dengan Rp5.3 M, pelaku melarikan diri tanpa memberikan 

Bitcoin yang dijanjikan. Itulah contoh kasus penipuan atas nama 

aset digital Cryptocurrency yang terjadi di dunia nyata. Pem-

bahasan lebih lanjut tentang penipuan aset digital pada platform 

Cryptocurrency Bitcoin, dapat dilihat pada uraian berikut ini. 

 

 

 

Jenis-jenis Penipuan Aset digital pada Cryptocurrency 

Bitcoin 

1. Phising 

Penipuan phising kerap terjadi dengan menargetkan 

korban memakai  link email atau website yang mengatas 

namakan sebagai lembaga legal atau market place yang legal. 

Phising akan mencuri informasi penting seperti data diri, 

nomor telepon, rekening bank, detail wallet blockchain 

pengguna maupun password. Gambar berikut yaitu  ilustrasi 

dari penipuan phising. 

 

 

Tujuan utama phising untuk mencuri aset digital 

Cryptocurrency Bitcoin yang ada pada wallet korban. Walau 

pun teknologi blockchain dari sudut pandang teknologi 

memiliki keamanan yang terjamin tetapi sifat blockchain yang 

harus selalu terkoneksi dengan internet membuat banyak 

celah untuk pelaku kejahatan. Pelaku dalam kasus phising 

akan berusaha mengakses password serta private wallet dari 

pengguna Cryptocurrency.  

Kasus penipuan phising yang terjadi di dunia maya 

yaitu dari grup peretas Cryptocore yang berasal dari Eropa 

Timur. Menurut laporan yang diterbitkan oleh Cyber Security, 

(Sky, 2020) menjelaskan bahwa Cryptocore telah melakukan 

aksinya sejak 2018 yang menargetkan karyawan dan eksekutif 

pertukaran mata uang kripto di Amerika Serikat dan Jepang. 

Grup ini  meretas platform exchange dengan informasi-

informasi penting dari setiap staf yang diperoleh melalui 

phising. Grup peretas Cryptocore sejak 2018 hingga 2020 

telah mendapatkan uang sekitar $ 200 juta atau setara dengan 

Rp2.9 T.  

 

2. Skema Ponzi 

Skema ponzi merupakan modus penipuan yang sering 

terjadi di bidang keuangan, baik mata uang Kripto maupun 

mata uang konvensional. Para pelaku dalam mencari korban 

akan menawarkan sejumlah keuntungan dengan rentang 

waktu yang singkat namun dengan nominal pembayaran yang 

besar.  

 


 

Gambar di atas menunjukkan modus skema ponzi, 

setiap investor akan memperoleh keuntungan apabila berhasil 

merekrut orang untuk memakai  platform ini . 

Keuntungan yang didapat berupa uang hasil dari setoran 

  

  

investor berikutnya, bukan berasal dari profit bisnis yang 

dijalankan. saat  tidak ada investor selanjutnya yang masuk 

dan para promotor yang mengakomodir platform menghilang 

maka dapat dipastikan dana yang sudah disetorkan akan 

menghilang begitu saja. Skema Ponzi yang cukup populer di 

dunia Kripto yaitu Bitconnect.  

Platform Ponzi mengawali usaha dengan meminjam 

Bitcoin pada tahun 2016. Setiap investor akan mendapatkan 

keuntungan sebesar 1 persen per hari, sehingga semakin 

besar Bitcoin yang dipinjamkan, maka akan semakin banyak 

profit yang diterima investor. lalu  platform ini merilis 

koin bernama BCC yang menghasilkan pendapatan sangat 

fantastis bagi pemiliknya. Bahkan nilainya pernah mencapai 

hampir 400 dolar AS dan mendapatkan banyak investor. 

Skema Ponzi pada akhirnya runtuh dan kapitalisasi pasar 

Bitconnect mulai hancur hingga harga koinnya turun drastis 

dari 320 dolar AS menjadi 6 dolar AS dalam waktu 24 jam 

pada tahun 2018.  

 

3. Koin Scam 

Ciri unik dari Cryptocurrency yaitu  desentralisasi, 

transparansi penuh melalui buku besar yang dapat diakses 

siapa saja. Berbeda halnya dengan skema penipuan lainnya 

seperti koin Scam atau sering disebut dengan ICO palsu. ICO 

palsu diilustrasikan seperti gambar berikut ini: 

 

 

ICO palsu diciptakan untuk memperoleh investasi yang 

digunakan untuk modal dengan meluncurkan koin baru di 

Blockchain. Penipu akan memakai  whitepaper palsu yang 

merupakan salinan dari whitepaper yang sudah ada (original). 

Istilah whitepaper menjelaskan kepada calon investor tentang 

coin ini  seperti visi, misi sampai teknologi yang digu-

nakan. Kasus ICO palsu yang cukup terkenal ialah Confido 

yang sukses mengumpulkan 375 ribu dollar AS selama tiga 

bulan di awal tahun 2018. lalu  menghilang sesudah  

mendapatkan dana ini . Sesaat  kabar ini  menye-

ruak, harga koin yang dirilis juga langsung turun drastis.  

 

4. Cloud Mining Palsu 

Cloud mining palsu ialah penipuan atas nama Cloud 

Mining. Sebuah layanan untuk menambang aset digital 

berbasis cloud atau awan yang menawarkan peralatan dan 

listrik untuk dapat melakukan kegiatan penambangan aset 

digital. Salah satu kasus penipuan cloud mining yang populer 

ialah MiningMax. Modus penipuan seperti skema piramida, 

dimana setiap partisipan akan mendapatkan reward apabila 

mengajak anggota baru. Layanan MiningMax beroperasi 

  

   

selama dua tahun dari tahun 2017 hingga 2019 dengan 

menawarkan biaya investasi sebesar 3.200 dollar AS. 

Skema piramida yang berkedok cloud mining berhasil 

menipu investor lebih dari 50 negara. Investor yang paling 

banyak tertipu berasal dari Korea Selatan. Modus operasi 

layanan MiningMax meraup untung dari korban sebesar 250 

juta dollar AS. Gambar di bawah ini sebagai ilustrasi dari 

penipuan atas nama cloud mining. 

 


  

5. Pumps and Dumps 

 


Gambar di atas yaitu  ilustrasi yang dapat membantu 

pemahaman terhadap penipuan metode pumps and dumps. 

Beroperasi dengan cara memompa atau menaikkan harga 

suatu komoditas lalu  menjualnya untuk memperoleh 

keuntungan yang banyak. Pelaku penipuan akan menciptakan 

komunitas di media sosial seperti Twitter, Telegram serta 

Facebook untuk membeli koin dalam jumlah besar dengan 

harga yang rendah. Semakin banyak pembeli, maka harga 

koin ini  semakin meningkat. lalu  akan menjual 

koin-koin ini  dengan harga yang mahal. Modus pumps 

and dumps diterapkan oknum penipu pada koin-koin yang 

kurang terkenal. 

berdasar  machine learning yang digunakan oleh 

Jianhua Xu, dan Benjamin Livshits dari Imperial College 

London menemukan bahwa setidaknya setiap hari ada dua 

penipuan pum and dump terjadi di pasar kripto Bitcoin. 

Kerugian dari kegiatan pump and dump di Amerika bisa 

mencapai jutaan dollar AS dan sangat berdampak negatif 

untuk kondisi pasar Bitcoin. Dampak yang sangat parah 

terjadi di tahun 2018 lalu yang membuat Komisi Perdagangan 

Komoditas Berjangka Amerika Serikat (CFTC) mengeluarkan 

peringatan dan sayembara bagi siapapun yang dapat mene-

mukan praktik pump and dump.  

  

6. Exchange Ilegal 

Popularitas Bitcoin semakin populer sehingga banyak 

peminat yang ingin memperolehnya dan semakin banyak 

platform bursa atau exchange yang muncul sebagai pilihan 

investasi. Namun tidak semua platform bursa telah mem-

peroleh izin resmi dari regulator terkait.  

 

  

 

Gambar di atas mencerminkan ilustrasi Exchange 

Cryptocurrency. Exchange ilegal akan menawarkan fitur yang 

lebih menarik daripada kompetitor yang sudah beregulasi. 

Exchange ilegal akan berkampanye bahwa platformnya tidak 

akan memungut biaya transaksi atau komisi saat trading 

untuk meyakinkan para korban. Kekurangan exchange ilegal 

ialah keamanan yang masih sangat rentan sehingga platform 

dapat dengan mudah diretas. Data-data pengguna dapat 

diakses oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Mengingat 

platform ini  belum ada izin dari regulator terkait maka 

besar kemungkinan exchange ilegal dapat menghilang sesudah  

mendapatkan dana yang cukup banyak dari para investor. 

Exchange ilegal di Indonesia yaitu  EDCCash, platform 

penjualan mata uang kripto ini menjanjikan kepada calon 

investor dengan keuntungan tinggi. Namun sesudah  ditelusuri 

EDCCash tidak memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan 

(OJK) maupun BAPPEBTI. Kasus ini terjadi pada awal tahun 

2021 lalu.  

 

 

B. Penyalahgunaan Cryptocurrency Bitcoin  

Potensi Cryptocurrency untuk mengubah sistem keuangan secara 

radikal dan penggunanya semakin luas secara cepat maka secara 

signifikan timbul sisi gelap dari Bitcoin ini . Hal ini  

dapat dibuktikan dengan beberapa kasus populer dari penyalah-

gunaan Cryptocurrency Bitcoin seperti di bawah ini:  

1. Kasus Silk Road 

 

 

 

Gambar di atas merupakan platform marketing digital 

Silk Road pada dark web yang memfasilitasi transaksi pen-

jualan obat-obat terlarang. Silk road memakai  mata uang 

Kripto Bitcoin untuk melakukan transaksinya. Akibat kegiatan 

itu, penemu Silk Road, Rose Ulbricht dijatuhi hukuman pen-

jara seumur hidup pada 2015 silam.  

 

 

 


2. Kasus Sheep Marketplace 

 


 

Gambar di atas merupakan platform dari Sheep 

Marketpace yang diluncurkan pada tahun 2013. Salah satu 

pasar gelap digital yang mendadak naik daun sesudah  Silk 

Road mengalami keruntuhan. Kasus Sheep Marketplace terjadi 

saat  pendiri platform ini , Tomas Jirikovsky ditangkap 

oleh Kepolisian Republik Cekoslovakia pada Maret 2015 atas 

dugaan pencurian jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin dari 

pengguna platform ini . 

 

3. Kasus Skema Ponzi Tredon Shavers 

 


Tredon Shavers seorang warga negara Amerika Serikat 

ditangkap pada tanggal 21 Juli 2016. Tredon didakwa dengan 

dugaan penipuan melalui platform berskema Ponzi senilai 150 

juta dollar AS. Awalnya Shavers mendirikan perusahaan 

exchange bernama Bitcoin Saving and Trust berkedok inves-

tasi untuk menipu korbannya.  

 

4. Kasus Peretasan Bitcoin pada Mt. Gox 

 


 

Mt. Gox merupakan sebuah perusahaan pertukaran 

mata uang Bitcoin yang berada di Jepang. Perusahaan ini 

hancur pada tahun 2014 sesudah  terjadi peretasan mata uang 

Bitcoin dari pemegang wallet yang dikelola oleh perusahaan 

Mt. Gox. Mt.Gox menghentikan perdagangan, layanan pertu-

karan mata uang Cryptocurrency dan lalu  mengajukan 

kepailitan. kerugian yang dialami sebanyak 850.000 Bitcoin. 

pemicu  perusahaan hancur sebab  banyak bugs sistem 

platform yang tidak dibenahi, source code dari platform 

exchange yang berantakan, serta pengurusan kode Mt. Gox 

yang terpusat pada Mark Karpeles. Mark Karpeles ditangkap 

oleh Kepolisian Jepang pada tanggal 01 Agustus 2015.  

 

 

  

  

5. Kasus Pengeboman Mall Alam Sutera 

 

 

 

Tahun 2015 warga  Indonesia dihebohkan dengan 

aksi pengeboman mall Alam Sutera yang dilakukan oleh 

seorang ahli IT yaitu Leonard Wisnu Kumala. Pengeboman 

yang dilakukan ialah bermotif ekonomi dengan mengincar 

uang Mall Alam Sutera. Sebagai seorang ahli IT, pelaku 

merencanakan untuk memperoleh uang hasil memeras dalam 

bentuk Bitcoin supaya tidak dapat dilacak. Pelaku mengancam 

dan memeras manajemen mall dengan meminta 100 Bitcoin 

atau jika dirupiahkan senilai Rp300.000.000,- pada masa itu. 

Namun Mall Alam Sutera hanya memberi 0,25 Bitcoin atau 

setara dengan Rp700.000,-. Kecewa dengan respons Mall 

Alam Sutera, Leonard pun meletakkan bom yang akhirnya 

meledak di toilet perempuan Mall.  

 

 

6. Kasus Serangan Virus WannaCry 

 


 

Kasus serangan virus wannacry terjadi pada bulan Mei 

2017. Ransomware ini  mengunci dokumen-dokumen 

yang ada pada komputer korban. Korban dari Ransomware 

WannaCry banyak dari kalangan perusahaan dan pemerintah 

yang memiliki  komputer berbasis Windows. Organisasi 

besar di Indonesia yang terkena serangan ini  ialah 

Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Rumah Sakit Harapan 

Kita. Pelaku meminta sejumlah uang tebusan yang berupa 

Bitcoin untuk dapat mengembalikan dokumen-dokumen yang 

terkena serangan. berdasar  laporan terkini dari (Collins, 

2017) yang diterbitkan oleh QUARTZ, pemerasan ini  

mengumpulkan sebanyak 101.000 dolar AS dalam bentuk 

Bitcoin yang dikirimkan oleh korban peretasan. 

 

 

C. Strategi Menghindari Penipuan dan Penyalahgunaan 

Cryptocurrency Bitcoin 

Penipuan aset digital sudah marak terjadi dan memaksa masya-

rakat yang berminat terhadap Cryptocurrency Bitcoin atau 

Cryptocurrency jenis lainnya untuk selalu berhati-hati dalam 

melakukan aktivitas atau transaksi di dunia maya. Perkembang-

an IT yang telah mencapai 4.0 dan akan ke arah 5.0 meng-

akibatkan informasi sangat mudah didapatkan. Tindakan untuk 

menghindari penipuan dan penyalahgunaan Cryptocurrency 

memerlukan beberapa tips atau strategi seperti berikut ini:  

1. Cross-check platform 

Lakukanlah pengecekan terhadap setiap platform yang 

akan digunakan untuk berinvestasi dengan cara mencari 

secara detail seluk beluk platform ini  dan mencari 

orang-orang yang ada dibalik platform dan bagaimana track 

record-nya. 

2. Waspada terhadap email spam 

Berhati-hatilah saat menemui email yang meminta 

untuk mengatur kata sandi atau mengirim link tautan yang 

menuju website.  

3. Baca ulasan aplikasi 

Saat mengunduh aplikasi sebaiknya harus memahami 

dengan baik tentang aplikasi ini  dan penilaian dari 

pengguna yang sudah memakai nya melalui ulasan yang 

ada pada halaman pengunduhan aplikasi. 

4. Hindari pengiriman dana atau mata uang Cryptocurrency 

secara sembarangan 

Jangan pernah melakukan pengiriman dana atau kores-

pondensi Cryptocurrency apa saja kepada akun atau orang 

yang tidak dikenal. 

 

5. Waspada terhadap ICO palsu 

Penipuan yang berkedok ICO palsu akan dapat dihindari 

dengan cara copy paste whitepaper ICO ini  di browser. 

lalu  memahami hasil penelusuran yang paling mirip 

dengan whitepaper ini . 

6. Waspada terhadap kenaikan nilai koin secara mendadak 

Berhati-hati saat  menemukan koin yang mengalami 

lonjakan harga perdagangan secara tiba-tiba. Jangan mudah 

tergiur untuk membelinya dan selalu waspada kepada oknum 

yang mengaku bisa mengetahui lonjakan nilai Bitcoin di bursa 

Cryptocurrency. 

 

PENGENDALIAN DAN SIA 

CRYPTOCURRENCY BITCOIN 

 

 

 

 

A. Ancaman pada SIA Cryptocurrency Bitcoin  

Berbagai jenis mata uang Cryptocurrency mulai dilirik dan 

menyita perhatian publik sesudah  kebangkitannya diwakilkan 

oleh Bitcoin.  

menjadi tumbuh dengan cepat dan kompleks. Para investor atau 

pengguna mata uang Cryptocurrency akan menghadapi banyak 

risiko atau ancaman atas sistem atau platform Cryptocurrency 

jenis Bitcoin atau jenis lain yang digunakan. Berikut merupakan 

beberapa jenis ancaman SIA Cryptocurrency Bitcoin.  

 

Tabel 4.1. Ancaman SIA Cryptocurrency Bitcoin 

Ancaman Keterangan 

Server sistem yang lemah 

Bisa memungkinkan pembobolan atau 

pencurian aset Bitcoin yang dilakukan 

dengan cara meretas platform. 

Sentralisasi mata uang 

Cryptocurrency 

Walaupun dikenal dengan sifat ter-

desentralisasi namun tidak dipungkiri 

bahwa yang terjadi sekarang ini ialah 

transaksi peer-to-peer dari pada 

melakukan penambangan Bitcoin.  

Dukungan platform 

aplikasi yang buruk 

Kebijakan dari Google telah melarang 

penggunaan Bitcoin untuk melakukan 

pembayaran pada aplikasi yang 

dinaunginya. 

Para pelaku yang tidak 

punya moral 

Fakta bahwa mata uang 

Cryptocurrency dapat menyelesaikan 

berbagai masalah keuangan namun 

tidak bisa disembunyikan bahwa sering 

terjadi pencurian dan penipuan aset 

Bitcoin. Suatu hal yang sering terjadi di 

dunia cyber.  

Regulasi yang reaksioner 

Beberapa negara dengan terang-terang-

an menentang kehadiran mata uang 

Cryptocurrency sebagai alat pembayar-

an. Namun kebijakan yang dibuat 

dipandang sebagai langkah reaksioner 

dari sebuah otoritas ketimbang sebagai 

hasil pertimbagan yang adil dan 

matang. Negara India, China, dan Rusia 

sangat melarang penggunaan 

Cryptocurrency sebab  sistem finansial 

resmi tidak ingin bersaing dengan mata 

uang ini . Banyak pihak yang 

memilih mata uang Cryptocurrency di-

atur dalam regulasi tersendiri. 

 

 

 

B. Pengendalian Internal pada SIA Cryptocurrency Bitcoin 

Pengendalian internal ialah sebuah metode bisnis yang dilakukan 

perusahaan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang 

berkualitas, mendorong, memperbaiki proses bisnis perusahaan 

dan menyesuaikan dengan regulasi internal dan eksternal yang 

diterapkan. 

Pengendalian Internal SIA Cryptocurrency Bitcoin 

menekankan pada prosedur dan kebijakan untuk melindungi 

aset perusahaan pemilik platform, mengelola informasi yang 

akurat dan memastikan bahwa platform Cryptocurrency Bitcoin 

telah mentaati peraturan dan hukum yang berlaku. Pemahaman 

mengenai pengendalian internal pada SIA Cryptocurrency 

Bitcoin dapat disimak penjelasan berikut ini. 

  

Klasifikasi Pengendalian Internal 

Upaya untuk melakukan prosedur pengendalian internal 

SIA Cryptocurrency Bitcoin, dapat diklasifikasi menjadi tiga 

kelompok pengendalian, yaitu   

1. Pengendalian Pencegahan 

Sebuah prosedur pencegahan dan kebijakan dirancang 

untuk mencegah timbulnya suatu masalah. Contoh pengen-

dalian pencegahan yaitu adanya pemisahan tugas, pembagian 

wewenang dan tanggung jawab, mengendalikan akses fisik 

atas aset. 

Pengendalian pencegahan SIA Cryptocurrency Bitcoin 

dapat berupa: 

a. Meningkatkan keamanan server sistem yang digunakan 

untuk melakukan transaksi penjualan dan pembelian aset 

Bitcoin. 

b. Meminimalisir akses fisik terhadap server sistem informasi 

akuntansi Cryptocurrency Bitcoin. 

48      

c. Meminta menandatangani perjanjian kerahasiaan kerja 

pada karyawan yang bekerja diperusahaan exchange 

bitcoin. 

d. Memisahkan tugas divisi yang rentan akan kecurangan, 

misalnya memisahkan tugas antara divisi administrasi dan 

divisi keuangan pada perusahaan exchange bitcoin.  

e. Membatasi akses perlengkapan komputer dan file data 

f. Mengamankan sistem, email karyawan dan saluran 

telephone & jaringan perusahaan. 

g. Update mengenai informasi hacker maupun kejahatan 

komputer lainnya.  

 

2. Pengendalian Pemeriksaan 

Merupakan prosedur pengendalian dan kebijakan untuk 

mengungkapkan masalah atau kesalahan yang ada pada peru-

sahaan. Pemeriksaan salinan atas perhitungan, menyiapkan 

rekonsiliasi bank merupakan bentuk pengendalian pemerik-

saan. Pengendalian pemeriksaan untuk Cryptocurrency 

Bitcoin dapat ditemukan pada kasus Mark Karpeles yang 

merupakan sosok dibalik jatuhnya perusahaan MtGox pada 

pertengahan tahun 2014. Mark Karpeles merupakan CEO dari 

MtGox dan merupakan seorang developer teknologi. MtGox 

yaitu  sebuah perusahaan yang memiliki platform pertukaran 

Bitcoin yang berlokasi di Shibuya, Tokyo, Jepang. Pada tahun 

2013 hingga awal tahun 2014, MtGox menangani sekitar 70% 

transaksi Bitcoin di dunia. sebab  hal ini  MtGox 

dinyatakan sebagai perantara dan pertukaran Bitcoin terbesar 

di dunia.  

MtGox melakukan pemeriksaan terhadap semua akti-

vitas yang dilakukan oleh Karpeles mulai dari pemeriksaan 

  

rekening perusahaan hingga kegiatan Karpeles di luar 

perusahaan. Pemeriksaan diawali dari kecurigaan kepada 

Karpeles saat terjadinya peretasan sistem MtGox yang 

menyebabkan kerugian hingga 460 juta US dollar. Hasil 

pemeriksaan ini  mendapatkan informasi bahwa tim 

developer yang dikerjakan Karpeles tidak memiliki  izin 

membenarkan bug dan pembenahan keamanan sistem. 

Hingga akhirnya pada 2014 silam, jaksa menuduh Karpeles 

memakai  dana nasabah MtGox untuk kepentingan 

pribadi. sebab  hasil pemeriksaan membuktikan bahwa 

Karpeles pernah mentransfer 3 juta US dollar ke rekening 

pribadinya untuk berinvestasi pada bisnis pengembangan 

software. Pengendalian untuk pemeriksaan dapat diterapkan 

pada SIA Cryptocurrency Bitcoin, yaitu  

a. Melakukan pemeriksaan kinerja semua karyawan peru-

sahaan platform Cryptocurrency Bitcoin. 

b. Meminta bantuan polisi untuk menyelidiki kasus yang 

telah terjadi di platform Cryptocurrency Bitcoin. 

c. Melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas terduga pelaku. 

d. Memeriksa rekening keuangan perusahaan platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

e. Mengaudit laporan keuangan perusahaan platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

 

3. Pengendalian Korektif 

Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk meme-

cahkan masalah atau kesalahan yang terjadi. Hal ini  

dapat dilakukan dengan perbaikan kesalahan dan mengubah 

sistem agar tidak terjadi atau meminimalisir permasalahan 

serupa di masa yang akan datang. Kasus MtGox pada 

pengendalian pemeriksaan di atas dapat sebagai contoh untuk 

50      

pengendalian korektif yang dilakukan MtGox atas kesalahan 

Karpeles dengan: 

a. Memenjarakan pelaku yang terlibat dalam insiden ter-

sebut. 

b. Pengajuan kebangkrutan di Jepang pda tanggal 28 Februari 

2014 dan pengajuan kebangkrutan di Amerika pada Maret 

2014. 

c. Mengganti kerugian nasabah dengan nominal 400 dollar 

US per Bitcoin. 

 

Pengendalian untuk korektif SIA Cryptocurrency Bitcoin 

dapat berupa: 

a. Memperbaiki bagian platform Cryptocurrency Bitcoin yang 

bermasalah. 

b. Menghukum pelaku yang terlibat pada permasalahan. 

c. Menuntut ganti rugi atas kerugian perusahaan platform 

Cryptocurrency Bitcoin kepada pelaku. 

d. Menyelesaikan permasalahan dengan damai kepada 

nasabah platform Cryptocurrency Bitcoin dan mengganti 

kerugian nasabah apabila melibatkan nasabah. 

 

C. Komponen Pengendalian Internal SIA Cryptocurrency 

Bitcoin 

COSO, singkatan dari Committee of Sponsoring Organizations of 

the Treadway Commission. Pada awal COSO dibentuk untuk 

melawan fraud atau korupsi yang sering terjadi di Amerika 

sekitar tahun 1970. COSO mendefinisikan bahwa pengendalian 

internal sebagai tahapan yang harus diterapkan oleh semua 

elemen yang ada pada perusahaan. Tujuan COSO untuk memas-

tikan bahwa pengendalian dapat dicapai. Berikut merupakan 

  

   

komponen pengendalian internal dari SIA Cryptocurrency 

Bitcoin: 

 


 

1. Lingkungan Pengendalian 

Merupakan dasar komponen pengendalian internal di 

mana lingkungan pengendalian berperan agar perusahaan 

menjadi disiplin dan lebih terstruktur. Faktor-faktor yang 

mempengaruhi lingkungan pengendalian SIA Cryptocurrency 

Bitcoin, yaitu  

a. Komitmen dan nilai-nilai etika  

Komitmen dan nilai etika dalam lingkungan pengen-

dalian dapat diartikan sebagai sikap dan nilai-nilai etis 

mendasar dalam perusahaan platform Cryptocurrency 

Bitcoin yang harus ditegakkan. 

b. Pengaruh eksternal 

Pengaruh eksternal dalam lingkungan pengendalian 

SIA Cryptocurrency Bitcoin dapat berupa kegiatan penga-

wasan dan pemeriksaan oleh BAPPEBTI. 

52      

c. Struktur dari organisasi perusahaan platform 

Cryptocurrency Bitcoin 

Struktur organisasi merupakan garis hirearki yang 

bertingkat untuk mendefinisikan komponen-komponen 

perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin. 

d. Whitepaper platform Cryptocurrency Bitcoin 

Whitepaper yaitu  dokumen yang menjelaskan 

tentang koin-koin yang dijual, penjelasan teknologin, visi 

dan misi dari platform Cryptocurrency Bitcoin. 

e. Komite audit dan dewan komisaris perusahaan platform 

Cryptocurrency Bitcoin  

Komponen yang terakhir yaitu  komite audit dan 

dewan komisaris. Komite audit diangkat oleh dewan 

komisaris untuk membantu dalam melaksanakan tugas 

pengecekan dan pemeriksaan terhadap perusahaan 

platform Cryptocurrency Bitcoin. 

 

2. Penilaian Risiko 

Kegiatan atau tindakan penilaian atas kemungkinan 

suatu kejadian yang dapat mengancam pencapaian tujuan 

atau sasaran dari suatu organisasi atau perusahaan. Risiko 

dalam SIA Cryptocurrency bisa berasal dari dua sumber yaitu 

internal perusahaan dan eksternal perusahaan.  

Sumber risiko yang berasal dari eksternal yaitu : 

a. Perubahan aturan dari pemerintah, kemajuan teknologi.  

b. Serangan hacker. 

c. Bencana alam dan gangguan keamanan yang dapat menye-

babkan rusaknya sistem Cryptocurrency Bitcoin.  

 

 

Sumber risiko internal, yaitu  

a. Karyawan yang tidak professional dan kompeten baik tim 

developer maupun managemen perusahaan. 

b. Keterbatasan dana pengembangan platform perangkat 

lunak dan dana operasional perusahaan.  

c. Kebijakan dan prosedur perusahaan yang tidak jelas. 

d. Suasana kerja yang tidak kondusif, seperti source kode 

platform yang berantakan sehingga menyulitkan jika ada 

perbaikan sistem.  

 

Tahapan penilaian risiko dapat dilakukan seperti berikut ini: 

a. Mengidentifikasi ancaman yang terjadi 

Perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin harus 

bisa mengintentifikasi ancaman yang terjadi. Ancaman 

yaitu  suatu hal yang dapat menyebabkan bahaya atau 

kerugian pada perusahaan. 

b. Memperkirakan risiko pada setiap ancaman yang muncul 

Perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin harus 

mampu memperkirakan risiko yang akan dihadapi. Risiko 

merupakan kemungkinan potensi bahaya atas ancaman 

yang ada.  

c. Memperkirakan besarnya kerugian dari setiap ancaman 

yang mungkin terjadi  

Memperkirakan kerugian dapat dihitung berdasar-

kan identifikasi ancaman dan risiko apa yang akan terjadi 

kepada perusahaan maupun platform Cryptocurrency 

Bitcoin. 

d. Mengidentifikasi kegiatan pengendalian 

Langkah ini dapat ditempuh dengan merancang 

kegiatan yang dapat melindungi atau meminimalisir an-

caman yang mungkin terjadi. 

54      

e. Menerapkan kegiatan pengendalian 

sesudah  mengidentifikasi kegiatan pengendalian, 

langkah selanjutnya yaitu  menerapkan kegiatan pengen-

dalian ini  untuk menghadapi ancaman yang ada. 

Kegiatan pengendalian harus selalu ditinjau dan diper-

baharui apabila dibutuhkan. 

 

3. Kegiatan Pengendalian 

Kegiatan pengendalian yaitu  kebijakan dan prosedur 

yang dirancang sebagai tindakan dalam mengatasi resiko 

yang akan terjadi terhadap Cryptocurrency Bitcoin. Kegiatan 

pengendalian dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu  

a. Kegiatan pengendalian fisik 

Kegiatan pengendalian fisik dilakukan secara manual 

atau berhubungan dengan fisik aset dari perusahaan 

platform Cryptocurrency Bitcoin. Kegiatan ini dapat dilaku-

kan dengan cara: 

1) Otorisasi transaksi  

Memastikan bahwa semua kegiatan transaksi 

yang terjadi sudah sesuai dengan tujuan SIA 

Cryptocurrency Bitcoin. 

2) Pemisahan tugas  

Meminimalisir peluang seseorang untuk melaku-

kan tindakan penyalagunaan atau kecurangan yang 

ditempatkan pada posisi terentu, contoh: Memisahkan 

tugas antara tugas developer paltform dengan bagian 

wallet bitcoin.  

3) Pengendalian akses 

Memastikan bahwa hanya tim developer saja yang 

dapat mengakses SIA platform Cryptocurrency Bitcoin. 

 

  


4) Pencatatan dan identifikasi aset 

SIA pada platform Cryptocurrency Bitcoin terdiri 

dari banyak aset, baik aset fisik maupun non fisik. 

Pencatatan ini dilakukan agar dapat meminimalisir 

kecurangan yang dilakukan internal perusahaan.  

 

b. Kegiatan pengendalian komputer 

Mengendalikan dan memperhatikan keseluruhan SIA 

pada platform Cryptocurrency Bitcoin seperti pemeliha-

raan server dan jaringan, perbaikan bugs sistem seminggu 

sekali, evaluasi platform, backup database sistem. 

4. Pemantauan Pengendalian 

Pemantauan pengendalian yaitu  suatu proses yang 

dilakukan oleh perusahaan yang bertujuan untuk memastikan 

seluruh gambaran komponen pengendalian yang sudah 

direncanakan berjalan dengan baik. Pemantauan pengen-

dalian SIA Cryptocurrency Bitcoin dapat diwujudkan dengan: 

a. Memfokuskan pemantauan pada sistem dan individu yang 

terlibat dalam operasi server komputer dari platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

b. Melakukan pemantauan pada kegiatan pengendalian yang 

telah direncanakan. 

c. Melakukan pemantauan pada seluruh faktor yang ada pada 

lingkungan pengendalian. 

 

5. Informasi dan Komunikasi 

SIA pada platform Cryptocurrency Bitcoin yang relevan 

berisi informasi dan komunikasi yang berkualitas. Kualitas 

ini  didapatkan dari mengidentifikasi, menganalisa, 

mengklarifikasi, mencatat dan melaporkan transaksi untuk 

56      

menjaga akuntabilitas aset dan kewajiban. Informasi dari 

kegiatan pengendalian SIA Cryptocurrency Bitcoin berupa:  

a. Informasi atas faktor-faktor yang dapat mempengaruhi 

lingkungan pengendalian pada SIA Cryptocurrency Bitcoin. 

b. Informasi mengenai sumber risiko dan bagaimana cara 

menilai sumber risiko.  

c. Informasi kegiatan pengendalian yang dapat dilaksanakan 

oleh perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin. 

sesudah  semua informasi dihimpun maka langkah ter-

akhir yaitu  mengkomunikasikan kepada bagian perusahaan 

Cryptocurrency Bitcoin. 

 

KEAMANAN SIA  

CRYPTOCURRENCY BITCOIN 

 

 

 

 

Salah satu aspek negatif pemanfaatan teknologi ialah per-

masalahan dalam keamanan (security). Keamanan suatu sistem 

yang didukung teknologi bukan hanya tentang keamanan 

jaringan, namun yang paling penting harus diamankan ialah 

informasinya walaupun informasi akan melalui jaringan. 

Informasi-informasi yang dihimpun sebuah perusahaan yaitu  

aset penting bagi perusahaan.  

Salah satu contoh kasus keamanan informasi yang ada di 

luar negeri ialah sebuah firma hukum di Panama bernama 

Mossack Fonseca (MF). Pada tahun 2016 terjadi kebocoran data 

firma hukum ini  berupa tabungan atau investasi orang-

orang yang terkenal termasuk dari negara Indonesia. Kebocoran 

data diduga disebabkan adanya Slider plugin situs yang sudah 

kadaluarsa dan memiliki kerentanan. Hasil eksploitasi memper-

bolehkan orang-orang untuk mengambil data sesukanya. Hal ini 

sangat berbahaya sebab  banyak informasi yang bocor ke tangan 

publik yang bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak ber-

tanggung jawab.  

Kasus keamanan informasi di bidang Cryprocurrency 

Bitcoin pernah dialami oleh Barack Obama, Bill Gates, Elon Musk 

hingga Kim Kardashian. Hacker meretas akun twitter dan 

menggunggah cuitan agar follower mengirimkan Bitcoin. Hasil 

insiden peretasan ini , hacker dikabarkan meraup 280 ribu 

dollar AS atau setara dengan Rp4,1 Milliar. Kesimpulan yang 

dapat diambil dari kedua kasus ini  yaitu keamanan 

informasi atau data sangat penting untuk diperhatikan. 

A. Prinsip Keamanan Informasi 

Menurut Harold F.Tipton, keamanan informasi digambarkan 

sebagai kebebasan dari ancaman, akses, penggunaan, modifikasi, 

perekaman, perusakan dari pihak yang tidak berhak pada 

informasi dan data yang berada pada sistem. Kebanyakan orang 

beranggapaan bahwa permasalahan keamanan informasi dapat 

diatasi dengan membeli produk security seperti firewall, anti-

virus, dan lainnya. Namun keamanan informasi sesungguhnya 

ialah suatu siklus seperti yang digambarkan pada gambar 5.1 dan 

5.2 berikut ini. 

1. Siklus Hidup Keamanan Informasi pada SIA 

Cryptocurrency Bitcoin 

 

 

Security life cycle menjelaskan tentang langkah dan 

tahapan dalam melakukan pengamanan informasi. Langkah 

pertama yang harus dilakukan ialah menentukan informasi 

aset maka pertanyaan penting untuk perusahaan 

Cryptocurrency Bitcoin yang hubungannya dengan SIA yaitu 

informasi apa saja yang ingin diamankan. Informasi penting 

yang diamankan untuk Cryptocurrency Bitcoin yaitu aplikasi 

platform, data pengguna, data transaksi, dan wallet Bitcoin.  

Langkah-langkah untuk melakukan pengamanan infor-

masi aset pada Cryptocurrency Bitcoin ialah: 

a. Assess 

Assess atau assessment ialah usaha untuk memper-

oleh informasi untuk mengamankan aset informasi. Taha-

pan dapat dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan 

atau awareness and training. Pelatihan ini dilakukan oleh 

setiap staff yang bertugas untuk mengamankan informasi 

pada SIA platform Cryptocurrency Bitcoin.  

Assessment dalam SIA Cryptocurrency meliputi: 

1) Pelatihan tentang kriptografi. 

2) Pelatihan untuk mengelola sistem database. 

3) Pelatihan untuk keterampilan pemrograman. 

Pelatihan-pelatihan di atas sebagai penunjang untuk 

meningkatkan skill staff perusahaan pemilik platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

b. Design 

Tahapan selanjutnya ialah melakukan desain penga-

manan dengan membuat dan mengembangkan prosedur 

dan kebijakan (policy and procedures) atas keamanan 

informasi. SIA pada platform Cryptocurrency Bitcoin perlu 

menentukan kebijakan siapa saja yang boleh mengakses 

data wallet Bitcoin.  

Desain pada security life cycle yang diterapkan di SIA 

Cryptocurrency Bitcoin, yaitu  

1) Menentukan jenis pengamanan yang akan digunakan 

untuk mengamankan informasi di SIA Cryptocurrency 

Bitcoin. 

2) Memilih hosting yang aman dan terpercaya. 

3) Membuat prosedur untuk melakukan back-up data pada 

periode tertentu. 

4) Memilih vendor penyedia SLL yang sudah terpercaya 

agar data dan informasi yang ada pada platform 

Cryptocurrency Bitcoin aman. 

5) Membuat prosedur dan kebijakan tentang kerja sama 

dengan penyedia layanan penyimpanan aset Bitcoin.  

 

c. Implement 

Desain pengamanan yang telah dibuat diimplemen-

tasikan secara teknis memakai  perangkat pengaman-

an dengan bantuan pihak ketiga (device management 

implementation). Tahapan monitoring kepada vendor 

(monitoring) dilakukan sesudah  penerapan perangkat 

keamanan selesai dilakukan. Proses mengamankan akses 

situs platform Cryptocurrency Bitcoin memakai  

vendor penyedia SSL (Secure Socket Layer) agar pengguna 

platform merasa aman saat  mengakses platform 

Cryptocurrency Bitcoin.  

d. Maintain 

Permasalahan atau insiden keamanan akan tetap 

bisa terjadi walaupun sudah diterapkan tahapan penga-

 

manan. Tindakan yang dilakukan apabila insiden terjadi 

yaitu upaya investigasi terlebih dahulu untuk mengetahui 

kejadian ini  termasuk kategori biasa atau insiden 

yang fatal. Jika insiden yang terjadi termasuk kategori fatal 

maka diproses lebih lanjut sesuai policy and procedures 

yang berlaku pada perusahaan platform SIA 

Cryptocurrency Bitcoin. 

  

2. Segitiga Keamanan Informasi pada SIA Cryptocurrency 

Bitcoin. 

 

 

a. Confidentiality 

Aspek kerahasiaan atau confidentiality menyatakan 

bahwa data hanya bisa diakses atau dilihat oleh orang yang 

berhak. Jika data bersifat personal disebut dengan privacy. 

Serangan yang terjadi pada aspek confidentiality dapat 

dicontohkan dengan tindakan seperti penyadapan data dari 

jaringan yang ada pada perusahaan Cryptocurrency 

Bitcoin, memasang keylogger pada komputer staff untuk 

62      

menyadap apa saja yang diketikkan di keyboard, atau 

pencurian fisik disk yang berfungsi untuk menyimpan 

data-data penting perusahaan.  

Perlindungan pada aspek confidentiality dapat dila-

kukan dengan memakai  metode kriptografi untuk 

menyimpan segala data yang penting pada perusahaan 

Cryptocurrency Bitcoin dan membatasi akses kepada 

jaringan yang ada pada perusahaan. Kasus yang berhu-

bungan dengan aspek kerahasiaan dapat ditemukan pada 

kasus MtGox. Selain pemalsuan saldo yang dilakukan oleh 

Mark Karpeler, MtGox telah terlebih dahulu mendapatkan 

serangan dari hacker. Serangan meretas ke sistem keaman-

an yang lemah dan akhirnya peretas menyadap data-data 

penting, termasuk data nasabah pemegang wallet Bitcoin.  

b. Integrity 

Aspek integrity menyatakan bahwa tidak boleh ada 

perubahan tanpa ada ijin dari yang berhak. Proses integrity 

yang dapat ditunjukkan sebagai contoh yaitu jika akan 

melakukan transaksi transfer Bitcoin dari rekening peng-

guna 12389 ke rekening pengguna 9808 dengan nilai 

Bitcoin 12 BTC), maka data transaksi ini  tidak dapat 

diubah seenaknya. 

 

  

 

 

Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini ialah 

man-in-the-middle, di mana data ditangkap di tengah jalan 

lalu  mengubahnya dan meneruskannya ke tujuan. 

Sehingga data yang sampai ke platform yaitu  data yang 

TRANSFER 12389 KE 9808 12 BTC 

  

   

sudah diubah di tengah perjalanan. Namun teknologi 

blockchain pada Cryptocurrency Bitcoin telah menjawab 

tantangan man-in-the-middle dengan konsep desentralisasi 

jaringan komputer. Blockchain telah menghapus celah 

kejahatan man-in-the-middle sebab  komputer yang 

terhubung dengan jaringan Blockchain telah memverifikasi 

dan menyimpan semua catatan transaksi yang dilakukan. 

Verifikasi transaksi ini  memakai  metode 

message authentication code (mac). 

Perlindungan yang dapat digunakan untuk melin-

dungi aspek integrity ialah dengan message authentication 

code (mac). Message authentication code yaitu  sebuah 

istilah dalam ilmu kriptografi yang digunakan untuk 

mengkonfirmasi bahwa pesan yang diterima berasal dari 

pengirim asalnya dan belum diubah.  

 

c.  Availability 

Aspek availability ialah aspek yang menyatakan 

sistem harus dapat diakses saat  dibutuhkan untuk 

menghindari kerugian finansial. Serangan pada aspek 

availability dikenal dengan Denial of Service (DOS). 

Serangan ini bertujuan membuat sistem atau layanan 

platform lambat atau sama sekali tidak dapat diakses. 

Contoh kasus aspek availability di bidang SIA 

Cryptocurrency Bitcoin yaitu kasus platform Indodax. 

Kasus ini terjadi di bulan Februari 2021 yang berawal 

dengan platform indodax baik website maupun apps sering 

down dan tidak dapat diakses. Layanan platform Indodax 

sering tidak tersedia menimbulkan penurunan harga dari 

Bitcoin dan jenis Cryptocurrency lainya. sesudah  harga koin 

turun jauh, platform ini  baru bisa diakses. Masalah 

64      

availability pada platform Indodax menyebabkan profit 

member menjadi berkurang sebab  penurunan harga 

Cryptocurrency.  

Perlindungan platform Cryptocurrency dari serangan 

dapat dilakukan dengan menyediakan data salinan. 

Layanan server platform dapat memakai  dua penyedia 

layanan jasa yang berbeda sehingga apabila salah satu 

terkena serangan maka satu jalur dapat difungsikan. 

 

B. Penyalahgunaan Komputer 

Serangan keamanan informasi pada platform Cryptocurrency 

Bitcoin disebabkan beberapa faktor, yaitu 

1. Pengguna Platform Cryptocurrency Bitcoin Semakin 

Meningkat 

Semakin banyak pengguna suatu sistem maka semakin 

banyak kemungkinan yang dapat terjadi. Kemungkinan ter-

sebut bisa menjadi kabar baik bagi suatu platform sebab  

digemari oleh pengguna atau bahkan bisa menyebabkan 

platform ini  gulung tikar. Semakin banyak pengguna 

platform akan menyebabkan penyalahgunaan terhadap 

platform baik dalam bentuk serangan maupun penipuan. 

Ketenaran Bitcoin yang semakin populer, menjadikan harga 

Bitcon menjadi naik tak terkendali sehingga banyak orang 

mudah tergiur akan keuntungan dari investasi Bitcoin. 

Kasus penipuan yang terjadi pada Sebastian pada tahun 

2021. Sebastian yaitu  nama samaran dari seorang investor 

Bitcoin yang berasal dari Jerman. Sebastian kehilangan 10 

Bitcoin atau sekitar Rp7,7 Milliar sesudah  ditipu oleh orang 

yang mengaku sebagai Elon Musk. Penipu mengelabui korban 

memakai  akun Twitter yang telah bercentang biru 

dengan membuat cuitan bahwa Elon Musk sedang menggelar 

  

   

acara berhadiah. Setiap 1 koin Bitcoin yang dikirimkan kepada 

pelaku akan dilipatgandakan dalam beberapa menit. Tergiur 

atas iming-iming ini , korban akhirnya mengirimkan 10 

koin Bitcoin. sesudah  menunggu beberapa menit dan tidak ada 

hasil maka korban akhirnya menyadari bahwa itu yaitu  

penipuan. sesudah  diselidiki, akun Twitter ini  yaitu  

milik Josh McBride, seorang pembawa acara televisi AS yang 

sempat diretas.  

  

2. Kurangnya Perawatan pada Platform 

Platform yang tidak terawat akan menyebabkan keren-

tanan terhadap serangan sebab  platform yang tidak terawat 

memiliki  keamanan jaringan yang lemah yang disebabkan 

kurang update fitur security atau bahkan fitur security yang 

sudah kadaluarsa. Kerugian yang disebabkan oleh kurangnya 

perawatan pernah terjadi pada platform Indodax. Platform 

Indodax sering mengalami down dan tidak dapat diakses saat 

terjadi momentum penuruan harga Cryptocurrency. Pihak 

dari Indodax menyatakan bahwa dana dari member platform 

aman namun para member platform indodax merasa kecewa 

sebab  kehilangan momentum dan profit menjadi sedikit. 

Tindakan untuk menghindari serangan terhadap keamanan 

informasi yaitu  platform SIA Cryptocurrency Bitcoin seha-

rusnya rutin melakukan maintainance. 

3. Ada Bug Sistem 

Bug sistem yaitu  suatu cacat desain pada perangkat 

lunak yang menyebabkan kegagalan pada sistem sehingga 

sistem tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kasus kebang-

krutan perusahaan exchange Bitcoin MtGox yang mengalami 

kerugian hingga ratusan dolar AS, sebab  peretasan terhadap 

66      

platform-nya. Hasil investigasi yang dilakukan pada kasus 

ini , ditemukan bahwa banyak bug sistem yang belum 

dibenahi dan diperbaiki sehingga membuat platform rentan 

terhadap serangan. Tindakan untuk menghindari kejadian 

ini , perusahaan Cryptocurrency Bitcoin semestinya 

memeriksa bug sistem dan memperbaiki periode tertentu.  

4. Managemen Perusahaan yang Buruk  

Salah satu pemicu terjadi serangan terhadap keamanan 

informasi tidak dipungkiri sebab  managemen perusahaan 

yang buruk. Managemen perusahaan yang buruk dapat 

dicontohkan seperti situasi tempat kerja yang tidak kondusif, 

kebijakan yang tidak jelas, perasaan tidak puas karyawan 

terhadap yang didapat dari perusahaan, dan prosedur 

perekrutan staff yang sembarangan. Pengelolaan yang buruk 

akan mengakibatkan serangan pada keamanan informasi 

perusahaan dan sebagai contoh yaitu pencurian Bitcoin yang 

dilakukan oleh karyawan perusahaan platform itu sendiri. 

Managemen perusahaan yang buruk pada perusahaan 

platform Cryptocurrency Bitcoin dapat menyebabkan 

kehancuran perusahaan platform ini . Kasus ini dapat 

ditemui pada perusahaan MtGox yang dipimpin oleh Mark 

Karpeles. Perusahan hancur sebab  ada internal perusahaan 

yang melakukan perbuatan curang dengan dengan memani-

pulasi data saldo perusahaan. Prosedur dan kebijakan yang 

kurang jelas juga turut menjadi faktor hancurnya perusahaan 

platform MtGox sebab  dalam setiap perusahaan SIA pada 

platform Cryptocurrency bitcoin diperlukan suatu manage-

men perusahaan yang baik agar dapat meminimalisir serang-

an yang berasal dari intern perusahaan.  

 

 

C. Penerapan Keamanan Sistem Informasi Akuntansi 

Cryptocurrency Bitcoin 

Salah satu penerapan kemananan informasi pada 

Cryptocurrency Bitcoin bisa dilihat pada situs exchange seperti 

Luno.com.  

 

Gambar 5.3. Platform Luno.com 

Luno.com merupakan sebuah platform exchange 

Cryptocurrency yang berpusat di Singapura. Luno beroperasi di 

beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Afrika Selatan, 

Kenya dan Nigeria. Luno mulai beroperasi di Indonesia pada 

awal tahun 2015. Keamanan yang diterapkan pada platform ini 

ialah: 

1. Penyimpanan Bitcoin 

a. Simpanan deep freeze 

Merupakan dompet multi-signature untuk menyim-

pan sebagian besar Bitcoin pelanggan dengan kunci privat 

yang tersimpan di berbagai brankas bank yang berbeda. 

Pelanggan memiliki  akses hanya satu kunci dan untuk 

mengambil Bitcoin dari simpanan deep freeze membu-

tuhkan usaha yang terkoordinasi dengan beberapa lapisan 

68      

enkripsi dan pengecekan keamanan. Backup dari simpanan 

juga disimpan dalam bentuk terenkripsi. 

b. Hot wallet 

Ialah dompet dengan multi-signature untuk mem-

fasilitasi penarikan Bitcoin secara instan yang dilakukan 

dengan memisahkan kunci pada dompet. Prosedur memi-

sahkan kunci dari wallet membuat wallet platform lebih 

aman sebab  penyerang harus membobol kedua sistem 

platform sebelum dapat mencuri kunci ini . 

 

2. Otentikasi 

a. Password 

Password dari pengguna platform disimpan dalam 

bentuk hash, sehingga hanya pengguna yang dapat meng-

akses password. Platform Luno memastikan password 

pengguna sistem harus memakai  sandi yang kuat 

saat  mendaftar pada platform. 

b. Otentikasi dua faktor 

Pengguna akan menambahkan lapisan tambahan 

perlindungan kepada akunnya dengan kode one-time-

password yang hanya dapat dihasilkan pada smartphone 

pengguna. 

3. Keamanan Perusahaan 

a. Tempat, layanan, dan staff 

Semua layanan dan komunikasi platform berada 

pada saluran SSL (https) yang aman. Dompet disimpan 

dengan enkripsi PGP (preety group privacy) sehingga tidak 

ada yang memiliki akses langsung ke dana Bitcoin pelang-

gan platform. Audit reguler keuangan ataupun keamanan 

dilakukan untuk memastikan dana selalu aman dan dapat 

  

 

dipertanggungjawabkan. Semua staff perusahaan melalui 

rangkaian pengecekan latar belakang, mengikuti training 

keamanan informasi, dan diwajibkan untuk mematuhi 

kebijakan keamanan perusahaan. 

b. Informasi pribadi 

Semua informasi pribadi yang dapat diidentifikasi, 

seperti nomor ID, nama, dan hasil scan dokumen identitas 

dienkripsi dan disimpan dengan aman.  

  

SIKLUS PENDAPATAN SIA 

CRYPTOCURRENCY BITCOIN 

 


Perkembangan teknologi informasi sangat cepat dan merambah 

ke berbagai bidang kehidupan sebab  kompleksitas kegiatan 

usaha dan kebutuhan akan informasi yang semakin meningkat. 

Perusahaan sebagai pelaku bisnis memerlukan  proses penge-

lolaan transaksi dan keuangan yang efektif dan efisien sehingga 

mengawali kemunculan konsep sistem informasi akuntansi 

(SIA). SIA terdiri dari beberapa sistem yang sangat penting yang 

disebut juga dengan siklus. Siklus pertama pada SIA yaitu siklus 

pendapatan yang terdiri dari dua kegiatan utama yaitu penjualan 

dan penerimaan kas. Siklus pendapatan ialah rangkaian aktivitas 

bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait pendapatan 

dan penerimaan Kas yang terus berulang dengan menyediakan 

barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai 

pembayaran dari penjualan.  

A. Konsep Dasar Siklus Pendapatan  

Siklus pendapatan pada SIA Cryptocurrency Bitcoin merupakan 

rangkaian aktivitas dan kegiatan pengelolaan informasi yang 

dilakukan secara continue oleh perusahaan platform 

72      

Cryptocurrency Bitcoin dengan menyediakan produk berupa 

assset digital Bitcoin ke investor atau pelanggan serta menerima 

pembayaran atas penjualan aset digital ini . Tujuan siklus 

pendapatan ialah menyediakan produk berupa Bitcoin di tempat 

yang tepat pada waktu yang tepat serta harga yang sesuai. 

Tujuan akan tercapai apabila managemen perusahaan pemilik 

platform memutuskan beberapa kebijakan: 

1. Sampai sejauh mana Bitcoin yang dijual dapat dan harus 

disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan investor atau 

pelanggan? 

2. Berapa banyak persediaan Bitcoin yang harus dimiliki dan di 

manakah persediaan Bitcoin harus disimpan? 

3. Bagaimana seharusnya Bitcoin dikirim ke pelanggan? Harus-

kah perusahaan platform melakukan pengiriman sendiri atau 

meminta bantuan pihak ketiga? 

4. Berapakah harga yang optimal untuk produk Bitcoin berda-

sarkan harga pasaran? 

5. Bagaimana pemrosesan pembayaran pelanggan agar memak-

simalkan arus kas perusahaan? 

berdasar  pertanyaan di atas maka dapat dijawab 

dengan lima aktivitas dasar siklus pendapatan yang meliputi:  

1. Entri pesanan pembelian Bitcoin ke platform oleh investor 

Bitcoin. 

2. Penagihan atas pembelian Bitcoin ke investor Bitcoin. 

3. Penyetoran dana Bitcoin ke wallet platform Cryptocurrency. 

4. Pengiriman Bitcoin ke investor.  

5. Pencatatan transaksi.  

 

 

 

  

Aktivitas Siklus Pendapatan pada SIA Cryptocurrency Bitcoin 

1. Entri Pesanan Pembelian Bitcoin ke Platform oleh Investor 

Bitcoin 

saat  investor melakukan aktivitas entri pesanan 

pembelian Bitcoin maka platform juga melakukan tahapan-

tahapan untuk merespons permintaan dari pelanggan ter-

sebut. Tahapan yang dilakukan oleh platform yaitu menerima 

pesanan pembelian Bitcoin, validasi pesanan pembelian 

Bitcoin, mengecek persediaan Bitcoin pada wallet, merespon 

pesanan pembelian Bitcoin dari pelanggan.  

2. Penagihan Atas Pembelian Bitcoin ke Investor Bitcoin 

sesudah  melakukan aktivitas entri pesanan pembelian, 

lalu  platform merespon dengan mengirimkan tagihan 

pembayaran yang harus dibayarkan oleh investor atas 

pesanan yang telah dilakukan pada aktivitas sebelumnya. 

Tagihan pembayaran otomatis akan tampil di halaman 

platform saat  memasukkan jumlah Bitcoin yang akan dibeli.  

3. Penyetoran Dana Bitcoin ke Wallet Platform Cryptocurrency 

Platform melalui wallet akan mendapatkan kas atas 

pembayaran dari pelanggan Bitcoin. Penerimaan kas dilaku-

kan dengan metode EFT (electronic funds transfer). Tahapan 

akan terjadi saat investor melakukan deposit uang dengan 

proses uang fiat investor ditukarkan dengan uang elektronik 

yang disimpan di wallet platform. Perusahaan pemilik 

platform akan menerima pembayaran uang elektronik sebagai 

kas saat  investor telah selesai melakukan semua tahapan 

transaksi pembelian Bitcoin. Keuntungan memakai  

metode EFT yaitu  untuk menghindari penundaan pem-

bayaran dari investor serta mengurangi ketertinggalan waktu 

atas data transfer yang dilakukan oleh investor.  

74      

4. Pengiriman Bitcoin ke Investor 

Investor akan menerima Bitcoin sesuai dengan jumlah 

yang dipesan dan sudah ditentukan pada aktivitas entri 

pesanan pembelian Bitcoin. Bitcoin otomatis akan masuk dan 

tersimpan pada wallet investor. 

5. Pencatatan Transaksi 

Pengertian pencatatan transaksi pada siklus pendapatan 

di SIA cryptocurrency Bitcoin yaitu  pencatatan pada sistem 

buku besar dan pelaporan perusahaan pemilik platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

Gambaran siklus pendapatan pada platform 

Cryptocurrency Bitcoin. 

 

Gambar 6.1. Diagram Konteks Siklus Pendapatan 

 

Diagram konteks di atas menggambarkan tentang alur 

siklus pendapatan