dan penerimaan yang terjadi pada platform
Cryptocurrency Bitcoin. Siklus diawali dari investor yang
melakukan pemesanan pembelian Bitcoin. Pemesanan ini
akan diteruskan kepada wallet platform Cryptocurrency Bitcoin
75
secara sistem. Aktivitas selanjutnya yaitu akan dilakukan
penagihan kepada investor atas pembelian Bitcoin. Investor
Bitcoin melakukan penyetoran dana untuk membayar Bitcoin
yang dipesan. Wallet platform akan mengirim Bitcoin kepada
investor dan melakukan konfirmasi atas setoran dana pem-
bayaran dan pengiriman bitcoin ke sistem. Transaksi-transaksi
ini akan disimpan dan dicatat di sistem buku besar dan
pelaporan.
1. Ancaman dan Pengendalian Siklus Pendapatan pada SIA
Cryptocurrency Bitcoin
Aktivitas siklus pendapatan memiliki beberapa ancaman
sehingga memerlukan bentuk pengendalian. Ancaman dan
pengendalian pada siklus ini dapat dijabarkan seperti
berikut ini:
Tabel 6.1. Ancaman dan Pengendalian Siklus Pendapatan
Aktivitas Ancaman Pengendalian
Entri pesanan
pembelian Bitcoin
ke Platform oleh
Investor Bitcoin
Data pelanggan
tidak lengkap
Pemeriksaan yang
dilakukan oleh platform,
jika ada pelanggan yang
ingin membeli Bitcoin
namun data diri belum
lengkap maka platform
mengarahkan untuk
melengkapi data diri.
Persediaan
Bitcoin habis
Melakukan sistem
pengendalian pada
persediaan Bitcoin.
Pembelian
Bitcoin dengan
jumlah sangat
sedikit
Pengendalian
memakai batas
minimal pembelian Bitcoin
pada saat entri pesanan.
76
Penagihan atas
pembelian Bitcoin
ke Investor Bitcoin.
Kesalahan
dalam
penagihan atas
pembelian
Bitcoin ke
pelanggan
Pemeriksaan secara
otomatis pada platform,
Jumlah
penagihan yang
tidak sesuai
dengan jumlah
Bitcoin yang
dibeli.
Otomatisasi untuk entri
pembelian Bitcoin dengan
form penagihan
pembayaran Bitcoin pada
platform cryptocurrency
Bitcoin.
Penyetoran dana
Bitcoin ke Wallet
Platform
Cryptocurrency
Pencurian dana
oleh staff
perusahaan
platform
Pemisahan tugas;
melakukan konfirmasi atas
penerimaan dan
penyimpanan dari
pembayaran Bitcoin.
Pencurian dana
dari wallet oleh
hacker
Meningkatkan keamanan
platform, dan memasang
firewall pada server
platform.
Pengiriman Bitcoin
ke Investor Bitcoin
Pencurian
Bitcoin dengan
cara mengubah
saldo perusa-
haan oleh staff
perusahaan
platform
Dengan menerapkan
metode message
authentication code pada
setiap transaksi untuk
memverifikasi dan
konfirmasi pengiriman
Bitcoin.
Pencurian
Bitcoin oleh
hacker.
Meningkatkan keamanan
platform, dan memasang
firewall pada server
platform.
Pencatatan
Transaksi
Laporan
transaksi
keuangan
perusahaan
platform yang
tidak tepat.
Melakukan audit terhadap
laporan transaksi keuangan
yang ada pada perusahaan
platform.
77
Kesalahan
pencatatan
transaksi
pembelian
Bitcoin.
Otomatisasi untuk entri
pembelian Bitcoin dengan
fitur riwayat transaksi
pada platform
cryptocurrency Bitcoin.
2. Flowchart Pembelian Aset Digital Bitcoin oleh Pelanggan
Alur proses transaksi pembelian Bitcoin oleh investor
pada platform Cryptocurrency Bitcoin dapat dilihat pada
flowchart berikut.
Gambar 6.2. Flowchart Pembelian Aset Digital Bitcoin
78
Flowchart di atas menunjukkan alur proses investor
Bitcoin melakukan pembelian di platform Cryptocurrency
Bitcoin. Simbol ‘start’ pada flowchart diartikan sebagai tanda
investor membuka platform Cryptocurrency Bitcoin. Investor
melakukan registrasi untuk mendapatkan akun platform dan
melakukan pembelian Bitcoin. sesudah mendaftar akun,
platform akan mengirimkan link verifikasi untuk mengaktif-
kan akun. Jika verifikasi gagal, maka investor diarahkan ke
halaman registrasi pengguna baru. Jika verifikasi berhasil,
maka investor dapat masuk platform Cryptocurrency Bitcoin
dan diminta melengkapi data diri pengguna. Proses selanjut-
nya melakukan deposit ke wallet dan investor memasukkan
data pembelian Bitcoin. Platform akan menampilkan peri-
ngatan untuk investor agar melakukan konfirmasi pembelian
Bitcoin. Jika pilih cancel, maka platform mengembalikan ke
proses input data pembelian Bitcoin. Jika pilih Ya, maka
platform akan memproses transaksi pembelian. Platform
lalu mengecek jumlah deposit yang ada pada wallet jika
tidak mencukupi maka investor akan diarahkan untuk mela-
kukan deposit terlebih dahulu. Jika deposit telah mencukupi
maka platform akan menampilkan pesan bahwa transaksi
berhasil.
B. Penerapan Siklus Pendapatan Cryptocurrency Bitcoin
Siklus pendapatan telah banyak diterapkan di berbagai platform
Cryptocurrency Bitcoin seperti platform Luno.com sebagai
contoh. Simulasi penggunaan platform Luno.com yang berhu-
bungan dengan siklus pendapatan dibagi dalam beberapa
tahapan, yakni
1. Registrasi Akun
Pendaftaran akun baru pada platform Luno.com dapat
dilakukan dengan memilih fitur daftar yang terletak pada
topbar platform. sesudah di-klik maka akan tampil halaman
seperti pada gambar 6.3. berikut ini:
Gambar 6.3. Registrasi Akun
Halaman ini meminta memasukkan email dan password
yang akan menjadi akun untuk mengakses platform
Luno.com. lalu klik daftar, registrasi di platform
Luno.com bisa dengan memakai akun Google, Apple,
maupun Facebook. sesudah melakukan pendaftaran maka
platform akan memberitahukan bahwa platform sudah
mengirimkan pesan verifikasi kebenaran akun ke email yang
sudah didaftarkan sebelumnya, dengan tampilan seperti
berikut ini.
80
Gambar 6.4. Pemberitahuan Konfirmasi Email
2. Verifikasi Akun
Cek email saat muncul pemberitahuan seperti di atas
dan tampilan halaman dapat dilihat pada gambar 6.5 berikut.
Klik tombol ‘Konfirmasi Alamat Email’. lalu
platform akan mengarahkan mengisi nomer handphone
untuk kepentingan pengiriman one-time-password. Tampilan
halaman seperti gambar 6.6 berikut ini.
Gambar 6.6. Konfirmasi No. HP
Klik tombol ‘Berikutnya’. Cek pesan pada nomor
smarphone yang sudah dimasukkan sebelumnya. lalu
isilah kode yang dikirimkan dari plaform pada halaman
seperti gambar 6.7.
Gambar 6.7. Kode Konfirmasi No. HP
82
lalu secara otomatis, platform akan mengarahkan
ke halaman untuk melengkapi data diri seperti gambar 6.8.
3. Lengkapi Profil
Berikut tampilan halaman pemberitahuan untuk
melengkapi data diri.
Gambar 6.8. Tombol Buat Profil
Klik tombol ‘Buat Profil’ maka akan tampil halaman
seperti di bawah ini:
Isilah data diri dengan benar, sebab apabila sudah
dikonfirmasi pada halaman ini, maka data diri tidak dapat
diubah. lalu ikuti langkah-langkah dalam menyiapkan
profil sebab jika data diri belum lengkap, maka platform
tidak akan meneruskan dan melakukan transaksi apapun.
4. Deposito
Deposit yaitu penyetoran dana di muka untuk melaku-
kan pembayaran atas pembelian Bitcoin. Dana ini akan
disimpan di Wallet Platform Luno.com. Transaksi pembelian
Bitcoin pada platform Luno.com akan diproses apabila telah
melakukan deposit. Deposit digunakan untuk alat pembayar-
an saat transaksi pembelian Bitcoin. Berikut langkah-langkah
melakukan deposit pada platform Luno.com.
Login Platform Klik icon Klik Wallet.
Halaman di bawah ini akan muncul:
Pilih IDR wallet Klik Deposit, maka akan tampil
pilihan metode atau cara pembayaran deposit seperti di
bawah ini:
Gambar 6.11. Deposit Method
Pilih salah satu cara untuk melakukan deposit. Masuk-
kan nominal uang rupiah yang akan dideposit.
Klik Next. lalu tampil rekening dari virtual
account yang digunakan untuk tujuan pengiriman deposit
uang rupiah. Jika sudah melakukan deposit, maka klik tombol
‘ I’VE MADE THE DEPOSIT’ seperti pada gambar berikut.
Gambar 6.13. Make Deposit
5. Pembelian Bitcoin
Transaksi pembelian Bitcoin oleh pelanggan merupakan
aktivitas utama dalam siklus pendapatan pada platform
Luno.com. Perusahaan platform dapat menerima kas atas
penjualan produk aset digital Bitcoin dari pelanggan atau
investor. Berikut langkah-langkah untuk melakukan pem-
belian Bitcoin dari platform Luno.com.
Pada home platform saat sudah login pilih Buy.
Gambar 6.14. Buy Bitcoin
Pilih metode pembelian Bitcoin pada halaman yang
muncul. Apakah memakai IDR (uang rupiah) yang sudah
didepositkan sebelumnya atau dengan Cryptocurrency lainnya
yang ada dalam wallet.
Gambar 6.15. Buy
87
Pilihlah metode pembayaran Bitcoin pilih with IDR.
Gambar 6.16. Buy Bitcoin
Masukkan jumlah deposit yang akan ditukarkan dengan
Bitcoin klik Next. Halaman konfirmasi akan muncul seperti
pada gambar berikut ini.
Gambar 6.17. Confirm
88
Halaman konfirmasi menampilkan informasi detail
transaksi pembelian Bitcoin. Halaman akan memberitahukan
jumlah Bitcoin yang didapatkan dari jumlah deposit yang
ditukarkan sebelumnya. Klik Confirm. Selanjutnya tampilan
halaman menunjukkan bahwa transaksi sudah diauthorisasi
dan sedang diproses.
SIKLUS PENGELUARAN SIA
CRYPTOCURRENCY BITCOIN
Siklus kedua pada SIA yaitu siklus pengeluaran dengan kegiatan
utama untuk pembelian dan pengeluran kas. Siklus pengeluaran
secara umum mencakup kegiatan pembelian produk hingga
pembayaran hutang secara berkala. Siklus pengeluaran yaitu
rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data
transaksi yang berhubungan dengan pembelian dan pengeluaran
kas untuk pembelian barang/jasa. Siklus pengeluaran yang baik
dapat dilihat dari pengelolaan hutang yang lancar sesuai dengan
transaksi yang terjadi.
A. Konsep Siklus Pengeluaran pada SIA Cryptocurrency
Bitcoin
Siklus pengeluaran pada sistem Cryptocurrency Bitcoin ialah
serangkaian dari kegiatan atau aktivitas bisnis yang memproses
informasi secara terus menerus yang berhubungan dengan
pembelian dan pembayaran produk dengan mengeluarkan kas
dari dompet platform SIA Cryptoccurrency Bitcoin. Siklus
pengeluaran bertujuan untuk meminimalkan jumlah pembiayaan
pembelian dan pemeliharaan dari persediaan Bitcoin serta
90
berbagai layanan yang diperlukan agar SIA pada platform
Cryptocurrency Bitcoin berjalan dengan baik. Tujuan akan dapat
tercapai apabila pihak managemen perusahaan mampu meng-
ambil kebijakan untuk beberapa hal berikut ini:
1. Berapakah tingkat optimal persediaan Bitcoin yang harus
dimiliki ?
2. Siapakah yang dapat menyediakan kualitas dan layanan
Bitcoin terbaik dengan harga cocok?
3. Bagaimanakah perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin
dapat mengkonsolidasikan pembelian Bitcoin untuk menda-
patkan harga yang sempurna?
4. Bagaimana perusahaan dapat memelihara kas agar cukup
dalam mengelola pembelian Bitcoin?
5. Bagaimana pembayaran kepada penjual Bitcoin untuk
memaksimalkan arus kas perusahaan?
Pertanyaan-pertanyaan di atas akan dapat diselesaikan
dengan enam aktivitas dasar dalam siklus pengeluaran kas pada
SIA Cryptocurrency Bitcoin, yakni
1. Entri permintaan penjualan Bitcoin oleh investor.
2. Mengirim pembayaran atas penjualan Bitcoin.
3. Menerima dan menyimpan Bitcoin.
4. Mengeluarkan kas untuk membayar komisi miner dalam
bentuk Bitcoin.
5. Mengeluarkan kas untuk membayar pajak.
6. Pencatatan transaksi.
Aktivitas Siklus Pengeluaran pada SIA Cryptocurrency
Bitcoin
1. Entri permintaan penjualan Bitcoin oleh investor
Permintaan penjualan Bitcoin ialah sebuah dokumen
yang disediakan oleh platform untuk mengidentifikasi bebe-
rapa, yaitu
a. Investor mengidentifikasikan nomor atau id wallet.
b. Menspesifikasikan lokasi dan tanggal saat akan terjadi
transaksi penjualan Bitcoin.
c. Mengidentifikasikan jumlah Bitcoin yang akan dijual oleh
Investor.
Dokumen permintaan penjualan Bitcoin dapat dilihat
sebagai contoh pada platform Luno.com pada fitur SELL.
2. Mengirim pembayaran atas penjualan Bitcoin
Aktivitas yang dilakukan untuk menyetujui transaksi
pembayaran atas penjualan Bitcoin oleh platform. Pembayar-
an Bitcoin yang telah disetujui dengan mengeluarkan kas atau
deposit dari wallet platform Cryptocurrency kepada investor
yang telah menjual Bitcoin.
3. Menerima dan menyimpan Bitcoin
Aktivitas yang terjadi bersamaan dengan aktivitas
mengirim pembayaran atas penjualan Bitcoin. Wallet platform
bertanggung jawab untuk menerima dan menyimpan Bitcoin.
Transaksi pada platform lalu akan diamankan dan
dipecahkan oleh miner dalam bentuk enkripsi-enkripsi
kriptografi.
4. Mengeluarkan kas untuk membayar komisi miner berupa
Bitcoin
Miner memperoleh komisi yang dikirimkan langsung
oleh platform. Sebelum menerima komisi, platform akan
mengkonfirmasi kepada wallet apakah miner telah melakukan
tugas memecahkan dan mengamankan transaksi. Komisi yang
didapat miner ialah berupa Bitcoin.
5. Mengeluarkan kas untuk membayar pajak
Aktivitas selanjutnya yaitu mengeluarkan kas untuk
membayar pajak kepada BAPPEBTI. BAPPEBTI sebagai
lembaga pemerintah yang mengawasi perusahaan platform
Cryptocurrency di Indonesia berhak menerima laporan dan
setoran pajak dari aktivitas setiap platform Cryptocurrency.
6. Pencatatan transaksi
Aktivitas pencatatan transaksi pada siklus pengeluaran
kas Cryptocurrency Bitcoin yaitu mencatat segala bentuk
transaksi pengeluaran kas dari perusahaan platform
Cryptocurrency Bitcoin. Pencatatan akan tersimpan di siklus
sistem buku besar dan pelaporan.
Enam aktivitas ini dapat dijelaskan pada sebuah
diagram konteks seperti pada gambar berikut:
Gambar 7.1. Diagram Konteks Siklus Pengeluaran
Aktivitas siklus pengeluaran kas dimulai dari investor yang
akan menjual Bitcoin. lalu siklus akan melakukan konfir-
masi terhadap wallet platform agar mengirimkan pembayaran
atas penjualan Bitcoin dari investor. Aktivitas selanjutnya yaitu
wallet akan menerima dan menyimpan Bitcoin dari investor.
Miner yang telah melakukan tugas memecahkan dan mengaman-
kan transaksi pada platform dapat menerima komisi berupa
Bitcoin dari wallet platform. BAPPEBTI akan menerima laporan
dan pembayaran pajak dengan perhitungan yang dilakukan oleh
sistem Buku Besar.
1. Ancaman dan Pengendalian Siklus Pengeluaran pada SIA
Cryptocurrency Bitcoin
Aktivitas siklus pengeluaran memiliki beberapa anca-
man sehingga memerlukan bentuk pengendalian. Ancaman
dan pengendalian pada siklus ini dapat dijabarkan
seperti berikut ini:
Tabel 7.1. Ancaman dan Pengendalian Siklus Pengeluaran
Aktivitas Ancaman Pengendalian
Entri
permintaan
penjualan
Bitcoin oleh
investor
Entri permintaan
yang tidak akurat
Penginputan data secara
langsung dan dihitung
dengan kalkulasi otomatis
pada platform.
Jumlah penjualan
Bitcoin yang
sangat minim.
Pengendalian memakai
batas minimum penjualan
Bitcoin.
Mengirim
pembayaran
atas penjualan
Bitcoin
Penggunaan dana
deposit untuk
keperluan pribadi
staff pada
perusahaan
platform
1. Pembatasan akses kepada
server platform.
2. Mendokumentasikan
transaksi yang terjadi.
Peretasan dana
oleh hacker
sehingga dana
ini tidak
sampai pada
investor.
1. Meningkatkan keamanan
platform dengan
memasang firewall pada
server.
2. Rutin melakukan
pembaruan sistem pada
platform.
Menerima dan
Menyimpan
Bitcoin
Bitcoin yang tidak
sesuai dengan
jumlah yang di-
entri
Pengurangan otomatis
Bitcoin pada wallet pelanggan
saat konfirmasi penjualan
Bitcoin terjadi
Peretasan alamat
id wallet platform,
sehingga Bitcoin
tidak sampai pada
wallet platform.
1. Rutin melakukan
pembaruan sistem pada
platform.
2. Meningkatkan keamanan
platform dengan
memasang firewall pada
server.
Mengeluarkan
kas untuk
membayar
komisi miner
berupa Bitcoin
Peretas komisi
untuk miner.
Pengamanan koneksi untuk
situs platform.
Mengeluarkan
kas untuk
membayar
Pajak
Penggelapan pajak
oleh staff perusa-
haan platform
Melakukan audit laporan
pembayaran pajak.
Pencatatan
Transaksi
Laporan keuangan
pengeluaran kas
platform yang
dicurangi.
Melakukan audit laporan
keuangan pengeluaran kas.
Kesalahan
pencatatan
transaksi
penjualan Bitcoin
Otomatisasi untuk entri
permintaan penjualan Bitcoin
dengan fitur riwayat
transaksi pada platform
cryptocurrency Bitcoin
2. Flowchart Penjualan Aset Digital Bitcoin oleh Pelanggan
Alur proses transaksi penjualan Bitcoin oleh investor
pada platform Cryptocurrency Bitcoin dapat dicermati dalam
gambar berikut.
Gambar 7.2. Flowchart Penjualan Aset Digital Bitcoin
96
Alur proses penjualan Bitcoin oleh investor dimulai dari
simbol ‘start’. Simbol start menunjukkan investor mulai
membuka platform Cryptocurrency Bitcoin. lalu inves-
tor diminta untuk registrasi akun, lalu melakukan verifikasi
akun. Jika berhasil maka platform akan mengarahkan pada
halaman login platform. Jika gagal verifikasi maka platform
akan mengarahkan investor ke registrasi akun. sesudah
memiliki akun platform, maka investor bisa login platform
tanpa melalui registrasi terlebih dahulu. Investor akan
memasukkan data penjualan Bitcoin dan platform akan
menampilkan pesan ‘Konfirmasi Data Penjualan’. Proses
penjualan Bitcoin oleh investor akan dilakukan jika hasil
‘Confirm’ menyatakan Ya. Proses akan kembali ke ‘Entri Data
Penjualan Bitcoin’ jika hasil ‘Confirm’ menyatakan Cancel.
saat transaksi diproses, platform secara otomatis akan
memeriksa jumlah Bitcoin yang dimiliki Investor. Jika jumlah
mencukupi dengan data yang diinputkan, maka transaksi
berhasil dan proses selesai namun jika jumlah Bitcoin tidak
mencukupi untuk dijual, maka platform akan mengembalikan
ke halaman ‘Entri Data Penjualan Bitcoin’.
97
3. Alur proses mining Bitcoin pada platform Cryptocurrency
Bitcoin
Gambar 7.3. Flowchart Proses Mining Bitcoin
98
Proses mining Bitcoin dimulai dari ‘start’ yang menan-
dai bahwa miner telah membuka platform. Miner akan
diminta untuk melakukan registrasi akun lalu akan
diarahkan untuk memverifikasi akun yang didaftarkan. Jika
verifikasi berhasil, maka miner dapat login platform. Langkah
selanjutnya miner diminta untuk melakukan pengecekan
terhadap hardware komputer yang digunakan. Jika spesifikasi
hardware komputer tidak mencukupi maka platform akan
mengirim peringatan bahwa proses mining tidak dapat dila-
kukan atau End. Namun jika spesifikasi hardware komputer
mencukupi maka proses mining akan berjalan. Miner akan
menerima komisi berupa Bitcoin dan tersimpan pada wallet.
sesudah menerima komisi maka proses mining selesai.
B. Penerapan
Simulasi penggunaan platform yang berhubungan dengan siklus
pengeluaran kas dapat dilihat pada penjelasan dalam bab ini
dengan contoh platform Luno.com. Proses yang disimulasikan
ialah transaksi penjualan Bitcoin oleh pelanggan yang telah
dibagi dalam beberapa tahapan, yakni
1. Login Platform
Transaksi penjualan harus dilakukan oleh pelanggan
dengan cara masuk ke platform dan klik login pada bagian kiri
atas, lalu masukkan email dan password akun pengguna
platform. lalu sesudah tampil halaman berikut ini, klik
‘sell’ pada fitur Bitcoin wallet.
99
Gambar 7.4. Masuk Platform
2. Entri Data Penjualan Bitcoin
Selanjutnya pilih metode penjualan, yakni klik pada
pilihan ‘Sell Bitcoin’.
Gambar 7.5. Sell
Secara otomatis, platform akan menampilkan halaman
entri data penjualan yang meminta untuk memasukkan
jumlah Bitcoin yang akan dijual. Jika jumlah yang dimasukkan
melebihi jumlah Bitcoin yang tersedia di wallet pelanggan,
maka platform tidak dapat melanjutkan ke halaman konfir-
masi. lalu klik NEXT. Berikut tampilannya.
100
Gambar 7.6. Sell Bitcoin
3. Konfirmasi Data Penjualan
sesudah mengisi halaman entri data penjualan Bitcoin,
maka platform akan menampilkan konfirmasi data penjualan
yang akan dilakukan. Jika sudah cocok, maka klik ‘Confirm’.
Gambar 7.7. Confirm
101
4. Transaksi Berhasil
Selanjutnya tampil halaman yang menunjukkan bahwa
transaksi sudah diauthorisasi dan sedang diproses.
BUKU BESAR DAN PELAPORAN PADA
SIA CRYPTOCURRENCY BITCOIN
Siklus buku besar dan pelaporan pada sistem informasi
akuntansi sangat berperan penting untuk mengumpulkan dan
mengatur data yang bersumber dari aktivitas bidang keuangan
perusahaan dan bersinergi dengan siklus lainnya seperti:
1. Siklus pendapatan yang menyediakan informasi tentang
penjualan dan penerimaan kas pada perusahaan.
2. Siklus pengeluaran yang menyediakan informasi tentang
pembelian dan pengeluaran kas pada perusahaan.
Buku besar dan pelaporan yang diperlukan atau dicatat
setiap perusahaan berbeda-beda, tergantung jenis dan besar
perusahaan. Jenis kegiatan akan mempengaruhi tingkat kom-
pleksitas transaksi pada perusahaan. Pembahasan buku besar
dan pelaporan untuk sistem informasi akuntansi perusahaan
platform Cryptocurrency Bitcoin akan dijelaskan pada bab ini.
A. Konsep Buku Besar dan Pelaporan SIA Cryptocurrency
Bitcoin
Sistem buku besar dan pelaporan mengintegrasikan dan
meringkas hasil-hasil dari berbagai subsistem dalam sistem
informasi akuntansi. Buku besar dan pelaporan mencatat seluruh
transaksi yang terjadi pada perusahaan. Pada perusahaan
platform Crytocurrency Bitcoin ada sistem lain yang saling
berhubungan dengan sistem buku besar dan pelaporan yaitu
siklus pendapatan dan siklus pengeluaran. Hubungan siklus-
siklus dapat dijelaskan pada gambar diagram konteks di bawah
ini.
Gambar 8.1. Diagram Konteks Sistem Buku Besar dan Pelaporan
Sistem buku besar dan pelaporan pada SIA Cryptocurrency
Bitcoin terdiri dari aktivitas-aktivitas seperti pada diagram
konteks di atas. Aktivitas pertama diawali dari Siklus pendapatan
yang menyediakan informasi tentang transaksi pemesanan
pembelian Bitcoin dan laporan atas pemesanan Bitcoin. Aktivitas
selanjutnya yaitu siklus pengeluaran yang menyediakan
informasi tentang pembayaran pada platform Cryptocurrency
Bitcoin. Transaksi pembayaran meliputi pengeluaran kas untuk
membayar pembelian Bitcoin dari investor, pembayaran komisi
kepada miner dan vendor serta pembayaran pajak kepada
BAPPEBTI. lalu transaksi-transaksi akan diproses di sistem
buku besar dan pelaporan dan akan menghasilkan laporan-
laporan yang lalu diserahkan kepada BAPPEBTI dan
investor Bitcoin sebagai pihak eksternal.
Tujuan Buku Besar dan Pelaporan pada SIA Cryptocurrency
Bitcoin
Setiap siklus atau subsistem dalam sistem informasi
akuntansi memiliki tujuan yang harus dicapai untuk membantu
para pemegang kepentingan dalam mengambil keputusan. Siklus
buku besar dan pelaporan pada SIA Cryptocurrency Bitcoin
bertujuan untuk:
1. Mencatat transaksi penjualan dan pembelian Bitcoin maupun
transaksi pembayaran komisi dengan tepat dan akurat.
2. Menyediakan laporan keuangan perusahaan platform
Cryptocurrency Bitcoin dengan tepat waktu, relevan, reliable,
lengkap, dapat dipahami pengguna, dapat diverifikasi dan
dapat diakses para pihak yang berkepentingan.
3. Menyediakan laporan kepada BAPPEBTI sebagai pengawas
perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin dari regulator di
Indonesia.
4. Menyediakan laporan transaksi kepada investor Bitcoin secara
transparan dan akurat.
B. Aktivitas Buku Besar dan Pelaporan
berdasar diagram konteks pada gambar 8.1. aktivitas Buku
Besar dan Pelaporan terdiri dari empat aktivitas dasar, yaitu
1. Pencatatan Transaksi dari Siklus Pendapatan
Informasi yang berasal dari siklus pendapatan yaitu
pemesanan pembelian Bitcoin dan laporan pemesanan
Bitcoin. Pemesanan Bitcoin dilakukan oleh investor yang
hendak membeli Bitcoin pada platform. Perusahaan platform
106
akan menerima kas atas pembelian Bitcoin ini . Trans-
aksi yang terjadi akan dicatat dan diproses oleh sistem buku
besar dan pelaporan.
2. Pencatatan Transaksi dari Siklus Pengeluaran
Informasi yang berasal dari siklus siklus pengeluaran
yaitu penjualan Bitcoin, pembayaran komisi kepada miner
dan vendor serta pembayaran pajak ke BAPPEBTI. Penjualan
Bitcoin dilakukan oleh investor kepada platform dan sistem
melalui wallet akan mengeluarkan kas untuk membayar
Bitcoin ini . Transaksi akan dicatat dan diproses oleh
sistem buku besar dan pelaporan.
3. Menghasilkan Laporan untuk BAPPEBTI
Seluruh transaksi yang terjadi akan diproses dan meng-
hasilkan laporan-laporan yang dibutuhkan para stakeholder
seperti laporan untuk BAPPEBTI sebagai pengawas perusa-
haan platform Cryptocurrency Bitcoin.
4. Menghasilkan Laporan Transaksi untuk Investor Bitcoin
Sistem buku besar dan pelaporan pada SIA
Cryptocurrency Bitcoin juga harus menyerahkan laporan
pertanggungjawaban kepada investor Bitcoin berupa catatan
transaksi penjualan dan pembelian Bitcoin yang dilakukan
oleh investor Bitcoin.
1. Ancaman dan Pengendalian Sistem Buku Besar dan
Pelaporan
Ancaman dan pengendalian dari aktivitas-aktivitas pada
sistem buku besar dan pelaporan dapat dijelaskan pada tabel
8.1.
Tabel 8.1. Tabel Ancaman dan Pengendalian Sistem Buku Besar
dan Pelaporan
Aktivitas Ancaman Pengendalian
Pencatatan
transaksi dari
Siklus penda-
patan dan pe-
nerimaan kas
Pencatatan
transaksi
perusahaan
platform
cryptocurrency
Bitcoin yang tidak
akurat
Proses pencatatan transaksi
secara terintegrasi.
Kesalahan data
transaksi pembelian
Bitcoin.
Otomatisasi entri pembelian
Bitcoin dengan fitur riwayat
transaksi pada platform
cryptocurrency Bitcoin.
Pencatatan
transaksi dari
Siklus
Pengeluaran.
Pemalsuan
transaksi
pengeluaran kas
oleh staff
perusahaan
platform
Melakukan audit pada siklus
pengeluaran kas dan
membatasi hak akses
kepada staff
Kesalahan
pencatatan
transaksi penjualan
Bitcoin
Otomatisasi untuk entri
permintaan penjualan
Bitcoin dengan fitur riwayat
transaksi pada platform
cryptocurrency Bitcoin.
Kesalahan pada
pencatatan
transaksi
pembayaran komisi
miner
Pengendalian otomatisasi
pengiriman komisi dengan
penerimaan komisi miner
pada platform
Cryptocurrency Bitcoin.
Pencatatan komisi
vendor tidak sesuai
dengan komisi yang
diterima vendor
Melakukan konfirmasi
setiap melakukan
pembayaran kepada vendor.
Menghasilkan
laporan untuk
BAPPEBTI.
Laporan pajak yang
curang
Melakukan audit laporan
pajak perusahaan
Pajak yang
disetorkan tidak
Melakukan konfirmasi
setiap melakukan
108
sesuai pajak yang
dikeluarkan
perusahaan
platform
pembayaran pajak.
Menghasilkan
laporan
transaksi
untuk investor
Bitcoin.
Laporan transaksi
tidak akurat
Melakukan otomatisasi pada
pencatatan transaksi
penjualan dan pembelian
Bitcoin pada platform.
Peretasan data
laporan transaksi
oleh hacker
1. Meningkatkan
keamanan platform
dengan memasang
firewall pada server.
2. Memasang SSL untuk
melindungi koneksi
investor dengan
platform.
C. Cara Mengakses Laporan Transaksi di Platform
Cryptocurrency Bitcoin
Transaksi pada platform Cryptocurrency Bitcoin dapat diakses
para investor Bitcoin untuk mengetahui riwayat transaksi yang
telah dilakukan. Tahapan-tahapan yang dilakukan pada platform
Cryptocurrency Bitcoin dapat dilihat pada proses platform
Indodax.com. Indodax merupakan salah satu platform
Cryptocurrency Bitcoin yang memfasilitasi jual-beli
Cryptocurrency terbesar di Indonesia. Berikut merupakan tahap
untuk mengaksesnya:
1. Login pada akun Indodax.com
Gambar 8.2. Login
Tahapan pertama yang harus dilakukan untuk bisa
mengakses riwayat transaksi yaitu dengan login platform
Indodax. Halaman login di atas menampilkan email dan
password yang digunakan untuk masuk platform. Lalu klik
button untuk verifikasi dan klik Masukkan.
2. Masuk Beranda
saat email dan password yang dimasukkan pada
halaman login platform berhasil diverifikasi, maka tampilan
yang akan muncul pertama kali yaitu seperti berikut ini.
Gambar 8.3. Beranda Indodax
110
Beranda Indodax akan menampilkan informasi
mengenai market dan harga dari setiap jenis Cryptocurrency.
Market yang ada pada beranda berdiri dari dua jenis yaitu IDR
Markets dan BTC Markets. IDR Markets yaitu pasar
Cryptocurrency Bitcoin yang menampilkan aset
Cryptocurrency dengan kurs rupiah. Sedangkan BTC Markets
akan menampilkan pasar aset Cryptocurrency dengan kurs
dollar. Klik Bitcoin (simbol ‘BTC/IDR’) untuk melihat riwayat
transaksi penjual dan pembelian Bitcoin.
3. Riwayat Transaksi
saat diklik Bitcoin pada IDR Markets, maka platform
akan menampilkan halaman grafik market berikut ini:
Gambar 8.4. Grafik Market Bitcoin
Tampilan yang pertama kali dilihat yaitu grafik pasar
Bitcoin. Grafik ini menunjukkan naik turunnya harga Bitcoin
dengan kurs rupiah. lalu scroll halaman platform ke
bawah.
Gambar 8.5. Entri Pembelian dan Penjualan Bitcoin
Gambar di atas menunjukkan halaman yang digunakan
investor untuk membeli dan menjual Bitcoin. Entri Pembelian
Bitcoin menampilkan data wallet investor seperti saldo, order
type, total rupiah dan batas pembelian (limit price).
Gambar 8.6. Market Jual-Beli Bitcoin
Gambar di atas menampilkan pasar jual beli aset
cryptocurrency Bitcoin. Market ini menampilkan data
harga bitcoin dan jumlah Bitcoin.
Riwayat transaksi di atas menampilkan informasi
transaksi yang pernah dilakukan oleh investor. Transaksi
ini meliputi transaksi penjualan dan pembelian Bitcoin
dalam kurs rupiah.
AUDIT SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
CRYPTOCURRENCY BITCOIN BERBASIS
KOMPUTER
Pemakaian teknologi informasi di dunia usaha secara signifikan
telah berpengaruh dalam praktik akuntansi dan keuangan.
Banyak pengelolaan data akuntansi manual telah beralih ke
sistem akuntansi yang memakai komputer. Transaksi dan
prosedur akuntansi yang rumit dapat diatur menjadi lebih
mudah diproses dan dipahami dengan bantuan teknologi
komputer. Bab 9 akan membahas tentang audit sistem informasi
dan cara mengaudit sistem informasi akuntansi Cryptocurrency
Bitcoin dari prespektif auditor internal.
A. Konsep Pengauditan SIA Cryptocurrency Bitcoin
Pengauditan (auditing) ialah suatu proses sistematik untuk
mendapatkan dan mengevaluasi bukti-bukti yang digunakan
untuk memastikan kesesuaian asersi-asersi tindakan dan
kegiatan ekonomi dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hasil
pengauditan disampaikan kepada pihak-pihak yang berke-
pentingan seperti investor, managemen perusahaan dan
pemegang saham.
Banyak perusahaan di dunia yang telah melakukan
pengauditan secara kontinue dan tersistem. Negara Paman Sam
atau Amerika Serikat telah mempekerjakan para auditor
eksternal untuk mengevaluasi aktivitas perusahaan-perusahaan
yang ada di negara ini . Perusahaan manufaktur mempe-
kerjakan para auditor untuk memeriksa catatan keuangan
perusahaan yang memiliki kerjasama dengan perusahaannya.
Perusahaan yang bergerak di bidang aset digital seperti
perusahaan platform cryptocurrency Bitcoin semestinya mempe-
kerjakan auditor eksternal untuk memeriksa laporan keuangan
perusahaan secara berkala.
Pengauditan Internal SIA Cryptocurrency Bitcoin
Pengauditan internal (internal auditing) merupakan
aktivitas independen yang berfungsi untuk menjamin tindakan
dan kegiatan ekonomi sesuai dengan nilai yang ditetapkan secara
publik. Beberapa jenis audit dalam pengauditan internal, yaitu
1. Audit Keuangan
Audit keuangan yaitu kegiatan untuk memeriksa kete-
randalan dan integritas dari transaksi-transaksi keuangan,
catatan keuangan, dan laporan keuangan. Aktivitas audit
keuangan dalam SIA cryptocurrency Bitcoin terdiri dari:
a. Memeriksa transaksi pembelian Bitcoin pada platform
apakah sudah sesuai dengan jumlah dana yang diberikan
investor. Audit ini terjadi secara otomatis di platform
cryptocurrency Bitcoin.
b. Memeriksa transaksi penjualan Bitcoin dari investor
apakah dana yang diterima investor sudah sesuai dengan
jumlah Bitcoin yang diterima platform. Audit juga terjadi
secara otomatis di platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Pemeriksaan laporan transaksi pembayaran komisi pada
vendor apakah sudah sesuai dengan jumlah yang diberikan
ke vendor.
d. Pemeriksaan laporan pajak apakah sudah sesuai dengan
yang diterima oleh BAPPEBTI.
2. Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi dapat disebut sebagai audit
pengendalian internal yang berfungsi untuk memeriksa
pengendalian dari SIA untuk menilai kepatuhan dan kebijakan
atau prosedur dalam mengamankan aset. Audit sistem
informasi untuk SIA Cryptocurrency Bitcoin ialah:
a. Mengevaluasi input dan output SIA cryptocurrency Bitcoin.
b. Merencanakan jadwal back-up data platform.
c. Meningkatkan keamanan platform agar meminimalisir
adanya peretasan dari pihak yang tidak bertanggung
jawab.
d. Memeriksa komputer server untuk mengetahui siapa saja
yang telah mengakses server platform Cryptocurrency
Bitcoin.
3. Audit Operasional
Audit operasional berkaitan dengan penggunaan secara
ekonomis dan efisien atas sumber daya perusahaan dan
pencapaian dari sasaran yang sudah ditetapkan. Audit
operasional pada SIA cryptocurrency Bitcoin yaitu :
a. Memeriksa aktivitas investor pada platform apakah ada
penyalahgunaan, misalnya, jika investor login dengan
meminta kode otentikasi lebih dari tiga kali maka
sementara waktu platform akan membekukan akun.
b. Memeriksa aktivitas transaksi apakah sudah sesuai dengan
prosedur dan kebijakan dari platform, misalnya platform
membatasi jumlah minimum pembelian Bitcoin oleh
investor. Jika melewati batas minimum pembelian, maka
investor tidak dapat melanjutkan transaksi.
4. Audit Kepatuhan
Audit kepatuhan yaitu pemeriksaan kepatuhan peru-
sahaan atas hukum, peraturan, kebijakan, dan prosedur yang
berlaku. Audit kepatuhan pada SIA Cryptocurrency Bitcoin
berupa aktivitas:
a. Pemeriksaan aktivitas platform Cryptocurrency Bitcoin
apakah ada penyalahgunaan transaksi.
b. Pemeriksaan platform Cryptocurrency Bitcoin apakah telah
mematuhi kebijakan dan prosedur dari BAPPEBTI.
c. Pemeriksaan pajak platform Cryptocurrency Bitcoin apa-
kah sudah sesuai aturan yang ditetapkan.
5. Audit Investigatif
Melakukan pengujian terhadap kejadian-kejadian dari
penipuan yang mungkin terjadi. Audit investigatif dalam SIA
Cryptocurrency Bitcoin dapat berupa:
a. Pemeriksaan penggunaan dana perusahaan sudah tepat
digunakan untuk keperluan platform atau kemungkinan
digunakan untuk keperluan pribadi.
b. Pemeriksaan terhadap source code platform apakah telah
dikelola dengan rapi atau berantakan. sebab dapat
menyebabkan bugs sistem sulit untuk diperbaiki dan
berpotensi akan peretasan platform Cryptocurrency
Bitcoin.
B. Tahapan Pengauditan SIA Cryptocurrency Bitcoin
Gambar 9.1. Tahapan Audit
berdasar gambar 9.1. Audit dapat dibagi menjadi empat
tahapan yakni perencanaan audit, pengumpulan bukti audit,
pengevaluasian bukti audit, dan mengkomunikasikan hasil yang
didapat dari audit.
1. Perencanaan Audit
Tahapan yang menentukan mengapa, kapan, bagai-
mana, dan siapa yang akan melaksanakan pengauditan.
Langkah utama yang dilakukan ialah dengan menetapkan
tujuan dan ruang lingkup kegiatan audit. Tahapan peren-
canaan audit pada SIA Cryptocurrency Bitcoin dapat
dilakukan dengan aktivitas berikut:
a. Penetapan tujuan dan kegiatan audit pada platform
Cryptocurrency Bitcon.
b. Memilih tim audit platform cryptocurrency Bitcon.
c. Memeriksa dokumentasi dari platform cryptocurrency
Bitcon.
d. Memeriksa hasil audit platform cryptocurrency Bitcon yang
telah dilakukan sebelumnya.
2. Pengumpulan Bukti Audit
Sebagian besar waktu yang digunakan untuk kegiatan
audit yaitu memeriksa seluruh kejadian yang berada pada
ruang lingkup audit. Seorang auditor dapat melakukan
pengujian pada alat bukti yang berbasis sampel untuk
meminimalisir waktu. Cara umum yang digunakan untuk
melakukan kegiatan pengumpulan bukti audit.
a. Observasi
Kegiatan yang dilakukan untuk menyaksikan bagai-
mana personel dari developer memperbaiki bugs sistem
pada platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Pemeriksaan dokumentasi
Memeriksa berkas-berkas atau data sebelum pem-
baharuan platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Diskusi
Melakukan diskusi kepada miner Bitcoin tentang
pekerjaan yang dijalani dan bagaimana melakukannya.
d. Kuesioner
Mengumpulkan data yang berkaitan dengan kegiatan
audit, misalnya kuesioner untuk mengumpulkan data
bagaimana kinerja platform Cryptocurrency Bitcoin dari
pengguna platform.
e. Konfirmasi
Melakukan konfirmasi kepada pihak ketiga seperti
knfirmasi kepada vendor mengenai pembayaran komisi
apakah sudah sesuai dengan jumlah yang dikeluarkan oleh
perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin.
3. Evaluasi Bukti Audit
Evaluasi bukti audit dilakukan untuk memutuskan
apakah bukti-bukti yang didapat selama kegiatan audit dapat
mendukung kesimpulan yang baik atau kesimpulan yang
buruk. Jika bukti yang terkumpul tidak meyakinkan, maka
auditor dapat melakukan prosedur tambahan guna mencapai
kesimpulan yang jelas dan pasti. Evaluasi bukti audit dalam
SIA cryptocurrency Bitcoin dapat berupa:
a. Menilai kinerja developer dalam melakukan perbaikan bugs
sistem pada platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Menilai kualitas platform berdasar dokumentasi
platform Cryptocurrency Bitcoin sebelum diperbaharui.
c. Menilai keandalan informasi yang diperoleh miner Bitcoin.
d. Mengelola data respon dari pengguna sistem akan kinerja
platform Cryptocurrency Bitcoin.
e. Mempertimbangkan informasi yang didapatkan dari
vendor atas konfirmasi yang dilakukan.
4. Komunikasi Hasil Audit
Tahapan yang terakhir ialah melakukan komunikasi
mengenai hasil audit kepada pihak yang berkepentingan. Pada
SIA Cryptocurrency Bitcoin, pihak yang perlu mendapatkan
hasil audit yaitu managemen perusahaan platform, komite
audit maupun pihak BAPPEBTI selaku pengawas perusahaan
platform Cryptocurrency Bitcoin. Hasil audit yang dapat
dikomunikasikan dapat berupa:
a. Kesimpulan dari kegiatan audit platform Cryptocurrency
Bitcoin.
b. Mengembangkan saran dan rekomendasi kepada
perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Menyiapkan laporan yang berisi rangkuman temuan dari
kegiatan audit.
Tujuan Audit Sistem Informasi Akuntansi Cryptocurrency
Bitcoin
Gambar 9.2. menunjukkan tujuan-tujuan dari kegiatan
audit SIA Cryptocurrency Bitcoin. Tujuan-tujuan ini terdiri
dari:
1.
Menentukan keamanan komputer untuk melindungi
aset peralatan komputer, platform cryptocurrency bitcoin,
data-data dari pengaksesan, modifikasi atau peretasan dari
pihak yang tidak bertanggung jawab. Prosedur pengendalian
yang dapat dilakukan untuk tujuan keamanan SIA
Cryptocurrency Bitcoin, dapat berupa:
a. Merencanakan perlindungan informasi transaksi pada
platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Pembatasan akses fisik terhadap server platform.
c. Pembatasan akses logis dengan memakai otorisasi hak
akses pada platform.
d. Prosedur dalam melindungi sistem dari virus.
e. Proses back-up file dan prosedur pemulihan file.
2. Pengembangan dan Akuisisi Platform
Peran auditor dalam tujuan ini semestinya hanya
sebatas pada pemeriksaan yang independen atas kegiatan
pengembangan dan akuisisi platform. Auditor tidak diperbo-
lehkan untuk membantu dalam mengembangkan platform
untuk prinsip objektivitas. Kesalahan dan penipuan pada
aspek pengembangan dan akuisisi platform yaitu kelalaian
pemrograman atau source code platform yang tidak
diotorisasi. Tindakan untuk mencegah kesalahan ini
maka dapat dilakukan prosedur pengendalian.
a. Pemeriksaan terhadap persetujuan izin pengembangankan
platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Otorisasi manajemen perusahaan untuk pengembangan
dan akuisisi platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Melakukan pengujian secara menyeluruh terhadap
platform Cryptocurrency Bitcoin yang baru.
3. Modifikasi Platform
Tujuan audit untuk modifikasi platform Cryptocurrency
Bitcoin, sama halnya seperti tujuan audit untuk pengem-
bangan dan akuisisi platform. Ancaman yang terjadi saat
pengembangan platform juga dapat terjadi saat modifikasi
platform. Ancaman ini berupa kelalaian pemrograman
atau source code platform yang tidak diotorisasi. Tindakan
untuk menghindari ancaman ini dapat dilakukan
prosedur pengendalian.
a. Mengidentifikasi komponen-komponen platform yang
dimodifikasi.
b. Melakukan otorisasi atas modifikasi platform
Cryptocurrency Bitcoin kepada managemen perusahaan.
c. Melakukan pengujian secara menyeluruh terhadap
platform Cryptocurrency Bitcoin yang telah dimodifikasi.
d. Mendokumentasikan proses modifikasi platform
Cryptocurrency Bitcoin.
e. Memisahkan source code versi pengembangan, pengujian
dan platform Cryptocurrency Bitcoin yang telah siap
digunakan.
4. Pemrosesan Komputer
Tujuan audit pemrosesan komputer dilakukan agar
sistem dapat menghindari gagalnya deteksi input data yang
salah pada platform, menghindari kegagalan platform untuk
mengoreksi kesalahan dengan benar, dan memperkenalkan
platform atas kesalahan-kesalahan di dalam file atau database
selama proses pembaharuan. Tindakan untuk menghindari
hal ini pada platform Cryptocurrency Bitcoin, dapat
dilakukan upaya prosedur pengendalian seperti:
a. Prosedur perbaikan kesalahan input data pada platform
Cryptocurrency Bitcoin yang efektif.
b. Pendokumentasian perbaikan atas kesalahan-kesalahan
pada platform yang mudah dipahami.
c. Pemeliharaan server platform Cryptocurrency Bitcoin.
5. Data Sumber
Tujuan audit data sumber dilakukan untuk platform
Cryptocurrency Bitcoin terhindar dari data sumber yang tidak
tepat dan tidak terotorisasi. Prosedur pengendalian yang
dapat dilakukan pada tujuan ini ialah:
a. Penanganan yang efektif pada input data dan pengendalian
input data.
b. Otorisasi terhadap pengguna yang melakukan input data
pada platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Verifikasi login platform Cryptocurrency Bitcoin
memakai OTP (One-time-password).
6. File Data
Tujuan audit yang terakhir yaitu mengenai file data.
Tujuan ini untuk memperhatikan tentang integritas, keaman-
an, dan ketepatan atas file data pada platform Cryptocurrency
Bitcoin. Ancaman pertama yang mungkin terjadi pada tujuan
keenam yaitu penghancuran file data tersimpan sebab
kegagalan platform untuk menyimpan data. Ancaman lain
yaitu modifikasi atau pengungkapan data tersimpan pada
platform Cryptocurrency Bitcoin yang tidak terotorisasi.
Tindakan untuk menghindari ancaman ini , dapat
dilakukan prosedur pengendalian seperti:
a. Menyimpan data platform Cryptocurrency Bitcoin pada
perpustakaan file yang aman.
b. Pembatasan akses logis dengan memakai otorisasi hak
akses pada platform.
c. Melakukan metode enkripsi pada data transaksi platform
Cryptocurrency Bitcoin.
d. Menjaga keamanan server platform Cryptocurrency Bitcoin
dari serangan hacker dan virus.
Tujuan ini semestinya dapat dicapai oleh para auditor
dalam melakukan audit.
C. Software Audit SIA Cryptocurrency Bitcoin
Software Audit yang dapat ditunjukkan sebagai contoh yaitu
aplikasi Auditor Control Languange seperti gambar di bawah ini.
PENGEMBANGAN SISTEM DAN ANALISIS
SISTEM CRYPTOCURRENCY BITCOIN
Dunia yang saat ini sangat kompetitif dan selalu berubah sebab
pengaruh perkembangan informasi teknologi yang sangat cepat.
Perubahan terjadi pada semua sektor kehidupan terutama pada
bidang bisnis yang perkembangannya seiring dengan per-
kembangan IT. Setiap perusahaan dituntut untuk meningkatkan
atau mengganti sistem yang manual menjadi terotomatisasi.
Korporasi di Amerika diperkirakan menghabiskan lebih dari
$300 milliar untuk mengembangkan proyek perangkat lunak.
Sistem pada Cryptocurrency Bitcoin semestinya melakukan
perubahan sistem untuk mengembangkan sistemnya mengingat
bahwa:
1. Perubahan pada kebutuhan pengguna platform dan
kebutuhan bisnis
Platform cryptocurrency Bitcoin pada awalnya hanya
digunakan untuk menambang Bitcoin. Namun sebab kebu-
tuhan pengguna dan kebutuhan bisnis maka muncul platform
yang dibuat para pencinta dan pebisnis Cryptocurrency
Bitcoin.
2. Perubahan Teknologi
Perubahan teknologi yang sangat signifikan berdampak
terhadap pengguna teknologi ini . Zaman teknologi seka-
rang telah memungkinkan semua lapisan warga meng-
gunakan smartphone. Platform Cryptocurrency Bitcoin yang
awalnya berbasis website, perlu melakukan pengembangan
sistem dengan menyediakan platform yang dapat diakses
dengan smartphone Android maupun iOS. Platform yang
terdaftar di smartphone Android maupun iOS dapat
memudahkan pengguna platform dalam mengakses platform
Cryptocurrency Bitcoin di mana dan kapan saja.
3. Keunggulan kompetitif
Perusahaan platform Cryptocurrency Bitcoin berinves-
tasi besar dalam teknologi untuk meningkatkan kuantitas,
kualitas dan kecepatan informasi. Penyimpanan server
platform dapat dikembangkan menjadi lebih besar sehingga
mampu menampung lebih banyak data platform. Pembaha-
ruan platform Cryptocurrency Bitcoin yang berbasis website
statis menjadi website yang responsive sehingga kualitas
dalam menampilkan informasi platform menjadi lebih baik
dan lebih cepat untuk keunggulan kompetitif.
4. Umur platform dan kebutuhan pergantian
Platform Cryptocurrency Bitcoin yang sudah menua dan
sering mengalami pembaharuan harus perlu diganti sebab
platform yang sudah berumur bisa menghambat proses
transaksi. Platform yang sering mengalami pembaharuan
menjadi kurang stabil dan rawan akan peretasan oleh hacker.
Pengembangan sistem dan analisis sistem informasi
akuntansi Cryptocurrency Bitcoin akan lebih dijelaskan pada
subbab-subbab berikut.
A. Siklus Pengembangan SIA Cryptocurrency Bitcoin
Siklus hidup pengembangan SIA Cryptocurrency Bitcoin akan
melibatkan beberapa komponen dan proses yang diuraikan
dalam gambar berikut.
Gambar 10.1 menjelaskan tentang tahapan siklus hidup
dalam suatu pengembangan sistem yang terdiri dari:
1. Analisis Sistem
Tahapan pertama yang dilakukan dalam pengembangan
sistem ialah melakukan analisis sistem. Informasi yang
dibutuhkan untuk melakukan pembelian, modifikasi, atau
mengembangkan platform Cryptocurrency Bitcoin dievaluasi
dalam proses analisis sistem. Tahapan untuk melakukan
analisis sistem dapat dilakukan seorang analis dengan
pertimbangan:
a. Melakukan penyelidikan awal terkait platform
Cryptocurrency Bitcoin.
b. Melakukan survei platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Melakukan studi kelayakan sistem.
d. Menentukan kebutuhan informasi dan persyaratan pem-
bangunan platform Cryptocurrency Bitcoin.
e. Menyerahkan persyaratan platform Cryptocurrency
Bitcoin.
Laporan hasil analisis sistem platform Cryptocurrency
Bitcoin dipersiapkan dan dikirim kepada tim pengarah sistem
informasi.
2. Desain Konseptual
Perusahaan yang akan mengembangkan sistem plat-
form cryptocurrency Bitcoin harus memutuskan bagaimana
memenuhi kebutuhan pengguna platform. Tahapan ini dapat
dilakukan dengan:
a. Mengidentifikasi dan mengevaluasi alternatif desain
platform yang sesuai.
b. Melakukan pengembangan spesifikasi desain platform
Cryptocurrency Bitcoin.
c. Menyerahkan hasil desain konseptual kepada pengarah
sistem informasi.
3. Desain Fisik
saat tahapan desain fisik sedang dikerjakan,
perusahaan yang akan mengembangkan sistem platform
Cryptocurrency Bitcoin harus menerjemahkan syarat dari
desain konseptual platform yang telah dirancang. Tahapan
desain fisik untuk tugas pengembangan sistem platform ialah:
a. Mendesain output dari platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Mendesain database yang akan digunakan platform.
c. Mendesain input platform.
d. Mengembangkan atau membuat sistem untuk platform dan
prosedurnya.
e. Mendesain pengendalian dari platform yang dibuat.
f. Hasil desain fisik dikomunikasi kepada panitia pengarah
sistem informasi.
4. Implementasi dan Konversi
Aktivitas atau tahapan yang dilakukan secara bersa-
maan dan dalam tahapan ini perusahaan yang akan mengem-
bangan sistem platform cryptocurrency Bitcoin semestinya
melakukan:
a. Pengembangan rencana untuk implementasi desain
platform Cryptocurrency Bitcoin.
b. Pemasangan perangkan lunak dan perangkat keras
pendukung platform Cryptocurrency Bitcoin.
c. Persiapan komputer server untuk menyimpan platform
Cryptocurrency Bitcoin.
d. Konversi sistem lama ke sistem platform yang baru.
e. Pembuatan dokumentasi tentang penggunaan platform
atau pelatihan pengguna platform baik miner maupun
investor Bitcoin.
f. penyerahan platform Cryptocurrency Bitcoin kepada
pengarah sistem informasi, yang berarti tahapan
pengembangan platform telah selesai.
5. Operasi dan Pemeliharaan
Tahapan operasi dan pemeliharaan sistem baru
dilakukan untuk meninjau dan mengevaluasi sistem secara
berkala. Apabila ada ketidaksempurnaan dalam platform
Cryptocurrency Bitcoin yang telah dibangun, maka harus
dilakukan modifikasi platform. lalu menyerahkan
sistem platform yang terbaru kepada pengarah sistem
informasi apabila ada perbaikan atau modifikasi.
B. Tim Pemain SIA Cryptocurrency Bitcoin
Beberapa orang harus dilibatkan dalam tahapan yang akan
dilakukan dalam mengembangkan dan mengimplementasikan
suatu .
1. Managemen Perusahaan
Peran managemen pada pengembangan platform untuk
menekankan keterlibatan perusahaan dalam proses pengem-
bangan platform. Managemen perusahaan menentukan
persyaratan informasi untuk mengembangkan platform
Cryptocurrency Bitcoin. Pihak managemen membantu para
analis dalam menganalisis platform dan mengalokasikan dana
untuk kegiatan operasional pengembangan platform.
2. Pengguna
Para pengguna ialah miner, investor dan vendor Bitcoin
yang berperan untuk memberikan informasi mengenai
kebutuhan platform Cryptocurrency Bitcoin. Informasi yang
didapat akan digunakan untuk pengembangan platform
Cryptocurrency Bitcoin.
3. Panitia Pengarah Sistem Informasi
Merupakan managemen tertinggi yang merencanakan
dan mengawasi fungsi dari sistem informasi akuntansi
cryptocurrency Bitcoin. Panitia pengarah sistem bertugas
untuk menetapkan kebijakan SIA, dan mengintetegrasikan
aktivitas atau fitur pada platform Cryptocurrency Bitcoin.
4. Analis dan Programer Sistem
Analis sistem yaitu seorang yang membantu pengguna
dalam menentukan informasi yang dibutuhkan untuk
pengembangan platform Cryptocurrency Bitcoin, mempelajari
platform dan mendesain platform Cryptcurrency Bitcoin yang
baru. Programmer sistem ialah seorang yang menulis dan
menguji platform Cryptocurrency Bitcoin memakai
spesifikasi yang telah dikembangkan oleh analis sistem.
5. Tim Pemain Eksternal
Pemain eksternal terdiri dari vendor selaku pihak ketiga
dari platform dan pemain eksternal lain yaitu pihak BAPPEBTI
selaku pengawas platform Cryptocurrency Bitcoin. Pemain
eksternal sangat berperan penting dalam pengembangan
sistem seperti pihak eksternal platform Cryptocurrency
Bitcoin disyaratkan memakai layanan Secure Socket
Layer (SSL) untuk mengamankan situs platform.
C. Perencanaan Pengembangan SIA Cryptocurrency Bitcoin
Bagian ini berisi perencanaan yang akan dilakukan pada tahapan
siklus hidup pengembangan sistem pada gambar 10.1. Dua
rencana pengembangan sistem yang dibutuhkan ialah:
1. Rencana Pengembangan Proyek
Rencana pengembangan proyek disiapkan oleh tim
proyek, dalam hal ini meliputi analis dan programmer. Dalam
pengembangan SIA Cryptocurrency Bitcoin, rencana ini berisi:
a. Analisis biaya-manfaat dari pengembangan platform
Cryptocurrency Bitcoin.
b. Kebutuhan operasional seperti kebutuhan perangkat keras
atau perangkat lunak yang mendukung kegiatan pengem-
bangan platform.
c. Kebutuhan keuangan selama melaksanakan kegiatan
pengembangan sistem.
d. Daftar kegiatan yang dibutuhkan selama mengembangkan
patform cryptocurrency Bitcoin.
2. Rencana Induk
Suatu rencana induk disiapkan oleh panitia pengarah
sistem informasi. Dalam pengembangan SIA Cryptocurrency
Bitcoin, rencana induk dapat berupa:
a. Rencana tentang fitur apa saja yang tersedia pada platform
cryptocurrency Bitcoin yang akan dikembangkan.
b. Rencana tentang bagaimana platform Cryptocurrency
Bitcoin dikembangkan.
c. Perencanaan penunjukkan tim untuk mengembangkan
platform Cryptocurrency Bitcoin dan bagaimana caranya
untuk memperoleh personel-personel tim ini .
d. Prioritas dari pengembangan platform Cryptocurrency
Bitcoin, apakah berfokus pada keamanan, tampilan atau
bahkan kesempuraan fitur-fitur yang ada.
D. Analisis Kelayakan SIA Cryptocurrency Bitcoin
Analisis kelayakan atau studi kelayakan yaitu sebuah penye-
lidikan untuk menentukan apakah praktis untuk mengembang-
kan sistem atau platform. Dalam SIA Cryptocurrency Bitcoin,
studi kelayakan dapat dibagi menjadi lima aspek penting, yaitu
1. Kelayakan Ekonomi
Akankah platform Cryptocurrency Bitcoin dapat mendu-
kung waktu, uang dan tim proyek dalam pelaksanaan
pengembangan platform?
Misalnya struktur source code platform Cryptocurrency
Bitcoin yang tertata rapi sehingga pelaksanaan pengembang-
an platform menjadi lebih singkat dan hemat biaya.
2. Kelayakan Sistem
Menentukan apakah platform Cryptocurrency Bitcoin
dapat dikembangkan dengan teknologi yang ada misalnya
platform Cryptocurrency Bitcoin berbasis website dapat
dikembangkan menjadi teknologi platform berbasis Android?
3. Kelayakan Hukum
Apakah platform Cryptocurrency Bitcoin yang telah
dikembangkan akan tetap mematuhi peraturan hukum dan
BAPPEBTI?
Misalnya platform Cryptocurrency Bitcoin yang telah
dikembangkan tidak disalahgunakan untuk pencucian uang.
4. Kelayakan Penjadwalan
Menentukan apakah platform Cryptocurrency Bitcoin
yang akan dibangun dapat diimplementasikan pada jadwal
waktu yang telah disediakan. Misalnya pengembangan
platform Cryptocurrency Bitcoin dijadwalkan dalam tiga
bulan.
5. Kelayakan Operasional
Menentukan apakah perusahaan platform Crypto-
currency Bitcoin memiliki akses sebagai tim proyek yang
sedang mengembangankan platform. Misalnya menunjuk staff
perusahaan platform untuk ikut serta dalam pengembangan
platform Cryptocurrency Bitcoin.
E. Analisis SIA Cryptocurrency Bitcoin
Permintaan untuk pengembangan sistem selalu dibutuhkan
saat sebuah sistem sudah tidak mampu menangani kesalahan-
kesalahan yang terjadi atau sebab tuntutan perkembangan
teknologi. Sehingga dalam pengembangan sistem selalu
dibutuhkan proses analisis sistem.
Gambar 10.2. Langkah Analisis Sistem
berdasar gambar 10.2. yang menggambarkan urutan
langkah-langkah yang akan dilakukan dalam analisis sistem yang
terdiri dari:
1. Penyelidikan Awal
Dilakukan untuk menyaring permintaan akan pengem-
bangan SIA Cryptocurrency Bitcoin. Fase ini dilakukan dengan
cara:
a. Menyelidiki setiap aktivitas pengembangan platform
Cryptocurrency Bitcoin yang terjadi.
b. Merancang permulaan untuk menilai kelayakan platform
Cryptocurrency Bitcoin.
2. Survei Sistem
Survei sistem dilakukan dengan cara mempelajari
platform Cryptocurrency Bitcoin untuk mendapatkan pema-
haman yang jelas mengenai SIA Cryptocurrency Bitcoin
bekerja.
3. Studi Kel

















