virus-virus yang dirancang dariawal. 

 

Dampak Negatif Virus 

Banyak efek samping yang dapat diakibatkan oleh virus, efek samping ini 

dapat mempengaruhi program maupun sistem komputer. Beberapa keluhan 

yang umum terjadi akibat infeksi virus komputer antara lain yaitu :   

1. Memory harddisk yang tiba-tiba menjadi sangat penuh 

2. File atau program yang corrupt 

3. File tiba-tiba hilang atau hidden 

4. Sistem mudah restart dan mati dengan sendirinya 

5. Muncul beberapa file atau program baru di komputer tanpa diinstal 

 

Pencegahan Virus 

1. Install pembaruan komputer dan anti virus 

2. Berhati-hati saat download atau memakai  public Wi-Fi 

3. Scanning anti virus terhadap portable device 

4. Backup data secara berkala 

 

7.2.6. Worm 

Worm yaitu  Program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-

kopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba, 

worm diaktifkan untuk mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya 

propagasi, worm biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan. 

a. Network worm memakai  hubungan jaringan untuk menyebar dari 

sistem ke sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat 

39 

 

berlaku seperti virus atau bacteria, atau menempelkan program trojan 

horse atau melakukan sejumlah aksi menjengkelkan atau 

menghancurkan. 

b. Untuk mereplikasi dirinya, network worm memakai  suatu layanan 

jaringan, seperti : Fasilitas surat elektronik (electronic mail facility), yaitu 

worm mengirimkan kopian dirinya kesistem-sistem lain. 

c. Kemampuan eksekusi jarak jauh (remote execution capability), yaitu 

worm mengeksekusi kopian dirinya di sistem lain. 

d. Kemampuan login jarak jauh (remote login capability), yaitu worm log 

pada sistem jauh sebagai pemakai dan kemudian memakai  

perintah untuk mengkopi dirinya dari satu sistem ke sistem lain. Kopian 

program worm yang baru kemudian dijalankan di sistem jauh dan 

melakukan fungsi-fungsi lain yang dilakukan di sistem itu, worm terus 

menyebar dengan cara yang sama. 

e. Network worm mempunyai ciri-ciri yang sama dengan virus komputer, 

yaitu mempunyai fase-fase sama, yaitu : Dormant phase, Propagation 

phase, Trigerring phase, Execution phase. 

f. Network worm juga berusaha menentukan apakah sistem sebelumnya 

telah diinfeksi sebelum mengirim kopian dirinya ke sistem itu. 

 

7.3 Antivirus 

Solusi ideal terhadap ancaman virus yaitu  pencegahan. Jaringan 

diijinkan virus masuk ke sistem. Sasaran ini, tak mungkin dilaksanakan 

sepenuhnya. Pencegahan dapat mereduksi sejumlah serangan virus. 

Setelah pencegahan terhadap masuknya virus, maka pendekatan berikutnya 

yang dapat dilakukan yaitu  : 

1. Deteksi.  

Begitu infeksi telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang telah 

terjadi dan cari lokasi virus. 

2. Identifikasi. 

Begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang menginfeksi 

program. 

3. Penghilangan. 

Begitu virus dapat diidentifikasi maka hilangkan semua jejak virus dari 

program yang terinfeksi dan program dikembalikan ke semua (sebelum 

terinfeksi). Jika deteksi virus sukses dilakukan, tapi identifikasi atau 

penghilangan jejak tidak dapat dilakukan, maka alternatif yang 

dilakukan yaitu  menghapus program yang terinfeksi dan kopi kembali 

backup program yang masih bersih. 

 

Perkembangan program antivirus dapat diperiode menjadi empat generasi, 

yaitu : 

1. Generasi pertama : sekedar scanner sederhana. Antivirus menscan 

program untuk menemukan penanda (signature) virus. Walaupun virus 

mungkin berisi karakter-karakter varian, tapi secara esensi mempunyai 

struktur dan pola bit yang sama di semua kopiannya. Teknis ini terbatas 

untuk deteksi virus-virus yang telah dikenal. Tipe lain antivirus generasi 

pertama yaitu  mengelola rekaman panjang (ukuran) program dan 

memeriksa perubahan panjangprogram. 


 

 

2. Generasi Kedua : scanner yang pintar (heuristic scanner). Antivirus 

menscan tidak bergantung pada penanda spesifik. Antivirus 

memakai  aturan-aturan pintar (heuristic rules) untuk mencari 

kemungkinan infeksi virus.Teknik yang dipakai misalnya mencari 

fragmen- fragmen kode yang sering merupakan bagian virus. 

Contohnya, antivirus mencari awal loop enkripsi yang digunakan 

polymorphic virus dan menemukan kunci enkripsi. Begitu kunci 

ditemukan, antivirus dapat mendeskripsi virus untuk identifikasi dan 

kemudian menghilangkan infeksi virus. Teknik ini yaitu  

pemeriksanaan integritas. Checksum dapat ditambahkan di tiap 

program. Jika virus menginfeksi program tanpa mengubah checksum, 

maka pemeriksaan integritas akan menemukan perubahan itu. Untuk 

menanggulangi virus canggih yang mampu mengubah checksum saat 

menginfeksi program, fungsi hash terenkripsi digunakan. Kunci enkripsi 

disimpan secara terpisah dari program sehingga program tidak dapat 

menghasilkan kode hash baru dan mengenkripsinya. Dengan 

memakai  fungsi hash bukan checksum sederhana maka 

mencegah virus menyesuaikan program yang menghasilkan kode hash 

yang sama sepertisebelumnya. 

 

3. Generasi ketiga : jebakan-jebakan aktivitas (activity trap). Program 

antivirus merupakan program yang menetap di memori (memory 

resident program). Program ini mengidentifikasi virus melalui aksi- 

aksinya bukan dari struktur program yang diinfeksi. Dengan antivirus 

semacam in tak perlu mengembangkan penanda-penanda dan aturan-

aturan pintar untuk beragam virus yang sangat banyak. Dengan cara ini 

yang diperlukan yaitu  mengidentifikasi kumpulan instruksi yang 

berjumlah sedikit yang mengidentifikasi adanya usaha infeksi. Kalau 

muncul kejadian ini, program antivirus segeramengintervensi. 

 

4. Generasi keempat :proteksi penuh (full featured protection). Antivirus 

generasi ini memakai  beragam teknik antivirus secara bersamaan. 

Teknik-teknik ini meliputi scanning dan jebakan-jebakan aktivitas. 

Antivirus juga mempunyai senarai kapabilitas pengaksesan yang 

membatasi kemampuan virus memasuki sistem dan membatasi 

kemampuan virus memodifikasi file untuk menginfeksi file. Pertempuran 

antara penulis virus dan pembuat antivirus masih berlanjut. Walau 

beragam strategi lebih lengkap telah dibuat untuk menanggulangi virus, 

penulis virus pun masih berlanjut menulis virus yang dapat melewati 

barikade-barikade yang dibuat penulis antivirus. Untuk pengaman 

sistem komputer, sebaiknya pengaksesandan pemakaian komputer 

diawasi dengan seksama sehingga tidak menjalankan program atau 

memakai disk yang belum terjamin kebersihannya dari infeksi virus. 

Pencegahan terbaik terhadap ancaman virus yaitu  mencegah virus 

memasuki sistem disaat yangpertama.




PENJAGAAN PADA KEAMANAN KOMPUTER 

 

 

8.1 Keamanan Komputer Secara Fisik 

Sistem keamanan komputer merupakan sebuah upaya yang dilakukan 

untuk mengamankan kinerja, fungsi atau proses komputer. sistem keamanan 

komputer juga berguna untuk menjaga komputer dari para hacker (penjahat 

dunia maya). Tetapi layaknya seperti gembok kunci dalam rumah yang 

menjaga rumah dari parah maling untuk masuk. Tetapi sebaik apapun sistem 

keamanan rumah anda pasti ada cara untuk masuk kedalam rumah anda. Dan 

mengapa dibutuhkannya sistem keamanan komputer sebab  meningkatnya 

perkembangan teknologi dalam jaringan. 

Fungsi sistem keamanan komputer yaitu  untuk menjaga sumer daya 

sistem agar tidak digunakan, modfikasi, interupsi, dan diganggu oleh orang 

lain. Keamanan bisa diindentifikasikan dalam masalah teknis, manajerial, 

legalitas, dan politis. 

 

8.2 Sisi Lingkungan 

8.2.1 Manusia 

Hal yang perlu diwaspadai yaitu  : 

a. Mencuri perangkat keras(hardware) 

b. Mencuri data, menyadap, melihat, dan mengubah data data penting 

didalam sistem 

c. Mengcopy data 

d. Merusak sistem dan mengakibatkan sebagian atau keseluruhan sistem 

tidak berfungsi 

e. Menggangu sebagian atau seluruh sistem  

 

Penanggulangan 

a. Dengan membuat area yang terbatas, terutama area ruang server 

b. Melindungi sebagian peralatan kompter dengan kerangka besi untuk 

mencegah tindak pencurian. 

c. Mengunci ruangan dengan sistem password atau biometric untuk 

meningkatkan keamanan. 

 

8.2.2 Binatang 

Beberapa jenis binatang yang perlu diwaspadai : 

a. Tikus : mengerat, sarang, urine, kotoran,  

 bangkai. 

b. Cicak  : mengerat, telur, urine, kotoran, 

 bangkai. 

c. Laba-Laba : sarang, telur, urine, kotoran,  

 bangkai. 

d. Rayap  : mengerat, sarang, urine, kotoran,  

 bangkai. 

e. Ngengat : telur, urine, kotoran, bangkai. 

f. Semut  : sarang, , urine, kotoran, bangkai. 

g. Lalat  : urine, kotoran, bangkai. 

43 

 

h. Tawon  : sarang, telur, urine, kotoran,  

 bangkai. 

i. Nyamuk : urine, kotoran, bangkai. 

 

Yang berbahaya dari binatang yaitu  :  

1. Keratan, urine, kotoran, bangkai, sarang. 

2. Yang paling berbahaya yaitu urine, sebab  mengandung zat zat yang 

bersifat asam. Urine dapat melarutkan materi materi bersifat logam yang 

tidak tahan asam, misalnya tembaga(Cu), Besi(Fe), Emas(Au). 

3. Bahan yang tidak dapat digunakan pada motherboard yaitu  tembaga, 

emas, sehingga dapat ikut larut bila terkena zat zat yang bersifat asam. 

 

Penanggulangan : 

1. Menjaga kebersihan computer. 

2. Menghalangi jalan masuk ke dalam memakai  kasa. 

3. Membunuh atau menangkap serangga dengan alat. 

4. Jangan memakai  kapur barus, sebab  kapur barus akan menyublim 

pada udara bebas. Gas yang dihasilkan dapat menempel ke benda lain 

dan mengkristal, misal nya pada permukaan head baca tulis, sehingga 

akan menganggu proses baca tulis. 

 

8.2.3 Tumbuhan 

Ada tiga jenis tumbuhan  yang perlu diwaspadai, yaitu: 

a. Jamur 

b. Lumut 

c. Ganggang biru 

 

Ketiga tumbuhan ini  dapat tumbuh pada lingkungan dengan kelembapan 

yang tinggi. 

 

Penanggulangan : 

1. Gunakan air conditioner(AC) untuk ruang kerja atau rang server. 

2. Gunakan silica gel untuk tempat penyimpanan. 

 

Fungsi dari silica gel yaitu  : 

a. Silica gel mencegah terbentuknya kelembapan yang berlebihan sebelum 

terjadi. Silica merupakan produk yang aman digunakan untuk menjaga 

kelembapan makanan, obat-obatan, bahan sensitif, elektronik dan  film 

sekalipun. 

b. Produk ini sering ditemukan dalam kotak paket dan pengiriman film, 

kamera, teropong, alat-alat komputer, sepatu kulit, pakaian, makanan, 

obat-obatan, dan peralatan peralatan lainnya. 

c. Produk anti lembap ini menyerap lembap tanpa merubah kondisi zatnya. 

Silica yaitu  substansi-substansi yang digunakan untuk menyerap 

kelembapan dan cairan partikel dari ruang yang berudara/bersuhu. Silica 

juga menahan kerusakan pada barang-barang yang mau di simpan. 

d. Produk penyerap kelembaban ini juga berfungsi untuk mencegah 

terjadinya pembentukan karat pada logam, mencegah resiko hubungan 

44 

 

arus pendek listrik mikro, serta mencegah reaksi oksidasi dan 

dekomposisi bahan kimia  akibat tingginya kelembaban udara. 

 

8.2.4 Cuaca 

8.2.4.1 Kelembaban 

Kelembapan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. 

Kelembaban udara yaitu  tingkat kebasahan udara sebab  dalam udara air 

selalu terkandung dalam bentuk uap air. Kandungan uap air dalam udara 

hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Kalau 

udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan 

udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu. Uap air berubah menjadi 

titik-titik air. Udara yan mengandung uap air sebanyak yang dapat 

dikandungnya disebut udara jenuh. Kelembaban diukur dengan Hygrometer. 

Udara yang terlalu lembab dapat menyebabkan tumbuh nya jamur,lumut, dan 

ganggang biru. 

 

Penanggulangan : 

1. Gunakan air conditioner(AC) untuk ruang kerja atau rang server. 

2. Gunakan silica gel untuk tempat penyimpanan. 

 

8.2.4.2 Angin 

Angin yaitu  aliran udara dalam jumlah yang besar diakibatkan 

oleh rotasi bumi dan juga sebab  adanya perbedaan tekanan udara di 

sekitarnya. Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan 

udara rendah.jika  dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai 

menjadi lebih ringan sehingga naik. jika  hal ini terjadi, tekanan udara turun 

kerena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat 

yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun 

ke tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali. Aliran 

naiknya udara panas dan turunnya udara dingin ini dinamanakan konveksi. 

Angin juga dapat membawa debu-debu dan materi-materi kecil, yang 

membuat kabel komunikasi bergetar sehingga mengganggu pengiriman data. 

 

Penanggulangan :  

1. Bersihkan computer secara berkala. 

2. Jauhkan dari tempat yang berdebu. 

 

8.2.4.3 Debu 

pemicu  utama PC dan laptop tidak bekerja secara maksimal yaitu  

sebab  debu atau kotoran yang terlalu menumpuk didalam komponen 

hardware. Debu dan Kotoran yang menempel pada berbagai komponen 

komputer dan laptop, seperti Fan Processor, Fan Casing, Fan VGA, hingga 

Fan Power Supply dapat mengakibatkan performa kipas melambat dan akan 

berdampak pada suhu gadget serta performa laptop dan computer. 

Selain itu debu yang lembab bersifat konduktor atau dapat menghantarkan 

listrik yang dapat menyebabkan hubungan arus pendek listrik dan apa bila 

debut menempel pada head baca tulis, permukaan disket,pita magneteic 

ataupun cd rom dapat  mengganggu proses baca tulis. 

45 

 

 

Penanggulangan :  

1. Jaga kebersihan ruangan 

2. Gunakan penghisap debu untuk membersihkan ruangan 

3. Bersihkan komputer secara berkala 

4. Simpan media penyimpanan pada tempat yang tertutup 

5. Setelah selesai bekerja dengan komputer, tutuplah komputer dengan 

penutup khusus agar debu tidak dapat masuk. 

 

8.2.4.4 Mendung 

Menyebabkan tempratur suhu komputer meningkat 

 

Penanggulangan :  

1. Gunakan air conditioner untuk menjaga suhu runagan. 

 

8.2.4.5 Hujan 

Hujan dapat meyebabkan kelembabpan udara meningkat. Dan jika 

kelembapan udara meningkat maka dapat menyebabkan tumbuh nya 

jamur,lumut, dan ganggang biru. 

 

Penanggulangan :  

1. Gunakan air conditioner untuk menjaga suhu runagan. 

 

8.2.4.6 Petir 

Salah satu gangguan alam yang sering terjadi yaitu  sambaran petir. 

Mengingat letak geografis Indonesia yang di lalui garis khatulistiwa 

menyebabkan Indonesia beriklim tropis, akibatnya Indonesia memiliki hari 

guruh rata-rata per tahun sangat tinggi. Dengan demikian seluruh bangunan di 

Indonesia memiliki resiko lebih besar mengalami kerusakan akibat 

terkena sambaran petir. Kerusakan yang di timbulkan dapat membahayakan 

peralatan perangkat keras serta manusia yang berada di dalam bangunan 

ini . 

 

Penanggulangan :  

1. Gunakan penangkal petir yang baik. 

2. Arde (ground) yang benar, ditanam sampai ke air tanah. 

3. Hindari pemasangan kabel dari logam di udara. 

4. Gunakan ups dengan anti petir 

5. Cabut kabel power saat hujan 

6. Cabut kabel internet 

 

8.2.5 Iklim 

Yang perlu diwaspadai yaitu  daerah yang memiliki empat musim, sebab  

perbedaan suhu antara siang dan malam sangat tinggi. Pada suhu panas, 

material akan memuai dan pada suhu dingin material akan menyusut. 

Pemuaian dan penyusutan ini dapat merusak komponen komputer. 

 

Penanggulangan :  

46 

 

1. Gunakan air conditioner (AC) untuk mengatur suhu ruangan. 

 

8.2.6 Bencana Alam 

Bencana alam yaitu  bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau 

serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa 

bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah 

longsor. 

 

Penanggulangan :  

1. Buat bangunan tahan gempa bumi. 

2. Jangan letakan komputer pada dasar lantai untuk menghindari banjir. 

3. Siapkan alat pemadam kebakaran seperti nozzle jet atau hydrant valve. 

 

8.3 Sisi Fisika dan Kimia 

Ada lima hal yang termasuk gangguan dari sisi fisik dan kimia yaitu : 

8.3.1 Panas 

Panas dapat terjadi dari dalam komputer, ruangan dan luar ruangan. 

Panas dari dalam komputer disebabkan sebab  komponen elektronik dialiri 

arus listrik. Selain itu ada beberapa pennyebab komputer menjadi panas yaitu 

1. Overclocking 

Overclocking merupakan penambahan kecepatan CPU (clock). Misalnya 

CPU dengan kecepatan standar 2.2 GHz, dilakukan overclocking hingga 

4.4 GHz. Overclocking dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan 

kecepatan CPU, terutama untuk kepentingan khusus, seperti gaming, 

desain, dan lainnya. Overclocking akan sangat mempengaruhi suhu dari 

CPU. CPU akan dipaksa bekerja lebih keras, yang tentu saja akan 

menyebabakan CPu menjadi bertambah panas. 

 

2. pemakaian  pc 24 jam non stop 

pemakaian  24 jam non stop ini bukan berada dalam posisi idle atau 

stanby saja, melainkan 24 jam non stop dengan aplikasi berat yang 

berjalan, seperti pemutar music, video ataupun game. Hal ini akan sangat 

berbahaya dan dapat menyebabkan CPU menjadi panas. 

 

3. Menjalankan software dengan kebutuhan ram dan cpu yang tinggi. 

Hal ini disebabkan sebab  aplikasi dan software ini  membutuhkan 

spesifikasi tinggi, sehingga ketika aplikasi ini  dijalankan, akan 

menyebabkan CPU mengalami panas, bahkan bisa saja mengalami 

panas berlebih. 

 

4. Thermal paste mengering 

Komputer yangsudah berusia lebih dari 2 tahun, akan mengalami gejala 

thermal paste yang mengering. Thermal paste yang mengering ini 

membuat proses penyerapan suhu panas menjadi tidak optimal, 

sehingga CPU akan menjadi lebih muda mengalami panas.  

 

5. Heatsink tidak sesuai spesifikasi 

Gunakan heatsink yang sesuai dengan spesifikasi dari cpu, ganti 

heatsink standar dengan heatsink yang lebih baik. Jika ingin mendapat 

kan suhu yang benar benar normal bisa memakai  custom water 

47 

 

cooling. Dan panas dari ruangan bisa disebabkan sebab  alat pemanas, 

seperti pemanas air, kompor yang berada disekitar komputer. Dari luar 

ruangan lebih disebabkan dari panas matahari. 

 

Penanggulangan :  

1. Gunakan kipas angin (fan) atau heat sink pada komponen yang mudah 

panas. 

2. Gunakan kaca film atau Gordeyn, untuk menghindari masuknya sinar 

matahari. 

3. Gunakan AC untuk mengatur suhu udara ruangan. 

4. Gunakan water cooling jika diperlukan. 

 

8.3.2 Listrik 

Ketika tengah memakai  komputer dan tiba-tiba saja listrik mati, hal ini 

akan menimbulkan loncatan listrik (power surge) yang cukup tinggi. Loncatan 

listrik dalam jumlah yang besar dan seketika inilah yang berpotensi merusak 

Hard Disk komputer Anda sebab  Hard Disk membutuhkan waktu untuk 

mengatur kembali posisi head di dalamnya dari posisi bekerja ke posisi diam.

  

Hal yang lebih membahayakan lagi yaitu  ketika listrik padam lalu dalam 

sekejap sudah menyala kembali. Kejadian ini akan menimbulkan lonjakan 

listrik yang cukup besar pula sebab  arus listrik ‘menyerbu’ masuk. Terjadinya 

lonjakan listrik ini  dapat membakar komponen power supply (terutama 

kondensator) sebab  proses ON / OFF yang mendadak, dan bahkan bisa 

merambat ke bagian Motherboard komputer. 

 

Penanggulangan :  

1. Gunakan UPS untuk cadangan daya 

2. Gunakan stabilizer untuk menstabilkan voltase 

 

8.3.3 Magnet 

Selama hard disk masih memakai komponen mekanik, maka hard disk 

akan tetap rentan terhadap gerakan paksa. Sebuah magnet dapat secara 

paksa menarik komponen mekanik dalam hard disk. Hal ini  dapat merusak 

sistem kerja hard disk ini . Tidak hanya itu, platter yang ada di dalam 

hard disk pun bisa rusak sebab  adanya medan magnet. 

 

Penanggulangan :  

1. Jauhkan dari magnet 

 

8.3.4 Suara 

Suara yaitu  bunyi yang dapat didengar, yang memiliki gelombang 

tertentu. suara juga yaitu  pemampatan mekanis atau gelombang longitudinal 

yang merambat melalui medium. Medium atau zat perantara ini dapat berupa 

zat cair, padat, gas. Jadi, gelombang bunyi dapat merambat misalnya di 

dalam air, batu bara, atau udara. Getaran suara juga dapat mempengaruhi 

perangkat keras komputer yaitu head dari hardisk komputer. 

 

Penanggulangan :  

48 

 

1. Jauhkan dari sumber bunyi yang kuat 

2. Gunakan SSD 

 

8.3.5 Kimia 

Batu baterai bekas merupakan salah satu limbah B3 sebab  mengandung 

berbagai logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan 

lithium yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. sebab  

mengandung bahan logam berat, sampah batu baterai dianjurkan untuk tidak 

dibuang di tempat pembuangan sampah umum sebab  akan mencemari 

tanah, air tanah, danau dan sungai. 

Kebocoran baterai pada komputer juga dapat menyebabkan kerusakan 

pada komponen perangkat keras komputer salah satu nya yaitu  

motherboard.  

 

 

Penanggulangan :  

1. Lakukan pengecekan secara berkala 

2. Selalu pastikan komponen dalam keadaan baik 

 

8.4 Sisi Perangkat Keras 

Perangkat keras komputer yaitu  semua bagian fisik komputer, dan 

dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di 

dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang 

menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya. 

Firmware merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik 

komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum. 

 

Perangkat keras komputer dibagi menjai 3 kategori yaitu : 

1. Militer(-400 s/d 1200C) - digunakan oleh pemerintahan 

2. Industri (normal s/d 900 s/d 1000C) - komputer bermerek 

3. Jangkrik(normal s/d 600 s/d 700C) - komputer rakitan 

 

8.5 Sisi Manajemen 

8.5.1 Pemberian Hak Otoritas 

Keamanan informasi dapat tercapai dengan menerapkan berbagai upaya 

yang juga harus didukung dengan berbagai kebijakan dan prosedur 

manajemen. Hal ini dimaksudkan sebab  semua pihak terlibat baik secara 

langsung maupun tidak langsung dalam hal penyediaan, pemyimpanan, 

pemanfaatan, dan penyebaran informasi. Salah satu cara yang paling umum 

digunakan dalam hal pengamanan informasi yaitu  dengan memberikan 

batasan akses informasi melalui mekanisme “access control” yang dikenal 

dengan istilah “password”. Masing-masing personel yang terkait dalam 

pembuatan atau pengolahan laporan keuangan hendaknya diberikan batasan 

hak akses sesuai dengan tugasnya serta memiliki password tersendiri. 

Dengan adanya otoritas password dan batasan akses ini  maka 

dapat meminimalkan resiko terjadinya penyalahgunaan hak akses dan 

pembajakan. sebab  itu user yang terkait harus terlebih dahulu memahami 

kebijakan password dan mengetahui seperti apa password yang baik dan 


 

kuat, sebab  password digunakan untuk mengamankan informasi di 

perusahaan. 

 

8.5.2 Pemberian Kata Sandi 

Setiap user atau account harus diberikan kata sandi atau password yang 

berbeda dan harus unik. pemakaian  password dapat dikatakan efektir 

jika  : 

1. Terdiri dari 6-8 karakter yang digabungkan dengan angka,symbol, atau 

huruf besar dan kecil. 

2. Tidak memiliki makna sehingga sulit ditebak. 

3. Hindari pemakaian  urutan abjad, misal abcde, 12345. 

4. Hindari pemakaian  username ketika login. 

5. Buat password yang mudah di ingat namun sulit ditebak. 

6. Gunakan keamanan biometric untuk mengisi user dan password secara 

otomatis. 

 

Kelemahan sistem password manual yaitu  : 

1. Seringkali pengetikan password dilakukan dengan mengetik keyboard. 

2. Security lemah. 

3. Mudah disadap orang lain. 

4. Mudah dilihat apa yang diketik pada keyboard. 

 

Solusinya yaitu  :  

1. Gunakan keamanan biometric untuk mengisi password secara otomatis. 

2. Ganti sistem keamanan password dengan yang lain. 

 

8.5.3 pemakaian  Password 

8.5.3.1 Sinyal suara 

Pengenalan dalam istilah bahasa Inggrisnya, automatic speech 

recognition (ASR) yaitu  suatu pengembangan teknik dan sistem yang 

memungkinkan komputer untuk menerima masukan berupa kata yang 

diucapkan. Teknologi ini memungkinkan suatu perangkat untuk mengenali dan 

memahami kata-kata yang diucapkan dengan cara digitalisasi kata dan 

mencocokkan sinyal digital ini  dengan suatu pola tertentu yang 

tersimpan dalam suatu perangkat. Kata-kata yang diucapkan diubah 

bentuknya menjadi sinyal digital dengan cara mengubah gelombang suara 

menjadi sekumpulan angka yang kemudian disesuaikan dengan kode-kode 

tertentu untuk mengidentifikasikan kata-kata ini . Hasil dari identifikasi 

kata yang diucapkan dapat ditampilkan dalam bentuk tulisan atau dapat 

dibaca oleh perangkat teknologi sebagai sebuah komando untuk melakukan 

suatu pekerjaan, misalnya penekanan tombol pada telepon genggam yang 

dilakukan secara otomatis dengan komando suara. 

 

Cara kerja :  

1. Pertama suara kita akan direkam terlebih dahulu. 

2. Kemudian suara yang telah direkam disimpan kedalam komputer. 

3. Tahap selanjut nya yaitu  tahap pencocokan suara dengan data suara 

pada pola. 

4. Tahap terkahir yaitu  validasi identias pengguna 

50 

 

 

8.5.3.2 Sidik jari / telapak tangan 

Fingerprint yaitu  sebuah alat elektronik yang menerapkan sensor 

scanning untuk mengetahui sidik jari seseorang untuk keperluan verifikasi 

identitas. Sebelum sensor fingerprint ditemukan, dulu sebuah data hanya di 

amankan dengan memakai  password atau ID dan ada juga yang 

memakai  pola namun metode ini  ditinggalkan sebab  kurang 

personal. 

 

Cara kerja :  

Secara sederhana fingerprint bekerja dengan “merekam” sidik jari seseorang, 

lalu menyimpan pola khasnya. Identifikasi dilakukan dengan mencocokkan 

data yang telah tersimpan ini . Jika dinyatakan sama, akses otomatis 

terbuka. 

 

8.5.3.3 Retina mata 

Pemindaian retina yaitu  teknik biometrik yang memakai  pola unik 

pada pembuluh darah retina seseorang. Tidak perlu bingung dengan teknologi 

berbasis mata lainnya: pengenalan iris , yang biasa disebut "pemindaian iris", 

dan verifikasi pembuluh darah mata yang memakai  pembuluh darah 

skleral. 

 

 

Cara kerja :  

1. Pertama retina kita akan direkam terlebih dahulu. 

2. Kemudian pola yang telah direkam disimpan kedalam komputer. 

3. Tahap selanjut nya yaitu  tahap pencocokan pola dengan data pada 

pola. 

4. Tahap terkahir yaitu  validasi identias pengguna. 

 

8.5.3.4 Wajah 

Sistem pengenalan wajah yaitu  teknologi yang mampu mengidentifikasi 

atau memverifikasi seseorang dari gambar digital atau bingkai video dari 

sumber video. 

 

Cara kerja :  

1. Wajah akan direkam terlebih dahulu 

2. Diproses dan hasil nya disimpan 

 

8.5.3.5 Tanda tangan 

sistem pemindaian tanda tangan ini cara kerja nya mirip dengan fingerprint 

sensor dimana data pola telapak tangan akan direkam terlebih dahulu 

kemudian hasil dari perekaman ini disimpan. 

 

8.5.3.6 Kartu magnetic 

Kartu strip magnetik yaitu  jenis kartu yang mampu menyimpan 

data dengan memodifikasi magnet partikel magnetik berbasis besi kecil pada 

pita materi magnetik pada kartu. Strip magnetik, kadang-kadang disebut kartu 

51 

 

gesek atau magstripe , dibaca dengan menggesekkan kepala membaca 

magnetik . Kartu strip magnetik umumnya digunakan dalam kartu kredit , kartu 

identitas , dan tiket transportasi.  Dapat berisi tag RFID , perangkat 

transponder atau microchip yang kebanyakan digunakan untuk kontrol 

akses tempat bisnis atau pembayaran elektronik. 

Rekaman magnetik pada pita baja dan kawat diciptakan di Denmark sekitar 

tahun 1900 untuk merekam audio. Pada 1950-an, rekaman magnetik data 

komputer digital pada pita plastik yang dilapisi dengan oksida besi diciptakan. 

Pada tahun 1960, IBM memakai  ide pita magnetik untuk 

mengembangkan cara yang dapat diandalkan untuk mengamankan strip 

magnetik ke kartu plastik, Berdasarkan kontrak dengan pemerintah AS untuk 

sistem keamanan. Sejumlah standar Organisasi Internasional untuk 

Standardisasi, ISO / IEC 7810 , ISO / IEC 7811 , ISO / IEC 7812 , ISO / IEC 

7813 , ISO 8583 , dan ISO / IEC 4909 , sekarang menentukan sifat fisik kartu, 

termasuk ukuran, fleksibilitas, lokasi magstripe, karakteristik magnetik, dan 

format data. Mereka juga memberikan standar untuk kartu keuangan, 

termasuk alokasi rentang nomor kartu untuk lembaga penerbit kartu yang 

berbeda. (Kartu Strip Magnetik 2020) 

 

 

 

 

Cara kerja : 

Cara kerja magnetic stripe pada kartu magnetik sama dengan pita magnetik 

pada kaset. Mesin pembaca akan membaca data secara berurutan secara 

satu per satu dari awal hingga akhir. 

 

8.5.3.7 Barcode 

Barcode yaitu  kode-kode untuk angka dan huruf yang terdiri dari 

kombinasi bar (garis) dengan berbagai jarak. Hal ini merupakan salah satu 

cara untuk memasukkan data ke dalam komputer. 

Dalam barcode tidak berisi data deskriptif dari suatu barang, tetapi hanya 

enkripsi dari sejumlah digit angka. Ketika angka ini  di scan oleh cashier 

maka kode ini  secara otomatis akan langsung terhubung ke data 

barang. Hasil barcode scanner ini  berisikan data-data dari berbagai 

produk seperti nama vendor, nama produk, harga dan data pendukung lain. 

 

Cara kerja : 

1. Seperangkat Barcode scanner terdiri dari scanner, decoder dan kabel 

yang menyambungkan decoder dengan komputer. Barcode scanner 

ini  memindai symbol, menangkap dan merubah kode bar menjadi 

data elektrik lalu mengirimkannya ke komputer  dengan format data yang 

sederhana. 

 

8.5.3.8 Kartu chip 

Teknologi kartu chip sudah banyak digunakan di Eropa dan Asia dan telah 

terbukti sangat efektif dalam mengurangi penipuan. sebab  banyak negara 

beralih ke teknologi chip dan PIN, pemegang kartu yang bepergian ke luar 

negeri harus sadar bahwa jika kartu mereka telah dikonfigurasi sebagai kartu 

52 

 

pilihan PIN oleh penerbit mereka, mereka mungkin perlu memakai  PIN 

ini  untuk memverifikasi transaksi kartu chip mereka. 

Kartu chip biasa nya digunaan sebgai ATM bank, atau kartu telepon. 

 

8.5.3.9 Micro chip 

Penanaman chip mikro manusia yaitu  sebuah perangkat identifikasi 

sirkuit terintegrasi atau transporder RFID yang terbuat dari kaca dan diimplan 

dalam tubuh manusia microchip dapat menyimpan data identitas manusia dan 

recana nya akan ditaman ke tubuh manusia. 




 

KEAMANAN SISTEM OPERASI KOMPUTER 

 

 

9.1 Access Control 

Kontrol akses yaitu  suatu proses dimana user diberikan akses dan hak 

untuk melihat sistem, sumber atau informasi. Untuk keamanan komputer, 

access control meliputi otorisasi, otentikasi, dan audit dari suatu kesatuan 

untuk memperoleh akses. Access control memiliki subjek dan objek. User 

(manusia), yaitu  subjek yang mencoba untuk mendapatkan akses dari objek, 

Software. Dalam sistem komputer, daftar access control berisi perizinan dan 

data kemana user memberikan izin ini . Data yang telah memiliki izin 

hanya dapat dilihat oleh beberapa orang dan ini tentunya sudah dikontrol oleh 

access control. Hal ini memungkinkan administrator untuk mengamankan 

informasi dan mengatur hak atas informasi apa saja yang boleh diakses, siapa 

yang bisa mengakses informasi ini , dan kapan informasi ini  bisa 

diakses. (Prameswari 2018) 

Kontrol akses mendukung baik kerahasiaan dan integritas dari sebuah 

sistem yang aman. Kerahasiaan melindungi informasi dari orang yang tidak 

berhak.14 

Mekanisme kontrol akses akan melakukan pengecekan hak dari pengguna, 

berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Access control, yaitu berkaitan 

dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. User harus 

memakai  password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.4 

 

Tantangan dalam Access Control, yaitu : 

1. Berbagai macam tipe user membutuhkan level akses yang berbeda 

2. Berbagai macam sumber memiliki klasifikasi level yang berbeda 

3. Bermacam-macam data identitas harus disimpan di tipe user berbeda 

4. Lingkungan perusahaan berubah secara kontinuitas 

 

Tipe – tipe Access Control, yaitu : 

1. Preventative : Menghindari munculnya hal- 

 hal yang tidak diinginkan 

2. Detective : Mengidentifikasi kejadian tidak  

 diinginkan yang sudah muncul 

3. Corrective : Membenahi kejadian tidak  

 diinginkan yang sudah muncul 

4. Deterrent : Menghalangi pelanggaran 

 keamanan 

5. Recovery : Mengembalikan sumber dan  

 kemampuan 

6. Compensative : Menyediakan alternatif ke  

 kontrol lainnya 

 

 

Implementasi : 

• Administrative Control : Policies,Prosedur,Security awareness\training 

supervisi dll 

54 

 

• Logical\Technical : Pembatatsan acces ke sistem dan teknik proteksi 

yang di gunakan, mis,Smart Cards,enkripsi dll 

• Physical Control : Penjagaan fisik,mis,Biometric door lock,secured area 

untuk serever, deadman door dll 

 

Logical Acces Control 

Akses Kontrol Infastruktur TI dapat di lakukan pada berbagai tingkat, yaitu : 

1. Front end (user) and Back end (server) 

2. Bagaimana jaringan terbagi dan perlindungan akses ke sumber informasi 

➢ Paths of logical Acces 

✓ Point umum dari Entry 

• Network Connectivity 

• Remote acces 

• Operator Con sole 

• Online Workstation or terminals 

 

Logical Acces Control : Protection 

 Tujuan: 

1. Cegah akses dan modifikasi data sensitif organisasi dari orang yang tidak 

mempunyai otorisasi dan pemakaian  fungsi sistem kritis. 

2. Semua layar ,network,operating system,data bases dan application 

system 

 

 

 

Fungsi Software 

1. Identifikasi dan otentikasi 

2. Otorisasi akses 

3. Monitor : Login aktifitas user,reporting 

Implementasi Paling efekif : Tingkat Networks dan operating system 

(membatasi priveleges pada low level) 

 

Logical Acces Control : Software 

Secara umum fungsi akses kontrol sistem operasi  meliputi : 

1. Mekanisasi identifikasi dan otentikasi user 

2. Restriced logon IDS 

3. Aturan akses untuk sumber informasi yang spesifik 

4. Create Individual account ility and Auditability 

5. Create or change user profile 

6. Log events 

7. Log user activities 

8. Report Capabilities 

 

Fungsi akses kontrol basis data dan aplikasi meliputi : 

1. Create of change data files and database profiles 

2. Verify user authorization at the application and transaction levels 

3. Verify user authorization within the applicationn 

4. Verify subsystem authorization fot the user at the file level 

55 

 

5. Log database\data communication access activities for monitoring access 

violations 

 

9.2 Access Control Matrix 

Transaksi yang aman tetap di pertanyakan sebab  tidak yakin apakah e-

mail purchase order yang diterima benar-benar otentik, apakah transfer bonus 

anggota tidak diubah-ubah.  

• Bagaimana Caranya supaya wibsate saya tidak di Hack orang? 

• Bagaimana Caranya agar kita yakin bahwa e-mail purchase order yang 

kita terima benar-benar otentik? 

• Bagaimana caranya agar yakin bahwa nilai 100 juta dalam fund transfer 

tidak di ubah-ubah? 

 

Untuk meyakinkan hal ini maka di pelajari Security Architecture & Models.  

 

 

9.3 Security Architecture dan Models 

Tujuannya : 

1. Mempelajari berbagai konsep, prinsip dan standar untuk merancang dan 

mengimplementasikan aplikasi, sistem operasi, dan sistem yang aman. 

 

 

Gambar 9.1 Konsep pengamanan security Architecture & Models 

 

Bagian ini akan menjelaskan teknik teknik keamanan sebuah informasi 

pada sebuah sistem. Model-model ini untuk memformalkan kebijakan-

kebijakan yang telah dibuat. Model keamanan informasi ini dibagi dalam tiga 

kelompok menurut fungsinya, Access Control Models, Integrity Models, dan 

Information Flow Models. Untuk memperdalam pemahaman tentang Security 

Architecture and Models, tulisan akan membahas penerapan teori yang sudah 

dijelaskan dengan ilustrasi penerapannya pada usaha kecil dan menengah. 

 

9.3.1 Rings  

Satu perencanaan yang mendukung daerah wewenang proteksi 

merupakan kegunaan dari cincin proteksi. Cincin-cincin ini dikelompokkan 

pada daerah tersembunyi di tengah-tengah cincin dan pada ujung lokasi yang 

paling besar pada bagian cincin ini . Pendekatan ini ditunjukkan pada 

gambar 42.  

 


 

 

 

Gambar 9.2 Contoh Operating System Kernel 

 

Operating system security kernel biasanya terletak pada cincin dan 

memiliki akses pada seluruh daerah sistem. Security kernel disimpulkan 

sebagai hard ware, software, dan firmware pada dasar komputerisasi yang 

legal yang mengimplementasikan konsep layar referensi.  

Layar referensi yaitu  sebuah komponen sistem yang menekankan kontrol 

akses ke sebuah objek. Layar referensi merupakan sebuah mesin abstrak 

yang menjadi perantara seluruh akses pada sasarannya. 

 

Security kernel harus :   

1. menjadi perantara semua akses 

2. terlindung dari segala bentuk modifikasi • telah diverikasi dengan baik 

dan benar dalam konsep cincin, wewenang akses berkurang jika  

jumlah cincin bertambah. sebab  proses legal kebanyakan terletak padar 

pusat cincin. Komponen sistem ditempatkan pada cincin yang layak 

sehubungan pada prinsip-prinsip tertentu. Proses hanya memiliki 

kegunaan minimum yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi-

fungsinya. Mekanisme proteksi cincin diimplementasikan dalam MIT’s 

MULTICs yang ditingkatkan untuk aplikasi aman melalui Honeywell 

Corporation. MULTICS awalnya ditargetkan untuk kegunaan media 

perangkat keras sebab  beberapa kegunaannya bisa diimplementasikan 

melalui perangkat keras yang didesain untuk menopang sebanyak 64 

cincin, tapi dalam prakteknya, hanya delapan cincin yang bisa ditopang.  

 

Berikut juga merupakan pendekatan-pendekatan kernel yang berkaitan pada 

proteksi : 

• memakai  perangkat keras yang terpisah yang menerangkan 

berlakunya masa seluruh refernsi dalam sistem ini  

•  mengimplementasikan layar mesin secara virtual, yang menetapkan 

jumlah dari mesin virtual yang terpisah dari bagian lainnya dimana sistem 

komputer dijalankan sesungguhnya. Mesin virtual ini meniru arsitektur 

dari wujud mesin yang sesungguhnya dalam pembentukan suatu 

lingkungan pengamanan bertingkat, dimana tiap mesin virtual dapat 

berjalan pada tingkat pengamanan yang berbeda. 

•  memakai  kernel pengamanan software yang beroperasi pada 

daerah kekuasaan proteksi perangkat kerasnya. 

 

 

9.3.2 Security Labels 

 Label keamanan ditujukan pada suatu sumber untuk menunjukkan sebuah 

tipe pengelompokan atau perencanaan. Label ini dapat menunjukkan 

penanganan keamanan khusus, yang dapat digunakan untuk mengakses 

kontrol. Sekali label diberikan, maka label ini  biasanya tidak dapat 

digantikan sebab  label-label ini merupakan mekanisme kontrol akses yang 

efektif. Label yang ada harus dibandingkan, diuji dan dievaluasi terlebih 

dahulu melalui aturan pengamanan yang ada, sebab  dapat mendatangkan 

dampak buruk setelah proses berlangsung jika  tidak dievaluasi dulu. 

 

9.3.3 Security Modes 

Sebuah sistem informasi beroperasi dalam mode keamanan yang berbeda 

yang ditentukan oleh level klasifikasi sistem informasi dan penjelasan dari 

semua pengguna sistem. Bagaimanapun juga, tidak semua user memiliki 

kemampuan untuk mengetahui semua data. Mode bertingkat pada pengguna 

suport operasi yang memiliki perbedaan media pembersih dan data pada 

tingkat klasifikasi yang bertingkat. 

 

Mode tambahan pada sistem operasi yaitu : 

1. Dedikasi. Semua pengguna memiliki media pembersih atau semacam 

wewenang untuk mengetahui segala macam informasi yang diproses 

oleh sistem informasi; sistem yang bisa menangani level klasifikasi yang 

beraneka ragam 

2. Compartmented. Semua user memiliki media pembersih untuk level 

tertinggi pada klasifikasi informasi, tapi mereka tidak memiliki wewenang 

yang diperlukan untuk mengetahui semua data yang ditempatkan secara 

legal dalam hubungannya pada tingkat informasi dapat diproses. 

3.  Akses terbatas. Merupakan tipe akses sistem dimana hanya dapat 

digunakan user tertentu dan klasifikasi data maksimum tidak disusun, 

tetapi cukup sensitif. 

4. Keamanan Multi-level. Sebuah sistem informasi pada usaha kecil dan 

menengah sebaiknya memakai  mode keamanan multi- level mode 

of operation sebab  pada usaha kecil dan menengah diperlukan keluesan 

terhadap informasi yang ada pada organisasi. Informasi harus mengalir 

dengan aman tanpa proses yang rumit, sesuai dengan sifat usaha kecil 

dan menengah yang harus cepat dan tangkas. Pada mode keamanan 

multi-level mode of operation, user memiliki level klasifikasi yanng 

berbeda. pemakaian  mode keamanan system high mode of operation 

pada usaha kecil dan menengah akan membuat komunikasi dan alur 

informasi pada organisasi menjadi rumit dan tidak tangkas. sebab  setiap 

user terkesan sendiri-sendiri dalam berkerja dan dalam kepemilikan 

inforrmasi. Tapi pemakaian  mode keamanan multi-level mode of 

operation ini bisa menjadi birokrasi yang rumit sebab  tingkatan-tingkatan 

yang ada, untuk itu diperlukan klasifikasi level yang pendek. 

 

9.3.4 Additional Security Considerations 

Vulnerabilitas pada arsitektur keamanan sistem dapat menghasilkan 

pelanggaran ketentuan keamanan sistem. Vulnerabilitas digambarkan sebagai 

58 

 

berikut : • Channel yang tersembunyi. Langkah komunikasi yang tidak 

disengaja diantara dua atau lebih subjek membagi secara umum, dimana 

mendukung pemindahan informasi menjadi semacam cara yang melanggar 

ketentuan keamanan sistem. Pemindahan biasanya membutuhkan tempat 

melalui area penyimpanan umum atau melalui akses menuju bagian tertentu 

yang dapat memakai  chanel waktu untuk komunikasi yang tidak 

terencana. 

1. Kurangnya pemeriksaan parameter. Kegagalan mengecek ukuran stream 

input yang ditetapkan oleh parameter. 

2. Maintenance Hook. Mekasnisme perangkat keras maupun perangkat 

lunak diinstal untuk mengizinkan maintenance sistem dan untuk melewati 

perlindungan keamanan sistem. 

3. Time of Check to Time of Use (TOC/TOU) Attack. Perlawanan yang 

merusak perbedaan waktu kontrol keamanan dipasang dan waktu servis 

resmi digunakan. 

 

9.3.5 Recovery Procedures 

Pada saat komponen sebuah perangkat keras atau perangkat lunak dari 

suatu sistem yang diakui mengalami kegagalan atau gangguan, sangat 

penting diketahui bahwa gangguan ini  tidak memiliki ketergantungan 

pada kelengkapan aturan keamanan pada sistem ini . Sebagai 

tambahan, prosedur recovery tidak memberikan perlawanan terhadap 

pelanggaran aturan ketentuan keamanan sistem. Jika sebuah sistem yang 

dimulai diperlukan, sistem ini  harus dimulai dengan aman. Awal harus 

terjadi dalam mode pemelihaaran yang mengizinkan akses hanya dari 

pengguna yang dipercaya dari terminal yang diyakini juga. Mode ini 

mendukung pemakaian  sistem dan keamanan. 

Pada saat komputer atau komponen jaringan gagal namun 

komputer/jaringan tetap berfungsi, hal ini  dikenal dengan system 

toleransi kesalahan. Dalam toleransi ksalahan beroperasi, sistem harus 

mampu mendeteksi bahwa kesalahan ini  memang telah terjadi itu, dan 

sistem harus mampu untuk mengoreksi kesalahan atau operasi di sekitarnya. 

Dalam sistem perbaikan kesalahan ini, eksekusi program terbatas dan sistem 

terlindung dari pengaruh kompromi tertentu pada saat kegagalan hardware 

atau software terjadi dan terdeteksi. Komputer atau jaringan berlanjut pada 

fungsi dalam tingkat yang lebih rendah. Kegagalan akhir pada masa tertentu 

pada sistem lalu dihubungkan pada komponen duplikat back up dalam waktu 

nyata pada saat hardware atau software tejadi, dimana sistem mampu 

melanjutkan proses. Prosedur pemulihan sistem pada usaha kecil menengah 

tidak menjadi suatu yang kritis. Pada saat system usaha kecil dan menengah 

mati atau gagal, system dapat direstart atau diperbaiki dengan mode default 

yang aman. System dapat diperbaiki oleh pihak yang diberi kewenangan 

langsung ke system yang bermasalah tanpa membutuhkan terminal khusus. 

pemakaian  backup system bisa sangat membantu untuk mengalihkan fungsi 

sistem agar bisa berjalan kembali.15 

 

9.4 Prinsip-prinsip Keamanan Komputer 

a. Least previlage , Artinya setiap orang hanya diberi hak akses tidak lebih 

dari yang di butuh kan untuk menjalankan tugasnya. Seorang staf umum 

59 

 

dan gudang hanya mendapat hak akses untuk menjalankan aplikasi 

administrasi gudang. Seorang staf penanganan  anggota hanya 

mendapat hak akses untuk menjalankan aplikasi administrasi seorang 

staf pemasaran hanya mendapat hak akses untuk mejalankan aplikasi 

administrasi pemasaran dan penjualan. Seorang direktur dapat 

memonitor seluruh pekerjaan yang di lakukan oleh manejer yang ada di 

bawahnya. 

b. Defense in Depth , Gunakan berbgai perangkat keamanan untuk saling 

mencakup . Misalnya dapat di pergunakan multipe sccrening 

router,mirroring hardisk  pada server, dua CDRW untuk satu kali Backup 

Data yaitu dua kali sehari  (setiap pagi dan sore) pada masing-masing 

departement sehingga kalau satu  di jebol, maka yang satu lagi berfungsi. 

c. Choke Point, Semua keluar masuk lewat satu (atau sedikit) gerbang. 

Syaratnya tidak ada cara lain keluar masuk selain lewat gerbang 

d. Weakest Link, “A Chain in only as strong as its weekest link”. Oleh 

sebab  itu kita harus persis dimana weakes link dalam sistem sekuriti 

organisasi kira. Kelemahan jaringan di dalam sistem sekuriti  organisasi 

yang perlu di awasi yaitu  bila ada virus baru yang tidak terdeksi. Oleh 

sebab  itu Update Anti Virus pada Server dan Client harus selalu di 

lakukan dan tidak boleh di abaikan. 

e. Fall-safe Stance,Maksudnya kalau suatu perangkat  keamanan rusak , 

Maka secara Defult perangkat setingnya akan ke seting yang paling  

aman. 

f. Universal Participation, Semua orang dalam organisasi harus terlibat 

dalam proses sekuriti. Setiap tiga bulan sekali di lakukan pelatihan untuk 

menyyegarkan kembali ingatan akan pentingnya mengamankan 

perangkat  keamanan komputer. Di dalamnya di lakukan evaluasi untuk 

peningkatan efisien keamanan komputer. 

g. Deveraity Od Defense,Mempergunakan beberapa jenis sistem yang 

berbeda untuk pertahanan. Maksudnya, kalau penerangan sudah 

menyerang suatu jenis sistem pertahanan, maka dia tetap akan perlu 

belajar sistem jenis lainnya. 

h. Simpllcity, Jangan terlalu kompleks, sebab  sulit sekali mengetahui 

salah nya ada di mana kalau sistem terlalu kompleks untuk di pahami. 

Untuk mempermudah mengetahui bila terjadi kesalahan maka setiap data 

yang  di simpan dalam server akan teridentivikasi siapa yang menimpan 

berdasarkan  username dan password nya, kapan tanggal dan waktu 

nya, dari workstation yang mana, dan apa aksi yang di lakukan. 

 

9.5 Tingkatan Jaminan Keamanan 

➢ Proteksi Lapis Bawah (Low Level) 

1. Pengamanan yang lebih ke arah Hardware 

2. Lebih Sederhana 

3. Melebar 

4. Tidak Fleksibel 

5. Misalnya : Write-protect pada USB drive, IP restriction 

➢ Proteksi Lapis Atas (High Level) 

1. Lebih rumit atau kompleks 

2. Bisa pada aplikasi atau sistem prosedur 

60 

 

3. Lebih fleksibel dan lebih detail kendalinya 

4. Mengakibatkan menurunnya jaminan nekanisme keamanan 

5. sebab  butuh ekstra untuk install,Testing/pengujian dan pemeliharaan  

6. Misalnya : Akses kontrol tabel dtabase dan aplikasi 

 

Gambar 9.3 Contoh Operating System 

 

9.6 System Architecture Security 

Contoh pada Operating System 

 

➢ Trusted Computing Base (TCB) 

• Kombinasi keseluruhan dari mekanisme pengamanan dalam sebuah  

sistem komputer 

• Mencakup : Hardware,Software, dan Firmware 

• Komponen yang masuk TCB harus teridentifikasi dan kemampuan 

terdefenisi dengan jelas. 

• TCB mengikuti standar security rating tertentu seperti Orange Book 

(akan di jelaskan) 

• Perihal tingkat kepercayaan  (Bukan keamanan) 

 

➢ Security Perimeter 

1. Semua  komponen yang tidak masuk dalam TCB 

2. Harus ada standar komunikasi, akni melalui interface yang sudah 

defined. 

Contoh : 

Anda membuat program dengan bahasa Java, belum tentu anda 

berhak mendapatkan hak akses untuk menipulasi data di lakukan 

melalui objek-objek dan Interface Java Virtual Machine. 

 

➢ Security Models 

Security Models yaitu  representasi simbolik dari kebijakan, yang harus di 

laksana kan oleh sistem komputer, apa yang boleh dan tidak secara teknis .  

 

Tujuannya : 

1. Untuk memformalkan kebijakan  keamanan  organisasi 

2. Representasi Simbolik dari kebijakan , yang harus di laksanakan oleh 

sistem komputer. 

61 

 

3. Security policy sifatnya lebih abstrak dan lebar, Security model yaitu  

apa yang boleh dan tidak secara teknis 

4. Analogi : Kalau dokter bilang kita harus sehat. 

 

Bagian Security Models 

1. Acces Control Matrix Models 

2. Bell-LaPadula Model 

3. Biba 

4. Clar-Wilson Model 

5. Information Flow Model 

 

 

Access Matrix Model : 

 

Gambar 9.4 Contoh Access Matrix Model 

 

Take-Grant Model 

• Menggunaka derected graph untuk mentransfer hak ke subjek lain 

• Misalnya A punya hak S,termasuk untuk hak mentransfer , pada objek B 

 

Gambar 9.5 Contoh Take Grant Model Subjek A dan Objek B 

 

• Subjek A bisa memberikan hak nya kepad subjek C, sehingga memiliki 

hak atas objek B 

 

Gambar 9.6. Contoh Take Grant Model Subjek A,C dan Objek B 

 

9.7 Keamanan Sistem operasi Linux 

9.7.1 Account Pemakai (user account) 

Keuntungan :  Kekuasaan dalam satu account yaitu root, sehingga mudah 

dalam administrasi system.\  Kecerobohan salah satu user tidak berpengaruh 

kepada system secara keseluruhan.  Masing-masing user memiliki privacy 

yang ketat. 

 

62 

 

Macam bagian User :  

1. Root : kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses 

jaringan  

2. User : account dengan kekuasaan yang diatur oleh root dalam melakukan 

aktifitas dalam system. 

3.  Group : kumpulan user yang memiliki hak sharing yang sejenis terhadap 

suatu devices tertentu. 

 

9.7.2 Kontrol Akses secara Diskresi  

Discretionary Access control (DAC) yaitu  metode pembatasan yang 

ketat, yang meliputi :  

1. Setiap account memiliki username dan password sendiri. 

2. Setiap file/device memiliki atribut(read/write/execution) kepemilikan, 

group, dan user umum. 

3. Virus tidak akan mencapai file system, jika sebuah user terkena, maka 

akan berpengaruh pada file-file yang dimiliki oleh user yang 

mengeksekusi file ini . 

 

9.7.3 Discretionary Acces Control (DAC)  

Jika kita lakukan list secara detail memakai  $ls –l, kita dapat melihat 

penerapan DAC pada file system linux : 

 

Tabel 9.1 Penerapan DAC di Linux 

- Rw- r-- r-- 9 goh hack 318 mar 30 90:05 

Borg.dead. 

letter 

1 2 3 4 5 6 7 8 9  10 11 

 

 

 

Perintah-perintah penting pada DAC : 

• Mengubah izin Akses File  

➢ bu : chmod < u | g | o >< + | - >< r | w | e > nama file, 

contoh : chmod u+x g+w o-r borg.dead.letter ; tambahkan akses eksekusi(e) 

untuk user (u), tambahkan juga akses write(w) untuk group (g) dan kurangi izin 

akses read(r) untuk other(o) user. 

➢ chmod metode octal, bu: chmod - - - namafile , digit dash ( - ) pertama 

untuk izin akses user, digit ke-2 untuk izin akses group dan digit ke-3 

untuk izin akses other, berlaku ketentuan : r(read) = 4, w(write) = 2, x 

(execute) = 1 dan tanpa izin akses = 0. 

Contoh : Chmod 740 borg.dead.letter 

 Berarti : bagi file borg.dead.letter berlaku  

63 

 

• digit ke-1 - 7=4+2+1=izin akses r,w,x penuh untuk user.  

• digit ke-2 - 4=4+0+0=izin akses r untuk group 

• digit ke-3  0=0+0+0=tanpa izin akses untuk other user. 

• Mengubah kepemilikan : crown <owner/pemilik><nama file> 

• Mengubah kepemilikan group : chgrp<group owner><nama file> 

• memakai  account root untuk sementara : 

o ~$su ; System akan meminta Password 

o Password : ****; Prompt akan berubah jadi pagar, tanda login 

sebagai root ~# 

• Mengaktifkan shadow password, yaitu membuat file /etc/passwd 

menjadi Readable (dapat dibaca) tetapi tidak lagi berisi password, 

sebab  sudah dipindah ke /etc/shadow. 

 

Perlunya Pro-aktif password Linux 

  memakai  metode DES (Data Encription Standart) untuk 

password-nya. User harus di training dalam memilih password yang akan 

digunakannya agar tidak mudah ditebak dengan program-program crack 

password dalam ancaman bruto force attack. Dan perlu pula ditambah dengan 

program Bantu cek keamanan password seperti:  

• Passwd+ : meningkatkan loging dan mengingatkan user jika mengisi 

password yang mudah ditebak, ftp://ftp.dartmouth.edu/pub/security 

• Anlpasswd : dapat membuat aturan standar pengisian password 

seperti batas minimum, gabungan huruf besar dengan huruf kecil, 

gabungan angka dan huruf dsb, 

ftp://coast.rs.purdue.edu/pub/tools/unix/ 

 

9.7.3.1 Kontrol akses jaringan (Network Access Control) 

Firewall linux yaitu  alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat 

linux dapat memilih host yang berhak / tidak berhak mengaksesnya. 

 

Fungsi Firewall linux :   

1. Memeriksa paket TCP, lalu diperlakukan dengan kondisi yang sudah 

ditentukan, contoh paket A lakukan tindakan B 

2. Blocking isi pake seperti applet java, active, Vbscript, Cookie  

3. Menjalankan enkripsi dalam identitas user, integritas satu session dan 

melapisi data dengan algoritma enkripsi seperti : DES, triple DES, 

Blowfish, IPSec, SHA, MD5, IDEA, dsb. 

 

Tipe Firewall Linux: 

1. Application-proxy firewall/Application Gateways  

2. Network Level Firewall 

 

Enkripsi (encryption)  

Penerapan Enkripsi di linux : 

1. Enkripsi password ?memakai  DES ( Data Encryption Standard )  

2. Enkripsi komunikasi data : 

a. Secure Shell (SSH) : Program yang melakukan loging terhadap 

komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin 

64 

 

secara remote dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin 

lainnya. Enkripsi dalam bentuk Blowfish, IDEA, RSA, Triple DES.  

 

Isi SSH Suite : 

a) scp (secure shell copy) :  mengamankan penggandaan data ? 

b) ssh (secure shell client) :  model client ssh seperti telnet 

terenkripsi.  

c) ssh-agent : otentikasi lewat jaringan dengan model RSA.  

d) sshd (secure shell server) : di port 22  

e) ssh-keygen : pembuat kunci (key generator) untuk ssh 

 

Konfigurasi dilakukan di : 

a) /etc/sshd_config (file konfigurasi server)  

b) /etc/ssh_config (file konfigurasi client) 

 

b. Secure socket Layer (SSL) :  mengenkripsi data yang dikirimkan 

lewat port http. Konfigurasi dilakukan di : web server APACHE 

dengan ditambah PATCH SSL. 

 

9.7.3.2 Logging 

Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap kejadian dan 

menyimpan rekaman ini  untuk dapat dianalisa. 

 

Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :  

1. Lastlog : rekaman user login terakhir kali ? last : rekaman user yang 

pernah login dengan mencarinya pada file /var/log/wtmp 

2. xferlog : rekaman informasi login di ftp daemon berupa data wktu akses, 

durasi transfer file, ip dan dns host yang mengakses, jumlah/nama file, 

tipe transfer(binary/ASCII), arah transfer(incoming/outgoing), modus 

akses(anonymous/guest/user resmi), nama/id/layanan user dan metode 

otentikasi. 

3. Access_log : rekaman layanan http / webserver. ? Error_log : rekaman 

pesan kesalahan atas service http / webserver berupa data jam dan 

waktu, tipe/alasan kesalahan 

4. Messages : rekaman kejadian pada kernel ditangani oleh dua daemon :  

a. Syslog : merekam semua program yang dijalankan, konfigurasi pada 

syslog.conf 

b. Klog : menerima dan merekam semua pesan kernel 6 

 

9.7.3.3 Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)  

Defenisi : aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat dengan 

memakai  program khusus secara otomatis yang disebut Intrusion 

Detection System . 

 

Tipe dasar IDS : 

1. Ruled based system : mencatat lalu lintas data jika sesuai dengan 

database dari tanda penyusupan yang telah dikenal, maka langsung 

dikategorikan penyusupan. Pendekatan Ruled based system :  

65 

 

a. Preemptory (pencegahan) ; IDS akan memperhatikan semua lalu 

lintas jaringan, dan langsung bertindak jika dicurigai ada 

penyusupan. 

b. Reactionary (reaksi) ; IDS hanya mengamati file log saja.  

2. Adaptive system : penerapan expert system dalam mengamati lalu lintas 

jaringan.  

 

 

 

 

Program IDS: 

1. Chkwtmp : program pengecekan terhadap entry kosong  

2. Tcplogd : program pendeteksi stealth scan (scanning yang dilakukan 

tanpa membuat sesi tcp)   

3.  Host entry : program pendeteksi login anomaly (perilaku aneh) : bizarre 

behaviour (perilaku aneh), time anomalies (anomaly waktu), local 

anomaly.16 

 

9.8 Model Arsitektur Keamanan NT 

Komponen Arsitektur Keamanan NT : 

1. Adminisrasi User dan Group 

 

Jenis Account User : 

a. Administrator 

b. Guest 

c. User 

 

Jenis Account Gorup : 

a. Administrator 

b. Guest 

c. User 

d. Operator back-up 

e. Power user 

f. Operator server 

g. Operator account 

h. Operator printer 

 

Hak User / Grup : 

a. Hak basic : acces computer from network, back-up files/directory, change 

system time, logon locally, manage auditing and security, log (event 

viewer), restore files and directory, shutdown system, take ownership files 

or other object, dll. 

b. Hak advance : access service and kernel untuk kebutuhan 

pengembangan system. 

 

Keamanan untuk system File 

1. NTFS : 

a. Cepat dalam operasi standar file (read – write – search) 

b. Terdapat system file recovery,  access control dan permission. 

66 

 

c. Memandang obyek sebagai kumpulan atribut, termasuk permission 

access. 

2. Proteksi untuk integritas data 

a. Transaction logging  : merupakan system file yang dapat di-recovery 

untuk dapat mencatat semua perubahan terakhir pada directory dan 

file secara otomatis. 

a) Jika transaksi system berhasil NT  akan melakukan pembaharuan 

pada file. 

b) Jika transaksi gagal, NT akan melalui  :  

1) Tahap analisis : mengukur kerusakan dan menentukan lokasi 

cluster yang harus diperbarui per informasi dalam file log. 

2) Tahap redo : melakukan semua tahapan transaksi yang 

dicatat pada titik periksa terakhir 

3) Tahap undo : mengembalikan ke kondisi semula untuk semua 

transaksi yang belum selesai dikerjakan. 

b. Sector sparing  : Teknik dynamic data recovery yang hanya terdapat 

pada disk SCSI dengan cara memanfaatkan teknologi fault-tolerant 

volume untuk membuat duplikat data dari sector yang mengalami 

error. Metodenya yaitu  dengan merekalkulasi dari stripe set with 

parity atau dengan membaca sector dari mirror drive dan menulis data 

ini  ke sektor baru. 

c. Cluster remapping : Jika ada kegagalan dalam transaksi I/O pada 

disk , secara otomatis akan mencari cluster baru yang tidak rusak, lalu 

menandai alamat cluster yang mengandung bad sector ini . 

 

3. Fault tolerance  

Kemampuan untuk menyediakan redudansi data secara realtime yang 

akan memberikan tindakan penyelamatan bila terjadi kegagalan 

perangkat keras, korupsi perangkat lunak dan kemungkinan masalah 

lainnya. 

a. RAID (Redudant Arrays of inexpensive Disk) : sebuah array disk 

dimana dalam sebuah media penyimpanan terdapat informasi 

redudan tentang data yang disimpan di sisa media ini . 

 

Kelebihan RAID : 

1. Meningkatkan kinerja I/O 

2. meningkatkan reabilitas media penyimpanan 

 

 

Ada 2 bentuk fault tolerance : 

1. Disk mirroring (RAID 1) : meliputi penulisan data secara simultan 

kedua media penyimpanan yang secara fisik terpisah. 

2. Disk stripping dengan Parity (RAID 5) : data ditulis dalam strip-strip 

lewat satu array disk yang didalam strip-strip ini  terdapat 

informasi parity yang dapat digunakan untuk meregenerasi data 

jika  salah satu disk device dalam strip set mengalami kegagalan. 

 


 

9.8.1 Model Keamanan Windows NT 

Dibuat dari beberapa komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk 

memberikan keamanan logon dan access control list (ACL) dalam NT : 

1. LSA (Local security Authority) : menjamin user memiliki hak untuk 

mengakses system. Inti keamanan yang menciptakan akses token, 

mengadministrasi kebijakan keamanan local dan memberikan layanan 

otentikasi user. 

2. Proses logon : menerima permintaan logon dari user (logon interaktif dan 

logon remote), menanti masukan username dan password yang benar. 

Dibantu oleh Netlogon service. 

3. Security Account Manager (SAM) : dikenal juga sebagai directory service 

database, yang memelihara database untuk account user dan 

memberikan layan validasi untuk proses LSA. 

4. Security Reference Monitor (SRM) : memeriksa status izin user dalam 

mengakses, dan hak user untuk memanipulasi obyek serta membuat 

pesan-pesan audit. 

 

9.8.2 Keamanan Sumber daya lokal 

Obyek dalam NT  [file, folder (directory), proses, thread, share dan device], 

masing-masing akan dilengkapi dengan Obyek Security Descriptor yang terdiri 

dari : 

1. Security ID Owner : menunjukkan user/grup yang memiliki obyek 

ini , yang memiliki kekuasaan untuk mengubah akses permission 

terhadap obyek ini . 

2. Security ID group : digunakan oleh subsistem POSIX saja. 

3. Discretionary ACL (Access Control List) : identifikasi user dan grup yang 

diperbolehkan / ditolak dalam mengakses, dikendalikan oleh pemilik 

obyek. 

4. System ACL : mengendalikan pesan auditing yang dibangkitkan oleh 

system, dikendalikan oleh administrator keamanan jaringan. 

 

9.8.3 Keamanan Jaringan Windows NT 

Jenis Keamanan Jaringan Windows NT : 

1. Model keamanan user level : account user akan mendapatkan akses 

untuk pemakaian bersama dengan menciptakan share atas directory atau 

printer.  

• Keunggulan : kemampuan untuk memberikan user tertentu akses 

ke sumberdaya yang di-share dan menentukan jenis akses apa 

yang diberikan. 

• Kelemahan : proses setup yang kompleks sebab  administrator 

harus memberitahu setiap user dan menjaga policy system 

keamanan tetap dapat dibawah kendalinya dengan baik. 

2. Model keamanan Share level : dikaitkan dengan jaringan peer to peer, 

dimana user manapun membagi sumber daya dan memutuskan apakaha 

diperlukan password untuk suatu akses tertentu.  

• Keuntungan : kesederhanaannya yang membuat keamanan share-

level tidak membutuhkan account user untuk mendapatkan akses. 

68 

 

• Kelemahan : sekali izin akses / password diberikan, tidak ada 

kendali atas siap yang menakses sumber daya. 

 

Cara NT menangani keamanan jaringan : 

1. Memberikan permission : 

a. Permission NTFS local 

b. Permission shere 

2. Keamanan RAS (Remote Access Server) 

Melakukan remote access user memakai  dial-up : 

a. Otentikasi user name dan password yang valid dengan dial-in 

permission. 

b. Callback security : pengecekan nomor telepon yang valid. 

c. Auditing : memakai  auditing trails untuk melacak ke/dari 

siapa, kapan user memiliki akses ke server dan sumberdaya apa 

yang diakses. 

d. Firewall terbatas pada Internet Information server (IIS). 

e. Menginstal tambahan proxy seperti Microsoft Proxy server. 

3. Pengamanan Layanan internet : 

4. Share administrative :memungkin administrator mendapatkan akses 

ke server windows NT atau workstation melalui jaringan. 

 

 

9.8.4 Keamanan pada printer 

Dilakukan dengan mensetting properties printer : 

1. Menentukan permission : full control, Manage document, print 

2. Biasanya susunan permission pada NT defaulut : 

a. Adminstrator – full control 

b. Owner – Manage document 

c. Semua user – print 

d. Setting waktu cetak 

e. Prioritas 

f. Notifikasi (orang yang perlu diberi peringatan) 

3. Mengontrol print job, terdiri dari : 

4. Set auditing information 

 

9.8.1 Keamanan Registry 

Tools yang disediakan dalam pengaksesan registry : 

• System policy editor : mengontrol akses terhadap registry editor, 

memungkinkan administrator mengedit dan memodifikasi value 

tertentu dalam registry dengan berbasis grafis. 

• Registry editor (regedit32.exe) : tools untuk melakukan edit dan 

modifikasi value dalam registry. 

• Windows NT Diagnostics (winmsd.exe) : memungkinkan user melihat 

setting isi registry dan valuenya tanpa harus masuk ke registry editor 

sendiri. 

 

Tools backup untuk registry yaitu  : 


 

• Regback.exe memanfaatkan command line / remote session untuk 

membackupr registry. 

• ntbackup.exe : otomatisasi backup HANYA pada Tape drive, termasuk 

sebuah kopi dari file backup registry local. 

• Emergency Repair Disk (rdisk.exe) : memback-up hive system dan 

software dalam registry. 

 

Audit dan Pencatatan Log 

• Pencatatan logon dan logoff  termasuk pencatatan dalam multi entry 

login 

• Object access (pencatatan akses obyek dan file) 

• Privilege Use (paencatatan pemakaian hak user) 

• Account Management (manajemen user dan group) 

• Policy change (Pencatatan perubahan kebijakan keamanan) 

• System event (pencatatan proses restart, shutdown dan pesan 

system) 

• Detailed tracking (pencatatan proses dalam system secara detail) 

 

KEAMANANAN DALAM JARINGAN 

 

 

10.1 Membatasi Akses ke Jaringan 

17Membuat tingkatan akses : 

Pembatasan‐pembatasan dapat dilakukan sehingga memperkecil peluang 

penembusan oleh pemakai yang tak diotorisasi, misalnya :  

a. Pembatasan login :  Login hanya diperbolehkan  Pada terminal tertentu.  

Hanya ada waktu dan hari tertentu.  Pembatasan dengan call‐back (Login 

dapat dilakukan siapapun. Bila telah sukses login, sistem  segera  

memutuskan  koneksi  dan  memanggil  nomor  telepon  yang  telah 

disepakati,  Penyusup  tidak  dapat  menghubungi  lewat sembarang 

saluran  telepon,     tapi hanya pada saluran telepon tertentu). 

b. Pembatasan jumlah usaha login : Login dibatasi sampai tiga kali dan 

segera dikunci dan diberitahu ke administrator. Semua login direkam dan 

sistem operasi melaporkan informasi‐informasi berikut : Waktu, yaitu 

waktu pemakai login.  Terminal, yaitu terminal dimana pemakai login. 

Tingkat akses yang diizinkan ( read / write / execute / all ) 

 

10.2 Mekanisme kendali akses 

Masalah identifikasi pemakai ketika login disebut otentifikasi pemakai (user 

authentication). Kebanyakan metode otentifikasi didasarkan pada  tiga cara, 

yaitu : 

a. Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya :  Password,Kombinasi 

kunci,Nama kecil ibu mertua,  Dan sebagainya. 

b. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya :  Badge,Kartu identitas,Kunci, 

Dan sebagainya. 

c. Sesuatu mengenai (ciri) pemakai, misalnya : Sidik jari,Sidik 

suara,Foto,Tanda tangan. 

 

10.3 Waspada terhadap Rekayasa sosial 

Kewaspadaan yang harus di perhatikan pada rekayasa social, yaitu : 

a. Mengaku sebagi eksekutif yang tidak berhasil mengakses,  menghubungi 

administrator via telepon/fax.    

b. Mengaku sebagai administrator yang perlu mendiagnosa masalah 

network,menghubungi end user via email/fax/surat.  

c. Mengaku sebagai petugas keamanan e‐commerce,menghu