Sebelum lebih lanjut mempelajari bagaimana membuat web dinamis, atau aplikasi
berbasis web memakai PHP dan MySQL, penulis menyarankan anda untuk terlebih
dahulu mengerti bagaimana membangun web memakai HTML. Ini digunakan
sebagai bekal awal agar nantinya anda tidak kesulitan dalam mengenali tag-tag HTML
yang digunakan dalam membuat website dinamis di ebook PHP ini. Perlu diketahui PHP
yang akan dipelajari dalam ebook PHP ini yaitu PHP versi ke 5. sebab pada dasarnya
tidak terlalu jauh berbeda antara versi 5 dengan PHP versi terbaru yakni PHP 6,
perbedaan yang mendasar hanyalah fitur OOP-nya saja, dan OOP tidak dibahas secara
detil dalam ebook PHP ini. Namun mengingat cakupan PHP begitu luas, saya akan
menghadirkannya nanti di ebook free edisi selanjutnya
Sebelum mengenal PHP, MySQL, Apache, perlu diketahui ketiga aplikasi yang
disebutkan tadi merupakan aplikasi open source. Aplikasi OpenSource merupakan
aplikasi berlisensi GPL (General Public License) yang diperuntukkan secara bebas
digunakan oleh Masyarakat Internasional dan sifatnya gratis, open source berarti kode
sumbernya terbuka, dimana seorang pengguna, maupun pengembang, dapat
mengkostumisasi, dan mengembangkan kode tersebut secara bebas.
Opensource memungkinkan para programmer dunia membuat aplikasi tersebut
mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagaimana halnya Linux, linux
mengalami perkembangan yang begitu cepat, dan pesat jauh berbeda dengan metode
yang diterapkan oleh Microsoft yakni Closed Source pada aplikasi-aplikasi buatannya.
PHP Pertama kali ditemukan pada 1995 oleh seorang Software Developer bernama
Rasmus Lerdrof. Ide awal PHP yaitu ketika itu Radmus ingin mengetahui jumlah
pengunjung yang membaca resume onlinenya. script yang dikembangkan baru dapat
melakukan dua pekerjaan, yakni merekam informasi visitor, dan menampilkan jumlah
pengunjung dari suatu website. Dan sampai sekarang kedua tugas tersebut masih tetap
populer digunakan oleh dunia web saat ini. Kemudian, dari situ banyak orang di milis
mendiskusikan script buatan Rasmus Lerdrof, hingga akhirnya rasmus mulai membuat
sebuah tool/script, bernama Personal Home Page (PHP).
Kebutuhan PHP sebagai tool yang serba guna membuat Lerdorf melanjutkan untuk
mengembangkan PHP hingga menjadi suatu bahasa tersendiri yang mungkin dapat
mengkonversikan data yang di inputkan melalui Form HTML menjadi suatu variable,
yang dapat dimanfaatkan oleh sistem lainnya. Untuk merealisasikannya, akhirnya Lerdrof
mencoba mengembangkan PHP memakai bahasa C ketimbang memakai Perl.
Tahun 1997, PHP versi 2.0 di rilis, dengan nama Personal Home Page Form Interpreter
(PHP-FI). PHP Semakin popular, dan semakin diminati oleh programmer web dunia.
Rasmus Lerdrof benar-benar menjadikan PHP sangat populer, dan banyak sekali
Team Developer yang ikut bergabung dengan Lerdrof untuk mengembangkan PHP
hingga menjadi seperti sekarang, Hingga akhirnya dirilis versi ke 3-nya, pada Juni 1998,
dan tercatat lebih dari 50.000 programmer memakai PHP dalam membuat website
dinamis.
Pengembangan demi pengembangan terus berlanjut, ratusan fungsi ditambahkan
sebagai fitur dari bahasa PHP, dan di awaal tahun 1999, netcraft mencatat, ditemukan
1.000.000 situs di dunia telah memakai PHP. Ini membuktikan bahwa PHP
merupakan bahasa yang paling populer digunakan oleh dunia web development. Hal ini
mengagetkan para developernya termasuk Rasmus sendiri, dan tentunya sangat diluar
dugaan sang pembuatnya. Kemudian Zeev Suraski dan Andi Gutsman selaku core
developer (programmer inti) mencoba untuk menulis ulang PHP Parser, dan
diintegrasikan dengan memakai Zend scripting engine, dan mengubah jalan alur
operasi PHP. Dan semua fitur baru tersebut di rilis dalam PHP
13 Juli 2004, evolusi PHP, PHP telah mengalami banyak sekali perbaikan disegala
sisi, dan wajar jika netcraft mengumumkan PHP sebagai bahasa web populer didunia,
sebab tercatat 19 juta domain telah memakai PHP sebagai server side scriptingnya.
PHP saat ini telah Mendukung XML dan Web Services, Mendukung SQLite. Tercatat
lebih dari 19 juta domain telah memakai PHP sebagai server scriptingnya. Benar-
benar PHP sangat mengejutkan.
Yang menjadikan PHP berbeda dengan HTML yaitu proses dari PHP itu sendiri.
HTML merupakan bahasa statis yang apabila kita ingin merubah konten/isinya maka
yang harus dilakukan pertama kali nya yaitu , membuka file-nya terlebih dahulu,
kemudian menambahkan isi kedalam file tersebut. Beda hal nya dengan PHP. Bagi anda
yang pernah memakai CMS seperti wordpress atau joomla yang dibangun dengan
PHP tentunya, ketika akan menambahkan konten kedalam website, anda tinggal masuk
kedalam halaman admin, kemudian pilih new artikel untuk membuat halaman/content
baru. Artinya hal ini, seorang user tidak berhubungan langsung dengan scriptnya.
Sehingga seorang pemula sekalipun dapat memakai aplikasi seperti itu.
Keunggulan PHP :
1. Gratis
Apa yang membuat PHP begitu berkembang sangat pesat?? hingga jutaan domain
memakai PHP, begitu populernya PHP?? Jawabannya yaitu sebab PHP itu
gratis. Saya sendiri menyukai bahasa yang satu ini selain mudah juga sebab gratis.
2. Cross platform
Artinya dapat di gunakan di berbagai sistem operasi, mulai dari linux, windows, mac
os dan os yang lain.
3. Mendukung banyak database
PHP telah mendukung banyak database, ini mengapa banyak developer web
memakai PHP Adabas D Adabas D, dBase dBase, Empress Empress, FilePro
(read-only) FilePro (read-only) Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, InterBase,
FrontBase mSQL, Direct MS-SQL, MySQL MySQL, ODBC, Oracle (OCI7 and
OCI8), Ovrimos, PostgreSQL SQLite, Solid, Sybase, Velocis, Unix dbm.
4. On The Fly
PHP sudah mendukung on the fly, artinya dengan php anda dapat membuat document
text, Word, Excel, PDF, menciptakan image dan flash, juga menciptakan file-file
seperti zip, XML, dan banyak lagi.
MySQL yaitu Database
Database sendiri merupakan suatu jalan untuk dapat menyimpan berbagai informasi
dengan membaginya berdasarkan kategori-kategori tertentu. Dimana informasi-informasi
tersebut saling berkaitan, satu dengan yang lainnya.
MySQL bersifat RDBMS (Relational Database Management System)
RDBMS memungkinkan seorang admin dapat menyimpan banyak informasi ke
dalam table-table, dimana table-table tersebut saling berkaitan satu sama lain.
Keuntungan RDBMS sendiri yaitu kita dapat memecah database kedalam table-table
yang berbeda. setiap table memiliki informasi yang berkaitan dengan table yang lainnya.
Mengapa memakai MySQL
1. Gratis
Sama dengan PHP, MySQL bersifat opensource, semua orang bebas memakai nya
tanpa harus membayar sepeser pun
2. Cross Platform
MySQl dapat digunakan under windows, ataupun under linux.
3. Lengkap dan Cepat
Pasangan yang cocok dengan PHP. Wajar jika banyak hosting saat ini mendukung
adanya PHP dan MySQL sebab kecepatan, gratis, dan dapat di jalankan di sistem
operasi manapun.
Mengapa memakai Apache?
1. Merupakan webserver.
Tempat php engine/processor berada. Tempat meletakkan file-file php dan database.
Ketika user melakukan request http:// membuka suatu halaman, disinilah apache
bekerja. Menjawab request tersebut dengan menampilkan halaman yang diminta.
2. Apache sama seperti PHP dan MySQL, Gratis.
3. Cross Platform
Perbedaan fungsi antara PHP, MySQL dan Apache yaitu , PHP merupakan
bahasanya, MySQL yaitu databasenya, dan Apache merupakan webserver yang
dapat mengeksekusi script php dan menampilkannya kepada user, dan melalui apache
lah php dapat mengolah data dan menyimpan data tersebut ke dalam database.
PHP telah benar-benar mempengaruhi dunia internet saat ini. Facebook yang anda
kenal selama ini dibangun memakai PHP, begitu juga dengan Yahoo, dan masih
banyak lagi yang website populer lain yang memakai php sebagai bahasa intinya.
Programmer sistem informasi saat ini lebih cenderung membangun sistem informasi
berbasis website, ketimbang desktop application, sebab fitur yang dihasilkan sama
persis, installasi mudah, dapat dijalankan dibanyak PC, dengan spek yang minim.
Saya ketika masih menjadi pun pernah mendapatkan tawaran bekerja
sebagai developer sistem informasi kepegawaian pada salah satu media cetak yang cukup
besar, dari pihak mereka sendiri pun mengutamakan PHP ketimbang bahasa/tools
programming yang lainnya.
“Masa Depan PHP? PHP sekarang sudah menguasai
dunia dengan semua kemudahan dan kegratisannya.”
Installasi
1.4 Installasi PHP, MySQL, & Apache dengan xampp
Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana anda dapat menjalankan PHP, MySQL
dan Apache secara bersamaan.
Ada 2 opsi sebetulnya, pertama anda menginstall ketiga aplikasi tersebut satu
persatu, dan kemudian mengkonfigurasikan satu persatu aplikasi-aplikasi tersebut sampai
semuanya terintegrasi, tentunya hal ini benar-benar merepotkan, dan opsi yang kedua
yaitu , saat ini telah banyak web server paketan yang didalamnya telah berisi PHP,
MySQL, dan Apache, dan yang lebih mengasyikan lagi, paket ini gratis, beberapa paket
yang terkenal yaitu , Sokkit, wammp, xampp, easyphp, apachetriad, dan masih banyak
lagi, namun saya sendiri lebih prefer memakai xampp, sebab sekali install, semua
beres, tanpa harus konfigurasi lagi, yang menyenangkan yaitu xampp sudah
menyediakan Zend PHP Framework dan PHP Pear.
Oke kita langsung saja kepada praktik dalam menginstallasi xampp, sebuah paket
yang berisi PHP, MySQL, Apache secara lengkap. xampp sendiri bisa langsung anda
download di http://www.apachefriends.com. Anda tinggal mengekstraknya lalu klik dua
kali.
Langkah 1:
Double klik xampp yang sudah anda download, yakni xampp-win32-1.7.3.exe
Gambar 1.1 (Xampp Applcation Icon)
klik 2 kali xampp-
win32-1.7.3.exe
.
10
Langkah 2 :
Nah kalau sudah melihat button install, tangan kita sudah gatal-gatal ingin segera
mengkliknya, biarkan seperti itu saja, kemudian klik install. Sehingga nanti xamppnya
akan terinstall secara otomatis di c:\xampp
Gambar 1.2 (Xampp Install Step 1)
Langkah 3 :
Tunggu sampai progress bar (prosesnya) beres...
Gambar 1.3 (Xampp Install Step 2)
.
11
Langkah 4 :
Apakah anda ingin shortcut xampp control panel di letakkan di desktop ataupun start
menu ? ketik y saja untuk yes kemudian enter.
Gambar 1.4 (Xampp Install Step 3)
Langkah 5 :
Pertanyaan ini untuk memperbaiki direktori install, apakah sudah benar letak
direktorinya? Ketik y saja kemudian enter.
Gambar 1.5 (Xampp Install Step 4)
.
12
Langkah 6 :
Selanjutnya akan ada pertanyaan, apakah anda ingin memasukkan xampp kedalam
flashdisk, sehingga xampp anda bisa digunakan secara portable, artinya anda dapat
menjalankan secara portable, tidak perlu install lagi jika di jalankan dikomputer lain.
Bagi yang sudah mengerti diharapkan diam saja, penulis sedang menjelaskan ke orang
yang belum mengerti. Mohon bersabar. .
Ketik n saja untuk tidak, kemudian enter. Lalu diamkan sejenak.
Gambar 1.6 (Xampp Install Step 5)
Langkah 7 :
Lalu enter saja.
Gambar 1.7 (Xampp Install Step 6)
.
13
Langkah 8 :
Lagi-lagi pertanyaan... Ck.. ck... ck.. Sabar... sabar... Silahkan enter saja.
Gambar 1.8 (Xampp Install Step 7)
Langkah 9 :
Oke, terakhir ada pertanyaan apakah anda ingin menjalankan pilihan yang disediakan??
Penulis menekan x kemudian enter untuk keluar dari install. So far, jika anda mengikuti
proses ini dan tampilannya sama dengan yang penulis jabarkan disini berarti anda telah
selesai menginstall xampp.
Gambar 1.9 (Xampp Install Step 8)
.
14
Selesai sudah installasi xampp versi 1.7.3, untuk menjalankan xampp anda bisa langsung
double klik Xampp Control Panel di desktop.
Anda juga bisa mencarinya di start menu | xampp for windows kemudian klik xampp
control panel.
Gambar 1.10 (Xampp Start Menu)
Kemudian nanti akan tampil windows seperti ini :
Gambar 1.11 (Xampp Control Panel)
Mungkin anda bertanya-tanya, apa yang harus saya klik? Dalam mempelajari PHP
dan MySQL kita cuma butuh dua services yang berjalan. Pertama yaitu Apache, dan
kedua yaitu MySQL. Apache inilah yang nantinya dapat menjalankan script PHP, dan
MySQL yaitu service yang digunakan untuk dapat membuat database mysql.
.
15
Oke yang perlu diklik yaitu start di baris Apache dan Start di baris MySQL,
sisanya digunakan untuk FTP, Email, dan bahasa yang lain selain PHP. Oke? Silahkan
klik start apache dan start mysql. Sehingga hasilnya menjadi seperti ini :
Gambar 1.12 (Xampp Control Panel Start Service)
Jika sudah seperti ini, artinya anda telah berhasil menjalankan service apache dan
mysql. Untuk mengetes apakah sudah benar-benar berhasil, anda bisa membuka browser
internet favorit anda, di sini penulis memakai browser internet mozilla firefox.
Kemudian ketikkan http://localhost di addressbar, kemudian enter. Apabila anda melihat
tampilan yang sama seperti dibawah ini, anda sudah bisa bermain-main dengan PHP.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
Bekerja dengan PHP
2.1 Struktur Syntax PHP
Oke sebelum bekerja dengan php, pada bab sebelumnya kita sudah berhasil
menginstall xampp, namun kita belum dapat menjalankan skrip phpnya dan juga belum
dapat menikmati database mysqlnya. Untuk dapat menjalankan keduanya kita cukup, cari
xampp-control panel di start menu, dan kita klik tombol start pada baris apache dan
mysql, hingga nanti anda label hijau dengan tulisan running seperti ini :
Gambar 2.1 (Xampp Control Panel)
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
17
ini tandanya kita sudah dapat bekerja dengan mysql maupun php.
Kita akan coba masuk kedalam pembahasan, bekerja dengan PHP. Sebelumnya kita
telah praktikan bagaimana menginstall xampp agar PHP dan MySQL dapat dijalankan di
mesin lokal. Sekarang saatnya kita akan coba mengetahui struktur dari syntax PHP. Saya
asumsikan anda sudah menguasai HTML.
Ya, PHP sama dengan HTML, untuk dapat menjalankan scriptnya maka anda harus
mengetikkan syntax-syntaxnya ke dalam satu buah file dengan memakai text-editor
seperti notepad, atau text editor kesukaan anda, kemudian meletakkan file tersebut pada
suatu direktori khusus yakni defaultnya yaitu di :
c:\xampp\htdocs\
Kemudian untuk dapat menjalankan skrip tersebut gunakanlah browser internet
seperti mozilla firefox. Dengan mengisi alamat di address bar seperti ini misalnya :
http://localhost/direktori/file.php
saya akan jelaskan nanti arti dari alamat tersebut.
2.1.2 Struktur halaman PHP 1
Struktur halaman php bentuknya seperti ini :
<?php
// syntax php di letakkan di sini ...
// kode php di akhiri dengan ';'
?>
Untuk mengetikkan baris code php, maka anda perlu mengapitnya dengan tag <?php dan
di akhir dengan ?> sebab di luar dari itu php engine tidak menganggapnya sebagai script
php, melainkan hanya html biasa. Sebagai contoh kita akan memakai php, untuk
menampilkan kalimat "Hallo dunia PHP?!" kita cukup membuka notepad, lalu ketikan
seperti ini di notepad :
<?php
echo "Hallo dunia PHP?!";
?>
oke, sesudah mengetik semua, silahkan save di :
c:\xampp\htdocs\
buat folder baru dengan nama latihanphp, lalu save dengan nama latihan1.php, sehingga
nanti struktur pathnya yaitu :
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
18
c:\xampp\htdocs\latihanphp\latihan1.php
untuk menjalankan script tersebut anda cukup mengetikkan di browser :
http://localhost/latihanphp/latihan1.php
hasil di browser yaitu seperti ini :
Gambar 2.2 (Hallo PHP?)
ini terjadi sebab direktori default apache untuk dapat menjalankan php yaitu
c:\xampp\htdocs, maka untuk dapat membuka file latihan1.php, kita cukup ketikkan
alamat :
http://localhost/latihanphp/latihan1.php
Mudah ya? Mudah. Nggak ada yang sulit kan? nggak ada dong, iya kan??? semangaat!
Anda dapat merubah direktori default dari apache dengan mengkonfigurasi ulang file
httpd.conf yang terletak di :
C:\xampp\apache\conf\httpd.conf
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
2.1.3 Cara Penulisan Coding PHP yang baik
Oke, kita lanjut, agar ketika melakukan coding dengan PHP dapat terbaca dengan
mudah, dan algoritmanya terbaca dengan jelas, maka dalam menyusun coding harus di
atur sedemikian rupa.
Contoh penulisan coding yang buruk seperti yaitu seperti list code di bawah ini.
Ini cuma, contoh saja, mungkin anda belum mengerti arti dari baris-baris code tersebut,
saya cuma memberikan contoh saja.
<?php
// file latihan_213.php
if ($_POST["nama"] == "Anggie")
{
echo "<p>Hei $_POST['nama']</p>;
}
else
{
echo "<h2>Anda bukan Anggie!</h2>"
}
// masih dengan contoh yang sama,
// namun dengan cara penulisan yang berbeda
if ($_POST["nama"] == "Anggie")
{
echo "<p>";
echo "Hei ";
echo $_POST['nama'];
echo "</p>";
}
else
{
echo "<h2>";
echo "Anda bukan Anggie!";
echo "</h2>";
}
?>
Script ini sulit untuk dibaca, sebab jika ada programmer lain atau mungkin anda
yang bertahun-tahun liburan kemudian ingin membaca kode-kode yang anda buat
tersebut tentunya akan mengalami kesulitan membedakan fungsi-fungsi dari baris
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
20
kodenya. Bayangkan jika seorang programmer mengetik kode-kode ratusan bahkan
ribuan kode dengan cara penulisan seperti itu ??? Mungkin programer yang membacanya
akan mual-mual. 8-}.
Untuk saat ini sebab kita baru belajar bahasa pemrogaman php, maka belum terasa
kesusahannya jika tidak menulis kode dengan cara yang baik.
Saya mengibaratkan penulisan kode yang baik itu seperti seorang penulis
mengarang sebuah cerita. Seorang penulis yang baik itu dapat mempermudah si pembaca
dalam membaca tulisan karangan si penulis, mulai dari tanda baca, tahu letak berhenti
suatu kalimat, paragraf, benar-benar memudahkan, beda dengan penulis yang salah urat,
saya mengatakannya salah urat sebab , penulis ini membuat cerita tapi tidak
mempedulikan tanda baca, ini artinya penyiksaan dini bagi para pembacanya. Ya, contoh
coding yang baik yaitu seperti ini :
<?php
if ($_POST["nama"] == "Anggie")
{
echo "<p>Hei $_POST['nama']</p>;
}
else
{
echo "<h2>Anda bukan Anggie!</h2>"
}
// masih dengan contoh yang sama,
// namun dengan cara penulisan yang berbeda
if ($_POST["nama"] == "Anggie")
{
echo "<p>";
echo "Hei ";
echo $_POST['nama'];
echo "</p>";
}
else
{
echo "<h2>";
echo "Anda bukan Anggie!";
echo "</h2>";
}
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
21
2.2 Mulai Membuat Halaman PHP
Pastikan xampp control panel berjalan, dan lihat kondisi Apache dan MySQL nya apakah
sudah running ?? Jika iya, kita akan masuk ke dalam direktori :
c:\xampp\htdocs\latihanphp
Di direktori ini kita akan membuat satu buah file latihan2.php.
klik kanan -> new -> text document -> rename menjadi latihan2.php
kemudian buka file tersebut, kita akan mengetikan beberapa baris kode. Sebagai awal
belajar php. Kita ketikkan seperti ini :
<?php
echo "Saya Belajar PHP";
?>
kemudian simpan... dengan menekan ctrl + s di keyboard, lalu buka mozilla firefox.
Kemudian arahkan alamatnya ke http://localhost/latihanphp/latihan2.php. Jika
tampilannya yaitu :
Saya Belajar PHP
berarti anda telah berhasil mengawali belajar php dengan sukses. Selamat!
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
22
2.3 Integrasi HTML dan PHP
Selain berdiri sendiri, PHP pun dapat di integrasikan dengan HTML. Saya
asumsikan anda sudah mengerti HTML sebelumnya. Kita akan coba membuat sebuah
halaman yang didalamnya terdapat script PHP dan HTML.
Masuk ke dalam direktori c:\xampp\htdocs\latihanphp\ buat sebuah file dengan
nama latihan3.php, kemudian ketikan baris code seperti ini...
<!-- file latihan3.php -->
<html>
<head>Latihan 3</head>
<body>
<?php
echo "Ini Script PHP di dalam tag HTML";
?>
</body>
</html>
untuk dapat melihat hasilnya, buka mozilla firefox, dan ketikkan alamatnya :
http://localhost/latihanphp/latihan3.php
ya, kita lihat view source code htmlnya, dengan cara mengklik kanan browser lalu pilih
View Page Source, di sini kita tidak lagi melihat script php-nya, yang ada hanyalah
HTML saja, ini terjadi sebab PHP engine/processor mengeksekusi file php di server, dan
menghasilkan html dan mengirimkan file htmlnya kepada user, sehingga yang terlihat
yaitu htmlnya saja, bukan phpnya.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
23
2.4 memakai Constant dan Variable
Kita akan mendalami PHP lebih lanjut. PHP memiliki dua jenis nilai, yakni
Constant dan Variable. Keduanya sangat berpengaruh kedalam pemrogaman PHP itu
sendiri, sebab jika tidak ada kedua nilai ini maka PHP hanyalah barisan code saja tanpa
nilai, atau dengan kata lain, tidak berfungsi sebagai apa-apa.
Kita akan bahas secara lengkap dalam bagian ini kedua nilai yang saya sebutkan
tadi.
2.4.1 memakai Constant
Apa itu konstan ?? konstan diartikan sebagai suatu nilai yang tidak bisa di
modifikasi lagi. Bersifat mutlak, dan tidak dapat di rubah. biasanya ini digunakan untuk
bilangan yang tetap, misalkan untuk jari-jari suatu lingkaran, misalnya. Atau mungkin
tanggal lahir seseorang.
Misalkan :
Pi = 3,141592
dalam php itu untuk mendefiniskan kontan Pi yaitu sebagai berikut :
define ("Pi", 3.141592);
apabila kita menginginkan untuk menampilkan isi dari Pi, caranya yaitu seperti ini.
<?php
define ("Pi", 3.141592);
echo Pi;
?>
Oke, misalkan kita ingin mengintegrasikan nya dengan html, kita buat satu file di
c:\xampp\htdocs\latihanphp\ bernama latihan4.php
kemudian ketikkan isinya seperti ini : ...
<!-- file latihan4.php -->
<html>
<head>Latihan 4</head>
<body>
<?php
define ("Pi", 3.141592);
echo Pi;
?>
</body>
</html>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
24
kita buka di mozilla firefox, kemudian arahkan link :
http://localhost/latihanphp/latihan4.php
hasilnya yaitu seperti ini :
3.141592
membuat konstan sangat mudah sekali bukan?
2.4.2 memakai Variable
Variable, merupakan suatu nilai yang masih dapat di ubah, dengan cara di isi ulang,
berbeda dengan konstan yang tidak dapat di rubah dan bersifat mutlak. Coba kita buat
satu buah file di c:\xampp\htdocs\latihanphp\ bernama latihan5.php. Kemudian kita
ketikkan baris seperti ini ke dalam file tersebut :
<?php
$tahun = 2010; // ini yaitu proses assignment
echo $tahun ;
$tahun = 2012;
echo $tahun ;
?>
kemudian kita eksekusi filenya dengan browser mozilla firefox dan menulis alamatnya
seperti ini :
http://localhost/latihanphp/latihan5.php
Terlihat nilai 2012 menimpa nilai yang sebelumnya. berbeda dengan constant.
Catatan :
“Kita lihat $tahun = 2010;
yang dinamakan variable yaitu $tahun
sedangkan nilainya yaitu 2010
sehingga variable $tahun memiliki nilai 2010”
Ada beberapa tipe data untuk variable, variable yang baru kita praktikan itu bertipe
integer. Ada 3 jenis tipe data induk, yakni integer, float, dan string.
Catatan :
Tipe Integer itu tipe data yang berisi bilangan bulat, 0, 1, 2, 3, dan seterusnya...
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
25
Tipe Float itu tipe data yang berisi bilang pecahan atau desimal, seperti 1,35 atau 7,5 dan
lain sebagainya...
Tipe String itu tipe data yang berisi kumpulan karakter, angka, huruf, simbol, misalnya
seperti "Susu Ultra Jaya", atau nama jalan "Jl. Warung Nangka 2, Gang Duren Mateng"
Cara Penulisan Variable :
Dalam menulis variable ada hal-hal yang harus diperhatikan, dan jika tidak diikuti maka
variable tersebut tidak akan menjadi variable, tapi bilangan lain atau mungkin error :
$variable harus di awali oleh huruf atau _, tidak boleh memuat spasi
tidak boleh memuat spesial karakter (~!@#$% dan lain lain)
$892 ini contoh yang salah dalam penulisan variable
$ini bukan variable ini contoh yang salah dalam penulisan variable
$_variable1 ini yaitu contoh yang benar dalam penulisan variable
2.4.3 memakai Operator
Operator membuat suatu nilai menjadi penting. Ada beberapa jenis operator yang
berguna dalam pemrogaman memakai PHP. Ada operator matematika, assignment,
perbandingan, logika, increment, decrement.
Operator matematika
Contohnya yaitu seperti ini :
<?php
// contoh operator matematika
$pengurangan = 3.033.032.020 - 3.033.031.924;
$pertambahan = 3.033.032.020 + 3.033.031.924;
$perkalian = 3.033.032.020 * 3.033.031.924;
$pembagian = 3.033.032.020 / 3.033.031.924;
$hasilbagi = 200 % 4 ;
echo "3.033.032.020 - 3.033.031.924 = $pengurangan" ;
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
26
echo "3.033.032.020 + 3.033.031.924 = $pertambahan" ;
echo "3.033.032.020 * 3.033.031.924 = $perkalian" ;
echo "3.033.032.020 / 3.033.031.924 = $pembagian" ;
echo "200 % 4 = $hasilbagi";
// pengurangan di wakili tanda '-'
// penjumlahan di wakili tanda '+'
// perkalian di wakili tanda '*'
// pembagian di wakili dengan tanda '/'
// sisa hasil bagi di wakili dengan tanda '%'
?>
Operator matematika ini layaknya anda berhitung memakai matematika, mulai dari
pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian.
Operator assignment
Operator assignment merupakan operator yang berguna untuk memasukkan nilai
kedalam suatu variable. Dan jangan lupa, setiap baris code harus di tutup dengan ';' atau
script anda akan error.
Coba kita praktikan :
<?php
// contoh operator assignment
$panjang = 10; // contoh assignment
$lebar = 8; // contoh assignment
$luas = $panjang * $lebar ; // contoh assignment juga
// tanda '=' mewakili proses assignment,
// ada beberapa tanda lagi yang dapat
// melakukan assignment,
// assignment penjumlahan diwakili tanda '+=' contohnya
$tambahdua += 2;
echo $tambahdua."<br>" ;
// hasilnya 2
// hal ini sama dengan pernyatan :
// $tambahdua = $tambahdua + 2;
// assignment pengurangan diwakili tanda '-=' contohnya
$clip = 22;
$clip -= 2; // sama dengan $clip = $clip - 2;
echo $clip;
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
27
hal ini juga sama dengan perkalian di wakili tanda '*=' dan pembagian '/='
contoh yang lebih lengkapnya yaitu seperti ini :
<?php
$a = 50;
$b = 40;
$c = 30;
$d = 20;
echo "Hasil dari 50+=2 yaitu " . $a+=2 ;
echo "Hasil dari 40-=2 yaitu " . $b-=2 ;
echo "Hasil dari 30*=2 yaitu " . $c*=2 ;
echo "Hasil dari 20/=2 yaitu " , $d/=2 ;
?>
kemudian save di c:\xampp\htdocs\latihanphp\latihan7.php lalu jalankan di mozilla
firefox, atau browser lain. kita lihat hasilnya.
logikanya yaitu sebagai berikut, kita ambil salah satu, misalkan :
$a+=2
ini berarti sama saja dengan :
$a = $a + 2;
sebab a bernilai 50, maka tambahkan 2 kepada 50, sehingga 50 + 2 = 52 mudah bukan. ?
Begitu juga untuk pengurangan, perkalian, dan pembagian. Perlu di catat di sini, ada
bentuk baris seperti ini :
echo "Hasil dari 50+=2 yaitu " . $a+=2 ;
dengan tanda titik, tanda titik memiliki arti melanjutkan kalimat. anda juga bisa
menggantikan titik dengan koma. Sebagai contoh apabila kita ingin menulis kalimat
"Saya belajar PHP" kedalam 3 bagian, kita dapat menulisnya seperti ini
echo "Saya" . "Belajar" . "PHP" ;
atau juga bisa seperti ini :
echo "Saya" , "Belajar" , "PHP" ;
sehingga untuk menampilkan angka 5 yang berada dalam variable $a, bisa seperti ini :
echo "Nilai a yaitu $a";
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
28
bisa juga seperti ini :
echo "Nilai a yaitu ". $a ;
atau bisa juga seperti ini :
echo "Nilai a yaitu ", $a ;
mudah bukan ??
Selanjutnya yaitu operator perbandingan, khusus untuk operator
perbandingan tidak dapat digunakan standonline, artinya tidak bisa bekerja jika tidak di
integrasikan dengan kondisional / percabangan , oleh sebab itu saya akan membahasnya
berbarengan dengan kondisional if / else. Begitu juga dengan operator logika, saya akan
jelaskan di bagian kondisional, sedangkan untuk operator increment, dan decrement akan
dijelaskan di bagian pengulangan.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
29
2.5 memakai Argumen If dan Else
2.5.1 memakai Argumen IF
Argumen if atau keputusan if sangat sering digunakan oleh para programmer php,
alasannya yaitu mudah dan sederhana. Penggunaan argumen if ini biasanya dilakukan
ketika akan membandingkan suatu nilai, atau membandingkan suatu kondisi.
Dalam dunia nyata membandingkan kondisi itu seperti pengandaian, contohnya yaitu
seperti ini :
jika cuaca cerah
maka saya akan berangkat kuliah.
ini berarti dimana "jika cuaca cerah" itu yaitu nilai atau kondisi dan
"maka saya akan berangkat kuliah" ini di sebut dengan pernyataan atau statement dalam
php. mudah ya?
cara penulisan argumen if dalam dunia php yaitu sebagai berikut :
if kriteria {
pernyataan;
}
kita coba implementasikannya :
Buat sebuah file bernama latihan8.php dan simpan di c:\xampp\htdocs\latihanphp,
kemudian isi filenya seperti ini :
<?php
$cuaca = "cerah";
if ($cuaca == "cerah")
{
echo "Saya akan berangkat kuliah!";
}
?>
Lihat hasilnya di browser...
Saya akan berangkat kuliah!
Bagaimana???
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
30
Kembali ke coding, dalam baris kode urutan ke 3, ada kalimat :
if ($cuaca == "cerah")
tanda '==' ini merupakan operator perbandingan, yang membandingkan isi variable
$cuaca dengan nilai "cerah", jika bernilai benar, maka akan ditampilkan pernyataan di
bawahnya.
perlu di catat sekali lagi, jika :
$cuaca = "cerah" ini berarti memasukkan nilai "cerah" kedalam variable
$cuaca,
Sedangkan :
if ($cuaca == "cerah") ini berarti menanyakan/membandingkan, apakah
nilai variable $cuaca itu berisi "cerah"??
jika benar, maka pernyataan yang berada di dalam tanda {} akan ditampilkan, jika tidak
maka php akan berhenti mengeksekusi filenya. Contoh yang lain yaitu sebagai berikut :
<?php
$jarak = 40;
if ($jarak <= 40)
{
echo "Jalan kaki saja";
}
if ($jarak >= 40)
{
echo "Naik Motor";
}
if ($jarak != 40)
{
echo "Diam ditempat";
}
?>
Hasilnya nanti yaitu :
Jalan Kaki Saja Naik Motor
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
31
2.5.2 memakai Argumen if dan else secara bersamaan
Argumen if dan else apabila digunakan secara bersamaan maka akan dapat
menghasilkan dua statement. Jika if itu hanya dapat menghasilkan satu statement saja,
maka if dan else akan menghasilkan 2 opsi statement pada satu kondisi. Dalam kehidupan
nyata jika anda mengalami suatu kondisi maka akan terdapat beberapa opsi, contoh
nyatanya yaitu sebagai berikut :
jika cuaca cerah
maka saya akan berangkat kuliah
jika tidak
maka saya akan membuat mie ramen
dan, apabila diaplikasikan ke dalam bahasa php. Mudahnya yaitu sebagai berikut :
<?php
$cuaca = "mendung";
if ($cuaca == "cerah") // jika cuaca cerah
{
echo "Saya akan berangkat kuliah";
}
else
{
echo "Saya akan membuat mie ramen";
}
?>
contoh yang lainnya :
<?php
$cuaca = "mendung";
if ($cuaca != "cerah") // jika cuaca tidak cerah
{
echo "Saya akan membuat mie ramen";
}
else
{
echo "Saya akan berangkat kuliah";
}
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
32
Mudah bukan? Kemudahan inilah yang membuat para web developer menjawab "PHP itu
sangat manusiawi" ketika saya menanyakan tentang bahasa apa yang mereka sukai.
2.5.3 memakai Argumen if, else if, dan else
Jika pada argumen if dan else itu dapat memakai dua kondisi, yakni kondisi
jika benar, dan jika salah, pada argumen if, else if, dan else, anda dapat memakai
kondisi yang tidak terbatas. dan masing-masing kondisi/kriteria memiliki masing-masing
pernyataan/statement. Dalam dunia sehari-hari argumen if, else if, dan else memiliki
contoh seperti ini :
jika mendung
maka bawa payung
jika cerah
maka saya akan berangkat kuliah dengan jalan kaki meskipun jaraknya 20 km.
jika banjir
maka bawa perahu sendiri dari rumah
dan begitu seterusnya, tidak ada batasnya...
dalam dunia php, contoh implementasinya yaitu sebagai berikut, jangan lupa untuk
memperhatikan tanda {} dan ; nya
<?php
$nilai = "A";
if($nilai == "A")
{
echo "Bagusss... baguss...";
}
else if ($nilai == "B")
{
echo "Baik...";
}
else if ($nilai == "C")
{
echo "Cukup...";
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
33
}
else if ($nilai == "D")
{
echo "Kurang...";
}
// dan seterus-seterusnya ...
?>
silahkan save di c:\xampp\htdocs\latihanphp\ . Kita lihat di browser mozilla firefox
hasilnya yaitu seperti ini :
Bagus... bagus...
di dalam penggunaan argumen if, else if, dan else terlihat begitu tidak terbatas jika di
aplikasikan kedalam kasus yang lain.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
34
2.6 memakai pemilihan switch
Switch sebetulnya sama saja dengan argumen if, else if, dan else, cuma sedikit berbeda
dalam penggunaannya terlebih pada syntaxnya. Jika untuk memutuskan kondisi dalam if,
else if, dan else itu memakai {} namun dalam switch untuk memberhentikan
keputusan digunakanlah fungsi break; bentuk aslinya yaitu seperti ini :
switch(variable){ // kita memilih variable yang akan dicocokkan
case kriteria1: // kita menanyakan kriteria pertama itu apa
pernyataan1; // kemudian pernyataannya apa ?
break; // di akhir dengan break; begitu seterusnya, hingga kriteria habis
case kriteria2:
pernyataan2;
break;
// dan seterusnya dan seterunya ...
}
di sini terlihat ketika kondisinya sesuai di wakili dengan code ‘case kriteria1:’ dengan
titik dua ':' di belakang setiap kriterianya. maka di tulis lah pernyataan di bawahnya itu
apa?
contoh kasus dalam php nya sebagai berikut :
<?php
$nilai = "A";
switch($nilai)
{
case "A":
echo "Bagusss... baguss...";
break;
case "B":
echo "Baik...";
break;
case "C":
echo "Cukup...";
break;
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
35
case "D":
echo "Kurang... ";
break;
}
?>
switch itu hanya digunakan pada satu jenis variable saja namun memiliki nilai yang
berbeda. tetapi dalam if, else if, dan else dapat digunakan pada variable yang berbeda-
beda dan nilai yang berbeda. switch ataupun if, else if, dan else tentunya dapat anda
gunakan sesuai dengan kebutuhan anda nantinya.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
36
2.7 memakai Pengulangan
Dengan echo atau print, anda dapat menampilkan kalimat apapun, dan panjangnya
pun tidak terbatas. Penggunaan echo atau print untuk mengetikan angka 1 - 3, misalnya
seperti ini :
<?php
echo "Angka 1<br>";
echo "Angka 2<br>";
echo "Angka 3<br>";
?>
Lihat hasilnya di browser anda. Bagaimana jadinya jika anda mendapatkan kasus
untuk menulis angka hingga 100 baris atau 50jt baris? Apa masih memakai cara
kuno tersebut? contoh yang lainnya bagaimana seorang programmer mengambil isi
database kemudian menampilkannya semua isi database tersebut, apa masih
memakai echo saja? Solusinya akan dibahas dalam pengulangan.
Terdapat 3 jenis pengulangan yang paling sering digunakan dalam php,
pengulangan bentuk for, bentuk while, dan bentuk do while. saya akan membahas
ketiganya sekarang.
2.7.1 Pengulangan For
For merupakan jenis pengulangan yang cukup sering digunakan, dan penggunaan
pengulangan bentuk for ini tergantung kebutuhan. dan for ini bisa digunakan untuk
contoh kasus sederhana yang saya sebutkan di awal tadi yaitu menampilkan angka 1 -
100 atau 1 - 50jt dengan cepat. For membuat semuanya menjadi sangat effisien. Bentuk
umum for yaitu seperti ini :
for(nilai awal; batas nilai; operator increment/decrement)
{
pernyataan yang akan di proses
}
Contoh implementasinya seperti ini, menampilkan kalimat Angka 1 sampai 100 :
<?php
// file latihan_271.php
for($x=1;$x<=100;$x++)
{
echo "Angka $x<br>";
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
37
}
?>
Hasilnya :
1
2
3
4
...
100
Pengulangan ini akan terus menerus mengulang dan terus menerus dilakukan
penambahan 1 hingga nilainya mencapai yang ditargetkan, yakni kurang sama dengan
100. sebab pengulangan terjadi dari angka 1 hingga 100 maka terdapat 100 proses.
Untuk operator increment yang lain yaitu seperti ini.
<?php
for($x=1;$x<=100;$x+2)
{
echo "Angka $x<br>";
}
?>
ini berarti dilakukan penambahan 2, sehingga nanti hasilnya seperti ini. (browser)
dan untuk operator decrement contohnya seperti ini :
<?php
for($x=100;$x>=1;$x--)
{
echo "Angka $x<br>";
}
?>
bedanya yaitu pada operator perbandingan, jika pada pengulangan increment atau
menaik bentuk operatornya yaitu '<=', namun dalam pengulangan decrement atau
menurun bentuk operatornya yaitu '>=', apabila peraturan ini tidak dipatuhi maka
hasilnya yaitu error. Contoh lain pengulangan decrement :
<?php
for($x=100;$x>=1;$x-=2)
{
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
38
echo "Angka $x<br>";
}
?>
selain hanya php, anda juga dapat memakai pengulangan ini untuk menghasilkan
html yang dinamis, contohnya seperti ini :
<html>
<head>
<title>Pengulangan header</title>
</head>
<body>
<?php
for($x=1;$x<=7;$x++)
{
echo "<font size=$x>Ukuran font $x</font><br>";
}
?>
</body>
</html>
2.7.2 Pengulangan while
Pengulangan while ini bentuknya seperti ini :
Nilai awal
While (batas pengulangan)
{
pernyataan;
operator decrement/increment;
}
Pengulangan jenis ini tidak terlalu jauh berbeda dengan pengulangan bentuk for. hanya
saja penempatan nilai awalnya, dan operator decrement/incrementnya berbeda letaknya.
Implementasinya yaitu seperti ini :
<?php
$x = 1;
while ($x <= 100)
{
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
39
echo "Angka $x";
$x++ // jika tidak ada operator increment atau decrement
// maka proses akan
// terus menerus terjadi tanpa berhenti
}
?>
jadi jika kondisi belum sampai yang ditentukan dalam hal ini, jika variable $x itu kurang
dari 100 maka pengulangan akan terus dilakukan, dan penambahan selalu terjadi. namun
ketika nilainya lebih dari 100 maka pengulangan akan berhenti. hampir sama dengan
konsep pengulangan bentuk for.
2.7.3 Pengulangan do while
Bentuk pengulangan do while yaitu seperti ini :
Nilai awal
do
{
pernyataan;
operator decrement/increment;
}
While (batas pengulangan)
contoh implementasinya :
<?php
$x = 1;
do
{
echo "Angka $x";
$x++
}
while ($x <= 100);
?>
hampir sama dengan bentuk pengulangan while, namun yang jadi perbedaan di sini
yaitu letak dari whilenya saja, dan diakhir dari pengulangan while di beri ; (semicolon).
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
40
coba kita buktikan :
<?php
// pengulangan jenis while
$x = 1;
while ($x <= 100)
{
echo "Angka $x<br>";
$x++;
}
echo "<strong>$x</strong>";
echo "<br><br>";
// pengulangan jenis do while
$x = 1;
do
{
echo "Angka $x<br>";
$x++;
}
while($x <= 100);
echo "<strong>$x</strong>";
?>
Di akhir setiap pengulangan saya memasukkan baris echo $x ; ini cuma untuk
membuktikan apakah benar nilainya sama, dan hasilnya ... sama. ini menandakaan do
while itu sama dengan while, namun implementasinya itu sesuai dengan kebutuhan anda.
Sampai sini, anda dapat memilih, lebih prefer atau lebih suka memakai
pengulangan bentuk yang mana? for, while, atau do while. semua di tangan anda. dan
gunakan secara efisien.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
41
2.8 memakai Include dan require untuk efisiensi Coding
Fungsi include dan require berfungsi untuk menjalankan banyak file secara
berbarengan dengan caraa memasukkan file lain kedalam suatu file tertentu. bentuk
penulisannya yaitu seperti ini :
include "namafile.php";
require "namafile.php";
Contoh implementasinya yaitu seperti ini, kita akan membuat suatu argumen yang
nilai variable nya itu diambil dari file yang lain. Pertama buat satu buah file dengan
nama, variable.latihaninclude.php kemudian ketikkan di dalamnya seperti ini :
<?php
// file variable.latihaninclude.php
$cuaca = "hujan";
?>
kemudian kita akan mengambil variable $cuaca tersebut untuk dimasukkan kedalam file
yang lain, kita buat 1 buah file lagi, dengan nama, latihan_28.php, kemudian ketikkan di
dalamnya seperti ini :
<?php
include "variable.latihaninclude.php";
if ($cuaca == "cerah")
{
echo "Latihan bola di GOR";
}
else
{
echo "Bikin mie ramen";
}
?>
hasilnya yaitu :
Bikin mie ramen
Mengapa ? sebab fungsi include lah yang dapat memanggil file lain untuk di
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
42
eksekusi bersama, namun perlu diperhatikan peletakkannya. jika di letakkan di akhir
seperti ini maka akan error.
<?php
if ($cuaca == "cerah")
{
echo "Latihan bola di GOR";
}
else
{
echo "Bikin mie ramen";
}
include "variable.latihaninclude.php";
?>
oleh sebab itu disesuaikan dengan penggunaannya, yakni diletakkan sebelum
pengolahan file.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
43
2.9 memakai Fungsi untuk effisiensi Coding
Fungsi ini berisi sekumpulan perintah program, bisa berisi argumen if, pengulangan,
variable, yang dapat menerima inputan berupa variable berisi nilai kemudian mengolah
nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan. Bentuk umum dalam membuat fungsi yaitu
seperti ini
function namafungsi(parameter1, parameter2, ... parameter n )
{
pernyataan berupa perintah operasi program;
}
contoh implementasinya seperti ini :
<?php
// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya,
// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah
function testing()
{
echo "Contoh memakai Fungsi";
}
// untuk dapat memakai fungsi yang telah dibuat,
// perlu pemanggilan nama fungsinya.
testing();
?>
memakai parameter dalam fungsi
Parameter mewakili variable yang nilainya akan diolah. untuk memakai parameter
contohnya yaitu seperti ini :
<?php
function testing($nilai)
{
echo "Tinggi badan anda yaitu $nilai";
}
$tinggibadan = 170 ;
testing($tinggibadan);
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
44
kita lihat hasilnya di browser mozilla firefox dengan parameter dalam fungsi anda dapat
mengolah apa saja, dan coding jauh lebih cepat ketimbang memanggil ulang perintah-
perintah nya tanpa memakai fungsi. Contoh lain memakai parameter :
<?php
function penjumlahan($nilai1, $nilai2)
{
$total = $nilai1+$nilai2;
echo "$nilai1 + $nilai2 = ".$total;
}
penjumlahan(30,20);
?>
dan hasilnya di browser mozilla firefox :
30 + 20 = 50
Fungsi benar-benar bermanfaat dalam pengolahan data inputan user ataupun dari
database.
Mengembalikan Nilai Fungsi
Mengembalikan nilai fungsi dilakukan jika anda menginginkan nilai dari fungsi tersebut
di olah dalam suatu variable tertentu. Nah biasanya nilai dalam variable nantinya akan
digunakan oleh fungsi yang lain. Untuk mengembalikan nilai fungsi, digunakan suatu
fungsi return. Contoh implementasinya :
<?php
function penjumlahan($nilai1, $nilai2)
{
$total = $nilai1+$nilai2;
return $total;
}
$jumlah20plus30 = penjumlahan(30,20);
echo $jumlah20plus30;
?>
kita lihat hasilnya di browser,
50
kemudian kita balik ke codenya.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
45
Fungsi penjumlahan tersebut akan mengembalikan nilai dari penjumlahan antara
$nilai1 dan $nilai2. Sehingga nilai dari fungsi dapat diimplementasikan sebagai nilai
dari suatu variable $jumlah20plus30. Dan hasil akhirnya yaitu nilai si fungsi di ambil
dari nilai return fungsi tersebut. Sehingga nilai dari fungsi tersebut dapat dimanfaatkan
untuk suatu kebutuhan lainnya.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
46
2.10 Mengenal array
Jika variable itu cuma memiliki satu nilai, maka array memiliki banyak nilai dari
elemen. Array, merupakan suatu kumpulan data variable yang tersusun secara index.
nanti akan saya jelaskan maksudnya itu apa. Array dapat menampung variable yang tipe
datanya berbeda-beda.
2.10.1 Syntax array
Untuk membuat array, berikut yaitu syntaxnya :
array(elemen)
contohnya yaitu seperti ini :
$tahun = array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050);
saya akan jelaskan, array di mulai dari index urutan 0.
array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050);
sehingga :
index 0 --> di miliki oleh array bernilai 1924
index 1 --> di miliki oleh array bernilai 2010
index 2 --> di miliki oleh array bernilai 2012
index 3 --> di miliki oleh array bernilai 2024
index 4 --> di miliki oleh array bernilai 2050
Sehingga apabila anda ingin mengambil nilai dari array, misalkan 2024, anda cukup
dengan menampilkan nama variable nya kemudian di tambahkan index dibelakang
variable tersebut, seperti ini :
$tahun[3]; --> mewakili 2024.
Sehingga apa bila di aplikasikan dalam code php:
<?php
$tahun = array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050);
echo $tahun[3];
?>
Sehingga hasilnya nanti di browser yaitu :
2024
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
47
selain angka, php array pun dapat memuat berbagai variable dengan tipe data yang lain.
Contoh lainnya :
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
for ($x=0;$x<=6;$x++)
{
echo $[$x]."<br>";
}
?>
hasilnya yaitu :
Loka Dwiartara
Laki-laki
24/01/1987
B
3.41
Bot Technology
Pengulangan tadi sebetulnya hanya mengambil isi dari array satu demi satu.
Sehingga yang terjadi sebetulnya yaitu sama seperti ini :
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
echo $[0]."<br>";
echo $[1]."<br>";
echo $[2]."<br>";
echo $[3]."<br>";
echo $[4]."<br>";
echo $[5]."<br>";
?>
Dan kita lihat hasilnya, sama dengan script yang memakai pengulangan bentuk
for ada beberapa syntax dalam php, yang biasa digunakan untuk mengambil isi dari array,
selain dengan pengambilan langsung seperti cara tadim ataupun memakai looping
seperti yang saya jelaskan barusan. Kita dapat memakai fungsi dalam pengolahan
array, dengan cara memanfaatkan key dari tiap-tiap array, dan hal ini membutuhkan satu
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
48
pengulangan tersendiri.
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
for($x=0;$x<6;$x++)
{
echo "Index array ke : ".key($)." Berisi
".current($)."<br>";
next($);
}
?>
kita lihat hasilnya di browser, ini merupakan pengambilan array dari index terendah
yakni 0, ke paling akhir yakni 5. kita akan coba membaliknya, jika tadi mulai dari 0 - 5,
kita mulai dari 5 dan mundur hingga urutan ke 0, dengan memanfaatkan fungsi end(),
dan prev();
Kita coba implmentasikan :
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
end($);
for($x=0;$x<6;$x++)
{
echo "Index array ke : ".key($)." berisi
".current($)."<br>";
prev($);
}
?>
dengan end(), maka array akan dibawa ke paling akhir, kemudian di bawa mundur ke
index terendah dengan fungsi prev(). Selain fungsi end(), prev(), dan next(), kita juga
dapat memakai fungsi count() yang digunakan untuk menghitung jumlah variable
yang ada dalam array, sebagai contohnya, kita akan menghitung jumlah array yang
berada pada array :
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
$jumlaharray = count($);
echo $jumlaharray;
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
49
?>
Mengakses Array dalam variable yang terpisah
Ada sedikit pertanyaan mungkin, masih seputar array, mungkin anda menginginkan array
tersebut di akses kedalam variable variable yang terpisah, anda dapat memakai
fungsi list(); implementasinya seperti ini :
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
list($nama,$jeniskelamin,$tanggallahir,$poin,$IP,$spesialisasi) =
$;
echo $nama."<br>";
echo $jeniskelamin."<br>";
echo $tanggallahir."<br>";
echo $poin."<br>";
echo $IP."<br>";
echo $spesialisasi."<br>";
?>
2.10.2 Mengurutkan array
Sedikit lagi dengan array, bagaimana mengurutkan array ? hal ini digunakan ketika
kita memiliki banyak data tapi data tersebut tidak berurutan, misalkan
1,3,2,4,7,8,6,5,9,10, kita ingin mengurutkan array tersebut dari terkecil hingga terbesar.
solusinya yaitu memakai fungsi sort() :
<?php
$data = array(1,3,2,4,7,8,6,5,9,10);
sort($data);
for($x=0;$x<=10;$x++)
{
echo current($data)."<br>";
next($data);
}
?>
2.10.3 memakai foreach
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
50
Selain memakai looping dengan bentuk for tadi, kita pun dapat memakai
pengulangan yang memang dikhususkan untuk array, yakni foreach, dan biasanya foreach
juga digunakan untuk menampilkan isi dari database. penggunaan foreach sangatlah
mudah.
<?php
$ = array("Loka Dwiartara","Laki-
laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology");
foreach ($ as $data)
{
echo $data."<br>";
}
?>
mudah ya ??
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
51
2.11 Manipulasi String
Manipulasi string digunakan untuk mengolah suatu inputan yang dimasukkan oleh
user atau di ambil dari database. Biasanya manipulasi ini digunakan untuk satu alasan
tertentu, seperti misalkan mencocokan password, validasi kecocokan email, menampilkan
text dengan format tertentu, misalkan menampilkan angka 3031924 dalam rupiah
menjadi Rp 3.031.924,- dan masih banyak contoh yang lainnya.
Menghitung Jumlah karakter dalam string
Untuk menghitung jumlah karakter dalam string, digunakan fungsi strlen();
implementasinya yaitu seperti ini :
<?php
$nama = "Loka Dwiartara";
$jumlahkarakter = strlen($nama);
echo "variable \$nama berisi $jumlahkarakter karakater";
?>
Membandingkan 2 String
Membandingkan 2 string biasanya digunakan untuk pencocokan password, atau
pencocokan email. Di gunakan fungsi strcmp(); implementasinya seperti ini :
<?php
$passwordasli = "b3laj@rpHP";
$passwordinput = "belajarPHP";
$cocok = strcmp($passwordasli, $passwordinput);
if ($cocok != 1)
{
echo "Password anda salah!";
}
else
{
echo "Password anda benar.";
}
?>
ini merupakan simulasi ketika password yang berada dalam database yakni
$passowrdasli, dicocokkan dengan cara penginputan yang dilakukan oleh user yakni
$passwordinput.
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
52
Strcmp itu membandingkan antara password database dengan password yang input,
ketika password yang di input itu tidak cocok dengan yang ada di database maka yang
terjadi kemudian yaitu pernyataan "Password anda salah".
Mengkapitalkan string
Ini yaitu istilah lain dari mengubah text yang tadinya huruf kecil semua menjadi huruf
besar semua. Cara penggunaannya cukup mudah, cukup dengan memakai
strtoupper(); Implementasinya yaitu sebagai berikut :
<?php
$intro = "jangan berteriak!!!";
$introhurufbesar = strtoupper($intro);
echo $introhurufbesar;
?>
Hasil di browser :
JANGAN BERTERIAK!!!
cukup mudah bukan ?
Menjadikan string huruf kecil semua
Kebalikan dari strtoupper yaitu sdtrtolower ;
implementasinya yaitu sebagai berikut :
<?php
$intro = "SEDANG BERBISIK";
$introhurufkecil = strtolower($intro);
echo $introhurufkecil;
?>
Mengubah baris baru menjadi
Ketika anda mengetikkaan sebuah kalimat dalam PHP seperti ini, dengan banyak baris di
dalamnya ...
Pada suatu hari
saya jalan sendirian
di tengah jalan bertemu kucing herder
saya di kejar sampai nyusruk
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
53
namun ketika di tampilkan dengan memakai echo, seperti ini
<?php
$cerita = "Pada suatu hari
saya jalan sendirian
di tengah jalan bertemu kucing herder
saya di kejar sampai nyusruk";
echo $cerita;
?>
yang terjadi malah, semuanya di tampilkan dalam satu baris :
Pada suatu hari saya jalan sendirian di tengah jalan bertemu kucing herder saya di kejar
sampai nyusruk
php memiliki fungsi nl2br(), yang menjadikan baris-baris baru menjadi <br>, dan
Kalimat-kalimat yang diketik ditampilkan seperti ketika di ketik. Implementasinya seperti
ini
<?php
$cerita = "Pada suatu hari
saya jalan sendirian
di tengah jalan bertemu kucing herder
saya di kejar sampai nyusruk";
echo nl2br($cerita);
?>
hasilnya yaitu :
Pada suatu hari
saya jalan sendirian
di tengah jalan bertemu kucing herder
saya di kejar sampai nyusruk
Memfilter tag html
Memfilter tag html biasanya digunakan ketika seorang web developer tidak
menginginkan spammer merusak tampilan guestbook, dengan linknya, atau
menonaktifkan tag html yang tidak dibutuhkan.
Misalkan ketika seorang spammer yang menaruh link situsnya kedalam guestbook, maka
untuk menonaktifkan link tersebut cukup gunakan strip_tags(); implementasinya yaitu
seperti ini :
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
54
<?php
$situsspammer = "Silahkan <u>berkunjung</u> ke <a href=
'http://www.tokosandaljepit.com'> Toko Online Sandal Jepit
<strong>Aneka Warna</strong></a>";
$filterlink = strip_tags($situsspammer, "<strong><u>");
echo $filterlink;
?>
Dan silahkan save lalu lihat hasilnya di browser anda. strip_tags() memfilter hanya tag
yang didefiniskan saja yang ditampilkan.
Format penggunaan strip_tags yaitu sebagai berikut :
strip_tags(kalimat yang akan di filter, tag yang boleh ditampilkan)
Sehingga pada contoh kasus ini, diluar dari tag <strong> dan <u> maka tag tersebut tidak
ditampilkan.
Memecah string ke dalam array dengan explode()
Bagaimana cara untuk memecah string, menjadi kumpulan elemen dalam array?
Dengan cara memakai explode(). String yang berisi kata-kata akan dipecah,
sehingga menjadi array-array, yang nantinya digunakan untuk kebutuhan tertentu.
Sebagai contoh :
<?php
$belajar = "saya sedang belajar bahasa pemrogaman PHP";
$arraybelajar = explode(" ", $belajar);
echo $arraybelajar[5];
?>
sedikit saya jelaskan, explode() menjadikan spasi sebagai pemisah antara elemen array
yang satu dengan lainnya, sehingga apabila terdapat spasi maka kata-kata tersebut akan
di pecah sehingga menjadi array. Contoh lainnya
<?php
$tanggal = "03/Maret/1924";
$tanggalarray = explode("/", $tanggal)
echo $tanggalarray[2];
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
55
Menggabungkan array menjadi satu kesatuan dengan implode()
Jika explode bertugas untuk memecah menjadi elemen array, implode berfungsi
sebaliknya, yakni menggabungkan array menjadi satu string, contohnya yaitu seperti
ini:
<?php
$arraybelajar = array("saya", "sedang", "belajar", "bahasa",
"pemrogaman", "PHP");
$kalimatbelajar = implode(" ", $arraybelajar);
echo $kalimatbelajar;
?>
simple and easy. right? Contoh yang lain :
<?php
$arraytanggal = array(03, "Maret", 1924);
$tanggal = implode("-",$arraytanggal);
echo $tanggal;
?>
Array yang berbeda tipe datanya dapat di satukan menjadi satu kesatuan string dengan
memakai implode(). Mudah kan?
Mencari Posisi Suatu Karakter Dengan Strpos()
Untuk mencari posisi suatu karakter atau string anda dapat memakai strpos().
Contohnya yaitu sebagai berikut :
Misalkan anda ingin mencari posisi kata PHP, dari kalimat saya sedang belajar PHP.
<?php
$kalimat = "Saya sedang belajar PHP";
$katayangdicari = "PHP";
$posisi = strpos($kalimat, $katayangdicari);
echo $posisi;
?>
Menampilkan sebagian isi string dengan substr()
Anda dapat menampilkan sebagian isi dari suatu string, mungkin bagi anda yang
pernah membuka suatu situs biasanya di awal situs ditampilkan intro dari suatu artikel,
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
56
dengan keterangan read more, atau baca selengkapnya, hal ini memakai substr(),
atau untuk memfilter nomor hp, dengan cara tidak menampilkan kesuluruhan nomornya,
kemudian diganti dengan karakter xxx, dan lain sebagainya.
Cara penulisannya yaitu seperti ini.
substr(kalimat, nilai awal, nilai akhir atau range )
contohnya :
<?php
$kalimat = "saya sedang mengetik memakai keyboard, guna mempelajari
bahasa PHP";
$potongkalimat = substr($kalimat, -3);
echo $potongkalimat ;
?>
substr($kalimat, -3) di sini berarti, tampilkan sebagian isi variable kalimat yakni 3
karakter dari belakang. Dan hasilnya yaitu seperti ini ...
PHP
contoh yang lain :
<?php
$kalimat = "saya sedang mengetik memakai keyboard, guna mempelajari
bahasa PHP";
$potongkalimat = substr($kalimat, 0, 41);
echo $potongkalimat ;
?>
kita lihat hasilnya di browser yaitu seperti ini ...
saya sedang mengetik memakai keyboard
Ini berarti script ini memiliki fungsi untuk menampilkan mulai dari karater dari posisi 0
dengan range 40 karakter didepannya, contoh yang lain :
<?php
$kalimat = "saya sedang mengetik memakai keyboard, guna mempelajari
bahasa PHP";
$potongkalimat = substr($kalimat, 5, 6);
echo $potongkalimat ;
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
57
Lihat hasilnya di browser, script ini berfungsi menampilkan sebagian isi dari
variable $kalimat, substr($kalimat, 5, 6); berarti, menampilkan mulai dari posisi 5, dan
rangenya 6 karakter, dimulai dari posisi 5 itu sendiri. Sehingga pada posisi 5 ada huruf s,
dan rangenya 6 karakter yaitu s,e,d,a,n,g sehingga yang diambil yaitu kata sedang.
Menimpa karakter dengan karakter yang lain dengan str_replace()
Bagaimana jika anda ingin melakukan manipulasi dari suatu string. Misalkan ingin
menimpa suatu kata dengan kata yang lain, misalkan mengubah kata bermain dalam
kalimat "saya sedang bermain" menjadi "saya sedang belajar". Anda dapat
memanfaatkan str_replace(); contoh penggunaanya yaitu seperti ini
str_replace("kata/karakter asli", "kata/karakter yang baru",
"kalimat");
implementasinya
<?php
$kalimat = "saya sedang bermain";
$kalimatbaru = str_replace("bermain", "belajar", $kalimat);
echo $kalimatbaru ;
?>
dan hasilnya yaitu :
saya sedang belajar
Manipulasi string dengan trim()
trim() digunakan untuk menghilangkan spasi, dikiri atau dikanan, biasanya
digunakan untuk proses pengolahan inputan username dan password yang dilakukan oleh
user, biasanya ini terjadi ketika user tidak sengaja/lupa menekan tombol spasi di
keyboard, untuk menanganinya anda dapat memakai trim()
contoh penggunaanya :
<?php
$password = " iniyaitu password ";
$passwordasli = trim($password);
echo $passwordasli;
?>
hasil dari script di atas yaitu spasi akan hilang. Anda pun dapat menghilangkan spasi di
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
58
kiri dengan ltrim(), dan dikanan dengan rtrim();
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
59
2.12 Syntax Alternatif untuk PHP
2.12.1 Alternatif echo
Kita biasa memakai echo untuk proses menampilkan isi dari suatu variable,
sebetulnya ada alternatif dalam php untuk menampilkan isi dari suatu variable, anda
dapat memakai print, namun proses print sedikit lebih lama dari echo. Meskipun
tidak terasa sebab kecepatan komputer yang sudah sedemikian canggih, tapi tetap proses
print memakan waktu 15% sedikit lebih lama dari echo.
Contoh penggunaan print sama dengan echo :
<?php
print "menampilkan kalimat";
?>
Namun para web developer cenderung memakai echo ketimbang print. Bukan
sebab kecepatan. Tapi sebab web developer lebih malas mengetik 5 huruf ketimbang 4
huruf. :d aneh ya? Tapi memang itu faktanya.
2.12.2 Double Quote dan One Quote
Apa perbedaan antara double quote yang diwakili dengan tanda " dengan one quote
yang di wakili oleh tanda ' One quote hanya dapat menampilkan karakter aslinya, bukan
isi dari variable. Kita buktikan :
<?php
$nilai = 90;
echo '$nilai';
?>
Apabila kita lihat dibrowser, one quote, atau kutip satu itu tidak menampikan isi dari
$nilai, melainkan karakter aslinya. Namun dengan double quote anda dapat menampilkan
isi variablenya :
<?php
$nilai = 90;
echo "$nilai";
?>
mungkin kedepannya anda akan memproses kutip dua didalam kutip dua, seperti
menyisipkan html di dalam echo. seperti ini misalnya :
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
60
<?php
echo "<a href="http://www.ilmuwebsite.com">Ilmuwebsite.com</a>";
?>
mari kita lihat di browser, hasilnya yaitu error. bagaimana agar kita dapat memakai
tanda kutip dua, didalam kutip dua? Solusinya yaitu memakai spesial karater '\'.
Kita buktikan :
<?php
echo "<a href=\"http://www.ilmuwebsite.com\">Ilmuwebsite.com</a>";
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
61
2.13 Bekerja dengan File
Di sub bab ini akan saya jelaskan bagaimana kita bekerja dengan file. mulai dari
membuka file, menutup file mengecek apakah file tersebut ada, kemudian menulis isi
file, ataupun menghapus file. itu semua akan saya jelaskan di sini.
Mengecek File
Untuk mengecek file, ada atau tidaknya file tersebut dalam direktori/path yang
ditentukan, biasanya seorang web developer cukup memakai fungsi file_exist(),
untuk mengecek apakah file tersebut ada.
Siapkan terlebih dahulu sebuah file kosong di c:\xampp\htdocs\latihanphp
berikan nama tes.txt, kemudian selanjutnya silahkan buat script php nya seperti ini :
<?php
if (file_exists("tes.txt") == 1)
{
echo "File-nya ada...";
}
else
{
echo "Filenya tidak ada ...";
}
?>
file_exits("tes.txt") akan mengecek apakah file nya ada atau tidak, jika bernilai 1, maka
akan di tampilkan "File-nya ada..."; jika bernilai 0, maka akan ditampilkan filenya tidak
ada. Atau bisa juga di tulis seperti ini, tidak memakai operator perbandingan ==.
<?php
if (file_exists("tes.txt"))
{
echo "File-nya ada...";
}
else
{
echo "Filenya tidak ada ...";
}
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
62
Apakah File atau Direktori??
Untuk mengecek apakah file ataukah direktori terhadap nama file atau direktori kita
dapat memakai is_file untuk mengecek file atau bukan dan is_dir untuk mengecek
direktori atau bukan. Implementasinya masih memakai file yang tadi yakni tes.txt:
<?php
if (is_file("tes.txt"))
{
echo "Ini yaitu file!";
}
?>
Untuk mengecek direktori atau bukan, silahkan anda buat sebuah direktori dengan nama
direktorites di dalam c:\xampp\htdocs\latihanphp.
Kemudian untuk mengecek direktorites itu yaitu direktori atau bukan anda dapat
mengetikan script memanfaatkan fungsi is_dir()
<?php
if (is_dir("direktorites"))
{
echo "Ini yaitu direktori!";
}
?>
Membuat dan menghapus file
Untuk membuat file, anda dapat memakai fungsi touch(), dan untuk
menghapus file yang ada, anda dapat memakai fungsi unlink(); implementasinya
yaitu seperti ini, script untuk membuat file :
<?php
touch("filecontoh.txt");
if (file_exists("filecontoh.txt"))
{
echo "File sudah ada!";
}
?>
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
63
Lihat hasilnya di browser anda. Untuk menghapus file yang sudah ada, anda dapat
memakai unlink().
Implementasinya, kita memakai file yang telah kita buat sebelumnya, yakni
mencoba untuk menghapus filecontoh.txt
<?php
if (file_exists("filecontoh.txt"))
{
echo "Filennya ada!<br/>";
}
// menghapus file
unlink("filecontoh.txt");
// mengecek kembali keberadaan filenya
if (file_exists("filecontoh.txt"))
{
echo "File sudah ada!";
}
else
{
echo "File sudah tidak ada ... ";
}
?>
Membuka File
Ada beberapa fungsi untuk membuka file, mulai dari membuka file saja, kemudian ada
juga fungsi yang dapat membuka kemudian lalu menulis isi file, ada juga fungsi untuk
membuka file sambil menulis, dan lain-lain.
Membuka file saja anda dapat memakai syntax :
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'r' );
dengan fungsi fopen(), dan paramater r di dalamnya, r disini hanya hanya dapat membuka
file saja dan meletakkan pointer atau kursor di awal file.
Membuka/membaca file kemudian menulis file tersebut anda dapat memakai syntax:
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'r+' );
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
64
parameter r+ ini memungkinkan kita membaca file kemudian menulisi file tersebut
dengan meletakkan kursor atau pointer pada awal file.
Menulis file saja anda dapat memakai syntax :
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'w' );
parameter w memungkinkan anda dapat menulis file, dengan meletakkan kursor di awal
file.
Membaca dan menulis file sekaligus anda dapat memakai syntax seperti ini :
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'w+' );
parameter w+ memungkinkan anda dapat membaca dan menulis file, dengan meletakkan
kursor di awal file.
Menulis file saja anda dapat memakai syntax :
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'a' );
parameter a memungkinkan anda dapat menulis file, namun meletakkan kursor di akhir
file.
Membaca dan menulis file sekaligus anda dapat memakai syntax seperti ini :
$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'a+' );
parameter w+ memungkinkan anda dapat membaca dan menulis file, namun php
meletakkan kursornya di akhir file.
Membaca File dengan feof() dan fgets()
Oke kita akan coba langsung mengimplementasikan fopen(), feof(), dan fgets() secara
bersamaan untuk membaca isi suatu file.
Implementasinya yaitu seperti ini:
<?php
$file = "tes.txt";
$fileopen = fopen($file, 'r') or die ("Nggak bisa di baca");
while (!feof($fileopen))
{
$bariskalimat = fgets($fileopen, 1024);
.
Bab2: Bekerja dengan PHP
65


