Sebelum lebih lanjut mempelajari bagaimana membuat web dinamis, atau aplikasi 

berbasis web memakai  PHP dan MySQL, penulis menyarankan anda untuk terlebih 

dahulu mengerti bagaimana membangun web memakai  HTML. Ini digunakan 

sebagai bekal awal agar nantinya anda tidak kesulitan dalam mengenali tag-tag HTML 

yang digunakan dalam membuat website dinamis di ebook PHP ini. Perlu diketahui PHP 

yang akan dipelajari dalam ebook PHP ini yaitu  PHP versi ke 5. sebab  pada dasarnya 

tidak terlalu jauh berbeda antara versi 5 dengan PHP versi terbaru yakni PHP 6, 

perbedaan yang mendasar hanyalah fitur OOP-nya saja, dan OOP tidak dibahas secara 

detil dalam ebook PHP ini. Namun mengingat cakupan PHP begitu luas, saya akan 

menghadirkannya nanti di ebook free edisi selanjutnya 

Sebelum mengenal PHP, MySQL, Apache, perlu diketahui ketiga aplikasi yang 

disebutkan tadi merupakan  aplikasi open source. Aplikasi OpenSource merupakan 

aplikasi berlisensi GPL (General Public License) yang diperuntukkan secara bebas 

digunakan oleh Masyarakat Internasional dan  sifatnya gratis, open source berarti kode 

sumbernya terbuka, dimana seorang pengguna, maupun pengembang, dapat 

mengkostumisasi, dan mengembangkan kode tersebut secara bebas. 

Opensource memungkinkan para programmer dunia membuat aplikasi tersebut 

mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagaimana halnya Linux, linux 

mengalami perkembangan yang begitu cepat, dan pesat jauh berbeda dengan  metode 

yang diterapkan oleh Microsoft yakni Closed Source pada aplikasi-aplikasi buatannya. 

PHP Pertama kali ditemukan pada 1995 oleh seorang Software Developer bernama 

Rasmus Lerdrof. Ide awal PHP yaitu  ketika itu Radmus ingin mengetahui jumlah 

pengunjung yang membaca  resume onlinenya. script yang dikembangkan baru dapat 

melakukan dua pekerjaan, yakni merekam informasi visitor, dan menampilkan jumlah 

pengunjung dari suatu website. Dan sampai sekarang kedua tugas tersebut masih tetap 

populer digunakan oleh dunia web saat ini. Kemudian, dari situ banyak orang di milis 

mendiskusikan script buatan Rasmus Lerdrof, hingga akhirnya rasmus mulai membuat 

sebuah tool/script, bernama Personal Home Page (PHP). 

 

Kebutuhan PHP sebagai tool yang serba guna membuat Lerdorf melanjutkan untuk 

mengembangkan PHP hingga menjadi suatu bahasa tersendiri yang mungkin dapat 

mengkonversikan data yang di inputkan melalui Form HTML menjadi suatu variable, 

yang dapat dimanfaatkan oleh sistem lainnya. Untuk merealisasikannya, akhirnya Lerdrof 

mencoba mengembangkan PHP memakai  bahasa C ketimbang memakai  Perl. 

Tahun 1997, PHP versi 2.0 di rilis, dengan nama Personal Home Page Form Interpreter 

(PHP-FI). PHP Semakin popular, dan semakin diminati oleh programmer web dunia. 

 

Rasmus Lerdrof benar-benar menjadikan PHP sangat populer, dan banyak sekali 

Team Developer yang ikut bergabung dengan Lerdrof untuk mengembangkan PHP 

hingga menjadi seperti sekarang, Hingga akhirnya dirilis versi ke 3-nya, pada Juni 1998, 

dan tercatat lebih dari 50.000 programmer memakai  PHP dalam membuat website 

dinamis. 

 

Pengembangan demi pengembangan terus berlanjut, ratusan fungsi ditambahkan 

sebagai fitur dari bahasa PHP, dan di awaal tahun 1999, netcraft mencatat, ditemukan 

1.000.000 situs di dunia telah memakai  PHP. Ini membuktikan bahwa PHP 

merupakan bahasa yang paling populer digunakan oleh dunia web development.  Hal ini 

mengagetkan para developernya termasuk Rasmus sendiri, dan tentunya sangat diluar  

dugaan sang pembuatnya. Kemudian Zeev Suraski dan Andi Gutsman selaku core 

developer (programmer inti) mencoba untuk menulis ulang PHP Parser, dan 

diintegrasikan  dengan memakai  Zend scripting engine, dan mengubah jalan alur 

operasi PHP. Dan semua fitur baru tersebut di rilis dalam PHP 

13 Juli 2004, evolusi PHP, PHP telah mengalami banyak sekali perbaikan disegala 

sisi, dan wajar jika netcraft mengumumkan PHP sebagai bahasa web populer didunia, 

sebab  tercatat 19 juta domain telah memakai  PHP sebagai server side scriptingnya. 

PHP saat ini telah Mendukung XML dan Web Services, Mendukung SQLite. Tercatat 

lebih dari 19 juta domain telah memakai  PHP sebagai server scriptingnya. Benar-

benar PHP sangat mengejutkan. 

Yang menjadikan PHP berbeda dengan HTML yaitu  proses dari PHP itu sendiri. 

HTML merupakan bahasa statis yang apabila kita ingin merubah konten/isinya maka 

yang harus dilakukan pertama kali nya yaitu , membuka file-nya terlebih dahulu, 

kemudian menambahkan isi kedalam file tersebut. Beda hal nya dengan PHP. Bagi anda 

yang pernah memakai  CMS seperti wordpress atau joomla yang dibangun dengan 

PHP tentunya, ketika akan menambahkan konten kedalam website, anda tinggal masuk 

kedalam halaman admin, kemudian pilih new artikel untuk membuat halaman/content 

baru. Artinya hal ini, seorang user tidak berhubungan langsung dengan scriptnya.  

Sehingga seorang pemula sekalipun dapat memakai  aplikasi seperti itu. 

 

Keunggulan PHP : 

1. Gratis 

Apa yang membuat PHP begitu berkembang sangat pesat?? hingga jutaan domain 

memakai  PHP, begitu populernya PHP?? Jawabannya yaitu  sebab  PHP itu 

gratis. Saya sendiri menyukai bahasa yang satu ini selain mudah juga sebab  gratis. 

 

2. Cross platform 

Artinya dapat di gunakan di berbagai sistem operasi, mulai dari linux, windows, mac 

os dan os yang lain. 

 

3. Mendukung banyak database 

PHP telah mendukung banyak database, ini mengapa banyak developer web 

memakai  PHP Adabas D Adabas D, dBase dBase, Empress Empress, FilePro 

(read-only) FilePro (read-only) Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, InterBase, 

FrontBase mSQL, Direct MS-SQL, MySQL MySQL, ODBC, Oracle (OCI7 and 

OCI8), Ovrimos, PostgreSQL SQLite, Solid, Sybase, Velocis, Unix dbm. 

 

4. On The Fly 

PHP sudah mendukung on the fly, artinya dengan php anda dapat membuat document 

text, Word, Excel, PDF, menciptakan image dan flash, juga menciptakan file-file 

seperti zip, XML, dan banyak lagi. 

 

 

 

MySQL yaitu  Database 

Database sendiri merupakan suatu jalan untuk dapat menyimpan berbagai informasi 

dengan membaginya berdasarkan kategori-kategori tertentu. Dimana informasi-informasi 

tersebut saling berkaitan, satu dengan yang lainnya. 

 

MySQL bersifat RDBMS (Relational Database Management System) 

RDBMS memungkinkan seorang admin dapat menyimpan banyak informasi ke 

dalam table-table, dimana table-table tersebut saling berkaitan satu sama lain. 

Keuntungan RDBMS sendiri yaitu  kita dapat memecah database kedalam table-table 

yang berbeda. setiap table memiliki informasi yang  berkaitan dengan table yang lainnya. 

 

Mengapa memakai  MySQL 

 

1. Gratis 

Sama dengan PHP, MySQL bersifat opensource, semua orang bebas memakai nya 

tanpa harus membayar sepeser pun 

 

2. Cross Platform 

MySQl dapat digunakan under windows, ataupun under linux. 

 

3. Lengkap dan Cepat 

Pasangan yang cocok dengan PHP. Wajar jika banyak hosting saat ini mendukung 

adanya PHP dan MySQL sebab  kecepatan, gratis, dan dapat di jalankan di sistem 

operasi manapun. 

 


Mengapa memakai  Apache? 

 

1.  Merupakan webserver.  

Tempat php engine/processor berada. Tempat meletakkan file-file php dan database. 

Ketika user melakukan request http:// membuka suatu halaman, disinilah apache 

bekerja. Menjawab request tersebut dengan menampilkan halaman yang diminta. 

 

2.  Apache sama seperti PHP dan MySQL, Gratis.  

 

3.  Cross Platform 

Perbedaan fungsi antara PHP, MySQL dan Apache yaitu , PHP merupakan 

bahasanya, MySQL yaitu  databasenya, dan Apache merupakan webserver yang 

dapat mengeksekusi script php dan menampilkannya kepada user, dan melalui apache 

lah php dapat mengolah  data dan menyimpan data tersebut ke dalam database. 

 

 

 

PHP telah benar-benar mempengaruhi dunia internet saat ini. Facebook yang anda 

kenal selama ini dibangun memakai  PHP, begitu juga dengan Yahoo, dan masih 

banyak lagi yang website populer lain yang memakai  php sebagai bahasa intinya. 

Programmer sistem informasi saat ini lebih cenderung membangun sistem informasi 

berbasis website, ketimbang desktop application, sebab  fitur yang dihasilkan sama 

persis, installasi mudah, dapat dijalankan dibanyak PC, dengan spek yang minim. 

Saya ketika masih menjadi  pun pernah mendapatkan tawaran bekerja 

sebagai developer sistem informasi kepegawaian pada salah satu media cetak yang cukup 

besar, dari pihak mereka sendiri pun mengutamakan PHP ketimbang bahasa/tools 

programming yang lainnya. 

 

 

“Masa Depan PHP? PHP sekarang sudah menguasai  

dunia dengan semua kemudahan dan kegratisannya.” 

 

Installasi 

 

1.4 Installasi PHP, MySQL, & Apache dengan xampp 

Pada bagian ini akan dijelaskan bagaimana anda dapat menjalankan PHP, MySQL 

dan Apache secara bersamaan.  

Ada 2 opsi sebetulnya, pertama anda menginstall ketiga aplikasi tersebut satu 

persatu, dan kemudian mengkonfigurasikan satu persatu aplikasi-aplikasi tersebut sampai 

semuanya terintegrasi, tentunya hal ini benar-benar merepotkan, dan opsi yang kedua 

yaitu , saat ini telah banyak web server paketan yang didalamnya telah berisi PHP, 

MySQL, dan Apache, dan yang lebih mengasyikan lagi, paket ini gratis,  beberapa paket 

yang terkenal yaitu , Sokkit, wammp, xampp, easyphp, apachetriad, dan masih banyak 

lagi, namun saya sendiri lebih prefer memakai  xampp, sebab  sekali install, semua 

beres, tanpa harus  konfigurasi lagi, yang menyenangkan yaitu  xampp sudah 

menyediakan Zend PHP Framework dan PHP Pear.  

Oke kita langsung saja kepada praktik dalam menginstallasi xampp, sebuah paket 

yang berisi PHP, MySQL, Apache secara lengkap. xampp sendiri bisa langsung anda 

download di http://www.apachefriends.com. Anda tinggal mengekstraknya lalu klik dua 

kali. 

 

Langkah 1: 

Double klik xampp yang sudah anda download, yakni xampp-win32-1.7.3.exe 

 

 

Gambar 1.1 (Xampp Applcation Icon) 

klik 2 kali xampp-

win32-1.7.3.exe 

.


 

 

10 

Langkah 2 : 

Nah kalau sudah melihat button install, tangan kita sudah gatal-gatal ingin segera 

mengkliknya, biarkan seperti itu saja, kemudian klik install. Sehingga nanti xamppnya 

akan terinstall secara otomatis di c:\xampp 

 

 

Gambar 1.2 (Xampp Install Step 1) 

 

 

Langkah 3 : 

Tunggu sampai progress bar (prosesnya) beres... 

 

 

Gambar 1.3 (Xampp Install Step 2) 

 

.


 

 

11 

Langkah 4 : 

Apakah anda ingin shortcut xampp control panel di letakkan di desktop ataupun start 

menu ? ketik y saja untuk yes kemudian enter. 

 

 

Gambar 1.4 (Xampp Install Step 3) 

 

Langkah 5 : 

Pertanyaan ini untuk memperbaiki direktori install, apakah sudah benar letak 

direktorinya? Ketik y saja kemudian enter. 

 

 

Gambar 1.5 (Xampp Install Step 4) 

 

 

 

 

.


 

 

12 

Langkah 6 : 

Selanjutnya akan ada pertanyaan, apakah anda ingin memasukkan xampp kedalam 

flashdisk, sehingga xampp anda bisa digunakan secara portable, artinya anda dapat 

menjalankan secara portable, tidak perlu install lagi jika di jalankan dikomputer lain. 

Bagi yang sudah mengerti diharapkan diam saja, penulis sedang menjelaskan ke orang 

yang belum mengerti. Mohon bersabar. .  

 

Ketik n saja untuk tidak, kemudian enter. Lalu diamkan sejenak. 

 

 

Gambar 1.6 (Xampp Install Step 5) 

 

Langkah 7 : 

Lalu enter saja. 

 

 

Gambar 1.7 (Xampp Install Step 6) 

 

 

.


 

 

13 

 

Langkah 8 : 

Lagi-lagi pertanyaan... Ck.. ck... ck.. Sabar... sabar...  Silahkan enter saja. 

 

 

Gambar 1.8 (Xampp Install Step 7) 

 

 

Langkah 9 : 

Oke, terakhir ada pertanyaan apakah anda ingin menjalankan pilihan yang disediakan?? 

Penulis menekan x kemudian enter untuk keluar dari install. So far, jika anda mengikuti 

proses ini dan tampilannya sama dengan yang penulis jabarkan disini berarti anda telah 

selesai menginstall xampp. 

 

 

Gambar 1.9 (Xampp Install Step 8) 

 

 

.


 

 

14 

Selesai sudah installasi xampp versi 1.7.3, untuk menjalankan xampp anda bisa langsung 

double klik Xampp Control Panel di desktop.  

 

Anda juga bisa mencarinya di start menu | xampp for windows kemudian klik xampp 

control panel. 

 

 

Gambar 1.10 (Xampp Start Menu) 

 

 

Kemudian nanti akan tampil windows seperti ini :  

 

 

Gambar 1.11 (Xampp Control Panel) 

 

Mungkin anda bertanya-tanya, apa yang harus saya klik? Dalam mempelajari PHP 

dan MySQL kita cuma butuh dua services yang berjalan. Pertama yaitu  Apache, dan 

kedua yaitu  MySQL. Apache inilah yang nantinya dapat menjalankan script PHP, dan 

MySQL yaitu  service yang digunakan untuk dapat membuat database mysql.  

.


 

 

15 

Oke yang perlu diklik yaitu  start di baris Apache dan Start di baris MySQL, 

sisanya digunakan untuk FTP, Email, dan bahasa yang lain selain PHP. Oke? Silahkan 

klik start apache dan start mysql. Sehingga hasilnya menjadi seperti ini :  

 

 

Gambar 1.12 (Xampp Control Panel Start Service) 

 

Jika sudah seperti ini, artinya anda telah berhasil menjalankan service apache dan 

mysql. Untuk mengetes apakah sudah benar-benar berhasil, anda bisa membuka browser 

internet favorit anda, di sini penulis memakai  browser internet mozilla firefox. 

Kemudian ketikkan http://localhost di addressbar, kemudian enter. Apabila anda melihat 

tampilan yang sama seperti dibawah ini, anda sudah bisa bermain-main dengan PHP. 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   


Bekerja dengan PHP 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.1 Struktur Syntax PHP  

Oke sebelum bekerja dengan php, pada bab sebelumnya kita sudah berhasil 

menginstall xampp, namun kita belum dapat menjalankan skrip phpnya dan juga belum 

dapat menikmati database mysqlnya. Untuk dapat menjalankan keduanya kita cukup, cari 

xampp-control panel di start menu, dan kita klik tombol start pada baris apache dan 

mysql, hingga nanti anda label hijau dengan tulisan running seperti ini : 

 

 

Gambar 2.1 (Xampp Control Panel) 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

17 

ini tandanya kita sudah dapat bekerja dengan mysql maupun php.  

Kita akan coba masuk kedalam pembahasan, bekerja dengan PHP. Sebelumnya kita 

telah praktikan bagaimana menginstall xampp agar PHP dan MySQL dapat dijalankan di 

mesin lokal. Sekarang saatnya kita akan coba mengetahui struktur dari syntax PHP. Saya 

asumsikan anda sudah menguasai HTML.  

Ya, PHP sama dengan HTML, untuk dapat menjalankan scriptnya maka anda harus 

mengetikkan syntax-syntaxnya ke dalam satu buah file dengan memakai  text-editor 

seperti notepad, atau text editor kesukaan anda, kemudian meletakkan file tersebut pada 

suatu direktori khusus yakni defaultnya yaitu  di  : 

c:\xampp\htdocs\ 

 

Kemudian untuk dapat menjalankan skrip tersebut gunakanlah browser internet 

seperti mozilla firefox. Dengan mengisi alamat di address bar seperti ini misalnya :  

http://localhost/direktori/file.php 

 

saya akan jelaskan nanti arti dari alamat tersebut. 

 

2.1.2 Struktur halaman PHP 1 

 

Struktur halaman php bentuknya seperti ini : 

 

<?php 

// syntax php di letakkan di sini ...  

// kode php di akhiri dengan ';'  

?> 

 

Untuk mengetikkan baris code php, maka anda  perlu mengapitnya dengan tag <?php dan 

di akhir dengan ?> sebab  di luar dari itu php engine tidak menganggapnya sebagai script 

php, melainkan hanya html biasa. Sebagai contoh kita akan memakai  php, untuk 

menampilkan kalimat "Hallo dunia PHP?!" kita cukup membuka notepad, lalu ketikan 

seperti ini di notepad :  

 

<?php 

echo "Hallo dunia PHP?!"; 

?> 

 

oke, sesudah  mengetik semua, silahkan save di :  

c:\xampp\htdocs\ 

 

buat folder baru dengan nama latihanphp, lalu save dengan nama latihan1.php, sehingga 

nanti struktur pathnya yaitu  :  

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

18 

c:\xampp\htdocs\latihanphp\latihan1.php 

 

untuk menjalankan script tersebut anda cukup mengetikkan di browser : 

http://localhost/latihanphp/latihan1.php  

 

 

hasil di browser yaitu  seperti ini : 

 

 

 

Gambar 2.2 (Hallo PHP?) 

 

ini terjadi sebab  direktori default apache untuk dapat menjalankan php yaitu  

c:\xampp\htdocs,  maka untuk dapat membuka file latihan1.php, kita cukup ketikkan 

alamat :  

http://localhost/latihanphp/latihan1.php  

 

Mudah ya? Mudah. Nggak ada yang sulit kan? nggak ada dong, iya kan??? semangaat! 

Anda dapat merubah direktori default dari apache dengan mengkonfigurasi ulang file 

httpd.conf yang terletak di :  

C:\xampp\apache\conf\httpd.conf 

 

 

 

 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

2.1.3 Cara Penulisan Coding PHP yang baik 

 

Oke, kita lanjut, agar ketika melakukan coding dengan PHP dapat terbaca dengan 

mudah, dan algoritmanya terbaca dengan jelas, maka dalam menyusun coding harus di 

atur sedemikian rupa. 

Contoh penulisan coding yang buruk seperti yaitu  seperti list code di bawah ini. 

Ini cuma, contoh saja, mungkin anda belum mengerti arti dari baris-baris code tersebut, 

saya cuma memberikan contoh saja. 

 

<?php 

// file latihan_213.php 

if ($_POST["nama"] == "Anggie")  

echo "<p>Hei $_POST['nama']</p>; 

else  

echo "<h2>Anda bukan Anggie!</h2>" 

 

// masih dengan contoh yang sama,  

// namun dengan cara penulisan yang berbeda 

 

if ($_POST["nama"] == "Anggie") 

echo "<p>"; 

echo "Hei "; 

echo $_POST['nama']; 

echo "</p>"; 

else 

echo "<h2>"; 

echo "Anda bukan Anggie!"; 

echo "</h2>"; 

?> 

 

Script ini sulit untuk dibaca, sebab  jika ada programmer lain atau mungkin anda 

yang bertahun-tahun liburan kemudian ingin membaca kode-kode yang anda buat 

tersebut tentunya akan mengalami kesulitan membedakan fungsi-fungsi dari baris 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

20 

kodenya. Bayangkan jika seorang programmer mengetik kode-kode ratusan bahkan 

ribuan kode dengan cara penulisan seperti itu ???  Mungkin programer yang membacanya 

akan mual-mual. 8-}. 

Untuk saat ini sebab  kita baru belajar bahasa pemrogaman php, maka belum terasa 

kesusahannya jika tidak menulis kode dengan cara yang baik. 

Saya mengibaratkan penulisan kode yang baik itu seperti seorang penulis 

mengarang sebuah cerita. Seorang penulis yang baik itu dapat mempermudah si pembaca 

dalam membaca tulisan karangan si penulis, mulai dari tanda baca, tahu letak berhenti 

suatu kalimat, paragraf, benar-benar memudahkan, beda dengan penulis yang salah urat, 

saya mengatakannya salah urat sebab , penulis ini membuat cerita  tapi tidak 

mempedulikan tanda baca, ini artinya penyiksaan dini bagi para pembacanya. Ya, contoh 

coding yang baik yaitu  seperti ini : 

<?php 

if ($_POST["nama"] == "Anggie")  

 { 

  echo "<p>Hei $_POST['nama']</p>; 

 } 

else  

 { 

  echo "<h2>Anda bukan Anggie!</h2>" 

 } 

 

// masih dengan contoh yang sama,  

// namun dengan cara penulisan yang berbeda 

 

if ($_POST["nama"] == "Anggie") 

 { 

  echo "<p>"; 

  echo "Hei "; 

  echo $_POST['nama']; 

  echo "</p>"; 

 } 

  

else 

 { 

  echo "<h2>"; 

  echo "Anda bukan Anggie!"; 

  echo "</h2>"; 

 } 

?> 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

21 

2.2 Mulai Membuat Halaman PHP 

Pastikan xampp control panel berjalan, dan lihat kondisi Apache dan MySQL nya apakah 

sudah running ?? Jika iya, kita akan masuk ke dalam direktori : 

c:\xampp\htdocs\latihanphp 

 

Di direktori ini kita akan membuat satu buah file latihan2.php. 

klik kanan -> new -> text document -> rename menjadi latihan2.php 

 

kemudian buka file tersebut, kita akan mengetikan beberapa baris kode. Sebagai awal 

belajar php. Kita ketikkan seperti ini : 

<?php 

echo "Saya Belajar PHP"; 

?> 

 

kemudian simpan... dengan menekan ctrl + s di keyboard, lalu buka mozilla firefox. 

Kemudian arahkan alamatnya ke http://localhost/latihanphp/latihan2.php. Jika 

tampilannya yaitu  :  

Saya Belajar PHP 

 

berarti anda telah berhasil mengawali belajar php dengan sukses. Selamat! 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


22

2.3 Integrasi HTML dan PHP 

Selain berdiri sendiri, PHP pun dapat di integrasikan dengan HTML. Saya 

asumsikan anda sudah mengerti HTML sebelumnya. Kita akan coba membuat sebuah 

halaman yang didalamnya terdapat script PHP dan HTML. 

Masuk ke dalam direktori c:\xampp\htdocs\latihanphp\ buat sebuah file dengan 

nama latihan3.php, kemudian ketikan baris code seperti ini... 

<!-- file latihan3.php --> 

<html> 

<head>Latihan 3</head> 

<body> 

<?php  

echo "Ini Script PHP di dalam tag HTML"; 

?> 

</body> 

</html> 

untuk dapat melihat hasilnya, buka mozilla firefox, dan ketikkan alamatnya : 

http://localhost/latihanphp/latihan3.php 

ya, kita lihat view source code htmlnya, dengan cara mengklik kanan browser lalu pilih 

View Page Source, di sini kita tidak lagi melihat script php-nya, yang ada hanyalah 

HTML saja, ini terjadi sebab  PHP engine/processor mengeksekusi file php di server, dan 

menghasilkan html dan mengirimkan file htmlnya kepada user, sehingga yang terlihat 

yaitu  htmlnya saja, bukan phpnya. 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


23

2.4 memakai  Constant dan Variable 

Kita akan mendalami PHP lebih lanjut. PHP memiliki dua jenis nilai, yakni 

Constant dan Variable. Keduanya sangat berpengaruh kedalam pemrogaman PHP itu 

sendiri, sebab  jika tidak ada kedua nilai ini maka PHP hanyalah barisan code saja tanpa 

nilai, atau dengan kata lain, tidak berfungsi sebagai apa-apa.  

Kita akan bahas secara lengkap dalam bagian ini kedua nilai yang saya sebutkan 

tadi. 

2.4.1 memakai  Constant 

Apa itu konstan ?? konstan diartikan sebagai suatu nilai yang tidak bisa di 

modifikasi lagi. Bersifat mutlak, dan tidak dapat di rubah. biasanya ini digunakan untuk 

bilangan yang tetap, misalkan untuk jari-jari suatu lingkaran, misalnya. Atau mungkin 

tanggal lahir seseorang. 

Misalkan :  

Pi = 3,141592 

dalam php itu untuk mendefiniskan kontan Pi yaitu  sebagai berikut : 

define ("Pi", 3.141592); 

apabila kita menginginkan untuk menampilkan isi dari Pi, caranya yaitu  seperti ini. 

<?php 

define ("Pi", 3.141592); 

echo Pi; 

?> 

Oke, misalkan kita ingin mengintegrasikan nya dengan html, kita buat satu file di 

c:\xampp\htdocs\latihanphp\  bernama latihan4.php 

kemudian ketikkan isinya seperti ini : ... 

<!-- file latihan4.php --> 

<html> 

<head>Latihan 4</head> 

<body> 

<?php  

define ("Pi", 3.141592); 

echo Pi; 

?> 

</body> 

</html> 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


24

kita buka di mozilla firefox, kemudian arahkan link : 

http://localhost/latihanphp/latihan4.php 

hasilnya yaitu  seperti ini : 

3.141592 

membuat konstan sangat mudah sekali bukan? 

2.4.2 memakai  Variable 

Variable, merupakan suatu nilai yang masih dapat di ubah, dengan cara di isi ulang, 

berbeda dengan konstan yang tidak dapat di rubah dan bersifat mutlak. Coba kita buat 

satu buah file di c:\xampp\htdocs\latihanphp\ bernama latihan5.php. Kemudian kita 

ketikkan baris seperti ini ke dalam file tersebut : 

<?php 

$tahun = 2010; // ini yaitu  proses assignment 

echo $tahun ; 

$tahun = 2012; 

echo $tahun ; 

?> 

kemudian kita eksekusi filenya dengan browser mozilla firefox dan menulis alamatnya 

seperti ini : 

http://localhost/latihanphp/latihan5.php 

Terlihat nilai 2012 menimpa nilai yang sebelumnya. berbeda dengan constant. 

Catatan : 

“Kita lihat $tahun = 2010; 

yang dinamakan variable yaitu  $tahun 

sedangkan nilainya yaitu  2010 

sehingga variable $tahun memiliki nilai 2010” 

Ada beberapa tipe data untuk variable, variable yang baru kita praktikan itu  bertipe 

integer.  Ada 3 jenis tipe data induk, yakni integer, float, dan string. 

Catatan : 

Tipe Integer itu tipe data yang berisi bilangan bulat, 0, 1, 2, 3, dan seterusnya... 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

25 

Tipe Float itu tipe data yang berisi bilang pecahan atau desimal, seperti 1,35 atau  7,5 dan 

lain sebagainya... 

 

Tipe String itu tipe data yang berisi kumpulan karakter, angka, huruf, simbol, misalnya 

seperti "Susu Ultra Jaya", atau nama jalan "Jl. Warung Nangka 2, Gang  Duren Mateng" 

 

 

Cara Penulisan Variable : 

Dalam menulis variable ada hal-hal yang harus diperhatikan, dan jika tidak diikuti maka 

variable tersebut tidak akan menjadi variable, tapi bilangan lain atau mungkin error :  

 

 

 

$variable   harus di awali oleh huruf atau _, tidak boleh memuat spasi 

  tidak boleh memuat spesial karakter (~!@#$% dan lain lain) 

 

$892   ini contoh yang salah dalam penulisan variable 

 

$ini bukan variable    ini contoh yang salah dalam penulisan variable 

 

$_variable1  ini yaitu  contoh yang benar dalam penulisan variable 

  

 

 

2.4.3 memakai  Operator 

Operator membuat suatu nilai menjadi penting. Ada beberapa jenis operator yang 

berguna dalam pemrogaman memakai  PHP. Ada operator matematika, assignment, 

perbandingan, logika, increment, decrement. 

 

Operator matematika 

Contohnya yaitu  seperti ini :  

 

<?php 

// contoh operator matematika 

$pengurangan = 3.033.032.020 - 3.033.031.924;  

$pertambahan = 3.033.032.020 + 3.033.031.924;  

$perkalian   = 3.033.032.020 * 3.033.031.924;  

$pembagian   = 3.033.032.020 / 3.033.031.924;  

$hasilbagi   = 200 % 4 ; 

 

echo "3.033.032.020 - 3.033.031.924 = $pengurangan" ; 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

26 

echo "3.033.032.020 + 3.033.031.924 = $pertambahan" ; 

echo "3.033.032.020 * 3.033.031.924 = $perkalian" ; 

echo "3.033.032.020 / 3.033.031.924 = $pembagian" ; 

echo "200 % 4 = $hasilbagi"; 

 

// pengurangan di wakili tanda '-' 

// penjumlahan di wakili tanda '+' 

// perkalian di wakili tanda '*' 

// pembagian di wakili dengan tanda '/' 

// sisa hasil bagi di wakili dengan tanda '%' 

?> 

 

Operator matematika ini layaknya anda berhitung memakai  matematika,  mulai dari 

pengurangan, penjumlahan, perkalian, pembagian.  

 

Operator assignment 

Operator assignment merupakan operator yang berguna untuk memasukkan nilai 

kedalam suatu variable. Dan jangan lupa, setiap baris code harus di tutup dengan ';' atau 

script anda akan error.  

Coba kita praktikan : 

<?php 

// contoh operator assignment 

$panjang = 10; // contoh assignment 

$lebar = 8; // contoh assignment 

$luas = $panjang * $lebar ; // contoh assignment juga 

 

// tanda '=' mewakili proses assignment,  

// ada beberapa tanda lagi yang dapat  

// melakukan assignment,  

// assignment penjumlahan diwakili tanda '+=' contohnya 

$tambahdua += 2; 

echo $tambahdua."<br>" ;  

 

// hasilnya 2 

// hal ini sama dengan pernyatan : 

// $tambahdua = $tambahdua + 2; 

// assignment pengurangan diwakili tanda '-=' contohnya 

 

$clip = 22; 

$clip -= 2; // sama dengan $clip = $clip - 2; 

echo $clip; 

?> 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


27

hal ini juga sama dengan perkalian di wakili tanda '*=' dan pembagian '/=' 

contoh yang lebih lengkapnya yaitu  seperti ini : 

<?php 

$a = 50; 

$b = 40; 

$c = 30; 

$d = 20; 

echo "Hasil dari 50+=2 yaitu  " . $a+=2 ; 

echo "Hasil dari 40-=2 yaitu  " . $b-=2 ; 

echo "Hasil dari 30*=2 yaitu  " . $c*=2 ; 

echo "Hasil dari 20/=2 yaitu  " , $d/=2 ; 

?> 

kemudian save di c:\xampp\htdocs\latihanphp\latihan7.php lalu jalankan di mozilla 

firefox, atau browser lain. kita lihat hasilnya. 

logikanya yaitu  sebagai berikut, kita ambil salah satu, misalkan : 

$a+=2 

ini berarti sama saja dengan : 

$a = $a + 2; 

sebab  a bernilai 50, maka tambahkan 2 kepada 50, sehingga 50 + 2 = 52 mudah bukan. ? 

Begitu juga untuk pengurangan, perkalian, dan pembagian. Perlu di catat di sini, ada 

bentuk baris seperti ini : 

echo "Hasil dari 50+=2 yaitu  " . $a+=2 ; 

dengan tanda titik, tanda titik memiliki arti melanjutkan kalimat. anda juga bisa 

menggantikan titik dengan koma. Sebagai contoh apabila kita ingin menulis kalimat 

"Saya belajar PHP" kedalam 3 bagian, kita dapat menulisnya seperti ini 

echo "Saya" . "Belajar" . "PHP" ; 

atau juga bisa seperti ini : 

echo "Saya" , "Belajar" , "PHP" ; 

sehingga untuk menampilkan angka 5 yang berada dalam variable $a, bisa seperti ini : 

echo "Nilai a yaitu  $a"; 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

28 

bisa juga seperti ini : 

echo "Nilai a yaitu ". $a ; 

 

atau bisa juga seperti ini : 

echo "Nilai a yaitu ", $a ; 

 

mudah bukan ?? 

 

Selanjutnya yaitu  operator perbandingan, khusus untuk operator 

perbandingan tidak dapat digunakan standonline, artinya  tidak bisa bekerja jika tidak di 

integrasikan dengan kondisional / percabangan ,  oleh sebab  itu saya akan membahasnya 

berbarengan dengan kondisional if / else. Begitu juga dengan operator logika, saya akan 

jelaskan di bagian kondisional, sedangkan untuk operator increment, dan decrement akan 

dijelaskan di bagian pengulangan. 

 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

29 

2.5 memakai  Argumen If dan Else 

2.5.1 memakai  Argumen IF 

 

Argumen if atau keputusan if sangat sering digunakan oleh para programmer php, 

alasannya yaitu  mudah dan sederhana. Penggunaan argumen if ini biasanya dilakukan 

ketika akan membandingkan suatu nilai, atau membandingkan suatu kondisi.  

 

Dalam dunia nyata membandingkan kondisi itu seperti pengandaian, contohnya yaitu  

seperti ini : 

 

jika cuaca cerah 

maka saya akan berangkat kuliah.  

 

ini berarti dimana "jika cuaca cerah" itu yaitu  nilai atau kondisi dan  

"maka saya akan berangkat kuliah" ini di sebut dengan pernyataan atau statement dalam 

php. mudah ya? 

 

cara penulisan argumen if dalam dunia php yaitu  sebagai berikut : 

 

if kriteria { 

pernyataan; 

 

kita coba implementasikannya : 

 

Buat sebuah file bernama  latihan8.php  dan simpan di c:\xampp\htdocs\latihanphp, 

kemudian isi filenya seperti ini : 

 

<?php 

$cuaca = "cerah"; 

if ($cuaca == "cerah") 

 { 

  echo "Saya akan berangkat kuliah!"; 

 } 

?> 

 

Lihat hasilnya di browser...  

Saya akan berangkat kuliah! 

 

Bagaimana??? 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

30 

 

Kembali ke coding, dalam baris kode urutan ke 3, ada kalimat : 

if ($cuaca == "cerah") 

 

tanda '==' ini merupakan operator perbandingan, yang membandingkan isi variable 

$cuaca  dengan nilai "cerah", jika bernilai benar, maka akan ditampilkan pernyataan di 

bawahnya. 

 

perlu di catat sekali lagi, jika :  

$cuaca = "cerah" ini berarti memasukkan nilai "cerah" kedalam variable 

$cuaca,  

 

Sedangkan :  

if ($cuaca == "cerah") ini berarti menanyakan/membandingkan, apakah 

nilai variable $cuaca itu berisi "cerah"?? 

 

jika benar, maka pernyataan yang berada di dalam tanda {} akan ditampilkan, jika tidak 

maka php akan berhenti mengeksekusi filenya.  Contoh yang lain yaitu  sebagai berikut :  

<?php 

$jarak = 40; 

 

if ($jarak <= 40) 

 { 

  echo "Jalan kaki saja"; 

 } 

  

if ($jarak >= 40) 

 { 

  echo "Naik Motor"; 

 } 

  

if ($jarak != 40) 

 { 

  echo "Diam ditempat"; 

 } 

?> 

 

 

 

Hasilnya nanti yaitu  : 

Jalan Kaki Saja Naik Motor 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

31 

2.5.2 memakai  Argumen if dan else secara bersamaan 

Argumen if dan else apabila digunakan secara bersamaan maka akan dapat 

menghasilkan dua statement.  Jika if itu hanya dapat menghasilkan satu statement saja, 

maka if dan else akan menghasilkan 2 opsi statement pada satu kondisi. Dalam kehidupan 

nyata jika anda mengalami suatu kondisi maka akan terdapat beberapa opsi, contoh 

nyatanya yaitu  sebagai berikut :  

 

jika cuaca cerah  

maka saya akan berangkat kuliah 

 

jika tidak 

maka saya akan membuat mie ramen 

 

dan, apabila diaplikasikan ke dalam bahasa php. Mudahnya yaitu  sebagai berikut :  

<?php 

$cuaca = "mendung"; 

if ($cuaca == "cerah") // jika cuaca cerah 

 { 

  echo "Saya akan berangkat kuliah"; 

 } 

 

else  

 { 

  echo "Saya akan membuat mie ramen"; 

 } 

?> 

 

contoh yang lainnya : 

<?php 

$cuaca = "mendung"; 

if ($cuaca != "cerah") // jika cuaca tidak cerah 

 { 

  echo "Saya akan membuat mie ramen"; 

 } 

 

else  

 { 

  echo "Saya akan berangkat kuliah"; 

 } 

?> 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

32 

Mudah bukan? Kemudahan inilah yang membuat para web developer menjawab "PHP itu 

sangat manusiawi" ketika saya menanyakan tentang bahasa apa yang mereka sukai. 

 

2.5.3 memakai  Argumen if, else if, dan else 

Jika pada argumen if dan else itu dapat memakai  dua kondisi, yakni kondisi 

jika benar, dan jika salah, pada argumen if, else if, dan else, anda dapat memakai  

kondisi yang tidak terbatas. dan masing-masing kondisi/kriteria memiliki masing-masing 

pernyataan/statement. Dalam dunia sehari-hari argumen if, else if, dan else memiliki 

contoh seperti ini :  

jika mendung 

maka bawa payung 

 

jika cerah 

maka saya akan berangkat kuliah dengan jalan kaki meskipun jaraknya 20 km.  

 

jika banjir 

maka bawa perahu sendiri dari rumah 

 

dan begitu seterusnya, tidak ada batasnya...  

 

dalam dunia php, contoh implementasinya yaitu  sebagai berikut, jangan lupa untuk 

memperhatikan tanda {} dan ; nya  

<?php 

$nilai = "A"; 

 

if($nilai == "A") 

 { 

  echo "Bagusss... baguss..."; 

 } 

 

else if ($nilai == "B") 

 { 

  echo "Baik..."; 

 } 

 

else if ($nilai == "C") 

 { 

  echo "Cukup..."; 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

33 

 } 

 

else if ($nilai == "D") 

 { 

  echo "Kurang..."; 

 } 

// dan seterus-seterusnya ...  

?> 

 

 

silahkan save di c:\xampp\htdocs\latihanphp\ . Kita lihat di browser mozilla firefox 

hasilnya yaitu  seperti ini :  

Bagus... bagus... 

 

di dalam penggunaan argumen if, else if, dan else terlihat begitu tidak terbatas jika di 

aplikasikan kedalam kasus yang lain. 

 

 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

34 

2.6 memakai  pemilihan switch 

Switch sebetulnya sama saja dengan argumen if, else if, dan else, cuma sedikit berbeda 

dalam penggunaannya terlebih pada syntaxnya. Jika untuk memutuskan kondisi dalam if, 

else if, dan else itu memakai  {} namun dalam switch untuk memberhentikan 

keputusan digunakanlah fungsi break; bentuk aslinya yaitu  seperti ini  : 

 

switch(variable){ // kita memilih variable yang akan dicocokkan 

 case kriteria1: // kita menanyakan kriteria pertama itu apa 

   pernyataan1; // kemudian pernyataannya apa ? 

   break;  // di akhir dengan break; begitu seterusnya, hingga kriteria habis 

    

 case kriteria2: 

   pernyataan2; 

   break; 

 // dan seterusnya dan seterunya ...  

 

di sini terlihat ketika kondisinya sesuai di wakili dengan code ‘case kriteria1:’  dengan 

titik dua ':' di belakang setiap kriterianya.  maka di tulis lah pernyataan di bawahnya itu 

apa? 

 

contoh kasus dalam php nya sebagai berikut : 

<?php 

$nilai = "A"; 

 

switch($nilai) 

 case "A": 

  echo "Bagusss... baguss..."; 

  break; 

   

 case "B": 

  echo "Baik..."; 

  break; 

   

 case "C": 

  echo "Cukup..."; 

  break; 

   

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

35 

 case "D": 

  echo "Kurang... "; 

  break; 

?> 

 

switch itu hanya digunakan pada satu jenis variable saja namun memiliki nilai yang 

berbeda. tetapi dalam if, else if, dan else dapat digunakan pada variable yang berbeda-

beda dan nilai yang berbeda. switch ataupun if, else if, dan else tentunya dapat anda 

gunakan sesuai dengan kebutuhan anda nantinya. 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

36 

2.7 memakai  Pengulangan 

Dengan echo atau print, anda dapat menampilkan kalimat apapun, dan panjangnya 

pun tidak terbatas. Penggunaan echo atau print untuk mengetikan angka 1 - 3, misalnya 

seperti ini :  

 

<?php 

 echo "Angka 1<br>"; 

 echo "Angka 2<br>"; 

 echo "Angka 3<br>"; 

?> 

Lihat hasilnya di browser anda. Bagaimana jadinya jika anda mendapatkan kasus 

untuk menulis  angka hingga 100 baris atau 50jt baris? Apa masih memakai  cara 

kuno tersebut? contoh yang lainnya bagaimana seorang programmer mengambil isi 

database kemudian menampilkannya semua isi database tersebut, apa masih 

memakai  echo saja? Solusinya akan dibahas dalam pengulangan.  

Terdapat 3 jenis pengulangan yang paling sering digunakan dalam php, 

pengulangan bentuk for, bentuk while, dan bentuk do while. saya akan membahas 

ketiganya sekarang. 

 

2.7.1 Pengulangan For 

For merupakan jenis pengulangan yang cukup sering digunakan, dan penggunaan 

pengulangan bentuk for ini tergantung kebutuhan. dan for ini bisa digunakan untuk 

contoh kasus sederhana yang saya sebutkan  di awal tadi yaitu menampilkan angka 1 - 

100 atau 1 - 50jt dengan cepat. For membuat semuanya menjadi  sangat effisien. Bentuk 

umum for yaitu  seperti ini :  

 

for(nilai awal; batas nilai; operator increment/decrement) 

 { 

  pernyataan yang akan di proses  

 } 

  

Contoh implementasinya seperti ini, menampilkan kalimat Angka 1 sampai 100 : 

<?php 

// file latihan_271.php 

for($x=1;$x<=100;$x++) 

 { 

  echo "Angka $x<br>"; 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

37 

 } 

?> 

 

Hasilnya : 

 

... 

100 

 

Pengulangan ini akan terus menerus mengulang dan terus menerus dilakukan 

penambahan 1 hingga nilainya  mencapai yang ditargetkan, yakni kurang sama dengan 

100.  sebab  pengulangan terjadi dari angka 1 hingga 100 maka terdapat 100 proses. 

 

Untuk operator increment yang lain yaitu  seperti ini. 

<?php 

for($x=1;$x<=100;$x+2) 

 { 

  echo "Angka $x<br>"; 

 } 

?> 

 

ini berarti dilakukan penambahan 2, sehingga nanti hasilnya seperti ini. (browser) 

dan untuk operator decrement contohnya seperti ini : 

<?php 

for($x=100;$x>=1;$x--) 

 { 

  echo "Angka $x<br>"; 

 } 

?> 

 

bedanya yaitu  pada operator perbandingan, jika pada pengulangan increment atau 

menaik bentuk operatornya yaitu  '<=',  namun dalam pengulangan decrement atau 

menurun  bentuk operatornya yaitu  '>=', apabila peraturan ini tidak dipatuhi maka 

hasilnya yaitu  error. Contoh lain pengulangan decrement : 

 

<?php 

for($x=100;$x>=1;$x-=2) 

 { 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

38 

  echo "Angka $x<br>"; 

 } 

?> 

 

selain hanya php, anda juga dapat memakai  pengulangan ini untuk menghasilkan 

html yang dinamis, contohnya seperti ini : 

<html> 

<head> 

 <title>Pengulangan header</title> 

</head> 

<body> 

 <?php 

 for($x=1;$x<=7;$x++) 

  { 

   echo "<font size=$x>Ukuran font $x</font><br>"; 

  } 

 ?> 

</body> 

</html> 

 

 

 

 

2.7.2 Pengulangan while 

 

Pengulangan while ini bentuknya seperti ini :  

Nilai awal 

While (batas pengulangan) 

 { 

  pernyataan; 

  operator decrement/increment; 

 } 

  

Pengulangan jenis ini tidak terlalu jauh berbeda dengan pengulangan bentuk for. hanya 

saja penempatan nilai  awalnya, dan operator decrement/incrementnya berbeda letaknya. 

Implementasinya yaitu  seperti ini : 

<?php 

$x = 1; 

while ($x <= 100) 

 { 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

39 

  echo "Angka $x"; 

 $x++  // jika tidak ada operator increment atau decrement 

 // maka proses akan 

   // terus menerus terjadi tanpa berhenti 

 } 

 

?> 

 

jadi jika kondisi belum sampai yang ditentukan dalam hal ini, jika variable $x itu kurang 

dari 100 maka pengulangan akan terus dilakukan, dan penambahan selalu terjadi. namun 

ketika nilainya lebih dari 100 maka pengulangan akan berhenti. hampir sama dengan 

konsep pengulangan bentuk for. 

 

 

 

2.7.3 Pengulangan do while 

Bentuk pengulangan do while yaitu  seperti ini :  

Nilai awal 

do 

 { 

  pernyataan; 

  operator decrement/increment; 

 } 

While (batas pengulangan) 

 

contoh implementasinya :  

<?php 

$x = 1; 

do 

 { 

  echo "Angka $x"; 

  $x++ 

 } 

while ($x <= 100); 

?> 

 

hampir sama dengan bentuk pengulangan while, namun yang jadi perbedaan di sini 

yaitu  letak dari whilenya saja, dan diakhir dari pengulangan while di beri ; (semicolon). 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

40 

coba kita buktikan :  

<?php 

// pengulangan jenis while 

$x = 1; 

while ($x <= 100) 

 { 

  echo "Angka $x<br>"; 

  $x++; 

 } 

echo "<strong>$x</strong>"; 

echo "<br><br>"; 

 

// pengulangan jenis do while 

$x = 1; 

do 

 { 

  echo "Angka $x<br>"; 

  $x++; 

 } 

while($x <= 100); 

echo "<strong>$x</strong>"; 

?> 

 

Di akhir setiap pengulangan saya memasukkan baris echo $x ; ini cuma untuk 

membuktikan apakah benar nilainya sama, dan hasilnya ... sama. ini menandakaan do 

while itu sama dengan while, namun implementasinya itu sesuai dengan kebutuhan anda.  

Sampai sini, anda dapat memilih, lebih prefer atau lebih suka memakai  

pengulangan bentuk yang mana? for, while, atau do while. semua di tangan anda. dan 

gunakan secara efisien. 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

41 

2.8 memakai  Include dan require untuk efisiensi Coding 

Fungsi include dan require berfungsi untuk menjalankan banyak file secara 

berbarengan dengan caraa  memasukkan file lain kedalam suatu file tertentu. bentuk 

penulisannya yaitu  seperti ini :  

 

include "namafile.php"; 

require "namafile.php"; 

 

Contoh implementasinya yaitu  seperti ini, kita akan membuat suatu argumen yang 

nilai variable nya itu  diambil dari file yang lain. Pertama buat satu buah file dengan 

nama, variable.latihaninclude.php kemudian ketikkan di dalamnya seperti ini  : 

<?php 

// file variable.latihaninclude.php 

$cuaca = "hujan"; 

?> 

 

kemudian kita akan mengambil variable $cuaca tersebut untuk dimasukkan kedalam file 

yang lain, kita  buat 1 buah file lagi, dengan nama, latihan_28.php, kemudian ketikkan di 

dalamnya  seperti ini :  

 

<?php 

include "variable.latihaninclude.php"; 

 

if ($cuaca == "cerah") 

 { 

  echo "Latihan bola di GOR"; 

 } 

 

else 

 { 

  echo "Bikin mie ramen"; 

 } 

?> 

 

hasilnya yaitu  : 

Bikin mie ramen 

 

Mengapa ? sebab  fungsi include lah yang dapat memanggil file lain untuk di 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


42

eksekusi bersama, namun perlu diperhatikan peletakkannya. jika di letakkan di akhir 

seperti ini maka akan error. 

<?php 

if ($cuaca == "cerah") 

echo "Latihan bola di GOR"; 

else 

echo "Bikin mie ramen"; 

include "variable.latihaninclude.php"; 

?> 

oleh sebab  itu disesuaikan dengan penggunaannya, yakni diletakkan sebelum 

pengolahan file. 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

43 

2.9 memakai  Fungsi untuk effisiensi Coding 

Fungsi ini berisi sekumpulan perintah program, bisa berisi argumen if, pengulangan, 

variable, yang dapat menerima inputan berupa variable berisi nilai kemudian mengolah 

nilai tersebut sesuai dengan kebutuhan. Bentuk umum dalam membuat fungsi yaitu  

seperti ini 

 

function namafungsi(parameter1, parameter2, ... parameter n ) 

 { 

  pernyataan berupa perintah operasi program; 

 } 

 

contoh implementasinya seperti ini :  

 

<?php 

// pertama kita terlebih dahulu mendefinisikaan fungsinya, 

// kemudian mengisi fungsi tersebut dengan sederetan perintah 

 

function testing() 

 { 

  echo "Contoh memakai  Fungsi"; 

 } 

 

// untuk dapat memakai  fungsi yang telah dibuat,  

// perlu pemanggilan nama fungsinya. 

testing(); 

?> 

 

 

memakai  parameter dalam fungsi 

Parameter mewakili variable yang nilainya akan diolah. untuk memakai  parameter 

contohnya yaitu  seperti ini : 

<?php 

function testing($nilai) 

 { 

  echo "Tinggi badan anda yaitu  $nilai"; 

 } 

$tinggibadan = 170 ; 

testing($tinggibadan); 

?> 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

44 

 

kita lihat hasilnya di browser mozilla firefox dengan parameter dalam fungsi anda dapat 

mengolah apa saja, dan coding jauh lebih cepat ketimbang memanggil ulang perintah-

perintah nya tanpa memakai  fungsi. Contoh lain memakai  parameter : 

<?php 

function penjumlahan($nilai1, $nilai2) 

 { 

  $total = $nilai1+$nilai2; 

  echo "$nilai1 + $nilai2 = ".$total;  

 } 

 

penjumlahan(30,20); 

?> 

 

dan hasilnya di browser mozilla firefox : 

30 + 20 = 50 

 

Fungsi benar-benar bermanfaat dalam pengolahan data inputan user ataupun dari 

database. 

 

Mengembalikan Nilai Fungsi 

Mengembalikan nilai fungsi dilakukan jika anda menginginkan nilai dari fungsi tersebut 

di olah dalam  suatu variable tertentu. Nah biasanya nilai dalam variable nantinya akan 

digunakan oleh fungsi yang lain. Untuk mengembalikan nilai fungsi, digunakan suatu 

fungsi return. Contoh implementasinya :  

<?php 

function penjumlahan($nilai1, $nilai2) 

 { 

  $total = $nilai1+$nilai2; 

  return $total;  

 } 

 

$jumlah20plus30 = penjumlahan(30,20); 

 

echo $jumlah20plus30; 

?> 

kita lihat hasilnya di browser,  

50 

kemudian kita balik ke codenya. 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

45 

 

Fungsi penjumlahan tersebut akan mengembalikan nilai dari penjumlahan antara 

$nilai1 dan $nilai2. Sehingga nilai dari fungsi dapat diimplementasikan sebagai nilai 

dari suatu variable $jumlah20plus30. Dan hasil akhirnya yaitu  nilai si fungsi di ambil 

dari nilai return fungsi tersebut. Sehingga nilai dari fungsi tersebut dapat dimanfaatkan 

untuk suatu kebutuhan lainnya. 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

46 

2.10 Mengenal array 

Jika variable itu cuma memiliki satu nilai, maka array memiliki banyak nilai dari 

elemen. Array, merupakan suatu kumpulan data variable yang tersusun secara index. 

nanti akan saya jelaskan maksudnya itu apa. Array dapat menampung variable yang tipe 

datanya berbeda-beda. 

 

2.10.1 Syntax array 

Untuk membuat array, berikut yaitu  syntaxnya : 

 

array(elemen) 

 

contohnya yaitu  seperti ini : 

$tahun = array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050); 

 

saya akan jelaskan,  array di mulai dari index urutan 0. 

array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050); 

 

sehingga :  

index 0 --> di miliki oleh array bernilai 1924 

index 1 --> di miliki oleh array bernilai 2010 

index 2 --> di miliki oleh array bernilai 2012 

index 3 --> di miliki oleh array bernilai 2024 

index 4 --> di miliki oleh array bernilai 2050 

 

Sehingga apabila anda ingin mengambil nilai dari array,  misalkan 2024, anda cukup 

dengan menampilkan nama variable nya kemudian di tambahkan index dibelakang  

variable tersebut, seperti ini : 

$tahun[3]; --> mewakili 2024.  

 

Sehingga apa bila di aplikasikan dalam code php:  

<?php 

$tahun = array(1924, 2010, 2012, 2024, 2050); 

echo $tahun[3]; 

?> 

 

Sehingga hasilnya nanti di browser yaitu  :  

2024 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

47 

 

 

selain angka, php array pun dapat memuat berbagai variable dengan tipe data yang lain. 

Contoh lainnya : 

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

for ($x=0;$x<=6;$x++) 

 { 

  echo $[$x]."<br>";  

 } 

?> 

 

hasilnya yaitu  : 

Loka Dwiartara 

Laki-laki 

24/01/1987 

3.41 

Bot Technology 

 

 

Pengulangan tadi sebetulnya hanya mengambil isi dari array satu demi satu. 

Sehingga yang terjadi sebetulnya yaitu  sama seperti ini : 

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

echo $[0]."<br>";  

echo $[1]."<br>";  

echo $[2]."<br>";  

echo $[3]."<br>";  

echo $[4]."<br>";  

echo $[5]."<br>";  

?> 

 

Dan kita lihat hasilnya, sama dengan script yang memakai  pengulangan bentuk 

for ada beberapa syntax dalam php, yang biasa digunakan untuk mengambil isi dari array, 

selain dengan pengambilan langsung seperti cara tadim ataupun memakai  looping 

seperti yang saya jelaskan barusan. Kita dapat memakai  fungsi dalam pengolahan 

array, dengan cara memanfaatkan key dari tiap-tiap array, dan hal ini membutuhkan satu 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 


48

pengulangan tersendiri. 

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

for($x=0;$x<6;$x++) 

{  

echo "Index array  ke : ".key($)." Berisi 

".current($)."<br>"; 

next($); 

?> 

kita lihat hasilnya di browser, ini merupakan pengambilan array dari index terendah 

yakni 0, ke paling akhir yakni 5. kita akan coba membaliknya, jika tadi mulai dari 0 - 5, 

kita mulai dari  5 dan mundur hingga urutan ke 0, dengan memanfaatkan fungsi end(), 

dan prev(); 

Kita coba implmentasikan :  

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

end($);  

for($x=0;$x<6;$x++) 

echo "Index array  ke : ".key($)." berisi 

".current($)."<br>"; 

prev($); 

?> 

dengan end(), maka array akan dibawa ke paling akhir, kemudian di bawa mundur ke 

index terendah  dengan fungsi prev(). Selain fungsi end(), prev(), dan next(), kita juga 

dapat memakai  fungsi count() yang digunakan untuk menghitung jumlah variable 

yang ada dalam array, sebagai contohnya, kita akan menghitung jumlah array yang 

berada pada array  :  

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

$jumlaharray = count($); 

echo $jumlaharray; 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

49 

?> 

 

Mengakses Array dalam variable yang terpisah 

Ada sedikit pertanyaan mungkin, masih seputar array, mungkin anda menginginkan array 

tersebut di akses kedalam variable variable yang terpisah, anda dapat memakai  

fungsi list(); implementasinya seperti ini :  

 

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

 

list($nama,$jeniskelamin,$tanggallahir,$poin,$IP,$spesialisasi) = 

$; 

 

echo $nama."<br>"; 

echo $jeniskelamin."<br>"; 

echo $tanggallahir."<br>"; 

echo $poin."<br>"; 

echo $IP."<br>"; 

echo $spesialisasi."<br>"; 

?> 

 

 

 

2.10.2 Mengurutkan array 

Sedikit lagi dengan array, bagaimana mengurutkan array ? hal ini digunakan ketika 

kita memiliki banyak data tapi data tersebut tidak berurutan, misalkan 

1,3,2,4,7,8,6,5,9,10, kita ingin mengurutkan array tersebut dari terkecil hingga terbesar. 

solusinya yaitu  memakai  fungsi sort() :  

<?php 

$data = array(1,3,2,4,7,8,6,5,9,10); 

sort($data); 

 

for($x=0;$x<=10;$x++) 

 { 

  echo current($data)."<br>"; 

  next($data); 

 } 

?> 

 

 

2.10.3 memakai  foreach 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

50 

Selain memakai  looping dengan bentuk for tadi, kita pun dapat memakai  

pengulangan yang memang dikhususkan untuk array, yakni foreach, dan biasanya foreach 

juga digunakan untuk menampilkan isi dari database. penggunaan foreach sangatlah 

mudah. 

<?php 

$ = array("Loka Dwiartara","Laki-

laki","24/01/1987","B",3.41,"Bot Technology"); 

 

foreach ($ as $data) 

 { 

  echo $data."<br>"; 

 } 

?> 

 

mudah ya ?? 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

51 

2.11 Manipulasi String 

Manipulasi string digunakan untuk mengolah suatu inputan yang dimasukkan oleh 

user atau di ambil dari database. Biasanya manipulasi ini digunakan untuk satu alasan 

tertentu, seperti misalkan mencocokan password, validasi kecocokan email, menampilkan 

text dengan format tertentu, misalkan menampilkan angka 3031924 dalam rupiah 

menjadi Rp 3.031.924,- dan masih banyak contoh yang lainnya. 

 

Menghitung Jumlah karakter dalam string 

Untuk menghitung jumlah karakter dalam string, digunakan fungsi strlen(); 

implementasinya yaitu  seperti ini :  

<?php 

$nama = "Loka Dwiartara"; 

$jumlahkarakter = strlen($nama); 

 

echo "variable \$nama berisi $jumlahkarakter karakater"; 

?> 

 

 

 

Membandingkan 2 String 

Membandingkan 2 string biasanya digunakan untuk pencocokan password, atau 

pencocokan email. Di gunakan fungsi strcmp(); implementasinya seperti ini :  

<?php 

$passwordasli = "b3laj@rpHP"; 

$passwordinput = "belajarPHP"; 

 

$cocok = strcmp($passwordasli, $passwordinput); 

if ($cocok != 1) 

 { 

  echo "Password anda salah!"; 

 } 

else 

 { 

  echo "Password anda benar."; 

 } 

?> 

 

ini merupakan simulasi ketika password yang berada dalam database yakni 

$passowrdasli, dicocokkan dengan cara penginputan yang dilakukan oleh user yakni 

$passwordinput. 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

52 

Strcmp itu membandingkan antara password database dengan password yang input, 

ketika password yang di input itu tidak cocok dengan yang ada di database maka yang 

terjadi kemudian yaitu  pernyataan "Password anda salah".  

 

 

Mengkapitalkan string 

Ini yaitu  istilah lain dari mengubah text yang tadinya huruf kecil semua menjadi huruf 

besar semua. Cara penggunaannya cukup mudah, cukup dengan memakai  

strtoupper(); Implementasinya yaitu  sebagai berikut :  

<?php 

$intro = "jangan berteriak!!!"; 

$introhurufbesar = strtoupper($intro); 

echo $introhurufbesar; 

?> 

 

Hasil di browser :  

JANGAN BERTERIAK!!! 

 

cukup mudah bukan ? 

 

Menjadikan string huruf kecil semua 

Kebalikan dari strtoupper yaitu  sdtrtolower ; 

implementasinya yaitu  sebagai berikut :  

<?php 

$intro = "SEDANG BERBISIK"; 

$introhurufkecil = strtolower($intro); 

echo $introhurufkecil; 

?> 

 

 

Mengubah baris baru menjadi 

Ketika anda mengetikkaan sebuah kalimat dalam PHP seperti ini, dengan banyak baris di 

dalamnya ... 

 

Pada suatu hari 

saya jalan sendirian 

di tengah jalan bertemu kucing herder 

saya di kejar sampai nyusruk 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

53 

namun ketika di tampilkan dengan memakai  echo, seperti ini  

<?php 

$cerita = "Pada suatu hari 

saya jalan sendirian 

di tengah jalan bertemu kucing herder 

saya di kejar sampai nyusruk"; 

 

echo $cerita; 

?> 

 

 

yang terjadi malah, semuanya di tampilkan dalam satu baris : 

Pada suatu hari saya jalan sendirian di tengah jalan bertemu kucing herder saya di kejar 

sampai nyusruk 

 

php memiliki fungsi nl2br(), yang menjadikan baris-baris baru menjadi <br>, dan  

 

Kalimat-kalimat yang diketik ditampilkan seperti ketika di ketik. Implementasinya seperti 

ini  

 

<?php 

$cerita = "Pada suatu hari 

saya jalan sendirian 

di tengah jalan bertemu kucing herder 

saya di kejar sampai nyusruk"; 

 

echo nl2br($cerita); 

?> 

 

hasilnya yaitu  : 

Pada suatu hari 

saya jalan sendirian 

di tengah jalan bertemu kucing herder 

saya di kejar sampai nyusruk 

 

 

Memfilter tag html 

Memfilter tag html biasanya digunakan ketika seorang web developer tidak 

menginginkan spammer merusak tampilan guestbook, dengan linknya, atau 

menonaktifkan tag html yang tidak dibutuhkan. 

 

Misalkan ketika seorang spammer yang menaruh link situsnya kedalam guestbook, maka 

untuk menonaktifkan  link tersebut cukup gunakan strip_tags(); implementasinya yaitu  

seperti ini :  

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

54 

<?php 

$situsspammer = "Silahkan <u>berkunjung</u> ke <a href= 

'http://www.tokosandaljepit.com'> Toko Online Sandal Jepit 

<strong>Aneka Warna</strong></a>"; 

 

$filterlink  = strip_tags($situsspammer, "<strong><u>"); 

echo $filterlink; 

?> 

 

Dan silahkan save lalu lihat hasilnya di browser anda. strip_tags() memfilter hanya tag 

yang didefiniskan saja yang ditampilkan. 

 

Format penggunaan strip_tags yaitu  sebagai berikut :  

strip_tags(kalimat yang akan di filter, tag yang boleh ditampilkan) 

 

Sehingga pada contoh kasus ini, diluar dari tag <strong> dan <u> maka tag tersebut tidak 

ditampilkan.  

 

 

Memecah string ke dalam array dengan explode() 

Bagaimana cara untuk memecah string, menjadi kumpulan elemen dalam array? 

Dengan cara memakai  explode(). String yang berisi kata-kata akan dipecah, 

sehingga menjadi array-array, yang nantinya digunakan untuk kebutuhan tertentu. 

 

Sebagai contoh :  

<?php 

$belajar = "saya sedang belajar bahasa pemrogaman PHP"; 

$arraybelajar = explode(" ", $belajar); 

echo $arraybelajar[5]; 

?> 

sedikit saya jelaskan, explode() menjadikan spasi sebagai pemisah antara elemen array 

yang satu dengan  lainnya, sehingga apabila terdapat spasi maka kata-kata tersebut akan 

di pecah sehingga menjadi array. Contoh lainnya  

 

<?php 

$tanggal = "03/Maret/1924"; 

$tanggalarray = explode("/", $tanggal) 

echo $tanggalarray[2]; 

?> 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

55 

Menggabungkan array menjadi satu kesatuan dengan implode() 

Jika explode bertugas untuk memecah menjadi elemen array, implode berfungsi 

sebaliknya, yakni menggabungkan array menjadi satu string, contohnya yaitu  seperti 

ini:  

 

<?php 

$arraybelajar = array("saya", "sedang", "belajar", "bahasa", 

"pemrogaman", "PHP"); 

$kalimatbelajar = implode(" ", $arraybelajar); 

echo $kalimatbelajar; 

?> 

 

simple and easy. right? Contoh yang lain :  

<?php 

$arraytanggal = array(03, "Maret", 1924); 

$tanggal = implode("-",$arraytanggal); 

echo $tanggal; 

?> 

 

Array yang berbeda tipe datanya dapat di satukan menjadi satu kesatuan string dengan 

memakai  implode(). Mudah kan? 

 

 

Mencari Posisi Suatu Karakter Dengan Strpos() 

Untuk mencari posisi suatu karakter atau string anda dapat memakai  strpos().  

Contohnya yaitu  sebagai berikut :  

 

Misalkan anda ingin mencari posisi kata PHP, dari kalimat saya sedang belajar PHP. 

<?php 

$kalimat = "Saya sedang belajar PHP"; 

$katayangdicari = "PHP"; 

$posisi = strpos($kalimat, $katayangdicari); 

echo $posisi; 

?> 

 

 

Menampilkan sebagian isi string dengan substr() 

Anda dapat menampilkan sebagian isi dari suatu string, mungkin bagi anda yang 

pernah membuka suatu situs biasanya di awal situs ditampilkan intro dari suatu artikel, 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

56 

dengan keterangan read more, atau baca selengkapnya, hal ini memakai  substr(), 

atau untuk memfilter nomor hp, dengan cara tidak menampilkan kesuluruhan nomornya, 

kemudian diganti dengan karakter xxx, dan lain sebagainya. 

 

Cara penulisannya yaitu  seperti ini. 

substr(kalimat, nilai awal, nilai akhir atau range ) 

 

contohnya :  

<?php 

$kalimat = "saya sedang mengetik memakai  keyboard, guna mempelajari 

bahasa PHP"; 

$potongkalimat = substr($kalimat, -3); 

echo $potongkalimat ; 

?> 

 

substr($kalimat, -3) di sini berarti, tampilkan sebagian isi variable kalimat yakni 3 

karakter dari belakang. Dan hasilnya yaitu  seperti ini ... 

PHP 

 

contoh yang lain : 

<?php 

$kalimat = "saya sedang mengetik memakai  keyboard, guna mempelajari 

bahasa PHP"; 

$potongkalimat = substr($kalimat, 0, 41); 

echo $potongkalimat ; 

?> 

 

kita lihat hasilnya di browser yaitu  seperti ini ... 

saya sedang mengetik memakai  keyboard 

 

Ini berarti script ini memiliki fungsi untuk menampilkan mulai dari karater dari posisi 0 

dengan  range 40 karakter didepannya,  contoh yang lain :  

<?php 

$kalimat = "saya sedang mengetik memakai  keyboard, guna mempelajari 

bahasa PHP"; 

$potongkalimat = substr($kalimat, 5, 6); 

echo $potongkalimat ; 

?> 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

57 

 

Lihat hasilnya di browser, script ini berfungsi menampilkan sebagian isi dari 

variable $kalimat, substr($kalimat, 5, 6); berarti, menampilkan mulai dari posisi 5, dan 

rangenya 6 karakter, dimulai dari posisi 5 itu sendiri. Sehingga pada posisi 5 ada huruf s, 

dan rangenya 6 karakter yaitu  s,e,d,a,n,g sehingga yang diambil yaitu  kata sedang. 

 

 

 

Menimpa karakter dengan karakter yang lain dengan str_replace() 

Bagaimana jika anda ingin melakukan manipulasi dari suatu string. Misalkan ingin 

menimpa suatu kata  dengan kata yang lain, misalkan mengubah kata bermain dalam 

kalimat "saya sedang bermain"  menjadi "saya sedang belajar". Anda dapat 

memanfaatkan str_replace(); contoh penggunaanya yaitu  seperti ini  

str_replace("kata/karakter asli", "kata/karakter yang baru", 

"kalimat"); 

 

implementasinya  

<?php 

$kalimat = "saya sedang bermain"; 

$kalimatbaru = str_replace("bermain", "belajar", $kalimat); 

echo $kalimatbaru ; 

?> 

 

dan hasilnya yaitu  :  

saya sedang belajar 

 

Manipulasi string dengan trim() 

trim() digunakan untuk menghilangkan spasi, dikiri atau dikanan, biasanya 

digunakan untuk proses pengolahan inputan username dan password yang dilakukan oleh 

user, biasanya ini terjadi ketika user  tidak sengaja/lupa menekan tombol spasi di 

keyboard, untuk menanganinya anda dapat memakai  trim()  

contoh penggunaanya :  

 

<?php 

$password = " iniyaitu password "; 

$passwordasli = trim($password); 

echo $passwordasli; 

?> 

 

hasil dari script di atas yaitu  spasi akan hilang. Anda pun dapat menghilangkan spasi di 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

58 

kiri dengan ltrim(), dan dikanan dengan rtrim(); 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

59 

2.12 Syntax Alternatif untuk PHP 

 

2.12.1 Alternatif echo 

Kita biasa memakai  echo untuk proses menampilkan isi dari suatu variable, 

sebetulnya ada alternatif dalam php untuk menampilkan isi dari suatu variable, anda 

dapat memakai  print, namun proses print sedikit lebih lama dari echo. Meskipun 

tidak terasa sebab  kecepatan komputer yang sudah sedemikian canggih, tapi tetap proses 

print memakan waktu 15% sedikit lebih lama dari echo. 

 

Contoh penggunaan print sama dengan echo : 

<?php 

print "menampilkan kalimat"; 

?> 

 

Namun para web developer cenderung memakai  echo ketimbang print. Bukan 

sebab  kecepatan. Tapi sebab  web developer lebih malas mengetik 5 huruf ketimbang 4 

huruf. :d aneh ya? Tapi  memang itu faktanya. 

 

 

2.12.2 Double Quote dan One Quote 

Apa perbedaan antara double quote yang diwakili dengan tanda " dengan one quote 

yang di wakili oleh tanda ' One quote hanya dapat menampilkan karakter aslinya, bukan 

isi dari variable. Kita buktikan : 

<?php 

$nilai = 90; 

echo '$nilai'; 

?> 

 

Apabila kita lihat dibrowser, one quote, atau kutip satu itu tidak menampikan isi dari 

$nilai, melainkan karakter aslinya. Namun dengan double quote anda dapat menampilkan 

isi variablenya :  

<?php 

$nilai = 90; 

echo "$nilai"; 

?> 

mungkin kedepannya anda akan memproses kutip dua didalam kutip dua, seperti 

menyisipkan html di dalam echo. seperti ini misalnya : 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

60 

<?php 

echo "<a href="http://www.ilmuwebsite.com">Ilmuwebsite.com</a>"; 

?> 

 

mari kita lihat di browser, hasilnya yaitu  error. bagaimana agar kita dapat memakai  

tanda kutip dua, didalam kutip dua? Solusinya yaitu  memakai  spesial karater '\'. 

Kita buktikan : 

<?php 

echo "<a href=\"http://www.ilmuwebsite.com\">Ilmuwebsite.com</a>"; 

?> 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

61 

2.13 Bekerja dengan File 

Di sub bab ini akan saya jelaskan bagaimana kita bekerja dengan file. mulai dari 

membuka file, menutup file mengecek apakah file tersebut ada, kemudian menulis isi 

file, ataupun menghapus file. itu semua akan saya jelaskan di sini. 

 

Mengecek File 

Untuk mengecek file, ada atau tidaknya file tersebut dalam direktori/path yang 

ditentukan, biasanya seorang web developer cukup memakai  fungsi file_exist(), 

untuk mengecek apakah file tersebut ada.   

 

Siapkan terlebih dahulu sebuah file kosong di c:\xampp\htdocs\latihanphp 

berikan nama tes.txt, kemudian selanjutnya silahkan buat script php nya seperti ini : 

<?php 

 if (file_exists("tes.txt") == 1) 

  { 

   echo "File-nya ada..."; 

  } 

 else 

  { 

   echo "Filenya tidak ada ..."; 

  } 

?> 

 

file_exits("tes.txt") akan mengecek apakah file nya ada atau tidak, jika bernilai 1, maka 

akan di tampilkan "File-nya ada..."; jika bernilai 0, maka akan ditampilkan filenya tidak 

ada. Atau bisa juga di tulis seperti ini, tidak memakai  operator perbandingan ==. 

<?php 

 if (file_exists("tes.txt")) 

  { 

   echo "File-nya ada..."; 

  } 

 else 

  { 

   echo "Filenya tidak ada ..."; 

  } 

?> 

 

 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

62 

Apakah File atau Direktori?? 

Untuk mengecek apakah file ataukah direktori terhadap nama file atau direktori kita 

dapat memakai  is_file untuk mengecek file atau bukan dan is_dir untuk mengecek 

direktori atau bukan. Implementasinya masih memakai  file yang tadi yakni tes.txt: 

 

<?php 

if (is_file("tes.txt")) 

 { 

  echo "Ini yaitu  file!"; 

 } 

?> 

 

Untuk mengecek direktori atau bukan, silahkan anda buat sebuah direktori dengan nama 

direktorites di dalam c:\xampp\htdocs\latihanphp. 

 

Kemudian untuk mengecek direktorites itu yaitu  direktori atau bukan anda dapat 

mengetikan script memanfaatkan fungsi is_dir() 

 

<?php 

if (is_dir("direktorites")) 

 { 

  echo "Ini yaitu  direktori!"; 

 } 

?> 

 

 

Membuat dan menghapus file 

Untuk membuat file, anda dapat memakai  fungsi touch(), dan untuk 

menghapus file yang ada, anda dapat memakai  fungsi unlink(); implementasinya 

yaitu  seperti ini, script untuk membuat file :  

<?php 

touch("filecontoh.txt"); 

if (file_exists("filecontoh.txt")) 

 { 

  echo "File sudah ada!"; 

 } 

?> 

 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

63 

Lihat hasilnya di browser anda. Untuk menghapus file yang sudah ada, anda dapat 

memakai  unlink(). 

 

Implementasinya, kita memakai  file yang telah kita buat sebelumnya, yakni 

mencoba untuk menghapus filecontoh.txt 

 

<?php 

if (file_exists("filecontoh.txt")) 

 { 

  echo "Filennya ada!<br/>"; 

 } 

 

// menghapus file 

unlink("filecontoh.txt"); 

 

// mengecek kembali keberadaan filenya 

if (file_exists("filecontoh.txt")) 

 { 

  echo "File sudah ada!"; 

 } 

else 

 { 

  echo "File sudah tidak ada ... "; 

 } 

?> 

 

 

 

Membuka File 

Ada beberapa fungsi untuk membuka file, mulai dari membuka file saja, kemudian ada 

juga fungsi yang  dapat  membuka kemudian lalu menulis isi file, ada juga fungsi untuk 

membuka file sambil menulis, dan lain-lain.  

 

Membuka file saja anda dapat memakai  syntax : 

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'r' ); 

dengan fungsi fopen(), dan paramater r di dalamnya, r disini hanya hanya dapat membuka 

file saja dan meletakkan pointer atau kursor di awal file. 

 

Membuka/membaca file kemudian menulis file tersebut anda dapat memakai  syntax:  

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'r+' ); 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

64 

 

parameter r+ ini memungkinkan kita membaca file kemudian menulisi file tersebut 

dengan meletakkan kursor atau pointer pada awal file. 

 

Menulis file saja anda dapat memakai  syntax : 

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'w' ); 

parameter w memungkinkan anda dapat menulis file, dengan meletakkan kursor di awal 

file. 

 

Membaca dan menulis file sekaligus anda dapat memakai  syntax seperti ini : 

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'w+' ); 

parameter w+ memungkinkan anda dapat membaca dan menulis file, dengan meletakkan 

kursor di awal file. 

 

Menulis file saja anda dapat memakai  syntax : 

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'a' ); 

parameter a memungkinkan anda dapat menulis file, namun meletakkan kursor di akhir 

file. 

 

Membaca dan menulis file sekaligus anda dapat memakai  syntax seperti ini : 

$fp = fopen( NAMA_FILENYA, 'a+' ); 

parameter w+ memungkinkan anda dapat membaca dan menulis file, namun php 

meletakkan kursornya  di akhir file. 

 

 

Membaca File dengan feof() dan fgets() 

Oke kita akan coba langsung mengimplementasikan fopen(), feof(), dan fgets() secara 

bersamaan untuk  membaca isi suatu file. 

 

Implementasinya yaitu  seperti ini: 

<?php 

$file = "tes.txt"; 

$fileopen = fopen($file, 'r') or die ("Nggak bisa di baca"); 

while (!feof($fileopen)) 

 { 

  $bariskalimat = fgets($fileopen, 1024); 

.

Bab2: Bekerja dengan PHP 

  

   

 

65